Anda di halaman 1dari 8

SOAL PILIHAN GANDA

1. Manakah di antara prosedur berikut ini yang termasuk dalam sistem akuntansi pembelian?
Jawab : hal 244
B. Prosedur penerimaan barang

2. Dokumen yang digunakan oleh berbagai fungsi dalam organisasi untuk meminta fungsi
pembelian agar melaksanakan pengadaan barang yang mereka perlukan adalah:
Jawab : hal 246
A. Surat order pembelian.

3. Fungsi yang memiliki wewenang untuk menerima atau menolak barang yang dikirimkan oleh
pemasok adalah:
Jawab : hal 244
C. Fungsi penerimaan.

4. Laporan penerimaan barang yang dibuat oleh fungsi penerimaan didistribusikan ke fungsi-fungsi
lain dalam perusahaan berikut ini, kecuali:

5. Dokumen yang merupakan bukti telah diterimanya barang yang dikirim oleh pemasok adalah:
Jawab : hal 250
D. Laporan penerimaan barang

6. Manakah di antara dokumen ini yang dapat digunakan lebih dari satu kali transaksi?
Jawab : hal 247
A.Travelling requisition.

7. Manakah d antara dokumen berikut ini yang menunjukkan bahwa barang yang dibeli perusahaan
merupakan barang yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan?
Jawab : hal 250
B. Laporan penerimaan barang.

8. Manakah di antara fungsi bukti kas keluar (voucher) berikut ini yang benar?
Jawab : hal 251
B. Sebagai surat pemberitahuan ( remittance advice) yang menyertai cek yang dikirimkan kepada
pemasok.

9. Manakah di antara tembusan surat order pembelian berikut ini yang digunakan untuk memantau
tanggal pengiriman barang oleh pemasok?
Jawab : Hal 250
D. Tembusan tanggal penerimaan.

10. Manakah di antara tembusan surat order pembelian berikut ini yang merupakan pengakuan dari
pemasok mengenai telah diterimanya pesanan dan telah disanggupinya penyerahan barang yang
dipesan seusai yang tercantum dalam surat order pembelian?
Jawab : Hal 248
A. Tembusan pengakuan oleh pemasok.

11. Jika fungsi pebelian akan mengubah spesifikasi atau kuantitas barang yang telah dipesan kepada
pemasok, dokumen yang digunakan adalah:
Jawab: hal 250
D. Surat perubahan order pembelian.

12. Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah:


Jawab : hal 252
A. Register bukti kas keluar

13. Jika Perusahan selalu memanfaatkan potongan tunai (cash discoumst) dalam transaksi
pembelian, arsip bukti kas keluar yang belum dibayar (open voucher file) sebaiknya disusun
menurut;
Jawab : hal 260
D. Tanggal jatuh tempo bukti kas keluar

14. Jika perusahaan menggunakan blind receiving system, informasi yang tidak diberitahukan
kepada fungsi penerimaan adalah:
Jawab : hal 250
C. Kuantitas barang

15. Berikut ini adalah tembusan surat order pembelian, kecuali:


Jawab : hal 250
C. Tembusan bukti kas keluar

SOAL LATIHAN
- Jelaskan fungsi sistem akuntansi pembelian dalam perusahaan.
Jawab : hal 244
1. Fungsi Gudang. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang ber tanggung jawab
untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di
gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk
barang-barang yang langsung pakai (tidak ada persediaan barangnya di gudang), permintaan
pembelian diajukan oleh pemakai barang.
2. Fungsi Pembelian. Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi
mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan
mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3. Fungsi Penerimaan. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari
pemasok guna menentukan apakah barang tersebut dapat diterima atau tidak oleh
perusahaan. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang
berasal dari transaksi retur penjualan.
4. Fungsi Akuntansi. Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi
pencatat utang dan fungsi pencatat persediaan. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi
pencatat utang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pembelian ke dalam register
bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar)
yang berfungsi sebagai catatan utang atau menyelenggarakan kartu utang sebagai buku
pembantu utang. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi pencatat persediaan
bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli ke dalam
kartu persediaan.

