Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KELOMPOK 5 ( LIMA )

KEPEMIMPINAN KEPALAH SEKOLAH

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah“ MANAJEMEN


PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN“

DISUSUN OLEH :

- NAMA : MULKIN NIM : C 19331083


- NAMA : BADARIA NIM : C 19331082

DOSEN : Dr. DIDIN, M. Pd

PROGRAM PASCASARJANA (PPS)


SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN PEMBAGUNAN INDONESIA ( STKIP-PI ) MAKASSAR
TAHUN 2020
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kebijakan pemerintah untuk menghasilkan Kepala Sekolah yang mumpuni,
digdaya dalam hal kepemimpinan tidak diragukan lagi, dibuktikan dengan
ketatnya syarat prasyarat yang harus dipenuhi pada proses rekrutmen. Tidak perlu
kita bicarakan proses rekrutmen Kepala Sekolah sebelum tahun ini, karena “itu
duluuu…”dah jadul dan gak jaman lagi. Syarat pengajuan untuk menjadi calon
Kepala Sekolah, mungkin sama atau hampir sama dengan yang dulu, hanya saja
sekarang harus lebih komplit lagi,mulai dari surat lamaran, sampai lampiran-
lampirannya mulai NUPTK sampai makalah, dan persyaratan lain yang seabreg
dan kadang membikin stress.
Yang jelas, calon kepala sekolah sekarang harus Diklat dulu dan
mengantongi sertifikat yang membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang
Kepala Sekolah. Dalam diklat itu si calon ditempa dan digembleng mati-matian
untuk menjadi manusia terbaik, paling tidak di sekolah tempatnya bertugas nanti.
Menguasai segala ilmu kepemimpinan, mempunyai sifat-sifat pemimpin yang
patut untuk diteladani dan bukan…maaf “ditelanjangi” baik oleh
atasannya,bawahannya maupun masyarakat. Menjadi pemimpin yang mampu
membidik kesempatan untuk melakukan inovasi, meningkatkan kreatifitas,
menyelenggarakan “pemerintahan” yang transparan, efektif dan efisien, dapat
menjadi orang tua asuh bagi bawahannya, pemerhati yang kritis, tegas,
tanggap,bijaksana, cepat dan tepat demi kemajuan sekolah yang dipimpinnya.
Kepala Sekolah era globalisasi harus “melek” IT, karena menterinya sekarang
“gaul”, canggih, dan ngerti teknologi.
Paham apa yang ia pikirkan, paham apa yang ia ucapkan, paham apa yang
ia laksanakan dan paham segala aspek serta efek yang melingkupi apa yang ia
pikirkan, ucapkan dan laksanakan. Jadi, pemimpin saat ini haruslah mampu 4 M
yaitu mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan
dirinya sendiri dan yang dipimpinnya.
Mempengaruhi,seorang Kepala Sekolah harus mampu menunjukkan
dirinya bahwa ia paham benar dengan tugas dan kewajibannya sebagai seorang
pemimpin, mampu memberi pengertian dan meyakinkan bawahannya dengan ide-
ide kreatif, inovatif, realistis yang dapat menantang mereka untuk membuktikan
kemampuan dirinya berkaitan dengan apa, mengapa dan bagaimana melaksanakan
tugas-tugasnya demi hasil yang maksimal.
Menggerakkan,mempunyai kemampuan manajerial yang baik, mampu
berfikir strategis, mampu menganalisa masalah dengan cepat untuk mengambil
keputusan pada kondisi-kondisi situasional, memberikan motivasi yang tinggi
sehingga dapat membangkitkan semangat, kemauan dan pengertian yang dalam
pada bawahannya untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana dan tujuan
bersama yang telah ditetapkan. Bersikap objektif dalam menghadapi bermacam
masalah, objektif dalam penilaian sifat, karakter maupun kinerja bawahan.
Memberikan bimbingan melalui tindakan-tindakan nyata yang dapat dibaca
bawahannya tanpa harus memberi tahu, seperti halnya bagaimana menjalin
komunikasi yang baik antara pimpinan (dirinya) dengan atasan, pimpinan (dirinya)
dengan bawahan, membagi perhatian dengan penuh keadilan kepada seluruh staff,
membagi tugas sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi yang dimiliki staff,
menumbuhkan rasa aman dan nyaman melaksanakan pekerjaan dan memberikan
inspirasi dengan pandangan-pandangan perspektif.
Mengembangkan,Kepala Sekolah hendaknya mampu menciptakan iklim
kerja yang kondusif dan penuh kebersamaan dengan memberikan kesempatan
seluas-luasnya kepada staf/bawahan untuk menyampaikan ide/gagasan, kritik,
saran, memfasilitasi dan memberikan ruang kepada staff untuk mengembangkan
kompetensinya dengan melanjutkan studi atau mengikuti kegiatan-kegiatan
pengembangan profesi, memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada staff
untuk mengembangkan karirnya. Tidak kalah penting dari uraian di atas adalah
bahwa Kepala Sekolah harus berani melakukan inovasi di segala bidang yang
bertujuan untuk melakukan perubahan-perubahan positif yang merujuk pada
pembaharuan-pembaharuan berbasis keunggulan.

