Anda di halaman 1dari 6

Konsultasi Pemeriksaan Muskuloskeletal / Orthopedi

LABORATORIUM DIAGNOSIS KLINIK VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS UDAYANA JALAN RAYA SESETAN, GANG MARKISA No 6 BANJAR
GADUH DENPASAR BALI

Tanggal : _______________________________________
Nama Hewan : _______________________________________
Pemilik Ibu/Bapak/Nona : _______________________________________
Alamat / telepon : _______________________________________
Ras : _______________________________________
Ukuran tubuh : kecil / sedang / besar / jumbo
Bobot badan : _______________________________________
Jenis kelamin : jantan / jantan kebiri / betina / betina disteril
Keparahan pincang : _______________________________________
Onset pincang : cepat / lamban
Mohon selanjutnya bila perlu dirujuk ke Tabel 1.
Dokter Hewan Jaga : _______________________________________
Pemeriksa : _______________________________________

Pemeriksaan Observasi Muskuloskeletal


1. Apakah hewan mengalami gangguan dalam hal
: Berjalan ?
berlari ?
Memanjat ?
Melompat ?
2.Apakah hewan saat melangkah melakukan “head bob” ?
3.Apakah hewan melangkah pendek-pendek pada kaki tertentu ?
4.Apakah hewan mengangkat salah satu kakinya ?
5. Apakah pada saat melangkah terdengar suara ”klik” ?

Pemeriksaan Palpasi dan Manipulasi Muskuloskeletal


6. Apakah dirasakan / teramati adanya radang local ?
Rasa nyeri ?
Bengka ? Hangat
/ panas ?
Kemerahan ?
Fungsi menurun ?
Berapa anaknya ?
7. Apakah ditemukan adanya perubahan pada otot ?
Atrofi otot?
Tremor otot ?
Ada luka gigit pada otot ?
8. Apakah pada otot dan sendi ditemukan keadaan berikut ?
Otot-otot kendor
Ada penumpukan cairan pada otot dan sendi
Gerakan sendi terbatas, jika dibandingkan
dengan sendi kontralateral.
Apakah kekokohan sendi menurun.

9. Apakah ada cidera / injuri pada muskulus iliopsoas ?


10. Apakah ada luksasio patella medialis ?
11. Apakah ada subluksasio pada sejumlah sendi ?
12. Apakah terjadi pembesaran secara abnormal diameter (metafisis)
tulang panjang ?
13. Apakah palpasi diafisis tulang panjang menimbulkan rasa nyeri ?
14. Apakah bahu menunjukkan rasa nyeri dan disertai pincang perakut saat
dipalpasi ?
15. Apakah nyeri dan kepincangan, disertai dengan demam dan anoreksia ?
16. Apakah ada pengalihan beban bobot badan dari kaki yang bermasalah ke
kaki yang normal ?
17. Apakah punggung melengkung (membusur / arched back), saat beban tubuh
dialihkan ke kaki depan atau belakang ?
18. Apakah kaki depan / belakang berdiri ngangkang ?
19. Apakah ada digit yang mengembang (spread further apart) ?
20. Apakah ada kuku pada kaki tertentu tumbuh lebih panjang dibandingkan
dengan kaki lain ?
21. Apakah pada digit, ditemukan adanya

22. Apakah hewan menciderai dirinya (self trauma) ?


23. Apakah ada perbedaan konformasi yang jelas pada kaki atau antar kaki ?
24.Apakah ada informasi tambahan yang mendukung pemeriksaan ?
25. Pemeriksaan Hip Displasia :
Apakah hewan mengalami pincang ?
Apakah cara hewan melangkah normal ?
Apakah hewan bersedia berlatih (exercise)
seperti, berjalan, berlari, dan melompat
misalnya ?
Apakah terjadi atrofi pada otot-otot pelvis ?
Lakukanlah manuver (guna memeriksa
kekakuan sendi) untuk mendapatkan tanda-
tanda : Barlow; Ortolani; dan Barden !?
Bagaimana hasil pemeriksaan radiografi
(terhadap pelvis dan tulang femur) ?

