Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

ISOLASI SOSIAL

Dosen pembimbing : Fahrur Rozi, S.kep.Ns

Disusun oleh :

1. Suad
2. Vivin Andayani
3. Ambar Amiatun
4. Asrip Maikristinawati
5. Fernandika Bagus Setiawan
6. Ma’abrorry Fajriani
7. Milani Nisa Indriana
8. Viki Ariyanti

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAHRUL ‘ULUM

TAMBAK BERAS, JOMBANG

2018 / 2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga proposal yang berjudul ‘’Proposal Terapi aktivitas Kelompok : Isolasi
Sosial‘’ bahwa keberhasilan kami dalam bentuk terselesaikannya penyusunan
Proposal ini tidak terlepas dari petunjuk, bimbingan, bantuan, dan dukungan dari
beberapa pihak. Pada kesempatan ini kami hendak menyampaikan rasa
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan baik untuk
secara moril maupun material secara langsung maupun tidak langsung, kepada
Kedua orang tua kami yang selalu memotivasi saya dan Bapak Fahrur Rozi
S.Kep.Ns, Selaku Dosen S1 Keperawatan STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras
Jombang.Sekaligus pembimbing Praktika jiwa.

Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya ungkapkan. Semoga Allah
SWT, membalas semua kebaikan yang diberikan dengan rahmat yang tiada tara.
Amiin. Kami menyadari bahwa, makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, dengan tangan terbuka kami mengharapkan saran dan kritik bersifat
membangun untuk perbaikan Proposal ini. Untuk itu kami mengucapkan terima
kasih.

Surabaya,10 Agustus 2018


Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individual, sebagai


makhluk sosial, manusia memiliki motif untuk mengadakan hubungan dan
hidup bersama dengan orang lain, yang disebut dorongan sosial. Manusia
sebagai makhluk individual memiliki motif untuk mengadakan hubungan
dengan dirinya sendiri, bukan saja dengan individu lain, tetapi juga dengan
lingkungan tempat ia berada.

Dalam hidup bersama itu terjadi hubungan antar manusia dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan untuk mencapai keinginan itu perlu
diwujudkan dalam bentuk tindakan melalui hubungan timbal balik. Hubungan
ini yang disebut interaksi sosial. Suatu tindakan disebut interaksi sosial apabila
individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu lain.
Interaksi sosial merupakan hubungan  yang tertata dalam bentuk tindakan-
tindakan yang berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma sosial yang berlaku
dalam masyarakat. Bila hubungan berdasarkan nilai atau norma, interaksi sosial
tersebut akan berjalan lancar dan sebaliknya. (Soerjono Sukanto, 2005).

B. Tujuan Umum

Klien mampu meningkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahap

C. Tujuan Khusus

1. Klien mampu memperkenalkan diri

2. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok

3. Klien mampu berinteraksi dan berakap-cakap dengan anggota kelompok

4. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topic


BAB II

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

A. Landasan Teoritis

1. Definisi

Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan perawat


kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama.
Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target
asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung,
saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih perilaku
baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptive.
Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu bersikap
menghindari dari interaksi dengan orang lain. (Balitbang,2007)

2. Rentan Respon

Respon Adaptif Respon Maladaptif

3. Faktor Predisposisi

Klien biasanya mengatakan hidupnya sudah tidak lagi berharga, tidak


berguna,merasa minder,malu , menarik diri dari lingkungan, tidak percaya diri

4. Faktor Presipitasi

Klien merasa malu dan malas berinteraksi dan beraktivitas dengan orang lain,
malu dan kurang motivasi untuk bergaul. (Gail Wiscartz Stuart, 1998, 345).

5. Tanda dan gejala

 Sering menyendiri
 Kontak mata kurang

 Biasanya menghindar jika didekati

 Malu dan tidak mau berinteraksi dengan oramg lain

6. Penatalaksanaan

 Ajak bicara klien

 Beri perhatian klien

 Ajak klien beraktivitas dan berosialisasi

 Lakukan interaksi secara bertahap

 Dengarkan klien saat berbicara

 Motivasi klien, dll

B. Klien

1. Kriteria Klien

 Klien yang menarik diri dan menghindari interaksi social

 Klien yang kesulitan berkomunikasi secara verbal dan telah


kehilangan stimulus berkomunikasi

 Klien yang malas melakukan aktivitas sosial

2. Proses Seleksi

 Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria

 Mengumpulkan klien yang masuk kriteria


 Membuat kontrak dengan klien yang setuju mengikuti TAK
meliputi :menjelaskan pengertian dan tujuan TAK, rencana
kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok.

