Anda di halaman 1dari 10

KEPERAWATAN ANAK

ANTICIPATORY GUIDANCE PADA BAYI

DISUSUN OLEH :

1. Delvia Aisyah S. (1811004)


2. Guruh Galih B. (1811010)
3. Nurisma Diana A. (1811014)
4. Silvy Sinta S. (1811018)

PRODI PENDIDIKAN NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PATRIA HUSADA BLITAR
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT, yang atas Rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan ANTICIPATORY GUIDANCE
PADA BAYI. Penulisan ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam Mata
Kuliah Keperawatan Anak.

Dalam penulisan ANTICIPATORY GUIDANCE PADA BAYI ini kami merasa


masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan ANTICIPATORY GUIDANCE PADA BAYI ini penulis


menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen kami yang telah
memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
ini.

Blitar, 27 Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I. PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2

A. Pengertian 2

B. Tahapan Usia 2

C. Pencegahan Terhadap Kecelakaan Pada Anak 3

D. Pendidikan Kesehatan Untuk Orang Tua 5

BAB III. PENUTUP 6

A. Simpulan 6

DAFTAR PUSTAKA 7

i
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehadiran anak bagi orang tua merupakan suatu tantangan sehubungan dengan
masalah dependensi/ketergantungan, disiplin, meningkatkan mobilitas dan
keamanan bagi anak. Rang tua sering keliru dalam memberlakukan anak karena
ketidaktahuan mereka akan cara membimbing dan mengasuh yang benar. Apabila
hal ini terus berlanjut, maka pertumbuhan anak dapat terhambat.
Saat ini terjadi pergeseran peran orang tua, misalnya kedua orang tua lebih
banyak beraktifitas di luar rumah dan tingginya mobilitas di masyarakat. Untuk itu
diperlukan keseimbangan bagi model peran tradisional dalam pendidikan anak.
Orang tua pada masa sekarang memerlukan tenaga professional untuk memberikan
bimbingan guna merawat dan memelihara anak.
Sebagai bagian dari tenaga professional perawatan kesehatan, perawat
mempunyai peran yang cukup penting dalam membantu memberikan bimbingan
dan pengarahan pada orang tua, sehingga setiap fase dari kehidupan anak yang
kemungkinan mengalami trauma, seperti latihan dan ketakutan yang abstrak pada
usia prasekolah dapat dibimbing secara bijaksana.

B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Anticipatory Guidance?
2. Tahapan Usia Anticipatory Guidace?
3. Pencegahan Terdahap Kecelakaan?
4. Pendidikan Kesehatan Untuk Orang Tua?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari Anticipatory Guidance?
2. Untuk mengetahui apa saja tahapan Anticipatory Guidance?
3. Bagaimana pencegahan Anticipatory Guidance?
4. Bagaimana pendidikan kesehatan untuk orang tua?

1
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN
Anticipatory Guidance merupakan petunjuk-petunjuk yang perlu diketahui
terlebih dahulu agar orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anaknya secara
bijaksana, sehingga anak dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
Pemberian bimbingan kepada orang tua untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi
pada setiap tingkat pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan anak.
Memberitahukan/upaya bimbingan kepada orang tua tentang tahapan
perkembangan sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi
kebutuhan sesuai dengan usia anak.
B. TAHAPAN USIA ANTICIPATORY GUIDANCE
1. Anticipatory Guidance Pada Masa Bayi (0-12 Bulan)
a. Usia 6 (enam) bulan pertama
1 Memahami adanya proses penyesuaian antara orang tua dengan
bayinya, terutama pada ibu yang membutuhkan bimbingan/asuhan
pada masa setelah melahirkan.
2 Membantu orang tua untuk memahami bayinya sebagai individu yang
mempunyai kebutuhan dan untuk memahami bagaimana bayi
mengekspresikan apa yang diinginkan melalui tangisan.
3 Menentramkan orang tua bahwa bayinya tidak akan menjadi manja
dengan adanya perhatian yang penuh selama 4-6 bulan pertama.
4 Menganjurkan orang tua untuk membuat jadwal kebutuhan bayi dan
orang tuanya.
5 Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap
stimulasi lingkungan.
6 Menyokong kesenangan orang tua dalam melihat petumbuhan dan
perkembangan  bayinya, yaitu dengan bersahabat dan mengamati
respon social anak misalnya dengan tertawa/tersenyum.

