Anda di halaman 1dari 9

07/05/2020

POPULASI DAN SAMPEL


 Populasi adalah seluruh unit/ subyek yang diteliti.
 Subyek/unit berupa individu, keluarga,
UKURAN SAMPEL puskesmas, RS, buku (cth: populasi buku)

 Sampel adalah bagian dari populasi


yangkarakteristiknya mewakili populasi.
 Pada populasi dengan jumlah sedikit, sampel di
random.

1
07/05/2020

ALASAN MENGGUNAKAN SAMPEL SYARAT SAMPEL YANG REPRESENTATIF


1.Adanya populasi yang sangat besar dan tidak terbatas,  Dapat menghasilkan gambaran karakter populasi
sehingga tidak mungkin seluruh populasi diperiksa atau yang tepat
diukur karena akan memerlukanwaktu yang lama.
 Dapat menentukan presisi (ketepatan) hasil
2. Homogenitas, tidak perlu semua unit populasi yang penelitian dengan menentukan simpangan baku
homogen diperiksa karena akan membuang waktu serta dari taksiran yang diperoleh.
tidak ada gunanya karena variabel yang akan diteliti telah  Sederhana, mudah dilaksanakan
terwakili oleh sebagian populasi tersebut.
 Dapat memberikan keterangan sebanyak
mungkin dengan biaya serendah mungkin Kalau
3. Penarikan sampel menghemat biaya dan waktu.
syarat-syarat di atas tidak dapatdipenuhi,
4. Ketelitian/ketepatan pengukuran, meneliti yang sedikit
(sampel) tentu akan lebih teliti jika dibandingkan dengan kesimpulan yang digeneralisasikan untuk
meneliti jumlah yang banyak (populasi) populasi akan bias (bias conclusion).

2
07/05/2020

ERROR DALAM SAMPLING PERHITUNGAN BESAR SAMPEL


1.Sampling Error, sebenarnya hal ini bukan merupakan Penentuan besar sampel akan tergantung dari desain
kesalahan yang sebenarnya, tetapi merupakan variasi penelitian yang akan dilaksanakannya, antara lain:
dari konsekuensi pengambilan sampel. Maksudnya bahwa  Besar sampel untuk penelitian cross sectional.
setiap sampel yang akan diambil dari suatu populasi -Menggunakan rumus besar sampel untuk estimasi
akan berdistribusi sekitar nilai populasi. proporsi
-Estimasi adalah perkiraan karakteristik populasi melalui
2.Non Sampling Error, yaitu error yang tidak disebabkan oleh data sampel.
sampel, tetapi disebabkan pelaksanaan dalam pengambilan -Presisi adalah ketepatan sampel terhadap populasi
sampel sampai pada analisisnya, seperti:
- pada saat perencanaan
- pelaksanaan Contoh: ingin mengetahui proporsi suatu kejadian,
- pengolahan seperti cakupan pemberian Hb, cakupan imunisasi,
- analisis dan interpretasi cakupan KB, prevalensi ANEMIA ibu hamil

3
07/05/2020

Metode Penetapan Sampel Metode Penetapan Sampel


Pendapat Slovin Interval Penaksiran (µ)
Seorang mahasiswa akan menguji suatu hipotesis yang menyatakan bahwa Indek Prestasi
Kita ingin mewawancarai pekerja PT. Bleguk Rejo mengenai Mahasiswa Jurusan Manajemen Unnar adalah 2,7 dari 30 sampel percobaan dapat
kelayakan upah yang mereka terima selama bekerja di diperoleh informasi bahwa standar deviasi indek Prestasi mahasiswa adalah 0,25 Untuk
menguji hipotesis ini berapa jumlah sampel yang diperlukan jika kita menginginkan
perusahaan tersebut, jumlah pekerja keseluruhan 130 orang, tingkat keyakinan sebesar 95% dan error estimasi  kurang dari 0,05,?
bila tingkat kesalahan yang ditetapkan adalah 5% maka berapa
jumlah sampel ideal yang harus dipilih ?
2
Z  
2
 (1,96)(0,25) 
n   /2  n     96,04
N 130  e   (0,05) 
n n  98,11
1  Ne 2 1  130(0,05) 2

4
07/05/2020

Metode Penetapan Sampel Metode Penetapan Sampel


Interval Proporsi Penaksiran parameter proporsi
Kita akan memperkirakan proporsi mahasiswa yang menggunakan angkutan kota waktu Kita akan meperkirakan proporsi mahasiswa jurusan manajemen unnar yang
pergi kuliah. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat kepercayaan 95% dan berjumlah 175 orang. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh data
kesalahan yang mungkin terjadi 0,10 ? proporsi mahasiswa manajemen unnar yang menggunakan angkutan kota waktu
pergi kuliah adalah 40%. Berapa sampel yang diperlukan jika dengan tingkat
kepercayaan 95% dan derajat penyimpangan sebesar 0,10.?

