Anda di halaman 1dari 27

11

Salah satu tujuan dari penilaian dalam situasi penyalah gunaan


adalah untuk menentukan perlunya intervensi hukum ketika
selansia
beresiko. Oleh karena itu, potensi penilaian seorang perawat kepada
orang tersebut berfungsi baik dan sangat penting dalam aktifitas
hidup
sehari-hari (Miller, 1995).
Aktifitas merupakan salah satu penilaian dalam kehidupan
sehari-hari orang tua dalam melakukan tindakan yang perlu
dilakukan
secara benar. Aktifitas dan kegiatan produktif dapat
meningkatkan
kualitas dan usia hidup seseorang. Mereka yang lebih aktif secara
sosial
taryata lebih sedikit yang meninggal lebih dini ketimbang mereka
yang
kurang aktif (Miller,1995).
2.
Manfaat Kemampuan Aktifitas Sehari-hari Pada Lansia
a.
Meningkatkan kemampuan dan kemauan seksual lansia
b.
Kulit tidak cepat keriput atau menghambat proses penuaan
c.
Meningkatkan keelastisan tulang sehingga tulang tidak mudah
patah
d.
Menghambat pengecilan otot dan mempertahankan atau
mengurangi
kecepatan penurunan kekuatan otot (Darmojo, 1999).
3.
Macam-macam Aktifitas Sehari-hari Pada Lansia
Menurut Leukenotte (1998), aktifitas sehari-hari terdiri dari:
a.
Mandi (spon, pancuran, atau bak)
Tidak menerima bantuan (masuk dan keluar bak mandi
sendiri jika mandi dengan menjadi kebiasaan), menerima bantuan
untuk mandi hanya satu bagian tubuh (seperti punggung atau kaki),
menerima bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh (atau tidak
dimandikan)
b.
Berpakaian
Mengambil baju dan memakai baju dengan lengkap tanpa
bantuan, mengambil baju dan memakai baju dengan lengkap tanpa
bantuan kecuali mengikat sepatu, menerima bantuan dalam
memakai
baju, atau membiarkan sebagian tetap tidak berpakaian.
c.
Ke kamar kecil
Pergi kekamar kecil membersihkan diri, dan merapikan baju
tanpa bantuan (dapat mengunakan objek untuk menyokong seperti
tongkat, walker, atau kursi roda, dan dapat mengatur bedpan malam
hari atau bedpan pengosongan pada pagi hari, menerima bantuan
kekamar kecil membersihkan diri, atau dalam merapikan pakaian
setelah eliminasi, atau mengunakan bedpan atau pispot pada malam
hari, tidak ke kamar kecil untuk proses eliminasi.
d.
Berpindah
Berpindah ke dan dari tempat tidur seperti berpindah ked an
dari kursi tanpa bantuan (mungkin mengunakan alat/objek untuk
mendukung seperti tempat atau alat bantu jalan), berpindah ked an
dari tempat tidur atau kursi dengan bantuan, bergerak naik atau
turun
dari tempat tidur.
e.
Kontinen
Mengontrol perkemihan dan defekasi dengan komplit oleh
diri sendiri, kadang-kadang mengalami ketidak mampuan untuk
mengontrol perkemihan dan defekasi, pengawasan membantu
mempertahankan control urin atau defekasi, kateter digunakan atau
kontnensa.
f.
Makan
Makan sendiri tanpa bantuan, Makan sendiri kecuali
mendapatkan bantuan dalam mengambil makanan sendiri,
menerima
bantuan dalam makan sebagian atau sepenuhnya dengan
menggunakan selang atau cairan intravena.
