Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Turbulensi Lingkungan, … (Rofiaty)

PENGARUH TURBULENSI LINGKUNGAN,


KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR, DAN STRATEGI
INOVASI TERHADAP KINERJA USAHA KECIL
MENENGAH KERAJINAN SEPATU KULIT
DI MOJOKERTO
Rofiaty
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang
E-mail: Rofiaty@yahoo.com

Abstract

The research purpose is to analyze the impact between environment,


knowledge sharing behavior, and inovation to the performance of
leather shoes enterprise in Mojokerto, East Java. The analysis tool is
multiple regression used a SPSS 16 program. The research results
show the tested hypotheses, there are significant partial and
simultaneous impact between environment , knowledge sharing
behavior and inovation to performance. Knowledge sharing behavior
as dominanly influence performance, which means SMEs must gain
informations about competitor strategy to create product creativity &
innovation, market trends & pole and product design to suit the
customer behavior.

Keywords: Environment, knowledge sharing behavior, innovation,


and performance.

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak antara


lingkungan, perilaku berbagi pengetahuan, dan inovasi terhadap
kinerja perusahaan sepatu kulit di Mojokerto, Jawa Timur. Alat
analisis yang digunakan adalah regresi berganda menggunakan
program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis yang diuji,
terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dan simultan antara
lingkungan, pengetahuan perilaku berbagi dan inovasi terhadap
kinerja. Pengetahuan berbagi perilaku sebagai kinerja pengaruh
dominanly, yang berarti UKM harus mendapatkan informasi tentang
strategi pesaing untuk menciptakan kreatifitas produk & inovasi, tren
pasar & tiang dan desain produk yang sesuai dengan perilaku
pelanggan.

Kata kunci: Lingkungan, perilaku berbagi pengetahuan, inovasi, dan


kinerja.

385
Ekonomika-Bisnis, Vol. 02 No. 02 Bulan Juni Tahun 2010 Hal. 385 - 394

Dalam lingkungan Bisnis yang kekuatan tertentu untuk menciptakan


turbulen, menuntut organisasi untuk dan menjaga kemampuan inti suatu
melakukan berbagai langkah strategis organisasi. Kemampuan inti ini di
agar mampu meningkatkan daya saing ungkapkan oleh Husseini (1999)
dan kinerja. Peningkatan daya saing bergeser dari market based menuju
dan kinerja tersebut salah satunya resources based. Nelly and Waggoner
melalui strategi inovasi yang (1998) dalam penelitiannya di
merupakan wujud dari kreatifitas yang Singapura mengutarakan bahwa factor
dihasilkan oleh pengelola usaha. organisasional yang bisa
Terjadinya pengolakan lingkungan mempengaruhi inovasi adalah basis
yang begitu cepat, kompleksitas yang pengetahuan dan keahlian.
tinggi karena tantangan yang dihadapi Beberapa riset juga
dunia bisnis semakin besar, dan harus menemukan hasil bahwa inovasi akan
dijadikan alasan utama untuk terus- memiliki pengaruh terhadap kinerja
menerus berinovasi. perusahaan. Inovasi sendiri terbagi
Pada saat ini kondisi menjadi inovasi produk, inovasi proses
lingkungan yang dihadapi perusahaan (Damanpour, 2001), inovasi manajerial
sangatlah kompleks, tidak ada dan inovasi tehnikal (Sumiyarto,
kepastian karena cepatnya terjadi 2004). Hasil penelitian Suaedi (2003)
perubahan-perubahan lingkungan, baik menghasilkan temuan bahwa inovasi
lingkungan ekonomi maupun yang organisasi berpengaruh terhadap
lainnya. Perusahaan harus dapat kinerja organisasi.
mengatasi dan menyesuaikan terhadap Beberapa kajian telah banyak
perubahan, kondisi yang tidak pasti menjelaskan UKM memiliki peranan
dan lingkungan yang turbulen yang sangat penting dalam
(Hopkins and Hopkins, 1997; Miller meningkatkan kekuatan ekonomi suatu
and Cardinal, 1994 ). Negara. Semakin besar kontribusi
Studi empiris dari beberapa ahli UKM terhadap perekonomian semakin
manajemen mengelompokan kuat ekonomi suatu Negara. Potensi
lingkungan dengan kelompok yang keunggulan ekonomi dan sosial dari
berbeda-beda: lingkungan dinamis, UKM di tandai dari kapasitas mereka
munificence, hostile, volatility and dalam (Zulkieflimansyah &
complexity (Luo,1999; Li.,2001; Covin Banu,2003): 1. Penciptaan lapangan
and Slevin, 1989; Hopkins,et.al, 1997). kerja pada tingkat biaya modal yang
Covin and Slevin, 1989, rendah; 2. Perbaikan dalam forward
mengemukakan bahwa lingkungan dan backward linkage antara berbagai
keras (Hostile) memiliki ciri-ciri; sector; 3. Penciptaan kesempatan bagi
setting industry yang rawan, intensitas pengembangan teknologi tepat guna; 4.
persaingan yang ketat, iklim bisnis Sebagai pool of skill dan semi skill
yang keras dan berat, serta kurangnya workers; 5. Mengisi market niche yang
peluang-peluang yang bisa di tidak efisien bagi perusahaan besar;
ekploitasi. Sedangkan lingkungan dan 6. Sebagai pendukung perusahaan
Benign memiliki ciri aman (safe), skala besar.
munificent dan manipulatable. Ketika krisis moneter melanda
Untuk menghadapi lingkungan Asia, maka fakta menunjukan
yang turbulen, organisasi memerlukan bagaimana banyak negara bisa cepat

