Anda di halaman 1dari 12

Hal

DAFTAR ISI .................................. i

EXECUTIVE SUMMARY .................................. ii

BAB
PENDAHULUAN 1
I
1.1 Latar Belakang .................................. 1

1.2 Visi .................................. 15


1.3 Misi .................................. 15

1.4 Tujuan .................................. 15


BAB PENGELOLAAN
16
II
2.1 Aspek Kelembagaan/Keorganisasian .................................. 16

2.2 Aspek Produksi/Pelayanan ..................................


2.3 Aspek Pemasaran ..................................
2.4 Aspek Keuangan .................................. 18
BAB 20
ANALISIS SWOT
III
3.1 Matriks SWOT .................................. 20
27
BAB
IV PENUTUP

LAMPIRAN
Dokumentasi

Rangkuman Eksekutif

Sungai sebagai potensi sumber daya air dalam sebuah wilayah di sadari atau tidak adalah salah satu sumber
penghidupan dari penduduk sekitarnya. Seiring peningkatan laju pertambahan penduduk dan
perkembangan wilayah permukiman, kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan sungai pun makin
bergeser hingga menimbulkan sebuah permasalahan harus segera diselesaikan. Musibah banjir, longsor,
sampah, limbah industri/pabrik menjadi masalah utama bagi masyarakat yang bermukim di wilayah
sepanjang aliran sungai. Berawal dari kondisi tersebut, maka kami berniat membuat sebuah perencanaan
usaha skala kelurahan sebagai salah satu solusi untuk penyelesaian masalah diatas dengan mengembalikan
fungsi sungai sebagai potensi alam yang memberikan dampak positif secara langsung terhadap pemenuhan
kebutuhan masyarakat sekitar daerah aliran sungai.
Pemenuhan keberlanjutan dan peningkatan mata pencaharian penduduk di Kelurahan Awirarangan juga
menjadi sebuah syarat utama dalam penyusunan perencanaan usaha skala kelurahan ini, sehingga
mendukung pada percepatan laju perkembangan ekonomi masyarakatnya.

Penyusunan konsep pengembangan wisata daerah aliran sungai melalui konservasi sungai (penataan IPAL
dan peningkatan kualitas air irigasi), pelestarian seni budaya lokal, penataan ruang terbuka ramah anak dan
pemenuhan branding serta media promosi produk lokal menjadi pilihan dalam penyusunan perencanaan
usaha skala kelurahan di wilayah Awirarangan.

Dengan melibatkan seluruh elemen lembaga dan unsur masyarakat yang ada di Kelurahan Awirarangan
diharapkan akan membawa perubahan paradigma masyarakat saat ini yang kurang memperhatikan sungai
sebagai potensi alam yang harus dijaga dan dilestarikan kemanfaatannya.

Konsep perencanaan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin mengembalikan fungsi sungai
sebagai potensi sumber daya alam yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perencanaan usaha ini hanya sebuah konsep sederhana dari sebuah keinginan besar yang ingin
diwujudkan. Dalam realisasinya akan membutuhkan peran serta dukungan banyak pihak yang
berkompeten. Harapan dari perencanaan usaha ini dapat memberikan efek berganda kepada sektor
ekonomi lokal dan menjadi pilot penataan kawasan daerah aliran sungai wilayah perkotaan.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadi perhatian dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Wassalam

