Anda di halaman 1dari 8

Nama : Rizky Putri Cahyani Bahtiar

Kelas : XI-A3
Tugas Bahasa Indonesia : Rangkuman & soal Merancang Karya Ilmiah

Merancang Karya Ilmiah

A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah


Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah tulisan yang berisi tentang fenomena atau peristiwa
yang ditulis berdasarkan kenyataan (bukan fiksi). Misalnya, tulisan tentang ilmu pengetahuan,
alam sekitar, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui studi kepustakaan, penelitian, atau
pengalaman di lapangan, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

B. Struktur teks Karya Tulis Ilmiah

1. Judul
Judul dalam karya ilmiah dirumuskan dalam satu frasa yang jelas dan lengkap. Judul
mencerminkan hubungan antarvariabel. Istilah hubungan di sini tidak selalu mempunyai
makna korelasional,kausalitas, ataupun determinatif. Judul juga mencerminkan dan
konsistensi dengan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode
penelitian.

2. Pendahuluan
Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup latar belakang masalah, identifikasi
masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau
kegunaan penelitian. Selain itu, dapat pula dilengkapi dengan definisi operasional dan
sistematika penulisan.

3. Kerangka Teoretis
Kerangka teoretis disebut juga kajian pustaka atau teori landasan. Tercakup pula di dalam
bagian ini adalah kerangka pemikiran dan hipotesis. Kerangka teoretis dimulai dengan
mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan
hipotesis. Di samping itu, dalam kerangka teoretis perlu dilakukan pengkajian terhadap
penelitian-penelitian yang telah dilakukan para penulis terdahulu. Langkah ini penting
dilakukan guna menambah dan memperoleh wawasan ataupun pengetahuan baru, yang telah
ada sebelumnya.

4. Metodologi Penelitian
Dalam karya tulis yang merupakan hasil penelitian, perlu dicantumkan pula bagian yang
disebut dengan metode penelitian. Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau
tahap-tahap penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengolahan,
sampai dengan pelaporannya.

5. Pembahasan
Bagian ini berisi paparan tentang isi pokok karya ilmiah, terkait dengan rumusan
masalah/tujuan penulisan yang dikemukakan pada bab pendahuluan. Data yang diperoleh
melalui hasil pengamatan, wawancara, dan sebagainya itu dibahas dengan berbagai sudut
pandang diperkuat oleh teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya.

6. Simpulan dan Saran


Simpulan merupakan pemaknaan kembali atau sebagai sintesis dari keseluruhan unsur
penulisan karya ilmiah. Simpulan merupakan bagian dari simpul masalah (pendahuluan),
kerangka teoretis yang tercakup di dalamnya, hipotesis, metodologi penelitian, dan temuan
penelitian.

7. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam karya
ilmiah yang terdapat dari sumber tertulis, baik itu yang berupa buku, artikel jurnal, dokumen
resmi, maupun sumber-sumber lain dari internet.

C. Langkah-langkah menyajikan makalah

1. Tampil sebagai pemakalah setelah mendapat izin dari moderator


2. Kalau tidak di perkenalkan oleh moderator, perkenalkan diri dengan rendah hati
3. Sampaikan masalah umum dari isi makalah yang akan di paparkan
4. Jelaskan pokok-pokok isi masalah dengan Bahasa yang lugas
5. Sertakan ilustrasi dan fakta-fakta penting yang menyertai penjelasan di atas
6. Akhiri paparan dengan menyampaikan simpulan
D. 4 hal yang ada dalam Karya Ilmiah

1. Sistematis, susunan teks itu teratur dengan pola yang baku. Dimulai dengan
pendahuluan, pembahasan dan di akhiri dengan kesimpulan
2. Logis, isinya dapat di pahami dan di benarkan oleh akal sehat. Antara lain di dasari
pandangan pribadi penulisnya
3. Objektif ( impersonal ). Pernyataan-pernyataan di dasarkan pandangan umum tidak di
dasari pandangan pribadi penulisnya semata
4. Faktual kebenaran di dalamnya di dasarkan kenyataan yang sesungguhnya, tidak
imajinatif

E. Kaidah kebahasaan

1. Karya tulis ilmiah bersifat objektif ditandai oleh pilihan kata yang bersifat impersonal
2. Kata ganti yang digunakan karya ilmiah harus bersfat umum, misalnya penulis atau
peneliti, ataupun berisfat pasif (menggunakan kalimat pasif)
3. Karya ilmiah memerlukan kelugasan dalam pembahasannya.
4. Karya ilmiah menghindari penggunaan kata dan kalimat yang bermakna ganda
5. Karya ilmiah mensyaratkan ragam yang digunakannya itu harus reproduktif
6. Ragam bahasa yang digunakan karya ilmiah harus bermakna denotative, artinya
makna yang terkandung dalam kata-katanya harus diungkapkan secara eksplisit untuk
mencegah timbulnya pemberian makna lain.

F. Perbedaan denotasi dan konotasi

1. Makna denotasi adalah makna kata yang tidak mengalami perubahan sesuai dengan
konsep awal. Makna denotasi disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami
perubahan-perubahan makna.