386
Pengaruh Turbulensi Lingkungan, … (Rofiaty)

bangkit atau bahkan tidak terpengaruh Dalam arti yang lebih sempit,
oleh badai krisis karena ketangguhan inovasi terjadi bilamana sesuatu itu
UKM, seperti yang terjadi di Taiwan sama sekali baru dan tidak pernah
dan Jepang. Dalam perekonomian dikerjakan sebelumnya. (Levitt, 1987).
Indonesia, UKM juga merupakan Bentuk inovasi dalam Griffin (2004)
pelaku ekonomi yang sangat strategis akan bisa menjelaskan bentuk inovasi
mengingat produk UKM menyumbang yang mungkin terjadi pada pelaku
35,5 % dari total output yang UKM yaitu inovasi radikal, bertahap,
dihasilkan oleh Negara Indonesia. teknikal, manajerial dan produk.
Turbulensi atau pergolakan Sedangkan kinerja merupakan
lingkungan yang terus terjadi pencapaian hasil kerja manajemen
membuktikan bahwa dunia bisnis terhadap sumber-sumber secara
penuh tantangan, ketidakpastian, dan ekonomi dan berkaitan dengan
memang benar bahwa tidak ada yang financial maupun non financial. Dalam
tetap didunia ini, yang pasti tetap mengukur kinerja (keuangan) salah
hanyalah perubahan dan kematian. satunya menggunakan analisis
Lingkungan adalah pola semua keuangan.
kondisi–kondisi atau faktor– faktor Kinerja keuangan dapat di ukur
eksternal yang mempengaruhi atau dengan menggunakan instrument
menutun kearah kesempatan atau penelitian yang dikembangkan oleh
ancaman–ancaman pada kehidupan Gupta dan Govindarajan (1984, dalam
dan pengembangan perusahaan Covin dan Slevin, 1989) dengan
(Supriyono, 1998). Sedangkan yang indikatornya yaitu angka penjualan,
dimaksud ketidakpastian / pergolakan / tingkat pertumbuhan penjualan , arus
turbulensi lingkungan adalah kas, laba bersih operasional, rasio laba
lingkungan yang dihadapi oleh banding penjualan, tingkat
perusahaan dengan ciri-ciri: penuh pengambilan investasi, dan
resiko, tekanan dan dominasi atau kemampuan untuk memodali
beresiko tinggi dan keras (harsh pertumbuhan usaha dari laba yang
overwhelming). diperoleh. Sedangkan, kinerja bisnis
Adapun secara konvensional dapat diartikan akumulasi keluaran dan
istilah inovasi diartikan terobosan yang kemampuan dari semua upaya yang
berkait dengan produk-produk baru. dilakukan organisasi untuk mencapai
Thompson (1965) dalam Hurley & tujuannya, dengan indikator
Hult (1998) mendefinisikan inovasi pengukurannya melalui : pertumbuhan
sebagai konsep yang lebih luas yang penjualan relative, posisi bersaing,
membahas penerapan gagasan, produk, kapabilitas organisasi dan
atau proses yang baru. Secara umum pertumbuhan laba.
inovasi dapat dilihat sedikitnya dari
dua sudut yang menguntungkan yaitu: Metode Penelitian
1. Kebauran dalam arti sesuatu itu Metode penelitian ini
belum pernah dilakukan sebelumnya; digunakan untuk membuktikan tiga
dan 2. Kebauran dalam arti sesuatu itu hipotesis yang diajukan, yaitu:
belum pernah dilakukan oleh instansi H1: Ada pengaruh secara parsial
atau perusahaan yang kini variable turbulensi lingkungan,
melaksanakannya.

