Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN:

PUSAT INVESTASI
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Sistem Pengendalian Manajemen

Dosen Pembimbing:
Octavia Lhaksmi Pramudyastuti, M.Acc, Ak.

Disusun oleh:
Kelompok 4
Anggota terdiri dari:
Estetika Hayu R (1710104020)
Elisa Ayu F (1710104060)
Ricky Mukaromah (1710104066)
Diah Permata Ayu K.P (1710104082)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI TIDAR MAGELANG
TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan
menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu,
penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik
iman maupun islam.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen.
Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah Sistem
Pengendalian Manajemen, Ibu Octavia Lhaksmi Pramudyastuti, M.Acc, Ak. dan
semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
Makalah ini berisi tentang Pusat Pertanggungjawaban: Pusat Investasi.
Semoga makalah ini dapat menjadi sumber informasi, pengetahuan dan dapat
bermanfaat bagi penulis maupun pembacanya.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-
kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur
penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif
untuk perbaikan dikemudian hari.
Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para
pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin.

Magelang, Oktober 2019

Penulis

i
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2
2.1 Pengertian Pusat Investasi .................................................................................... 2
2.2 Tujuan Pembentukan Pusat Investasi .................................................................. 2
2.3 Masalah – Masalah Dalam Pusat Investasi ......................................................... 3
2.4 Return On Investment (ROI) ................................................................................ 5
2.5 Residual Income (RI) ............................................................................................. 6
2.6 Beberapa Alternatif untuk Evaluasi Manajer..................................................... 6
2.7 Evaluasi Prestasi Ekonomi .................................................................................... 7
BAB III............................................................................................................................... 8
PENUTUP .......................................................................................................................... 8
3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 8
3.2 Saran ........................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam suatu unit usaha, perhatian pimpinan biasanya ada pada laba.
Laba ini dihitung dengan cara membandingkkan antara pendapatan dan biaya
yang terjadi pada suatu pusat laba. Jika pendapatan lebih besar dari pada biaya
maka dikatakan laba, sebaliknya jika biaya lebih besar dari pendapatan maka
disebut rugi. Dalam jenis unit usaha lainnya, setelah diperoleh data tentang laba
maka dibandingkan dengan aktiva yang digunakan untuk memperoleh laba
tersebut. Perbandingan antara laba dan aktiva yang digunakan (investasi) inilah
yang disebut pusat investasi. Pusat investasi diukur dengan membandingkan
antara laba dan jumlah investasi yang digunakan untuk memperoleh laba
tersebut. Dengan demikian pusat investasi adalah pusat pertanggung jawaban
yang diukur prestasinya atas dasar laba yang diperoleh yang dibandingkan
dengan investasi yang digunakan.
Pusat investasi merupakan pusat pertanggungjawaban yang bertugas
untuk mengatur investasi guna mencapai laba yang seoptimal mungkin.
Kewenangan Pusat Investasi adalah menyangkut pengelolaan laba (yang terdiri
atas pendapatan dan biaya) serta mengelola aset yang dipergunakan untuk
memperoleh laba. Dengan demikian, Pusat Investasi diukur prestasinya
berdasarkan perbandingan antara laba yandiperoleh dengan aset (investasi)
yang dipergunakan.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang digunakan dalam pembuatan makalah ini
adalah :
a. Bagaimanakah proses pusat pertnggung jawaban pusat investasi dalam
suatu perusahaan?

1.3 Tujuan Penulisan


Sedangkan tujuan penulisan dari makalh ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui bagaimana pusat investasi dalam suatu perusahaan
dilakukan.