 Z2 / 2 pq  1, 96 2 
n   2
 n   2
  96 , 04
 e   4 ( 0 ,10 ) 
NZ 2 pq (175)(1,96) 2 (0,4)(0,6)
n n  60,38
Nd 2  Z 2 pq (175)(0,1) 2  (1,96) 2 (0,4)(0,6)

5
07/05/2020

 n = z2 1-α/2 P (1-P)  Diketahui P = 0,62, d = 0,10, Z = 1,96, maka


d2 dapat dicari sampel, sbb:
Contoh: n = (1,96)2 x 0,62 (1-0,62)
Peneliti ingin mengetahui prevalensi anemia (0,1)2
pada ibu hamil. Berdasarkan catatan Dinas n = 3,8416 x 0,62 x 0,38
Kesehatan diperoleh data prevalensi anemia 0,01
kehamilan adalah 62 %. Berdasarkan masalah n = 0,9050 = 90,5  91 orang ibu hamil
dan informasi tersebut, berapa jumlah
0,01
sampel yang dibutuhkan jika peneliti
menginginkan presisi mutlak sebesar 10 %
dengan derajat kepercayaan 95%?
BioStatistik BioStatistik

6
07/05/2020

n = [z √2P (1-P) + z1-β√P1 (1-P1) + P2 (1-P2)]2


1-α/2
(P1 – P2)2
2. Besar sampel untuk penelitian Epidemiologi
 n = besar sampel
Tujuan ini untuk menguji hipotesis dari rasio  z 1-α/2 = nilai z pada derajat kepercayaan 1-α atau
odds (OR). Hubungan OR, P1dan P2 dapat batas kemaknaan α.
dirumuskan: z = 1,64 untuk derajat kepercayaan 90%
P1 = (OR)P2 1,96 untuk derajat kepercayaan 95%
(OR)P2 + (1-P2) 2,58 untuk derajat kepercayaan 99%
 z1-β = nilai z pada kekuatan uji (power) 1-β
Dimana P1 adalah proporsi subyek terpajan pada
kelompok dengan penyakit (kasus) dn P2 adalah z = 0,84 untuk kekuatan uji 80%
proporsi subyek terpajan pad kelompok tanpa 1,28 untuk kekuatan uji 90%
penyakit (kontrol). 1,64 untuk kekuatan uji 95%
Aplikasi penelitian ini adalah pada penelitian 2,33 untuk kekuatan uji 99%
 P1= estimasi proporsi pada kelompok 1
kasus kontrol. Maka besar sampel dapat dihitung
 P2= estimasi proporsi pada kelompok 2
dengan rumus:
BioStatistik BioStatistik

7
07/05/2020

Seorang peneliti ingin menguji hipotesis  Diketahui:


anemia pada ibu hamil sebagai faktor P1 = 2,5 x 0,6 = 0,79
risiko terjadinya BBLR. Hasil penelitian di 2,5x0,6 + (1-0,6)
negara lain menunjukkan OR = 2,5 Maka P = (0,6 + 0,79)/2 = 0,70 sehingga besar
,prevalensi anemia ibu hamil diketahui dari sampel dapat dihitung:
hasil survei sebesar 60 %. Berapa besar n = [1,96 √2.0,70 (1-0,70) + 0,84 √0,79 (1-0,79)+0,60 (1-0,60)]2
sampel yang diperlukan jika peneliti (0,79 – 0,60)2
n = 93,17 = 94
menginginkan tingkat kepercayaan 95%
dan kekuatan uji 80 %? Jadi diperlukan sampel 94 ibu yang melahirkan
BBLR dan 94 ibu yang melahirkan BBLN

BioStatistik BioStatistik

8
07/05/2020

1.Seorang peneliti ingin meneliti hubungan 2. Peneliti ingin mengetahui prevalensi gizi
pertambahan berat badan ibu hamil dengan kurang pada anak-anak di suatu daerah “X”.
berat lahir bayi di Cibinong. Peneliti ingin Berdasarkan catatan dinas kesehatan
mengambil sampel di RSUD Cibinong. diperoleh data prevalensi gizi kurang adalah
Hitunglah besar sampel yang dibutuhkan jika 45 %. Berdasarkan masalah dan informasi
diketahui proporsi ibu hamil yang memiliki tersebut berapa jumlah sampel yang
berat badan tidak normal pada penelitian dibutuhkan jika peneliti menginginkan presisi
lain adalah 53,4 %, sedangkan perkiraan mutlak sebesar 5 % dengan derajat
proporsi ibu hamil yang memiliki kepercayaan 95%?
pertambahan berat badan tidak normal
adalah 48,4%. Peneliti menginginkan tingkat
kepercayaan 90% dan kekuatan uji 80%.
BioStatistik BioStatistik