Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

LIPOMA

DISUSUN OLEH :

1. ASTRI ILAFI 1811001


2. NURISMA DIANA 1811014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


STIKes PATRIA HUSADA BLITAR
2019/2020
I. PENGERTIAN
Lipoma adalah benjolan lemak yang lunak dan tumbuh dibawah kulit
karena pertumbuhan berlebih pada sel-sel lemak. Benjolan ini akan terasa
lunak jika disentuh dengan jari dan tidak membahayakan karena tergolong
dalam tumor jinak dan biasanya tidak membutuhkan perawatan. Lipoma
dapat terjadi di mana saja di tubuh, tetapi lebih sering terjadi di daerah
bahu, dada, leher, paha, dan ketiak. Dalam kasus yang jarang, lipoma dapat
terjadi d tulang dan otot. Lipoma terasa lembut dan mungkin dapat bergerak
di bawah kulit ketika menekannya. Lipoma biasanya tumbuh lambat selama
beberapa bulan atau tahun dan biasanya berukuran sekitar 2-3 cm, namun
terkadang lipoma juga dapat berukuran besar hingga lebih dari 10 cm.
II. ETIOLOGI

Penyebab dari lipoma tidak sepenuhnya dapat dimengerti. Lipoma


cenderung diturunkan di dalam keluarga, sehingga faktor genetik
memainkan peran pada perkembangannya. Faktor risiko lain yang dapat
mengembangkan lipoma termasuk:
Bahan – bahan kimia yang bersifat karsinogenik
Lingkungan
Genetik
Faktor imunologi
III. KLASIFIKASI
- Adelipoma : variasi limpoma di payudara. Sering kali memiliki
komponen murked fibrotic
- Angiolipoma : variasi bentuk dengan co-existing perembang biakan
vaskuler. Jenis ini banyak pembuluh darah kecil.
- Cardiac Lipoma
IV. PATOFISIOLOGIS
Sel tumor adalah sel tubuh yang mengalami transparmasi dan tumbuh secara
autonom lepas dari kendali pertumbuhan sel normal sehingga sel ini berbeda dari
sel normal dalam bentuk dan strukturnya. Pada umumnya tumor mulai tumbuh
dari satu sel di suatu tempat (unisentrik) atau dari beberapa sentral (multilokuler)
pada waktu yang sama. Selama pertumbuhan tumor masih terbatas pada organ
dasarnya maka tumor disebut masih dalam fase lokal. Tetapi kalau sudah terjadi
infiltrasi ke organ sekitarnya, maka tumor telah mencapai fase lokal infasif atau
lokal infiltratif. Penyebaran lokal ini disebut penyebaran perkontinuitatum, karena
masih berhubungan dengan sel induknya.
Sel tumor ini bertambah terus tanpa batas, sehingga tumor makin lama makin
besar dan mendesak jaringan sekitarnya sehingga dapat menyumbat saluran tubuh
dan menimbulkan obstruksi. Bila tumor ini ganas dapat menyebar ke bagian tubuh
lain dan umumnya fatal bila dibiarkan karena merusak organ yang bersangkutan
dan menyebabkan kematian.
V. TANDA GEJALA
rasa gatal, rasa terbakar, geli.
- Kehilangan rasa pada bagian yang terkena,
- Kulit kering, bersisik kemerahan,
- Nyeri
- Ditemukan masa tumor,
- Palpasi teraba benjolan,
- Mual, muntah;
- Menurunnya nafsu makan;
- Berat badan turun.
VI. PATHWAY