Menurut Miller (1995) Aktifitas sehari-sehari terdiri dari:
1)
Mandi
12
13
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat membantu dengan cara apapun
Mampu bekerja sama tetapi tidak dapat membantu
Bisa untuk mencuci tangan, wajah, dan dada dengan
pengawasan; memerlukan bantuan dengan melengkapi
kamar mandi
Dapat mencuci muka, dada, lengan, dan kaki bagian atas;
memerlukan bantuan dengan melengkapi kamar mandi
Mandi sendiri tetapi memerlukan perangkat (misalnya
spons panjang) berendam sendiri
Mandi sendiri (tanpa bantuan)
2)
Ambulasi
Skore
:
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Benar-benar tidak bisa berjalan
Berjalan dengan bantuan dari tiga orang
Berjalan dengan bantuan dua orang
Berjalan dengan bantuan satu orang
Berjalan secara independen
Berjalan secara independen dengan perangkat (misalnya
walker)
3)
Aktivitas Di Tempat Tidur
Skore
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak bisa bergerak di tempat tidur
Independen bergerak di tempat tidur
Membutuhkan bantuan dari satu orang
Membutuhkan bantuan dari dua orang
Perlu didorong dan diawasi
Bergerak secara mandiri dengan perangkat (misalnya
menggunakan rel samping atau tali)
4)
Berpakaian
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Kebutuhan total bantuan
Perlu pengawasan total, tetapi mampu berpakaian sendiri
jika pakaian diri diberikan satu per satu atau diatur dalam
urutan mereka dibutuhkan
Mengingatkan kebutuhan dan dorongan dan
beberapa bantuan dengan pemilihan pakaian, tapi bisa
dengan sedikit pengawasan.
Berpakaian diri dengan menggunakan alat bantu
(seperti penarik ritsleting, bergagang panjang sendok
sepatu)
Berapakaian memerlukan bantuan dengan
kegiatan yang memerlukan keterampilan motorik halus
(misalnya ritsleting, tali sepatu)
Berpakaian sendiri tanpa bantuan
5)
Perawatan
Mulut
Skore
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat melakukan kebersihan mulut, tetapi
mensyaratkan bahwa hal itu dapat dilakukan oleh orang
lain
Perlu pengawasan total; butuh pasta gigi dengan sikat.
Melakukan oral higiene sendiri
Harus diingatakan namun harus dilakukan sendiri
Melakukan kebersihan mulut dengan menggunakan alat
(misalnya sikat gigi denganpegangannya)
Melakukan kebersihan mulut sendiri
14
15
6)
Perawatan
Rambut
Skore
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat melakukan perawatan rambut, hal itu
membutuhkan bantuan yang dilakukan oleh orang lain
Perlu pengawasan total, perlu pasta gigi ditaruh diatas
Membutuhkan bantuan dalam perawatan sehari-hari
Melakukan perawatan secara mandiri, tetapi
membutuhkan bantuan dengan mencuci rambut
Melakukan semua perawatan rambut (termasuk cuci)
sendiri
Melakukan perawatan rambut dengan menggunakan alat
(contoh sisir rambut yang ada pegangannya)
7)
Mental Status
Skore
5
4
3
2
1
:
:
:
:
:
Memiliki fungsi memori yang sangat terbatas; tidak dapat
mengikuti petunjuk; memiliki kemampuan minimal
untuk mengidentifikasi dan mengekspresikan kebutuhan;
memerlukan lingkungan yang sama sekali terstruktur
Memiliki penurunan memori jelas yang mengganggu
kehidupan sehari-hari; memiliki pertimbangan buruk dan
mungkin menyadari dan akibatnya defisit menjadi cemas
atau tertekan; dapat berpartisipasi dalam rutinitas sehari-
hari tetapi membutuhkan pengawasan;
Membutuhkan orientasi yang kuat dan program
pengingat
Berfluktuasi antara tingkat dua dan empat, dapat
diprediksi secara rutin, membutuhkan pemantauan dan
beberapa pengawasan; mungkin terlibat dalam perilaku
berisiko pada waktu
Ada penurunan ingatan, tidak ada kerusakan kognitif atau
psikososial yang mengganggu kegiatan sehari-hari
0
:
Tergantung pada pengingat diri dimulai dan isyarat untuk
kegiatan sehari-hari minimal memori jangka pendek rugi;
tugas sehari-hari yang paling mampu melakukan dengan
hanya sedikit mengingatkan atau pengawasan; telah baik
untuk penilaian yang adil dan kadang-kadang
membutuhkan bantuan, tetapi tidak terlibat dalam
perilaku beresiko.
