Anda di halaman 1dari 8

IDENTIFIKASI KEBERADAAN AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE

GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER


STUDI KASUS : MASJID KAMPUS SAM RATULANGI MANADO
Iqbal Karamy1,

Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik1


Universitas Syiah Kuala.
Jl. Teuku Nyak Arief, No.441, Kopelma Darussalam,
Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh.
(061)7553205 | www.unsyiah.ac.id

Email: Ikaray99@gmail.com

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian untuk membuat peta akuifer air tanah di Masjid Kampus Unsrat dan
sekitarnya. Penelitian untuk mendapatkan nilai resistivitas lapisan tanah dilakukan dengan
menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan
jumlah lintasan pengukuran sebanyak 5 lintasan. Jumlah data setiap lintasan pengukuran
sebanyak 576 data, dan diolah menggunakan software RES2DINV. Hasil berupa gambar
tampang lintang resistivitas 2D yang digunakan untuk menentukan posisi akuifer air tanah.
Hasil menunjukkan bahwa adanya lapisan dengan nilai resistivitas rendah yaitu 0,12 Ωm-0,64
Ωm. Posisi lapisan dengan nilai resistivitas rendah merupakan lapisan pembawa air dan
terdapat di sebelah Selatan, Barat dan Utara Masjid Kampus. Lintasan 1 ada pada meter ke
170-180 dengan kedalaman 5 hingga 30 meter. Lintasan 3 keberadaan air tanah terdapat di
meter ke 150-155 dengan kedalam 2 meter-17 meter. Lintasan 4 keberadaan air tanah ada pada
meter ke 38-48 dengan kedalaman 8 meter-20 meter. Lintasan 5 keberadaan air tanah ada pada
meter ke 50-60 dengan kedalaman 2 meter-10 meter.

