Anda di halaman 1dari 7

12/31/2010

V. Urbanisasi

Eko Subhan

Pengertian Urbanisasi
• Pengistilahan umum dan memang juga digunakan
oleh P
PBB bahwa
bahwa urbanisasi adalah perpindahan
penduduk dari desa ke kota
• Urbanisasi atau urban drift adalah pertumbuhan
secara fisik area urban (perkotaan) yang 
disebabkan karena perubahan yang sifatnya
global. 
• Setiap perkembangan sebuah wilayah menjadi
semakin kota, maka wilayah tersebut
mengalami urbanisasi atau sebuah proses
menjadi urban.

1
12/31/2010

Urbanisasi:
• Pengertian urbanisasi (Ensiklopedi Nasional Indonesia): suatu proses kenaikan
proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. 
• Dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses
pengkotaan suatu wilayah
• Dalam kaidah perkotaan, suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial‐
ekonomi‐budaya
k ib d wilayah
il h karena
k percepatan
t kemajuan
k j ekonomi
k i
• Dapat pula proses banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena
adanya penarik di kota

• (Ir. Triatno Yudo Harjoko) 


– Urbanisasi: suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non‐
urban menjadi urban. 
– Secara spasial: suatu proses diferensiasi dan spesialisasi pemanfaatan ruang dimana lokasi
tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional.
• (
(PJM Nas)
)
– proses pembentukan kota yang digerakkan oleh perubahan struktural dalam masyarakat
sehingga daerah2 yang dulu merupakan daerah perdesaan dengan struktur mata pencaharian
yang agraris, lambat laun atau melalui proses yang mendadak memperoleh sifat kehidupan
kota.
– menyangkut adanya gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut
morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi

2
12/31/2010

Pull and Push Factor of Urbanization
• Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
– Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
– Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
– Banyak lapangan pekerjaan di kota
– Di kota banyak perempuan cantik dan laki‐laki ganteng
– Pengaruh buruk sinetron Indonesia
– Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan
berkualitas
• Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
– Lahan pertanian yang semakin sempit
– Merasa tidak cocok dengan
g budayay tempat
p asalnya
y
– Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
– Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
– Diusir dari desa asal
– Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Perkembangan Urbanisasi
• Dari ahli perkotaan: gejala pengembangan wilayah perkotaan akan
semakin intens dan bervariasi, terutama dipicu oleh proses
desentralisasi besar‐besaran pada Tahun 1998 “BIG BANG” 
Autonomy. 
Autonomy
• Kota2 kecil wilayah lain di Indonesia mengalami proses urbanisasi, 
karena pada mereka diberikan dana yang sangat besar. Namun
sayang proses desentralisasi ini telah memakan terlalu banyak
korban. 
• Peningkatan jumlah penduduk berkorelasi positif dengan
meningkatnya urbanisasi di suatu wilayah. Ada kecenderungan
bahwa aktivitas perekonomian akan terpusat pada suatu area yang 
memiliki tingkat konsentrasi penduduk yang cukup
yang cukup tinggi. 
tinggi
• Hubungan positif antara konsentrasi penduduk dengan aktivitas
kegiatan ekonomi ini akan menyebabkan makin membesarnya area 
konsentrasi penduduk, sehingga menimbulkan apa yang dikenal
dengan nama daerah perkotaan.

3
12/31/2010

Mengapa Urbanisasi perlu diarahkan?


• Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin
meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. 
Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk
Hal ini
daerah perkotaan akan berkaitan erat dengan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi negara. 

• Kedua, terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau tidak


terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada
penduduk itu sendiri. Ukuran terkendali atau tidaknya proses
urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang 
kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kota terbesar
pada suatu negara atau wilayah terhadap kota‐kota di sekitarnya. 
Makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang
baik dalam proses urbanisasi. 