387
Ekonomika-Bisnis, Vol. 02 No. 02 Bulan Juni Tahun 2010 Hal. 385 - 394

knowledge sharing behavior dan karena penelitian ini mengukur


inovasi terhadap kinerja. persepsi responden terhadap variabel-
H2: Diduga salah satu dari variable variabel yang diteliti. . Sedangkan jenis
independen mempunyai data sekunder diperoleh dari laporan
pengaruh lebih dominan dari yang dibuat oleh pengusaha berupa
variable lain. laporan keuangan dan lainnya, juga
H3: Ada pengaruh secara serentak / informasi yang dipublikasikan oleh
simultan antara variable dinas terkait, yang diekspos di media
independen (Turbulensi cetak,maupun melalui website.
lingkungan, Knowledge sharing, Turbulensi atau ketidakpastian
dan Inovasi) terhadap Kinerja lingkungan yang dihadapi oleh
Populasi dalam penelitian ini , perusahaan dengan ciri-ciri: penuh
adalah pengusaha kecil menengah dari resiko, tekanan , dan dominasi atau
produk kerajinan yang produknya beresiko tinggi dan keras (harsh
mampu bersaing dan termasuk juga overwhelming). Terdiri dari tiga item
yang berorientasi ekspor dan memiliki skala yang dikembangkan dari
usaha sesuai objek penelitian. Populasi Khandwala (1976), Cohen (2001).
pengrajin sepatu kulit di Penelitian ini mengacu pada kuesioner
kabupaten/kota mojokerto sebanyak 23 Covin dan Slevin (1989) dengan
unit/ pengusaha yang ada di kabupaten, indicator resiko yang dihadapi oleh
dan 46 unit/pengusaha untuk kota perusahaan (X1.1), tekanan lingkungan
dengan nilai produksi antara puluhan (X1.2), dominasi lingkungan (X1.3),
juta sampai dengan lebih 500 juta indikator ini sudah teruji
rupiah /tahunnya. realibialitasnya dan menghasilkan
Usaha kecil menengah adalah cronbach alpha 0,73.
usaha ekonomi produktif yang berdiri Operasionalisasi masing-
sendiri, yang dilakukan oleh orang masing indikator untuk turbulensi
perorangan atau badan usaha yang lingkungan adalah: 1. Resiko,
bukan merupakan anak perusahaan Tingkatan resiko yang dihadapi
atau cabang perusahaan yang dimiliki, perusahaan dengan kondisi sangat
dikuasai atau menjadi bagian baik aman atau sangat beresiko; 2. Tekanan,
langsung maupun tidak langsung dari Tingkatan tekanan yang dihadapi oleh
perusahaan besar. perusahaan dengan kondisi sangat
Penelitian ini dilaksanakan berpeluang dalam hal investasi dan
dengan mengumpulkan data primer pemasaran atau sangat menekan; 3.
yang diperoleh dari Dominasi, Tingkatan dominasi
pengelola/manager/pemilik UKM yang lingkungan dimana perusahaan dapat
menjadi responden pada unit mengontrol atau memanipulasi
penelitian. Jenis data primer diperoleh lingkungan melalui keunggulannya,
dengan cara menyebarkan kuesioner memiliki kompetisi yang rendah atau
untuk wawancara kepada responden lingkungan yang menekan dimana
dan sekaligus meminta responden perusahaan dihadapkan pada kekuatan
memberikan argumentasi mengapa kompetisi politik atau teknologi.
memilih salah satu dari pilihan
jawabannya yang dalam hal ini
menggunakan pendekatan skala Likerts

