Anda di halaman 1dari 49

TUGAS

PERANCANGAN ALAT PROSES

Disusun Oleh:
Kelompok 2

Anggota Kelompok:
1. Asprilly Granto A. 21030116120012
2. Denny Unisaputra Wiranto 21030117130086
3. Dimas Yoga Pasaman 21030117120064
4. Elisabeth Pretty Prananda 21030117130094
5. Evie Riswanda 21030117120048
6. Fadhilah Fatma Lingga 21030117130143
7. Fadhlan Rasyid Ridho 21030117140034
8. Farah Azizah Azhary 21030117120023
9. Hilal Hadi Fauzi 21030117130108
10. Jovita Cahyonugroho 21030117120062
11. M. Fariz Zakly A. 21030117140042
12. Nicholas Franz 21030117130083
13. Yordianto 21030117130117
14. Yusrina Nadila 21030117130144

TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
11.5. Metode Desain Untuk Sistem Biner
Metode desain untuk sistem biner biasanya dipisahkan dengan metode
desain untuk sistem multikomponen. Pada desain sistem biner tidak selalu
diperlukan untuk menentukan stage dan reflux yang dibutuhkan, biasanya
digunakan metode grafik sederhana untuk mendesain sistem biner.

11.5.1. Persamaan Sederhana

Neraca Massa
Neraca Total V n +1=Ln+ D (11.11)
Neraca komponen V n +1 . y n+1=Ln . x n+ D . x d (11.12)
Neraca Komponen
Entalpi Stream Total V n +1 . H n+1=Ln . hn + D .h d+q c (11.13)
Menggabungkan persamaan (11.11) dan (11.12):
Ln D
y n+ 1= .x + .x (11.14)
Ln + D n D+ L n d
Menggabungkan persamaan (11.11) dan (11.13):
V n +1 . H n+1=(L¿¿ n+ D)H n +1=Ln .h n+ D ¿ .h d+q c (11.15)
Pada proses stripping persamaan (11.15) dapat dianalogikan sebagai
berikut
V 'n B
x n+1= . yn + .x (11.20)
V 'n + B V ' n+ B b
dan
L ' n+1 . hn+1 =(V ' ¿¿ n+ B)hn+1 =V ' n . H n + B ¿.h b-q b (11.21)
Karena tekanan pada setiap stage konstan, makan temperature pada stage
merupakan fungsi dari komposisi uap dan cair hanya (dew dan bubble point),
dan entalpi spesifik juga merupakan fungsi komposisi
H=f(y)
h=f(x)

Metode Lewis-Sorel (Equimolar Overflow)