8)
BAK dan BAB
Skore
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Secara konsisten
Perlu pengawasan dan bantuan secara teratur
Perlu diingatkan secara teratur
Umumnya kontrol eliminasi; tidak lebih dari sekali
seminggu
Mempertahankan kontrol eliminasi dengan perangkat
sepenuhnya tanpa bantuan apapun
9)
Asupan Makanan
Skore :
5
4
3
2
:
:
:
:
Tidak dapat menyiapkan atau mendapatkan makanan;
tidak bisa memberi makan diri; pakan nutrisi diri;
persyaratan gizi tidak akan terpenuhi tanpa bantuan total
Kebutuhan bantuan dalam mendapatkan dan menyiapkan
makanan; perlu pengawasan total dengan makan, tetapi
dapat makan sendiri; persyaratan gizi tidak akan
terpenuhi secara memadai tanpa bantuan
Memerlukan bantuan dengan mendapatkan dan
menyiapkan makanan, tetapi makan independen; akan
mempertahankan gizi yang memadai dengan sedikit
dorongan atau bantuan
Kebutuhan perangkat bantu untuk persiapan makanan
dan konsumsi (misalnya sendok piring pisau).; memadai
16
17
1
0
:
:
mempertahankan kebutuhan gizi
Membutuhkan bantuan dalam tugas-tugas yang
melibatkan keterampilan yang kompleks (misalnya
memotong daging, membuka paket, penyusunan dan
mendapatkan makanan), kebutuhan gizi akan terpenuhi
sebagian tanpa bantuan.
Tidak memerlukan bantuan
10)
Aktivitas bergerak
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat bergerak kecuali dengan dipaksakan
Membutuhkan bantuan dari tiga orang untuk bergerak,
atau dua orang dan perangkat mengangkat
Membutuhkan bantuan dari dua orang
Membutuhkan bantuan dari satu orang
Transfer mandiri dengan perangkat (misalnya sliding
board)
Bergerak sendiri tanpa bantuan
11)
Menyiapkan
makan
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat menyiapkan makanan
Dapat membantu dengan persiapan makanan
Menyiapkan makan, tetapi tidak dapat memperoleh
bahan makanan
Menyiapkan makanan dengan pengawasan
Menyiapkan makanan dan berisi untuk menggunakan
sumber-sumber (misalnya, peralatan khusus)
Independen dalam memperoleh dan menyiapkan
makanan
12)
Berbelanja
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat berpartisipasi dalam berbelanja
Bisa ditemani orang lain dan membantu memilihan
makanan
Bisa berbelanja dan memilih makanan yang sesuai
dengan beberapa pengawasan
Bisa berbelanja, namun memiliki kesulitan mendapatkan
transportasi
Mampu mengatur bantuan yang diperlukan dengan
belanja.
Dapat berbelanja sendiri
13)
Telepon
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat memanggil atau menjawab panggilan
telepon, atau menggunakan berbicara di telepon,
Tidak dapat berbicara ditelepon tapi tapi dapat
memanggil dan menjawabnya
Tergantung pada perangkat adaptif untuk kegiatan
telepon (misalnya telepon otomatis panggilan pembicara)
Dapat menggunakan telepon dengan bantuan (misalnya
membantu dalam panggilan)
Menggunakan telepon dengan pengawasan
dapat mengunakan telepon berhubungan dengan
aktifitasnya
14)
Transportasi
Skore :
5
4
:
:
Tidak meninggalkan rumah, bahkan untuk perawatan
medis
Meninggalkan rumah hanya untuk perawatan medis
18
19
3
2
1
0
:
:
:
:
Mebutuhkan bantuan dalam mengatur transportasi dan
kebutuhan akomodasi khusus (misal, angkat kursi roda)
membutuhkan bantuan dalam mengatur transportasi tapi
bila masuk dan keluar dari mobil sedikit atau tanpa
bantuan
menyuruh perjalanan sendiri tetapi tergantung perjalanan
yang lain
Dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain
(misalnya drive mobil) sendiri
15)
Pengobatan
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
Tidak dapat memperoleh atau mengambil obat tanpa
bantuan atau pengawasan lengkap
Tidak dapat memperoleh obat, tetapi dapat membawa
mereka dengan bantuan atau pengawasan
Dapat memperoleh dan mengambil obat dengan
pengingat dari selain atau dengan sistem diatur oleh
orang lain
dapat memperoleh dan mengambil obat
memakai dengan aman dan menyiapkan semua
pengobatan
tidak mengunakan pengobatan
16)
Merawat