1
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pusat Investasi
Pusat investasi adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu
organisasi untuk menilai kinerja para manajernya berdasarkan pada laba yang
diperoleh dan dihubungkan dengan dana investasi. Setiap pusat investasi
mempunyai seorang manajer utama dan bertanggungjawab atas setiap unit
kegiatan atau program yang terjadi didalam semua divisi yang dipimpinnya.
Kemudian secara periodik manajer tersebut akan mempertanggungjawabkan
hasil kerjanya kepada pimpinan perusahaan.
Para manajer pusat dapat menilai prestasi yang telah dicapai oleh masing-
masing manajer. Berdasarkan informasi dan model analisis yang digunakan
manajer tersebut berupaya mencari jawaban jika hasil yang dicapai tidak sesuai
dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Pada umumnya dilakukan
dengan suatu model pengukuran kinerja.
Pengukuran kinerja pusat investasi merupakan perluasan dari pengukuran
kinerja pusat laba. Pengukuran kinerja ini diperlukan karena suatu divisi yang
memperoleh laba tinggi tidak berarti mempunyai kinerja yang baik jika laba
tersebut dihubungkan dengan investasi yang digunakan untuk menghasilkan
laba tersebut. Disini prestasi manajer dinilai atas laba dan investasi yang
diperlukan untuk memperoleh laba.

2.2 Tujuan Pembentukan Pusat Investasi


Tujuan pengukuran prestasi suatu pusat investasi, adalah :
a. Menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan
mengenai investasi yang digunakan oleh manajer divisi dan memotivasi
mereka untuk melakukan keputusan yang tepat.
b. Mengukur prestasi divisi sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri.
c. Menyediakan alat perbandingan prestasi antar divisi untuk penentuan
alokasi sumber ekonomi.
Informasi dari Pusat Investasi dapat digunakan memotivasi Manajer
Divisi dalam :

2
a. Menghasilkan laba yang memadai dengan wewenang mengambil keputusan
tentang sumber ekonomi dan fasilitas fisik yang digunakan.
b. Mengambil keputusan untuk menambah investasi bila investasi tersebut
memberikan kembalian (return) yang memadai.
c. Mengambil keputusan untuk melepas/mengurangi investasi yang tidak
memberikan kembalian (return) yang memadai.

2.3 Masalah – Masalah Dalam Pusat Investasi


1. Pengukuran dan tolak ukur prestasi
Pada umumnya seorang manajer unit usaha mempunyai tujuan
menghasilkan laba.
1. Menghasilkan laba dari sumber daya yang ada
2. Menginvestasikan sumber daya tambahan hanya apabila investasi
tersebut menambah laba.
Tolak ukur yang digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu pusat
investasi adalah :
a. Return On Investment : Perbandingan antara laba dan investasi yang
digunakan.
b. Residual Income : Jumlah uang, yang diperoleh dengan mengurangkan
jumlah laba sebelum pajak dengan beban investasi yang dilakukan.
2. Masalah pengukuran aktiva sebagai dasar investasi
Dalam memutuskan dasar investasi yang digunakan dalam mengevaluasi
pusat investasi, biasanya timbul pertanyaan berikut :
• Praktik-praktik apa yang akan menyebabkan manajer unit usaha untuk
menggunakan aktiva perusahaan secara efisien dan memperoleh jumlah
dan jenis aktiva yang baru tepat?
• Ukuran kinerja yang manakah yang bias dijadikan ukuran penilaian suatu
unit usaha dalam perusahaan?
3. Masalah definisi investasi yang digunakan
Perbedaan dalam penggunaan definisi investasi akan berpengaruh terhadap
besarnya ukuran ROI dan RI. Terdapat empat definisi investasi yang sering
digunakan :
1. Total Aktiva yang Tersedia

3
2. Total Aktiva yang Digunakan
3. Total Modal Ditambah Utang Jangka Panjang
4. Modal Sendiri
4. Masalah dalam aktiva lancar
Berikut ini beberapa elemen aktiva lancar yang dipakai sebagai dasar
investasi :