Propinsi 2000 2005 2010 2015 2020 2025

Tabel Presentase NAD 23.6 28.8 34.3 39.7 44.9 49.9


Penduduk Daerah  SUMUT 42.4 46.1 50.1 54.4 58.8 63.5
SUMBAR 29 34.3 39.8 45.3 50.6 55.6
Perkotaan per Provinsi,  RIAU 43.7 50.4 56.6 62.1 66.9 71.1
2000‐2025 JAMBI 28.3 32.4 36.5 40.6 44.5 48.4
SUMSEL 34.4 38.7 42.9 47 50.9 54.6
BENGKULU 29.4 35.2 41 46.5 51.7 56.5
LAMPUNG 21 27 33.3 39.8 46.2 52.2
KEP BABEL 43 47.8 52.2 56.5 60.3 63.9
DKI JAKARTA 100 100 100 100 100 100
JAWA BARAT 50.3 58.8 66.2 72.4 77.4 81.4
JAWA TENGAH 40.4 48.6 56.2 63.1 68.9 73.8
D IY 57.6 64.3 70.2 75.2 79.3 82.8
JAWA TIMUR 40.9 48.9 56.5 63.1 68.9 73.7
BANTEN 52.2 60.2 67.2 73 77.7 81.5
B A L I 49.7 57.7 64.7 70.7 75.6 79.6
NTB 34.8 41.9 48.8 55.2 61 66
NTT 15.4 18 20.7 23.5 26.4 29.3
KALBAR 24.9 27.8 31.1 34.8 39 43.7
KALTENG 27.5 34 40.7 47.2 53.3 58.8
KALSEL 36.2 41.5 46.7 51.6 56.3 60.6
KALTIM 57.7 62.2 66.2 69.9 73.1 75.9
SULUT 36.6 43.4 49.8 55.7 61.1 65.7
SULTENG 19.3 21 22.9 24.9 27.3 29.9
SULSEL 29.4 32.2 35.3 38.8 42.6 46.7
SULTRA 20.8 23 25.6 28.5 31.8 35.5
GORONTALO 25.4 31.3 37 42.8 48.2 53.2
M A L U K U 25.3 26.1 26.9 27.9 28.8 29.9
MALUKU UTARA 28.9 29.7 30.6 31.5 32.5 33.6
PAPUA 22.2 22.8 23.5 24.3 25.1 26
Rata rata 36 34 41 14 45 78 50 20 54 30 58 11

4
12/31/2010

Biro Pusat Statistik dengan konsepnya


tentang Urbanisasi:
• Urbanisasi adalah persentase penduduk perkotaan. 
Urbanisasi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: 
– pertumbuhan alami penduduk daerah perkotaan, 
– migrasi dari daerah perdesaan ke daerah perkotaan, dan
– reklasifikasi desa perdesaan menjadi desa perkotaan.
• Proyeksi penduduk daerah perkotaan pada proyeksi ini
tidak dilakukan dengan membuat asumsi untuk ketiga
faktor tersebut, tetapi berdasarkan perbedaan laju
pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan daerah
perdesaan
d ( b
(Urban Rural Growth Difference/URGD). 
l h ff / )
• Dengan membuat asumsi URGD untuk masa yang akan
datang, berarti proyeksi ini secara tidak langsung juga
sudah mempertimbangkan ketiga faktor tersebut.

Pengarahan urbanisasi di Indonesia:


• Pertama, mengembangkan daerah2 perdesaan agar memiliki ciri‐ciri
sebagai daerah perkotaan “urbanisasi perdesaan “.
– Upaya “mempercepat” urbanisasi tanpa menunggu pertumbuhan
ekonomi, dengan
k i d melakukan
l k k terobosan
b yang bersifat
b if “non‐ekonomi” 
“ k i”
namun diharapkan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. 

• Kedua, mengembangkan pusat2 pertumbuhan ekonomi baru, atau


dikenal dengan istilah “daerah penyangga pusat pertumbuhan”.
– Upaya untuk mengembangkan kota2 kecil & sedang untuk
mengimbangi pertumbuhan kota2 besar & metropolitan, 
diklasifikasikan pada 3 yaitu:
1
1. kebijaksanaan ekonomi makro: untuk
makro: untuk menciptakan lingkungan/iklim yang 
yang
merangsang bagi pengembangan kegiatan ekonomi perkotaan;
2. penyebaran secara spasial pola pengembangan kota yang mendukung pola
kebijaksanaan pembangunan nasional menuju pertumbuhan ekonomi yang 
seimbang, serasi dan berkelanjutan, yang secara operasional dituangkan
dalam kebijaksanaan tata ruang kota/perkotaan, dan
3. penanganan masalah kinerja masing‐masing kota.