PENDAHULUAN adanya air. Jumlah penduduk yang semakin


Air sangat penting dalam kehidupan karena meningkat, membutukan jumlah air yang
mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa cukup. Suatu daerah yang memiliki air
terbatas sulit untuk memenuhi kebutuhan potensial di daerah survei. Salah satu
penduduk yang tinggi apalagi diwaktu metode yang baik digunakan yaitu metode
musim kemarau. Air tanah merupakan salah geolistrik tahanan jenis.
satu sumber akan kebutuhan air bagi Identifikasi untuk mengetahui
kehidupan makhluk di muka bumi (Halik keberadaan lapisan pembawa air pada
dan Widodo, 2008). Menurut Sadjab dkk. kedalaman tertentu, dapat menggunakan
(2012) air tanah tersimpan dalam suatu metode geofisika yaitu metode geolistrik
wadah (akuifer), yaitu formasi geologi yang tahanan jenis. Metode geolistrik
jenuh air yang mempunyai kemampuan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran
untuk menyimpan dan meloloskan air dalam mengenai lapisan tanah di bawah permukaan
jumlah cukup dan ekonomis. dan kemungkinan terdapatnya air tanah dan
Eksploitasi air tanah untuk berbagai mineral pada kedalaman tertentu (Sedana
keperluan dapat dilakukan dengan berbagai dkk., 2015). Tujuannya adalah untuk
cara antara lain dengan pembuatan sumur memperkirakan sifat kelistrikan medium
gali untuk air tanah dangkal (air permukaan) atau formasi batuan bawah permukaan
atau melakukan pemboran sumur eksplorasi terutama kemampuannya untuk
untuk air tanah dalam (akuifer). Pemboran menghantarkan atau menghambat listrik
eksplorasi air tanah dalam pada (As’ari. 2011).
pelaksanaannya kadang menemui kegagalan Metode geolistrik merupakan salah
dengan kata lain tidak mendapat air tanah satu metode yang dilakukan untuk
dengan debit yang dibutuhkan atau bahkan mengetahui bawah permukaan dengan
sama sekali tidak mendapatkan air tanah, memanfaatkan sifat kelistrikan suatu
sehingga dana yang digunakan menjadi material untuk mengetahui karakteristik dari
tidak tepat guna. Untuk itu sebelum suatu mineral (Abbas et al., 2016).
melakukan pemboran eksplorasi air tanah, Metode geolistrik resistivitas dapat
sebaiknya terlebih dahulu perlu dilakukan digunakan untuk mendeteksi lapisan
suatu penelitian atau survei bawah pembawa air tanah (akuifer), hal ini
permukaan untuk memprediksi ada atau ditunjukkan oleh beberapa peneliti
tidaknya lapisan air tanah (akuifer) serta sebelumnya. Halik dan Widodo (2008)
untuk mengetahui kedalaman lapisan air melakukan penelitian pendugaan potensi air
tanah dan posisi titik bor yang paling tanah di kampus Tegal Boto Universitas
Jember dan berhasil mendapatkan informasi Penelitian di daerah Masjid Kampus
bahwa adanya akuifer yang bersifat sedang Universitas Sam Ratulangi dan sekitarnya
dan penyebaran luas. Andriyanil dkk. (2010) perlu dilakukan untuk mendapatklan
mendeteksi sistem sungai bawah tanah pada informasi posisi air yang tepat sehingga
kawasan karst di Pacitan Jawa Timur dan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk
berhasil menduga bahwa terdapat sistem mendapatkan sumber air. Penelitian ini
sungai bawah tanah. As’ari (2011) menggunakan metode geolistrik konfigurasi
melakukan pemetaan air tanah di Kabupaten Wenner-Schlumberger agar dapat
Jeneponto dengan Metode Geolistrik, memperlihatkan bagian lapisan bumi secara
penelitian dilakukan dengan 6 lintasan dan vertical dan horizontal. Jumlah lintasan yang
beberapa diantarnya dapat diduga terdapat digunakan pada kasus ini ada lima lintasan
air tanah. Model resistivitas telah untuk mendapatkan data yang lebih akurat
menunjukkan potesial zona air tanah di dan jumlah kemungkinan daerah adanya
beberapa tempat di lapisan atas yang dapat titik akuifer. lebih banyak, sehingga dapat
dieksplorasi untuk air tanah (Ratnakumari menjadi bahan pilihan posisi pengadaan
dkk. 2012). sumur yang strategis.
Batuan memiliki karakteristik Konfigurasi Wenner-Schlumberger
tersendriri dari kelistrikan yang ada menggunakan sistem aturan satu spasi
didalamnya. Perbedaan sifat kelistrikan pada konstan berdasarkan faktor “n” yang
masing-masing batuan memberikan respon merupakan perbandingan jarak antara
berbeda terhadap arus yang diberikan. Pada elektroda arus dan elektroda potensial
pengukuran ini menggunakan metode dengan spasi antara dua elektroda potensial.
geolistrik resistivitas 1D atau melalui Jika jarak antar elektroda potensial
metode Vertical Electrical Sounding. diasumsikan dengan a, maka jarak antar
Perbedaan respon inilah yang nanti dapat elektroda arus adalah 2na + a. Akuisisi
dipakai sebagai data rujukan untuk penentuan resistivitas menggunakan 4 buah
menentukan perlapisan dan pendekatan elektroda yang diletakkan pada garis lurus
kondisi bawah permukaan melalui harga (Kanata, 2008).