A. Bab I Pendahuluan
Latar Belakang
Visi pembangunan Kabupaten Kuningan yaitu: “Kuningan Mandiri, Agamis dan Sejahtera tahun
2018”. Tahapan pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2014-2018 yaitu :
 Tahap 1 (2014) Pemantapan Sarana Prasarana Ekonomi :
Fokus pada peningkatan kualitas dan cakupan infrastruktur daerah yang menjadi pra-syarat
tumbuh kembangnya perekonomian sampai pelosok daerah.
 Tahap 2 (2015) Pemantapan Produktifitas Daerah: Fokus pada peningkatan produktifitas
sektor unggulan sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi daerah. Setiap struktur
ekonomi membutuhkan sektor unggulan yang memimpin perkembangan dan memberikan
daya ungkit bagi pencapaian visi dan misi pembangunan. Sektor unggulan di Kabupaten
Kuningan adalah pertanian dalam kerangka besar agropolitan dan pariwisata berbasis wisata
alam dan budaya.
 Tahap 3 (2016) Pemantapan Sumberdaya Manusia: Fokus pada peningkatan kualitas SDM
daerah untuk mewujudkan daya saing IPTEK, keunggulan budaya dan daya kompetitif tenaga
kerja produktif. Kemampuan pembangunan daerah akan ditentukan oleh kualitas SDM
terutama angkatan tenaga kerja produktif. Peningkatan kualitas lembaga pendidikan dan
pelatihan akan menjadi program unggulan.
 Tahap 4 (2017) Pemantapan Daya Saing Daerah: Fokus pada peningkatan keunggulan
produk barang dan jasa untuk meningkatkan daya saing daerah. Keunggulan kompetitif
daerah akan ditentukan oleh seberapa unggul produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh
daerah. Produk-produk akan didorong untuk mempunyai daya saing dan nilai jual yang tinggi.
 Tahap 5 (2018) Pemantapan Kesejahteraan Rakyat: Fokus pada peningkatan pemerataan
kesejahteraan dan pendapatan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang
berkeadilan.

Sungai citamba (cisanggarung hulu) adalah Sungai di kawasan Kuningan kota yang bermuara ke
Sungai Cisanggarung, selalu mengalirkan air jernih dari tiga titik hulunya di wilayah Kec. Cigugur,
serta tambahan air dari mata air di sepanjang alurnya. Sungai Citamba merupakan potensi sumber air
yang dimiliki kelurahan Awirarangan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai irigasi sektor pertanian
dan memenuhi kebutuhan air sektor perikanan. Kelurahan awirarangan pula memiliki berbagai
budaya daerah lokal yang dapat menjadi potensi daya tarik tersendiri. Posisinya ada di pusat
perkotaan dengan sarana transportasi yang memadai. Rata-rata mata pencaharian penduduknya ada
di kegiatan perdagangan dan jasa karena berdekatan dengan lokasi pasar baru dan pasar kepuh yang
berada di wilayah kelurahan Kuningan.

Dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Awirarangan,


dibutuhkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan arus perputaran uang di wilayah tersebut
yaitu dengan menata potensi yang ada dan menarik orang luar daerah untuk datang dan berbelanja.

Memperhatikan kondisi tersebut, kelurahan Awirarangan membutuhkan ciri khas tertentu dalam
menyusun sebuah perencanaan usaha tingkat kelurahan sehingga menumbuhkan efek berganda
kepada peningkatan usaha/mata pencaharian penduduk setempat.

Potensi sungai Citamba yang mengaliri wilayah kelurahan Awirarangan belum menjadi perhatian
utama pemerintah setempat dalam perencanaan pembangunan 5 tahun kebelakang. Pernah ada
musibah banjir pada tahun 2012 yang cukup besar menelan kerugian masyarakat kelurahan
Awirarangan. Gerakan “Balad Kuring” pada bulan Juli tahun 2009 yang salah satu programnya adalah
Penetapan Sungai Bebas Polusi, OPSIH pada tahun 2013 dan PROKASIH pada bulan agustus 2015
yang melibatkan banyak unsur lembaga dan elemen masyarakat, belum membuat perubahan berarti
pada kawasan daerah aliran sungai citamba di wilayah Kelurahan Awirarangan. Sedangkan
pengelolaan DAS sendiri dapat disebutkan merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah yang
menempatkan DAS sebagai suatu unit pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang secara umum
untuk mencapai tujuan peningkatan produksi pertanian dan kehutanan yang optimum dan
berkelanjutan (lestari) dengan upaya menekan kerusakan seminimum mungkin agar distribusi aliran
air sungai yang berasal dari DAS dapat merata sepanjang tahun.