5
12/31/2010

Permasalahan yang ditimbulkan oleh


urbanisasi diantaranya:
1. Semakin ditinggalkannya spesialisasi di sektor yang berhubungan
langsung dengan sistem alam, seperti pertanian, perkebunan, 
peternakan dan perikanan.
peternakan, dan perikanan
2. Semikin meningkatnya level of differentiation sebagai ciri khas kota
3. Semakin meningkatnya tuntutan atas keberadaan skilled educated labor 
akibat meningkatnya spesialisasi kerja.
4. Meningkatnya pertumbuhan sektor jasa/perbankan dan manufaktur
serta menurunnya sektor produksi primer atau bahkan sekunder.
5. Pergesaran pola hidup dan nilai‐nilai adat menjadi semakin kabur atau
hilang
6. Semakin berkembangnya budaya cybernetic
cybernetic dan
dan menurunnya ikatan
tradisional dalam tatanan masyarakat.
7. Westernisasi membawa dampak berkurangnya hubungan moral‐
emosional menjadi lebih formal‐individualistis yang diarahkan oleh
kapitalisme sederhana.
8. Dan lain sebagainya serta berbagai dampak ikutannya.

Urbanisasi tidak mengenal batas


administrasi, urbanisasi dilakukan
karena (kependudukan) pindahnya
penduduk
d d k dari
d i wilayah
il h rural ke
lk
pusat kegiatan (urban).

Karena otonomi/desentralisasi
daerah memiliki kapasitas untuk
melakukan pembangunan fisik dan
perekonomian wilayah

Kawasan rural semakin
ditinggalkan/berubah
menjadi urban karena
perkembangan penduduk

6
12/31/2010

Siklus Proses Urbanisasi


• Urbanisasi di Indonesia akibat kebijakan otonomi daerah telah
memberikan kesempatan daerah untuk membangun secara masif
fisik wilayah dengan konsekuensi pada tingginya kebutuhan tenaga
pembangunan; satu tahap proses urbansisasi terjadi.
• Tingginya pembangunan memberikan kesempatan bagi
berkumpulnya penduduk di pusat2 aktivitas wilayah, berkembang
pula spesialisasi kerja karena tingkat diferensiasi yang semakin
tinggi; semakin berkembang pula sektor jasa & perdagangan. Di sisi
lain, sektor jasa perbankan dan sejenisnya juga mulai masuk dalam
sistem kota, sehingga proses urbanisasi menemukan bentuk realnya
atau urbanisasi tahap sekunder.
• Setelah kawasan urban menjadi sangat maju pesat dan sistem
teknologi
k l i menjadij di semakin
ki berkembang
b k b d komunikasi
dan k ik i menjadi
j di
sangat mudah, spesialisasi kerja semakin komplit dan kawasan
memasuki dunia global. Dunia cybernetic mulai menguasasi sistem
yang menjadikan sistem transaksi menjadi serba digitized dan
cybernetic. Saat inilah urbanisasi masuk pada tahapan tertier dan
wilayah urban menjadi semakin berbentuk tiga dimensi sempurna
untuk sementara.

• Pada dunia urban, kembali konsep dasar


komunitas menemukan kembali arasnya;
arasnya; terjadi
terjadi
proses masyarakat yang berjuang untuk dapat
mempertahankan hidup (survival of the fittes). 
• Sesuai dengan proses evolusi masyarakat, 
masyarakat urban akan masuk pada siklus baru
dan urbanisasi menemukan bentukan yang baru
lagi dalam format
format yang lebih
yang lebih baru lagi.
• Bentukan urban saat ini akan menjadi rural di
masa yang akan datang dan pola kehidupan akan
terus berputar dan berevolusi