Genetik, radiasi, bahan kimia, trauma, dan infeksi

Pertumbuhan jaringan baru pada otot dan jaringan lunak

Bersifat jinak bersifat ganas/kanker

Pertumbuhan jaringan

Ekspansi tumor pembesaran

Yang cepat jaringan

Prosedur
Adanya luka
Pembedahan eksterpasi

Efek tindakan /
1. Kurangnya pengobatan
Nyeri akut pengetahuan

Kerusakan
jaringan atau
kulit Gangguan citra
tubuh

Gangguan
integritas kulit
VII. PENATALAKSANAAN
Jika lipoma sudah menggangu , mennyakitkan atau bertumbuh besar maka
penatalaksanaan yag dilakukan adalah
1. Steroid injecion : perawatan ini untuk mengecilkan lipoma, biasanya
dilakukan pada lipoma yag berukuran sudah besar
2. Liposuction : perawatan ini digunakan untuk memindahkan lipoma yang
besar. Tindakan ini untuk menghindari jaringan parut yang besar
3. Surgical Removal : perawatan ini dilakukan dengan cara memotong
limpoma tersebut. Dan biasanya limpoma akan hilang setelah pembedahan
Pemcegahan :

Lipoma sepenuhnya belum diketahui sepenuhnya penyebabnya. Tetapi


kecenderungan untuk mereka turun temurun. Kadang cedera ringgan memicu
timbulnya lipoma. Berat seseorang tidak mempengaruhi kemungkinan lipoma.
Mereka dapat terjadi pada sekelmpok umur tetapi sering terjadi pada umur paruh
baya.
Beberapa ahli kesehatan mempercayai bahwa olahraga dapat mengurangi resiko
pembentukan lipoma dengan meningkatkan sirkulasi dan mengurngi deposit lemak
VIII. KOMPLIKASI
Lipoma dibawah kulit (subkutan) jarang menimbulkan komplikasi,  
tetapi nodul besar dapat mengganggu fungsi otot atau dapat
menyebabkan nyeri saraf.
Lipoma terjadi pada sendi dapat membatasigerakan.Jika berkembang diusus,
lipomad a p a t   m e n y e b a b k a n   h a m b a t a n   y a n g   s e r i u s .   C e d e r a   l i p o m a   m u n g
k i n   m e m e r l u k a n  perawatan segera, termasuk eksisi. Jarang ditemukan
benjolan yang awalnya tampak menjadi lipoma sebenarnya adalah liposarcoma (k
anker) sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.
X. Konsep Askep
1. Pengkajian
2. Biodata Pasien
Biodata berisi identifikasi klien beserta suaminya, yang meliputi nama, umur, agama,
pendidikan, pekerjaan, suku bangsa, alamat, status perwakinan.
3. Keluhan Utama
Yaitu keluhan yang sedang dirasakan pasien pada saat pengkajian
4. Pola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan
 Riwayat anggota keluarga yang terkena tumor;
 Terpapar sinar radiasi atau bahan kimia;
5. Pola nutrisi metabolik
 kebiasaan makan makanan yang mengandung zat kimia atau bahan pengawet dan
makanan yang berlemak tinggi;
 riwayat minum alkohol;
 mual, muntah;
 berkeringat banyak;
 suhu tinggi;
 kerusakan atau kemerahan kulit;
 adanya benjolan pada kulit;
 hipopigmentasi, hiperpigmentasi;
 nafsu makan menurun;
 berat badan turun.
6. Pola eliminasi
 menurunnya jumlah urine output;
 anuri saat fase akut;
 diuresis;
 penurunan peristaltik khususn.
7. Pola aktivitas dan latihan
 riwayat pekerjaan;
 obesitas;
 sesak napas.
8. Pola persepsi sensori dan kognitif
 mati rasa, kaku, gatal-gatal;
 perubahan reflektendon;
 keluhan nyeri;
 perubahan orientasi, sikap dan tingkah laku.
9. Pola persepsi dan konsep diri
 Kecemasan;
 penampilan diri;
 gangguan terhadap perkerjaan atau keuangan.
10. Pola mekanisme coping dan toleransi terhadap stres
 sikap menghadapi penyakit;
 penerimaan terhadap diagnosis.

Diagnosa Perawatan.

1. Nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis d.d mengeluh nyeri


2. Gangguan integritas kulit b.d kurangnya terpapar informasi tentang upaya
mempertahankan / melindungi integritas jaringan d.d kerusakan jaringan atau lpisan
kulit
3. Gangguan citra tubuh b.d efek tindakan / pengobatan d.d mengungkapkan
kecacatan bagian tubuh
4. Defisit pengetahuan b.d kurangnya terpapar informasi d.d menanyakan masalah
yang dihadapi

No Luaran Intervensi
1 Tingkatan nyeri Manajemen nyeri
Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan diharapkan 1. Identifikasi skala nyeri
mencapai hasil 2. Identifikasi nyeri non verbal
1. Keluhan nyeri cukup 3. Identifikasi PGRST
menurun Terapeutik
2. Meringis cukup 1. Berikan teknik non farmakoogis
menurun 2. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam
3. Sikap protektif cukup pemeliharaan meredakan nyeri
menurun Edukasi
1. Jelaskan penyebab , periode, dan pemicu nyeri
2. Jelaskan strategi meredakan nyeri
3. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberan analgetik, jika perlu
2 Integritas kulit dan jaringan Perawatan integritas kulit
Setelah dilakukan tndakan Observasi
keperawatan diharapkan 1. Identifiasi penyebab ganguan integritas kulit
menapai hasil Terapeutik
1. Kerusakan jaringan 1. Gunakan prduk bebahan petrolium atau
cukup menurun minyak pada kulit kering
2. Kerusakan lapisan kulit 2. Gunakan produk berbahan ringan dan
cukup menurun hipolergik pada kulit sensitif
Edukasi
1. Anjurkan meningkatkan asupan nutrsi
2. Anjurkan konsumsi buah dan sayur
3. Anjurkan menghindari suhu ekstrem
3 Citra tubuh Promosi citra tubuh
Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan diharapkan 1. Identifikasi perubahan citra tubuh
mencapai hasil mengakibatkan isolasi diri
1. Melihat bagian tubuh Terapeutik
cukup membaik 1. Diskusikan perbedaan penampilan fisik
2. Menyentuh bagian terhadap harga diri
tubuh cukup membaik 2. Diskusikan persepsi pasien dan kelarga
tentang perubahan citra tubuh
Edukasi
1. Jelaskan kepada keluarga tentang perawatan
citra tubuh
2. Anjurkan mengungkapkan gambaran diri
tentang citra tubuh
4 Tingka pengetahuuan Edukasi kesehatan
Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan diharapkan 1. Identifikasi kesiapan menerima informasi
mencapai kriteria hasil Terapeutik
1. Perilaku sesuai anjuran 1. Sediakan materi dan media pendidikan
cukup meningkat kesehatan
2. Kemampuan 2. Jadwalkan pendidikan sesuai kesepakatan
menjelaskan cukup Edukasi
meningkat 1. Jelaskan faktor resiko yang dapat
3. Persepsi yang keliru mempengaruhi kesehatan
tentang masalah yang 2. Anjurkan hidup bersih dan sehat
dihadapi cukup
menurun
KESIMPULAN

Lipoma adalah benjolan lemak yang lunak dan tumbuh dibawah kulit karena
pertumbuhan berlebih pada sel-sel lemak. Benjolan ini akan terasa lunak jika disentuh
dengan jari dan tidak membahayakan karena tergolong dalam tumor jinak dan
biasanya tidak membutuhkan perawatan. Lipoma dapat terjadi di mana saja di tubuh,
tetapi lebih sering terjadi di daerah bahu, dada, leher, paha, dan ketiak. Dalam kasus
yang jarang, lipoma dapat terjadi d tulang dan otot. Penyebab dari lipoma tidak
sepenuhnya dapat dimengerti. Lipoma cenderung diturunkan di dalam keluarga,
sehingga faktor genetik memainkan peran pada perkembangannya.
DAFTAR PUSTAKA
https://coggle.it/diagram/XW3bygoIJ9H_gOfs/t/limpoma
https://www.academia.edu/41153555/LAPORAN_PENDAHULUAN_LIPOMA
https://www.scribd.com/document/365100127/KOMPLIKASI-DAN-
PROGNOSIS-LIPOMA-doc
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. (n.d.). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia. (n.d.). Dewan Pengurus Pusat PPNI