Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017

ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK

Fatimah Setiani,1)Alivermana Wiguna,2) Wawan Setiawan 3)


1
Ilmu Pendididkan, Bimbingan dan Konseling
email: fatimahsetiani@yahoo.co.id
2
Ilmu Pendididkan, Bimbingan dan Konseling
email: alivermanawiguna@gmail.com
3
Ilmu Pendididkan, Bimbingan dan Konseling
email: sdn1baamangbarat2@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap
minat belajar internal anak di SD Negeri 1 Ramban Tahun Pelajaran 2015/2016. Hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat
belajar internal anak di SD Negeri 1 Ramban Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan korelasional dengan populasi
berjumlah 118 siswa yang terdiri dari siswa Kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri 1 Ramban
Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60
siswa yang diambil 50% dari jumlah populasi dengan teknik stratified proportional random
sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana yang telah
terpenuhi uji prasyarat analisis. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai
sebesar 9,5200 > sebesar 2,00172, sehingga hipotesis yang diajukan diterima, maka
ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat belajar internal anak di SD Negeri 1
Ramban Tahun Pelajaran 2015/2016. Variabel lingkungan keluarga berpengaruh terhadap
minat belajar internal dengan kontribusi R Square sebesar 61%.

Kata Kunci: Lingkungan keluarga, Minat Belajar Internal


akibatnya kecil kemungkinan anak mencapai
1. PENDAHULUAN
prestasi yang baik.
Laatar Belakang Berdasarkan pengamatan yang
Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak- dilakukan, sebagian orang tua kurang
anak serta famili yang menjadi penghuni memperhatikan dan membimbing anak dalam
rumah. Lingkungan keluarga mempunyai peran belajar, seringkali apabila musim bertani /
yang penting terhadap keberhasilan anak - berladang anak-anak terpaksa membantu orang
anaknya, apabila hubungan antara anggota tuanya di sawah / ladang, dan seringkali harus
keluarga, khususnya orang tua dan anak - ijin untuk tidak hadir ke sekolah.
anaknya bersifat merangsang atau membimbing Rumusan Masalah
anak, kemungkinan anak tersebut mencapai Rumusan masalah dalam penelitian ini
prestasi belajar yang baik. adalah “Apakah ada pengaruh lingkungan
ketika keharmonisan keluarga tak keluarga terhadap minat belajar internal anak”.
tercipta, ketika sistem kekerabatan semakin Tujuan Penulisan
renggang, maka ketika itulah lingkungan Berdasarkan rumusan masalah, maka
keluaga tidak menciptakan dan menyediakan tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini
sesuatu yang kreatif bagi belajar anak adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan
(Muhammad Fatuhrrohman dan Sulistyorini, keluarga terhadap minat belajar internal anak
2012: 129). Lingkungan keluarga yang Manfaat Penelitian . Manfaat Teoretis.
demikian ikut menyebabkan kesulitan belajar Hasil penelitian ini dapat dipakai untuk
anak, biasanya anak cendurung malas belajar, memperluas wawasan dalam keilmuan
dan memiliki minat belajar yang rendah, pendidikan khususnya untuk mengetahui

