Anda di halaman 1dari 24

TUGAS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

“TUMOR DAN KEGANASAN ORGAN GENITAL”

Dosen Pengampuh:

Halaman judul

dr. Jefferson Nelson Munthe, Sp.OG(K)., M.Kes

Disusun Oleh:

Paul Rumansara (20160811014037)

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS CENDERAWASIH

JAYAPURA

2020

DAFTAR ISI
Halaman judul..........................................................................................................1

dr. Jefferson Nelson Munthe, Sp.OG(K)., M.Kes HALAMAN JUDUL................1

DAFTAR ISI............................................................................................................2

BAB I.......................................................................................................................4

1.1 Latar Belakang...............................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................5

PEMBAHASAN......................................................................................................6

2.1 Anatomi Organ Genital Wanita Dan Definisi Tumor....................................6

2.2 Etiologi, Klasifikasi dan Stadium Keganasan................................................9

2.3.1 Gejala....................................................................................................20

2.3.2 Diagnosa................................................................................................22

2.4 Petalaksanaan...............................................................................................23

2.5 Prognosis......................................................................................................24

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................25
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tumor dan kanker adalah salah satu dari masalah kesehatan reproduksi

wanita yang merupakan faktor penyebab dari kematian ibu. Berdasarkan

pertumbuhannya, tumor digolongkkan bersifat jidan dan tumor ganas yang disebut

sebagai kanker. Namun demikian baik jinak maupun ganas merupakan masalah

bagi kesehatan reproduksi wanita dan dpat berpotensi terjadi komplikasi serta

memungkinkan terciptanya prognosis buruk yang mengancam jiwa ibu.

Berdasarkan anatominya, tumor akan dibagi menjadi tumor ovarium,

tumor oviduktal, tumor uterine, tumor servikal, dan tumor vaginal dan vulva

Tidak banyak dijumpai tumor di daerah vulva dan vagina. Pertumbuhan

neoplastik di daerah ini terutama berasal dari epitel skuamosa dan papiler serta

jaringan mesenkim. Jarang sekali ditemukan tumor jinak yang berasal dari sel

stroma pada daerah vagina. Tumor jinak vagina seringkali ditemui dalam bentuk

leiomioma, rabdomioma, dan lain-lain

Yang lebih jarang lagi adalah tumor jinak yang berasal dari campuran sel

epitelial vagina seperti yang dilaporkan Brown pada tahun 1953. “mixed epithelial

tumor” pada vagina,, tersusun dari struktur kelenjar dan duktusnya serta epitel

skuamosa dengan diferensiasi lengkap di dalam stroma dengan tingkat diferensiasi

moderat. Bagaimanapun, gambatan hitogenesis tumor jenis belum dapat


dideskripsikan secara jelas dan pasti. Sedangkan untuk kanker atau tumor ganas,

yang paling sering menimbulkan kematian terbanyak akibat penyakit tumor

penyakit kanker terutama di negara berkembang. Diperkirakan dijumpai kanker

serviks baru sebanyak 500.000 orang di seluruh dunia dan sebagian besar terjadi

di negara berkembang.

1.2 Rumusan Masalah

Bedasarkan latar belakang di atas, maka dibuat rumusan masalah sebagai

berikut.

1. Pengertian tumor dan keganasan pada organ genital?


2. Apa penyebab tumor dan keganasan pada organ genital?
3. Stadium dari tumor dan keganasan pada organ genital?
4. Bagaimana manifestasi klinis tumor dan keganasan pada organ genital?
5. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dapat dilakuakan pada penderita
tumor dan keganasan pada organ genital?

1.3 Tujuan

Dengan membuat makalah ini maka dibuat tujuan sebagai berikut.

1. Anatomi pada organ genital wanita


2. Definisi tumor dan keganasan pada organ genital
3. Etiologi tumor dan keganasan pada organ genital
4. Stadium tumor dan keganasan pada organ genital
5. Manifestasi Klinis dan Penegakan Diagnosa tumor dan keganasan pada
organ genital
6. Petalaksanaan tumor dan keganasan pada organ genital
7. Prognosis tumor dan keganasan pada organ genital
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Anatomi Organ Genital Wanita Dan Definisi Tumor

Gambar 1.1Organ Genital Wanita

Vulva terdiri dari beberapa bagian. Mons pubis merupakan bagian yang

menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai

ditumbuhi bulu (pubis hair) pada masa pubertas. Bagian yang dilapisi lemak,

terletak di atas simfisis pubis.

