Anda di halaman 1dari 6

NOMOR 1

(Kerusakan Konstruksi Bangunan Akibat Bencana Geologi)


1.Kaitanya dengan Lereng

 Hubungan dari konstruksi bangunan yang rusak akibat bencana geologi dengan lereng
dapat ditinjau bentuk geomorfologi di suatu daerah.Karena lereng merupakan faktor yang
sangat penting bagi berdirinya suatu bangunan,semakin curam lereng yang ada serta
diatasnya didirikan bangunan maka akan sangat riskan,maka dari itu harus ditinjau dari
beberapa aspeknya.
 Salah satu contohnya adalah bangunan yang berada di lereng bukit yang curam seperti di
daerah banjarnegara silam,yang terkena bencana tanah longsor.Jika ditinjau dari
lerengnya daerah tersebut memiliki lereng yang curam seta dibarengi dengan lereng yang
kurang ditanami pepohonan serta rumah di daerah tersebut yang kurang memahami
tentang berbahayanya lereng bukit tersebut.Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin
curam lereng maka semakin tinggi resikonya.Sehingga perlu solusi yang dilakukan:
1.Melakukan Reboisasi
2.Meninjau batas beban lereng agar dapat menghindari resiko terburuk jika
mendirikan bangunan di daerah lereng
3.Memberi zonasi daerah yang memiliki ancaman bahaya akibat lereng yang
curam
4.Merubah sawah di daerah lereng menjadi terasering,agar air mengalir tanpa
merusak lahan sekitar.
5.Membuat bendung lereng dengan bebatuan yang dibarengi dengan sirkulasi air
yang baik
 Selain itu perlu diperhatikan juga selain bencana alam akibat lereng yang merusak
konstruksi bangunan,harus dipahami bahwa dimana terdapat lereng (Tinggian) pasti
terdapat zona aliran sehingga dapat dinilai litologi suatu lereng dari pola pengaliranya
sehingga jauh jauh hari dapat diketahui kurun waktu resiko yang akan terjadi.
2.Kaitanya dengan Bentuk Lahan

 Bentuk lahan yang ada di bumi memiliki banyak jenisnya,sehingga perlu diperhatikan
analisis tiap bentuk lahan yang ada sehingga konstruksi bangunan yang akan dibangun
harus mengambil point penting dari aspek bentuk lahan tersebut.Contoh:

o Bentuklahan asal proses volkanik (V): bentuk lahan yang berasal dari aktivitas
vulkanisme. contoh: kaldera, kawah, laccolith.Sehingga di daerah ini yang perlu
diperhatikan untuk mendirikan bangunan adalah kecuraman lereng dan ancaman
material letusan gunung api.
o Bentuklahan asal proses struktural (S): bentuk lahan yang berasal dari proses
geologi. contoh: bukit, patahan, lipatan sinkilin dan antiklin.Dari kondisi bentuk
lahan tersebut maka harus diperhatikan control struktur yang ada,kerusakan yang
bisa dideteksi sejak dini adalah rekah rekah jalan atau bangunan yang
ada,sehingga bisa dideteksi sejak dini.

o Bentuklahan asal fluvial: bentuk lahan akibat pengerjaan sungai. contoh:


meander, gosong pasir, dataran banjir (flood plain), point bar.Ancaman yang
paling besar pada daerah ini adalah berasal dari banjir,sehingga pendirian
bangunan haruslah didirikan di zona aliran sungai yang tidak tepat di lekuk sungai
bagian luar,karena arusnya yang langsung mengenai daerah tersebut.

o Bentuklahan asal solusional: bentuk lahan akibat proses pelarutan pada batuan
yang mudah larut. contoh: bentukan di daerah karst yaitu stalagnit, stalaktit,
dolina.Pada bentuk lahan ini yang paling berpengaruh adalah zona litologi yang
sangat riskan dengan pelarutan sehingga akan banyak timbul sink hole dan itu
berbahaya.

o Bentuklahan asal denudasional: bentuk lahan akibat proses erosi dan degradasi.
contoh: bukit sisa, lembah sungai, lahan kritis.Karena denundasional adalah
bentuk lahan hasil erosi sehingga dari dasarnya sudah sangat riskan akan resiko
erosi.

