Anda di halaman 1dari 13

BAB VII

BIAYA MODAL
(COST OF CAPITAL)

Pendahuluan
Materi Biaya Modal (Cost of Capital) akan menjelaskan mengenai
pengertian dan pentingnya biaya modal, jenis-jenis biaya modal dan bagaimana
menghitungnya, serta bagaimana penggunaan analisis biaya modal dalam menilai
suatu kebijakan pendanaan yang dilakukan oleh CFO. Sebagaimana telah
diketahui bahwa ketika perusahaan membutuhkan dana untuk dibelanjakan
(dialokasikan) pada kegiatan investasi, baik pendanaan jangka pendek maupun
pendanaan jangka panjang, baik pendanaan internal maupun pendanaan eksternal.
Apakah keputusan pendanaan (financing decision) yang akan dilakukan oleh
CFO akan diputuskan begitu saja tanpa perhitungan? Tentunya tidak!
Materi Biaya Modal dimaksudkan sebagai bekal bagi mahasiswa untuk
melaksanakan tugas-tugas dalam menilai rencana pendanaan atas suatu investasi
yang akan dilakukan perusahaan. Oleh karena itu, dengan mengikuti materi ini
mahasiswa dapat membantu CFO dalam menilai kebijakan pendanaan, khususnya
pendanaan jangka panjang dari suatu rencana investasi yang akan dilakukan oleh
perusahaan sesuai kondisi yang dihadapi.

7.1 Pengertian Biaya Modal


Biaya Modal (cost of capital) adalah biaya yang harus dikeluarkan atau
harus dibayar untuk mendapatkan modal dalam membiayai investasi Perusahaan.
Biaya modal ini menjadi dasar perbandingan dengan tingkat keuntungan yang
diharapkan. Dalam hal ini, hanya modal (dana) jangka panjang saja yang
diperhitungkan karena konsep biaya modal hanya relevan untuk keputusan jangka
panjang. Keputusan jangka panjang itu, khususnya menyangkut masalah
keputusan investasi pada aktiva tetap atau secara luas masalah Penganggaran
Modal (capital budgeting).

Bab 7. Biaya Modal 87


Konsep Biaya Modal didasarkan pada hubungan antara pemilik modal
(owners) dan pengguna modal (users) sebagaimana diilustrasikan pada Gambar
7.1 sebagai berikut:
Penyerahan Dana

OWNERS Kompensasi
USERS

RRoR CoC
____________________________
Gambar 7.1. Konsep dasar hubungan antara RroR dengan CoC

Gambar 7.1 di atas menunjukkan bahwa pemilik modal (owners)


menyerahkan dana kepada pengguna modal (users) maka sebagai timbal baliknya,
pengguna modal menyerahkan kompensasi kepada pemilik modal sebagai
keuntungan bagi pemilik modal (required rate of return/RRoR). Dengan
demikian kompensasi yang diserahkan oleh pengguna modal sebagai biaya modal
(cost of capital/CoC) bagi pengguna modal.
Sebagai gambaran tentang berbagai jenis pemilik modal dan pengguna
modal dapat ditunjukkan pada Tabel 7.1.
Tabel 7.1. Jenis-jenis Pemilik Modal dan Pengguna Modal pada Konsep Biaya
Modal

Pemilik Modal (Owners) Pengguna Modal (Users)


Jenis RRoR Jenis CoC
Investor Emiten
Bond Holders Bond Yield Cost of Debt (ki)
Stockholders Dividend Yield Cost of Equity (ke)
Creditor Interest Rate Debitor Cost of Debt (ki)

7.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya Modal


Secara umum, yang mempengaruhi besarnya biaya modal adalah besarnya
required rate of return (tingkat keuntungan yang diisyaratkan) yang dilihat dari
pihak dari investor maupun perusahaan. Dari pihak investor, tinggi rendahnya
tingkat keuntungan yang diiisyaratkan merupakan pencerminan atau dipengaruhi

