Anda di halaman 1dari 10

NAMA : SAHWA HARDJA ISLAMI

NIM : 1904421001
KELAS : BKT 2B
EKONOMI MAKRO BAB 6

PILIHAN GANDA
1. Yang manakah tergolong sebagai sumber suntikan dalam perekonomian empat sektor?
B. Ekspor Perusahaan
2. Perekonomian yang manakah mempunyai multiplier yang kecil nilainya?
A. Perekonomian empat sektor dengan sistem pajak proporsional
3. Dalam perekonomian empat sektor persamaan manakah yang benar?
A. S+T+M = I+G+X
4. Kebijakan Manakah yang paling baik dijalankan pemerintah apabila dihadapi masalah
deficit dalam neraca pembayaran?
C. Menambah Investasi dan mengurangi impor
5. Dalam perekonomian empat sector multiplier = 2. Misalkan pada mulanya neraca
pembayaran seimbang. Neraca pembayaran akan mengalami defisit apabila?
D. Pajak impor dinaikkan.

1
ESEI
1. a.Terangkan sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka. Terangkan jenis-
jenis bocoran dan suntikan dalam perekonomian tersebut.

Dengan menggunakan gambar dengan lebih jelas akan dapat dilihat bagaimana ekspor dan
impor akan mempengaruhi kegiatan dalam suatu perekonomian dan sirkulası aliran pendapatan
yang berlaku. Penggunaan faktor-faktor produksi oleh sektor perusahaan akan mewujudkan
aliran pendapatan ke sektor rumah tangga. Aliran pendapatan tersebut meliputi gaji dan upah,
sewa, bunga dan keuntungan-yaitu seperti yang ditunjukkan oleh Alıran 1. Aliran pendapatan
ini telah dikurangi oleh pajak keuntungan perusahaan (Alıran 2), tetapi belum dikurangi oleh
pajak pendapatan perscorangan atau individu.
Rumah tangga, yang menawarkan faktor-faktor produksı kepada perusahaan untuk
memperoleh berbagai pendapatan di atas, akan menggunakan dan membelanjakan pendapatan
mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang berikut:
I. Membayar pajak pendapatan individu kepada pemerintah dan pengeluaran ini ditunjukkan
oleh Aliran 3. Seperti telah diterangkan pendapatan yang diterima setelah pajak dinamakan
pendapatan disposebel
II. Pendapatan dısposebel yang diterıma rumah tangga terutama akan digunakan untuk
membeli barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negeri Pengeluaran ini akan
digolongkan sebagai pengeluaran konsumsi ke atas barang-barang dalam negeri-atau
secara ringkas: Cdn. Pengeluaran ini digambarkan oleh Aliran 4.

2
III. Mengimpor barang-barang yang diproduksikan di negara-negara lain. Pengeluaran ini
ditunjukkan oleh Aliran 5. Gabungan di antara Aliran 4 dan Aliran 5 meliputi keseluruhan
pembelajaan rumah tangga yaitu nilai "C" pada analisis di Bab Empat dan Bab Lima.
IV. Menabung sisa pendapatan yang tidak digunakan ke dalam institusi atau badan keuangan
seperti bank perdagangan, bank tabungan dan institusi penabungan lainnya. Penyimpanan
atau penabungan ini ditunjukkan oleh Aliran 6.