388
Pengaruh Turbulensi Lingkungan, … (Rofiaty)

RESIKO
TURBULENSI
TEKANANNNN LINGKUNGAN

DOMINANSI
PERTUMBUHAN
PENJUALAN
AKUISISI
PENGETAHUAN PERTUMBUHAN LABA
KINERJA
PENYEBARAN K.SHARING UKM
PENGETAHUAN BEHAVIOR KAPABILITAS
ORGANISASI

DAYA TANGGAP

POSISI
BERSAING
I.TEKNIS
STRATEGI
INOVASI
I.ADM

Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian

Inovasi adalah kegiatan yang Y = α + β1X1+β2X2+β3X3+e


mengarah pada perubahan produk atau Dimana : Y = Kinerja; α = Konstanta;
jasa (tehnis) dan admisistratif & X1 = Turbulensi Lingkung-an; X2 =
manajerial yang ditawarkan oleh Knowledge Sharing Behavior; X3 =
perusahaan untuk beradaptasi dengan Inovasi
lingkungan yang dinamis, baik produk
yang sudah ada maupun produk baru. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Kuesioner mengacu pada beberapa Tujuan Analisis Regresi
peneliti sebelumnya Wahyono (2002): Berganda yaitu untuk mengetahui
Darroch, J; (2005) dengan dua pengaruh variabel-variabel independen
indikator ; inovasi tehnis (produk atau terhadap variabel dependen. Sehingga
jasa) dan administratif & manajerial. hasil yang diperoleh dari analisis
Kinerja adalah akumulasi regresi dapat dilihat dalam persamaan
keluaran dan kemampuan dari semua sebagai berikut :
upaya yang dilakukan organisasi untuk Y = 1,305 – 0,129X1 + 0,559X2 +
mencapai tujuannya. Kuesioner 0,096X3 + E
mengacu pada beberapa peneliti Berdasarkan persamaan
sebelumnya; Cohen (2001), Hopkins, tersebut, maka dapat diketahui nilai
W.E & Hopkins, S.A. (1997); Bou, J,C Konstanta sebesar 1,305 menyatakan
dan I, Beltran (2005). Dimensi dalam bahwa jika tidak ada pengaruh oleh
kinerja bisnis mencangkup: kinerja variabel bebas, maka kinerjanya naik
keuangan dan kinerja non keuangan. sebesar 1,305%. Turbulensi
Dari gambar 1 bisa dijabarkan Lingkungan, koefisien regresi X1
dalam hubungan statistik sbb; sebesar -0,129 menunjukkan bahwa

