Anda di halaman 1dari 3

MANAJEMEN OPERASI

TUGAS 3

NAMA : ARI SUTRISNO


NIM : 030780101

1. Karena mempunyai 2 faktor, yaitu:


 Casual ambiguity
Yaitu sulit untuk menangani mekanisme yang tepat dengan saling
mempengaruhi praktik dan kebijakan sumber daya manusia untuk
menciptakan nilai. Untuk dapat meniru sistem yang kompleks, harus
diketahui terlebih dahulu bagaimana elemen elemen itu berinteraksi.
 Path dependent
Yaitu kebijakan yang berkembang dan tidak dapat disederhanakan dari waktu
ke waktu. Pesaing dapat memahami sistem yang bernilai, tetapi tidak mampu
meniru untuk menerapkannya

2. Teori dua faktor yang diusulkan oleh Fredick Herzerberg menyatakan bahwa kepuasn
dan ketidakpuasan kerja tergantung pada dua faktor :
 Hygiene factor yang meliputi kondisi kerja
 Momotivation factors yang meliputi pengenalan pekerjaan secara baik.
Melalui teori tersebut dinyatakan bahwa Hygiene factor mempengaruhi
motivasi dan kepuasan hanya apabila mereka gagal memenuhi harapannya.
Contohnya, karyawan akan merasa tidak puas apabila kondissi kerja buruk
atau upah yang diterimanya rendah. Jika kondisi kerja diperbaiki atau upah
dinaikkan, karyawan juga belum tentu merasa puas. Namun apabila karyawan
tidak dihargai ditempat kerjanya atau mereka tidak mampu mengenal
pekerjaannya dengan baik, karyawan akan merasa tidak puas. Sebaliknya,
apabila karyawan dihargai ditempat kerja atau mengenal pekerjaannya
dengan sangat baik karyawan akan merasa puas. Dapat dikatakan bahwa
Hygience factors berada pada tingkat tidak puas hingga puas.
3. Keunggulan dan kelemahan dari masing masing peilihan perencanaan agregat
Pilihan Keterangan Keunggulan Kelemahan
Perubahan Persediaan tinggi Tidak ada Biaya simoan
persediaan pada permintaan perubahan persediaan tinggi,
rendah dan produksi dan bisa ada
menurun pada jumlah karyawan kehabisan
permintaan tinggi persediaan dan
lost sales
Variasi jumlah Rekrut karyawan Menghindari Biaya rekrutmen
karyawan jika permintaan biaya alternatif dan PHK
naik dan mem lain karyawan tinggi
berhentikan jika
permintaan
menurun
Variasi produksi Jumlah karyawan Menyesuaikan Kelelahan
dengan overtime konstan, jam kerja fluktuasi karyawan saat
dan undertime bervariasi sesuai permintaan tanpa overtime dan sulit
jumlah produksi biaya pelatihan memenuhi
karyawan permintaan
Subkontrak Menggunakan Fleksibilitan dan Kualitas sulit
kapasitas memperhalus dikendalikan ,
sememntara ketika fluktuasi profit berkurangm
permintaan tinggi permintaan bisnis kedepan
hilang
Karyawan part Terutama disektor Murah, lebih Biaya pelatihan
time jasa denan fleksibel daripada tinggi,
karyawan paruh fulltime workes penjadwalan sulit,
waktu kualitas buruk
Mwmpwngaruhi Jika permintaan Meningkatkan Ketidakpastian
permintaan turun, perusahaan kapasitas, ada permintaan, sulit
mencoba diskon bagi menyesuaikan
meningkatkan pelanggan permintaan dan
dengan promosi penawaran
Backordering pada Backorder untuk Menghindari Pelanggan harus
saat permintaan produk dan jasa lembur kapasitas menunggu, jika
tinggi yang tidak mampu dipertahankan tidak sabar pindah
dipenuhi oleh konstan ke perusahaan
pelanggan lain
Pencampuran Tekhnik untuk Menggunakan Memperlukan
peroduk dan mrngkombinasikan sumber daya karyawan yang
layanan produk secara penuh, ahli dari luar
jumlah karyawan perusahaan
stabil

4. Ada 2 strategi pilihan perencanaan dan penjadwalan produksi


a. Pilihan kapasitas dilakukan dengan mencoba mengubah permintaan untuk
menyerap fluktuasi permintaan. Strategi yang tergolong pilihan kapasitas
meliputi perubahan persediaan, variasi jumlah karyawan, variasi tingkat
produksi melalui waktu lembur dan waktu menganggur, subkontrak, serta
menggunakan karyawan paruh waktu. Mengubah tingkat persediaan. Para
manajer dapat meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah
untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa datang. Jika strategi tersebut
di pilih, maka biata baiaya yang berkaitan dengan penyimpanan, asuransi,
penanganan, keuangan, pencurian, dan modal yang diinvestasikanakan
meningkat. Biaya biaya tersebut pada umumnya berkisar 15% hingga 40%
dari nilai sebuah barang setiap tahunnya. Pada sisi lain, ketiika perusahaan
memasuki masa dimana permintaan harus meningkat, maka kekurangan yang
terjadi dapat mengakibartan penjualan yang hilang disebaabkan lead time yang
lebih panjang dan pelayanan pelanggan yang lebih buruk.
b. Pilihan permintaan dilakukan dengan memperhalus fluktuasi perminyaan
selama periode perencanaan. Strategi yang tergolomg pilihan permintaan
meliputi pengaruh permintaan, penggunaan cara mengangsur (backordering),
serta campuran produk dan layanan. Dasar pemilihan permintaan adalah
sebagai berikut m: mempengaruhi permintaan. Ketika permintaan rendah,
sebuah perusahaan dapat mencoba untuk meningkatkan permintaan melalui
iklan, promosi, kewiraniagaan dan potongan harga.

Anda mungkin juga menyukai