Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Neoplasma adalah kumpulan sel abnormal yang tumbuh terus-menerus tidak
terkendali, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya, tidak berguna bagi tubuh
akan tetap tumbuh meskipun faktor pemicunya telah berhenti. Neoplasma bersifat
otonom karena ukurannya meningkat terus. Sel neoplasma mengalami transformasi,
oleh karena mereka terus menerus membelah. Sel neoplasma bersifat parasitic dan
pesaing sel atau jaringan normal atas kebutuhan metabolismenya pada penderita yang
berada dalam kadaan lemah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian neoplasma?
2. Apa perbedaan neoplasma ganas dan jinak?
3. Apa macam-macam neoplasma ganas dan jinak?
4. Bagaimana mekanisme terjadinya neoplasma?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian neoplasma
2. Mengetahui perbedaan neoplasma ganas dan jinak
3. Mengetahui macam-macam ganas dan jinak
4. Mengetahui mekanisme terjadinya neoplasma

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Neoplasma
Neoplasma didefinisikan sebagai perkembangan massa jaringan abnormal yang tidak
responsife terhadap mekanisme kontrol pertumbuhan normal. Kata “neoplasma” berasal
dari kata Yunani “neo”, yang berarti pembentukan atau penciptaan, dengan demikian
berkaitan dengan pertumbuhan abnormal jaringan baru. Neoplasma adalah suatu
kelompok atau rumpun sel neoplastik. Pada neoplasma, proliferasi berlangsung terus
meskipun rangsang yang memulainya telah hilang. Proliferasi demikian disebut
proliferasi neoplastic, yang mempunyai sifat progresif, tidak bertujuan, tidak
memperdulikan jaringan sekitarnya, tidak ada hubungan dengan kebutuhan tubuh dan
bersifat parasitic (parasit).

B. Klasifikasi Neoplasma
Sebagian besar neoplasma dapat diklasifikasikan sebagai benigna atau maligna.
1. Neoplasma benigna (jinak)
Neoplasma benigna (jinak) adalah massa khas yang umumnya lokal, yang tetap
berada di tempat awalnya tumbuh. Tumor jinak bersifat ekspansif atau mendesak
karena masih memiliki kapsul. Baik besar atau kecil, menghasilkan gejala atau tidak,
neoplasma benigna umumnya tetap berada di dalam jaringan asalnya dan tidak
menyebar ketempat lain. Contohnya neoplasma benigna seperti tumor otot polos
uterus dapat menjadi sangat besar tanpa menyebabkan gejala. Sementara, neoplasma
lain, seperti meningiotna di otak dapat menyebabkan gejala atau bahkan kematian
meskipun ukurannya kecil.

2
Secara mikroskopis, neoplasma jinak ditandai dengan sel yang berdiferensiasi
baik yang sangat mirip dengan padanannya yang normal. Lipoma terdiri atas sel
lemak matur yang dipenuhi oleh vakuola lemak didalam sitoplasmanya, dan
kondroma terbentuk dari sel tulang rawan matur yang menyintesis matriks tulang
rawan normal, yang merupakan bukti terjadinya diferensiasi morfologik dan
fungsional. Pada tumor jinak yang berdiferensiasi baik, mitosis sangat jarang
ditemukan dan konfigurasinya normal.
Neoplasma benigna relative mudah dikenali secara kasar dan mikroskopik
karena menghasilkan massa tunggal yang berbeda dari jaringan sekitar. Neoplasma
benigna yang berasal dari dalam organ padat atau jaringan ikat biasanya menekan
jaringan di sekitar mereka untuk membentuk tepi fibrosa atau kapsula. Secara
histologi, neoplasma benigna sangat menyerupai sel asalnya. Kriteria morfologi
paling penting untuk neoplasma benigna adalah perbedaan lesi dan tampilan sel yang
seragam yang tampak matang.

2. Neoplasma Maligna (ganas)


Neoplasma maligna didefinisikan berdasarkan potensi mereka untuk
menginvasi dan bermetastasis. Dua karakteristik yang mendefinisikan neoplasma
maligna adalah atipia selular, invasi, metastasis. Invasi merujuk pada perluasan
langsung sel neoplastik ke jaringan sekitar tanpa memperhatikan batasan jaringan.
Dengan kata lain invasi adalah pertumbuhan kontinu tumor kedalam dan melalui jenis
jaringan lain yang berdekatan dengan tempat awal munculnya tumor. Metastasis
berarti transplantasi sel ke tempat yang sepenuhnya baru. Agar ini terjadi, sel-sel
neoplastik harus ditranportasika melalui saluran vaskular atau rongga tubuh dan harus

3
mampu tumbuh di tempat yang baru. Biasanya, tumor yang telah bermetastasis tidak
lagi dapat disembuhkan.
Tumor ganas secara kolektif disebut kanker. Neoplasma ganas ditandai dengan
deferensiasi beragam dari sel parenkim, dari yang berdiferensiasi baik sampai yang
sama sekali tidak berdiferensiasi. Neoplasma ganas yang terdiri atas sel yang tidak
berdiferensiasi dikatakan bersifat anaplastik. Sel anaplastik memperlihatkan
pleomorfisme (yaitu variasi yang nyata dalam bentuk dan ukuran).