Labia Mayora merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk

lonjong. Kedua bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk perineum.

Labia mayora bagian luar tertutp rambut, yang merupakan kelanjutan dari rambut
pada mons veneris. Labia mayora bagian dalam tanpa rambut, merupakan selaput

yang mengandung kelenjar sebasea (lemak).

Labia Minora adalah bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam

bibir besar (labia mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu

jaringan tipis yang lembab dan berwarna kemerahan.

Klitoris merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat

erektil. Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf

sensoris sehingga sangat sensitif. Analog dengan penis pada laki-laki.

Vestibulum (serambi) merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil

(labia minora). Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium urethra

eksterna, introitus vagina, 2 buah muara kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara

kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini berfungsi untuk mensekresikan cairan

mukoid ketika terjadi rangsangan seksual. Kelenjar bartholini juga menghalangi

masuknya bakteri Neisseria gonorhoeae maupun bakteri-bakteri patogen.

Himen (selaput dara) terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan

tipis ini yang menutupi sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya

berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar. Bentuk dari himen

dari masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan sabit,

konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada

yang dapat dilalui satu jari.


Perineum (kerampang) terletak di antara vulva dan anus, panjangnya

kurang lebih 4 cm. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus

coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani

Pada organ genitalia interna terdapat bebebrapa bagian. Vagina merupakan

suatu bentukan tabung muculomembranous, yang memanjang dari bagian servikal

uterus sampai ke bagian vestibulum, yaitu celah antara labia minora ke arah

terbukanya vagina dan urethra. Pangkal vagina bagian superior mengelilingi

bagian servikal dari uterus. Bagian dinding anterior dan posterior dari vagina

biasanya berdekatan sehinga tampak menempel, kecuali di ujung akhir vagina

bagian superior yang dipisahkan oleh bagian servikal uterus. Uterine tubes

memanjang secara lateral dari cornu uterus dan membuka ke dalam rongga

peritoneal di dekat ovarium.

Tuba Falopi berada dalam mesosalphinx pada tepi bebas dari broad

ligament. Tiap tuba falopi dibedakan menjadi 4 bagian : infundibulum, ampulla,

isthmus, dan bagian uterine. Pada posisi ideal, tuba uterine di sebelah

posterolateral dinding lateral pelvis. Namun berdasarkan pemeriksaan

ultrasonografi, posisi tuba uterine bervariasi dan asimetris antara sisi kiri dan

kanan.

Ovarium memiliki bentuk seperti kacang almond biasanya berada di dekat

perlekatan antara broad ligament dengan dinding lateral dari pelvis, dipisahkan

dari kedua organ tersebut oleh peritoneal folds, yaitu memisahkan mesovarium

dengan bagian posterosuperior dari broad ligament, dan memisahkan suspensory

ligament dari ovarium dengan dinding pelvis.


‘maligna’ merupakan karakteristik anaplasi, invasif dan metastasis dari

sebuah tumor yang berarti buruk dan berpotensi mematikan. Tumor ganas adalah

kanker dimana sel – sel kanker dapat menyerang dan merusak jaringan dan organ

tumor (invasif). Sel –sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor ganas dan

memasuki sistem limfatik atau aliran darah.

Sel – sel tumor ganas mungkin memiliki perubahan bentuk sel yang

berkontribusi terhadap cepatnya proliferasi mereka. Banyak sel- sel ganas juga

memiliki kromosom abnormal atau gen berubah, dan mereka memproduksi

protein abnormal. Tumor ganas pada organ reproduksi wanita diantaranya dapat

terjadi pada vulva, vagina, uterus, tuba dan ovarium.

2.2 Etiologi, Klasifikasi dan Stadium Keganasan

1. Tumor dan keganasan pada vulva :


Tidak banyak diketahui mengenai faktor etiologi jenis tumor ganas ini,

meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15 – 17 tahun) dan

awalnya menopause (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya.