Setelah mengingat, melihat dan memperhatikan kondisi tersebut diatas maka kami memiliki gagasan
untuk melakukan penataan potensi aliran Sungai Citamba di Kelurahan Awirarangan sebagai media
wisata di wilayah aliran sungai/kawasan wisata aliran sungai
Visi
Penataan potensi kawasan aliran sungai sebagai kawasan wisata alam dalam rangka meningkatkan
pendapatan masyarakat dan sebagai upaya konservasi yang mendukung Kuningan sebagai salah satu
Kabupaten konservasi di provinsi Jawa Barat

Misi
1. Membangun kesadaran warga tentang kebutuhan sumber daya air dan potensi sungai yang
dimiliki Kelurahan Awirarangan
2. Membuat kesepakatan bersama seluruh elemen pemerintah dan warga masyarakat kelurahan
untuk membuat pilot kawasan wisata aliran sungai
3. Penyusunan konsep tahapan rencana penataan pembangunan dan pengelolaan kawasan wisata
aliran sungai
4. Membuat sistem pengelolaan limbah / IPAL untuk mencegah limbah yang masuk ke aliran sungai
dan sebaliknya membersihkan aliran sungai yang masuk ke saluran irigasi agar lebih sehat dalam
memenuhi kebutuhan air sektor pertanian dan perikanan warga kelurahan Awirarangan
5. Pelestarikan potensi budaya melalui pemberian fasilitas tempat pertunjukan, pengadaan
museum budaya kelurahan

Tujuan
1. Peningkatan kesadaran masyarakat sekitar daerah aliran sungai tentang potensi alam yang
dimiliki, kemanfaatan yang yang sudah dan akan dirasakan jika di tata lebih baik dalam hal
infrastruktur dan kepengelolaannya
2. Memperoleh dukungan dari pemerintah dalam hal kebijakan/aturan dan pendanaan, dapat
meningkatkan partisipasi/keterlibatan masyarakat dalam penataan kawasan aliran sungai
menjadi kawasan wisata
3. a. Tersusunnya site plan pilot penataan kawasan wisata aliran sungai
b. Tersusunnya struktur pengelolaan kawasan wisata aliran sungai yang dapat memenuhi
kebutuhan tercapainya setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan hingga pengelolaan
4. Pemenuhan air bersih untuk kebutuhan sektor pertanian dan perikanan serta mewujudkan
adanya pengelolaan limbah rumah tangga dan usaha/industri sebelum masuk ke aliran sungai
5. Terpeliharanya asset budaya untuk mempersatukan warga dan menumbuhkan rasa bangga
masyarakat atas potensi yang dimiliki

B. Bab II Pengelolaan
Aspek Kelembagaan/Organisasi
Pemenuhan dalam struktur pengelolaan diantaranya dapat meliputi :
 Pemerintah Kelurahan Awirarangan,
 LKM Peduli Awirarangan,
 Ibu-ibu Kader Posyandu,
 PPAC
 P3 Mitra Cai,
 Karang taruna,
 LSM Akar,
 LSM Gelora Anak Bangsa Indonesia,
 Komunitas pemuda pecinta alam (NALAKTAK),
 IPMA (ikatan pelajar dan mahasiswa awirarangan),

Sedangkan untuk diluar Kelurahan Awirarangan diantaranya bisa berkoordinasi dengan :


 Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kab. Kuningan,
 Dinas Penataan Ruang, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab. Kuningan,
 Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kab. Kuningan,
 Dinas Pertanian Kab. Kuningan,
 Dinas Kesehatan Kab. Kuningan,
 Universitas di Kuningan, STIKKU, Uniku

Struktur organisasi perencanaan, pengelolaan hingga pembinaan usaha tahap awal dapat mencakup
beberapa hal diantaranya :

Pembina : Kepala Kelurahan Awirarangan


Pembina
Penanggung jawab Utama : LKM Peduli Awirarangan
Sekretaris :
Penanggung jawab operasional : PJ Utama
Bidang Keuangan :
Sekretaris
 Bagian administrasi dan keuangan
 Bagian logistik dan tiketing PJ operasional
Bidang Konservasi :
 Bagian konservasi dan pengelolaan lingkungan Bid. Bid. Bid. SDM dan Bid.Pariwisata Bid.
 Bagian tekhnik dan pengembangan Keuangan Konservasi Kerjasama & Kebudayaan Pemasaran
Bidang SDM dan kerjasama :
 Bagian HRD
Bag. Admin Bag. Bag. Bag. Usaha Bag.
& keuangan tekhnik & Promosi jasa & sarana Promosi &
pengemb. usaha pameran
 Bagian promosi usaha
Bidang Pariwisata dan Kebudayaan :
 Bagian objek daya tarik wisata
 Bagian usaha jasa dan sarana
 Bidang kebudayaan Bag.
Bidang Pemasaran : Bag.logistik kebudayaan
 Bagian bimbingan dan penyuluhan & tiketing
 Bagian promosi dan pameran