resistivitas yang didapatkan (Prameswari,
2012). KAJIAN PUSTAKA
Geolistrik merupakan salah satu Resistivitas merupakan kemampuan
metode geofisika yang bertujuan mengetahui suatu bahan untuk menghambat aliran arus
sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah yang masuk. Tiap lapisan batuan ataupun
permukaan tanah dengan cara tanah penyusun bumi mempunyai nilai
menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. resistivitas yang berbeda, lihat Tabel 1. Nilai
Geolistrik merupakan salah satu metode tersebut dapat diketahui dengan
geofisika aktif, karena arus listrik berasal menghubungkan resistivitimeter dan
dari luar sistem. Tujuan utama dari metode elektroda arus untuk mengukur sejumlah
jasa geolistrik ini sebenarnya adalah mencari arus yang mengalir ke dalam tanah,
resistivitas atau tahanan jenis dari batuan. kemudian elektroda potensial ditempatkan
Resistivitas atau tahanan jenis adalah dengan jarak untuk mengukur perbedaan
besaran atau parameter yang menunjukkan potensial antara dua lokasi (Utama, 2005).
tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Resistivitas batuan dapat diukur dengan
Batuan yang memiliki resistivitas makin memasukkan arus listrik ke dalam tanah
besar, menunjukkan bahwa batuan tersebut melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah
sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain dan 2 titik lain untuk mengukur beda
resistivitas batuan, metode geolistrik juga potensial di permukaan yang sama. Hasil
dapat dipakai untuk menentukan sifat-sifat pengukuran geolistrik dapat berupa peta
kelistrikan lain seperti potensial diri dan sebaran tahanan jenis baik dengan jenis
medan induksi. mapping atau horisontal maupun sounding
Geolistrik ialah suatu metode dalam atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik
geofisika yang mempelajari sifat aliran mapping maupun sounding disesuaikan
listrik di dalam bumi dan cara dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data
mendeteksinya di permukaan serta jenis konfigurasi yang digunakan.
bumi.Pendeteksian ini meliputi pengukuran 2. Sifat Listrik Batuan
beda potensial, arus, dan elektromagnetik Aliran arus listrik di dalam batuan dan
yang terjadi secara alamiah maupun akibat mineral dapat di golongkan menjadi tiga
penginjeksian arus ke dalam bumi (Kanata macam, yaitu konduksi secara elektronik,
dkk, 2008). konduksi secara elektrolitik, dan konduksi
1. Resistivitas Batuan secara dielektrik.
a. Konduksi Secara Elektronik
Konduksi ini terjadi jika batuan atau resistivitas akan semakin besar jika
mineral mempunyai banyak elektron bebas kandungan air dalam batuan berkurang.
sehingga arus listrik dialirkan dalam batuan c. Konduksi secara dielektrik
atau mineral oleh elektron elektron bebas Konduksi ini terjadi jika batuan atau
tersebut. Aliran listrik ini juga dipengaruhi mineral bersifat dielektrik terhadap aliran
oleh sifat atau karakteristik masing-masing arus listrik, artinya batuan atau mineral
batuan yang dilewatinya. Salah satu sifat tersebut mempunyai elektron bebas sedikit,
atau karakteristik batuan tersebut adalah bahkan tidak ada sama sekali. Elektron
resistivitas (tahanan jenis) yang dalam batuan berpindah dan berkumpul
menunjukkan kemampuan bahan tersebut terpisah dalam inti karena adanya pengaruh
untuk menghambat arus listrik.Semakin medan listrik di luar, sehingga terjadi
besar nilai resistivitas suatu bahan maka polarisasi. Peristiwa ini tergantung pada
semakin sulit bahan tersebut konduksi dielektrik batuan yang
menghantarkan arus listrik, begitu pula bersangkutan.
sebaliknya. 3. Konfigurasi Wenner Schlumberger
b. Konduksi di elektrolitik Konfigurasi Wenner-Schlumberger
Sebagian besar batuan merupakan menggunakan sistem aturan satu spasi
konduktor yang buruk dan memiliki konstan berdasarkan faktor “n” yang
resistivitas yang sangat tinggi. Namun pada merupakan perbandingan jarak antara
kenyataannya batuan biasanya bersifat porus elektroda arus dan elektroda potensial
dan memiliki pori-pori yang terisi oleh dengan spasi antara dua elektroda potensial.
fluida, terutama air. Akibatnya batuan- Jika jarak antar elektroda potensial
batuan tersebut menjadi konduktor diasumsikan dengan a, maka jarak antar
elektrolitik, dimana konduksi arus listrik elektroda arus adalah 2na + a. Akuisisi
dibawa oleh ion-ion elektrolitik dalam air. penentuan resistivitas menggunakan 4 buah
Konduktivitas dan resistivitas batuan poros elektroda yang diletakkan pada garis lurus
bergantung pada volume dan susunan (Sakka di dalam Kanata, 2008).
poriporinya. Konduktivitas akan semakin
besar jika kandungan air dalam batuan
bertambah banyak, dan sebaliknya
Gambar 2. Konfigurasi wenner-