111
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat melakukan proses perubahaan tingkah laku
belajar anak. mencari pengetahuan dan pengalaman. Dengan
Manfaat Praktis. Bagi Siswa. Penelitian kata lain, minat belajar itu adalah perhatian,
ini diharapkan memberikan masukan kepada rasa suka, ketertarikan seseorang terhadap
siswa terkait lingkungan keluarga dan minat belajar yang ditunjukan melalui keantusiasan,
belajar sehingga para siswa dapat mengetahui partisipasi, dan keaktifan dalam belajar
hal-hal yang bisa membangkitkan minat (Muhammad Fathurrohman dan Sulistyorini,
belajarnya dalam rangka meningkatkan prestasi 2012: 174)..
belajar. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat
Bagi Orang Tua. Penelitian ini Belajar
diharapkan dapat memberikan masukan agar Faktor Internal
orang tua lebih memperhatikan minat anak Pemusatan perhatian,Keingintahuan,Motifasi
dalam belajar, karena lingkungan keluarga ,Kebutuhan
merupakan lembaga pendidikan utama dalam Faktor Ekternal
masyarakat. Orang Tua (Keluarga),Dorongan dari Guru,
Bagi Guru. Guru dapat mengetahui Sarana dan Fasilitas, Keadaan Lingkungan
secara umum minat belajar siswanya, sehingga Aspek Minat Belajar
guru dapat mendorong minat belajar anak Minat berarti kecenderungan atau
didiknya dengan memberikan pengalaman kegairahan yang tinggi atau keinginan yang
belajar yang menyenangkan dengan guru besar terhadap sesuatu. Menurut Reber dalam
menguasai keterampilan yang menyangkut (Muhibbin Syah, 2013: 152) minat bergantung
pengajaran yang dapat mempengaruhi minat kepada faktor-faktor internal lainnya seperti:
belajar anak didik. pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi
Bagi Sekolah. Penelitian ini diharapkan dan kebutuhan.
dapat menjadi bahan masukan bagi sekolah Sedangkan menurut Muhammad
untuk dapat lebih memperhatikan minat anak Fathurrohman dan Sulistyorini, (2012: 174)
dalam belajar, dan mengarahkan orang tua minat belajar adalah aspek psikologi seseorang
siswa untuk lebih memberikan dukungan yang menampakkan diri dalam beberapa gejala,
terhadap pendidikan dan belajar anaknya, seperti: gairah, keinginan, perasaan suka untuk
sehingga siswa nantinya memiliki prestasi yang melakukan proses perubahan tingkah laku
baik. melalui berbagai kegiatan mencari pengalaman,
2. KAJIAN PUSTAKA dengan kata lain, minat belajar adalah
Landasan Teori Minat Belajar perhatian, rasa suka, ketartarikan seseorang
Minat belajar terdiri dari dua kata yakni (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan
minat dan belajar, dua kata ini beda arti, untuk melalui keantusian, partisipasi, dan keaktifan
itu penulis akan mendefenisikan satu persatu, belajar.
sebagai berikut: minat berarti keinginan Untuk mengukur variabel minat
kehendak atau kesukaan (Kamus Besar Bahasa belajar, maka penulis mengambil aspek yang
Indonesia, 2013: 335). Menurut Slameto (2013: dikemukan oleh Reber dalam (Muhibbin Syah,
180) “Minat adalah suatu rasa lebih suka dan 2013: 152) yaitu minat bergantung kepada
rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, fakor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan
tanpa ada yang menyuruh. perhatian, keingintahuan, motivasi dan
pengertian tentang belajar adalah suatu kebutuhan.
kegiatan yang menimbulkan suatu perubahan Lingkungan Keluarga
tingkah laku yang relatif tetap dan perubahan pengertian Lingkungan Keluarga
itu dilakukan lewat kegiatan, atau usaha yang Lingkungan keluarga berasal dari dua
disengaja (Muhammad Fathurrohman dan kata yaitu Lingkungan dan Keluarga. Untuk
Sulistyorini, 2012: 173). Sedangkan menurut memahami lebih jauh tentang pengertian
M. Dalyono (2010: 48). lingkungan keluarga, peneliti menjabarkan
Jadi, yang dimaksud dengan minat makna dari kedua kata tersebut. Lingkungan
belajar adalah aspek psikologi seseorang yang adalah kawasan wilayah dan segala sesuatu
menampakan diri dalam beberapa gejala seperti yang terdapat di dalamnya, golongan dan
gairah, keinginan, perasaan suka untuk kalangan (Kamus Besar Bahasa Indonesia,
2013: 322).

