Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN

HAK DAN TANGGUNG JAWAB PERAWAT


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Keperawatan
Dosen Pengampu : Hj. Endang Suartini. S.ST M.KM

Disusun oleh :
Firda Herawati (P27901119071)
Khilda Najah Fadilah (P27901119077)
Siti Aulia Rahmawati (P27901119097)
Uun Nurtini (P27901119100)

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN ( IB )


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANTEN

TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke khadirat Allah Swt. Karena atas ridha dan
rahmatNya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada
waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Etika
Keperawatan dengan materi yang berjudul Hak dan Tanggung Jawab Perawat.
Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Endang Suartini.
S.ST M.KM selaku dosen pengampu mata kuliah Etika Keperawatan.
Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari sekalian
seandainya ada yang kurang dalam penyusunan makalah ini karena kami hanyalah
manusia yang tidak sempurna dengan penuh kekhilafan. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kami sendiri maupun kepada para pembaca umumnya.

Tangerang, 13 Maret 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

A. LATAR BELAKANG..................................................................................1

B. RUMUSAN MASALAH..............................................................................1

C. TUJUAN.......................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................2

A. PENGERTIAN HAK....................................................................................2

B. JENIS-JENIS HAK.......................................................................................2

C. PERAN HAK DAN TANGGUNG JAWAB PERAWAT...........................3

D. HAK DAN TANGGUNG JAWAB   PERAWAT........................................4

E. HAK DAN TANGGUNG JAWAB MENURUT UNDANG-UNDANG...7

BAB III PENUTUP.................................................................................................9

A. Kesimpulan...................................................................................................9

B. Saran..............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam perdebatan moral yang berlangsung dalam masyarakat dewasa ini
paham “hak” memegang peranan penting. Sering kali kita dengar atau kita baca
tentang hak-hak asasi manusia dan penerapannya. Hak merupakan bagian
terpenting dari etika, kita telah melihat bahwa hal itu belum begitu lama
disadari, Dalam perdebatan tentang etis tidaknya eksperimen ilmiah sering
diacu ke hak subyek penelitian, bahkan tentang hak binatang yang dipakai
untuk penelitian.
Dalam forum internasional berulang kali menegaskan bahwa setiap bangsa
berhak menentukan nasibnya sendiri. Hak berkaitan erat dengan posisi manusia
dengan sebagai subyek hukum. Tapi disamping itu hak berhubungan erat
dengan manusia sebagai makluk moral begitu saja dan karena itu perlu
dipelajari juga dalam rangka etika umum. Oleh sebab itu penyusun membuat
makalah ini untuk agar dapat dimanfaatkan oleh para pembaca.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud pengertian hak ?
2. Apa saja Jenis hak dan kewajiban ?
3. Apa itu peran hak dan kewajiban ?
4. Apa saja hak dan kewajiban perawat ?
5. Apa saja hak dan kewajiban menurut undang-undang ?

C. TUJUAN
1. Memahami pengertian hak
2. Mengetahui jenis-jenis hak
3. Mengetahui peran hak dan kewajiban
4. Mengetahui hak dan kewajiban perawat
5. Memahami hak dan kewajiban menurut undang-undang

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HAK
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai
hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan
yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari
sudut hokum dan pribadi (C. Fagin, 1975).
Hak yang dipandang dari sudut hukum adalah hak-hak memberi
kekuasaan tertentu untuk mengontrol situasi. Contoh: seseorang mempunyai
hak untuk masuk ke restoran dan membeli makan (darisudut hukum, hak
mempunyai kewajiban tetentu yang menyertai. Individu dengan hak makan di
restoran diwajibkan untuk bertingkah laku yang sesuai dan membayar
makanannya). Hak dipandang dari sudut pandang pribadi mengacu pada
konsep pribadi dari hak mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan sesuai
dengan perkembangan etis. Dengan cara seseorang megatur kehidupannya,
dengan keputusan yang dibuatnya, dan dengan konsep benar dan salah, serta
baik dan buruk(Fromer,1981).
B. JENIS-JENIS HAK
Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu hak kebebasan, hak kesejahteraan, dan hak
legislatif.
1. Hak-Hak Kebebasan
Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang untuk
hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan.
Misalnya, seorang perawat wanita yang bekerja disuatu Rumah Sakit, dapat
memakai seragam yang dia inginkan (haknya) asalkan berwarna putih bersih
dan sopan sesuai dengan batas-batas. Dalam contoh tersebut terdap 2 hal
penting, yaitu sebagai berikut:
a. Batas-batas kesopanan tersebut merupakan kebijakan rumah sakit.
b. Warna putih dan sopan merupakan norma yang diterapkan untuk
perawat.