Memberdayakan,melakukan inventarisasi dan analisis terhadap sumber


daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sarana prasarana dikaitkan
dengan pemanfaatan dan pengembangan. Pemanfaatan sumber daya manusia di
sesuaikan dengan kebutuhan untuk efisiensi. Mengikut sertakan staff/bawahan
dalam acara-acara pengembangan kompetensi seperti diklat,seminar, workshop,
dan lain sebagainya sesuai dengan minat dan bakatnya akan menambah
pengetahuan dan pengalaman yang nantinya dapat menambah gairah mereka
untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang optimal. Memberikan
kepercayaan yang tinggi kepada staf untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai
dengan kreatifitasnya asal tidak melanggar aturan yang berlaku akan lebih baik
dibandingkan melalui penekanan dengan sebuah keharusan agar sesuai pendapat
dan keinginan pimpinan. Memberikan saran, pandangan-pandangan, dan
kebebasan dalam pemanfaatan sarana prasarana yang ada dalam rangkan
penyelesaian pekerjaan, membuat staff tidak selalu bergantung kepada sarana
prasarana yang harus baru. Kepala sekolah yang selalu konsisten dengan aturan
dan kesepakatan bersama dalam sebuah tim akan membawa staff/bawahan
menjadi orang-orang yang mempunyai loyalitas yang tinggi pula, baik kepada
pimpinan, aturan, maupun pekerjaannya.

Seorang kepala sekolah memegang peranan penting dalam perkembangan


sekolah yang dipimpinnya. Kepemimpinan yang dimaksud merupakan
kemampuan mempengaruhi orang lain dengan maksud untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dengan kata lain seorang pemimpin harus mampu
mempengaruhi orang lain, dalam hal ini guru dan staf administrasi demi
tercapainya tujuan sekolah yang telah ditetapkan.Seorang kepala sekolah berperan
sebagai seorang pemimpin yang dapat mempengaruhi kinerja guru sebagai tenaga
pendidik pada satuan pendidikan tertentu. Kepemimpinan seorang kepala sekolah
dapat menentukan keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Peran
kepemimpinan tersebut akan tercermin dari bagaimana guru melaksanakan tugas
pokoknya sebagai pendidik. Ini berarti bahwa gaya kepemimpinan sangat
berpengaruh terhadap kinerja guru dan merupakan faktor yang amat menentukan
bagi mutu pendidikan yang akan berimplikasi pada kualitas output pendidikan
setelah menyelesaikan pendidikan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa peran
kepala sekolah sebagai pemimpin dapat menentukan tinggi rendahnya kinerja
guru pada satuan pendidikan, baik sekolah dasar (SD dan SMP), maupun sekolah
menengah atas dan kejuruan (SMA dan SMK)

Rohiat (2010:19) memimpin dapat didefinisikan sebagai kegiatan


memengaruhi orang-orang untuk mencapai tujuan atau memimpin adalah
menumbuhkan kepemimpinan anak buah. Perilaku kepala sekolah harus dapat
mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan
penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun sebagai
kelompok.