rumah
Skore :
5
4
3
2
:
:
:
:
Tidak dapat melakukan tugas-tugas rutin rumah tangga
Dapat membantu dalam tugas rumah tangga
Dapat melakukan pekerjaan rumah tangga jika diawasi
selama keigiatan
Dapat melakukan pekerjaan rumah tangga jika diajurkan
untuk melakukannya
1
0
:
:
melakukan pekerjaan rumah tanpa bantuan
Dapat melakukan pekerjaan rumah sendiri
17)
Mencuci
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
tidak dapat melakukan tugas-tugas cuci
dapat membantu dengan melipat pakaian; tidak bisa
mencuci pakaian atau besi dengan bantuan, melakukan
tugas-tugas cuci memadai
dapat melakukan tugas-tugas cuci dengan pengawasan
dan mengingatkan
mengatur untuk cucian yang harus dilakukan
menyelesaikan semua tugas mandiri cucian
18)
Pengelolaan
uang
Skore :
5
4
3
2
1
0
:
:
:
:
:
:
tidak mampu mengelola setiap aspek
dapat menangani transaksi tunai yang sederhana, tetapi
tidak ada transaksi keuangan lainnya (misalnya cek
menulis)
menjaga buku cek, membayar tagihan secara tepat dan
mengerti pertukaran mata uang tetapi dengan bantuan
orang lain
dapat menulis cek dengan pengawasan atau bantuan;
tidak dapat menangani transaksi yang lebih tinggi
(misalnya penarikan bank)
menyuruhnya orang lain untuk menjaga uangnya
memegang keuangan secara mandiri
20
21
a.
Tingkat aktifitas sehari-hari pada lanjut usia
Menurut leukenotte (1998) tingkatan aktifitas shari-hari
Tingkatan 1 : Mandiri, berarti tanpa pengawasan , pengarahan, atau
bantuan pribadi secara aktif kecuali jika disebutkan
secara spesifik sebelumnya. Seseorang yang menolak
untuk melaksanakan suatu fungsi dicatat sebagai tidak
melakukan fungsi tersebut walaupun dianggap mampu.
Tingkatan 2 : Memerlukan bantuan ketergantungan terhadap lebih
dari
satu bagian tubuhnya.
Dari
kemampuan
melaksanakan
18
aktifitas da
s
ar tersebut,
kemudian diklasifikasikan menjadi
6
tahapan
menurut Miller
,
(1995
)
adalah sebagai berikut :
Skor 0:
A
ktivitas
Mandiri
Skor 1:
Aktivitas dengan menggun
a
kan bantuan alat
Skor 2:
Aktivitas dengan bantuan sebagian
S
kor 3:
Aktivitas dengan bantuan 1 orang
Skor 4:
Aktivitas dengan bantuan 2 orang
Skor 5:
Aktivitas dengan bantuan total
b.
Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas sehari-hari pada lansia
Kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan aktifitas sehari-
hari pada lansia adalah sebagian berikut :
1.
Faktor-faktor dari dalam diri sendiri
a.
Umur
Kemampuan aktifitas sehari-hari pada lanjut usia
dipengaruhi dengan umur lanjut usia itu sendiri. Semakin tua
ketergantungannya semakin besar. Umur seseorang
menunjukkan tanda kemauan dan kemampuan, ataupun
bagaimana seseorang bereaksi terhadap ketidak mampuan
melaksanakan aktifitas sehari-hari (Potter, 2005).
b.
Kesehatan fisiologis
Kesehatan fisiologis seseorang dapat mempengaruhi
kemampuan partisipasi dalam aktifitas sehari-hari, sebagai
contoh sistem nervous menggumpulkan dan menghantarkan,
dan mengelola informasi dari lingkungan. Sistem
muskuluskoletal mengkoordinasikan dengan sistem nervous
sehingga seseorang dapat merespon sensori yang masuk
dengan cara melakukan gerakan. Gangguan pada sistem ini
misalnya karena penyakit, atau trauma injuri dapat
mengganggu pemenuhan aktifitas sehari-hari.
c.
Fungsi kognitif
Kognitif adalah kemampuan berfikir dan memberi
rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi,
persepsi dan memperhatikan (Keliat,1995). Tingkat fungsi
kognitif dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam
melakukan aktifitas sehari-hari. Fungi kognitif menunjukkan
proses menerima, mengorganisasikan dan menginterpestasikan
sensor stimulus untuk berfikir dan menyelesaikan masalah.
Proses mental memberikan kontribusi pada fungsi kognitif
yang meliputi perhatian memori, dan kecerdasan. Gangguan
pada aspek-aspek dari fungsi kognitif dapat mengganggu dalam
berfikir logis dan menghambat kemandirian dalam
melaksanakan aktifitas sehari-hari.
d.