Klasifikasi

 Karsinoma sel skuamosa


Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel-sel skuamosa
yang merupakan jenis sel kulit yang utama. Istilah
kedokteran yang sering digunakan untuk keadaan
prekanker ini adalah Neoplasma intraepitel vulva (NIV,
intraepitel artinya sel-sel prekanker terbatas pada epitel
yang merupakan lapisan permukaan pada kulit vulva.
Tingkat keparahan perubahan prekanker mulai dari yang
terendah sampai yang terberat:
- NIV1 atau displasia ringan
- NIV2 atau displasia menengah
- NIV3 atau displasia berat
- Karsinoma in situ
- Karsinoma invasif.
 Melanoma
Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang
memberikan warna pada kulit.
 Sarkoma
Sarkoma adalah tumor jaringan ikat di bawah kulit yang
cenderung tumbuh dengan cepat.Sarkoma vulva bisa
menyerang semua golongan usia.
 Karsinoma sel basal
Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi pada vulva,
karena biasanya menyerang kulit yang terpapar oleh sinar
matahari.
 Adenokarsinoma
Sejumlah kecil kanker vulva berasal dari kelenjar dan
disebut adenokarsinoma. Beberapa diantaranya berasal
dari kelenjar Bartholin yang ditemukan pada lubang vagina
dan menghasilkan cairan pelumas yang menyerupai lendir.

Faktor Resiko

 Infeksi HPV atau kutil kelamin (kutil genitalis) HPV merupakan


virus penyebab kutil kelamin dan ditularkan melalui hubungan
seksual.
 Pernah menderita kanker leher rahim atau kanker vagina
 Infeksi sifilis
 Diabetes
 Obesitas
 Tekanan darah tinggi.
 Usia
 Tiga-per-empat penderita kanker vulva berusia diatas 50 tahun
dan dua pertiganya berusia diatas 70 tahun ketika kanker
pertama kali terdiagnosis.
 Hubungan seksual pada usia dini
 Berganti-ganti pasangan seksual
 Merokok
 Infeksi HIV
 Neoplasia intraepitel vulva (NIV)

Stadium

Tingkat Kriteria

Karsinoma in situ, karsinoma intraepitel seperti pada penyakit


0
Bowen, penyakit Paget yang noninvasif

Tumor terbatas pada vulva dengan diameter terbesar 2 cm /


kurang kelenjar di lipat paha tak teraba, atau teraba tidak
I
membesar dan mudah digerakan (mobil), klinis tidak
mencurigakan adanya anak sebar di situ.

Tumor terbatas pada vulva dengan diameter > 2 c, kelejar di lipat


II paha ( inguinal )tidak teraba bilateral, tidak membesar dan mobil,
klinis tidak mencurigakan adanya anak sebar di situ.

Tumor dari setiap ukuran dengan :


1) Perluasan ke urethra, atau vagina, perineum dan anus
III
2) Pembesaran kelenjar lipat pada uni/ bilateral, mobil tapi klinis
mencurigakan telah terinfiltrasi oleh sel tumor.

Tumor dari setiap ukuran yang :


1) Telah menginfiltrasi kandung kemih, mukosa rektum, atau ke
IV
dua-duanya termasuk bagian proksimal dari urethra
2) Telah menyebar ke tulang atau metastasis jauh.

2. Tumor dan keganasan pada vagina :


Tumor ganas primer di vagina sangat jarang terjadi, biasanya
diderita oleh wanita berumur 50 tahun ke atas. Tumor biasanya
terdapat di bagian tengah proksimal vagina, dari dinding
samping atau belakang vagina.

Klasifikasi

 Karsinoma sel skuamosa : berasal dari lapisan epitelium vagina. Banyak


ditemukan di vagina bagian atas pada wanita berusia 60-80 tahun.
 Karsinoma verukosa : sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya
lambat, tumbuh ke arah rongga vagina dan tampak seperti kutil atau bunga
kol.
 Adenokarsinoma : sering terjadi pada wanita usia 12-30 tahun.
 Melanoma maligna : berasal dari sel-sel penghasil pigmen, banyak
ditemukan di vagina bagian bawah.
 Sarkoma : tumbuh jauh di dalam dinding vagina. Ada beberapa jenis
sarkoma, yaitu:
- Ieiomiosarkoma, menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas.
- Rabdomiosarkoma, yaitu kanker pada masa kanak-kanak (biasanya
terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun).

Faktor Resiko

 Usia: sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan pada usia 50-70
tahun.
 Obat hormon untuk mencegah keguguran pada wanita hamil, seperti
dietistilbestrol.
 Infeksi HPV (Human Papilloma Virus): virus penyebab kutil kelamin yang
ditularkan melalui hubungan seksual.
 Berganti-ganti pasangan.
 Merokok
 Hubungan seksual untuk pertama kalinya pada usia dini.