2. Sebut dan jelaskan jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian.
Jawab : hal 244-246
Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah:
1. Prosedur permintaan pembelian.
2. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok.
3. Prosedur order pembelian.
4. Prosedur penerimaan barang.
5. Prosedur pencatatan utang.
6. Prosedur distribusi pembelian.
1. Prosedur Permintaan Pembelian. Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan
pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang
tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang-barang yang langsung pakai, fungsi yang
memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan
menggunakan surat permintaan pembelian.
- Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok. Dalam prosedur ini, fungsi
pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk
memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk
memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan
oleh perusahaan. Perusahaan sering kali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan
pemasok sehingga sistem akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut:
(1) Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung.
(2) Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukan langsung.
(3) Sistem akuntansi pembelian dengan lelang.
Perbedaan di antara sistem akuntansi pembelian tersebut di atas terletak pada prosedur pemilihan
pemasok.
-Sistem Akuntansi Pembelian dengan Pengadaan L.angsung. Dalam sistem akuntansi pembelian ini,
pemasok dipilih langsung oleh fungsi pembelian, tanpa melalui penawaran harga. Biasanya
pembelian dengan pengadaan langsung ini meliputi jumlah rupiah yang kecil dalam sekali
pembelian.
-Sistem Akuntansi Pembelian dengan Penunjukan Langsung. Dalam sistem akuntansi pembelian
ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan terlebih dahulu dilakukan
pengiriman permintaan penawaran harga kepada paling sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada
pertimbangan harga penawaran dari para pemasok tersebut.
-Sistem Akuntansi Pembelian dengan Lelang, Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemilihan
pemasok dilakukan oleh panitia lelang yang dibentuk, melalui Ielang yang dikuti oleh pemasok
yang jumlahnnya terbatas, Prosedur pemilihan pemasok dengan lelang ini dilakukan melalui
beberapa tahap berikut ini
(1) Pembuatan rerangka acuan (terms of reference) yang berisi uraian rinci jenis, spesifkasi dan
jumlah
(2) Pengiriman rerangka acuan kepada para pemasok untuk kepentingan pengajuan penawaran
harga.
(3) Penjelasan kepada para pemasok mengenai rerangka acuan tersebut.
(4) Penerimaan penawaran harga dengan dilampiri berbagai persyaratan lelang oleh para pemasok
dalam amplop tertutup.
(5) Pembukaan amplop penawaran harga oleh panitia lelang di depan para pemasok.
(6) Penetapan pemasok yang dipilih (pemenang lelang) oleh panitia lelang.

3. Prosedur Order Pembelian, Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim surat order pembelian
kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam
perusahaan (misalnya fungsi penerimaan, fungsi yang meminta barang, dan fungsi pencatat utang)
mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.
4. Prosedur Penerimaan Barang. Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan
mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat
laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut.
5. Prosedur Pencatatan Utang. Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen
yang terkait dengan pembelian (surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari
pemasok) dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai
catatan utang.
6. Prosedur Distribusi Pembelian. Prosedur ini meliputi distribusi akun yang didebit dari transaksi
pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.

3. Sebutkan unit-unit organisasi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian, dan jelaskan setiap
fungsinya dalam menangani sistem akuntansi pembelian.
Jawab :

4. Sebutkan unsur-unsur sistem pengendalian internal yang terkait dengan sistem otorisasi dan
prosedur pencatatan dalam sistem akuntansi pembelian.
Jawab : hal 257-258
1. Surat Permintaan Pembelian Diotorisasi oleh Fungsi Gudang, untuk Barang yang Disimpan
dalam Gudang, atau oleh Kepala Fungsi Pemakai Barang untuk Barang yang Langsung Pakai.
2. Surat Order Pembelian Diotorisasi oleh Fungsi Pembelian atau Pejabat yang Lebih Tinggi.
3. Laporan Penerimaan Barang Diotorisasi oleh Fungsi Penerimaan
4. Bukti Kas Keluar Diotorisasi oleh Fungsi Akuntansi atau Pejabat yang Lebih Tinggi
5. Pencatatan ke dalam Catatan Akuntansi Harus Didasarkan atas Dokumen Sumber yang Dilampiri
dengan Dokumen Pendukung yang Lengkap.
Pencatatan ke dalam Catatan Akuntansi Harus Dilakukan oleh Karyawan yang Diberi Wewenang
untuk Melaksanakannya.