3.Kaitanya dengan Litologi

 Litologi dan satuan batuan yang berada di suatu daerah dapat berpengaruh dengan
konstruksi bangunan yang akan di bangun di daerah tersebut.
 Seperti contohnya adalah pendirian bangunan di lahan gambut yang memilki bentuk
litologi yang sangat buruk untuk mendirikan bangunan karena ancaman amblesan yang
dapat mengancam bangunan tersebut,sehingga perlu dilaksanakan pengujian sample log
litologi karena agar bisa diketahui setebal apa litologi yang rawan ambles dan dari situ
dapat dilakuakan analisis beban bangunan maksimal yang tidak boleh dilewati.
 Selain itu bangunan yang berada di daerah yang porositasnya tinggi maka akan lebih
terancam mengalami pergerakan tanah,terutama daerah yang berada di daerah lereng
sehingga kedepanya dapat dihindari daerah tersebut.

4.Kaitanya dengan Stratigrafi


 Stratigrafi meruoakan susunan dari litologi dalam kurun masa dan waktu yang tertentu
sehingga dapat diketahui berbagai lapisan tersebut dalam suatu formasi tertentu,yang
sesuai dengan fasies yang ada.Kaitan antara Stratigrafi dengan Kerusakan bangunan
akibat bencana geologi adalah,dimana bangunan tersebut berdiri maka dapat dipastikan
dibawahnya adalah satuan stratigrafi dan formasi pada daerah masing-masing.
 Bangunan yang berada dia atas batuan vulkanik akan berbeda dengan bangunan yang ada
di daerah alluvial sehingga dapat diteliti bahanya yang ditimbulkan akibat
stratigrafi,dimana semakin kompak batuan dalam stratigrafi tertentu maka akan semakin
kecil resiko kerusakan pada bangunanya.Begitupula sebaliknya.
5.Kaitanya dengan Proses

 Kaitan dengan proses adalah dimana proses dalam geologi ini memiliki banyak waktu
dan aspek yang dibutuhkan salah satunya adalah proses denudasional,dimana proses ini
memerlukan media air/angina/es sehingga dapat mengerosis dan merusak batuan
aslinya,selain itu juga terdapat banyak poses lainya seperti pelarutan pada batuan
karbonat dan terbentuknya pori yang lebih besar akibat adanya hal tersebut.
 Sehingga perlu ketelitian mendirikan bangunan di daerah mana,harus dipertimbangkan
kerusakan yang akan terjadi kelak,seperti mendirikan bangunan di area oksidasi tinggi
tentunya akan lebih asam air dan lingkungan sekitar sehingga pemilihan material dan
penggunaan bahan rumah tangga menjadi sangat penting dalam hal ini.
6.Kaitanya dengan Hubungan Sekitar

 Hubungan sekitar memegang andil yang sangat besar terhadap ancaman yang terdapat di
daerah bangunan yang ada,dikarenakan hubungan sekitar memiliki banyak aspek yang
berpengaruh terhadap bangunan tersebut,selain itu juga banyak faktor masalah yang akan
ditimbulkan dari hubungan sekitar.
 Contohnya adalah saat mendirikan bangunan di daerah yang berada di pegunungan
dimana memiliki banyak hubungan sekitarnya.Salah satunya dengan adanya kemiringan
oada lereng yang mengancam adanya longsor dan merusak bangunan,selain itu
pemanfaatan lahan sekitar yang kurang baik menjadikan kurangnya daerah serapan di
ketinggian oleh karenanya daerah tinggian yang diharapkan menjadi sumber hulu air juga
akan terancam ditambah lagi dengan curah hujan yang berada di daerah dataran tinggi
yang lebih tinggi juga akan memperlancar erosi yang terjadi sehingga faktor faktor
tersebut yang harus sangat difahami mengenai pendirian bangunan dan analisis kerusakan
bangunan.
(Material Konstruksi)
1.Kaitanya dengan Lereng