Stadium
Stadium Kriteria
0 Karsinoma in situ, karsinoma intra epitelial
(sel-sel kanker terbatas pada epitelium vagina
dan belum menyebar ke lapisan vagina
lainnya). Pada stadium ini, kanker tidak dapat
menyebar ke bagian tubuh lainnya.
I Kanker telah menyebar ke bawah epitelium
tetapi masih terbatas pada mukosa vagina
(mukosa terdiri dari 2 lapisan, yaitu epitelium
dan lamina propria atau stroma subepitel).
IA Tumor berukuran kurang dari 2 cm dan telah
menembus ke dalam dinding kurang dari 1
mm.
IB Tumor lebih besar dari 2 cm dan telah
menembus ke dalam dinding sedalam lebih
dari 1 mm.
II Proses sudah meluas sampai ke jaringan ikat
vagina tetapi belum mencapai dinding panggul
maupun organ lain.
III Proses telah meluas sampai ke salah satu atau
kedua dinding panggul dan atau telah
menyebar ke kelenjar getah bening.
IVA Proses sudah keluar dari panggul kecil atau
sudah menginfiltrasi mukosa rektum atau
kandung kemih.
IVB Kanker telah menyebar ke organ tubuh yang
jauh, misalnya paru-paru.

3. Tumor dan keganasan pada uterus :

Etiologi secara pasti tidak diketahui tetapi ada korelasi antara


pertumbuhan tumor dengan peningkatan reseptor estrogen-
progesteron pada jaringan mioma uteri dan juga dipengaruhi
oleh hormone pertumbuhan. Faktor resiko terkena tumor seperti
Wanita dengan nullypara ( wanita kurang subur ), faktor genetic
dan resiko tinggi wanita dengan umur diatas 35 tahun.

Klasifikasi

 Ektoserviks
Kista jaringan embrional : berasal dari saluran
mesonefridikus wolffi terdapat pada dinding samping
ektoserviks. Kista endometriosis yang letaknya suferfisial.
Folikel atau kista nabothi yaitu kista retensi kelenjar
endoserviks. Kista ini jarang mendapat ukuran besar
berwarna putih mengkilat bersih cairan mucus.
 Endoserviks
Endoserviks adalah suatu adenoma maupun adenofibroma
yang berasal dari selaput lendir endoserviks yang
tangkainya dapat panjang keluar dari vulva.
 Endometrium
Polip endometrium sering didapati terutama dengan
pemeriksaan histeroskopi. Polip berasal antara lain dari
adnoma, adenofibroma, mioma , submukusum, plasenta
dan bisa menonjol melalui serviks.
 Miometrium
Neoplasma jinak ini berasal dari otot uterus dan jaringan
ikat yang menumpangnya ,sehingga dalam kepustakaan
dikenal juga istilah fibromioma,leiomioma, ataupun pibroid.

Faktor Resiko

 Usia, kanker uterus terutama menyerang wanita berusia 50 tahun keatas.


 Hiperplasia endometrium
 Terapi Sulih Hormon (TSH)
 Obesitas
 Diabetes (kencing manis)
 Hipertensi (tekanan darah tinggi)
 Tamoksifen (Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah
atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi)
 Kanker kolorektal
 Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun
 Menopause setelah usia 52 tahun
 Tidak memiliki anak
 Kemandulan
 Penyakit ovarium polikista
 Polip endometrium.