Suntikan dan Bocoran dalam Perekonomian Terbuka


Dalam pendekatan suntikan-bocoran, keseimbangan pendapatan naional dalam
perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut:
I+G+X=S+T+M
Uraian berikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk menentukan
keseimbangan pendapatan nasional dalam perckonomian terbuka.
Sekali lagi perhatikanlah Gambar 6.1. Aliran 1 pada dasarnya menggambarkan pendapatan
nasional (Y) yang telah dikurangi oleh pajak pendapatan perusahaan (Alıran 2).
Seterusnya, pendapatan nasional yang mengalir ke sektor rumah tangga dikurangi pula oleh
pajak pendapatan individu (Alıran 3). Sisa yang diperoleh merupakan pendapatan
disposebel (Yd). Maka dalam formula :
Yd = Y- Pajak Perusahaan - Pajak Indvidu
Atau
Yd = Y-T
Seterusnya pendapatan disposebel tersebut digunakan untuk tujuan-tujuan benkut :
i. Untuk membeli barang buatan dalam negeri dan barang impor. Dalam persamaan
C = Cdm + M.
ii. Untuk ditabung, yaitu sebanyak S.
Berdasarkan kepada (i) dan (ii) maka Yd = C+S. Oleh karena Yd =Y-T, maka dalam
perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut:
Y-T=C+S
Y=C+S+T
Di mana C adalah pengeluaran rumah tangga untuk membelı barang dalam negeri dan
barang impor. Uraian mengenai keseimbangan mengikut pendekatan penawaran agregat-
pengeluaran agregat menunjukkan bahwa keseimbangan dicapai apabila:
Y = C + I + G + (X - M)

3
Dengan demikian dalam perekonomian terbuka yang mencapai keseimbangan pendapatan
nasional berlaku kesamaan berikut:
C + I + G + (X - M) C + S +T
I+G+X = S+ T+ M
b. Tunjukan syarat keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka

• Penawaran dan pengeluaran agregat dalam perekonomian terbuka sama


• Suntikan dan bocoran dalam perekonomian terbuka juga sama

2. A. Faktor yang menentukan ekspor :


• Suatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang
tersebut diperlukan negara laindan nereka tidak dapat memproduksi barang tersebut
atau produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri.
• Kemampuan dari negara tersebut untuk mengeluarkan barang barang yang dapat
bersaing dalam pasaran luar negeri.

Bagian (a) menunjukkan fungsi ekspor. Fungsi ini menunjukkan ekspor adalah pengeluaran
otonomi, yaitu tingkatnya tidak dipengaruhi oleh pendapatan nasional. Pada berbagai tingkat
pendapatan nasional, seperti ditunjukkan pada Gambar, ekspor tetap sebanyak X0, Grafik (b) dari
menunjukkan perubahan ekspor. Pada mulanya fungsi ekspor adalah X0 Kenaikan ekspor
memindahkan fungsi ekspor dari X0 menjadi X1. Keadaan ini menggambarkan bahwa ekspor
merupakan pengeluaran otonomi.

4
Faktor yang menentukan impor

Fungsi impor sangat berhubungan dengan pendapatan nasional. Yang dimaksudkan dengan
fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan hubungan di antara nilai impor yang
dilakukan dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai.
Seperti telah dinyatakan impor adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi
pendapatan nasional maka semakin tinggi pula impor. Oleh sebab itu fungsi impor (M)
menanjak ke sebelah kanan. Digambarkan fungsi impor dan perubahannya.

B. Terangkan faktor-faktor yang akan memindahkanfungsi ekspor dan impor


Ekspor :
Perubahan cita rasa penduduk luar negeri, merosotnya keupayaan bersaing di pasaran
luar negeri dan kemerosotan ekonomi di luar negeri adalah beberapa faktor penting
yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.
Impor :
Perubahan cita rasa masyarakat yang lebih menyukai barang-barang produksi domestik
merupakan salah satu faktor penting yang dapat menyebabkan perubahan tersebut.

3. A. Multiplier dalam perekonomian empat sektor, Dalam perekonomian terbuka


multipliernya akan selalu lebih kecil daripada multiplier dalam ekonomi tiga sektor.
Perbedaan itu disebabkan karena dalam analisis mengenai keseimbangan dalam
perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah proporsional dengan pendapatan nasional,
dan berarti dengan adanya impor tingkat bocoran menjadi semakin besar dan mengurangi
tingkat pertambahan pengeluaran agregat. Oleh sebab itu multiplier menjadi semakin kecil
apabila dibandingkan dengan multiplier dalam perekonomian tertutup.
B. Neraca perdagangan, menggambarkan nilai ekspor dan impor barang serta
perbedaannya dalam suatu tahun tertentu.
C. Perekonomian terbuka merupakan suatu negara yang mempunyai hubungan ekonomi
dengan negara-negara lain. Dalam perekonomian terbuka sebagian produksi dalam negeri
diekspor atau dijual ke luar negeri dan di samping itu terdapat pula barang di negara itu