Bab 7. Biaya Modal 88


oleh tingkat risiko, aktiva yang dimiliki dan struktur modal serta faktor
manajemen. Sedangkan bagi perusahaan, tingkat keuntungan yang diminta oleh
pemegang saham merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan
modal dari pemegang saham. Biaya modal juga dapat diukur dengan Rate of
Return Minimum dari investasi baru yang dilakukan perusahaan, tentu dengan
asumsi bahwa tingkat risiko investasi baru tersebut sama dengan risiko aktiva
yang dimiliki perusahaan saat ini.
Tinggi rendahnya tingkat keuntungan yang diminta dipengaruhi oleh
tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate) dan risk premium untuk
mengkompensasikan risiko yang melekat pada surat berharga (sekuritas). Dengan
demikian, maka tingkat keuntungan yang diminta (required rate of return
=RRoR) dihitung dengan Persamaan 7.1.
RRoR  Rf  Rp (7.1)
Keterangan:
RRoR adalah tingkat keuntungan yang diminta
Rf adalah tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate)
Rp adalah premi risiko (risk premium)

Tingkat keuntungan bebas risiko (risk free rate) dipengaruhi oleh dua
faktor, yaitu:
1. Tingkat inflasi yang diharapkan
2. Permintaan dan Penawaran dana dalam ekonomi secara keseluruhan
Sedangkan risk premium dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu:
1. Risiko Usaha (Business risk)
Business risk ditunjukkan oleh variabilitas laba sebelum bunga dan pajak
(Earning Before Interest and Tax = EBIT) yang ditentukan oleh variabilitas
penerimaan penjualan dan biaya operasi serta operating leverage yang
digunakan perusahaan.
2. Risiko Keuangan (financial risk)
Financial risk ditunjukkan oleh tingkat variabilitasi laba per lembar saham
(earning per share = EPS) karena penggunaan dana dengan beban tetap
seperti utang dan saham preferen.

Bab 7. Biaya Modal 89


3. Marketability risk atas Surat Berharga
Marketability risk menunjukkan kemampuan investor untuk menjual dan
membeli surat berharga perusahaan dengan cepat dan mudah tanpa menderita
kerugian.
4. Risiko Tingkat Suku Bunga (interest rate risk)
Interest rate risk menunjukkan variabilitas tingkat keuntungan atas surat
berharga yang disebabkan oleh perubahan tingkat bunga.
Hubungan antara tingkat risiko dengan tingkat keuntungan secara grafis
ditunjukkan pada Gambar 7.2.

Tingkat Keuntungan (%)

Saham Biasa

Saham Preferen

Utang Perusahaan

Utang Jangka Panjang

Rf

0 Risiko
_______________________________
Gambar 7.2. Hubungan antara Tingkat Keuntungan dengan Risiko

7.3 Jenis-jenis Biaya Modal Individual


Jenis-jenis biaya modal berdasarkan sumber modal yang tersedia bagi
perusahaan meliputi:
1. Biaya Modal Sendiri (Cost of Equity = ke)
Biaya modal sendiri adalah beban yang ditanggung oleh perusahaan atas
penggunaan modal sendiri (ekuitas), seperti saham biasa, saham preferen,
maupun laba ditahan. Perhitungan biaya modal ketiga jenis pendanaan ekuitas
tersebut menggunakan pendekatan yang berbeda sebagaimana diuraikan
sebagai berikut:

Bab 7. Biaya Modal 90


1) Biaya Modal Saham Biasa (ks)
Biaya modal saham biasa pada dasarnya merupakan dividend yield yang
dibayar oleh emiten kepada investor. Oleh karena itu, besarnya biaya
modal saham biasa sangat ditentukan oleh besarnya tingkat keuntungan
yang diharapkan oleh investor. Untuk menghitung besarnya biaya modal
saham biasa dapat digunakan beberapa pendekatan sebagai berikut:
a) Pendekatan Dividend Discount Model
Pendekatan ini didasarkan pada kondisi bahwa saham biasa jatuh
tempo tidak terbatas sehingga estimasi dividend yield didasarkan pada
dividend yield tahun 1 kemudian ditambahkan estimasi dividen pada
masa yang akan dating sebagaimana ditunjukkan pada Persamaan 7.2,
7.3, dan Persamaan 7.4 sebagai berikut:
D1
ks  g (7.2)
P0
g  (Re tention Rate)(Re turn on Equity)
 EAT 
g  1  payout rate  (7.3)
 Equity 
 DPS  EAT 
g  1    (7.4)
 EPS  Equity 

Contoh 7.1.
Perusahaan “The Blues” menawarkan dividen kepada investornya pada
tahun pertama atas saham yang diterbitkan senilai Rp 1.200,00 per
lembar. Dividen ini diperkirakan meningkat 2 persen per tahun dengan
jumlah yang tetap. Harga pasar saham Rp 12.000,00 per lembar.
Hitunglah besarnya biaya modal ekuitas (cost of equity = ke)
Perusahaan “The Blues”.