1. Kas, kebanyakan perusahaan mengawasi kas secara terpusat penggunaan


kas yang lebih kecil dari pada kas tersebut dipegang langsung oleh unit
usaha.
2. Piutang, manajer unit usaha harus mampu mempengaruhi tingkat
piutang tidak hanya sekedar menghasilkan laba tapi juga harus mampu
menjaga jatuh tempo dari piutang yang ada.
3. Persediaan, umumnya dicatat sebesar jumlah akhir periode walaupun
rata-rata dalam periode tersebut lebih bagus secara konseptual.
4. Modal kerja secara umum, biasanya ada penilaian tentang bagaimana
modal kerja tersebut diperlakukan.
5. Masalah dalam aktiva tetap
1. Pengaruh penggunaan metode nilai buku atau harga perolehan
dalam perolehan aktiva baru, Pembelian aktiva baru secara langsung
akan berpengaruh terhadap besarnya ROI dan RI selama umur aktiva
yang dibeli.
2. Pengaruh pengukuran investasi dengan metode lainnya, metodee
lain yang digunakan adalah metode nilai pengganti, dan metode nilai
masa depan.
6. Aktiva Leasing
Banyak perjanjian sewa guna usaha (leasing) merupakan usaha perjanjian
pendanaan yaitu, perjanjian tersebut memberikan cara alternative untuk
menggunakan aktiva yang seharusnya didapatkan dari pendanaan dengan
utang dan modal. Sewa guna financial ( yaitu sewa guna usaha jangka
panjang yang setara dengan nilai sekarang dari arus beban sewa) adalah
sama dengan utang yang dilaporkan juga dalam neraca.

4
7. Fasilitas Menganggur
Jika suatu unit usaha mempunyai aktiva yang mengganggur padahal
aktiva tersebut bisa digunakan oleh unit lain, maka dibolehkan bagi unit
usaha tersebut untuk tidak memasukkan aktiva tersebut dari dasar
investasinya. Tujuannya untuk mendorong manajer unit usaha
menghilangkan aktiva yang tidak bermanfaat.
8. Utang Jangka Panjang
Pada umumnya unit usaha menerima modal secara permanen dari kantor
pusat dalam bentuk dana. Kantor pusat memperoleh dana tersebut bisa dari
investor, hutang dan bisa dari laba ditahan. Bagi unit usaha jumlah dana
tersebut relevan saja, tetapi yang tidak relevan adalah dari mana sumber
dana tersebut diperoleh.
9. Beban Modal
Tarif yang ditetapkan untuk menghitung beban modal ditetapkan oleh
kantor pusat. Tarif tersebut biasanya lebih tinggi dari tarif bunga utang
perusahaan karena dana tersebut merupakan campuran dari hutang dan asset.

2.4 Return On Investment (ROI)


Return On Investment adalah perbandingan antara laba dan investasi yang
digunakan. Manfaat :
1. Merupakan pengukuran komprehensif dalam segala hal yang
mempengaruhi laporan keuangan.
2. Ukuran ROI sangat mudah dihitung dan dipahami.
ROI dapat dihitung sebagai berikut:
𝑳𝒂𝒃𝒂 𝒐𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒊
ROI =
𝒊𝒏𝒗𝒆𝒔𝒕𝒂𝒔𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒈𝒖𝒏𝒂𝒌𝒂𝒏

Kebaikan Return On Investment:


• ROI mendorong manajer untuk memberi perhatian yang lebih luas terhadap
hubungan antara penjualan,biaya dan investasi yang seharusnya merupakan
fokus bagi manajer pusat investasi.
• ROI mendorong efisiensi biaya
• ROI bisa mengurangi investasi berlebihan pada aktiva operasi.

5
Kelemahan Return On Investment
• ROI tidak mendorong manajer untuk menerima investasi proyek yang akan
menurunkan ROI divisi walaupun akan meningkatkan profit abilitas
perusahaan secara keseluruhan.
• ROI mendorong manajer divisi untuk memfokuskan diri hanya pada jangka
pendek tanpa memperlihatkan kepentingan jangka panjang.

2.5 Residual Income (RI)


Residual Income adalah selisih antara laba operasi dan jumlah kembalian
uang yang diharapkan atas aktiva operasi perusahan.
Secara skematis residual income dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
Laba Operasi xxx
Biaya Modal:
Tingkat Kembalian x Aktiva operasi xxx
Residual Income xxx
Kebaikan Residual Income:
• Mendorong manajer divisi untuk menerima usulan investasi yang menurut
ROI tidak menguntungkan sehingga tidak diterima tetapi menguntungkan
perusahan secara keseluruhan.
• Residual income memungkinkan penggunaan cost of capital (biaya modal)
yang berbeda-beda untuk berbagi jenis aktiva.
Kelemahan Residual Income:
• RI seperti halnya ROI, bisa mendorong pencapaian target jangka pendek
tanpa memperhatikan kepentingan jangka panjang.