Fungsi psikologis
Fungsi psikologis menunjukkan kemampuan seseorang
untuk mengingat sesuatu hal yang lalu dan menampilkan
informasi pada suatu cara yang realistik. Proses ini meliputi
interaksi yang komplek antara perilaku interpersonal dan
interpersonal. Kebutuhan psikologis berhubungan dengan
kehidupan emosional seseorang. Meskipun seseorang sudah
terpenuhi kebutuhan materialnya, tetapi bila kebutuhan
22
23
psikologisnya tidak terpenuhi, maka dapat mengakibatkan
dirinya merasa tidak senang dengan kehidupanya, sehingga
kebutuhan psikologi harus terpenuhi agar kehidupan
emosionalnya menjadi stabil (Tamher, 2009).
e.
Tingkat stres
Stres merupakan respon fisik non spesifik terhadap
berbagai macam kebutuhan. Faktor yang menyebabkan stres
disebut stressor, dapat timbul dari tubuh atau lingkungan dan
dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Stres dibutuhkan
dalam pertumbuhan dan perkembangan. Stres dapat
mempunyai efek negatif atau positif pada kemampuan
seseorang memenuhi aktifitas sehari-hari (Miller, 1995).
2.
Faktor-faktor dari luar meliputi :
a.
Lingkungan keluarga
Keluarga masih merupakan tempat berlindung yang
paling disukai para lanjut usia. Lanjut usia merupakan
kelompok lansia yang rentan masalah, baik masalah ekonomi,
sosial, budaya, kesehatan maupun psikologis, oleh karenanya
agar lansia tetap sehat, sejahtera dan bermanfaat, perlu didukug
oleh lingkungan yang konduktif seperti keluarga.
b.
Lingkungan tempat kerja
Kerja sangat mempengaruhi keadaan diri dalam mereka
bekerja, karena setiaap kali seseorang bekerja maka ia
memasuki situasi lingkungan tempat yang ia kerjakan. Tempat
yang nyaman akan membawa seseorang mendorong untuk
bekerja dengan senang dan giat.
c.
Ritme biologi
Waktu ritme biologi dikenal sebagai irama biologi, yang
mempengaruhi fungsi hidup manusia. Irama biologi membantu
mahluk hidup mengatur lingkungan fisik disekitarnya.
Beberapa faktor yang ikut berperan pada irama sakardia
diantaranya faktor lingkungan seperti hari terang dan gelap.
Serta cuaca yang mempengaruhi aktifitas sehar-hari. Faktor-
faktor ini menetapkan jatah perkiraan untuk makan, bekerja.
C.
Dukungan Keluarga
1.
Pengertian keluarga
Keluarga termasuk dalam program kesehatan masyarakat yang
berperan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan
seseorang,
dimana dukungan keluarga dalam bentuk perhatian, waktu, empati
sangat berpengaruh dalam menentukan status kesehatan seseorang
yang
sedang mengalami masalah, upaya dukungan keluarga muncul
dalam
beragam dukungan, misalnya dari suami, orang tua, teman, anak,
lingkungan tempat tinggal. Dukungan keluarga merupakan suatu
strategi
interven premitif yang paling baik dalam membantu anggota
keluarga
mengakses dukungan sosial yang belum digali untuk suatu strategi
bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan dukungan kelurga
yang
adekuat. Dukungan keluarga mengacu
pada dukungan yang dipandang
oleh anggota keluarga sebagai suatu yang dapat diakses misalnya
dukungan bisa atau tidak digunakan, tapi anggota keluarga
memandang
bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan
bantuan
jika diperlukan (Friedman, 1998)
Keluarga merupakan tempat yang paling nyaman bagi para
lansia.
Dukungan dari keluarga merupakan unsur terpenting dalam
membantu individu menyelesaikan masalah. Apabila ada dukungan,
rasa percaya diri akan bertambah dan motivasi untuk menghadapi
masalah yang terjadi akan meningkat (Tamher, 2009).
Bagi keluarga inti maupun keluarga besar berfungsi sebagai
s
i
stem pendukung bagi anggotanya. Keluarga merupakan pelaku aktif
dalam berkomunikasi hubungan personal untuk mencapai suatu
keadaan
yang lebih baik, berbagai bentuk kehidupan keluarga sekarang
menunjukkan berbagai kemampuan untuk menyediakan dukungan
yang
24
25
diperlukan selama masa-masa dimana permintaanya besar
(Friedman,
1998).