Penyelesaian:
Dengan menggunakan Persamaan 7.2 dapat dihitung biaya modal
ekuitas (cost of equity = ke) sebagai berikut:
1.200
ke   2%
12.000
 12%

Bab 7. Biaya Modal 91


Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa untuk
menerbitkan saham, Perusahaan “The Blues” mengeluarkan biaya
sebesar 12% dari setiap dana yang diperoleh. Sebaliknya bagi investor
akan mendapatkan tingkat keuntungan (rate of return) sebesar 12%.
b) Pendekatan Capital Asset Pricing Model
Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa biaya modal saham
biasa adalah identik dengan tingkat keuntungan saham biasa secara
matematis ditunjukkan pada Persamaan 7.5.
 
Ri  R f  E( RM )  R f i (7.5)

Keterangan:
Ri adalah tingkat keuntungan yang diharapkan atas suatu saham
Rf adalah tingkat keuntungan investasi bebas risiko
E(RM) adalah ekspektasi tingkat keuntungan pasar
βi adalah risiko fundamental saham

Contoh 7.2.
Manajemen Perusahaan “The Reds” memutuskan untuk menerbitkan
saham sebagai upaya memenuhi kebutuhan pendanaan atas investasi
yang direncanakan oleh perusahaannya. Diperkirakan beta saham “The
Reds” tersebut adalah 1,25; tingkat suku bunga investasi bebas risiko
yang diindikasikan oleh tingkat suku bunga SBI adalah 8% sedangkan
ekspektasi return pasar adalah 10%. Hitunglah besarnya biaya modal
ekuitas Perusahaan “The Reds”.

Penyelesaian:
Dengan menggunakan Persamaan 7.5 dapat dihitung besarnya biaya
modal ekuitas Perusahaan “The Reds” sebagai berikut:
ke  8%  10%  8%  x 1,25
 10,5%

Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa untuk


menerbitkan saham, Perusahaan “The Reds” mengeluarkan biaya
sebesar 10,5% dari setiap dana yang diperoleh. Sebaliknya bagi

Bab 7. Biaya Modal 92


investor akan mendapatkan tingkat keuntungan (rate of return) sebesar
10,5%.
2) Biaya Modal Saham Preferen (kp)
Pada dasarnya, perhitungan biaya modal saham preferen sama dengan
perhitungan biaya modal saham biasa yang didasarkan pada dividend
yield. Oleh karena saham preferen tidak perdagangkan maka besarnya
biaya modal saham preferen dapat dihitung dengan Persamaan 7.6.
DP
kP  (7.6)
P0

Contoh 7.3.
Perusahaan Amanda menerbitkan saham preferen untuk mendapatkan
pendanaan dari investor. Perusahaan ini menawarkan dividen sebesar Rp
5.000,00 per lembar. Harga pasar saham ini Rp 55.000,00 per lembar.
Hitunglah besarnya biaya modal saham preferen Perusahaan Amanda
tersebut.

Penyelesaian:
Dengan menggunakan Persamaan 7.6 dapat dihitung besarnya biaya modal
saham preferen sebagai berikut:
5.000
kp 
55.000
 9,09%

Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa untuk


menerbitkan saham preferen, Perusahaan “Amanda” mengeluarkan
biaya sebesar 9,09% dari setiap dana yang diperoleh. Sebaliknya bagi
investor akan mendapatkan tingkat keuntungan (rate of return) sebesar
9,09%.

2) Biaya Utang (Cost of Debt = kd)


Biaya Utang Perusahaan adalah beban yang dikeluarkan oleh perusahaan
sehubungan dengan penggunaan modal pinjaman yang besarnya adalah

Bab 7. Biaya Modal 93


sebesar tingkat keuntungan yang diminta (required rate of return) oleh
debitur/investor (pemilik modal). Besarnya tingkat keuntungan yang
diminta debitur/investor adalah sama dengan tingkat bunga yang
menyamakan present value penerimaan pada masa yang akan datang
berupa bunga (I) dan pembayaran pokok pinjaman (P) dengan dana yang
diberikan saat ini (harga surat berharga = Po).
Untuk menghitung besarnya biaya modal utang sangat bergantung pada
jenis pendanaan utang yang digunakan oleh perusahaan. Salah satu jenis
pendanaan utang yang menjadi pilihan bagi perusahaan adalah Obligasi
dengan batas jatuh tempo. Rumus yang digunakan Persamaan 7.7, 7.8, dan
7.9.
n
I t  Pt
P0   (7.7)
t 1 (1  k d )
t