Pemeriksaan Radiografi untuk Muskuloskeletal


26 Lakukan pemotretan dengan sinar Röntgen
dengan pandangan :
1. Kranio kaudal
2. Lateromedial

Pemeriksaan arthrosentesis , dengan melakukan analisis terhadap cairan sendi


yang dikoleksi (lihat Tabel 2)
Tabel 1 Riwayat dan signalemen anjing dan kucing dengan gejala pincang
Keadaan Predisposisi ukuran anjing Ras seks Tk Umur Onset Perjalanan
Ke- Se- Be- Jum- Ku- pin saat penyakit
cil dang sar bo cing cang onset

Hip displasia + 2+ 3+ 3+ + Bbrp ras II Muda, Lamban Berkembang


Dewasa perlahan,
progresif,
kerap
bilateral
Sindrom 2+ 2+ 3+ 3+ + Rotweillr, Jantan Variasi Dewasa Variasi Berkembang
cruciate Labrador, Kebiri, perlahan,
new fo- Betina progresif,
undland, Histe- kerap
stafford- rekto- bilateral
shire ter- mi
rier
Luksasio 3+ 2+ + + + Toy Betina I, II, III Muda, Lamban Intermiten,
patella Dewasa progresif,
medialis kerap
bilateral
Luksasio + + 2+ 3+ + Retriever I, II, III Muda, Lamban Intermiten,
patella berambut Dewasa progresif,
lateralis flat, Gre-at kerap
Dane, bilateral
Saint Ber-
nard, Irish
wolf-hound
Tenosinovitis + + 2+ + I, II Dewasa Lamban Intermiten,
bisipitalis progresif,
terkadang
bilateral
Mineralisasi + + 2+ Rottweiller I, II Dewasa Lamban Intermiten,
tendon su- Labrador progresif,
praspinatus terkadang
bilateral
Tabel 1. Lanjutan

Keadaan Predisposisi ukuran anjing Ras seks Tk Umur Onset Perjalanan


Ke- Se- Be- Jum- Ku- pin saat penyakit
cil dang sar bo cing cang onset

Neoplasia + + 3+ 3+ + I, II Dewasa Lamban Progresif


Panosteitis + 3+ 3+ + Gembala Jantan II Muda, Cepat Variasi, bisa
Jerman Dewasa smbuh sen-
diri, pada
beberapa
kaki
Osteokhondro- + 2+ 3+ 3+ Rottweiller, Jantan II Muda Lamban Berkembang
sis Labrador, perlahan,
Gembala progresif,
Jerman, kerap
Great bilateral
Dane
Leg-Calve 3+ Terrier, Toy II Muda, Lamban Progresif,
perthes Dewasa terkadang
disease bilateral
Fragmentasi + 3+ 2+ Rottweiller, Jantan I, II Muda, Lamban Perlahan,
prosesus Labrador, Dewasa progresif
koronoideus Golden
Retri ever,
Gemba la
Jerman,
New Found
land, Chow
Chow,
Barne se
Montain
Dog
Prosesus 2+ 3+ + Gembala Jantan II, III Muda Lamban Perlahan,
anconeus yg Jerman, progresif
tdk menyatu Basset Ho-
und, Eng-
lish Bulldog
Osteodistrofi + 3+ 3+ III Muda Cepat Variasi, bisa
Hipertrofi sembuh sen-
diri, pada be-
berapa kaki,
sangat nyeri,
anoreksia,
demam
Keterangan : 3+, sering; 2+, kadang-kadang; +, jarang Sumber : Ford dan Mazzaferro, 2006.
Normal Degene- Hemar- Rheuma- Lupus Eri Neoplasia Aseptis Septis
ratif throsis thoid tematosa
(LE)
Warna bening kuning Merah kuning kuning kuning kuning kuning
atau pucat atau agak atau agak atau agak atau agak atau spt
warna merah merah merah merah merah
jerami darah darah darah darah darah

Kekeruh- bening bening seperti sedikit sedikit sedikit sedikit keruh


an/Turbi- sedikit ada da- keruh hi- keruh hi- keruh hi- keruh hi- hingga
ditas keruh rah ngga ngga ngga ngga bernanah
kekeruhan kekeruhan kekeruhan kekeruhan
sedang sedang sedang sedang

Kekenta- normal normal Menurun menurun menurun menurun menurun menurun


lan / vis-
kositas
Mucin baik baik Sedang buruk sedang baik sedang buruk
clot
Sel jarang sedikit Banyak sedikit sedikit sedikit sedikit sedang
darah hingga hingga hingga hingga
merah sedang sedang sedang sedang

Sel 0,1-0,2 sedikit Sedang nyata nyata sedang Sedang nyata


darah x103 µL hingga
putih nyata

Netrofil 1-10% sedikit Sedang banyak banyak sedang sedang Banyak

Limfosit 50-60% sedang Sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit sedikit


hingga hingga
sedang sedang

Makrofag jarang sedang Sedikit sedikit sedikit sedang sedang sedikit


hingga
sedang
Sumber : Ford dan Mazzaferro, 2006