Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK 2

MAKALAH RUANG LINGKUP


MANAGEMEN PENDIDIKAN
Tugas ini Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Managemen Landasan Pendidikan
Pada Program Pasca Sarjana (PPS) STKIP_PI Makassar

Dosen Pengampu
Dr. DIDIN, M. Pd.

Disusun oleh
KELOMPOK 2
1. SUHERMAN (19331079)
2. NURLAELA (19331058)
3. RAMLAH (19331087)
4. ANDI REZKY MAGAFIRA AMIR (19331077)

Pada Program Pasca Sarjana (PPS)


STKIP - PIM Makassar
2020
I. PENDAHULUAN
Upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah perlu didukung kemampuan manajerial Kepala
Sekolah. Kepala Sekolah hendaknya berupaya untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik
personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan
pendidikan di sekolah secara optimal.
Manajemen berbasis sekolah memberikan kewenangan penuh kepada Kepala Sekolah untuk
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengawasi, dan
megevaluasi omponen-komponen pendidikan suatu sekolah, yang meliputi input siswa, kurikulum,
tenaga kependidikan, sarana prasarana, dana, manjemen, lingkungan dan kegiatan belajar
mengajar.
Berkenaan hal tersebut, perlu dijelaskan ruang lingkup manjemen pendidikan yang
menguraikan tentang berbagai hal yang perlu dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Tenaga
Kependidikan lainnyadalam rangka menyelenggarakan pendidikan inklusi secara efektif dan
efisien.

II. RUMUSAN MASALAH

a. Apa itu Manajemen Kurikulum?


b. Apa itu Manajemen Kesiswaan?
c. Apa itu Manajemen Personalia Sekolah?
d. Apa itu Manajemen Keuangan?
e. Apa itu Manajemen Organisasi Sekolah?

III. PEMBAHASAN
a. Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum dan program pengajaran merupakan bagian dari manajemen
berbasis sekolah (MBS). Dan pengajaran mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian kurikulum. Atau secara rinci
1) Mempersiapkan perumusan
2) Mempersiapkan penentuan isi dan organisasi kurikulum
3) Menghubungkan kurikulum dengan waktu, fasilitas fisik dan personalia yang tersedia
4) Mempersiapkan bahan, sumber dan perlengkapan bagi program pengajaran
5) Mempersiapkan program supervisi pengajaran
6) Mempersiapkan program pendidikan dalam jabatan bagi guru
b. Manajemen Kesiswaan
Penerimaan siswa baru pada sekolah inklusi hendaknya memberi kesempatan dan
peluang kepada anak luar biasa untuk dapat diterima dan mengikuti pendidikan di sekolah
inklusi terdekat. Untuk tahap awal, agar memudahkan pengelolaan kelas, seyogianya setiap
kelas inklusi dibatasi tidak lebih dari 2 jenis anak luar biasa, dan jumlah keduanya tidak lebih
dari 5 anak.
Manajemen Kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan kesiswaan agar
kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur, serta mencapai
tujuan yang diinginkan. Manajemen kesiswaan meliputi antara lain :
1) Penerimaan Siswa Baru
2) Program Bimbingan dan Penyuluhan
3) Pengelompokan Belajar Siswa
4) Kehadiran Siswa
5) Mutasi Siswa
6) Papan Statistik Siswa
7) Buku Induk Siswa
c. Manajemen Personalia Sekolah
Manajemen personalia terdiri atas :
1) Mempersiapkan rumusan kebijakan personil
2) Mempersiapkan pengambilan personil
3) Memilih dan menugasi personil
4) Meningkatkan kesejateraan personil
5) Mengembangkan sistem pencatatan sipil
6) Mendorong dan menyediakan kesempatan bagi pertumbuhan profesional personil
d. Manajemen Keuangan
Komponen keuangan sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan
terlaksananya kegiatan belajar-mengajar bersama komponen-komponen lain. Dengan kata
lain, setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya.
Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan inklusi, perlu dialokasikan dana khusus, yang
antara lain untuk keperluan :
1) Kegiatan identifikasi input siswa
2) Modifikasi kurikulum
3) Insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat
4) Pengadaan sarana prasarana
5) Pemberdayaan peran serta masyarakat
6) Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar
Ordonator adalah pejabat yang berwenang melakukan pengujian dan memerintahkan
pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan.
Bendaharawan adalah pejabat uang berwenang melakukan penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran uang serta diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggungjawaban. Kepala
Sekolah sebagi manajer berfungsi sebagai otorisasi dan dilimpahi fungsi ordonator untuk
memerintahkan pembayaran. Namun, tidak dibenarkan melaksanakan fungsi bendahara.
e. Manjemen Organisasi Sekolah
Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai bentuk kerjasama antara kelompok
orang yang tergabung dalam suatu wadah tertentu guna mencapai tujuan bersama. Secara
umum organisasi mempunyai tiga unsur yaitu ada orang-orang, ada krjasama, dan ada tujuan.
Tiga unsur organisasi itu tidak boleh berdiri sendiri, tetapi salaing terkait atau saling
berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh.

IV. PENUTUP
Demikian makalah ini penulis susun, penulis menyadari bahwa dalam makalah initentunya
masih banyak kekurangan baik dari segi materi maupun segi tata bahasa. Oleh karena itu kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan guna evaluasi kedepannya. Semoga dibalik
ketidaksmpurnaan yang ada, makalah ini tetap dapat memberikan manfaat yang baik bagi kita
semua, Amin.

##### KLP 2 #####