112
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

Menurut M. Dalyono (2010: 129) buku, meja, kursi, alat tulis-menulis, dan lain-
“Lingkungan mencakup segala material dan lain.
stimulus didalam dan luar diri individu, baik Pengertian orang tua
yang bersifat fisiologis, psikilogis, maupun Anak belajar perlu dorongan dan
sosial kultural. Lingkungan sangat berperan pengertian orang tua. Kadang-kadang anak
dalam pertumbuhan dan perkembangan anak”. mengalami lemah semangat, orang tua wajib
Syaiful Bahri Djamrah (2011: 176) menyatakan memberi pengertian dan mendorongnya,
bahwa lingkungan merupakan bagian dari membantu sedapat mungkin kesulitan yang
kehidupan anak didik. Dalam lingkunganlah dialami anak.
anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata Latar Belakang Kebudayaan
rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Tingkat pendidikan atau kebiasaan di
Faktor yang Mempengaruhi dalam keluarga mempengaruhi sikap anak
Perkembangan Anak di Lingkungan Keluarga dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan
Keluarga merupakan pusat pendidikan kebiasaan-kebiasaan baik agar mendorong
yang utama dan pertama, tetapi juga sebagai semangat anak belajar.
faktor dari belajar. Abu Ahmadi dan Widodo Dengan demikian dapat penulis
Supriyono (2008: 85 - 88) yang mengatakan simpulkan bahwa perkembangan anak di
keluarga merupakan pusat pendidikan yang lingkungan keluarga ditentukan oleh banyak
pertama dan utama, tetapi juga dapat menjadi faktor, antara lain: Faktor Orang tua, meliputi
faktor penyebab kesulitan belajar. Yang cara orang tua mendidik, hubungan orang tua
termasuk faktor ini antara lain: dan anak, pengertian dan bimbingan orang tua,
Relasi antara anggota keluarga, Suasana rumah,
Faktor orang tua Keadaan ekonomi, meliputi ekonomi keluarga
Cara mendidik anak. Hubungan orang tua dan miskin dan ekonomi keluarga kaya, Latar
anak. Contoh/bimbingan orang tua. Suasana belakang kebudayaan Fungsi lembaga
rumah / keluarga .Suasana keluarga yang Pendidikan Keluarga
ramai/gaduh tidak mungkin anak dapat belajar Lembaga pendidikan di lingkungan
dengan baik. Keadaan ekonomi keluarga. keluarga memiliki fungsi sebagai berikut (Fuad
Ekonomi keluarga miskin, Ekonomi keluarga Ihsan, 2010: 18):
berlebihan, Pendapat senada dikemukakan oleh Fungsi pendidikan keluarga yaitu
Slameto (2013: 60 - 64) Anak yang belajar sebagai pengalaman pertama bagi anak, dapat
akan menerima pengaruh dari keluarga, berupa: menjamin kehidupan emosial anak, di dalam
Cara Orang Tua mendidik .Cara orang keluarga terbentuk pendidikan moral, di dalam
tua mendidik anaknya besar pengaruhnya keluarga akan menembuhkan sikap sosial, dan
terhadap belajar anak. Keluarga adalah lembaga keluarga berperan dalam meletakkan dasar-
pendidikan utama dan pertama. Cara orang tua dasar agama.
mendidik anak akan berpengaruh terhadap Aspek Lingkungan Keluarga
belajarnya. Lingkungan keluarga merupakan ajang di mana
Relasi Antara Anggota Keluarga. sifat-sifat keperibadian anak terbentuk, jadi
Wujud relasi antara anggota keluarga, misalnya keluarga adalah sebagai pendidikan pertama
apakah hubungan itu penuh dengan kasih bagi anak. Menurut Slameto (2013: 60 - 64)
sayang dan pengertian, ataukah diliputi oleh Aspek lingkungan keluarga yang menjadi
kebencian, sikap yang terlalu keras, ataukah pengaruh dalam belajar yaitu: Cara orang tua
sikap acuh tak acuh dan sebagainya. mendidik. Relasi antara anggota keluarga.
Suasana Rumah. Suasana rumah Suasana rumah. Keadaan ekonomi keluarga.
dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian- Pengertian orang tua. Latar belakang
kejadian yang sering terjadi di dalam keluaraga kebudayaan
di mana anak berada dan belajar. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo
Keadaan ekonomi keluarga Supriyono (2008: 85 - 88) aspek keluarga yang
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya menjadi faktor belajar antara lain:
dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar Faktor orang tua, meliputi: cara
selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, mendidik anak, hubungan orang tua dan anak,
misal makan, pakaian, kesehatan dan lain-lain, contoh/bimbingan orang tua,
juga membutuhkan fasilitas belajar seperti Suasana rumah/keluarga,