Pekerjaan kepala sekolah adalah mengkoordinasikan, mengendalikan, dan


mendukung pekerjaan orang lain dalam mencapai tujuan, mengevaluasi kinerja,
memberikan sumber daya yang diperlukan, membangun iklim yang mendukung,
menjalankan usulan dari orang tua, perencanaan, penjadwalan, pembukuan,
menyelesaikan konflik mengajar, penanganan masalah siswa. Kepemimpinan
merupakan suatu proses mempengaruhi orang lain dengan cara menyampaikan
tujuan, petunjuk dan motivasi untuk dilaksanakan agar tujuan tercapai dan
kemajuan organisasi. Wirawan (2013:6) mendifinisikan kepemimpinan sebagai
proses pemimpin menciptakan visi dan melakukan interaksi saling mempengaruhi
dengan para pengikutnya untuk merealisasikan visi. Dari pendapat diatas sudah
jelas bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses dimana dalam hal ini kepala
sekolah berperan dalam mengatur, mempengaruhi para guru untuk mewujudkan
visi yang telah ditetapkan bersama-sama. Menurut Salis, 1993 dalam Mulyono,
(2008 : 120 ) , mengatakan bahwa keberhasilan sekolah dalam mencari tujuan
instutusional pendidikan bergantung pada profesionalitas kepala sekolah sebagai
pemimpin pendidikan (education leader /school director). Kepala sekolah
merupakan tumpuan manajemen sekolah bertujuan dalam upaya mencapai tujuan
institusi, karena memiliki kewengangan dalam menetapkan arah pendidikan
sekolah melalui visi, misi, dan tujuan yang diharapkan akan mampu
meningkatkan keberhasilan sekolah.
Model Kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak
kepemimpinan dengan focus utama factor situasi sebagai variable penentu
kemampuan kepemimpinan. Kepemimpinan transformasional menyerukan nilai-
nilai moral dari para pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran
mereka tentang masalah etis dan untuk memobilisasi energi dan sumber daya
mereka untuk mereformasi institusi.
Pada intinya menjelaskan bahwa kepemimpinan sebagai sebuah proses
mempengaruhi komitmen untuk sasaran bersama dan memberikan wewenang para
pengikut untuk mencapainya. Model ini lebih sentralistik, lebih mengarahkan,
lebih mengontrol sistem. Model ini cenderung berbuat sewenang-wenang karena
kepemimpinan yang kuat, berani berkorban sebagai pahlawan, karismatik, dan
konsisten dengan teman sejawat dalam berbagai nilai-nilai dan kepentingan-
kepentingan umum. Jika model ini berjalan optimal, maka model ini melibatkan
stakeholdersdalam mencapai tujuan.
Pasal 28 dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, dijelaskan bahwa pendidik harus memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.Selain itu juga
kemampuan yang harus dilalui oleh seorang guru yaitu factor-faktor yang
mendukung seorang guru supaya menunaikan tugasnya sesuai dalam kompetensi
seorang guru.

Pemimpin mempunyai visi yang menarik untuk masa depan, menetapkan


standar yang tinggi bagi para bawahan, optimis dan memiliki antusiasme,
memberikan dorongan dan arti terhadap apa yang perlu dilakukan.Hal ini
mempermudah guru untuk mencapai tujuan yang tertuang dalam visi dan misi
sekolah. Sebagai implikasi dari karakter ini kepala sekolah tidak bersifat dictator
melainkan memberi kesempatan kepada guru untuk mengekplorasi kemampuan
yang dimiliki. Pemimpin yang memberikan perhatian personal terhadap
bawahannya. Pemimpin harus memiliki kemampuan berhubungan dengan
bawahan (human skill), dan berupaya untuk pengembangan karier bawahan.

Semoga bermanfaat.