Umumnya permasalahan yang terjadi pada proses distiliasi terjadi
kasus equimolar overflow dimana molar liquid dan uap di setiap stage
memiliki laju alir yang konstan. Hal ini terjadi jika komponen memiliki
panas laten yang sama dan panas spisifik yang konstan di kolom. Pada
kasus ini, perubahan panas pada campuran tidak signifikan dan kehilangan
panas diabaikan.
Pada kondisi ini, persamaan 11.14 dan 11.16 dapat ditulis menjadi :
L D
y n+ 1= . xn + .x (11.19)
L+ D D+ L d
V' B
x n+1= .y + .x (11.20)
V '+B n V '+B b
Dimana nilai L = Laju alir liquid dibagian rectifying konstan = laju alir
reflux,Lo dan V’ adalah konstan pada bagian stripping sehingga
persamaan 11.19 dan 11.20 dapat dituliskan menjadi:
L D
y n+ 1= . xn + .xd (11.21)
V V
L' B
y n= . x n+1 + . x b (11.22)
V' V'
Dimana V merupakan laju alir uap konstan pada bagian rectifying
= (L+D), dan L merupakan laju aliran cairan pada bagian stripping = V’+B
Persamaan tersebut linier, dimana L/V dan L’/V’ adalah slope dan
dapat disebut sebagai garis operasi dan memberi hubungan antara
komposisi cairan dan uap disetiap stage nya. Pada stage keseimbangan,
komposisi cair dan uap yang meninggalkan stage dapat dinayatakan
sebagai hubungan keseimbangan
11.5.2. McCabe-Thiele Method
Persamaan 11.21 dan persamaan 11.20 dan hubungan
kesetimbangan dapat diselesaikan dengan metode grafis yang
dikembangkan oleh McCabe dan Thiele (1952). Prosedur pembuatan
diagram dijelaskan pada subbab ini dan akan diilustrasikan pada contoh
11.2.
Prosedur
Berdasarkan gambar 11.5, semua komposisi dinyatakan dengan
komponen yang lebih mudah menguap.
1. Buat kurva kesetimbangan uap-cair dari data tekanan operasi yang
tersedia. Jika diketahui volatilitas relatif maka,
αx
y= (11.23)
( 1+ ( α −1 ) x )
Dimana 𝛼 adalah volatilitas relatif rata-rata dari komponen yang
lebih mudah menguap terhadap komponen yang lebih sulit menguap.
2. Buat neraca bahan pada kolom untuk menentukan komposisi hasil
atas dan hasil bawah, xd dan xb, dari data yang diberikan.
3. Garis operasi atas dan bawah masing-masing akan memotong
diagonal pada xd dan xb, tandai titik tersebut.
4. Titik perpotongan dari dua garis operasi tergantung pada fase dari
umpan. Garis dimana terjadi perpotongan tersebut disebut sebagai q
line. q line diperoleh dengan:
i. menghitung nilai rasio q
panas penguapan 1 mol umpan
q=
panas laten molar umpan
ii. memplotkan q line dengan slope=q/q(q-1), memotong diagonal
pada zf (komposisi umpan).
5. Tentukan rasio refluks dan titik dimana pemanjangan garis operasi
atas memotong sumbu y:
xd
ϕ=
1+ R
6. Gambar pada garis operasi atas, dari xd pada diagonal menuju ϕ.
7. Gambar pada garis operasi bawah, dari xb pada diagonal menuju titik
perptongan garis operasi atas dan q line.
8. Dimulai dari xd atau xb, hitung jumlah stages.
Catatan: umpan harus diletakkan pada stage yang paling dekat dengan
perpotongan garis operasi.
Reboiler dan kondensor parsial, jika digunakan, bertindak sebagai
equilibrium stages. Namun, dalam desain kolom, untuk mengurangi
perkiraan jumlah stages maka dapat dianggap sebagai faktor keamanan.
Efisiensi dari contacting stages dapat dihitung dengan mengurangi tinggi
step pada diagram McCabe-Thiele dapat dilihat pada gambar 11.6.

Metode McCabe-Thiele dapat digunakan untuk desain kolom dengan


side streams dan umpan ganda.

Stage Aliran Liquid dan Vapor Tidak Konstan


Metode McCabe-Thiele dapat digunakan ketika kondisi equimolar
overflow tidak dapat diasumsikan, namun garis operasi tidak akan lurus.
Penyelesaiannya dapat digambarkan dengan membuat neraca energi pada
sejumlah titik untuk memperkirakan slope. Alternatif lainnya yaitu
menggunakan metode yang lebih kompleks Ponchon dan Savarit. Namun
saat ini, jarang digunakan metode grafis yang kompleks ketika diagram
McCabe-Thiele kurang akurat, maka solusinya yaitu menggunakan
program komputer.
11.5.3 Konsentrasi Produk Rendah
Ketika konsentrasi suatu bahan dalam produk sangat rendah,
langkah-langkah pada Diagram McCabe-Thiele menjadi sulit dilakukan.
Masalah ini dapat diatasi dengan mengganti bagian atas atau bawah ke
skala yang lebih besar atau dengan plot log-log. Dalam plot log, garis
operasi tidak akan lurus dan harus dihitung menggunakan persamaan 11.21
dan 11.22. Jika garis operasi dan keseimbangan lurus saat konsentrasi
kecil, jumlah tahapan yang diperlukan dapat dihitung menggunakan
persamaan Robinson dan Gilliland (1950).
Untuk stripping:
K' x'

[( −1)
( )
]
r
−1
s' x b
log
1 '
(K −1)
¿
s'
Ns = +1
K'
log ⁡ ( )
s'
Dimana
N s¿ = Jumlah stage ideal yang diperlukan dari xb ke titik referensi x’r
xb = Fraksi mol dari komponen yang lebih volatil diproduk bawah
xr = Fraksi mol komponen yang lebih volatil pada titik referensi
K’ = Konstanta kesetimbangan untuk komponen yang lebih volatile
S = Slope pada garis operasi bawah
Untuk bagian perbaikan:
( 1−s ) + x r / x d ( s−K )

N r¿ =
log [ (1−K )
−1
]
s
log ⁡
K ( )
Dimana:
N r¿ = Jumlah stage ideal yang diperlukan dari titik referensi xr ke xd
xd = Fraksi mol dari komponen yang sedikit volatil diproduk atas
Xr = Fraksi mol komponen yang sedikit volatil pada titik referensi
K = Konstanta kesetimbangan untuk komponen yang sedikit volatile
S = Slope pada garis operasi atas
Catatan : Konsentrasi rendah, K = α

