Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK 5

A. Agung Anugrah Adi Putra 36118001


Nurul Hikmah Ramadhan 36118039
Alika Ahyani Bahrir 36118051
Yuniar Dwi Darmayanti 36118057

Contoh perhitungan Budget Capital


PT Duta merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan
menghabiskan dana sebesar Rp750.000.000. Dana tersebut Rp100.000.000
merupakan modal kerja dan sisanya merupakan modal tetap mempunyai umur
ekonomis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia ekonomis diperkirakan sebagai
berikut:
Tahun Pendapatan tunai
1 400.000.000
2 450.000.000
3 500.000.000
4 550.000.000
5 600.000.000
Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40% dan biaya tetap tunai selain
penyusustan sebesar 20.000.000 per tahun. Pajak yang diperhitungkan 30% dan
tingkat yang diharapkan 18%.
Dari data tersebut apakah proyek investasi tersebut layak dijalankan? Gunakan 5
metode penilaian!
JAWABAN:
Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow (dalam ribuan)
KETERANGAN Tahun1 Tahun2 Tahun3 Tahun4 Tahun5
Penjualan 400.000 450.000 500.000 550.000 600.000
Biaya Variabel 160.000 180.000 200.000 220.000 240.000
Bia Tetap Tunai 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000
Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000
Total Biaya 280.000 300.000 320.000 340.000 360.000
Laba Sbl Pajak 120.000 150.000 180.000 210.000 240.000
Pajak 30% 36.000 45.000 54.000 63.000 72.000
Laba Setelah Pajak 84.000 105.000 126.000 147.000 168.000
Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000
Nilai Residu - - - - 150.000
Modal Kerja - - - - 100.000
Cashflow 184.000 205.000 226.000 247.000 518.000

Analisa Kelayakan:
1. Accounting Rate of Return
(84.000+105.000+126.000+147.000+168.000)/5
ARR ¿ × 100% = 28%
(750.000+150.000)/2
Karena tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18% ,maka menurut metode
ini investasi layak untuk dijalankan.
2. Payback Period
Investasi                        750.000
Cashflow th1                 184.000
566.000
Cashflow th2                 205.000
361.000
Cashflow th3                 226.000
135.000
Cashflow th 4                247.000

135.000
Payback Periode = 3 tahun +  ×1 tahun = 3,55 (3 tahun 5 bulan 5 hari)
247.000
Jika target kembalinya investasi 4 tahun, maka investasi ini layak ,karena PBP
lebih kecil disbanding dengan target kembalinya investasi.
3. Net Present Value
Tabel Perhitungan Net Present Value r = 18%
Tahun Cashflow Discount Factor R =18% Present Value Of Cashflow
1 184.000.000 0,847 155.848.000
2 205.000.000 0,718 147.190.000
3 226.000.000 0,609 137.634.000
4 247.000.000 0,516 127.452.000
5 518.000.000 0,437 226.366.000
Total Present Value of Cashflow 794.490.000
Present Value of Investment 750.000.000
NPV 44.490.000
Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%, ternyata
diperoleh NPV sebesar Rp.44.490.000,- Artinya dengan NPV positif  maka proyek
investasi ini layak untuk dilaksanakan.
4. Internal Rate of Return
Tabel Perhitungan Net Present Value r = 24%
Tahun Cashflow Discount Factor R =24% Present Value Of Cashflow
1 184.000.000 0,806 148.304.000
2 205.000.000 0,650 133.250.000
3 226.000.000 0,524 118.424.000
4 247.000.000 0,423 104.481.000
5 518.000.000 0,341 176.638.000
Total Present Value of Cashflow 681.097.000
Present Value of Investment 750.000.000
-68.903.000
Dengan demikian :
rr          =  18 %                                     NPVrr  = 44.490.000
rt           =  24%
TPVrr   =  794.490.000,-
TPVrt   =  681.097.000,-
NPVrr
IRR ¿ rr+ ×(rt−rr)
TPVrr−TPVrt
44.490 .000
IRR ¿ 18 %+ ×(24 %−18 %)
794.490 .000−681.097 .000
IRR = 20,35%
Karena IRR yang diperoleh lebih besar dari tingkat keuntungan yang disyaratkan
maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.
5. Profitability Index
PV of Cashflow
Profitability Index (PI) ¿
Investasi
794.490.000
Profitability Index (PI) ¿ =1,06
750.000.000
Karena PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan layak.
Berikut data untuk menyusun operating budget bulan Pebruari & Maret
2011 pada PT. SATRIA :

  Selama Januari 2011 dpt menjual 50.000 unit Produk dan diharapkan akan
selalu meningkat 20% pada bulan berikutnya, dg harga jual Rp 7.500 per unit.