I1 I2 In Pn
P0    ........   (7.8)
(1  kd ) (1  kd )
t 2
(1  kd ) (1  kd ) n
n

ki  kd (1  T ) (7.9)
Jika obligasi baru dijual dengan harga sama dengan nilai nominal dan
tidak floation cost, maka biaya utang (cost of debt) adalah sama
dengan tingkat bunga yang menyamakan present value penerimaan
bunga dan pelunasan pokok pinjaman (tingkat = kd). Karena
pembayaran bunga merupakan pengurangan pajak (tax deductible),
maka biaya utang setelah pajak (k1) harus disesuaikan dengan cara
mengalikan (1- pajak).
Contoh 7.4.
Perusahaan Fatamorgana bermaksud menerbitkan obligasi untuk
membiayai rencana investasinya. Perusahaan menerbitkan obligasi
dengan nilai nominal Rp 100.000,00 per lembar dan jatuh tempo 10
tahun serta diperkirakan harga pasarnya pada saat jatuh tempo menjadi
Rp 120.000,00 per lembar. Perusahaan ini menawarkan bunga kepada
investor sebesar Rp 20.000,00 per lembar. Tarif pajak sebesar 22%.
Hitunglah besarnya biaya modal atas obligasi tersebut.

Bab 7. Biaya Modal 94


Penyelesaian:
Dengan menggunakan Persamaan 7.8 dapat dihitung besarnya biaya
modal obligasi sebagai berikut:
Data input:
20.000 20.000 20.000 120.000
100.000    .........  
1  kd  1  kd  2
1  kd  1  kd 10
10

Untuk menentukan besarnya biaya modal obligasi tersebut dapat


digunakan dua cara, yaitu secara manual maupun otomatis.
Cara 1. Secara manual menggunakan teknik interpolasi dengan
formulasi matematis ditunjukkan pada Persamaan 7.10.
 NPV 
kd  IRR  DR    DR  DR  ................ (7.10)
 NPV  NPV 
Untuk dapat mengoperasikan teknik interpolasi tersebut digunakan
secara iterasi (trial and error) guna mendapat NPV bernilai positif
terkecil dan negatif terkecil. Hasilnya ditunjukkan pada Tabel 7.2.

Tabel 7.2. Hasil Perhitungan secara Iterasi


DF DF
Periode Cash Flow PV PV
(DR=20%) (DR=22%)
0 -100000 1.000 -100000 1.000 -100000
1 20000 0.833 16667 0.820 16393
2 20000 0.694 13889 0.672 13437
3 20000 0.579 11574 0.551 11014
4 20000 0.482 9645 0.451 9028
5 20000 0.402 8038 0.370 7400
6 20000 0.335 6698 0.303 6066
7 20000 0.279 5582 0.249 4972
8 20000 0.233 4651 0.204 4075
9 20000 0.194 3876 0.167 3340
10 140000 0.162 22611 0.137 19166
Total 3230 -5108
Berdasarkan Tabel 7.2 di atas dapat dihitung besarnya biaya modal
obligasi dengan Pendekatan IRR dengan menggunakan Persamaan
7.10 sebagai berikut:

Bab 7. Biaya Modal 95


 3.230 
kd  IRR  20%    22%  20% 
 3.230  5.108 
 20%  0,39%
 20,39%

Cara 2. Secara Otomatis


Secara otomatis dapat digunakan Program Excel dan hasilnya adalah
21%. Walaupun hasilnya terdapat perbedaan dengan cara manual yang
disebabkan oleh faktor pembulatan.

7.4 Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital =


WACC = ko)

Biaya Modal Rata-rata Tertimbang merupakan biaya modal keseluruhan


(overall cost of capital) adalah perimbangan setiap komponen sumber dana dalam
struktur modal secara keseluruhan. Dari ketiga sumber dana tersebut, maka dapat
dihitung besarnya biaya modal keseluruhan dengan Persamaan 7.10 dan 7.11.
n
ko    kx Wx  (7.10)
x 1

ko  ks (Ws )  kP (WP )  ki (Wi ) (7.11)

Contoh 7.5.
PT ANTARIKSA beroperasi dalam memproduksi meubel. Perusahaan ini
bermaksud mengembangkan perusahaannya. Sejalan dengan rencana tersebut,
perusahaan ini membutuhkan dana sebesar Rp 150.000.000,00. Adapun sumber
modal yang direncanakan ditunjukkan pada Tabel 7.3.
Tabel 7.3. Jumlah dana dan biaya modal individual (ilustrasi PT Antariksa)
Sumber modal Jumlah (Rp) Biaya Modal Setelah Pajak (%)
Utang 45.000.000 15,50
Saham Preferen 30.000.000 18,75
Saham Biasa 45.000.000 24,50
Laba Ditahan 30.000.000 22,00
Pertanyaan:
Hitunglah besarnya biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) atas rencana
investasi tersebut.