Contoh 11.2
Aseton diperoleh dari aliran limbah berair dengan distilasi kontinyu.
Umpan mengandung 10% w/w aseton. Dibutuhkan aseton dengan
kemurnian minimal 98% dan limbah cair tidak boleh mengandung aseton
lebih dari 50 ppm. Feed berada pada suhu 20 oC. Perkirakan jumlah stage
yang dibutuhkan

Penyelesaian
Tidak ada gunanya mengoperasikan kolom ini selain dari tekanan
atmosfer. Data keseimbangan uang tersedia untuk system aseton-air
dibahas dalam Bab 8, bagian 8.4.
Menggunakan data dari Kojima et al. (1968)
Mol fraction x, 0.00 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25 0.30
liquid Aceton y, 0.00 0.6381 0.7301 0.7716 0.7916 0.8034 0.8124
vapor bubble 100.0 74.80 68.53 65.26 63.59 62.60 61.87
point oC
x 0.35 0.40 0.45 0.50 0.55 0.60 0.65
y 0.8201 0.8269 0.8376 0.8387 0.8455 0.8532 0.8615
o
C 61.26 60.75 60.35 59.95 59.54 59.12 58.71

x 0.70 0.75 0.80 0.85 0.90 0.95


y 0.8712 0.8817 0.8950 0.9118 0.9335 0.9627
o
C 58.29 57.90 57.49 57.08 56.68 56.30

Kurva keseimbangan dapat ditarik dengan akurasi yang cukup untuk


menentukan tahapan diatas dengan memplot konsentasi umpan 0,1.
Diagram biasanya diplot sekitar dua kali ukuran gambar 11.7
Gambar 11.7 Plot McCabe-Thiele, Contoh 11.2

10
58
mol fraksi aseton masuk= =0.033
10 90
+
58 18
98
58
produk atas= =0.94
98 2
+
58 18
18
produk bawah=50 ×10−6 × =15.5× 10−6
58
Kondisi Umpan (Garis-Q)
Titik gelembung umpan (interpolasi) = 83°C
Panas Laten, Air 41,360, aseton 28,410 J/mol°C
Panas spesifik rata-rata, air 75.3, aseton 128 J/mol°C
Panas Laten umpan 28,410 x 0.033 + (1 - 0.033) 41,360 =
40,933 J/mol
Panas spesifik umpan = (0.033 x 128) + (1 - 0.033) 75.3 =
77.0 J/mol°C
Pans untuk menguapkan 1 mol umpan = (83 - 20) 77.0 +
40,933= 45,784 J
Untuk masalah ini kondisi refluks minimum terjadi di
mana operasi atas garis hanya menyentuh kurva
keseimbangan pada titik di mana garis q memotong kurva.
Dari Gambar 11.7,
untuk garis operasi pada refluks minimum = 0.65
dari persamaan 11.24, Rmin = 0.94/0/65-1=0.45
ambil R = Rmin x 3
Karena arus di atas titik umpan akan kecil, rasio refluks
yang tinggi dibenarkan; itu
tugas kondensor akan kecil.

Untuk masalah ini, lebih mudah untuk menghentikan


langkah-langkah mulai dari persimpangan dari garis
operasi. Ini memberi tiga tahap di atas umpan hingga y =
0,8. Bagian atas ditarik ke skala yang lebih besar, seperti
yang ditunjukkan pada Gambar 11.8, untuk menentukan
tahapan di atas y = 0,8: diperlukan tiga hingga empat
tahap; total tahap di atas umpan, tujuh.
Di bawah umpan, satu tahap diperlukan hingga x = 0,04.
Log-log plot digunakan untuk tentukan tahapan di bawah
konsentrasi ini. Data untuk plot log-log:
kemiringan garis operasi, dari Gambar 11.7 = 0.45/0.09
= 5.0
persamaan garis operasi, y= 4.63 (x-xb) + xb
= 5.0 x−62.0 ×10−6
Gambar 11.8 Memperbesar bagian atas

Kemiringan garis setimbang, dari v-1- e data = 0.6381/0.05


= 12.8

Garis keseimbangan
Garis operasi

Dari Gambar 11.9, jumlah tahapan yang diperlukan untuk


bagian ini = 8.
Total jumlah tahapan di bawah = 9.
Total tahapan = 7 + 9 = 16:
Gambar 11.9 Log-log plot diagram McCabe-Thiele

Contoh 11.3
Untuk masalah yang ditentukan dalam Contoh 11.2,
perkirakan jumlah tahapan ideal diperlukan di bawah
konsentrasi aseton 0,04 (komponen lebih mudah menguap)
menggunakan persamaan Robinson-Gilliland.