Tugas dan tanggung jawab :


Pembina : Melakukan pembinaan agar program dan kegiatan sesuai dengan visi
misi dan aturan yang berlaku
Penanggung jawab utama : Menyusun perencanaan usaha dan melakukan sinkronisasi dengan
pemerintah setempat/pemangku kebijakan dan elemen masyarakat
dalam perencanaan dan pelaksanaan
Sekretaris : Pengelolaan administrasi kepegawaian, kearsipan, surat menyurat,
notulen, rumah tangga dan kelengkapannya
Penanggung jawab operasional : Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional baik tekhnis,
administratif ataupun keuangan, yang dibantu oleh 5 bagian, yaitu :
Bidang Keuangan : Menyusun rencana anggaran dan program berdasarkan dokumen perencanaan,
meliputi sarana dan prasarana, kebutuhan biaya, pengamanan
kawasan, pengelolaan limbah, dan rehabilitasi kawasan yang
mengalami kerusakan
Bagian administrasi dan keuangan : Melaksanakan administrasi keuangan yang menyangkut seluruh kegiatan
Bagian logistik dan tiketing : Melaksanakan pengadaan perlengkapan dan kebutuhan lainnya yang
berkaitan dengan penerimaan dana pengunjung
Bidang Konservasi : Menyusun rencana dan strategi untuk memenuhi kebutuhan tekhnis
dan pengembangan, pemeliharaan hingga pemenuhan logistiknya
Bagian tekhnik dan pengembangan : Melaksanakan pengukuran, membuat design pengembangan dan
melaksanakan tindak lanjut pemeliharaan
Bidang SDM dan kerjasama : Menyusun perencanaan, pengembangan dan mengimplementasikan strategi di
bidang Kerjasama dan pengembangan SDM
Bagian promosi usaha : Melaksanakan sosialisasi dan membuat media promosi
Bidang Pariwisata dan Kebudayaan : Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan
dan pelaksanaan pada bidang proyek dan daya tarik wisata, usaha
jasa dan sarana serta bidang kebudayaan, sejarah, kesenian, nilai-
nilai tradisional serta museum dan kepurbakalaan
Bagian usaha jasa dan sarana : Melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan pengembangan
objek wisata, perijinan, standar mutu produk usaha jasa dan sarana
Bagian kebudayaan : Melaksanakan penyusunan bahan pembinaan pada bidang sejarah,
seni dan nilai tradisional serta museum
Bidang Pemasaran : Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan
dan pelaksanaan di bidang promosi dan pameran
Bagian promosi dan pameran : Melaksanakan penyusunan bahan dan pengembangan pada bidang
promosi, pameran dan sarana promosi

Aspek Produksi/Pelayanan
Dalam hal aspek pelayanan, jumlah SDM/tenaga kerja yang terlibat dalam hal perencanaan tekhnis ada
17 orang sedangkan dalam hal pelaksanaan membutuhkan 5 sampai 15 orang disesuaikan dengan
kebutuhan pelayanan dan kegiatan di lapangan.
Jenis pelayanan yang disediakan diantaranya dapat berupa :
 taman terbuka hijau (material taman dapat berupa hasil dari olahan sampah),
 sarana bermain anak,
 galery/pameran instrumen/foto kebudayaan dan produk usaha lokal,
 perpustakaan keliling,
 pentas seni dan budaya,
 Media informasi rutinitas waktu pelaksanaan kegiatan seni budaya, potensi produk lokal serta
lokasi kegiatannya
 Sarana untuk nonton bareng film edukasi