113
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

Keadaan ekonomi keluarga, terdiri dari


Ekonomi keluarga miskin, dan Ekonomi Lingkungan Minat
keluarga berlebihan (kaya). Keluarga Belajar
Untuk mengukur variabel lingkungan
keluarga, maka penulis mengambil aspek yang
Hipotesis Penelitian
dikemukan oleh Slameto (2013: 60 - 64)
Berdasarkan landasan teori, hasil
meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antara
penelitian yang relevan dan kerangka berfikir
anggota keluarga, suasana rumah, keadaan
yang telah diuraikan diatas, maka dapat
ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan
dirumuskan hipotesis penelitian yang
latar belakang kebudayaaan.
merupakan jawaban yang bersifat sementara
Hasil Penelitian yang Relevan
terhadap permasalahan penelitian, sampai
Penelitian terdahulu adalah penelitian
terbukti melalui data yang terkumpul
yang sudah dilakukan sebelumnya oleh peneliti
(Suharsimi Arikunto, 2006: 71). Hipotesis yang
lain. Tujuannya adalah sebagai bahan masukan
diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada
bagi peneliti dan untuk membandingkan antara
pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat
penelitian yang satu dengan yang lain. Dalam
belajar internal anak.
penelitian terdahulu akan diuraikan pokok
3. METODE PENELITIAN
bahasan sebagai berikut:
Kulsum (2008) dengan judul “Pengaruh Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Sikap Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak Januari sampai dengan Februari 2015.
SDN Demangan 1 Kecamatan Gondokusuman Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1
Yogyakarta” diperoleh hasil bahwa ada Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara,
pengaruh sikap orang tua terhadap minat baca Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi
anak. Hasil tersebut berpengaruh positif dengan Kalimantan Tengah, Jenis penelitian yang
presentase 54%. digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Kerangka Berpikir penelitian kuantitatif.
Lingkungan keluarga mempunyai Jenis penelitian yang digunakan dalam
peran yang penting terhadap keberhasilan anak. penelitian ini adalah metode penelitian
Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011: 7)
pertama dan utama dalam masyarakat, karena metode penelitian kuantitatif adalah penelitian
dalam keluarga manusia dilahirkan, berupa angka-angka dan analisis menggunakan
berkembang dan dewasa. Menurut Muhammad statistik.
Fathurrohman dan Sulistyorini (2012: 128) Jenis pendekatan yang digunakan
Lingkungan keluarga adalah institusi sentral adalah penelitian korelasi yang bertujuan untuk
penerus nilai-nilai budaya dan agama (value mencari hubungan dan tingkat hubungan antara
transmitter). dua variabel atau lebih (Sukardi, 2010: 166).
Menurut Slameto (2013: 180) minat Menurut Gay (dalam Emzir, 2010: 37)
adalah suatu rasa lebih suka dan ketertarikan penelitian korelasional diperlakukan sebagai
pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang penelitian deskriptif, terutama penelitian
menyuruh. Minat bergantung pada faktor-faktor korelasional mendeskripsikan sebuah kondisi
internal lainnya seperti: pemusatan perhatiaan, yang sudah ada.
keingintahuan, motivasi dan kebutuhan. Minat Penelitian Kolerasi dibagi ke dalam
besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar dua jenis yakni kolerasi sejajar dan kolerasi
anak. Anak yang memiliki minat terhadap sebab akibat. Kolerasi sebab akibat yaitu
belajar akan mempelajari sesuatu secara diperkirakan keadaan pertama menjadi
bersungguh-sungguh, sebaliknya anak yang penyebab keadaaan kedua, atau keadaan
kurang berminat kurang memperhatikan pertama berpengaruh terhadap keadaan yang
terhadap pelajaran dan nantinya akan kedua. Oleh sebab itu penelitian kolerasional
berpengaruh terhadap hasil belajarnya. sebab akibat dapat disebut sebagai penelitian
Dengan bertolak dari pemikiran diatas, pengaruh (Suharsimi Arikunto, 2006: 37).
maka diduga lingkungan keluarga berpengaruh Dengan adanya desain penelitian, baik
terhadap minat belajar internal anak. Kerangka penulis maupun orang lain yang
berfikir tersebut dapat dipolakan sebagai berkepentingan mempunyai gambaran tentang
berikut: bagaimana keterkaitan antar variabel yang ada