2. Makna denotasi adalah makna kata yang tidak mengalami perubahan sesuai dengan
konsep awal. Makna denotasi disebut juga makna lugas. Kata itu tidak mengalami
perubahan-perubahan makna.
G. Unsur daftar pustaka

1. Nama penulis
2. Tahun/edisi penerbit
3. Judul buku, artikel atau berita
4. Kota terbit
5. Nama penerbit

H. Cara menyusun daftar pustaka

1. Mencantumkan nama penulis


2. Harus mencantumkan tahun penerbit
3. Kemudian cantumkan juga judul buku
4. Nama kota/tempat domisi penerbit
5. Penerbit

I. Langkah-langkah menyusun makalah

1. Menentukan topik
Langkah awal menulis sebuah karya ilmiah adalah menentukan topik. Langkah awal
lebih tepatnya sebagai penentuan masalah apabila karya ilmiah yang akan ditulis berupa
lapran dan hasil penelitian.
2. Membuat kerangka tulisan
Langkah ini penting menjadikan tulisan secara lebih sistematis, langkah ini juga sangat
membantu dalam penelusuran sumber-sumber yang diperlukan dalam
pengembangannya
3. Mengumpulkan bahan
Langkah ini penting karena dalam mengerjakan karya ilmiah kita emerlukan sejumlah
teori dan data sebagai pendukung dalam topik itu. Bahan-bahan yang dimaksud dapat
bersumber dari buku, jurnal ilmiah, surat kabar dan sumber-sumber lainnya.
4. Pengembangan kerangka menjadi teks yang utuh dan lengkap
Kerangka yang telah dibuat, dikembangkan berdasarkan teori dan data yang telah
dipersiapkan dalam langkah pengembangan harus diperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan
yang berlaku.
TUGAS
1. Bermakna denotasi atau konotasikah kata bercetak miring pada kalimat-kalimat di
bawah ini?

Jawab :

a. Rencananya, Paman akan membuka bengkel di kota ini.

Kata Bengkel bermakna denotasi.

b. Kamu baru akan sampai di kampung halaman pada pukul sebelas malam.

Kata kampung halaman bermakna konotasi.

c. Pada malam hari keadaan di kampung nenek sangat sunyi sepi.

Kata malam bermakna denotasi.

d. Tanjakan ini telah memakan dua korban dalam perayaan ulang tahun kemarin.

Kata memakan bermakna konotasi.

e. Di ujung jalan tersebut terdapat sebuah pos polisi.

Kata ujung bermakna denotasi.

f. Kami selalu berhati-hati jika melewati daerah itu.

Kata melewati bermakna denotasi.

g. Keadaannya sangat mencekam setelah peristiwa tabrakan itu terjadi.

Kata tabrakan bermakna denotasi.

h. Kalau sempat saya ingin mampir ke warung itu lagi.

Kata warung bermakna konotasi.

i. Tidak ada tanda-tanda bahwa Ayah akan datang hari ini.


Kata tanda-tanda bermakna denotatif.

j. Semua ruangan keadaannya gelap, kecuali di bagian ruang tengah.

Kata gelap bermakna denotasi.

2. Buatlah kalimat yang masing-masing menggunakan makna denotasi dan konotasi


dari kata-kata di bawah ini!

Jawab :

a. Jalan
Makna denotasi : Sepanjang jalan palu-ampana sangat ramai dipadati pemudik.
Makna konotasi : Orang itu memakai jalan pintas untuk menjadi kaya raya.

b. Kendaraan
Makna denotasi : Beberapa kendaraan dirazia oleh Polisi karena pengemudi tidak
memakai sabuk pengaman.
Makna konotasi : Doni menggunakan puisi sebagai kendaraan menuju hati perempuan
idamannya.

c. Kuda
Makna denotasi : Randi memiliki dua ekor kuda berwarna hitam.
Makna konotasi : Rini menjadi kuda hitam dalam pertandingan sepakbola wanita.

d. Lampu
Makna denotasi : Salah satu lampu di kamar sudah terlihat redup.
Makna konotasi : Ilmu adalah lampu yang menerangi jiwa dan akal.

e. Lari
Makna denotasi : Anak itu lari karna dikejar anjing.
Makna konotasi : Semangat Kirana kini sudah lari entah ke mana.

f. Mata
Makna denotasi : Pagi ini Sinta pergi berobat ke dokter mata
Makna konotasi : Ia adalah mata hati ibunya.

g. Mogok
Makna denotasi : Mobil Andi mogok karena habis bensin.
Makna konotasi : Hatinya mogok mencintai pria yang sudah khianat padanya.

h. Pulang
Makna denotasi : Ia pulang ke kampung sekali setahun.
Makna konotasi : Dua hari lalu tenaga kerja wanita asal Lombok sudah pulang nama.

i. Roda
Makna denotasi :Hanya mobil roda empat yang bias melewati jalan ini.
Makna konotasi : Roda kehidupan tentu terus berputar.

j. Terlambat
Makna denotasi : Hari ini Rara terlambat masuk ke kelas.
Makna konotasi : Cintanya terlambat, kini sang pujaan sudah tertambat pada orang lain.

3. Cuplikan teks ada di buku.

a. Bacalah cuplikan teksnya dengan baik.

b. Membahas tentang apakah teks tersebut ?

Teks tersebut membahas tentang kasus pencurian sandal yang diduga dilakukan oleh
seoranng remaja yang dianggap dia tidak diperlakukan secara adil dihadapan hukum karna
ia divonis yang sangat berat jika dibandingkan dengan kasus besar lainnya seperi korupsi
yang sudah tidak asing lagi di Indonesia.

c. Berdasarkan kaidah kebahasannya, buktikan bahwa cuplikan teks  

tersebut merupakan bagian dari karya ilmiah.

Berdasarkan kaidah kebahasaanya teks tersebut merupakan karya bagian dari karya ilmiah
karena berfokus pada pembahasan hal yang lebih umum dan bukan melibatkan partisipan non
manusia, menggunakan kata kerja aktif serta menggunakan pola pengembangan kausalitas.

Anda mungkin juga menyukai