  Persediaan produk jadi per 31 Januari 2011 adalah 12.000 unit. Diharapkan
persediaan akhir produk jadi sebesar 30% dari unit penjualan bulan yang lalu.

  Unt memproduksi per unit produk dibutuhkan 0,30 liter Bahan A seharga
Rp 5.000/liter dan 0,20 liter Bahan B seharga Rp 8.000/liter

  Persediaan bahan per 31 Januari 2011 adalah 6.000 unit Bahan A dan 4.000
unit Bahan B. Diharapkan persediaan akhir bahan sebesar pemakaian unt
memproduksi 30% unit penjualan bulan bersangkutan.

  Unt memproduksi per unit produk dibutuhkanjam 0,10 jam kerja buruh
langsung di Dept. Processing dg upah Rp 6.000/jam dan 0,05 jam kerja
buruh langsung di Dept. Finishing  dg upah Rp 4.000/jam.

  Biaya overhead variabel dibebankan ke produk dg tarip Rp 4.000 per jam


kerja buruh langsung dan biaya overhead tetap dianggarkan sebesar Rp
25.200.000 per bulan.

  Biaya penjualan variabel Rp 200 per unit penjualan, sedang biaya penjualan
tetap dan biaya administrasi tetap dianggarkan masing-masing 10% dan 5%
dari penjualan.

Diminta : susunlah operating budget unt bulan Pebruari & Maret


2011 sbb :

a)      Sales budget
b)      Units production budget
c)      Units direct material usage budget
d)     Direct material purchases budget
e)      Direct materials cost budget
f)       Direct labor cost budget
g)      Factory overhead cost budget
h)      Unit cost of ending finished goods inventory budget
i)        Cost of goods sold budget
j)        Projected income statement

JAWAB SOAL II :

PT. SATRIA
Anggaran Penjualan – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
Unit pPenjualan* 60.000 Unit 72.000 Unit
Harga per unit Rp 7.500 Rp 7.500
TOTAL Rp 450.000.000 Rp 540.000.000
PENJUALAN

* Unit penjualan meningkat 20% pada bulan berikutnya


         Unit penjualan Peb = 120% x 50.000 U = 60.000 U
         Unit penjualan Mar = 120% x 60.000 U = 72.000 U

PT. SATRIA
Anggaran Produksi – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
Unit penjualan 60.000 Unit 72.000 Unit
Unit persediaan akhir yg 15.000 Unit 18.000 Unit
diharapkan*
Total unit yg dibutuhkan 75.000 Unit 90.000 Unit
Unit persediaan awal (12.000) Unit (15.000) Unit
UNIT YG DIPRODUKSI 63.000 Unit 75.000 Unit

* Unit persediaan akhir produk jadi = 30% x unit penjualan bualn lalu
         Unit persediaan 28 Peb = 30% x penjualan Jan 50.000 U = 15.000 U
         Unit persediaan 31 Mar = 30% x penjualan Peb 60.000 U = 18.000 U

PT. SATRIA
Anggaran Pemakaian Bahan – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
BAHAN A :
Unit produksi 63.000 Unit 75.000
Unit
Pemakaian per unit 0,30 liter 0,30 liter
PEMAKAIAN BAHAN A UNT 18.900 liter 22.500
PRODUKSI liter

BAHAN B :
Unit produksi 63.000 Unit 75.000
Unit
Pemakaian per unit 0,20 liter 0,20 liter
PEMAKAIAN BAHAN B UNT 12.600 liter 15.000
PRODUKSI liter

PT. SATRIA
Anggaran Pembelian Bahan – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
BAHAN A :
Total pemakaian Bahan A untuk 18.900 liter 22.500 liter
produksi
Unit persediaan akhir yg diharapkan* 5.400 liter 6.480 liter
Total unit yg dibutuhkan 24.300 liter 28.980 liter
Unit persediaan awal (6.000) liter (5.400) liter
UNIT YG DIBELI 18.300 liter 23.580 liter
Harga pokok per liter Rp 5.000 Rp 5.000
Harga pokok pembelian BAHAN A Rp  91.500.000 Rp
117.900.000