Gambar 2. Peta lintasan pengukuran
sclumberger
resistivitas 2D
Berikut alat dan bahan yang digunakan
Pengukuran ini menggunakan
dalam melakukan akuisisi data:
konfigurasi wenner Schlmberger, menurut
No Alat dan bahan Jumlah
(Utiya 2015) , metode geolitrik konfigurasi 1. Elektroda 56
wenner Schlumberger dapat memberikan 2. Super Stinck 1
3. Switch Box 1
gambaran kondisi bawah permukaan dengan 4. Palu 2
lebih akurat. 5. Battery 2
6. GPS 1
7. Matras 2
METODOLOGI PENELITIAN 8. Terpal 1
9. Kabel Power 1
Penelitian ini merupakan penelitian
10. Kabel High & Low 4
deskriptif di dalam kajian fisika bumi berupa 11. Kabel connector 1
12. Payung 1
gambaran lapisan bawah permukaan.
Tabel 1. Alat dan bahan yang dgunakan
Penelitian ini dilakukan dengan observasi
pada saat melakukan pengukuran
langsung yaitu pengambilan data dengan
melakukan pengukuran menggunakan
4.2. Akuisisi Data Geolistrik
metode geolistrik resistivitas 2 dimensi.
Akuisisi data merupakan serangkaian
Kegiatan penelitian dilaksanakan
kegiatan yang dilakukan di lapangan dari
pada tanggal 23 Desember 2019 pada
awal hingga akhir dengan tujuan untuk
koordinat N 05 48’23.0” dan E 095
mengambil dan mengumpulkan data
19’43.5”.
lapangan untuk mendapatkan nilai
resistivitas. Adapun tahapan kerja dalam
proses akuisisi data ini sebagai berikut:
 Untuk pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan 56 elektroda
arus dan potensial dengan panjang
spasi 6 m serta panjang lintasan 330
Gambar 5.1 Penampang 2 dimensi
m.
konfigurasi wenner-schlumberger
 Pengambilan data resistivitas
dilakukan pada lintasan dengan
menggunakan konfigurasi wenner-
Schlumberger, dan untuk
pengambilan data elevasi dilakukan
dengan menggunakan GPS.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil inversi dengan menggunakan
perangkat lunak RES2DINV memberikan
profil penampang 2-D yang menunjukkan
nilai sebaran resistivitas semunya. Dari data
tersebut didapat bahwa nilai resistivitas
Gambar 3. Tabel Resistivitas Batuan
terkecil sebesar 5.8-50.7 ohm-meter dimana
pada skala ini mengindikasikan adanya
KESIMPULAN
lapisan batuan tufa vulkanik. Selain itu, pada
Akuisisi data pada pengukuran
rentang nilai resistivitas 446-1324 ohm-
dilakukan dengan Panjang lintasan 330
meter mengindikasikan bahwasanya pada
meter dengan spasi 6 m menggunakan
lapisan tersebut terdapat lapisan batuan
konfigurasi wenner schlumberger dan 56
basalt. Dan yang tertinggi bernilai sebesar
elektroda maka dapat ditarik kesimpulan
11658 ohm-meter mengindikasikan
bahwasanya nilai resistivitas terkecil sebesar
bahwasanya di lapisan tersebut terdapat
5.8-50.7 ohm-meter dimana pada skala ini
lapisan batuan andesit.
mengindikasikan adanya lapisan batuan tufa
vulkanik. Selain itu, pada rentang nilai
resistivitas 446-1324 ohm-meter
mengindikasikan bahwasanya pada lapisan
tersebut terdapat lapisan batuan basalt. Dan Imaging For Seulawah Agam
yang tertinggi bernilai sebesar 11658 ohm- Volcano, Indonesia. In IOP
meter mengindikasikan bahwasanya di Conference Series: Earth and
lapisan tersebut terdapat lapisan batuan Environmental Science (Vol. 273, No.
andesit. 1, p. 012026). IOP Publishing.
Nilai resistivitas terendah Telford, W. M., Geldart, L. P., Sheriff, R.
menunjukkan adanya struktur patahan E., Keys, D. A., 1990. Applied
dengan struktur batuan yang rendah. Geophysics. Cambridge University
Press, London .
DAFTARPUSTAKA Utiya,J. As’ari, S. H.J. Tongkukut. 2015.
Abbas, A.M., Ghazala, H.H., Mesbah, H.S., Metode Geolistrik Konfigurasi
Atya, M.A., Radwan, A., Hamed, D.E., Wenner-Schlumberger dan
2016. Implementation of ground Konfigurasi Dipole-dipole untuk
penetrating radar and electrical resistivity
Identifikasi Patahan Manado di
tomography for inspecting the
kecamatn Paaldua Kota Manado.
Greco-Roman Necropolis at Kilo 6 of the
Jurnal Ilmiah Sains. 15(2).
Golden Mummies Valley, Bahariya Oasis,
Widodo, Sri, and Edi Suhanto.
Egypt. NRIAG J. Astron. Geophys.
doi:10.1016/j.nrjag.2016.01.003
"Penyelidikan Geolistrik

Kanata, B., dan Zubaidah, T. 2008. Aplikasi Schlumberger di Daerah Panas Bumi

Metode Geolistrik Tahanan Jenis Jaboi Kota Sabang, Provinsi Nangroe

Konfigurasi Wenner-schlumberger Aceh Darussalam." Jurnal Pemaparan

Untuk Survey Pipa Bawah Permukaan. Hasil kegiatan Lapangan Subdit Panas

Jurnal Teknik Elektro, Vol. 7 No. 2. Bumi, Survei Panas Bumi, direktorat

Prameswari, F. W., Bahri, A. S., & Parnadi, W. Inventarisasi Sumber Daya Mineral
(2012). Analisa Resistivitas Batuan (2005).
dengan Menggunakan Parameter Dar
Zarrouk dan Konsep Anisotropi. Jurnal
Sains dan Seni ITS, 1(1), B15-B20.
Syukri, M., Saad, R., Anda, S. T., Safitri, R.,
& Fadhli, Z. (2019, June). Geohazard
Identification Using 2-D Resistivity

Anda mungkin juga menyukai