389
Ekonomika-Bisnis, Vol. 02 No. 02 Bulan Juni Tahun 2010 Hal. 385 - 394

setiap peningkatan turbulensi kungan, knowledge sharing behavior,


lingkungan sebesar 1%, akan diikuti dan inovasi memiliki pengaruh secara
penurunan kinerja sebesar 0,129%. simultan terhadap kinerja UKM
Knowledge Sharing Behavior, kerajinan sepatu kulit di Mojokerto.
koefisien regresi X2 sebesar 0,559, Untuk mengetahui pengaruh
menunjukkan bahwa setiap pening- secara parsial antara variabel turbulensi
katan Knowledge Sharing Knowledge lingkungan, knowledge sharing beha-
sebesar 1% akan diikuti peningkatan vior, dan inovasi terhadap kinerja
kinerja sebesar 0,559%. Inovasi, digunakan uji t. Apabila thitung > ttabel,
koefisien regresi X3 sebesar 0,250, maka variabel bebas berpengaruh
menunjukkan bahwa setiap pening- signifikan terhadap variabel terikatnya,
katan Inovasi sebesar 1% akan diikuti sedangkan apabila thitung < ttabel, maka
peningkatan kinerja sebesar 0,250%. varaibel bebas tidak berpengaruh
Selanjutnya untuk mengetahui signifikan terhadap variabel terikatnya.
turbulensi lingkungan, Knowledge Berdasarkan hasil pengujian
Sharing Behavior, dan inovasi secara dari masing-masing variabel bebas,
simultan berpengaruh terhadap maka hasilnya adalah Nilai thitung
Kinerja, maka dilakukan uji Anova Turbulensi Lingkungan sebesar 1,556,
atau Ftest dengan ketentuan: Jika Fhitung lebih kecil dari ttabel yaitu sebesar
> Ftabel, maka variabel turbulensi 1,980, sehingga turbulensi lingkungan
lingkungan, knowledge sharing tidak berpengaruh signifikan terhadap
behavior, dan inovasi berpengaruh kinerja UKM sepatu kulit di Mojo-
secara simultan terhadap kinerja; dan kerto. Nilai thitung knowledge shring
Jika Fhitung < Ftabel, maka variabel behavior sebesar 6,588, lebih besar
turbulensi lingkungan, knowledge dari ttabel yaitu sebesar 1,980, sehingga
sharing behavior, dan inovasi tidak knowledge sharing behavior berpe-
berpengaruh secara simultan terhadap ngaruh signifikan terhadap kinerja
kinerja. UKM kerajinan sepatu kulit di
Dari hasil tabel diperoleh Fhitung Mojokerto. Nilai thitung Inovasi sebesar
sebesar 33,128 dengan tingkat sig- 2,934, lebih besar dari ttabel yaitu
nifikansi sebesar 0,000, sedangkan sebesar 1,980, sehingga inovasi me-
Ftabel sebesar`3,07 dengan tingkat sig- miliki pengaruh secara signifikan
nifikansi (α) 5%. Jadi dapat disim- terhadap kinerja UKM kerajinan sepatu
pulkan Fhitung > Ftabel = 33,128 > 3,07. kulit di Mojokerto sepatu kulit di
Dengan demikian turbulensi ling- Mojokerto.
Tabel 1. Ringkasan Hasil Analisis Regresi Berganda
Variable Koef β thit Sig Ket
Turbulensi lingkungan -0.129 -1.556 0.124 Tidak signifikan
Sharing knowledge 0.559 6.588 0.000 Signifikan
Inovasi 0.096 2.934 0.004 Signifikan
A = 0.05
R Square = 0.573
Adjusted R
Square = 0.556
F-Hitung = 33.128
F-Tabel = 3.07
Signifikan = 0.000
t-Tabel = 1.98