Solution
Dari diagram McCabe-Thiele dalam Contoh 11.2:
kemiringan garis operasi bawah, s’=5,0
kemiringan garis ekuilibrium, K’=12,8

11.5.4 Persamaan Smoker


Smoker (1938) menurunkan persamaan analitis yang dapat
digunakan untuk menentukan jumlah tahapan ketika volatilitas relatif
konstan. Meskipun metodenya dapat digunakan untuk masalah yang
volatilitas relatifnya pada bagian rektifikasi dan stripping dapat dianggap
konstan, metode ini sangat berguna untuk masalah di mana volatilitas
relatif rendah, misalnya, dalam pemisahan isomer didih dekat. Jika
volatilitas relatif dekat dengan satu, jumlah tahapan yang dibutuhkan akan
sangat besar, dan tidak praktis untuk menggambar diagram McCabe-
Thiele. Derivasi dari persamaan diuraikan dalam bagian ini dan
diilustrasikan dalam Contoh 11.4.
Garis operasi lurus dapat dirumuskan dengan persamaan
y=sx+c
dan dalam hal volatilitas relatif, nilai ekuilibrium y diberikan persamaan
αx
y=
1+ ( α −1 ) x
Menghilangkan y dan dijadikan persamaan kuadrat dalam x
s ( α −1 ) x 2 + [ s +b ( α −1 )−α ] x+ b=0
Untuk masalah distilasi tertentu, persamaannya hanya memiliki
satu root k nyata antara 0 dan 1:
s ( α −1 ) k 2+ [ s +b ( α −1 )−α ] k +b=0
k adalah nilai x ordinat pada titik di mana garis operasi yang
diperpanjang memotong kurva kesetimbangan uap-cair. Smoker
menunjukkan bahwa jumlah tahapan yang dibutuhkan diberikan oleh
persamaan
x ¿0 (1− β x ¿n)
N=log ¿
[
x n (1− β x 0)¿ /log
α
s c2] ( )
Dimana
sc ( α −1)
β=
α −s c 2
N = sejumlah tahap yang diperlukan untuk mempengaruhi
pemisahan yang diwakili oleh perubahan konsentrasi dari
x ¿n ¿ x 0x ; x ¿= ( x−k ) dan x¿0 > x ¿n
c=1+ ( α−1 ) k
¿ ¿
s = slope pada garis operasi antara x n dan x 0;
¿ ¿
α = volatilitas relatif, diasumsikan konstan x n ¿ x 0.
Untuk kolom dengan satu umpan dan tanpa aliran samping:
Rectifying Section
x ¿0=x d −k
x ¿n=z f −k
R
s=
R+1
xd
b=
R+ 1
Stripping Section
x ¿0=z f −k
x ¿n=x b−k
R z f + x d −(R+1) xb
s=
(R+1)( z f −xb )
( z ¿ ¿ f −x d )x b
b= ¿
(R+1)( z f −x b )
Jika aliran umpan tidak pada titik bubble point, z f digantikan oleh
nilai x pada persimpangan garis operasi, yang diberikan oleh
zf
b+
q−1
z ¿f =
q
−s
q−1
Semua komposisi untuk komponen yang lebih mudah menguap.
Example 11.4
Semua komposisi Kolom harus dirancang untuk memisahkan campuran
ethylbenzene dan styrene. Umpan mengandung 0,5 mol fraksi styrene, dan
kemurnian styrene 99,5% diperlukan, dengan pemulihan 85%. Perkirakan
jumlah tahap keseimbangan yang diperlukan pada rasio refluks 8. Tekanan
maksimum kolom paling bawah 0,20 bar. Komponen yang lebih mudah
menguap.