 Pembangunan bangunan di daerah yang memiliki kelerengan curam berbeda dengan


pembangunan di daerah berlereng landau.Baik dari segi material serta cara membangun
bangunanya,karena disini terdapat bahaya yang perlu dianalisis secara mendalam untuk
keselamatan yang nomor satu.
 Penggunaan material bangunan yang berada di daerah dengan kelerengan curam biasanya
dibangun di atas pondasi yang miring sehingga diperlukan material yang tingkat kohesi
yang tinggi salah satu penggunaanya adalah pasir kuarsa,ia sangat baik digunakan karena
bentuk butirnya yang runcing akan cenderung mudah mengikat satu sama lainya,serta
konstruksi pondasi miring yang memerlukan cakar bumi yang lebih banyak.
 Aspek lainya adalah penggunaan material yang ringan,karena saat menggunakan material
yang ringan maka gaya tekan gravitasi kebawah akan berkurang sehingga mengurangi
resiko pergerakan tanah akibat gaya yang ditimbulkan oleh beban bangunanya.
2.Kaitanya dengan Bentuk Lahan

 Bentuklahan asal proses volkanik (V): bentuk lahan yang berasal dari aktivitas
vulkanisme. contoh: kaldera, kawah, laccolith.Sehingga di daerah ini yang perlu
diperhatikan untuk mendirikan bangunan adalah kecuraman lereng dan ancaman material
letusan gunung api.Sehingga materialnya harus kuat dan tahan panas serta ringan karena
berada di zona kelerengan.Jika perlu didirikan tempat perlindungan seperti bunker.

 Bentuklahan asal proses struktural (S): bentuk lahan yang berasal dari proses geologi.
contoh: bukit, patahan, lipatan sinkilin dan antiklin.Dari kondisi bentuk lahan tersebut
maka harus diperhatikan control struktur yang ada,kerusakan yang bisa dideteksi sejak
dini adalah rekah rekah jalan atau bangunan yang ada,sehingga bisa dideteksi sejak
dini.Daerah dengan control struktur ini biasanya menggunakan material yang ringan serta
menghindari adanya tembok karena bangunan yang berada dizona ini harus memiliki
tingkat elastisitas yang tinggi sehingga saat terjadi pergerakan struktur akan terhindar dari
kerobohan.

 Bentuklahan asal fluvial: bentuk lahan akibat pengerjaan sungai. contoh: meander,
gosong pasir, dataran banjir (flood plain), point bar.Ancaman yang paling besar pada
daerah ini adalah berasal dari banjir,sehingga pendirian bangunan haruslah didirikan di
zona aliran sungai yang tidak tepat di lekuk sungai bagian luar,karena arusnya yang
langsung mengenai daerah tersebut.Material yang cocok adalah mengguanakan material
yang kuat dan berat karena dalam etimologinya air memiliki masa jenis yang besar
sehingga untuk menghalau dari banjir kita harus memiliki bahan yang lebih besar masa
jenisnya.Seperti penggunaan beton di bangunan samping sungai.

 Bentuklahan asal solusional: bentuk lahan akibat proses pelarutan pada batuan yang
mudah larut. contoh: bentukan di daerah karst yaitu stalagnit, stalaktit, dolina.Pada
bentuk lahan ini yang paling berpengaruh adalah zona litologi yang sangat riskan dengan
pelarutan sehingga akan banyak timbul sink hole dan itu berbahaya.
 Bentuklahan asal denudasional: bentuk lahan akibat proses erosi dan degradasi. contoh:
bukit sisa, lembah sungai, lahan kritis.Karena denundasional adalah bentuk lahan hasil
erosi sehingga dari dasarnya sudah sangat riskan akan resiko erosi.