Aspek Pemasaran
Sistem pemasaran bisa dengan berbagai cara karena berada di kawasan perkotaan dan dalam lalu lintas
sarana transportasi kota, diantaranya adalah :
 Membuat display nama taman atau jenis wisata yang ditampilkan
 Membuat sarana publikasi untuk kegiatan yang akan ditampilkan
 Mengadakan lomba untuk memperkenalkan produk lokal atau pentas budaya dan seni
 Mengadakan kegiatan nonton bareng piala dunia atau lainnya
Konsep yang disajikan adalah :
 setiap meja memiliki daftar menu produk yang ditawarkan oleh setiap pengusaha lokal yang
bekerja sama dengan pengelola dan dikirim melalui sistem delivery order oleh pengelola,
 galery pameran seni budaya dan produk lokal,
 jasa alat permainan anak
 spot foto selfi
 penyewaan buku/bahan bacaan,
 penyewaan alat dan tempat usaha dan kegiatan,
 study banding pilot lokasi penataan kawasan daerah aliran sungai dll.
Segmen pasar nya mulai dari anak-anak kecil dengan pengadaan sarana bermain, anak sekolah melalui
penyewaan buku dan jajanan melalui DO dan masyarakat penikmat seni budaya serta produk lokal.
Wilayah pemasaran akan lebih dari hanya sekedar wilayah kelurahan saja karena berada di pusat kota.
Omzet dan keuntungan jasa wisata berbeda dengan usaha produksi yang terbatas pada jumlah produksi
pada saat itu/hari itu saja, nilainya akan menyesuaikan dengan jumlah pengunjung yang menikmati
produk lokal dan menyukai konsep yang ditawarkan. Khusus untuk penawaran produk lokal harus
ditunjang oleh kemampuan pengusaha tersebut dalam hal penyajian, cita rasa, kualitas bahan dan
memiliki daya tarik atas produk yang ditawarkan. Sehingga ada sisi pembinaan dari pengelola terhadap
pengusaha lokal yang ikut bekerja sama.

Aspek Keuangan
Modal investasi penataan sungai dan IPAL, modal investasi bangunan, modal peralatan bermain anak,
peralatan taman bacaan, peralatan meja kursi tamu, peralatan audio visual nobar dan pertunjukan,
peralatan promosi dan sosialisasi.
Biaya yang akan muncul adalah :
 Biaya rutin operasional
 Biaya tenaga kerja
 Biaya ATK
 Biaya transportasi dan komunikasi
 Biaya kebersihan dan pemeliharaan tempat
 Biaya pajak, penyusutan peralatan
Modal awal relatif besar khususnya untuk investasi penataan sungai dan IPAL karena sebagai pilot dalam
penataan kawasan daerah aliran sungai sehingga dibutuhkan kerjasama dan perhatian pemerintah
dalam hal pembiayaannya.

Sedangkan modal investasi dalam rangka pengelolaan potensi taman wisata DAS dan pelestarian seni
budaya serta produk lokal dibutuhkan anggaran kurang lebih sekitar 500 juta rupiah.
Dengan kebutuhan biaya operasional dalam sebulan yaitu :
Biaya pemeliharaan Rp. 1.000.000,-
Biaya upah/gaji 5 orang Rp. 5.000.000,-
Biaya transportasi, komunikasi, ATK Rp. 500.000,-

Jika dalam sehari mampu mendatangkan pengunjung sebanyak 100 orang, dengan estimasi belanja 3
produk makanan dan minuman, jika 1 produk mengambil jasa DO Rp. 1.000,- maka,
100 orang x Rp. 3.000,- = Rp. 300.000,-
Pengelolaan Parkir 100 orang
100 orang x Rp. 2.000,- = Rp. 200.000,-
Jasa bermain anak 50 orang untuk 6 titik usaha @Rp. 2.000,-
50 orang x Rp. 12.000,- = Rp. 600.000,-
Galeri museum seni dan budaya dengan penjualan merchandise dan penyewaan buku
10 orang x Rp. 5.000,- = Rp. 50.000,-

Total dalam sebulan Rp. 1.150.000,- ( x ) 30 hari kerja = Rp. 34.500.000,-


Laba bersih = Rp. 34.500.000,- ( - ) Rp. 6.500.000,- = Rp. 28.000.000,-
Sehingga dapat diketahui jika Return Of Invesmentnya adalah setelah 18 bulan.

