Anda di halaman 1dari 18

PENGENALAN MIKROSKOP DAN PENGAMATAN SEL TUMBUHAN

(Laporan Praktikum Biologi Pertanian)

MUHAMMAD SYARIF FADHIL


1910512210010
Nephelium ramboutan-ake

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI........................................................................................... i

DAFTAR TABEL................................................................................... ii

PENDAHULUAN................................................................................... 1

Latar Belakang............................................................................ 1
Tujuan.......................................................................................... 2

TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 3

BAHAN DAN METODE....................................................................... 6

Alat dan Bahan............................................................................ 6


Waktu dan Tempat...................................................................... 6
Prosedur Kerja............................................................................. 7

HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................... 10

Hasil............................................................................................ 10
Pembahasan................................................................................. 12

KESIMPULAN DAN SARAN............................................................... 15

Kesimpulan.................................................................................. 15
Saran............................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

1. Hasil Pengamatan Bagian-Bagian Mikroskop................................. 10

2. Hasil Pengamatan Sel Tumbuhan.................................................... 11


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah

sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata

kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut

mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh

mata. Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup

yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang,

sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan

mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi (Pramesti, 2000).

Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-16 menggunakan

lensa sederhana untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas

kira-kira 10 kali dari ukuran objek sebenarnya. Setelah mengakami perbaikan,

akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai 400 kali. Penemu sel dalam

susunan mikroorganisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian

mikroskop, yaitu mikroskop cahaya okuler baik berlensa tunggal (mikroskop

monokuler) ataupun yang ganda (mikroskop binokuler). Dapat disimpulkan

bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal

penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik permukaan yang

melengkung sudah dilakukan oleh Euclid (3.000sm), Ptolemy (127-151), dan oleh

Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik

belum dilakukan. Baru pada abad ke-16 Leonardo da Vinci dan Maurolyco

mempergunakan lensa untuk melihat benda–benda yang kecil (Nuryadi, 2008).


2
Sel merupakan unit terkecil pada makhluk hidup. Tumbuhan termasuk

organisme multiseluler yang terdiri dari berbagai jenis sel terspesialisai yang

bekerja sama melakukan fungsinya. Sel tumbuhan meliputi berbagai organel yang

memilikistruktur dan fungsi yang berbeda, seperti dinding sel, sitoplasma,

membran plasma, retikulum endoplasma, badan golgi, vakuola, badan mikro,

sferosom, rangka sel, ribosom, mitokondria, plastida dan nukleus. Fotosintesis,

metabolisme, pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan (Campbell, 2010).

Sel pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang

mengamati jaringan gabus pada tumbuhan yang merupakan kesatuan fungsional

makhluk hidup. Semua fungsi di atur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah

sel dapat berfungsi secara autimon asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Sel merupakan struktural terkecil dari suatu organisme hidup, karena ukurannya

sangat kecil maka sel tidak bisa dilihat langsung dengan mata telanjang akan

tetapi bisa di lihat dengan bantuan mikroskop (Al Mubin, 2012).

Tujuan

Tujuan dari praktikum kali ini adalah:

1. Mengenali bagian-bagian mikroskop, memahami fungsi dan dapat

menggunakannya.

2. Mengamati dan mengenali bentuk sel mati dan bagian yang hidup pada

tumbuhan.
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan

laboratorium sains, khususnya biologi. Mikroskop merupakan alat bantu yang

memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran sangat kecil

(mikroskopis). Suatu mikroskop dilengkapi dengan lensa objektif maupun lensa

okuler. Kedua lensa tersebut, baik lensa objektif maupun lensa okuler merupakan

lensa cembung. Secara garis besar, lensa objektif menghasilkan suatu bayangan

sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi

benda mula-mula. Kemudian, bayangan tersebut diproyeksikan ke lensa okuler

dan menghasilkan bayangan akhir (Kurniawati, 2018).

Mikroskop yang sering digunakan dalam biologi adalah mikroskop cahaya.

Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang seperti bayangan

sementara, yaitu bersifat semu, terbalik, dan lebih diperbesar lagi. Pada dasarnya,

semua mikroskop cahaya menggunakan prinsip yang sama dalam hal perbesaran

objek dan memiliki bagian-bagian dasar mikroskop yang sama pula meskipun

memiliki bentuk yang berbeda-beda. Bagian-bagian mikroskop cahaya terdiri atas

bagian optik dan bagian mekanik. Bagian optik mikroskop cahaya meliputi lensa

okuler, lensa objektif, lensa kondensor, dan reflektor. Kemudian, selain bagian

tersebut merupakan bagian mekanik mikroskop, seperti tabung, pegangan, dan

meja benda. Setiap bagian mikroskop cahaya tersebut memiliki kegunaan masing-

masing (Kurniawati, 2018)

Cara kerja mikroskop cahaya dilakukan dengan memusatkan berkas sinar

yang tampak oleh mata untuk membentuk bayangan objek. Sumber cahaya dapat
4
berasal dari cahaya matahari maupun cahaya lampu listrik. Mikroskop cahaya

konvensional masih menggunakan sumber cahaya yang berasal dari sinar matahari

yang dipantulkan dengan cermin datar atau cermin cekung. Cermin tersebut akan

mengarahkan cahaya dari luar ke dala kondensor, sedangkan lensa kondensor

berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan

diafragma. Sedangkan, pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai

pengganti sumber cahaya matahari. Proses pembentukan bayangan benda pada

mikroskop cahaya membutuhkan tiga lensa, yaitu objektif, lensa kondensor, dan

lensa okuler. Benda yang diamati mikroskop cahaya mengalami perbesaran 2X

melalui lensa objektif dan lensa okuler. Perbesaran terkahir dilakukan oleh lensa

okuler. Karena itulah, mikroskop cahaya tidak dapat terlepas pada lensa okuler

yang kemudian mikroskop cahaya dikelompokkan menjadi dua jenis, monokuler

dan binokuler (Kurniawati, 2018).

Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme, misalnya

bakteri yang merupakan uniseluler dan manusia adalah multiseluler. Di tinjau dari

bagian-bagiannya, sel tumbuhan memiliki perbedaan dengan sel hewan.

Perbedaannya adalah pada tumbuhan memiliki dinding sel, plasmodesma,

kloropas, dan vakoula besar sedangkan pada hewan tidak (Waluyo, 2010).

Pada tahun 1655 sel ditemukan oleh Robert Hooke. Hooke mengambil

sebagian dari jamur yang ada dibotol yang kemudian ditelitinya, kemudian dia

melihat bentuk seperti kamar. Bentuk inilah yang kemudian diberi nama sel.

Dalam tubuh kita terdapat hampir 200 jenis sel. Pada umumnya, sel memiliki

struktur tubuh yang sama tetapi bentuknya bisa berbeda-beda. Perbedaan bentuk
5
sel terkait dengan perbedaan kerja yang dilakukannya dan tempat dimana mereka

berada (Sema, 2007).

Pada tumbuhan, sel dibagi menjadi dua bagian, yaitu sel yang hidup dan sel

yang mati. Sel yang hidup memiliki inti sel atau nukleus, sedangkan pada sel yang

mati tidak memiliki inti sel atau nukleus. Jika diamati dengan mikroskop, sel yang

hidup berbeda dengan sel yang mati, sel yang hidup jika diamati maka bagian-

bagian dari sel tersebut terlihat jelas, sedangkan sel yang mati jika diamati maka

bagian-bagian dari sel tersebut tidak terlihat atau kosong seperti kamar-kamar

(Trijoko, 2005).

Sel-sel tumbuhan dewasa berbeda satu dengan yang lain dalam ukuran,

bentuk, struktur, dan fungsinya. Walaupun demikian, semua tumbuhan memiliki

persamaan dalam beberapa segi sehingga dapat dibayangkan suatu hipotesis

sebuah sel yang segi dasarnya ada dalam bentuk yang tidak termodifikasi (Setjo,

2004).
BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Alat

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah :


1. Mikroskop cahaya monokuler.

2. Kaca benda, kaca penutup, pinset, pipet tetes, dan preparat.

3. Silet/Cutter.

4. Kain plannel.

5. Buku gambar dan alat tulis/pensil warna.

6. Laporan sementara.

Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :


1. Air jika diperlukan.

2. Preparat penampang melintang gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima).

3. Preparat penampang melintang daun sawi (Brassica juncea L.).

4. Preparat penampang melintang batang bayam (Amaranthus sp.).

5. Preparat penampang melintang rimpang kunyit (Curcuma domestica L.).

6. Preparat penampang membujur daun Hydrilla verticillata L.

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 18 September 2019 pukul

08.00 WITA sampai dengan selesai. Di Laboratorium Biologi Pertanian dan di


7
Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung

Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur Kerja

Memelihara Mikroskop

1. Mikroskop harus selalu dibawa dan diangkat dalam posisi tegak.

2. Aturlah kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga jumlah lensa objektif

lemah berjarak 1 cm dari atas meja benda.

