Anda di halaman 1dari 2

PERENCANAAN

PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

I. JUDUL PRAKTIKUM: AERASI

II. TUJUAN : Mengetahui pengaruh aerasi pada media tanam pasir malang dan pasir
pangunan sekam terhadap kondisi tanaman Impatiens balsamina

III. ALAT DAN BAHAN


Dalam praktikum aerasi ini memerlukan beberapa alat yaitu gelas aqua yang
digunakan sebagai pot sebanyak 2 buah, gelas ukur untuk mengukur volume air yang
akan disiramkan tanaman, serta baskom untuk mencuci media tanam sebelum
digunakan dalam percobaan.
Bahan yang diperlukan antara lain pasir malang dan sekam yang digunakan
sebagai media tanam yang akan dibandingkan, air yang digunakan untuk mencuci dan
menyiram media tanam, serta 2 tanaman Impatiens balsamina yang berukuran relatif
sama (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dsb).

IV. PRINSIP KERJA


Prinsip kerja pada percobaan ini adalah pengamatan perkembangan dua
tanaman yang ditanam dalam dua media yang berbeda, untuk mengetahui pengaruh
perbedaan tingkat aerasi pada kedua media tersebut terhadap kondisi tanaman.
Pertama kita mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan yaitu 2 tanaman
Impatiens balsamina, kemudian mencuci media tanam pasir malang dan sekam serta
mengeringkannya. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan adanya unsur hara yang
terkandung dalam masing-masing media tanam, sehingga kedua media dalam kondisi
yang sama l. Berikutnya, menanam tanaman Impatiens balsamina pada masing-
masing media tanam. Tanaman yang digunakan disini harus relatif sama (tinggi
tanaman, diameter batang, jumlah daun, dsb). Kemudian tanaman tersebut disiram
dengan air sebanyak 50 ml. Pengamatan percobaan ini dilakukan selama 3 hari,
dengan membandingkan kondisi tanaman yang ditanam pada sekam dengan tanaman
yang ditanam pada media tanam pasir malang.
V. PARAMETER
Parameter yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah kondisi tanaman
selama 3 hari yaitu segar, layu, atau mati. Karena perbedaan kondisi tanaman salah
satunya dipengaruhi oleh aerasi media tanamnya.
Tanaman yang ditanam pada media tanam dengan aerasi baik maka kondisi
tanaman tersebut akan segar. Hal itu ditandai dengan daunnya yang berwarna hijau
segar dan tidak lemas, batang tegak. Tanaman yang ditanam pada media tanam
dengan aerasi yang kurang baik maka tanaman akan layu. Hal itu ditandai dengan
daunnya yang lemas dan batangnya tertunduk. Sedangkan tanaman yang ditanam
pada media tanam dengan aerasi yang tidak baik maka tanaman akan mati. Hal itu
ditandai dengan daunnya yang berubah warna menjadi kuning, daun lemas, batang
tertunduk dan lama kelamaan tanaman mengering dan pertumbuhannya berhenti.
Aerasi yang buruk mengakibatkan terjadinya respirasi anaerob,yang hasil
akhirnya berupa alkohol yang mampu melarutkan lipoprotein membran plasma dan
aerasi yang buruk akan meningkatkan kadar CO2 dan PH larutan tanah akan turun
maka kekentalan protoplasma naik yang menyebabkan permeabilitas akar terhadap air
berkurang dan menghambat penyerapan hara dan tanaman akan kekurangan nutrient.
Pengaruhnya tanaman menjadi layu bahkan menyebabkan kematian (Mudakir. 2004).

VI. TABULASI DATA


Media Kondisi Tanaman
Hari ke 1 Hari ke 2 Hari ke 3
Pasir malang

sekam