C. Bab III Analisis SWOT

Matriks SWOT

STRENGTH (KEKUATAN) WEAKNESS (KELEMAHAN)

1. Potensi Sumber Daya Alam sungai sebagai sumber 1. Minat investasi masih rendah
INTERNAL air bagi lahan pertanian dan perikanan 2. UMK terendah di wilayah 3 cirebon
2. 66% penduduknya ada di usia produktif 3. Pengembangan SDA masih rendah
3. Adanya lembaga lokal yang peduli lingkungan 4. Pendidikan dan kemampuan wirausaha
4. Sektor pertanian bisa 3 kali panen dalam 1 tahun SDM yang masih rendah
5. Banyak Usaha Kecil Mikro dan Menengah 5. Limbah ternak, pengolahan tahu dan RT
6. Memiliki ragam seni budaya dan situs eyang weri yang belum ditangani dengan baik
EKSTERNAL 7. TKI meningkatkan arus perputaran uang 6. Manajerial dan inovasi dalam
8. Ada 4 jurusan angkot yang melalui Awirarangan pengembangan usaha masyarakat yang
9. Ada pasar ternak masih rendah
10. Ada 11 posyandu utk 3 dusun, 6 RW dan 32 RT
11. Ada koperasi, BPR dan Pegadaian
OPPORTUNITY STRATEGI S – O STRATEGI W – O
(KESEMPATAN)
1. Penataan kawasan sungai dengan membenahi IPAL 1. Optimalisasi pemanfaatan, pengelolaan
yang masuk ke sungai dan menyehatkan air yang dan pemeliharaan Sumber Daya Alam
1. Potensi menjadi Kawasan 2. Peningkatan kapasitas SDM agar lebih
masuk ke irigasi untuk peningkatan kualitas
konservasi sungai yang selaras inovatif produktif sehingga mampu
komoditas hasil produksi masyarakat
dengan pencanangan kuningan menghasilkan produk yang bermutu
2. Mendorong UMKM melakukan diversifikasi olahan
sebagai kabupaten konservasi 3. Pembangunan institusi/lembaga yang
bahan pangan berbahan baku lokal dengan
2. Taman kota mulai digemari penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control mendukung peningkatan pendidikan
sebagai media wisata warga Point) untuk menghasilkan pangan yang aman, dan kemampuan wirausaha masyarakat
3. Belum ada lokasi pilot project bermutu dan bergizi seimbang 4. Menciptakan sistem pemasaran yang
penataan kawasan daerah 3. Mendorong investasi industri pengolahan dapat meningkatkan penjualan produk
aliran sungai berbahan baku lokal lokal dan memberi branding/ikon pada
4. Mengintegrasikan konsep eduecotourism dan kelurahan
mengembangkan wisata alam, agro dan budaya 5. Membuat forum komunikasi antar
5. Membangun system marketing untuk membangun lembaga untuk meningkatkan
brand yang dikenal luas partisipasi dalam pembangunan di
6. Peningkatan ketersediaan dan kualitas kelurahan, menyerap aspirasi dan
infrastruktur memberikan fasilitas peningkatan
kapasitas kelembagaan

THREAT (ANCAMAN) STRATEGI S – T STRATEGI W – T

1. Penyempitan sarana transportasi 1. Meningkatkan koordinasi dengan elemen dalam 1. Membangun kerjasama dengan
jalan perencanaan pembangunan dalam rangka berbagai pihak untuk meningkatkan
2. Pedagang ternak yang tidak mau peningkatan peningkatan pendapatan masyarakat kompetensi masyarakat melalui
direlokasi/lokasi pengelolaan 2. Melakukan edukasi kepada masyarakat tentang standarisasi dan sertifikasi keahlian
limbah tidak tersedia kemanfaatan penataan potensi daerah aliran untuk menghadapi persaingan global
3. Pedagang dari luar wilayah sungai dan menyusun skema pengolahan limbah 2. Peningkatan kesepahaman aparat
kelurahan berusaha mendekat ternak yang bermanfaat bagi masyarakat birokrasi terkait potensi, permaslahan,
4. Banyak sampah dari pengunjung 3. Membangun sentra pemasaran komoditas hasil peluang dan ancaman dalam
5. Kebijakan pemerintah dan politik produksi masyarakat di jalur utama percepatan pembangunan ekonomi
yang tidak mendukung 4. Membangun system informasi komoditas hasil melalui sinkronisasi program dan
6. Perebutan lahan produksi masyarakat untuk mencegah permainan kegiatan guna mewujudkan integrated
usaha/kepemilikan usaha harga dari pemilik modal economics
5. Membangun fungsi BDS (Business Development
Services) untuk melakukan pendampingan bagi
UMKM (Pelatihan, Perijinan, Pemasaran dll)