BAHAN B :
Total pemakaian Bahan B untuk 12.600 liter 15.000 liter
produksi
Unit persediaan akhir yg diharapkan* 3.600 liter 4.320 liter
Total unit yg dibutuhkan 16.200 liter 19.320 liter
Unit persediaan awal (4.000) liter (3.600) liter
UNIT YG DIBELI 12.200 liter 15.720 liter
Harga pokok per liter Rp 8.000 Rp 8.000
Harga pokok pembelian BAHAN B Rp  97.600.000 Rp
125.760.000
TOTAL BIAYA PEMBELIAN Rp Rp
BAHAN 189.100.000 243.660.000

Unit persediaan akhir bahan = pemakain x 30% x unit penjualan bulan bersangkutan
# BAHAN A :
         Unit persediaan 28 Peb = 0,30 liter x 30% x penjualan Peb 60.000 U = 5.400 liter
         Unit persediaan 31 Mar = 0,30 liter x 30% x penjualan Mar 72.000 U = 6.480 liter
# BAHAN B :
         Unit persediaan 28 Peb = 0,20 liter x 30% x penjualan Peb 60.000 U = 3.600 liter
        Unit persediaan 31 Mar = 0,20 liter x 30% x penjualan Mar 72.000 U = 4.320 liter

PT. SATRIA
Anggaran Biaya Bahan – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
BIAYA BAHAN A :
Total pemakaian Bahan A untuk 18.900 liter 22.500 liter
produksi
Harga pokok per liter Rp 5.000 Rp 5.000
Total biaya BAHAN A Rp 94.500.000 Rp
112.500.000

BIAYA BAHAN B :
Total pemakaian Bahan B untuk 12.600 liter 15.000 liter
produksi
Harga pokok per liter Rp 8.000 Rp 8.000
Total biaya BAHAN B Rp Rp
100.800.000 120.000.000
TOTAL BIAYA BAHAN Rp Rp
195.300.000 232.500.000

PT. SATRIA
Anggaran Biaya Buruh Langsung  – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
DEPT. PROCESSING
Unit produksi 63.000 Unit 75.000 Unit
Jam kerja langsung per unit 0,10 jam 0,10 jam
Total jam kerja langsung 6.300 Jam 7.500 Jam
Upah per jam Rp 6.000 Rp 6.000
Total biaya buruh langsung DEPT. Rp 37.800.000 Rp 45.000.000
PROCESSING

DEPT. FINISHING
Unit produksi 63.000 Unit 75.000 Unit
Jam kerja langsung per unit 0,05 jam 0,05 jam
Total jam kerja langsung 3.150 Jam 3.750 Jam
Upah per jam Rp 4.000 Rp 4.000
Total biaya buruh langsung DEPT. Rp 12.600.000 Rp 15.000.000
FINISHING
TOTAL BIAYA BURUH LANGSUNG Rp 50.400.000 Rp 60.000.000

PT. SATRIA
Anggaran Biaya Overhead Pabrik  – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
BIAYA OVERHEAD VARIABEL
Total jam kerja langsung Dept. Processing 6.300 Jam 7.500 Jam
Total jam kerja langsung Dept. Finishing 3.150 Jam 3.750 Jam
Total jam kerja langsung 9.450 jam 11.250 jam
Tarip overhead variabel per jam kerja Rp 4.000 Rp 4.000
langsung
Total biaya overhead variabel Rp 37.800.000 Rp 45.000.000
Total biaya overhead tetap 25.200.000 25.200.000
TOTAL BIAYA OVERHEAD Rp 63.000.000 Rp 70.200.000

PT. SATRIA
Anggaran Biaya Overhead Pabrik  – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
Total biaya bahan Rp 195.300.000 Rp 232.500.000
Total biaya buruh langsung 50.400.000 60.000.000
Total biaya overhead pabrik 63.000.000 70.200.000
TOTAL BIAYA PRODUKSI Rp 308.700.000 Rp 362.700.000
Unit produksi (:)   63.000 unit (:)  75.000 unit
BIAYA PRODUKSI PER UNIT Rp 4.900 Rp 4.836