2
2. Hak-Hak Kesejahteraan
Hak-hak yang diberikan secara hokum untuk hal-hal yang merupakan
standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu.
Misalnya, hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan, hak
penduduk untuk memperoleh air yang bersih, dan lain-lain.
3. Hak-Hak Legistalif
Hak-hak legislatif diterapkan oleh hokum berdasarkan konsep keadilan.
Misalnya, seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan
semena-mena oleh suaminya. Badman dan Badman (1986), menyatakan
bahwa hak-hak legislatif mempunyai 4 peranan di masyarakat, yaitu
membuat peraturan, mengubah peraturan, membatasi moral terhadap
peraturan yang tidak adil, memberikan keputusan pengadilan atau
menyelesaikan perselisihan.

C. PERAN HAK DAN TANGGUNG JAWAB PERAWAT


1. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresia kekuasaan dalam konflik
antara seseorang dengan kelompok.
Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia mempunyai
hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia inginkan pada kliennya.
Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan kekuasaannya untuk
menigntruksikan pengobatan kepada klien. Hal ini merupakan hak nya
selaku penanggung jawab medis.
2. Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan.
Contoh : seorang perawat dalam melaksanakan asuhan
keperawatannya,mendapat kritikan karena terlalu lama menghabiskan
waktunya bersama klien. Perawat tersebut dapat mengatakan bahwa ia
mempunyai hak untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk
klien sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Dalam hal ini, perawat tersebut mempunyai hak melakukan asuhan
keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien/klien.

3
3. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.
Seseorang sering kali dapat menyelesaikan sesuatu perselisihan dengan
menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.
Contoh: seorang perawat menyarankan kepada pasien agar tidak keluar
ruangan selama di hospitalisasi. Pada situasi tersebut, klien marah karena
tidak setuju dengan saran perawat dan klien tersebut mengatakan kepada
perawat bahwa ia juga punya hak untuk keluar dari ruangan bilamana ia
mau.
Dalam hal ini, perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang tidak
merugikan kesehatan pasien. Bila tidak tercapai kesepakatan karena
membatasi pasien, berati ia mengingkari kebebasan pasien.

D. HAK DAN TANGGUNG JAWAB   PERAWAT

1. Hak Perawat
a. Perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
b. Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui kemampuan
spesialisasi sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
c. Perawat berhak untuk menolak keinginan pasien atau klien yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, serta standard an
kode etik profesi.
d. Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap dari pasien atau
klien atau keluarganya tentang keluhan kesehatan dan ketidakpuasaanya
terhadap pelayanan yang diberikan.
e. Perawat berhak untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan
perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan, kesehatan secara
terus-menerus.
f. Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil dan jujur oleh institusi
pelayanan maupun oleh pasien/klien.
g. Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko
kerja yang dapat menimbulkan bahaya fisik maupun stress emosional.

4
h. Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan
kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
i. Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila nama baiknya
dicemarkan oleh pasien/klien dan/atau keluarganya serta tenaga
kesehatan lainnya.
j. Perawat berhak untuk menolak dipindahkan ke tempat tugas lain, baik
melalui anjuran atau pengumuman tertulis karena diperlukan, untuk
melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi atau
kode etik keperawatan atau peraturan perundang-undangan lainnya.
k. Perawat berhak untuk mendapatkan perhargaan dan imbalan yang layak
dari jasa profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian atau
ketentuan yang berlaku di institusi pelayanan yang bersangkutan.
l. Perawat berhak untuk memperoleh kesempatan mengembangkan karier
sesuat dengan bidang profesinya.

Hak-hak Perawat Menurut Claire Fagin (1975)


a. Hak memperoleh martabat dalam rangka mengekspresikan dan
meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan khususnya dan
sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
b. Hak memperoleh pengakuan sehubungan denga kontribusinya melalui
ketetapan yang diberikan lingkungan untuk praktik yang dijalankan
serta imbalan ekonomi sehubungan dengan profesinya.
c. Hak mendapatkan lingkungan kerja dengan stress fisik dan emosional
serta risiko kerja yang seminimal mungkin.
d. Hak untuk melakukan praktik-praktik profesi dalam batas-batas hukum
yang berlaku.
e. Hak menetapkan standar yang bermutu dalam perawatan yang
dilakukan.
f. Hak berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang berpengaruh
terhadap perawatan.

