Anda di halaman 1dari 3

Pertemuan XII LEMBAR KERJA 11 MATA SKS Kode : 3

Hari/ Tanggal : KULIAH PROFESI PENDIDIKAN Waktu : 150 menit


Rabu
Materi : Hakikat Supervisi Pendidikan
Judul / Tema pembahasan : Peranan Supervisi Pendidikan dalam Memperbaiki Efektivitas
Pembelajaran.
Topik Pembahasan : “Pendekatan dan teknik supervisi pendidikan”
Inti sari pembahasan
Supervisi pendidikan dilaksanakan dengan mengunakan berbagai pendekatan, model, dan
teknik yang meliputi :
1. Pendekatan directive, non-directive, dan kolobaratif.
2. Teknik supervisi meliputi teknik kelompok dan teknik individual.

Pertanyaan yang diajukan:


1. Deskripsikan pengertian masing-masing pendekatan supervisi pendidikan menurut
kata-kata kalian.
2. Klasifikasikan kelebihan dan kelemahan dari setiap pendekatan supervisi pendidikan
dengan jelas.
3. Klasifikasikan secara rinci teknik-teknik supervisi pendidikan.
Jawaban :

1. Pengertian masing-masing pendekatan supervisi pendidikan yaitu


a. Pendekatan langsung (direktif) adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat
langsung. Supervisor memberikan arahan langsung. Sudah tentu pengaruh perilaku
supervisor lebih dominan. Pendekatan direktif ini berdasarkan pemahaman terhadap psikologi
behaviorisme. Prinsip behaviorisme ialah bahwa segala perbuatan berasal dari refleks, yaitu
respon terhadap rangsangan / stimulus. Oleh karena guru ini mengalami kekurangan, maka
perlu diberikan rangsangan agar ia bereaksi. Supervisor dapat menggunakan penguatan
(reinforcement) atau hukuman (punishment). Pendekatan seperti ini dapat dilakukan dengan
perilaku supervisor seperti : menjelaskan, menyajikan, mengarahkan, memberi contoh,
menetapkan tolak ukur, menguatkan.
b. Pendekatan tidak langsung (Non-Direktif) adalah cara pendekatan terhadap permasalahan
yang sifatnya tidak langsung. Perilaku supervisor tidak secara langsung menunjukkan
permasalahan, tapi ia terlebih dulu mendengarkan secara aktif apa yang dikemukakan guru-
guru. Ia memberi kesempatan sebanyak mungkin kepada guru untuk mengemukakan
permasalahan yang mereka alami. Pendekatan non-direktif berdasarkan pemahaman terhadap
psikologi humanistik. Psikologi Humanistik sangat menghargai orang yang akan dibantu.
Oleh karena pribadi guru yang dibina begitu dihormati, maka ia lebih banyak mendengarkan
permasalahan yang dihadapi guru-guru. Guru mengemukakan masalah, Supervisor mencoba
mendengarkan, memahami apa yang dialami guru-guru. Perilaku supervisor dalam
pendekatan non-direktif adalah seperti: mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan,
menyajikan, memecahkan masalah.
c. Pendekatan Kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif
dan non-direktif menjadi cara pendekatan baru. Pada pendekatan ini baik supervisor maupun
guru bersama-sama sepakat untuk menetapkan struktur, proses dan kriteria dalam
melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru. Pendekatan ini
berdasarkan pada psikologi Kognitif. Psikologi Kognitif beranggapan bahwa belajar adalah
hasil paduan antara kegiatan individu dengan lingkungan pada gilirannya nanti berpengaruh
dalam pembentukan aktivitas individu. Dengan demikian pendekatan dalam supervisi
berhubungan pada dua arah. Dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Perilaku supervisor
dalam pendekatan kolaboratif seperti: menyajikan, menjelaskan, mendengarkan,
memecahkan masalah, negosiasi.