114
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

dalam konteks penelitian dan apa yang hendak mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih
dilakukan oleh seorang peneliti dalam mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti
melaksanakan penelitian. Dalam penelitian ini cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih
penulis hendak mengetahui pengaruh mudah diolah (Suharsimi Arikunto, 2006: 160).
lingkungan keluarga terhadap minat belajar Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
internal anak dengan populasi ada 79 adalah Kuesioner (Angket).
sampelnya 60. Kuesioner dapat dibeda-bedakan menjadi
variabel yang digunakan dalam beberapa jenis tergantung pada sudut pandang
penelitian yaitu variabel bebas dan variabel (Suharsimi Arikonto, 2006: 152):
terikat dimana lingkungan keluarga (X) sebagai Dipandang dari cara menjawab, maka ada:
variabel bebas sedangkan minat belajar (Y) Kuesioner terbuka, yang memberi
Lingkungan Keluarga (Variabel Bebas) kesempatan kepada responden untuk menjawab
Lingkungan keluarga adalah institusi sentral dengan kalimatnya sendiri.
penerus nilai-nilai budaya dan agama (value Kuesioner tertutup, yang sudah
transmitter). Artinya keluarga adalah tempat disediakan jawabannya sehingga responden
pertama dan utama bagi seorang anak mulai memilih.
belajar mengenal nilai-nilai yang berlaku di Dipandang dari jawaban yang diberikan
lingkungannya, dari hal-hal yang sangat sepele, ada:
sampai hal-hal yang rumit. Kuesioner langsung, yaitu responden
Aspek lingkungan keluarga yang menjadi menjawab tentang dirinnya.
pengaruh dalam belajar yaitu: Cara orang tua Kuesioner tidak langsung, yaitu
mendidik. Relasi antara anggota keluarga. responden menjawab tentang orang lain.
Suasana rumah. Keadaan ekonomi keluarga. Dipandang dari bentuknya maka ada:
Pengertian orang tua. Latar belakang Kuesioner pilihan ganda, yang
kebudayaan. Minat Belajar (Variabel Terikat) dimaksud adalah sama dengan kuesioner
Minat belajar adalah aspek psikologi tertutup.
seseorang yang menampakan diri dalam Kuesioner isian, yang dimaksud adalah
beberapa gejala seperti gairah, keinginan, kuesioner terbuka.
perasaan suka untuk melakukan proses Check list, sebuah daftar dimana
perubahaan tingkah laku mencari pengetahuan responden tinggal membubuhkan tanda check
dan pengalaman. (√) pada kolom yang sesuai.
Aspek minat bergantung kepada faktor-faktor Rating-scale (skala bertingkat), yaitu
internal lainnya, seperti: Pemusatan perhatian, sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom
Keingintahuan, Motivasi, Kebutuhan. yang menunjukan tingkatan-tingkatan,
Teknik pengumpulan data misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke
Untuk mendapatkan data-data yang sangat tidak setuju.
sesuai dengan tujuan penelitian maka Dari pernyataan tentang bentuk-bentuk
dibutuhkan suatu teknik pengumpulan data. kuesioner (angket) maka dalam penelitian ini
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan menggunakan bentuk kuesioner tertutup
dalam penelitian ini adalah dengan berbentuk kuesioner Check list
menggunakan angket yang berisi kuesioner Kisi-Kisi Instrumen Lingkungan
pernyataan Keluarga
Menurut Suharsimi Arikunto (2006 : Penyusunan alat ukur ini didasarkan
151) angket atau kuesioner adalah sejumlah pada aspek variabel Lingkungan keluarga yang
pertanyaan tertulis yang digunakan untuk dipilih yang selanjutnya dijadikan sebagai titik
memperoleh informasi dari responden dalam tolak untuk menyusun item-item instrumen
arti laporan pribadinya, atau hal-hal yang ia berupa pernyataan. Kisi-kisi penyusunan
ketahui. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri instrumen yang disusun berdasarkan aspek
dari dua, yaitu kuesioner tentang lingkungan adalah sebagai berikut:
keluarga dan kuesioner tentang minat belajar Tabel 2: Kisi-kisi Angket Lingkungan
yang ditujukan kepada siswa. Keluarga
Instrumen penelitian Kisi-Kisi Instrumen Minat Belajar
Instrumen penelitian adalah alat atau Penyusunan alat ukur ini didasarkan
fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam pada aspek variabel minat belajar yang dipilih

