Anda di halaman 1dari 4

Soal no.

1 :
Menurut anda, apakah ciri-ciri korupsi seperti yang baca pada pokok bahasan ini sudah
menggambarkan kondisi yang anda pernah ketahui dilingkungan kerja anda maupun diluar
lingkungan kerja anda? Diskusikan dengan teman kelompok anda
Jawaban soal no.1 :
Berdasarkan hasil diskusi kelompok. Ciri-ciri tersebut dapat menggambarkan kondisi
dilingkungan kerja. korupsi dilakukan oleh lebih dari satu orang dengan melibatkan adanya
pemberi dan penerima. korupsi dilakukan dengan rahasia yang biasanya dilakukan secara
tersembunyi untuk menghilangkan jejak penyimpangan yang dilakukanya. Korupsi berhubungan
dengan kekuasaan/kewenangan tertentu yaitu setiap orang mempunyai tujuan menguntungkan
diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan
atau sarana yang ada padanya. berlindung dibalik pembenaran hukum yaitu mereka
menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik pembenaran hukum,mengkhianati
kepercayaan dengan menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi, golongan atau
kelompok.

Soal no.2 :

Anda sudah menguasai konsep tentang korupsi dan anti korupsi, silahkan anda nilai apakah
bentuk korupsi dan perbuatan korupsi yang sudah anda pelajari, sesuai dengan konsep tersebut?
Diskusikan kembali dengan kelompok anda!

Jawaban soal no.2 :

Berdasarkan hasil diskusi kelompok, bentuk korupsi dan perbuatan korupsi tersebut sudah sesuai
dengan konsep korupsi yang ada. Tindak korupsi ini mayoritas dilakukan oleh pejabat tinggi
negara yang sesungguhnya dipercaya oleh masyarakat luas untuk memajukan kesejahteraan
rakyat sekarang malah merugikan negara seperti penyuapan uang antar perusahaan, pemerasaan
antar pelaku ataupun pencurian uang, barang ataupun jasa perusahaan. Hal ini tentu saja
memprihatinkan bagi kelangsungan hidup rakyat yang dipimpin oleh pejabat yang terbukti
melakukan tindak korupsi. Oleh karena itu tindak pidana perlu dilakukan untuk sesorang yang
telah melakukan hal tersebut dan siap untuk mendapatkan sanksi tegas yang sudah ditetapkan
oleh pemerintahan sesuai dengan konsep korupsi yang ada.
Soal no. 3 :
Anda menimba ilmu sejak di bangku sekolah dasar sampai di perguruan tinggi, tentu anda
pernah bahkan sampai sekarang melakukan kegiatan; menyontek, mengerjakan tugas titip nama
pada kelompok, tidak aktif ikut diskusi, bolos sekolah, menggunakan uang SPP untuk keperluan
pribadi, tidak pernah bertanya. Apakah pernyataan ini termasuk bibit-bibit korupsi, diskusikan
dengan kelompok anda!

Jawaban soal no.3 :

Berdasarkan hasil diskusi kelompok, hal itu termasuk hal-hal pembentuk mental seorang
koruptor. Perilaku mahasiswa inilah yang jika diteruskan akan menjadi sebuah budaya buruk,
kebiasaan buruk yang akan merusak mental, integritas, dan nilai kejujuran. Ketika perilaku
tersebut sudah menjadi budaya tentu dampaknya akan seperti bom waktu, saat mahasiswa yang
memiliki budaya tersebut lulus dari perguruan tinggi, maka saat itu juga kita bisa melihat
koruptor muda pun telah lepas dan mulai berkeliaran di negara ini.Menyikapi ironi yang terjadi
ini, maka mahasiswa perlu melakukan introspeksi terhadap diri mereka sendiri.selain itu perlu
diadakannya pendidikan integritas maupun pendidikan karakter. Karena mahasiswa masih
banyak yang belum paham bahwasanya titip absen, menyontek, bolos sekolah, dll merupakan
awal terjadinya tindak pidana korupsi.

Soal no.4 :
Lingkungan kampus anda banyak diudapati dosen masuk kelas tidak tept waktu, dosen sulit
dihubungi mahasiwanya karena berbagai alasan kesabaran. Tugas tidak aktif diberi nilaioleh
dosen, layanan kurang bagus, mahasiswa sering stres karena tugas yang tidak terstruktur,
kegiatan perkuliahan membosankan, apakah termasuk bibit bibit korupsi, diskusikan dengan
teman anda!

Jawaban soal no.4 :


Menurut kelompok kami perilaku dosen yang masuk kelas tidak tepat waktu dan dosen sulit
dihubungi mahasiswanya merupakan bibit-bibit korupsi karena keterlambatan pengajar pada jam
mengajar di kelas bisa dikategorikan sebagai korupsi waktu sehingga perlu dihindari. Pengajar
itu digaji berdasarkan jam mengajar juga sehingga kalau terlambat itu termasuk tindak pidana
korupsi meski namanya korupsi waktu. Pertanggungjawabannya bukan pada sanksi
administratif, melainkan dipertanggungjawabkan pada Tuhan. Oleh karena itu, ditekankan para
pengajar agar selalu tepat waktu dalam segala kegiatan terutama dalam memberikan pelajaran
kepada anak didik. Budaya disiplin waktu seharusnya selalu diterapkan dalam segala hal
terutama di lingkungan kerja, khususnya pengajar. Selain itu, disiplin waktu ini juga harus
diajarkan pada anak didik sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia. peningkatan
disiplin waktu tuturnya juga menjadi salah satu bagian dari peningkatan profesionalisme.

Soal no. 5
Untuk kegiatan praktik dan kegiatan soft skill lainnya, kampus anda memberikan tarif di luar
uang kuliah tunggal, biaya tersebut sebesar Rp. 75.000,- per mahasiswa. Apakah ini termasuk
perbuatan korupsi? Diskusikan dengan kelompokmu!

Jawaban soal no. 5


Menurut kelompok kami yang di lakukan oleh kampus tersebut dengan memberi tarif di luar
uang kuliah tunggal merupakan pungutan liar. Pungutan liar adalah perbuatan yang dilakukan
oleh seseorang atau pegawai Negeri atau pejabat Negara dengan cara meminta pembayaran
sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan
pembayaran tersebut. pungutan liar jika tidak dibayar maka akan mendapat tidak tegas oleh
kampus karena tidak menyelesaikan admiistrasi tersebut yang sedang di laksanakan sehingga
dapat menghambat kegiatan yang ada di kampus tersebut, membuat mahasiswa terpaksa
membayar pungli tersebut. Konsep pungli ini sebenarnya berbeda dengan konsep tentang tindak
pidana korupsi karena pemaknaan mengenai pungli dan tipikor itu juga berbeda. Tindak pidana
korupsi itu terjadi bilamana adanya kerugian negara akibat traksaski yang dilakanakan pejabat
administrasi. Sedangkan pungli tidak ada kerugian negara yang didapatkan dari adanya
rtransaksi tersebut. Maka memang konsep penindakan bagi pelaku korupsi dan pungli juga
berbedea secara praktiknya. Menjadi rancu bilamana penindakan kasus pungli ini harus
diselesaikan melalui jalur pengadilan tipikor. Karena Undang-undang yang dikenakan baga
pelaku tipikor dan juga pungli itu berbeda. Sehingga tidak seharusnya kampus tersebut meminta
uang di luar uang kuliah tunggal karena termasuk pungli sehingga harus mendapatkan sanksi
yang akan di urusi oleh tipikor.