2.
Pengertian Dukungan
Dukungan bagi lansia sangat diperlukan selama lansia sendiri
masih mampu memahami makna dukungan tersebut sebagai
penyokong
atau penopang kehidupannya. Namun dalam
kehidupan
lansia seringkali
ditemui bahwa tidak semua lansia mampu memahami adanya
dukungan
dari orang lain, sehingga walaupun ia telah menerima dukungan
tetapi
masih saja menunjukkan adanya ketidak puasan, yang ditampilkan
dengan cara menggerutu, kecewa, kesal dan sebagainya (Kuntjoro,
2002).
3.
Dukungan keluarga
Dukungan keluarga merupakan salah satu jenis dari dukungan
sosial.
Interaksi timbal balik antara individu atau anggota keluarga dapat
menimbulkan hubungan ketergantungan satu sama lain. Dukungan
keluarga dapat berupa informasi atau nasehat verbal dan nonverbal,
bantuan nyata, tindakan yang diberikan oleh keakrapan sosial atau
adanya perasaan bahwa kehadiran orang lain mempunyai manfaat
emosional atau mempunyai peran terhadap perilaku bagi pihak
penerima
dukungan sosial. Pemberian bantuan berupa tingkah laku atau
materi
atau hubungan sosial yang akrab sehingga individu merasa
diperhatikan,
bernilai dan dicintai. (Friedman,1998
)
Dukungan keluarga merupakan bantuan atau dukungan yang
diterima individu dari orang-orang tertentu dalam kehidupanya dan
berada dalam lingkungan keluarga tertentu yang dapat membuat
penerima merasa diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Dukungan
keluarga meliputi tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang
diterima individu bahkan kehidupan akan terpenuhi. Dukungan
keluarga
merupakan dukungan natural yang memiliki makna penting dalam
kehidupan seseorang sehingga individu tersebut dapat menerima
dukungan sesuai dengan situasi dan keinginan khusus yang tidak
didapatkan dari lingkungan luar.
4.
Bentuk dukungan keluarga
Dukungan keluarga terdiri dari empat dimensi dukungan menurut
Friedman (1998) antara lain :
a.
Dukungan emosional
Keluarga sebagai sebuah tempat yang aman dan damai
untuk istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap
emosi yang meliputi ungkapan empati kepedulian, perhatian
terhadap anggota keluarga yang sakit misalnya umpan balik atau
penegasan.
b.
Dukungan penghargaan
Penilaian positif atau pemberian penghargaan atas usaha yang
telah dilakukan, memperkuat dan meninggikan, perasaan, harga diri
dan kepercayaan akan kemampuan individu. Seseorang yang
diberikan dukungan jenis ini, cenderung mempunyai harga diri dan
mempunyai kecemasan yang rendah.
c.
Dukungan instrumental
Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan
kongkrit. Mencangkup bantuan langsung seperti dalam bentuk
uang,
peralatan, waktu, modifikasi lingkungan maupun menolong dengan
pekerjaan waktu saat mengalami setres.
d.
Dukungan informative
Keluarga berfungsi sebagai sebuah kolektor dan desiminator
(penyebar) informasi tentang dunia yang mencakup dengan
memberi
nasehat, petunjuk, sarana-sarana atau umpan balik. Bentuk
dukungan
yang diberikan oleh keluarga adalah dorongan semangat pemberian
nasehat atau mengawasi tentang aktifitas sehari-hari yang
dilakukan.
Dukugan keluarga juga merupakan perasaan individu yang
mendapat
perhatian, disenangi, dihargai dan termasuk bagian dari masyarakat.
26
27
5.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat
Kemampuan Aktifitas Sehari-Hari Pada Lanjut Usia
Lansia adalah akhir dari penuaan, tahap yang mengalami banyak
perubahan baik secara fisik maupun mental. Dengan perubahan
fisik
lansia mengalami penurunan pendengaran dan penglihatan, lansia
yang
sehat secara mental yaitu lansia yang menyenangi aktifitas sehari-
hari,
punya arti dalam hidup seperti melakukan aktifitas sehari-hari.