4
C. Perbedaan Neoplasma Ganas dan Jinak

Karateristik Tumor Jinak Tumor Ganas


Tidak baik (anaplasia),
struktur tidak menyerupai
Diferenlasi Baik, struktur menyerupai jaringan asal yang ditandai
(kemiripan sel dengan sel jaringan sel dengan prubahan
awal yang normal) pleomorfisme hiperkromatik
dan ukuran nucleus hampir
menutupi sitoplasma
 Progresif dan lambat  Tidak terduga,
 Dapat berhenti umumnya cepat
tumbuh dan menciut namun bisa terjadi
Laju pertumbuhan (jarang terjadi) secara lambat
 Mitosis jarang dan  Mitosis banyak dan
normal abnormal
 Tidak menginvasi  Infiltrasi progresif,
atau menginviltrasi invasi dan destruksi
Lavasi lokal  Massa berbatas jelas jaringan sekitar
 Membentuk simpai  Massa tidak berbatas
jelas
Metastasis (penyebaran sel
tumor ke organ lain yang Tidak ada Ada
jaraknya berjauhan)

Secara garis besar, ada tiga hal yang dapat digunakan untuk membedakan neoplasma
ganas dan jinak, yaitu size (ukuran), staining (pengecatan), dan shape (bentuk).
Neoplasma dapat menimbulkan gejala lokal, sistemik, maupun metastasis. Tumor
jinak tidak memiliki kemampuan untuk menginfiltrasi, menginvasi, atau menyebar
ketempat jauh. Sebagian besar dari tumor ini membentuk kapsul fibrosa yang
memisahkannya dari jaringan pejamu. Kapsul ini mungkin berasal dari stroma jaringan
asli karena sel parenkin mengalami atrofi akibat tekanan tumor yang membesar. Namun,
tidak semua neoplasma jinak memiliki kapsul.

5
Berbeda dengan tumor jinak, tumor ganas tumbuh dengan cara infiltrasi, invasi
destruksi, dan penetrasi progresif ke jaringan sekitar karena tidak membentuk kapsul
yang jelas. Hal inilah yang menyebabkan tumor ganas dapat bermetastasis ke jaringan
lain. Tidak semua tumor ganas memiliki kamampuan metastasis namun banyak memiliki
pengecualian.
Tumor jinak hanya bersifat ekspansif atau mendesak karena masih memiliki kapul.
Sedangkan pada tumor ganas, sel-selnya dapat mengeluarkan enzim yang dapat
mengeluarkan protein atau matriks di sekitarnya. Kemudian, sel-sel tersebut bergerak
secara amuboid dan menginvasi jaringan sekitarnya. Setelah itu, sel-sel tersebut
menerobos jaringan sekitarnya itu, menempel di pembuluh darah atau limfe, menembus
dinding pembuluh, dan masuk ke aliran darah atau limfe untuk selanjutnya hinggap di
jaringan lain (metastase).
Neoplasma ganas menyebar melalui salah satu dari tiga jalur :
a. Penyamaian di rongga tubuh
b. Penyebaran limfatik, atau
c. Penyebaran hematogen
Penentuan stadium (staging) kanker didasarkan pada ukuran lesi primer, luas penyebaran
ke kelenjar getah bening regional, da nada tidaknya metastasis. Penilaian ini biasanya
didasarkan pada pemeriksaan klinis dan radiografik dan pada beberapa kasus eksplorasi
bedah.