Solution
Ethylbenzene merupakan komponen yang lebih mudah menguap
3279,47
Persamaan Antoine, ethylbenzene, ln P °=9,386−
T−59,95
3328,57
styrene, ln P °=9,386−
T−63,72
P bar, T Kelvin
Neraca bahan, basis 100 kmol umpan :
Pada pemulihan 85%, styrene di dasar = 50 x 0,85 = 42,5 kmol
42,5
Pada kemurnian 99,5%, ethylbenzene di dasar ¿ x 0,5=0,21kmol
99,5
Ethylbenzene di atas = 50 – 0,21 = 49,79 kmol
Styrene di atas = 50 – 42,5 = 7,5 kmol
49,79
Fraksi mol ethylbenzene di atas ¿ =0,87
49,79+7,5
z f =0,5 ; x b=0,005 ; x d=0,87
Suhu pada kolom bawah didapat dari persamaan Antoine untuk Styrene
3328,57
ln 0,2=9,386−
T −63,72
T =366,4 K =93,3 °C
Pada 93,3 ° C, tekanan uap dari Ethylbenzene
3279,47
ln P °=9,386− =0,27 ¯¿ ¿
366,4−59,95
P ° ethylbenzene 0,27
Relative volatility= = =1,35
P ° styrene 0,20
Volatilitas relatif akan berubah ketika komposisi dan (terutama
untuk kolom vakum) tekanan berubah setiap kolom. Tekanan kolom tidak
dapat diperkirakan sampai jumlah tahapan diketahui; jadi sebagai
percobaan pertama, volatilitas relatif akan dianggap konstan, pada nilai
yang ditentukan oleh tekanan bawah.

Rectifying section (Bagian Pengayaan)


Stripping Section, Umpan dalam kondisi bubble point.

11.6. DISTILLASI MULTIKOMPONEN: PERTIMBANGAN UMUM


Masalah dalam penentuan jumlah stage dan refluks untuk distilasi multi
komponen jauh lebih kompleks daripada campuran biner. Dengan campuran
multikomponen, menentukan komposisi satu komponen tidak secara langsung
menentukan komposisi komponen lainnya dan suhu dari stage. Ketika umpan
mengandung lebih dari dua komponen, tidak mungkin untuk menentukan
komposisi lengkap produk atas dan bawah secara terpisah. Pemisahan antara
produk atas dan bawah ditentukan dengan menetapkan batasan pada dua
komponen '' kunci '' yang diinginkan untuk melakukan pemisahan.
Kompleksitas perhitungan distilasi multikomponen dapat diselesaikan dengan
mempertimbangkan masalah yang tipenya sesuai. Prosedur normal adalah
menyelesaikan persamaan MESH (Chapter 11.3.1) tahap demi tahap, dari bagian
atas dan bawah kolom menuju titik umpan. Agar perhitungan tersebut tepat,
komposisi yang diperoleh dari perhitungan bottom-up dan top-down harus
berkaitan dengan titik umpan dan cocok dengan komposisi umpan. Tetapi
komposisi yang dihitung akan tergantung pada komposisi yang diasumsikan untuk
produk atas dan bawah pada awal perhitungan. Meskipun dimungkinkan untuk
mencocokkan komponen utama, komponen lainnya tidak akan cocok kecuali jika
perancang sangat beruntung dalam memilih komposisi atas dan bawah percobaan.
Agar didapatkan penyelesaian yang tepat, komposisi harus disesuaikan dan
perhitungan diulangi sampai diperoleh mesh yang sesuai pada titik umpan. Jelas,
semakin banyak jumlah komponen, maka semakin sulit masalahnya. Seperti yang
ditunjukkan pada Bagian 11.3.2, perhitungan trial-and-error akan diperlukan
untuk menentukan suhu stage. Untuk selain campuran ideal, perhitungan akan
semakin rumit dengan fakta bahwa volatilitas komponen akan menjadi fungsi
komposisi stage yang tidak diketahui. Jika diperlukan lebih dari beberapa stage,
perhitungan stage demi stage menjadi rumit, seperti diilustrasikan dalam Contoh
11.9.
Sebelum munculnya komputer digital modern, berbagai metode ''singkat''
dikembangkan untuk memudahkan tugas dalam merancang kolom
multikomponen. Ringkasan komprehensif dari metode yang digunakan untuk
sistem hidrokarbon diberikan oleh Edmister (1947 hingga 1949) dalam
serangkaian artikel dalam jurnal Insinyur Perminyakan. Meskipun program
komputer biasanya akan tersedia untuk solusi yang sesuai dengan persamaan
MESH, metode singkat masih berguna dalam pekerjaan desain awal dan sebagai
bantuan dalam mendefinisikan masalah bagi komputer. Penggunaan metode pintas
yang cerdas dapat mengurangi waktu dan biaya komputer.
Metode singkat yang tersedia dapat dibagi menjadi dua kelas:
1. Penyederhanaan prosedur tahap demi tahap dengan tepat agar perhitungan
dapat dilakukan dengan tangan atau secara grafis. Contoh dari pendekatan ini
adalah metode yang diberikan oleh Smith dan Brinkley (1960) dan
Hengstebeck (1976). Hal ini dijelaskan dalam Bagian 11.7, dan metode
Hengstebeck diilustrasikan oleh contoh.
2. Metode empiris, yang didasarkan pada kinerja kolom operasi, atau hasil
desain yang ketat. Contoh dari metode ini adalah Korelasi Gilliland yang
diberikan pada buku dari Richardson dan kawan (2003) dan Korelasi Erbar-
Maddox pada Bagian 11.7.3.
11.6.1. Komponen-Komponen Utama
Sebelum mulai mendesain kolom, perancang harus memilih dua
komponen utama yang diinginkan untuk proses pemisahan. Komponen
yang titik didihnya rendah akan menjadi komponen yang diinginkan untuk
tetap keluar dari produk bawah; dan komponen yang titik didih tinggi,
menjadi komponen yang harus dijauhkan dari produk teratas. Spesifikasi
akan ditetapkan pada konsentrasi maksimum komponen utama pada
produk atas dan bawah. Komponen utama dikenal sebagai Adjacent keys
jika mereka '' berdekatan '' dalam daftar komponen dalam urutan
volatilitas, dan Split keys jika ada komponen lain di antara mereka dalam
urutan; dimana seharusnya kedua komponen tersebut berdekatan.
Komponen mana yang merupakan komponen utama biasanya akan jelas,
namun terkadang jika ada komponen dengan titik didih yang berdekatan,
penilaian harus digunakan dalam pemilihan mereka. Jika ada
ketidakpastian, perhitungan uji coba harus dibuat menggunakan komponen
yang berbeda sebagai komponen utama untuk menentukan pasangan yang
membutuhkan jumlah tahap pemisahan terbesar (kasus terburuk).
Persamaan Fenske dapat digunakan untuk perhitungan ini; lihat Bagian
11.7.3.
Komponen selain komponen utama yang muncul di produk atas dan
bawah dikenal sebagai komponen terdistribusi; dan yang hanya terdapat
pada produk atas atau bawah, dikenal sebagai komponen yang tidak
terdistribusi.
Itu nonkey komponen yang muncul di produk atas dan bawah
dikenal sebagai didistribusikan komponen; dan mereka yang tidak
ada, sampai taraf tertentu, dalam satu atau produk lain, dikenal
sebagai tidak terdistribusi komponen.