3. Aturlah penjepit sediaan dengan rapi dan cermin pada posisi tegak agar debu

tidak banyak nempel.

4. Setiap akan menggunakan mikroskop, bersihkan lensa atau bagian lainnya

dengan kain lap bersih dari bahan halus (flannel).

Mencari Bidang Penglihatan

1. Naikkan tabung menggunakan makrometer (pemutar kasar) hingga lensa

objektif tidak membentur meja/panggung bila revolver diputar-putar.

2. Tempatkan lensa objektif pembesaran lemah (4X atau 10X) dengan

menggunakan revolver sampai berbunyi klik (posisi satu poros dengan lensa

okuler).

3. Bukalah diafragma sebesar-besarnya dengan menarik tangkainya kebelakang.

4. Aturlah bentuk cermin ke arah cahaya, hingga terlihat lingkaran yang sangat

terang di dalam lensa okuler, mikroskop siap digunakan.

Mencari Bagian Sediaan


8
1. Naikkan tabung mikroskop menggunakan makrometer hingga jarak antara

lensa objektif dengan permukaan meja 3 cm.

2. Letakkan sediaan di tengah-tengah lubang meja benda.

3. Putarlah mikrometer ke belakang sampai penuh (perlahan dan hati-hati).

4. Bidiklah penglihatan mata ke lensa okuler.

5. Untuk mendapatkan pembesaran yang kuat, putar revolver dan lensa objektif

yang sesuai.

Pengukuran Mikroskopis/Mikrometer

Untuk mengetahui ukuran objek yang diamati dengan mikroskop dapat

dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang disebut mikrometer objektif dan

mikrometer okuler.

Menggambar Hasil

Hasil pengamatan terhadap mikroskop dapat dituangkan dalam bentuk

gambar, yang dilakukan dengan alat fotografi atau dengan tangan (manual)

disertai dengan judul dan keterangan.

Pengamatan Sel Tumbuhan

1. Mengamati bentuk sel, bagian-bagian sel yang hidup dan gambarkan hasil

pengamatan yang dilakukan di bawah mikroskop.

2. Melengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, buatlah pembahasan hasil

pengamatan dan kesimpulan.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil dari praktikum ini berupa beberapa data pengamatan yang dapat

dilihat pada beberapa tabel dan gambar berikut:

Tabel 1. Hasil Pengamatan Bagian-Bagian Mikroskop


Gambar Keterangan
1. Lensa okuler

2. Lensa objektif

3. Kondensor

4. Diafragma

5. Cermin

6. Tabung mikroskop

7. Revolver

8. Meja mikroskop

9. Makrometer

10. Mikrometer

11. Pegangan

12. Klip

13. Sendi inklansi

14. Kaki mikroskop


10
Tabel 2. Hasil Pengamatan Sel Tanaman
No Gambar Keterangan
1. 1. Dinding sel

2. Inti sel

3. Sitoplasma

Kunyit (Curcuma domestica)


2. 1. Dinding sel

2. Inti sel

3. Sitoplasma

Sawi (Brassica juncea L.)


3. 1. Dinding sel

2. Inti sel

3. Sitoplasma

Bayam (Amaranthus spp.)

Tabel 2. Lanjutan
4. 1. Dinding sel

2. Inti sel
11
3. Sitoplasma

Ganggang (Hydrilla verticillata L.)


5. 1. Dinding sel

2. Inti sel

3. Sitoplasma

Ubi kayu (Manihot utilisima).

Pembahasan

Mikroskop terbagi dua jenis, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop

elektron. Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunakan cahaya sebagai

penerangan. Pada mikroskop terdapat dua lensa yang memiliki sifat masing-

masing yaitu, lensa okuler dan lensa objektif. Lensa okuler ialah lensa yang

terletak pada bagian atas tabung berdekatan dengan mata apabila seseorang

mengamati objek dengan mikroskop. Lensa okuler biasanya mempunyai

perbesaran 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Sedangkan lensa objektif ialah lensa yang

letaknya dekat dengan sediaan, biasanya terdapat dua atau tiga lensa yang

dipasang sekaligus pada mikroskop. Lensa objektif mempunyai perbesaran 4X,

10X, dan 40X.