5. Sebutkan unsur-unsur sistem pengendalian internal yang terkait dengan praktik yang sehat dalam
sistem akuntansi pembelian.
Jawab : hal 259-260
1. Penggunaan Formulir Bernomor Urut Tercetak.
- Pemasok Dipilih Berdasarkan Jawaban Penawaran Harga Bersaing dari Berbagai Pemasok.
- Barang Hanya Diperiksa dan Diterima oleh Fungsi Penerimaan Jika Fungsi Ini Telah Menerima
Tembusan Surat Order Pembelian dari Fungsi Pembelian.
4. Fungsi Penerimaan Melakukan Pemeriksaan Barang yang Diterima dari Pemasok dengan Cara
Menghitung dan Memeriksa Barang Tersebut dan Membandingkannya dengan Tembusan Surat
Order Pembelian.
5. Terdapat Pengecekan Harga, Syarat Pembelian, dan Ketelitian Perkalian dalam Faktur dari
Pemasok Sebelum Faktur Tersebut Diproses untuk Dibayar.
6. Catatan yang Berfungsi sebagai Buku Pembantu Utang secara Periodik Direkonsiliasi dengan
Akun Kontrol Utang dalam Buku Besar.
7. Pembayaran Faktur Dilakukan Sesuai dengan Syarat Pembayaran Guna Mencegah Hilangnya
Kesempatan untuk Memperoleh Potongan Tunai.
8. Bukti Kas Keluar Beserta Dokumen Pendukungnya Dicap "Lunas" oleh Fungsi Pengeluaran Kas
Setelah Cek Dikirimkan kepada Pemasok.

6. Sebut dan jelaskan fungsi dokumen-dokumen yang dipakai dalam sistem akuntansi pembelian.
Jawab : hal 246-251
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah:
1. Surat permintaan pembelian.
2. Surat permintaan penawaran harga.
3. Surat order pembelian.
4. Laporan penerimaan barang.
5. Surat perubahan order.
6. Bukti kas keluar.
Surat Permintaan Pembelian. Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau
fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis,
jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat permintaan pembelian ini
biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk fungsi pembelian, dan
tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta barang.
Surat permintaan pembelian berulang kali ini disimpan sebagai lampiran kartu gudang. Jika kartu
gudang sudah menunjukkan titik pemesanan kembali (reorder point), fungsi gudang mengisi surat
permintaan pembelian berulang kali ini dan mengirimkannya ke fungsi pembelian. Jika surat order
pembelian telah dibuat, fungsi pembelian kemudian mengisi informasi nama pemasok, harga, dan
nomor surat order pembelian ke dalam surat permintaan pembelian berulang kali ini dan mengirim
kembali dokumen tersebut ke fungsi gudang, untuk disimpan lagi sebagai lampiran kartu gudang.
Surat Permintaan Penawaran Harga. Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi
barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang (idak repetiti), yang menyangkut jumlah rupiah
pembelian yang besar.
Surat Order Pembelian.Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah
dipilih. Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut:
1. Surat Order Pembelian. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pembelian yang
dikirimkan kepada pemasok sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
2. Tembusan Pengakuan oleh Pemasok. Tembusan surat order pembelian ini dikirimkan kepada
pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut dan dikirim kembali ke perusahaan
sebagai bukti telah diterima dan disetujuinya order pembelian, serta kesanggupan pemasok
memenuhi janji pengiriman barang seperti tersebut dalam dokumen tersebut.
3. Tembusan bagi Unit Peminta Barang. Tembusan ini dikirimkan kepada fungsi yang meminta
pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.
4. Arsip Tanggal Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian
menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan, sebagai dasar untuk mengadakan tindakan
penyelidikan jika barang tidak datang pada waktu yang telah ditetapkan.
5. Arsip Pemasok. Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi pembelian menurut
nama pemasok, sebagai dasar untuk mencari informasi mengenai pemasok.
6. Tembusan Fungsi Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke fungsi penerimaan
sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis, spesifikasi, mutu, kuantitas, dan pemasoknya
seperti yang tercantum dalam dokumen tersebut. Dalam sistem penerimaan buta (blind receiving
system), kolom kuantitas dalam tembusan ini diblok hitam agar kuantitas yang dipesan yang
dicantumkan dalam surat order pembelian tidak terekam dalam tembusan yang dikirimkan ke
fungsi penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar fungsi penerimaan dapat benar-benar melakukan
penghitungan dan pengecekan barang yang diterima dari pemasok. Lihat contoh formulir tembusan
surat order pembelian yang menggunakan blind receiving system pada Gambar 3.4.
7. Tembusan Fungsi Akuntansi. Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke fungsi akuntansi
sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.
Laporan Penerimaan Barang, Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan
bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifkasi, mutu, dan kuantitas
seperti yang tercantum dalam surat order pembelian. Lihat contoh formulir laporan penerimaan
barang pada Gambar Surat Perubahan Order Pembelian. Kadangkala diperlukan perubahan terhadap
isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa
perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifkasi, penggantian (substitusi) atau hal lain
yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan
kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian, yang bentuk
formulirnya
8. Bukti Kas Keluar. Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi
pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang
kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pem beritahuan kepada kreditur
mengenai maksud pembayaran (berfungsi sebagai renittance advice).