5
yang diimpor dari negara-negara lain. Perekonomian terbuka dinamakan juga sebagai
ekonomi empat sektor, yaitu suatu ekonomi yang dibedakan kepada 4 komponen berikut:
rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sektor luar negeri.
D. Hubungan antara keseimbangan pendapatan nasional dengan neraca
perdagangan, adalah keseimbangannya nilai ekspor dan impor. Neraca dapat mengatakan
positif apabila surplus ekspor lebih tinggi dariimpor maka dapat dikatakan seimbang dan
apabila surplus ekspor lebih rendah dari impor maka dikatakan tidak seimbang.

4.

Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka ditunjukkan dalam Gambar.


Terlebih dahulu perhatikan bagian (a). Apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri dari tiga
sektor, keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan: Y C+I+G. Dengan
demikian pendapatan nasional adalah Y, Apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi
terbuka, akan timbul dua aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan
menambah pengeluaran agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran agregat Dengan

6
demikian, apabila perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke ekonomi terbuka,
pengeluaran agregat akan bertambah sebanyak ekspor neto, yaitu sebanyak (X - M). Nilai ekspor
neto ini perlu ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup (AE
= C+I+G) dan akan dıperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor, yaitu: AE
C+I+ G+ (X - M).

Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah darı E0 menjadi E1,
dan menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3, (pendapatan nasional dalam
perekonomian tertutup) menjadi Y4, (pendapatan nasional untuk perekonomian terbuka). Patut
disadari bahwa fungsi AE = C + I+ G+ (X-M) tidak sejajar dengan AE = C +I+G dan dengan fungsi
konsumsi (C). Keadaan demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding (proportional)
dengan pendapatan nasional, maka fungsi AE = C+I+ G+ (X - M) lebih landau

Bagian (b) menunjukkan keseimbangan pendapatan nasional menurut pendekatan suntikan-


bocoran. Pada awainya, yaitu apabila dimisalkan ekonomi terdirı dari tiga sektor, keseimbangan
dicapai pada E0 yaitu apabila S + T = I+ G dan pendapatan nasional adalah Y3, Perubahan dari
perekonomian tertutup menjadi perekonomian terbuka, menyebabkan:

Suntikan bertambah sebanyak X, dari I+G menjadi I + G + X. Perubahannya sejajar karena ekspor
adalah pengeluaran otonomi.

Bocoran bertambah sebanyak M, dari S + T menjadi S + T + M. Fungsi S + T + M bermula dari garis


asal S +T dan semakın menjauhi S +T karena M adalah pengeluaran terpengaruh (sebanding
dengan pendapatan nasional).

5. Persamaan Multiplier Perekonomian Terbuka


Untuk menentukan formula multiplier dari perekonomian terbuka perlu dibuat beberapa
pemisalan mengenai fungsi konsumsi, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah, ekspor,
impor dan pajak. Untuk menerangkan multiplier dalam perekonomian terbuka asumsi-asumsi
berikut digunakan:
a. C = a + bYd
b. I = I0
c. G = G0
d. T = Ty
e. X = X0
f. M = mY

Berdasarkan asumsi asumsi diatas pendapatan national pada keseimbangan adalah :

Y = C + I + G + (X – M)

Y = a + bYd + I0 + G0 + X0 – mY

Y = a + b(Y - tY) + + I0 + G0 + X0 – mY

Y – b(1 – t) Y + mY = a + I0 + G0 + X0

Y[1 – b(1 – t) + mY = a + I0 + G0 + X0

7
1
Y = 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚 (a + + I0 + G0 + X0)