Bab 7. Biaya Modal 96


Penyelesaian:
Dengan menggunakan Persamaan 7.11 dapat dihitung besarnya WACC atau ko
sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 7.4.

Tabel 7.4. Perhitungan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC) atau ko


(ilustrasi PT Antariksa)

Proporsi Biaya Modal


Sumber modal Jumlah (Rp) WACC (%)
Dana Setelah Pajak (%)
Utang 45.000.000 0,3 15,50 4,65
Saham Preferen 30.000.000 0,2 18,75 3,75
Saham Biasa 45.000.000 0,3 24,50 7,35
Laba Ditahan 30.000.000 0,2 22,00 4,4
Total 150.000.000 20,15

Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa biaya modal rata-rata


tertimbang atau biaya modal keseluruhan atas rencana investasi tersebut adalah
20,15%. Biaya modal ini yang akan dibandingkan dengan rate of return dari suatu
rencana investasi untuk menentukan apakah rencana investasi layak atau tidak.

7.5 Penutup
1. Kesimpulan
Pembahasan Biaya Modal di atas telah memberikan gambaran tentang
kegunaan biaya modal, serta bagaimana melakukan perhitungan biaya modal
atas pendanaan yang dilakukan oleh Chief Financial Officer (CFO). Terdapat
tiga jenis biaya modal berdasarkan jenis pendanaannya yaitu biaya modal
saham biasa (ekuitas), biaya modal saham preferen, dan biaya modal utang.
Setiap jenis biaya modal tersebut dapat dihitung sesuai dengan metodenya
masing-masing.

2. Tes Umpan Balik


1) Jelaskan pengertian Biaya Modal?

Bab 7. Biaya Modal 97


2) Lakukan perhitungan atas berbagai sumber pendanaan sesuai pendekatan
yang tersedia?

3. Studi Kasus
Kasus 7.1.
PT SRIAYU memperoleh keuntungan sebesar Rp 1.500,00 per lembar saham
(EPS) dan dibayar sebagai deviden sebesar Rp 500,00. Hasil netto penjualan
saham sebesar Rp 10.000,00 per lembar saham. Diperkirakan deviden dan
harga saham mempunyai pertumbuhan 5% per tahun.

Pertanyaan :
Tentukan besarnya biaya modal, baik tanpa pertumbuhan maupun adanya
pertumbuhan.

Kasus 7.2.
PT DELTAMAS merupakan sebuah perusahaan yang membutuhkan modal
sebesar Rp 1.000.000,00. Untuk membiayai modal tersebut, perusahaan
mengambil dari laba ditahan sebesar Rp 750.000,00 dan sisanya diperoleh dari
pinjaman bank. Apabila biaya modal laba ditahan sebesar 15% dan biaya
modal pinjaman sebesar 10% serta tarif pajak sebesar 22%.
Pertanyaan :
Tentukan besarnya biaya modal rata-rata tertimbang (ko)

Kasus 7.3.
Adobe Online Inc. has an equity beta of 1.29 and a debt-to-equity ratio of 1.0.
The expected return on the market is 13 percent and the risk-free rate is seven
percent. The before-tax cost of debt capital is 7 percent. The corporate tax rate
is 35 percent.
1) What is Adobe Online’s cost of equity?
2) What is Adobe Online’s weighted average cost of capital?
Kasus 7.4.

Bab 7. Biaya Modal 98


Calculate the weighted average cost of capital for the Luxury Porcelain
Company. The book value of Luxury’s outstanding debt is $60 million.
Currently, the debt is trading at 120 percent of book value and is priced to
yield 12 percent. The 5 million outstanding shares of Luxury stock are trading
at $20 per share. The required return on Luxury stock is 18 percent. The tax
rate is 25 percent.

Bab 7. Biaya Modal 99