7. Sebutkan dokumen-dokumen yang merupakan tembusan surat order pembelian.


Jawab :

8. Sebutkan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pebelian.


Jawab : hal 252
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah:
1. Register bukti kas keluar (voucher register);
2. Jurnal pembelian;
3. Kartu utang;
4. Kartu persediaan.

9. Sebutkan dan jelaskan fungsi dokumen-dokumen yang dipakai dalam sistem retur
Jawab :

10. Sebutkan catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem retur pembelian dan jelaskan setiap
fungsinya.
Jawab :

11. Sebutkan unit organisasi yang terkait dalam pelaksanaan sistem retur pembelian.
Jawab :

12. Sebutkan metode pencatatan utang dan jelaskan prosedur pencatatannya.


Jawab :

13. Buatlah bagan alir prosedur pencatatan utang dengan menggunakan account payable procedure.
Jawab :

14. Buatlah bagan alir one-time voucher procedure dengan dasar tunai.
Jawab :

15. Buatlah bagan alir one-time voucher procedure dengan dasar waktu (accrual basis).
Jawab :

16. Buatlah bagan alir pencatatan utang dengan account payable procedure.
Jawab :

17. Jelaskan apa yang dimaksud dengan surat permintaan pembelian berulang kali (traveling
purchase requisition). Berikan contoh gambar formulir tersebut.
Jawab :

18. Bagian Pembelian suatu perusahaan sering kali menerima pemberitahuan via telepon dari unit
organisasi pemakai mengenai perubahan spesifkasi barang yang telah dipesan oleh Bagian
Pembelian kepada pemasok. Untuk keperluan tersebut buatlah rancangan bagan alir prosedur
perubahan order pembelian dan buatlah pula gambar formulir surat perubahan order pembelian
(change puchase order).
Jawab :

19. Sebutkan berbagai metode distribusi transaksi pembelian dan sebutkan pula sumber informasi
yang dipakai sebagai dasar pembuatan laporan dalam tiap metode distribusi tersebut.
Jawab :

20. Buatlah bagan alir prosedur distribusi pembelian dengan menggunakan jurnal berkolom.
Jawab :

21. Buatlah bagan alir prosedur distribusi pembelian dengan menggunakan akun berkolom.
Jawab :

22. Buatlah gambar jurnal pengeluaran kas.


Jawab :

23. Buatlah gambar register cek.


Jawab :

24. Buatah bagan alir sistem akuntansi pembelian dalam perusahaan yang menggunakan one-time
voucher payable procedure dengan cash basis.
Jawab :

25. Buatlah bagan alir sistem akuntansi pembelian dalam perusahaan yang menggunakan account
payable procedure dalam pencatatan utangnya.
Jawab :

Anda mungkin juga menyukai