D. Macam-macam Neoplasma Ganas dan Jinak


1. Nama Neoplasma Benigna (jinak)
Sel atau jaringan asal Nama
Epitelium skuamosa Papiloma skuamosa
Epitelium glandular atau kolumnar Adenoma
permukaan
Jaringan filbrosa Fibroma
Jaringan adiposa Lipoma
Kartilago Kondroma
Tulang Osteoma
Pembuluh darah Hemangioma
Otot polos Leiomioma

Selubung saraf Neurilemoma

2. Nama Neoplasma Manigna (ganas)

6
Sel atau jaringan asal Nama
Epitelium
Tempat tidak spesifik Karsinoma
Epitelum akuamosa Karsinoma sel akuarnosa
Sel basal epitelum Karsinoma sel basal (unik pada kulit)
Mukosa kolonik Adenokarsinoma kolon
Kelenjar payudara Adenokarsinoma payudara
Kelenjar prostat Adenokarsinoma prostat
Epitelium bronkial paru Karsinoma bronkogenik

Mukosa kandung kemih Karsinoma urotelal


Serviks Karsinoma sol skuamosa serviks
Mukosa lambung Adenokarsinoma lambung
Duktus pankreas Adenokarsinoma pankreas
Jaringan ikat dan otot
Tempat tidak spesifik Sarkoma
Jaringan limfoid Limfoma
Sumsung tulang Leukernia
Sel plasma dalam sumsum Mielomas multiple
tulang
Kartilago Kondrosarkoma
Tulang Osteosarkoma
Jaringan fibrosa Fibrosarkoma
Otot polos leiorniosarkoma
Lain-lain
Tempat tidak spesifik Neoplasma maligna
Sel glial Glioma
Melanosit Melanoma maligna
Sel germinal Teratoma

E. Mekanisma Terjadinya Neoplasma


1. Invasi lokal
Tumor jinak tetap berada di ditempatnya berasal, tidak memiliki kemampuan
menginfiltrasi, menginvasi, atau menyebar ke tempat yang jauh seperti kanker.
Contohnya, fibroma dan adenoma berkembang secara lambat, membentuk kapsul
fibrosa yang memisahkannya dari jaringan pejamu.

7
Kapsul ini mungkin berasal dari stroma jaringan asli karena sel parenkim mengalami
atrofi akibat tekanan tumor yang membesar, tidak semua neoplasma jinak memiliki
kapsul.
Kanker tumbuh dengan cara menginfiltrasi, menginvasi dan penetrasi progresif ke
jaringan sekitar, tidak membentuk kapsul yang jelas. Cara pertumbuhan yang bersifat
infiltrasi menyebabkan perlunya pengangkatan jaringan normal disekitar secara luas
melalui bedah.

2. Metastis
Metastis menunjukan terbentuknya implant sekunder yang terpisah dari tumor
primer, mungkin di jaringan yang jauh. Dibandingkan ciri-cir neoplastik lainnya,
kemampuan invasi dan metastasis menunjukkan secara pasti suatu neoplasma bersifat
ganas. Namun, tidak semua kanker memiliki kemampuan sel bermetasis yang setara.
Secara umum, semakin anaplastic dan besar neoplasma primernya, semakin besar
kemungkinan metastasis. Namun, kanker yang sangat kecil juga dapat mengakibatkan
metastasis, dan sebaliknya, kanker yang besar mungkin belum tentu menyebar saat
ditemukan.
Neoplasma ganas menyebar melalui salah satu :
a. Penyamaian dalam rongga tubuh
Penyamaian kanker terjadi bila neoplasma menginvasi rongga alami tubuh.
Misalnya karsinoma kolon dapatmenembus dinding usus dapat mengalami
reimplantasi di rongga peritonium.
b. Penyebaran limfatik
Penyebaran limfatik lebih khas untuk karsinoma, sedangkan rute hematogen lebih
kepada sarcoma. Namun, terdapat banyak hubungan antara sistem limfe dan
vaskular sehingga kanker dapat berkembang melalui salah satu atau kedua sistem.
Misalnya, karsinoma paru yang timbul di saluran nafas menyebar ke kelenjar
getah bening bronkialis regional, kemudian ke kelenjar getah bening trakebronkus
dan hilus. Karsinoma payudara biasanya timbul di kuadran luar atas dan menyebar
ke kelenjar aksila.
c. Penyebaran hematogen
Penyebaran hematogen merupakan konsekuensi kanker yang paling ditakuti.
Arteri lebih sulit ditembus daripada vena. Setelah vena mengalami invasi, sel

8
kanker mengikuti aliran vena bersama darah, hati dan paru adalah tempat sekunder
yang paling sering terkena.

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Neoplasma adalah suatu kelompok atau rumpun sel neoplastik. Neoplasma
didefinisikan sebagai perkembangan massa jaringan abnormal yang tidak
responsife terhadap mekanisme kontrol pertumbuhan normal.
2. Neoplasma diklasifikasikan menjadi dua yaitu, neoplasma benigna dan
neoplasma maligna.
3. Tumor jinak bersifat ekspansif atau mendesak karena masih memiliki kapsul.
4. Tumor ganas secara kolektif disebut kanker. Neoplasma ganas ditandai dengan
deferensiasi beragam dari sel parenkim, dari yang berdiferensiasi baik sampai
yang sama sekali tidak berdiferensiasi.

10