2.6 Beberapa Alternatif untuk Evaluasi Manajer


Kebanyakan orang akan menggunakan ukuran tunggal untuk penilaian
prestas atas investasi dan laba. Misalnya, jika laba yang sebenarnya labih baik
dari yang dianggarkan tapi prestasi investasi atas modal jelek, bagaimana
manajemen mempertimbangkan prestasi keuangan secara keseluruhan? RI
ataupun ROI menitikberatkan pada pengaruh kinerja investasi yang lebih
rendah terhadap kinerja laba dan menyediakan suatu ukuran tunggal. Alasan
ini adalah untuk memotivasi manajer lebih berhati-hati terhadap penambahan

6
investasi baru yang tidak mendatangkan laba. Juga karena hanya pengeluaran
modal yang utama saja yang diuji oleh manaje puncak.

2.7 Evaluasi Prestasi Ekonomi


Seperti diketahui ada dua laporan kinerja terhadap unit usaha. Pertama,
laporan manajemen yang dibuatkan bulanan atau kuartal. Kedua, laporan
prestasi ekonomi yang dibuat tidak secara regular, biasanya sekali beberapa
tahun. Laporan ekonomi merupakan instrumen untuk mendiagnosis;
melaporkan apakah strategi unit usaha tersebut memuaskan ataukah harus
diputuskan untuk melakukan tindakan tertentu terhadap unit usaha.
Keputusan yang diambil bisa saja mengubah arah tujuan unit usaha itu
sendiri atau bahkan menjual unit usaha tersebut. Analisis yang dilakukan juga
bisa menghasilkan keputusan untuk penambahan produk baru, peralatan baru
atau strategi baru.
Secara konsep nilai dari suatu unit usaha adalah nilai saat ini dari aliran
pendapatan dimasa depan. Ini dihitung dengan mengestimasi Cas Flow untuk
masing-masing tahun dan dipotong masing-masing aliran tahunan pada tingkat
pendapatan yang diinginkan.

7
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahsan diatas dapat diambil bebrapa kesimpulan sebagai berikut :
a. Pusat investasi adalah suatu pusat pertanggungjawaban dalam suatu
organisasi untuk menilai kinerja para manajernya berdasarkan pada laba
yang diperoleh dan dihubungkan dengan dana investasi.
b. Dua tolak ukur evaluasi kinerja untuk pusat investasi yaitu Return On
Investment (ROI) dan Residual Income (RI)
c. RI ataupun ROI menitikberatkan pada pengaruh kinerja investasi yang lebih
rendah terhadap kinerja laba dan menyediakan suatu ukuran tunggal. Alasan
ini adalah untuk memotivasi manajer lebih berhati-hati terhadap
penambahan investasi baru yang tidak mendatangkan laba.
d. Secara konsep nilai dari suatu unit usaha adalah nilai saat ini dari aliran
pendapatan dimasa depan. Ini dihitung dengan mengestimasi Cas Flow
untuk masing-masing tahun dan dipotong masing-masing aliran tahunan
pada tingkat pendapatan yang diinginkan.

3.2 Saran
Perusahaan sebaiknya selalu melakukan pusat incvestasi untuk menghitung
seberapa besar kontribusi investasi atau aktiva yang digunakan dalam
memperoleh laba dalam suatu periode, sehingga dapt dijadikan pertimbangan
dalam melakukan investasi atau melakukan manajemen terhadap aktiva untuk
memperoleh laba yang lebih besar.

8
DAFTAR PUSTAKA
Halim, Abdul, dkk, (2009), Sistem Pengendalian Manajemen, Yogjakarta; UPP
STIM YKPN