11.6.2 Jumlah dan Urutan Kolom


Seperti yang disebutkan dalam Bagian 11.2, dalam
distilasi multikomponen tidak mungkin didapatkan lebih
dari satu komponen murni dengan satu pemisahan tajam
dalam satu kolom. Jika umpan multikomponen harus
dipisah menjadi dua atau lebih produk yang hampir murni
maka beberapa kolom akan dibutuhkan. Produk yang tidak
murni atau mengandung impuritas dapat diambil sebagai
side stream yang harus dihilangkan dari stage, dimana
akan menghasilkan produk yang lebih murni atau
komponen impuritas yang lebih rendah.
Untuk pemisahan komponen N, satu komponen dasar
murni diambil di atas/overhead, atau dari bagian bawah
setiap kolom, (N-1) kolom akan diperlukan untuk
mendapatkan pemisahan lengkap semua komponen.
Misalnya, untuk memisahkan campuran benzena, toluena,
dan xilen, diperlukan dua kolom (3-1). Benzene diambil dari
atas/overhead kolom pertama, dan produk bawahnya yang
bebas dari benzena akan diumpankan ke kolom kedua.
Kolom ini memisahkan toluena dan xilena.
Urutan pemisahan komponen akan menentukan modal
dan biaya operasi. Di mana ada beberapa komponen yang
menyebabkan jumlah urutannya bisa sangat besar;
misalnya, dengan 5 komponen jumlah urutannya ada 14,
sedangkan dengan 10 komponen jumlah urutannya sudah
mendekati 5000. Saat sistem yang membutuhkan
pemisahan dari beberapa komponen yang dirancang,
prosedur yang efisien diperlukan untuk menentukan urutan
pemisahan yang optimal; lihat Doherty and Malone (2001),
Smith (1995), dan Kumar (1982).
Prosedur untuk urutan kolom juga tersedia dalam
program simulator; misalnya, DISTIL Aspen Technology of
program (lihat Bab 4, Tabel 4.1). Di bagian ini, hanya
dimungkinkan untuk memberikan beberapa aturan
panduan umum.
a. Aturan Heuristik untuk Urutan yang Optimal
1. Pisahkan komponen satu per satu; seperti pada
benzena-toluena-xilena
2. Pisahkan semua komponen yang memiliki
kelebihan/excess paling besar di awal urutan.
3. Pada pemisahan yang sulit, libatkan komponen didih
yang berdekatan dan tunda pemisahan paling sulit
hingga akhir dalam urutan.
Pemisahan yang sulit akan membutuhkan
banyak tahap/stage, sehingga diameter kolom
seharusnya dibuat sekecil mungkin untuk
mengurangi biaya. Diameter kolom tergantung pada
laju aliran uap; lihat Bagian 11.11. Semakin kebawah
urutannya, semakin kecil jumlah material yang harus
ditangani kolom.
b. Ketinggian Kolom
Jika diperlukan banyak tahapan, maka mungkin
diperlukan untuk membagi kolom menjadi dua kolom
terpisah untuk mengurangi ketinggian kolom, meskipun
pemisahan yang dilakukan secara teoritis dapat
diperoleh dalam satu kolom tunggal. Selain itu juga bisa
dilakukan dalam distilasi vakum, untuk mengurangi
penurunan tekanan kolom dan membatasi suhu
bawah/dasar.