115
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

yang selanjutnya dijadikan sebagai titik tolak Sebagai dasar pengujian keputusan data
untuk menyusun item-item instrumen berupa berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan
pernyataan. Kisi-kisi penyusunan instrumen menentukan tingkat signifikansi dengan
yang disusun berdasarkan aspek adalah sebagai menggunakan = 5% dengan ketentuan
beriku pengujian jika Sig ≥ 0,05 maka data
Tabel 3: Kisi-kisi Angket Minat Belajar Item
Penetapan skor Variabel Aspek
Dalam instrumen penelitian ini Favorable Unfovarable
mengukan skala Likert. Menurut Sugiyono Cara orang tua
1, 13 7, 19
mendidik
(2011: 93) “Skala Likert digunakan untuk
Relasi antara
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi anggota 2, 14 8, 20
seseorang, sekelompok orang tentang fenomena keluarga
sosial. Jawaban setiap item instrument yang Suasana
3, 15 9, 21
mengunakan skala Likert mempunyai gradasi rumah
Lingkungan
Keadaan
dari sangat positif sampai sangat negatif. keluarga
ekonomi 4, 16 10, 22
Tabel 4: Tabel Skor Skala Likert keluarga
SKALA SKOR Pengertian
5, 17 11, 23
Favorable Unfavorable orang tua
Selalu 4 1 Latar
belakang 6, 18 12, 24
Sering 3 2 kebudayaan
Kadang-Kadang 2 3 Jumlah Item 12 12
Tidak pernah 1 4 berdistribusi normal.
Pembuatan Kuesioner (angket) harus
melalui beberapa tahap berikut: Item
Variabel Aspek
Uji Validitas Instrumen Favorable Unfovarable
Uji Reliabilitas Instrumen Permustaan
1, 9 5, 13
Teknik Analisis Data Perhatian
Setelah data-data terkumpul maka Minat Keingintahuan 2, 10 6, 14
dilakukan suatu analisis data. Analisis data Belajar Motivasi 3, 11 7, 15
menurut Sugiyono (2011: 147) merupakan Kebutuhan 4, 12 8, 16
kegiatan setelah data dari seluruh
Jumlah Item 8 8
responden atau sumber data lain terkumpul.
Uji Prasyarat Analisis. Uji Normalitas. Uji
Linieritas. Uji Autokolerasi. Uji Hipotesis. Tabel 15: Hasil Uji Normalitas
4. HASIL PENELITIAN DAN
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
PEMBAHASAN
Lingkungan Minat Belajar
Penelitian ini dilakukan pada 60 siswa antara keluarga Internal
N 60 60
lain : Normal Parameters a,b Mean 60,27 45,35
No Jenis Kelamin Jumlah Std. Deviation 7,867 5,900
Most Extreme Absolute
1 Laki-Laki 22 Differences Positive
,139 ,157
,068 ,130
2 Perempuan 38 Negative -,139 -,157
Kolmogorov-Smirnov Z 1,077 1,214
Hasil analisis data penelitian Asymp. Sig. (2-tailed) ,197 ,105
Uji Normalitas a. Test distribution is Normal.
Uji normalitas bertujuan untuk b. Calculated from data.

mengetahui distribusi data dalam variabel yang


akan digunakan dalam penelitian. Data yang Berdasarkan hasil uji di atas, diketahui
baik dan layak digunakan dalam penelitian bahwa nilai signifikan untuk variabel
adalah data yang berdistribusi normal. Untuk Lingkungan Keluarga sebesar 0,197, dan
mengetahui data berdistribusi normal atau tidak variabel Minat Belajar Internal sebesar 0,105
maka dilakukan uji normalitas dengan teknik yang mana lebih besar dari 0,05 sehingga dapat
Kolmogarof –Smirnov. disimpulkan bahwa data yang di uji
berdistribusi normal.

116
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

didukung oleh M. Dalyono (2010:59) yang


Uji Linieritas menyatakan bahwa keluarga adalah tempat
Uji linieritas bertujuan untuk pertama dan utama bagi seorang anak mulai
mengetahui apakah dua variabel mempunyai belajar mengenal nilain-nilai yang berlaku di
hubungan yang linier atau tidak secara lingkungannya. Faktor keluarga sangat besar
signifikan. Dua variabel dikatakan mempunyai pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar
hubungan yang linier bila signifikan (linearity) anak. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua,
< 0,05. besar kecilnya penghasilan, cukup atau
Tabel 16: Hasil Uji Linieritas kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua,
ANOVA Tablel
Sum
Berdasarkan hasil uji di atas, diketahui of Mean
Squar Squar
bahwa nilai signifikan (linearity ) sebesar 0,000 es df e F Sig.
yang mana lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat Minat
Belajar
Between
Groups
(Combin
ed)
disimpulkan bahwa dua variabel lingkungan Internal
* 1714, 2 68,57 6,87
keluarga dengan minat belajar internal Lingku 317 5 3 1
,000
ngan
mempunyai hubungan yang linier. keluarg
a
Linearity 1252, 1252, 125,
1 ,000
215 215 467
Deviatio
462,1 2 19,25 1,92
Autokorelasi n from
Linearity
02 4 4 9
,039