PT. SATRIA
Anggaran Harga Pokok Penjualan  – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
TOTAL BIAYA PRODUKSI Rp 308.700.000 Rp 362.700.000
Harga pokok persediaan awal* 58.800.000 73.500.000
Harga pokok produk tersedia dijual Rp 367.500.000 Rp 436.200.000
Harga pokok persediaan akhir** (73.500.000) (87.048.000)
HARGA POKOK PENJUALAN Rp 294.000.000 Rp 349.152.000

* Harga pokok persediaan awal :


         Persediaan awal Peb = Persediaan akhir Jan = 12.000 unt x HP Jan Rp 4.900 = Rp  58.800.000
         Persediaan awal Mar = Persediaan akhir Peb = 15.000 unit x  HP Peb Rp 4.900 = Rp 73.500.000

** Harga pokok persediaan akhir :


         Persediaan akhir Peb = 15.000 unit x  HP Peb Rp 4.900 = Rp 73.500.000
         Persediaan akhir Mar = 18.000 unit x  HP Mar Rp 4.836 = Rp 87.048.000

PT. SATRIA
Proyeksi Laporan Laba Rugi  – Bulan Pebruari dan Maret 2011
PEBRUARI MARET
Total penjualan Rp  450.000.000 Rp  540.000.000
Harga pokok penjualan 294.000.000 349.152.000
LABA KOTOR Rp  156.000.000 Rp 190.848.000
Biaya operasi :
Biaya penjualan* Rp   57.000.000 Rp  68.400.000
Biaya administrasi** 22.500.000 27.000.000
TOTAL BIAYA OPERASI Rp  79.500.000 Rp   95.400.000
LABA BERSIH Rp 76.500.000 Rp    95.448.000

*Biaya penjualan :
Peb = (penjualan Peb 60.000 x Rp 200) + (10% x Rp 450.000.000) = Rp 57.000.000
Mar = (penjualan Mar 72.000 x Rp 200) + (10% x Rp 540.000.000) = Rp 68.400.000
*Biaya administrasi :
Peb = 5% x Rp 450.000.000 = Rp 22.500.000
Mar = 5% x Rp 540.000.000 = Rp 27.000.000

Prinsip-prinsip apa saja yang harus diperhatikan dalam menyusun anggaran


yang baik?
1.Management involvement. Merupakan keterlibatan manajemen dalam
penyusunan rencana mempunyai makna bahwa manajemen mempunyai
komitmen yang kuat untuk mencapai segala sesuatu yang direncanakan.
2.Organizational adaption. Suatu rencana keuangan harus disusun berdasarkan
struktur organisasi dimana ada ketegasan wewenang dan tanggung jawab.
Seorang manajer tidak dapat memindahkan tanggung jawab atas suatu
pekerjaan walaupun dia dapat melimpahkan sebagian wewenangnya kepada
bawahannya.
3.Responsibility accounting. Agar rencana keuangan dapat dilaksanakan dengan
baik, maka harus didukung adanya suatu system responsibility accounting yang
polanya disesuaikan dengan pertanggung jawaban manajemen keuangan
perusahaan.
4.Goal orientation. Penetapan tujuan yang realistris akan menjamin
kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
5.Full communication. Suatu perencanaan dan pengendalian dapat berjalan
secara efektif apabila antara tingkatan manajemen mempunyai pemahaman yang
sama tentang tanggung jawab dan sasaran yang akan dicapai.
6.Realistic expectation. Dalam perencanaan, manajemen harus mentepakan
sasaran yang realistis, artinya memungkinkan dapat dicapai. Maka sebaiknya
manajemen harus menghindari konservatisme dan optimisme yang berlebihan
yang menjadikan sasaran tidak dapat dicapai.
7.Timeliness. Laporan-laporan mengenai realisasi rencana harus diterima
manajer yang berkompeten tepat pada waktunya agar informasi tersebut
berguna bagi manajemen.
8.Flexible application. Pernecanaan tidak boleh kaku tetapi harus terdapat celah
untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi.
9.Reward and punishment. Manajemen harus melakukan penilaian kinerja
manajer berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan. Jadi manajer yang
kinerjanya dibawah atau melebihi standar harus dapat diketahui sehingga
pemberian suatu reward atau punishment oleh manajemen menjadi transparan.