Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU


LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

BAB VI
THEODOLITE III

VI. 1. Tujuan Percobaan


a. Pengukuran dengan sistem lompat kijang
b. Menghitung koordinat dan luas poligon
c. Peta situasi dengan koordinat kutub.

VI. 2. Alat - Alat Percobaan


a. 1 unit Theodolite SOKKIA DIGITAL DT-40
b. 5 buah jalon
c. 1 unit Baak Ukur
d. 1 unit Meteran
e. 1 unit Statif
f. 1 unit Payung
g. Unting-unting
h. 4 unit Helm

VI. 3. Teori
Poligon adalah rangkaian titik yang sudutnya banyak.
Poligon dapat dibagi atas dua bagian, yaitu :
1. Poligon Terbuka :
a. Poligon Terikat Sebagian adalah poligon yang terikat pada titik awalnya
saja.

U
E(XE,YE)
αCD
αBC dBC
C(XC,YC)
B(XB,YB) dDE
d CD
αDE
αAB dAB

D(XD,YD)
A(XA,YA)

Gambar VI. 1. Poligon Terikat Sebagian


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

Keterangan gambar :
a. A, B, C,….. = nomor titik
b. dAB = jarak titik A ke B

b. Poligon Terikat Sempurna adalah poligon yang terikat pada titik awalnya
dan titik akhirnya saja.

B(XB,YB) D(XD,YD)

A(XA,YA) C(XC,YC) E(XE,YE)

Gambar VI. 2. Poligon Terikat Sempurna

Keterangan gambar :
A, B, C, …. = nomor titik

2. Poligon Tertutup adalah poligon yang mana titik awalnya bertemu dengan titik
akhirnya.

U B C

A β Sudut dalam
D

F E

Gambar VI. 3. Poligon Tertutup


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

Syarat – syarat poligon tertutup :


a.  sudut dalam =  n  2   180°
b.  d sin x = x akhir – x awal = 0
c.  d cos x = y akhir – y awal = 0
Kalau syarat-syarat di atas terpenuhi maka, perlu diadakan koreksi, yaitu :
a.  sudut dalam =  n  2  180  Fx
b.  d sin x = x akhir – x awal  Fx = 0
c.  d cos y = y akhir – y awal  Fx =0

Faktor angka kesalahan sudut dibagi secara merata pada setiap sudut,
pengukuran poligon dapat juga dengan cara pengukuran melompat, dimana
setiap cara ini statif tidak didirikan di setiap poligon, tetapi dengan melompat
satu titik poligon pembacaan sudut horizontal, sekaligus pembacaan sudut
azimuth.

U U

αBC
B
αAB
αBA C
A αCB

Gambar VI. 4. Pembacaan Sudut Azimuth

Apabila azimuth AB diketahui, maka azimuth BA dapat dihitung :


 BA =  AB + 180°
 BC =  CB - 180°

Dengan demikian, azimuth setiap sisi poligon dapat diketahui dan sudut dalam
poligon dapat ditentukan demikian juga dengan jarak titik, sehingga setiap
poligon dapat dihitung.
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

Persamaan menghitung luas poligon :


X1 Y1
X2 Y2
X3 Y3

Xn Yn

Luas = 1  X , Y  X , Y    X , Y    X , Y  X , Y    X , Y 
2 1 2 2 3 n n 2 3 2 1 n n

Pengukuran dengan sistem lompat kijang ini sangat baik, karena mempermudah
dalam survey yang banyak rintangan dan penghalang, dimana dengan cara ini statif tidak
lagi didirikan pada tiap titik poligon, tetapi statif didirikan dengan melompati titik
poligon.

VI.3 1. Peta Situasi Dengan Koordinat Kutub


Koordinat kutub adalah koordinat dimana letak suatu titik pada suatu salib
sumbu ditentukan dengan besaran sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan
titik-titik tersebut dengan pusat salib sumbu, juga titik tersebut terhadap titik pusat salib
sumbu. Utara

A(r,θ)

Timur

Gambar VI. 5. Koordinat Kutub

Membuat peta situasi yang ada di dalam poligon dapat digunakan koordinat
kutub, dimana dalam hal ini titik cartesiusnya yang akan diplotkan dalam poligon.
Misalkan bangunan 1, 2, 3, 4.
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

.
U
B C

1 2

A
D
4 3

F E

Gambar VI. 6. Contoh Bangunan

VI.3. 2. Peta Situasi Dengan Koordinat Ortogonal


Pemetaan koordinat ortogonal adalah untuk menentukan suatu titik yang
ditinjau terhadap titik poligon dan syarat harus tegak lurus. Untuk mengetahui titik, maka
jarak proyeksi dari proyektor diatur dan selanjutnya jarak proyeksi diukur ke titik
poligon.