Uji autokorelasi digunakan untuk Within Groups 339,3 3


9,980
33 4
mengetahui ada atau tidaknya kolerasi yang Total 2053, 5
650 9
terjadi antara residual satu pengamatan dengan
pengamatan lain pada model regresi. Prasyarat rukun atau tidaknya kedua orang tua, akrab atau
yang harus terpenuhi adalah tidak adanya tidaknya orang tua dengan anak-anak,
autokorelasi pada model regresi. Mendeteksi semuanya turut serta dalam menumbuh
autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin- kembangkan minat belajar anak dan
Watson (Uji DW) dengan ketentuan, jika angka menentukan keberhasilan belajar seseorang.
Durbin-Watson (DW) diantara -2 sampai +2, Sedangkan menurut Muhammad Fatuhrrohman
berarti tidak terdapat autokorelasi. dan Sulistyorini (2012: 129) Lingkungan
keluarga mempunyai peran yang penting
Tabel 17: Hasil Uji Autokorelasi terhadap keberhasilan anak-anaknya, apabila
hubungan antara anggota keluarga, khususnya
orang tua dan anak-anaknya bersifat
b
merangsang atau membimbing anak,
Model Summary kemungkinan anak tersebut mencapai prestasi
belajar yang baik. Perhatian orang tua dapat
Adjusted
Std. Error Durbin-
of
memberikan dorongan dan motivasi sehingga
Model R R Square R Square
the Estimate
Watson anak dapat belajar dengan tekun, karena anak
1 a
,781 ,610 ,603 3,717 1,980 memerlukan waktu, tempat, dan keadaan yang
a.Predictors: (Constant), Lingkungan keluarga baik untuk belajar. Jadi, dengan adanya
lingkungan keluarga yang baik maka minat
b.Dependent Variable: Minat Belajar Internal
belajar internal anak akan meningkat sehingga
Berdasarkan hasil uji diatas, diketahui dapat membantunya untuk mencapai tujuan -
bahwa angka Durbin-Watson sebesar 1,980 , tujuannya dan memuaskan kebutuhan –
yang mana angka Durbin-Watson (DW) berada kebutuhannya.
diantara -2 sampai +2, sehinga dapat Nilai R Square yang dihasilkan yaitu
disimpulkan tidak terdapat autokorelasi. sebesar 61%, artinya minat belajar internal
Pembahasan Hasil Penelitian anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga
Sehubungan dengan hasil penelitian sebesar 61%. Sisanya 39% minat belajar
yang menunjukkan adanya pengaruh internal anak dipengaruhi oleh faktor-faktor
lingkungan keluarga terhadap minat belajar lain, karena faktor yang mempengaruhi minat
internal anak, maka lingkungan keluarga belajar internal tidak hanya lingkungan
merupakan faktor yang mempengaruhi minat keluarga saja tetapi ada bebrapa faktor lain
belajar internal anak. Pernyataan tersebut ini yang mempengaruhinya. Menurut Slameto

117
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

(2013: 54 - 72) faktor-faktor yang dan faktor eksternal meliputi faktor keluarga,
mempengaruhi minat belajar antara lain: faktor sekolah dan faktor masyarakat.
Faktor Internal. Saran
Faktor jasmaniah, seperti faktor Dari kesimpulan di atas maka penulis
kesehatan dan cacat tubuh. sampaikan saran-saran sebagai berikut:
Faktor psikologi, seperti intelegensi, Untuk Siswa
perhatian, motivasi, minat konsep diri, bakat, Hasil penelitian menyatakan ada
kematangan dan kesiapan. pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat
Faktor Eksternal belajar internal, maka disarankan agar para
Faktor keluarga, seperti cara orang tua siswa mengetahui bagaimana cara
mendidik, relasi antaranggota keluarga, suasana mengembangkan minat terhadap sesuatu
rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian dengan memanfaatkan lingkungan keluarga
orang tua dan latar belakang kebudayaan. sebagai lingkungan yang utama dalam
Faktor sekolah, seperti metode mengajar, memperoleh pendidikan dan mengembangkan
kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi 64
minat tanpa adanya paksaan dari luar sehingga
siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat dalam belajar memiliki keantusiasan,
pelajaran, waktu sekolah, standar penilaian partisipasi dan keaktifan, karena minat besar
diatas ukuran, keadaan gedung, metode pengaruhnya terhadap belajar dan menjadi
mengajar dan tugas rumah. faktor utama yang menentukan derajat
Faktor Masyarakat, seperti kegiatan keberhasilan siswa dalam belajar.
siswa dalam masyarakat, mas media, teman Untuk Orang Tua
bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menyatakan ada
Dalam penelitian ini telah dibuktikan pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat
bahwa lingkungan keluarga berpengaruh belajar internal anak, maka disarankan kepada
terhadap minat belajar internal anak di SD orang tua untuk memupuk dan
Negeri 1 Ramban Tahun Pelajaran 2015/2016. menumbuhkembangkan minat belajar anak
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan memberikan bimbingan, perhatian dan
yang dilakukan Penelitian yang dilakukan oleh motivasi terhadap cara belajar anak di rumah.
Umu Kulsum (2008) dengan judul “Pengaruh Selain itu orang tua juga turut mengkondisikan
Sikap Orang Tua Terhadap Minat Baca Anak agar keadaan rumah dibuat senyaman mungkin
SDN Demangan 1 Kecamatan Gondokusuman untuk anak belajar, sehingga anak dapat belajar
Yogyakarta” diperoleh hasil bahwa ada dengan baik.
pengaruh sikap orang tua terhadap minat baca Untuk Guru
anak. Hasil tersebut berpengaruh positif dengan Guru diharapkan dapat membantu dan
presentase 54%. membimbing siswa dalam mengembangkan
5. SIMPULAN minat belajar anak. Guru hendaknya berusaha
Kesimpulan menciptakan kondisi tertentu agar siswa selalu
Berdasarkan hasil penelitian dan butuh dan ingin terus belajar, dengan cara
pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: menjelaskan hal – hal yang menarik, salah
Ada pengaruh lingkungan keluarga terhadap satunya dengan mengembangkan variasi dan
minat belajar internal anak. 2015/2016 dengan cara mengajarnya, agar semangat dan minat
hasil t Hitung > dari t Tabel yang mana hasil t Hitung siswa dalam belajar meningkat, maka hasil
sebesar 9,520 > t Tabel sebesar 2,00172. belajarpun akan memuaskan, dan tujuan
Presentase sumbangsih R Square pembelajaran akan tercapai dengan maksimal.
variabel lingkungan keluarga terhadap minat Untuk Sekolah
belajar internal anak sebesar 0,610, sehingga Sekolah diharapkan agar dapat
presentase sumbangsih variabel lingkungan menyediakan situasi dan kondisi yang dapat
keluarga terhadap minat belajar internal anak merangsang minat siswa terhadap belajar,
sebesar 61%. Dapat disimpulkan bahwa misalnya dengan memberikan berbagai fasilitas
variabel minat belajar internal anak sebesar yang dapat membantu guru dalam memberikan
61% dipengaruhi oleh variabel lingkungan variasi dalam proses belajar mengajar, dan
keluarga dan sisanya sebesar 39% di pengaruhi pihak sekolah diharapkan dapat menjadi
oleh faktor-faktor lain seperti faktor internal fasilitator untuk lebih mendekatkan siswa dan
meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologi

118
Jurnal Paedagogie Volume V, Nomor 2, Juli-Desember 2017
ISSN. 1907-1086
E-ISSN.2656 - 4580

orang tua dalam memberikan perhatian Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.


terhadap pendidikan anak. Slameto. (2013: 2 – 180). Belajar dan
Keterbatasan penelitian Faktor-Faktor yang
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
tidak luput dari berbagai keterbatasan yang ada, Cipta.
baik terjadi selama pengambilan data,
Muhibbin Syah. (2013: 152). Psikologi
pengolahan hingga analisis hasil penelitian.
Keterbatasan yang peneliti temui antara lain Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
adalah: Persada.
Keterbatasan dalam jumlah responden
yang diteliti yaitu hanya 50% dari jumlah 118
siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 SD Negeri
1 Ramban yaitu sejumlah 60 orang saja. Hal ini
dilakukan untuk efisiensi waktu, tenaga, dan
biaya. Namun demikian karena pengambilan
sampel dengan teknik Stratified proportional
random sampling maka responden penelitian
dapat mewakili tiap-tiap kelas/ruangan dari
seluruh populasi yang ditentukan seimbang
atau sebanding dengan dalam banyaknya
subjek di masing-masing kelas/ruangan
sehingga didapatkan sampel yang representatif.
Keterbatasan waktu penelitian sehingga
pelaksanaan uji coba angket dan penelitian,
peneliti lakukan secara bersama-sama atau
berbarengan untuk menghemat waktu, sehingga
angket yang lolos hasil uji validitas dan
reliabilitas itulah yang digunakan peneliti untuk
menganalisa data hasil penelitian.
6. REFERENSI
Abdul Hakim. (2010). Pengaruh Perhatian
Orang Tua Terhadap Minat Belajar
Siswa MI Al Khoiriyah Mendoh
Semewo Kecamatam Pabelan
Kabupaten Semarang Tahun 2010.
(http://perpus.iainsalatiga.ac.id),
Diakses pada 06 Desember 2015.
Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. (2007: 65 –
177). Ilmu Pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. (2008:
85 – 88). Psikologi Belajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
Emzir. (2010: 37). Metodelogi Penelitian
Pendidikan. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.
Syaiful Bahri Djamrah. (2011: 166 - 285).
Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Suharsimi Arikunto. (2006: 37 - 178).
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

119