Seterusnya misalkan ekspor meningkat sebanyak ∆X. Maka pendapatan nasional yang baru adalah
:
1
Y1 = 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚 (a + I0 + G0 + X0 + ∆X)

Dari perhitungan tersebut dapat ditentukan efek pertambahan ekspor kepada pendapatan
nasional, yaitu:
1
Y1 – Y = 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚 (∆X)

1
∆Y = Y1 – Y = 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚 (∆X)

Multiplier adalah nisbah pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran


agregat. Dengan demikian multiplier dalam perekonomian terbuka bagi sistem pajak proporsional
adalah :
∆Y 1
Mtp = =
∆X 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

Apabila sistem pajak adalah pajak tetap dalam persamaan multiplier diatas nilai t = 0. Maka
multiplier dalam ekonomi terbuka yang bersistem pajak tetap adalah:
1
Mtp = 1−𝑏+𝑚

KUANTITATIF
1. a. Y = C + I + G + (X - M)
Y = 100 + 0.8Yd + 200 + 200 + (400 0.1Y)
Y = 900 + 0.8 (Y - T) 0.1Y
Y = 900 + 0.8 (0.75Y) 0.1Y
Y = 900 + 0.5Y
Y = 1800

b. Pada saat Y = 1800 dan M = 0.1Y --> M 180 Itu berarti X >M
Pada saat Y = 1800 dan M = 0.2Y --> M = 360 Itu berarti X >M

Baik pada saat M 0.1Y ataupun M = 0.2Y, ekspor selalu lebih besar daripada impor
dan itu menandakan selalu ada surplus dalam neraca perdagangan.
Pada kondisi M 0.2 Y itu berarti m = 0.2, b = 0.8, dan t = 0.25
1
Mtp = 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚 = 1,67

8
2. a. Y = C + 1 + G + (X - M)
Y = 400 + 0,75 Yd + 500 + 400 + (400 - 0.15Y)
Y = 1700 + 0.75 (Y-T) - 0.15Y
Y = 1400 + 0.6Y
Y = 3500

b. M = 15Y - 0.15 x 3500 = 525


C = 400 + 0.75 Yd 100 + 0.75Y = 2725
I+G+X=S+T+M
500 + 400 + 400 = S + 400 + 525
S = 375

c. Pada kondisi pendapatan nasional pada kescimbangan maka diperoleh :


X= 400 dan M= 525
= X< M (defisit pada neraca perdagangan)

d. Y = C + 1 + G + (X - M)
Yo = a + bYd + Io + Go +( Xc - mYo)
Yo =a + b(Yo - tYo )+ Io + Go + Xo - mYo

Karena pada soal menggunakan sistem pajak tetap, maka t = 0, akibatnya :

Yo = a + bYo + Io + Go + Xo – mYo

Yo - bYo + mYo-a + Io + Go + Xo
(1-b+m) Yo = a + Io+ Go + Xo
(a + Io+ Go + Xo)
Yo = 1−𝑏+𝑚

9
Setelah kenaikan ekspor sebesar 100, maka persamaan Y menjadi:
(𝑎+𝐼𝑜+𝐺𝑜+𝑋𝑜+∆X)
Y1 =
(1−𝑏+𝑚)

(𝑎+𝐼𝑜+𝐺𝑜+𝑋𝑜+100)
Y1 =
(1−𝑏+𝑚)

100
Y1 - Yo = ∆Y =
(1−𝑏+𝑚)

100
Y1 – Yo =
1−0,75+0,15

Y1 – Yo = 250

Berarti besarnya Y setelah kenaikan ekspor adalah Y1 = 3500 + 25


I. Pajak tidak berubah, karena menggunakan sistem pajak tetap
II. M = 0.15 Y = 0.15 x 3750 = 562.5
∆M = 562.5 – 525 = 37.5
III. C = 100 + 0.75 Y = 2912.5
∆C = 2912.5 - 2725 = 187.5
IV. I+G+X=S+T+M
500 + 400 + 500 = S+ 400 + 562.5
S = 437,5
∆S = 437.5 – 375 = 62.5

10

Anda mungkin juga menyukai