390
Pengaruh Turbulensi Lingkungan, … (Rofiaty)

Dari pembahasan diatas, maka Berdasarkan uji F simultan


dapat disimpulkan bahwa dari ketiga dapat diketahui bahwa secara bersama-
variabel bebas yaitu Turbulensi sama variable turblensi lingkungan
Lingkungan (X1), Knowledge Sharing (X1), sharing knowledge (X2), dan
Behavior (X2), dan Inovasi (X3) yang Inovasi (X3) memiliki pengaruh
berpengaruh signifikan terhadap signifikan terhadap kinerja. untuk
kinerja adalah Knowledge Sharing mengetahui sejauh mana keseluruhan
Behavior (X2), dan Inovasi (X3). vaiable independen dapat menjelaskan
Turbulensi lingkungan (X1) tidak variable dependen dapat kita lihat dari
berpengaruh secara signifikan terhadap besarnya koefisien determinasi
Kinerja UKM kerajinan sepatu kulit di (adjusted R2) dari hasil perhitungan
Mojokerto. Dari ketiga variabel bebas yang dilakukan dengan menggunakan
yang diteliti,variabel Knowledge regresi linier berganda pada tingkat
Sharing Behavior (X2) memiliki signifikansi 5%.
pengaruh paling dominan terhadap Tabel 2. Koefisien Determinasi
kinerja UKM kerajinan sepatu kulit di
Mojokerto karena memiliki nilai
koefisien regresi lebih besar
dibandingkan koefisien regresi yang
dimiliki variabel bebas lainnya. Dari tabel 2 diatas, diketahui
Dari persamaan diatas, dapat bahwa nilai Adjusted R Square adalah
kita lihat bahwa variable sharing sebesar 0,775. Nilai ini menunjukkan
knowledge dan inovasi memiliki bahwa 55,6 % Kinerja dipengaruhi
pengaruh yang positif terhadap kinerja oleh ketiga variabel bebas secara
sedangkan variable lainnya, turbulensi bersama-sama. Sedangkan sisanya 44,4
lingkungan memiliki pengaruh negatif % dipengaruhi oleh variabel-variabel
terhadap kinerja namun tidak lain yang tidak masuk dalam model
berpengaruh signifikan. regresi.
Nilai koefisien dari variable X1 Berdasarkan hasil penelitian
adalah negatif menunjukan bahwa tersebut, maka dapat diketahui bahwa
setiap peningkatan turbulensi pengusaha sepatu dan alas kaki di Kota
lingkungan (X1) sebesar 1 % akan dan Kabupaten Mojokerto mempunyai
bebas yang lain tetap. Nilai koefisien jiwa wirausaha yang sangat tinggi,
dari variable X2 adalah Positif gigih, berani menghadapi berbagai
menunjukan bahwa setiap peningkatan kemungkinan resiko, tetapi resiko yang
Sharing Knowledge sebesar 1 % akan terukur. Produk alas kaki yang
diikuti oleh peningkatan kinerja dihasilkan sangat kreatif, inovatif, dan
sebesar 0.559 dengan asumsi bahwa punya kualitas yang sudah di percaya
variable bebas yang lain tetap. Nilai oleh masyarakat. Terus berpikir kreatif
koefisien dari variable X3 adalah dengan memunculkan inovasi terwujud
positif atau berbanding lurus dengan karena kemauan yang terus menerus
variable Y menunjukan bahwa setiap dilakukan dengan selalu mencari
peningkatan inovasi sebesar 1 % akan informasi terhadap porduk-produk
diikuti oleh peningkatan kinerja yang sesuai dengan trend-trend dan
sebesar 0.096 dengan asumsi bahwa pola-pola pasar dengan melihat pesaing
variable bebas yang lain tetap. sudah melakukan apa saja utamanya