11.7 Distillasi Multikomponen: Metode Perhitungan Jumlah Tahap/Stage dan


Persyaratan Reflux
Ada beberapa prosedur pintas yang bermanfaat yang dapat
digunakan untuk memperkirakan jumlah tahap dan persyaratan
refluks tanpa bantuan komputer. Sebagian besar metode
simplifikasi dikembangkan untuk desain pemisahan kolom untuk
sistem hidrokarbon dalam industri perminyakan dan sistem
petrokimia, dan juga diperlukan kehati-hatian. Biasanya metode
ini bergantung pada asumsi volatilitas relatif konstan dan tidak
boleh digunakan untuk sistem sangat nonideal. Metode pintas
untuk sistem nonideal dan azeotropik diberikan oleh
Featherstone (1971, 1973).

11.7.1 Sistem Pseudo Binary


Apabila kehadiran komponen lain tidak mempengaruhi
volatilitas komponen utama secara signifikan, maka
komponen utama dapat dianalisa menggunakan sistem
pseudo-binary. Banyaknya stage/tahap kemudian dapat
dihitung menggunakan diagram McCabe-Thiele atau
metode lainnya yang dikembangkan untuk sistem biner.
Penyederhanaan/simplifikasi ini seringkali bisa dilakukan
ketika jumlahnya komponen bukan utama adalah kecil
sehingga komponen membentuk campuran hampir ideal.
Jika konsentrasi dari komponen bukan utama adalah
kecil, katakanlah kurang dari 10%, maka komponen
tersebut bisa saja disatukan dengan komponen-komponen
utama. Untuk konsentrasi yang lebih tinggi, metode yang
diusulkan oleh Hengstebeck (1946) dapat digunakan untuk
mengurangi sistem sehingga membentuk sistem yang
biner ekivalen. Metode Hengstebeck diuraikan di bagian ini
dan diilustrasikan dalam Contoh 11.5.

Metode Hengstebeck
Untuk setiap komponen i, persamaan material balance Lewis-Sorel
(Bab 11.5) dan hubungan kesetimbangan dapat ditulis dalam laju alir
molar komponen individu, sebagai pengganti komposisi komponen:
v n+1 ,i=l n ,i + di
V
v n ,i=K n , i l
L n ,i
untuk bagian stripping:
l ' n+1 , i=v ' n ,i +bi
V
v n ,i=K n , i l
L n ,i
Dimana:
l n ,i = laju alir cairan komponen i dari stage n;
v n ,i=¿ laju alir uap komponen i dari stage n;
d i= laju alir komponen i di puncak;
b i=¿laju alir komponen i di bagian dasar;
K n , i=¿ konstanta kesetimbangan untuk komponen i pada stage n.
Tanda superscript ‘ menunjukkan bagian stripping.
V dan L adalah laju aliran total, diasumsikan konstan.
Untuk mengurangi sistem multikomponen menjadi biner yang
setara, laju alir komponen utama di seluruh kolom perlu diperkirakan.
Hengstebeck memanfaatkan fakta bahwa dalam tipikal distilasi, laju alir
dari masing-masing light nonkey component mendekati laju konstan yang
mendekati bagian rectifying, dan aliran dari masing-masing heavy nonkey
component mendekati laju alir bagian stripping. Menempatkan laju alir
komponen lain sama dengan limiting rates di setiap bagian memungkinkan
bergabungnya aliran komponen utama untuk diperkirakan.
Bagian rectifying:
Le =L−∑ l i