Apabila
kebutuhan tersebut bisa terpenuhi, maka timbulah angan-angan
untuk
berfikir dan berusaha untuk mencapai bagaimana bisa terpenuhi
kebutuhan tersebut misalnya makan, pakaian, tempat tinggal dan
kesehatan. Lansia bukanlah untuk mengembalikan peran mereka
sebagai
pencari nafkah, melainkan bagaimana mempersiapkan mereka
untuk
dapat menikmati ruas akhir dari kehidupannya dengan kemandirian
yang
maksimal. Bila kemandirian menolong diri sendiri tanpa bantuan
telah
tercapai, maka masih banyak lahan kegiatan untuk para usia lanjut
yang
masih dapat digali dan dimunculkan. Eratnya ikatan kekeluargaan
diantara anggota keluarga dan lingkungan sosial disekitarnya,
memungkinkan seseorang usia lanjut selalu sibuk. Mulai dari
menjaga
cucu, mengikuti kegiatan keagamaan, mengembangkan hobi, aktif
kegiatan sosial dan rumah tangga hingga usaha berdagang ataupun
usaha
lain menghasilkan tambahan penghasilan (Soejono dkk, 2000).
Di Negara-negara maju penyakit jantung dan pembuluh darah
merupakan penyebab kematian utama, sedangkan negara yang
berkembang angka kematian terutama karena penyakit infeksi.
Menurut
survey kesehatan rumah tangga (SKRT) 1992,ditemukan urutan
sebagai
berikut: TBC,penyakit yang tidak jelas, trauama, penyakit infeksi
lainnya
serta bronkitis, episema dan asma (Sumantri et al, 1992). Meskipun
penyakit infeki juga masih menonjol pada pola penyakit lansia di
ndonesia, namun penyakit berbeda dengan dinegara belanda.
Misalnya,
TBC yang ternyata pada urutan teratas diindonesia, tidak terdapat
dinegeri belanda, hal tersebut dapat diasumsikan berkaitan dengan
staus
sosial ekonomi dan lingkungan fisik maupun biologik.
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan dirumah sakit
maupun dimasyarakat, ternyata pola penyakit lansia dirumah sakit
sedikit
berbeda dengan apa yang ditemukan pada penelitian dimasyarakat
seperti
yang dilakukan boedi darmojo et al (1991), kartini (1993), dan
kamso et
al (1993).(Nugroho ,2002)
Dukungan keluarga merupakan bantuan atau dukungan yang
diterima individu dari orang-orang tertentu dalam kehidupanya dan
berada dalam lingungan keluarga tertentu yang dapat membuat
penerima
merasa diperhatikan dan dihargai. Lansia dalam melakukan aktifitas
sehari-hari merupakan suatu dorongan diri untuk mendapatkan
kepuasan.
Lansia yang melakukan kegiatan yang tujuannya untuk
mendapatkan
kepuasan dalam dirinya. Faktor-faktor yang mendorong lansia
dalam
melakukan aktifitas yaitu didalam diri sendiri seperti kebanggaan
akan
dirinya dapat melakukan sesuatu pekerjaan dan minat yang besar
terhadap
pekerjaan yang dilakukan selama ini dan yang mendorong dari luar
yaitu
mereka mendapatkan keuntungan diwaktu senggangnya
28
29
D.
Kerangka Teori
Faktor-faktor dari dalam
diri sendiri :
1.
Umur
2.
Kesehatan fisiologi
3.
Fungsi kognitif
4.
Fungsi psikologis
5.
Tingkat stres
Kemampuan Aktifitas
Sehari –hari
Faktor-faktor dari luar :
Dukungan keluarga
Lansia
1.
Dukungan emosional
2.
Dukungan penghargaan
3.
Dukungan instrumental
4.
Dukungan informatif
Ø
Lingkungan tempat kerja
Ø
Ritme biologi
Skema 2.1 Kerangka Teori
[Sumber;
Memodifikasi : Friedman, (1998) Pender (2001) Tamher (2009)]
E.
Kerangka konsep
Dukungan keluarga
Kemampuan aktifitas
Sehari-hari pada lansia
Skema : 2.2 kerangka konsep
F.
Variable Penelitian
1.
Variable independent
Variabel independent pada penelitian ini adalah dukungan keluarga.
2.
Variabel dependent
Variabel dependent pada penelitian ini adalah kemampuan aktifitas
bekerja sehari-hari pada lanjut usia