C. Pengorganisasian

 Waktu dan tempat

Hari / tanggal : minggu, 19 agustus 2018

Waktu : 09.00 wib s/d selesai

Setting tempat : ruang makan wijaya kusuma

K K K K

K K

L
CL O
F

Keterangan :

L : leader O : observer

CL: co-leader K : klien

F : fasilitator

 Tim Terapis

 Leader : Suad

Tugas : memimpin proses Tak dan menjelaskan pengertian,cara dan aturan


main Tak kepada klien.
 Co-leader : fernandika

Tugas : menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas


klien dan mengingatkan leader jika kegiatan mulai menyimpang.

 Observer : Viki dan Milani

Tugas : mengobservasi jalannya permainan dan mencatat kegiatan verbal


dan non verbal dari klien selama kegiatan Tak berlangsung.

 Fasilitator : Ambar, Rorry, Asrip dan Vivin

Tugas : menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung, memotivasi


klien jika kurang aktif dan membantu leader memfasilitasi anggota yg
berperan aktif dan memfasilitasi angggota kelompok.

 Metode

1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/ simulasi

 Media

1. Laptop
2. Musik/ lagu
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Kartu nama/ name tag
6. Jadwal kegiatan klien

SESI 1 : Kemampuan Memperkenalkan Diri

A. Tujuan
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap,
nama panggilan, asal dan hobi.
B. Setting
Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.
Ruangan nyaman dan tenang
C. Alat
1. Laptop
2. Musik
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien
D. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
E. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberi salam terapeutik : salam dari terapis
b. Evaluasi/validasi : menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak :
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
2) Menjelaskan aturan main/terapi :
- Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus
minta izinkepada terapis.
- Lama kegiatan 15 menit.
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai
3. Tahap kerja
a. Jelaskan kegiatan, yaitu hidupkan laptop dan play musik serta bola
diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kiri)
dan pada saat musik dimatikan maka anggota kelompok yang
memegang bola memperkenalkan dirinya.
b. Hidupkan musik kembali dan edarkan bola berlawanan dengan
arah jarum jam
c. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap ,
nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai
contoh.
d. Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai.
e. Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran.
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti tak
2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri pada orang lain di kehidupan sehari-
hari.
2) Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal
kegiatan harian klien.
c. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok
2) Menyepakati waktu dan tempat

SESI 2 : TAK Kemampuan Berkenalan

A. Tujuan
Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok :
1. Memperkenalkan diri sendiri : nama lengkap, nama panggilan, asal
dan hobi.
2. Menanyakan diri anggota kelompok lain : nama lengkap, nama
panggilan, asal dan hobi.
B. Setting
1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang
C. Alat
1. Laptop
2. Musik/ lagu
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien
D. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
E. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 1
TAK
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Memberi salam terapeutik
- Salam dari terapis
- Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/validasi
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri
pada orang lain.
c. Kontrak
- Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok.
- Menjelaskan aturan main berikut :Jika ada klien yang
meninggalkan kelompok harus minta izin kepada terapis,
lama kegiatan 45 menit, setiap klien mengikuti kegiatan dari
awal sampai selesai
3. Tahap kerja
a. Hidupkan laptop dan play musik dan edarkan bola berlawanan
dengan arah jarum jam
b. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota kelompok yang
ada disebelah kanan dengan cara :
- Memberi salam
- Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
- Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
lawan bicara.
- Dimulai oleh terapis sebagai contoh
c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
d. Hidupkan kembali musik dan edarkan bola. Pada saat musik 
dimatikan, minta pada anggota kelompok yang memegang bola
untuk memperkenalkan anggota kelompok  yang disebelah kanannya
kepada kelompok, yaitu : nama lengkap, nama panggilan, asal  dan
hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
e. Ulangi d sampai semua anggota mendapat giliran
f. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1) menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) menganjurkan tiap anggota kelompok latihan berkenalan
2) memasukan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian
klien
c. Kontrak yang akan datang
1) menyepakati kegiatan berikut, yaitu bercakap-cakap tentang
kehidupan pribadi
2) menyepakati waktu dan tempat

SESI 3 : TAK Kemampuan Bercakap-cakap

A. Tujuan
1. Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok :
2. Menanyakan kehidupan pribadi kepada 1 orang anggota kelompok
3. Menjawab pertanyaan tentang kehidupan pribadi
B. Setting
1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang
C. Alat
1. Laptop
2. Musik/ lagu
3. Bola
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien

D. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
E. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 2
TAKS
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Salam terapeutik
- Memberi salam terapeutik
- Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/validasi
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menanyakan apakah telah mencoba berkenalan dengan
orang lain.
c. Kontrak
- Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan menjawab
tentang kehidupan pribadi
- Menjelaskan aturan main berikut :Jika ada klien yang
meninggalkan kelompok harus minta izin kepada terapis,
lama kegiatan 45 menit dan setiap klien mengikuti
kegiatan dari awal sampai selesai
g. Tahap kerja
a. Hidupkan laptop dan play musik dan edarkan bola
berlawanandengan arah jarum jam
b. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi
anggota kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara :
- Memberi salam
- Memanggil panggilan
- Menanyakan kehidupan pribadi : orang terdekat/dipercayai/
disegani, pekerjaan.
- Dimulai oleh terapi sebagai contoh
- Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat
giliran.
- Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
h. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
1) menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana Tindak Lanjut
1) menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tantang
kehidupan pribadi dengan orang lain pada kehidupan sehari-
hari.
2) memasukan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan
harian klien.
c. Kontrak Yang Akan Datang
1) menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan
membicarakan topik tertentu.
2) menyepakati waktu dan tempat