Stadium

Stadium Penjelasan
Stadium 0 Karsinoma insitu, karsinoma intra-ephitelial. Tumor masih
dangkal, hanya tumbuh di lapisan sel serviks
Stadium I Kanker telah tumbuh dalam serviks.
IA Kanker invasive ditemukan hanya secara mikroskopik.
Kedalamannya 5 mm dan besarnya kurang dari 7 mm
IA 1 Invasi stromal sedalam <3 mm dan lebar <7 mm
IA 2 Invasi ke stroma sedalam 3-5 mm dengan lebar <7 mm
IB Lesi klinis masih pada serviks atau lesi mikroskopik lebih besar
dari lesi stadium IA
IB 1 Kanker serviks dapat dilihat dengan mata telanjang. Ukuran
tidak lebih dari 4 cm
IB 2 Kanker serviks dapat dilihat dengan mata telanjang. Ukuran
lebih besar dari 4 cm
Stadium II Kanker telah menginvasi melewati serviks namun tidak sampai
pada dinding pelvis atau 1/3 bawah vagina
IIA Kanker meluas sampai 2/3 atas vagina, tanpa invasi parametrial
IIA 1 Tumor yang terlihat secara klinis <4 cm. Meluas hingga 2/3
bagian atas vagina
IIA 2 Tumor yang terlihat secara klinis >4 cm namun tidak sampai
masuk dinding pelvis.
IIB Kanker telah menyebar ke jaringan sekitar vagina dan serviks,
namun belum sampai ke dinding panggul
Stadium III Kanker meluas sampai ke dinding pelvis dan/atau mencapai 1/3
bawah dinding vagina dana tau menyebabkan hidronefrosis
atau penurunan fungsi ginjal
III A Tumor meluas sampai 1/3 bawah vagina namun tanpa ekstensi
ke dinding pelvis
IIIB Meluas sampai dinding pelvis atau menyebabkan obstruksi
uropati.
Stadium IV Pada stadium ini, kanker telah menyebar ke pelvis, kandung
kemih, atau rectum.
IVA Kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung
kemih dan rectum
IVB Metastase ke organ yang lebih jauh.

4. Tumor dan keganasan pada tuba falopi :

Tumor tuba adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali

pada daerah tuba dan merusak jaringan sekitarnya.

Klasifikasi

Tumor ganas primer tuba fallopi yang paling sering adalah

adenokarsinoma. Tumor – tumor lain dapat berupa sarcoma seperti

leimoosarkoma, kondrosarkoma, tumor mesodermal campuran, limfoma, dan

kariokarsinoma. Tumor ganas tuba fallopi bernetastasis dengan pembuluh limfe

menuju kelenjar regional dan menyebar dengan cara bermigrasi ke dalam pelvis

atau rongga abdomen, atau mungkin berpenetrasi ke serosa dan sel – sel

melepaskan diri langsung ke dalah pelvis atau rongga abdomen.

Faktor Resiko

 Faktor Vagina :Vaginismus, Vaginitis


 Faktor Uterus: Myoma (tumor otot rahim), Endometritis, Endometriosis
 Faktor Cervix : Polip (tumor jinak), Stenosis, Non Hostile Mucus
 Faktor Tuba Fallopi : Pembuntuan, penyempitan, perlengketan saluran
telur.
 Faktor Ovarium : Tumor, Cyste, Gangguan menstruasi
 Faktor Lain : Prolactinoma (tumor pada Hipofisis), Hiper/hypotroid
(kelebihan/ kekurangan hormone tiroid).
Stadium

Stadium Kriteria
IA Pertumbuhan tumor terbatas pada salah satu tuba; tidak
ada ascites.

1. Tak ditemukan tumor di permukaan luar, kapsulnya


utuh.

2. Tumor terdapat di permukaan luar, atau kapsulnya


pecah atau kedua-duanya.

IB Pertumbuhan tumor terbatas pada kedua tuba; tidak ada


asites.

1. Tak ada tumor di permukaan luar, kapsulnya utuh.

2. Tumor terdapat di permukaan luar, atau kapsulnya

pecah, atau kedua-duanya.

IC Tumor dari tingkatan klinik 1A dan IB, tetapi ada asites


atau cucian rongga perut positif.

II Pertumbuhan tumor melibatkan satu atau dua tuba,


dengan perluasan ke panggul.

Perluasan proses dan/ atau metastatis ke uterus atau


II A ovarium.

II B Perluasan proses ke jaringan panggul lainnya.


II C Tumor dari tingkat klinik IIA atau IIB, tetapi dengan
asites dan/atau cucian rongga perut positif.

III Tumor melibatkan satu atau dua tuba dengan penyebaran


kelenjar limfa intraperitoneal, atau kedua-duanya. Tumor
terbatas pada panggul kecil dengan bukti histologik
penyebaran ke usus halus atau omentum.

IV Pertumbuhan tumor melibatkan salah satu atau kedua


tuba dengan metastasis berjarak jauh. Bilamana
didapatkan efusi pleural, harus ada sitologi positif untuk
menyebutnya sebagai tingkat klinik IV. Begitu pula
ditemukannya metastasis keparenkim hatci.