391
Ekonomika-Bisnis, Vol. 02 No. 02 Bulan Juni Tahun 2010 Hal. 385 - 394

mencuri design dari membanjirnya Penutup


produk-produk dari luar negeri. Jadi Pengrajin sepatu perlu terus
bisa diungkapkan disini bahwa inovasi bersaing dengan produk – produk dari
yang dilakukan dengan cara meniru Cina meskipun design produknya
produk produk import (innovation bagus tetapi kualitas dan daya tahan
through immitation). masih handal produk Mojokerto.
Hasil wawancara dengan Berkaitan dengan konsumen
responden diperoleh keterangan bahwa atau pelanggan, pengusaha perlu lebih
produk sepatu dan alas kaki yang dijual jeli menyeleksi perilaku pelanggan
di Cibaduyut Bandung banyak yang dalam jumlah besar. Hal ini
sebenarnya hasil karya pengusaha disebabkan karena indikasinya di awal
Mojokerto. Beberapa pengusaha kecil kerjasama pembayarannya lancar,
mengharap bantuan perbankan dan tetapi terkadang pengusaha/pengrajin
pemerintah melatih dalam hal pembu- dibohongi bahkan ada yang rugi
kuan yang baik, juga administrasi smapai 350 juta rupiah karena rekening
usaha yang baik supaya lebih mudah korannya blong.
untuk mengakses dana dari pihak Peneliti juga menyarankan
ketiga yang tidak jarang menuntut kepada pemerintah, pemerintahan kota
syarat administrasi yang handal dan utamanya harus segera merealisir
bias dipercaya. membangun patung sepatu dijalan
Inovasi yang dilakukan oleh Brawijaya sebagai ikon kota sepatu.
pengusaha sepatu juga berpengaruh Dalam hal ini bappeko perlu segera
positif terhadap kinerja, hal ini berarti Quick Respon guna menjaring
semakin aktif melakukan inovasi konsumen berbelanja sambil berwisata
produk dan layanan yang cepat, tepat selain didaerah lain seperti Malang,
pada pelanggan terbukti mendukung Surabaya tetapi juga singgah di Kota
mencapai kinerja yang lebih tinggi. sepatu Mojokerto.
Bentuk inovasi yang dilakukan
pengusaha adalah dengan terus-
menerus mengupdate model, design, DAFTAR PUSTAKA
dan penggunaan bahan baku beserta
komponennya yang mampu mem- Allio, Robert J. 2006.
berikan kenyamanan pemakainya. “StrategicThinking: the ten big
Strategi yang dilakukan juga dengan ideas, strategy & leadership”.
membandingkan dan menyesuaikan Vol.34 No.4, pp 4-13, emerald
dengan produk-produk import. Demi- Group publishing limited.
kian juga pengaruh secara simultan
juga menunjukan positif yang berarti Cohen, JF. 2001. “Environmental
kinerja pengusaha / pengrajin sepatu uncertainty and managerial
dipengaruhi oleh kecepatan respon attitude: Effect of Strategic
pengusaha terhadap perubahan Planning, non - strategic
lingkungan dan kemauannya dalam decision - making and
membuat produk alas kaki yang kreatif organizational performance”.
dan inovatif. S.Afr J.Bus.Manage,32 (3).
Covin, J.G and Dennis P. Slevin. 1989.
“Strategic Management Of

392
Pengaruh Turbulensi Lingkungan, … (Rofiaty)

Small Firms in Hostile and Hotel Bintang Tiga di Jawa


benign Environtments”. Timur”. Disertasi, Universitas
Strategic management Journal, Airlangga.
Vol.10, p.75-87.
Sumiyarto. 2004. “Inovasi; Suatu
Damapour, Fariborz. 2001. “The Kebetulan atau dapat
Dynamics of The Adoption of Direncanakan”. Usahawan, no.
07/XXXIII, Juli.
Product and process innovation
in organizations”. Journal of Wahyono. 2002. “Orientasi Pasar dan
Management Studies 38:1 Inovasi: Pengaruhnya Terhadap
January pp.45-65. Kinerja Pemasaran”. Jurnal Sains
Pemasaran Indonesia”, vol 1, hal.
Hopkins, W.E & Hopkins, S.A. 1997. 23-40
“Strategic Planning-financial
performance”. Strategic Worthington, Ian and Dean Patton. 2005.
Management Journal, 18 (8); “Strategic intent in the
p.635-652. Management of the Green
Environment within SMEs; An
Hopkins, Willie and Shirley. 1997. Analysis of the UK Screen-
“Strategic planning – financial printing Sector”. Elsevier, Long
performance relationship in Range Planning 38, p 197 – 212
banks: A causal Examination”.
Strategic Management Journal,
Vol.18:8, 635-652, Colorado
state Univercity, Colorado,
USA.
Luo, Yadong. 1999. “Environment
Strategy Performance
relationship in small business in
china : A case of Township and
Village enterprise in Southern
China”. Journal of Small
Business management, January,
p. 37-52.
O’Regan, Nicholas and Abby Gobadian.
2005. “Innovation in SMEs: the
impact of strategic orientation and
environmental perceptions”.
International Journal of
Productivity and Performance
Management, Vol.54 No.2 pp 81-
97.

Suaedi, Falih. 2003. “Pengaruh Struktur


dan Budaya serta Kepemimpinan
dan Aliansi Strategis terhadap
Inovasi dan Kinerja Organisasi

393