SESI 4 : TAK Kemampuan Bercakap-cakap dengan Topik Tertentu

a. Tujuan
Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota
kelompok :
1. Menyampaikan topik yang ingin dibicarakan
2. Memilih topik yang ingin dibicarakan
3. Memberi pendapat tentang topik yang dipilih
b. Setting
1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran.
2. Ruangan nyaman dan tenang
c. Alat
1. Laptop
2. Musik/ lagu
3. Bola pimpong
4. Buku catatan dan pulpen
5. Jadwal kegiatan klien
6. Flipchart/white board dan spidol
d. Metode
1. Dinamika kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Bermain peran/simulasi
e. Langkah kegiatan
1. Persiapan

Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 3 TAKS

a. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan


2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan :
a. Salam terapeutik
- Memberi salam terapeutik
- Peserta dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/validasi
- Menanyakan perasaan klien saat ini
- Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap dengan
orang lain.
c. Kontrak
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan, memilih,
dan memberi pendapat tentang topik percakapan.
2) Menjelaskan aturan main berikut :
- Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta
izin kepada terapis
- Lama kegiatan 45 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selasai
3. Tahap kerja
a. Hidupkan laptop dan play musik dan edarkan bola berlawanan
dengan arah jarum jam.
b. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk menyampaikan satu topik yang ingin
dibicarakan. Dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya, ”cara
bicara yang baik” atau ”cara mencari teman”.
c. Tuliskan pada flipchart atau white board topik yang disampaikan
secara berurutan.
d. Ulangi a, b, dan c sampai semua anggota kelompok
menyampaikan topik yang ingin dibicarakan.
e. Hidupkan kembali musik dan edarkan bola. Pada saat musik
dimatikan, minta pada anggota kelompok yang memegang bola
untuk memilih topik yang disukai untuk dibicarakan dari daftar
yang ada.
f. Ulangi sampai semua anggota kelompok memilih topik.
g. Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak dipilih.
h. Hidupkan kembali musik dan edarkan bola. Pada saat musik
dimatikan, minta pada anggota kelompok yang memegang bola
untuk menyampaikan pendapat tentang topik yang dipilih.
i. Ulangi sampai semua anggota kelompok menyampaikan
pendapat.
j. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi
- menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
- memberi pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
- menganjurkan setiap anggota kelompok latihan bertanya, meminta,
menjawab, dan memberi pada kehidupan sehari-hari (kerja sama).
- memasukan kegiatan bekerja sama pada jadwal kegiatan harian
klien.
c. Kontrak yang akan datang
- menyepakati kegiatan berikut, yaitu mengevaluasi kegiatan TAKS.
- menyepakati waktu dan tempat

DAFTAR ISI

Halama judul……………………………………………………………………….

Kata pengantar……………………………………………………………………..

Daftar isi……………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang…………………………………………………………………..

B. Tujuan umum…………………………………………………………………...

C.Tujuan khusus…………………………………………………………………….

BAB II TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

A. Landasan teoritis………………………………………………………………...

B. Klien……………………………………………………………………………..

C. Pengorganisasian………………………………………………………………...

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan……………………………………………………………………...

B. Saran…………………………………………………………………………….

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Terapi aktivitas kelompok adalah terapi modalitas yang dilakukan perawat


kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama.
Aktivitas yang digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target
asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung,
saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien berlatih perilaku
baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptive.
Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu bersikap
menghindari dari interaksi dengan orang lain.

B. SARAN

Sebagai perawat haruslah mengetahui tentang terapi aktivitas


kelompok isolasi social serta dapat mengaplikasikannya dalam praktik
keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

 Budia Ana Keliat,dkk.1992.Peran Serta Keluarga dalam


perawatan kliendengan gangguan jiwa.buku kedokteran.
 Kozier,Barbara.1979.Fundamental of nursing.california.Wesley
publishingcompany.
 Stuart Sundeen’s,laraia.1998.Pripciples and Practice Psychiaric
Nursing.sixth edication.
 Keliat, B.A. 1999. Kumpulan Makalah Keperawatan Jiwa. Tidak di
publikasikan.
 Stuart. G.W. dan sundeen. Sj. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa.
Edisi 3.Jakarta: EEC
 Townsend. M.C. 1998. Buku Saku Diagnosis Keperawatan
Psikiatri Edisi 3.Jakarta : EGC
 Maramis, W,2001. Buku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta: EGC