3.Kaitanya dengan Litologi

 Bangunan yang didirikan diatas batuan breksi vulkanik dengan bangunan yang didirikan
di daerah karst serta bangunan yang didirikan di daerah lahan gambut memiliki
perbedaan konstruksi yang harus dibangun,karena bangunan berada di atas litologi
tersebut.
 Daerah yang memiliki litologi yang keras dan padat cenderung kebih kokoh untuk
mendirikan bangunan,seperti di daerah dataran rendah material apa saja dapat cocok
digunakan di daerah yang aslinya sudah kokoh
 Yang harus diperhatikan adalah pendirian bangunan di litologi yang memiliki porositas
yang tinggi dimana tingkat erosional dan juga tingkat ambles yang diakibatkan karena
pembebanan material sangat tinggi,sehingg perlu dibuat pondasi diatas litologi yang lebih
luas serta ringan,karena semakin luas pondasinya akan semakin tahan sesuai dengan gaya
grafitasi dan hukum F=m.g
4.Kaitanya dengan Stratigrafi

 Stratigrafi merupakan susunan dari litologi dalam kurun masa dan waktu yang tertentu
sehingga dapat diketahui berbagai lapisan tersebut dalam suatu formasi tertentu,yang
sesuai dengan fasies yang ada.Kaitan antara Stratigrafi dengan Kerusakan bangunan
akibat bencana geologi adalah,dimana bangunan tersebut berdiri maka dapat dipastikan
dibawahnya adalah satuan stratigrafi dan formasi pada daerah masing-masing.Yang
artinya pemilihan material yang berbeda beda.
 Bangunan yang berada dia atas batuan vulkanik akan berbeda dengan bangunan yang ada
di daerah alluvial sehingga dapat diteliti bahanya yang ditimbulkan akibat
stratigrafi,dimana semakin kompak batuan dalam stratigrafi tertentu maka akan semakin
kecil resiko kerusakan pada bangunanya.Begitupula sebaliknya.Sehingga pemilihan
material di batuan vulkanik cenderung lebih aman dengan material yang tahan akan
kemiringan lereng dan antisipasi material letusan gunung api,serta di daerah yang rendah
cenderung memiliki material yang dingin dan banyak sirkulasi udara karena hawanya
yang panas.
5.Kaitanya dengan Proses

 Kaitan dengan proses adalah dimana proses dalam geologi ini memiliki banyak waktu
dan aspek yang dibutuhkan salah satunya adalah proses denudasional,dimana proses ini
memerlukan media air/angina/es sehingga dapat mengerosis dan merusak batuan
aslinya,selain itu juga terdapat banyak poses lainya seperti pelarutan pada batuan
karbonat dan terbentuknya pori yang lebih besar akibat adanya hal tersebut.Pemilihan
material di daerah karbonat ini tentu memiliki konsep yang berdeda dengan lainya
dimana bentuk konstruksi bangunan harus meminimalisir masuknya air kedalam
permukaan tanah sehingga menghindari adanya pelarutan yang tepat berada di bawah
bangunan tersebut.
 Sehingga perlu ketelitian mendirikan bangunan di daerah mana,harus dipertimbangkan
kerusakan yang akan terjadi kelak,seperti mendirikan bangunan di area oksidasi tinggi
tentunya akan lebih asam air dan lingkungan sekitar sehingga pemilihan material dan
penggunaan bahan rumah tangga menjadi sangat penting dalam hal ini.
6.Kaitanya dengan Hubungan Sekitar

 Pemilihan material yang baik adalah pemilihan material yang cocok dengan daerah yang
akan dibangun bangunan tersebut,serta perlu analisis yang sangat mendalam mengenai
daerah tersebut dan kaitanya dengan hubungan sekitarnya.
 Seperti contoh kasusnya adalah di daerah rawan letusan gunung api yang memiliki
hubungan sekitar yang kompleks seperti ancaman material vulkanik,banjir lahar dingin
serta hawa yang dingin di daerah tersebut tentu memiliki material bangunan yang berbeda
dengan bangunan yang berada di daerah dataran rendah yang memiliki jenis bentuk lahan
alluvial.
 Bangunan daerah vulkanik tersebut memiliki material bangunan yang kompak serta
pemilihan genteng yang harus tahan akan hembusan material vulkanik,di daerah ini juga
mempertimbangkan banyaknya jumlah ventilasi dan perapian di bangunan tersebut
karena memiliki hawa yang lebih dingin.Tentu terbeda dengan bangunan yang berada di
daerah dataran rendah.