2. Kelebihan dan kelemahan dari setiap pendekatan supervisi pendidikan yaitu


a. Pendekatan Directive
Kelebihan :
1. Waktu yang dibutuhkan lebih singkat
2. Data yang didapatkan lebih lengkap karena menggunakan teknik pengumpulan data
yang memadai
3. Solusi yang diberikan konselor dapat digunakan sebagai dasar pemikiran klien dalam
pemecahan masalahnya
4. Cocok digunakan untuk klien yang kurang berpendidikan, klien yang tidak mau
terbuka dan anak-anak serta individu dengan masalah-masalah yang tidak terlalu
bersifat emosional.
Kekurangan :
1. Meragukan kemampuan klien untuk memecahkan masalahnya sendiri
2. Tidak efektif untuk klien dengan masalah emosional yang mendalam

b. Pendekatan Non-Directive
Kelebihan:
Klien mampu merefleksikan dirinya baik perasaan maupun pikirannya dalam bentuk verbal,
sehingga konselor mampu menangkap emosi yang dimunculkan klien dan merefleksikan
kembali ke klien dengan bahasa dan tindakan yang sesuai.  
Kelemahan : 
1. Membutuhkan waktu yang lebih banyak
2. Klien sulit menceritakan masalah yang dihadapinya
3. Menuntut klien untuk bersikap dewasa dalam menentukan pemecahan masalah yang
dihadapi
4. Klien sulit memahami masalah yang dihadapinya 

c. Pendekatan Kolaboratif
Kelebihan :
Menerapkan/memadukan berbagai pendekatan, menggunakan variasi dalam prosedur dan
teknik sehingga dapat melayani klien sesuai dengan kebutuhannya dan sesuai dengan ciri
khas masalah yang dihadapinya.
Kekurangan:
Klien merasa bingung jika konselor merubah strategi konseling sewaktu-waktu seusai dengan
kebutuhan saat konseling. Konselor dituntut untuk menguasai semua pendekatan sehingga
mengerti kapan harus menerapkan pendekatan-pendekatan tersebut.
3. Teknik-teknik supervisi pendidikan yaitu
1. Teknik Individual (Individual Technique)
Teknik individual ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, teknik ini digunakan
apabila masalah yang dihadapi bersifat pribadi apalagi khusus atau “secret”.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
a. Kunjungan Kelas                  d. Kunjungan antar Kelas
b. Observasi Kelas                    e. Menilai Diri Sendiri
c. Pertemuan Individu
2. Teknik Kelompok
Teknik kelompok adalah teknik yang digunakan bersama-sama oleh supervisor dengan
sejumlah guru dalam suatu kelompok. Beberapa orang yang diduga memiliki masalah
dikelompokkan secara bersama kemudian diberi pelayanan supervise sesuai dengan
permaslahan yang mereka hadapi. Banyak bentuk-bentuk dalam teknik yang bersifat
kelompok ini, namun di antaranya yang lebih umum adalah sebagai berikut:
– Pertemuan Orientasi bagi Guru Baru            – Demonstrasi Mengajar
– Rapat Guru                                                   – Perpustakaan Jabatan
– Kepanitiaan                                                   – Bulletin Supervisi
– Diskusi                                                          – Membaca Langsung
– Seminar                                                         – Mengikuti Kursus
– Tukar Menukar Pengalaman                         – Laboratorium Kurikulum
– Lokakarya (Workshop)                                 – Organisasi Jabatan
– Diskusi Panel                                                – Perjalanan Sekolah untuk staff
– Simposium

Simpulan materi :
“Upaya supervisor membantu guru bidang studi lepas dari berbagai kelemahan yang dihadapi
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab nya sebagai guru dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai pendekatan, model, dan teknik supervisi pendidikan secara
profesional”.

Nama : Angel Claudia Situmeang Nilai :


NIM : 4183111111
Prodi/ fakultas : Pendidikan Matematika Paraf Dosen :
Kelas : Pendidikan Matematika-A 2018