5
g. Hak untuk berpartisipasi dalam organisasi sosial dan politik yang
mewakili perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan.
2. Tanggung Jawab Perawat
a. Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.
b. Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai
dengan standar profesi dan batas-batas kegunaannya.
c. Perawat wajib menghormati hak-hak pasien.
d. Perawat wajib merujuk pasien/klien kepada perawat atau tenaga
kesehatan lain yang lebih baik, bila yang bersangkutan tidak dapat
mengatasinya sendiri.
e. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien untuk
berhubungan dengan keluarganya, sepanjang tidak bertentangan dengan
peraturan atau standar profesi yang ada.
f. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien untuk
menjalankan ibadahnya sesuati dengan agama dan kepercayaan masing-
masing.
g. Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga
kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan
keperawatan kepada pasien/klien.
h. Perawat wajib memerikan informasi yang akurat tentang tindakan
keperawatan yang diberikan kepada pasien/klien dan keluarganya
sesuai dengan batas kemampuannya.
i. Perawat wajib meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya sesuai
dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien/klien.
j. Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat
dan berkesinambungan.
k. Perawat wajib mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau
kesehatan secara terus-menerus.
l. Perawat wajib melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan
sesuai dengan batas-batas kewenangan.

6
m. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
klien/pasien, kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang
berwenang.
n. Perawat wajib memenuhi hal-hal yang terlah disepakati atau perjanjian
yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja

E. HAK DAN TANGGUNG JAWAB MENURUT UNDANG-UNDANG


Hak dan kewajiban menurut Undang-Undang RI, No.23 tahun 1992.
Berikut ini adalah isi undang-undang RI, No. 23 tahun 1992 tentang Hak dan
Kewajiban tenaga medis, perawat dan pasien:
BAB I
Pasal 1 ayat 1
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
BAB III Hak dan Kewajiban
Pasal 4
Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan
yang optimal
Pasal 5
Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungannya.
BAB V Upaya Kesehatan
Bagian kedua : Kesehatan keluarga
Pasal 12
Ayat 1
Kesehatan keluarga diselenggarakan untuk mewujudkan keluarga sehat, kecil,
bahagia dan sejahtera.
Ayat 2
Kesehatan keluarga meliputi kesehatan suami istri, anak dan anggota keluarga
lainnya.

7
Pasal 14
Kesehatan istri meliputi kesehatan pada masa pra kehamilan, persalinan, pasca
persalinan, dan masa diluar kehamilan dan persalinan.
Pasal 15
Ayat 1
Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan
janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Ayat 2
Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya dapat
dilakukan :
a. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut
b. oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan
dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan
tim ahli
c. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya.
d. Pada sarana kesehatan tertentu.
BAB VI Sumber Daya Kesehatan
Pasal 53
Ayat 1
Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan profesinya
Ayat 2
Tenaga kesehatan, dalam melakukan tugasnya, berkewajiban untuk mematuhi
standar profesi dan menghormati hak pasien.
Pasal 54
Ayat 1
Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam
melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin .
Ayat 2
Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kealalaian, ditentukan oleh Majelis
Disiplin Tenaga Kesehatan.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai
hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan
yang berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari
sudut hokum dan pribadi (C. Fagin, 1975).Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu hak
kebebasan, hak kesejahteraan, dan hak legislatif. Peran hak dan kewajiban,
yaitu hak dapat digunakan sebagai pengekspresia kekuasaan dalam konflik
antara seseorang, hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada
suatu tindakan, dan hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.
Hak Perawat yaituperawat berhak untuk mendapatkan perlindungan
hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Sedangkan hak
dan kewajiban pasien atau klien yaitu pentingnya mengetahui hak-hak pasien
dalam pelaksanaan asuhan kesehatan baru muncul pada akhir tahun 1960.
Hak dan kewajiban menurut Undang-Undang RI, No.23 tahun
1992.Berikut ini adalah isi undang-undang RI, No. 23 tahun 1992 tentang Hak
dan Kewajiban tenaga medis, perawat dan pasien.

B. Saran
Dalam konteks pelayanan kesehatan hubungan perawat dan pasien
hendaknya saling memperhatikan antara hak dan kewajiban dalam layanan
Kesehatan secara professional.

9
DAFTAR PUSTAKA

Dalami, Ermawati, dkk. 2010. Etika Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.


Sumijatun. 2011. Membudidayakan Etika dalam Prakti Keperawatan. Jakarta:
Salemba Medika.
Rustiyanto, Eri. 2009. Etika Profesi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Potter & Perry. 2009. Fundamental of Nursing, Buku 1 Edisi 7. Jakarta. Salemba
Medika.