Gambar VI. 7. Koordinat Ortogonal


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

VI.3. 3. Peta Situasi Dengan Koordinat Kartesius


Pemetaan koordinat kartesian adalah pemetaan suatu titik dengan cara membuat
salib sumbu. Titik yang digambarkan ditentukan dari salib sumbu awal dan sumbu
akhirnya dari sumbu X dan Y.

4 B(5,4)

2 A(3,2)

X
0 3 5
Gambar VI. 8. Koordinat Kartesius
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

VI. 5. Prosedur Percobaan


1. Tentukan lokasi.
2. Menentukan salah satu bangunan untuk ditinjau / diteliti ukuran sudut dengan
alat Theodolite.
3. Menentukan titik statif dengan cara lompat kijang pada poligon tempat alat
didirikan dengan menentukan titik-titiknya.
4. Dirikan statif pada titik A.
5. Atur Theodolite hingga memenuhi syarat untuk pengukuran.
6. Atur sudut arah sehingga terbentuk sudut azimuth.
7. Arahkan teropong kesemua titik pada bangunan yang telah kita tentukan dan
lakukan pembacaan Ba,Bt,Bb, ke titik tersebut.
8. Arahkan teropong ke titik ikat 1 dan ikat V dan lakukan pembacaan Benang
Atas, Benang Tengah, Benang bawah.
9. Pindahkan statif ketitik B, lalu lakukan pembacaan Ba, Bt, Bb, pada titik ikat
1 dan titik pada bangunanyang telah ditentukan.
10. Demikian hingga ke titik D, dan lakukan pembacaan Ba, Bt, Bb, pada titik ikat
IV.
11. Pengambilan data selesai, peralatan di bersihkan dan di kumpulkan.
12. Kembali ke laboratorium.
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

VI. 6. Analisa Data


1. Sudut Azimuth :
 ( A - I) = 240°59'00″
 (A - IV) = 120°52'00″
 ( B - I) = 08°15'35″
 (B - II) = 152°12'35″
 (C - II) = 277°04'05″
 (C - III) = 86°14'00″
 (D - III) = 183°16'50″
 (D - IV) = 328°43'20″

2. Perhitungan Sudut Azimuth :


 ( I - A) = 240°59'00″ - 180° = 60°59'00″
 (IV - A) = 120°52'00″ + 180° = 300°52'00″
 (I - B) = 08°15'35″ + 180° = 188°15'35″
 (II - B) = 152°12'35″ + 180° = 332°12'35″
 (II - C) = 277°04'05″ - 180° = 97°04'15″
 (III - C) = 86°14'00″ + 180°= 262°14'00″
 (III - D) =183°16'50″ - 180° = 03°16'50″
 (IV - D) =328°43'20″ - 180° = 148°43'20″

3. Perhitungan Sudut Dalam Sebelum Dikoreksi :


( A - I ) -  (A - IV)
 
A = = 240°59'00″ - 120°52'00″ = 120°7'00″
I =  (I - B) -  (I - A) = 188°15'35″ - 60°59'00″ = 127°16'35″
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161


B =  (B - II) –  (B - I) = 152°12'35″ - 8°15'36″ = 143°57'00″

II = 360°-  (II - B) -  (II - C) = 360° - (332°12'35″- 97°04'05″) = 124°51'30″

C = 360°-  (C - II) -  (C - III) = 360° - (277°04'05″- 86°14'00″) = 169°09'55″

III = 360°-  (III - C) -  (III - D) = 360°- (266°14'00″- 03°16'50″) = 97°02'50″

D =  (D - IV) -  (D - III) = 328°43'20″ - 183°16'50″ = 145°26'30″

IV =  (IV - A) -  (IV - D) = (300°52'00″ - 148°43'20″) = 152°08'40″
+
∑ β = 1080°00'00″

Kontrol sudut dalam :


(n-2) x 180° = 1080°
(8-2) x 180° = 1080°
6 x 180° = 1080°
6 x 180°-1080° = 000°00'00''
Maka sesatan yang diperoleh :
1080°00’00” - 1080°00'00″ = 0°00'00″

4. Perhitungan Koordinat
a.Perhitungan sudut sebelum dikoreksi
Koordinat
Titik Sudut Sudut Jarak d sinα d cosα
X X
A 120°07'00″         5 6
240°59'00" 29 -25,360 -14,067    
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