5. Tumor dan keganasan pada ovarium :


Tumor ganas ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium. Ada
beberapa teori tentang etiologi kanker ovarium yaitu:
 Hipotesis Incessant Ovulation
 Hipotesis gonadotropin
 Hipotesis Androgen
 Hipotesis progesteron
 Paritas
 Pil kontrasepsi
 Talk (Pemakaian talk pada daerah perineum meningkatkan resiko
terjadinya kanker ovarium)
 Ligasi tuba

Klasifikasi

Klasifikasi Tumor Ovrium menurut CDC yang dimodifikasi :


 Serosa
 Musinosa
 Endometroid
 Clearcell (mesonephroid)
 Benigna
 Borderline malignancy
 Karsinoma
 Brenner
 Epitelial campuran
 Karsinoma tak terdiferensiasi
 Sex-cord stromal tumours
 Tumor Granulosa-theca cell
 Androblastoma (sertoli-leydig)
 Tumor Sertoli cell
 Tumor Sel Granulosa
 Tumor Sel Theca
 Gynandroblastoma

Faktor Resiko

 usia 55 – 59 tahun
 pernah mengalami kanker payudara
 penggunaan metode KB pil
 nuliparitas
 infertilitas
 Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker
ovarium
 Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan
rahim (menunjukkan adanya sindroma Lynch II).

Stadium

Stadium Interpretasi Khusus


I Tumor terbatas di ovarium
Ia Pertumbuhan tumor ganas di satu ovarium dan tidak ada asites
Ib Tumor terbatas di kedua ovarium tanpa asite
Tumor terbatas di satu atau kedua ovarium, sitologi asites/air
Ic
cucian peritoneum posirif maligma
Tumor di satu atau kedua ovarium dengan pertumbuhan dalam
II
pelvis
Tumor di satu atau kedua ovarium dengan pertumbuhan dalam
IIa
pelvis minor dan pada pembedahan tumor terangkat seluruhnya
Tumor meluas pada jaringan pelvis lain dan pada pembedahan
IIb tumor tidak terangkat seluruhnya. Tumor stadium IIa atau IIb,
tapi asites atau cucian peritoneum positif sel maligma
Tumor di satu atau kedua ovarium dengan metastasis pada
peritoneum di luar panggul dan KGB retroperitoneal atau
IIc
keduanya. Tumor terbatas pada panggul kecil dengan metastasis
ke dinding usus dan omentum, dibuktikan dengan histopatologis
Tumor pada satu atau kedua ovarium dengan metastasis jauh.
III Metastasis ke hati atau adanya efusi pleura yang dibuktikan
dengan sitologi juda digolongkan stadium IV
Kasus yang tidak dilakukan laparotomi, tapi diduga karsinoma
IV
ovarium

2.3 Gejala dan Diagnosa

2.3.1 Gejala

1. Vulva :
Gejala pada Tumor dan keganasan pada vulva sebagai berikut:
 Perasaan gatal atau terbakar di vulva
 wart (kutil) benjolan kecil yang berwarna kemerahan, keputihan
atau berpigmen, agak meninggi atau ulkus datar yang mudah
berdarah dengan tepi induratif dan tampak sebagai bunga kol
 nyeri ketika berkemih
 nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
2. Vagina :
 Terbentuknya luka terbuka yang bisa mengalami perdarahan dan
terinfeksi.
 Perdarahan melalui vagina yang terjadi setelah berhubungan
seksual
 Terkadang dari vagina keluar cairan encer
 Mengalami sakit saat buang air kecil
 Sembelit dan rasa nyeri di pinggul yang menetap
 Terasa ada benjolan
 Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
3. Uterus :
 Perdarahan rahim yang abnormal
 Siklus menstruasi yang abnormal
 Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih
mengalami menstruasi)
 Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
 Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering
 Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
 Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca
menopause)
 Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
 Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
 Tekanan abdomen (merasapenuh, bengkakataukembung)
 Perasaan ingin buang air kecil terus-menerus
4. Tuba Falopi :
 Rabas vagina
 perdarahan abnormal vagina
 menstruasi yang tidak teratur
 nyeri
5. Ovarium :
Gejala awal
 rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah.
 Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause
 Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat
ovarium yang membesar ataupun karena penimbunan cairan.
 nyeri panggul
 anemia
 berat badan menurun
Gejala lainnya
 Panggul terasa berat
 Perdarahan pervaginam
 Siklus menstruasi abnormal
 Gangguan saluran pencernaan (perut kembung, nafsu makan
berkurang, mual, muntah, tidak mampu mencerna makanan dalam
jumlah seperti biasanya).

