Anda di halaman 1dari 5

NIM : 031133958

NAMA : Diki Rusnandar

UPBJJ BANDUNG

1. Jelaskan langkah dalam membuat algoritma dengan tujuan meminimumkan dan


memaksimumkan! (menyebutkan langkahnya saja)

2. Jelaskan yang dimaksud dengan sistem antrean dan gambarkan struktur sederhananya!
3. Menjelaskan diagram jaringan kerja serta aktivitas dan kejadian dalam diagram jaringan
kerja
4. Suatu perusahaan akan mengalokasikan empat orang karyawan untuk empat macam
tugas. Tiap karyawan menyelesaikan satu tugas. Karyawan-karyawan tersebut, kalau
diserahi tugas yang berbeda, akan menghasilkan laba yang berbeda pula. Begitu juga
dengan alternatif penugasan serta keuntungan yang dihasilkan, seperti tampak pada
tabel berikut ini (dalam ribuan rupiah)

Karyawan Laba apabila


mengerjakan

Tugas I Tugas II Tugas III Tugas IV


A 35 27 39 41

B 40 35 30 32
C 43 46 43 38

D 50 45 43 38
Carilah alokasi karyawan yang bisa memaksimumkan laba

JAWABAN :

1. Algoritma dengan tujuan Meminimumkan


Langkah 1 : Membuat Opportunity Cost Matrix
Langkah 2 : Membuat Total Opportunity Cost Matrix
Langkah 3 : Menggambar garis untuk meliputi angka 0
Langkah 4 : Mengubah Total Opportunity Cost Matrix
Langkah 5 : Membuat alokasi penugasan
Algoritma dengan tujuan Memaksimumkan
Langkah 1 : Membuat Opportunity Loss Matrix
Langkah 2 : Membuat Total Opportunity Loss Matrix
Langkah 3 : Membuat garis seminimum mungkin untuk meliputi 0
Langkah 4 : Mengubah Total Opportunity Loss Matrix
Langkah 5 : Membuat alokasi penugasan
2. Sistem Antrean adalah keseluruhan dari kegiatan atau pelayanan yang diberikan kepada
masukan, sejak ia datang sampai selesai dilayani. Contoh sederhana dari sistem antrean
adalah memiliki satu jalur (channel) dan satu tahap (fase) saja (single channel single
line). Terlihat dari gambar di bawah ini.

Masukan Keluaran
Fasilitas
Barang atau Barang atau Orang
Antre Pelayanan
Orang yang dilayani

3. Diagram Network atau sering disebut dengan diagram jaringan kerja adalah suatu
diagram yang menunjukan hubungan antara kegiatan satu dan kegiatan yang lain dalam
suatu proyek. Dalam diagram jaringan kerja, kita mengenal aktivitas dan kejadian.
Adapun penjelasan mengenai kedua istilah ini sebagai berikut.
Aktivitas : suatu pekerjaan atau tugas yang memerlukan waktu, biaya, dan fasilitas
tertentu untuk menyelesaikannya. Biasanya, proses aktivitas ini bisa
diketahui. Dalam jaringan kerja, aktivitas ini digambarkan dengan anak
panah.
Kejadian : kejadian atau event adalah permulaan atau akhir sebuah kegiatan.
Dengan sendirinya, kejadian ini tidak memerlukan waktu, tetapi hanya
merupakan batas waktu selesai atau berakhirnya suatu kegiatan. Biasanya,
kejadian ini dalam diagram digambarkan dengan lingkaran.
Hubungan antara kegiatan dan kejadian di atas tampak apabila kita menulis di papan tulis
yang bersih. Tindakan ini merupakan kejadian pertama yang ditunjukan dengan lingkaran
nomor satu. Kemudian, kita menulis di papan tulis. Menulis itu merupakan kegiatan yang
memerlukan waktu sehingga kita beri symbol anak panah. Setelah selesai menulis, di
papan sudah terdapat tulisan. Ini merupakan kejadian kedua, yaitu papan tulis sudah
ditulisi.

A
1 2
Gambar Hubungan antara Kejadian
dengan Kegiatan

4. Langkah pertama: membuat opportunity loss Matrix


Langkah ini dilakukan untuk mencari selisih nilai-nilai keuntungan pada tiap baris dari
tabel diatas dengan nilai terbesar dari baris itu.
 Karyawan A semua tugas dikurangi dengan 41
 Karyawan B semua tugas dikurangi dengan 40
 Karyawan C semua tugas dikurangi dengan 46
 Karyawan D semua tugas dikurangi dengan 50
Karyawan Laba apabila
mengerjakan
Tugas I Tugas II Tugas III Tugas IV

A 6 14 2 0
B 0 5 10 8

C 3 0 3 8
D 0 5 7 12

Langkah kedua: membuat total Opportunity Loss Matrix


Yaitu mengubah nilai pada kolom yang belum mempunyai nilai 0. Dalam kolom diatas
yaitu tugas lll. Pada kolom itu angkat terkecil 2 sehingga nilai dari kolom itu semua
dikurangi 2.
total Opportunity Loss Matrix
Karyawan Laba apabila
mengerjakan

Tugas I Tugas II Tugas III Tugas IV


A 6 14 0 0

B 0 5 8 8
C 3 0 1 8

D 0 5 5 12

Langkah ketiga: membuat garis seminimum mungkin untuk meliputi 0


Dilakukan alokasi bila banyaknya garis minimum paling tidak kurang dari banyaknya
baris atau kolom.
Menggambar garis untuk Meliputi nilai 0
Karyawan Laba apabila
mengerjakan
Tugas I Tugas II Tugas III Tugas IV

A 6 14 0 0
B 0 5 8 8

C 3 0 1 8
D 0 5 5 12

Langkah keempat : mengubah total opportunity Loss Matrix


Tabel diatas terdapat 3 garis. Padahal ada 4 baris / kolom sehingga tabel itu harus diubah
lagi agar biasa diperoleh alokasi optimal. Caranya yaitu angka yang belum terliput garis
dikurangi dengan angka terkecil dari angka yang belum terliput garis dan angka yang
terliput garis 2x harus ditambah dengan angka terkecil yang sebelumnya dipakai sebagai
pengurang.
Total opportunity Loss Matrix yang telah diperbaharui
Karyawan Laba apabila
mengerjakan

Tugas I Tugas II Tugas III Tugas IV


A 11 14 0 0

B 0 0 3 3
C 8 0 1 8

D 0 0 0 7

Langkah kelima: membuat alokasi penugasan


Alokasi penugasan yang dilakukan adalah karyawan C diserahkan pada tugas ll karena 0
nya hanya 1.
A memiliki nilai 0 di kolom 3 dan 4
B memiliki nilai 0 di kolom 1 dan 2
C memiliki nilai 0 di kolom 2
D memiliki nilai 0 di kolom 1, 2 dan 3

Alokasi karyawan dan keuntungan maksimum


Pekerjaan Karyawan Keuntungan yang
dihasilkan
I B 40
II C 46
III D 43
IV A 41
JUMLAH 170