I  143°57'00″       -20,360 -8,067


188°15'35″ 11,4 -1,628 -4,282
B 145°26'30″        -21,998 -19,349
152°12'35″ 21,6 10,011 -19,109
II 120°07'50″        -11,927 -38,457
97°04'05″ 24,5 24,314 -3,015
C 134°26'50″        12,387 -14,472
86°14'00" 27,8 27,740 1,826
III 143°57'00"       40,127 -39,646
03°16'50" 18,6 1,064 8,570
D 190°50'05"       41,191 -21,076
328°43'20" 13,8 -7,165 4,794
IV 145°26'30"       34,026 -9,282
300°52'00" 30,9 -26,523 -15,853
A 120°07'25"       7,503 6,571
∑ 177,6 2,503 0,571

XIII = XC + d Sin α C-III = 5 + 29 Sin (240°59'00") = -20,360


YIII = YC + d Cos α C-III = 6 + 29 Cos (240°59'00") = -8,067
 d Sin α AI = d AI Sin α
= 29 Sin (240°59'00")
= -25,360
 d Cos α AI = d AI Cos α
= 29 Cos (240°59'00")
= -14,067

b.Perhitungan koordinat setelah dikoreksi

Koordinat
Titik Sudut Sudut Jarak d sinα d cosα
X X
A 120°07'00″         5 6
240°59'00" 29 -25,360 -14,067    
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

I  143°57'00″   -0,409 -0,093 -20,769 -8,160


118°15'35″ 11.4 -1,638 -11,282
B 145°26'30″    -0,161 -0,037 -22,567 -19,479
Titik X 152°12'35″
Y 21,6
Xi.Y(i+1) 10,071
Yi.X(i+1)-19,109
A
II 5
120°07'00″  6  -40,801 -124,612 -0,069
-0,304 -12,801 -38,657
I -20,769 -8,160
97°04'05″ -404,542
24,5 184,149 -3.015
24,314
CB -22,567
134°26'50″  -19,479
  872,364 249,339 -0,079
-0,345 11,168 -41,750
II -12,801 -38,657 534,431 -431,710
86°14'00" 27,8 24,314 1,826
C 11,168 -41,750 -446,861 -160,046
III 143°26'50"   -0,392 -0,089 38,516 -40,013
III 38,516 -40,013 -828,230 -1573,250
D 39,318 03°16'50"
-21,504 18,6
-385,495 1,064
-687,76818,570
D
IV 143°57'80”
31,959  
-9,754  
191,754 -0,262
-48,768 -0,060 39,318 -21,504
A 5 328°43'20"
6 13,9
0 -2165 0 11,794
IV ∑
190°26'30"   303,705
  -4040,128
-0,194 -0,044 31,059 -9,754
300°52'00" 30,9 -26,523 15,853
A 120°07'00"     -0,435 -0,099 5 6
∑ 177,6 0 0

Rumus yang digunakan unutk tabel diatas


d (1-2)
Faktor koreksi untuk d Sin α = (fx)
∑d

d (1-2)
Faktor koreksi untuk d Cos α = (fy)
∑d

d (1-2)
Menghitung koordinat Xn = Xn-1 +(dn Sin α - (fx) )
∑d

d (1-2)
Menghitung koordinat Yn = Yn-1 +(dn Cos α - (fy) )
∑d

Perhitungan luas poligon


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

Maka luas poligon tersebut adalah :


1
L= x (303,705 – (-4040,128))
2
= 2171,916 m 2

Perhitungan Luas Bangunan

L1 GEDUNG PERPUSTAKAAN L7

L2 L3 L5 L6
L4
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

2
L1 = 6,35 x 5,37 = 34,0995 m
L2 = 14,2 x 4,13 = 58,646 m2
L3 = 14,42 x 10 = 144,2 m2
L4 = 12,92 x 7,7 = 99,484 m2
2
L5 = 14,42 x 10 = 144,2 m
2
L6 = 14,2 x 4,13 = 58,646 m
2
L7 = 6,35 x 5,37 = 34,0995 m

2
Jadi luas bangunan yang ditinjau adalah 573,375 m

VI. 7. Kesimpulan
1. Koordinat poligon yang diperoleh dari hasil percobaan adalah :
A (5 : 6)
I ( -20,769 : -8,160 )
B ( -22,567 : -19,479 )
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

II ( -12,801 : -38,657 )
C ( 11,168 : -41,750 )
III ( 38,516 : -40,013 )
D ( 39,318 : -21,504)
IV ( 31,959 : -9,754 )