2.3.2 Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dari tiap organ genital pada wanita

dan hasil pemeriksaan berikut:

1. Pemeriksaan panggul
2. Pap smear
3. USG transvagina
4. Biopsi endometrium.

Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker, dilakukan


pemeriksaan berikut :

1. Pemeriksaan darah lengkap


2. Pemeriksaan air kemih
3. Rontgen dada
4. CT scan tulang dan hati
5. Sigmoidoskopi
6. Limfangiografi
7. Kolonoskopi
8. Sistoskopi
9. Pemeriksaan Penanda Tumor (PT) CEA (Carcino Embryonic Antigen) dan
HCG (Human Chorionic Gonadotropin).

2.4 Petalaksanaan

Menurut Ben – Zion T (2014) klasifikasi penatalaksanaan medis secara


umum berdasarkan stadium tumor dan keganasan dengan metode pengobatan
sebagai berikut:
1. Pembedahan
Pasien akan menjalani Histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba
falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena
sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak
aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh
estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. Jika ditemukan sel-sel kanker di
dalam kelenjar getah bening di sekitar tumor, maka kelenjar getah bening
tersebut juga diangkat. Jika sel kanker telah ditemukan di dalam kelenjar
getah bening, maka kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh
lainnya.
2. Terapi penyinaran (radiasi)
Terapi penyinaran merupakan terapi lokal, hanya menyerang sel-sel
kanker di daerah yang disinari. Pada stadium I, II atau III dilakukan terapi
penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa dilakukan sebelum
pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan
(untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa).Ada 2 jenis terjapi
penyinaran yang digunakan untuk mengobati kanker rahim:
 Radiasi eksternal : digunakan sebuah mesin radiasi yang besar
untuk mengarahkan sinar ke daerah tumor. Penyinaran biasanya
dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama beberapa minggu dan
penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pada radiasi eksternal
tidak ada zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh.
 Radiasi internal : digunakan sebuah selang kecil yang mengandung
suatu zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan
dibiarkan selama beberapa hari. Selama menjalani radiasi internal,
penderita dirawat di rumah sakit.

3. Kemoterapi
Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya
hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker.
Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan
perubahan di dalam jaringan organ genital wanita. Sebelum dilakukan
terapi hormon, penderita menjalani tes reseptor hormon. Jika jaringan
memiliki reseptor, maka kemungkinan besar penderita akan memberikan
respon terhadap terapi hormonal. Terapi hormonal merupakan terapi
sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi
hormonal biasanya digunakan pil progesteron. Terapi hormonal dilakukan
pada:
 penderita kanker yang tidak mungkin menjalani pembedahan
ataupun terapi penyinaran
 penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ
tubuh lainnya.
 penderita yang kanker kembali kambuh.
 Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap
terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu
siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.

2.5 Prognosis

Tumor dan keganasan pada organ genital wanita yang tidak diobati atau
tidak memberikan respon terhadap pengobatan, 95 % mengalami kematian dalam
2 tahun setelah timbul gejala. Pasien yang menjalani histerektomi dan memiliki
risiko tinggi terjadinya rekurensi harus terus diawasi karena lewat deteksi dini,
perkembangan tumor dan keganasan dapat diobati dengan radioterapi. Ada
beberapa faktor yang menentukan prognosis dalam angka kejadian kanker serviks,
antara lain : usia penderita, keadaan umum, tingkat klinis keganasan, ciri - ciri
histologik sel kanker, kemampuan tim kesehatan dan sarana pengobatan yang
tersedia.
DAFTAR PUSTAKA

 American Cancer Society,2010, Cervical cancer,

http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003094-

pdf.pdf, diakses tanggal 4 mei 2020

 Ben – Zion T. Kapita Selekta. Kedaruratan Obsterti dan Ginekologi.

Jakarta. 2014. EGC

 Centers for Diseases Control and Prevention (CDC). (2013). Cervical

Cancer Statistic. Diambil dari

https://www.cdc.gov/cancer/cervical/statistics/ diakses tanggal 4 mei 2020

 Manuaba. 2013. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan KB.Jakarta :

EGC .