12
Bagian optik pada mikroskop yaitu, cermin yang berfungsi untuk

memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke objek yang diamati, lensa kondensor

yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke objek yang sedang diamati,

diafragma yang berfungsi untuk mengatur inensitas cahaya yang diperlukan saat

sedang mengamati objek, lensa okuler yang berfungsi untuk membentuk

bayangan maya, tegak, serta dapat diperbesar dan lensa objektif yang berfungsi

untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar.

Bagian non-optik pada mikroskop yaitu, kaki dasar yang berfungsi untuk

menopang mikroskop agar berdiri tegak, engsel penggerak yang berfungsi untuk

mengatur kedudukan mikroskop sesuai keinginan, meja benda yang berfungsi

sebagai tempat meletakkan benda atau objek yang diamati, sekrup yang berfungsi

untuk menggerakkan objek ke depan dan ke belakang (sekrup atas) dan

menggerakkan sediaan ke kiri dan ke kanan (sekrup bawah), makrometer yang

berfungsi untuk menarik turunkan tabung mikroskop secara cepat, mikrometer

yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat.

Kunyit (Curcuma domestica L.) merupakan sel hidup karena memiliki inti

sel atau nukleus. Sel kunyit ini berwarna kuning cerah dan berbintik-bintik agak

gelap. Bayam (Amaranthus spp.) merupakan sel hidup. Sel bayam ini berwarna

hijau dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Sawi (Brassica juncea L.)

merupakan sel hidup yang memiliki dinding sel dan inti sel. Sel sawi ini berwarna

putih kehijauan dan berbentuk bulat-bulat dan sedikit tidak beraturan.

Ganggang (Hydrilla verticillata L.) merupakan sel hidup. Sel ganggang ini

berwarna kuning cerah agak kehijauan dan memiliki bentuk lurus yang rapi. Ubi

kayu (Manihot utilisima) merupakan sel yang mati atau sel gabus karena tidak
13
adanya inti sel dan aktivitas yang terjadi. Sel ubi kayu ini berwarna putih keabu-

abuan dan memiliki bentuk seperti onde-onde.

Sel terdiri atas beberapa bagian antara lain inti sel (nukleus) dan

sitoplasma. Inti sel (nukleus) tersusun atas membran, cairan inti (nukleoplasma),

kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti tersusun atas air, protein, dan

mineral. Kromosom merupkan pembawa sifat menurun yang tersusun atas

benang-benang kromatin. Nukleus berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel.

Sedangkan sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai

macam zat, diantaranya protein, lemak,karohidrat, zat-zat anorganik, enzim,

vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi

metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Mikroskop adalah alat bantu optik yang digunakan untuk mengamati benda-

benda yang berukuran sangat kecil yang tidak tampak oleh mata telanjang.

2. Mikroskop terbagi menjadi 2 bagian yakni bagian optic (lensa okuler, lensa

objektif, diafragma, kondensor, dan cermin).

3. Sel merupakan penyusun terkecil dari setiap kehidupan.

4. Di dalam sel tumbuhan terdapat dua jenis sel yaitu, sel hidup dan sel mati.

5. Sel akan disebut sel hidup apabila memiliki dinding sel, inti sel, dan

sitoplasma.

6. Sel akan disebut sel mati apabila hanya memiliki dinding sel tanpa ada apa-

apa disana.

Saran

Saran untuk praktikum ini adalah :

Seharusnya memberikan kesempatan pada seluruh praktikan untuk

mengamati objek yang diteliti agar seluruh praktikan dapat memahami dan

mengetahui secara langsung objek yang diteliti.


DAFTAR PUSTAKA

Abraham, S. 2008. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.

Al Mubin. 2012. Laporan Biologi Sel Tumbuhan. Jurusan Agroekoteknologi.


Fakultas Pertanian Universitas. Bengkulu.

Campbell. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Erlangga. Jakarta.

Kurniawati, Dewi. 2018. Menggunakan Mikroskop di Laboratorium. Aksara


Sinergi Media PT. Surakarta.

Nugroho, L. Hartanto dan Issirep Sumardi. 2004. Biologi Dasar. Penebar


Swadaya. Jakarta.

Nuyadi, Ratna. 2008. Mikroskop dan Teknologi Nano. Administrator. Surabaya.

Pramesti, H, T. 2000. Mikroskop dan Sel. Universitas Lambung Mangkurat.


Banjarbaru.

Sema. 2007. DNA dan Sel. Yudhistira. Jakarta.

Trijoko. 2005. Biologi. PT. Sunda Kelapa. Jakarta.

Waluyo. 2010. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar. FKIP Universitas Jember.


Jember.

Anda mungkin juga menyukai