D. Bab IV Penutup
Potensi kondisi alam pada awalnya menjadi sumber mata pencaharian penduduk. Seiring peningkatan
laju pertambahan penduduk maka berkembanglah jenis mata pencaharian masyarakat untuk memenuhi
kebutuhannya. Sarana dan prasarana infrastruktur pendukung pun terus dibangun. Dampak yang
ditimbulkan dari laju pertumbuhan dan pembangunan tersebut adalah berkurangnya perhatian
terhadap pengelolaan dan pemeliharaan potensi alam.

Memperhatikan kondisi tersebut lahirlah konsep livelihood sebagai penunjang keberlanjutan kegiatan
mata pencaharian masyarakat yang berpihak pada kearifan lokal.

Konsep livelihood yang mendasari penyusunan rencana usaha skala kelurahan awirarangan ini memiliki
visi yaitu Penataan potensi kawasan aliran sungai sebagai kawasan wisata alam dalam rangka
meningkatkan pendapatan masyarakat dan sebagai upaya konservasi yang mendukung Kuningan
sebagai salah satu Kabupaten konservasi di provinsi Jawa Barat.

Beberapa tujuan diantaranyanya adalah :


 melakukan pilot konservasi sungai dengan penataan IPAL yang masuk ke aliran sungai,
 memfasilitasi pemeliharaan sungai dengan fungsinya sebagai irigasi tekhnis bagi lahan
pertanian/peningkatan kualitas air sungai pada saluran irigasi
 pelestarian seni budaya dengan membuat konsep taman wisata DAS,
 membuat fasilitas sistem pemasaran terpadu dalam satu wilayah kelurahan,
 memfasilitasi peningkatan kapasitas kewirausahaan SDM dan mutu produk UKM dengan
metode branding di tingkat Kelurahan,
 meningkatkan ketahanan pangan dengan mempertahankan/tidak merubah fungsi lahan
pertanian sebagai sumber mata pencaharian penduduk,
 dan dapat memberikan inspirasi untuk menstimulasi kegiatan serupa di tempat lain.

Besar harapan kami agar visi dan tujuan ini dapat dipahami dan didukung oleh berbagai pihak yang
terkait dan berkepentingan. Sehingga tujuan akhir kami dalam rangka peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan dapat segera diwujudkan.

E. Lampiran-lampiran

Potensi Awirarangan
sbg DAS Cisanggarung
hulu Kondisi
sungai
saat ini

Hulu mata air sungai citamba (cisanggarung hulu) di


blok manis rt 7 rw 2 kel. cigugur yg melalui kelurahan
Awirarangan
Peristiwa banjir pada 6 april 2012 salah Pembongkaran pintu air utk mencegah banjir Pencemaran yang masuk ke
satu korbannya adalah bapak holil/ibu titi diganti dgn mercu (tanggul pendek) krn ada sungai di awirarangan berasal
di RT.04/05 Lingk.Ciweri Awirarangan perubahan fungsi sebagian lahan pertanian mjd dari limbah sampah rumah
badan rumahnya terbawa arus sungai permukiman di kawasan bojong awirarangan tangga dan pabrik

Dgn melaksanakan

Konsep Taman
ilustrasi wisata daerah aliran
sungai Citamba

Melalui
Suplus pangan maret 2017
salah satunya didukung oleh
Konservasi sungai dgn penataan
potensi pertanian awirarangan
IPAL dan peningkatan kualitas air
dpt terus dilakukan setiap thn
pada saluran irigasi

Dan Pelestarian Potensi seni dan


budaya dgn adanya galeri dan
sarana pertunjukan/sosialisasi
Penguatan lembaga yang dapat
berfungsi sbg perencana, Branding produk UKM/KSM di
pengelola usahaAkan
tingkat kelurahan kelurahan Awirarangan akan
menduk
dan pengembangan kualitas SDM mendorong pengembangan
serta produk
ung lokal kapasitas pelaku dan kualitas
produk utk mampu bersaing

Sarana bermain dan pilot


penataan daeah aliran sungai