2. Luas poligon yang diperoleh adalah : 2171,916 m 2

VI. 8. Saran
1. Diharapkan kepada setiap praktikan agar menguasai materi sebelum
melakukan percobaan.
2. Diharapkan kepada setiap praktikan agar lebih serius dalam melakukan
praktikum agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Daftar Pustaka
Ir. Charles Sitindaon, MT. Modul Praktikum Ilmu Ukur Tanah, 2005.
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah Tahun 2014.
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah Tahun 2015.
Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah Tahun 2016.
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

KERTAS DATA

Pemb.
Tempat No Pemb. Sdt.H Pemb.Baak Ukur Jarak (m)
Sdt.V
Pesawa
Titik Azimuth Zenith Ba Bt Bb Peg Op
t
A IV 120°52'00" 90° 1,399 1,245 1,090 30,9 30,9
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

1 126°21'35" 90° 0,994 0,846 0,699 29,5 29,5


2 137°49'35" 90° 0,882 0,762 0,642 24,0 24,0
3 144°02'25" 90° 1,200 1,060 0,920 28,0 28,0
4 164°53'15" 90° 1,098 0,979 0,860 23,9 23,9
5 165°52'10" 90° 1,062 0,936 0,810 25,2 25,2
(1,52m) 6 182°22'40" 90° 1,020 0,899 0,779 24,1 24,1
7 183°36'40" 90° 1,014 0,900 0,787 22,7 22,7
8 207°25'40" 90° 1,090 0,964 0,838 25,2 25,2
9 213°38'50" 90° 0,830 0,727 0,625 20,5 20,5
10 231°12'55" 90° 0,870 0,745 0,619 25,1 25,1
I 240°59'00" 90° 1,090 0,945 0,800 29,0 29,0
I 08°15'35" 90° 1,489 1,432 1,375 11,4 11,4
10 46°21'05" 90° 1,278 1,214 1,151 12,7 12,7
B 11 72°04'45" 90° 1,368 1,317 1,266 10,2 10,2
(1,55m) 12 74°54'20" 90° 1,393 1,331 1,268 12,5 12,5
13 130°21'05" 90° 1,626 1,546 1,466 16,0 16,0
II 152°12'35" 90° 1,586 1,478 1,370 21,6 21,6
Judul percobaan : Theodolite III Lokasi : Lap. Reformasi
Hari/tanggal : Senin,13 Mei 2019 Dilaksanakan Oleh : Kelompok IV / Gel. II
Koordinat Titik : (5 ; 6)

No Nama NIM T.Tangan Disetujui oleh;


1 Felix A. Karolus Purba 170310010  
2 Iwan Joharlen Sibuea 170310013  
3 Klinton Munthe 170310038  
4 Bernardus Yupiter Tafonao 170310040
( Suardi Sitanggang)
Asisten lab. IUT

KERSTAS DATA

Judul percobaan : Theodolite III Lokasi : Lap. Reformasi


Hari/tanggal : Senin,13 Mei 2019 Dilaksanakan Oleh : Kelompok IV / Gel. II
Koordinat Titik : (5 ; 6)

C II 277°04'05" 90° 1,400 1,278 1,155 24,5 24,5


(1,54m) 13 298°20'25" 90° 1,472 1,350 1,227 24,5 24,5
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK ST. THOMAS, MEDAN SU
LABORATORIUM ILMU UKUR TANAH
Jl. Setia Budi No. 479-F Tanjung Sari Medan Telp. (061) 810161

14 86°14'00" 90° 1,840 1,746 1,652 18,8 18,8


III 183°16'50" 90° 1,527 1,388 1,249 27,8 27,8
III 232°57'45" 90° 1,516 1,423 1,330 18,6 18,6
14 288°37'39" 90° 1,823 1,744 1,666 15,8 15,8
D 15 288°37'39" 90° 1,359 1,290 1,221 13,8 13,8
(1,54m) 16 292°15'35" 90° 1,735 1,677 1,619 11,6 11,6
17 313°08'35" 90° 1,078 1,004 0,929 14,9 14,9
IV 328°43'20" 90° 1,598 1,529 1,460 13,8 13,8

No Nama NIM T.Tangan Disetujui oleh;


1 Felix A. Karolus Purba 170310010  
2 Iwan Joharlen Sibuea 170310013  
3 Klinton Munthe 170310038  
4 Bernardus Yupiter Tafonao 170310040
( Suardi Sitanggang)
Asisten lab. IUT