2
7 Menyiapkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan
kesehatan bagi bayi misalnya imunisasi.
8 Menyiapkan orang tua untuk mengenalkan dan memberikan makanan
padat.
b. Usia 6 (enam) bulan kedua
1 Menyiapkan orang tua akan danya ketakutan bayi terhadap orang yang
belum dikenal (stranger anxiety).
2 Menganjurkan orang tua untuk mengizinkan anaknya dekat dengan
ayah dan ibunya serta menghindarkan perpisahan yang terlalu lama
dengan anak tersebut.
3 Membimbing orang tua untuk mengetahui disiplin sehubungan dengan
semakin meningkatnya  mobilitas (pergerakan si bayi).
4 Menganjurkan untuk mengguanakan suara yang negative dan kontak
mata daripada hukuman badan sebagai suatu disiplin. Apabila tidak
berhasil, gunakan 1 pukulan pada kaki atau tangannya.
5 Menganjurkan orang tua untuk memberikan lebih banyak perhatian
ketika bayinya berkelakuan baik dari pada ketika ia menangis.
6 Mengajarkan mengenai pencegahan kecelakaan karena ketrampilan
motorik dan rasa ingin tahu bayi meningkat.
7 Menganjurkan orang tua untuk meninggalkan bayinya beberapa saat
dengan pengganti ibu yang menyusui.
8 Mendiskusikan mengenai kesiapan untuk penyapihan.
9 Menggali perasaan ornag tua sehubungan dengan pola tidur bayinya.
C. PENCEGAHAN TERHADAP KECELAKAAN PADA ANAK
Kecelakaan merupakan kejadian yang dapat menyebabkan kematian pada anak.
Kepribadian adalah factor pendukung terjadinya kecelakaan.
Orang tua bertanggungjawab terhadap kebutuhan anak, menyadari karakteristik
perilaku yang menimbulkan kecelakaan waspada terhadap factor-faktor lingkungan
yang mengancam keamanan anak.

3
a. Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kecelakaan :
1. Jenis kelamin, biasanya lebih banyak pada laki-laki karena lebih aktif di
rumah.
2. Usia, pada kemampuan fisik dan kognitif,  semakin besar akan semakin
tahu mana yang bahaya.
3. Lingkungan, adanya penjaga atau pengasuh.
b. Cara Pencegahan :
1. Pemahaman tingkat perkembangan dan tingkah laku anak.
2. Kualitas asuhan meningkat.
3. Lingkungan aman.
c. Bahaya umum yang harus diperhatikan ortu:
1. Lantai rumah yang basah atau licin
2. Rumah dengan tangga yang curam 7 tidak ada pegangan
3. Alat makan dari bahan pecah belah
4. Penyimpanan zat berbahaya yang terbuka & dapat dijangkau anak
5. Adanya sumur yang terbuka
6. Adanya parit di depan/samping rumah
7. Rumah yang letaknya di pinggir jalan raya
8. Kompor/alat memasak yang dijangkau anak
9. Kabel listrik yang berantakan
10. Stop kontak yang tidak tertutup
d. Upaya yang dapat dilakukan ortu di rumah:
1. Benda tajam disimpan di tempat yang aman
2. Benda kecil disimpan dalam laci yang tertutup
3. Zat yang berbahaya disimpan dalam almari terkunci
4. Amankan kompor dan berikan penutup yang aman
5. Jaga lantai rumah selalu bersih dan kering
6. Apabila ada tangga, pasang pintu di bagian bawah atau atas tangga
7. Sekring listrik harus tertutup
8. Apabila ada parit, tutup dengan papan atau semen

4
9. Bagi yang rumahnya di tepi jalan raya, sebaiknya da pintu pagar yang
tertutup rapat
10. Apabila ada sumur, tutup sehingga tidak bisa dibuka anak
11. Bila bayi tidur, berikan p[engaman di pinggir tempat tidur
a. Pencegahan Terhadap Kecelakaan:
1. Masa Bayi
a. Jenis kecelakaan : Aspirasi benda, jatuh, luka baker, keracunan, kurang
O2
Pencegahan
a) Aspirasi : bedak, kancing, permen (hati-hati).
b) Kurang O2 : plastic, sarung bantal.
c) Jatuh : tempat tidur ditutup, pengaman (restraint), tidak pakai kursi
tinggi.
d) Luka bakar : cek air mandi sebelum dipakai.
e) Keracunan : simpan bahan toxic dilemari.
D. PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK ORANG TUA
1. Upaya pencegahan kecelakaan pada anak   orang tua harus diberikan
bimbingan dan antisipasi pendidikan kesehatan.
2. Prinsip pendidikan kesehatan :
a. Diberikan berdasarkan kebutuhan spesifik klien.
b. Pendidikan kesehatan yang diberikan harus bersifat menyeluruh       
c. Hanya terjadi interaksi timbal balik antara perawat dan orang tua dan
bukan hanya perawat sefihak yang aktif memberikan materi pendidikan
kesehatan
d. Pendidikan kesehatan diberikan dengan mempertimbangkan usia klien
yang menerimanya
e. Proses pendidikan kesdehatan harus memperhatikan prinsip belajar dan
mengajar
f. Perubahan perilaku pada orang tua menjadi tujuan utama pendidikan
kesehatan yang diberikan.

5
BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Anticipatory Guidance adalah petunjuk yang perlu diketahui terlebih dahulu
agar orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anaknya secara bijaksana
sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal.Upaya bimbingan ini
diberikan kepada orang tua tentang tahapan perkembangan sehingga orang tua sadar
akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan usia anak.

6
DAFTAR PUSTAKA
Ash-Shubbi, M. A. (2012). Seni Mendidik Dan Mengatasi Masalah Perilaku Anak
Secara Islami. Pustaka Al-Fadhilah.
Ekomadyo, I. J. (2009). 22 Prinsip Komunikasi Efektif Untuk Meningkatkan Minat
Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Fitriah dan Hasinuddin, M. (2010). Modul Anticipatory Guidance Terhadap