V e =V −∑ v i

Bagian stripping:
L ' e =L' −∑ l ' i

V ' e =V ' −∑ v ' i


dimana
V e dan Le adalah taksiran laju alir dari koponen gabungan;
l i and vi adalah batas laju cairan dan uap komponen yang lebih ringan
daripada komponen utama di bagian rectifying;
l ' iand v ' i adalah batas laju cairan dan uap komponen yang lebih berat
daripada komponen utama di bagian stripping;
Metode yang digunakan untuk memperkirakan batas laju aliran
adalah yang diusulkan oleh Jenny (1939).
Persamaannya adalah:
di
l i=
α i+1
v i=l i+ d i
α i bi
v ' i=
α LK + α i
l ' i=v ' i+ bi
dimana
α i=¿ volatilitas relatif komponen i, relatif terhadap heavy key (HK);
α LK =¿ volatilitas relatif dari light key (LK), relatif terhadap heavy key.

Perkiraan aliran gabungan komponen utama memungkinkan garis operasi


ditarik untuk sistem biner yang setara. Garis keseimbangan digambar
dengan mengasumsikan volatilitas relatif konstan untuk light key:
α LK x

y=
1+ ( α LK −1 ) x
di mana y dan x adalah konsentrasi uap dan cairan light key.
Hengstebeck menunjukkan bagaimana metode ini dapat diperluas untuk
menghadapi situasi di mana volatilitas relatif tidak dapat dianggap konstan
dan bagaimana memungkinkan variasi dalam laju alir molar cair dan uap.
Dia juga memberikan prosedur grafis yang lebih ketat berdasarkan pada
metode Lewis-Matheson (lihat bab 11.8).

Example 11.5
Perkirakan jumlah stage ideal yang dibutuhkan pada pemisahan butana-
pentana dengan komposisi yang diberikan pada tabel di bawah. Kolom
pemisahan akan beroperasi pada tekanan 8.3 bar, dengan reflux ratio 2.5.
Feed berada pada keadaan boiling point.
Catatan: Masalah serupa sudah diselesaikan oleh Lyster et al. (1959)
menggunakan metode komputer, dan hasilnya dibutuhkan 10 stage.

Feed (f) Tops (d) Bottoms (b)


Propane, C3 5 5 0
i-Butane, iC4 15 15 0
n-Butane, nC4 25 24 1
i-Pentane, iC5 20 1 19
n-Pentane, nC5 35 0 35
100 45 55 kmol

Solution
Suhu bagian atas dan bawah (dew points and bubble points) dikalkulasi
dengan metode pada Example 11.9. Volatilitas relatif diberikan pada
persamaan 8.34;
Ki
αi
K HK
Konstanta kesetimbangan diambil berdasarkan grafik De Priester (Chapter
8).
Volatilitas relatif

Top Bottom Average


o
Temp, C 65 120
C3 5.5 4.5 5.0
iC4 2.7 2.5 2.6
(LK) nC4 2.1 2.0 2.0
(HK) iC5 1.0 1.0 1.0
nC5 0.84 0.85 0.85

Perhitungan aliran nonkey;


Persamaan 11.50, 11.51, 11.52, 11.53
di
αi di l i= v i=l i+ d i
( α ¿¿ i−1)¿
C3 5 5 1.3 6.3
iC4 2.6 15 9.4 24.4
∑l i=10.7 ∑ v i=30.7
α i bi
αi bi v 'i= l 'i=v 'i+ bi
(α LK −α i)
nC5 0.85 35 25.9 60.9
' '
∑v =25.9
i ∑l =60.9
i

Aliran key gabungan:


Le =2.5 x 45−10.7=101.8 (11.46)
V e =(2.5+1)45−30.7=126.8 (11.47)
V 'e =(2.5+1) 45−25.9=131.6 (11.49)
L'e =( 2.5+1 ) 45+55−60.9=151.6 (11.48)
Gradien top operating line:
Le 101.8
= =0.8
V e 126.8
Gradien bottom operating line:
L'e 151.6
'
= =1.15
V e 131.6
flow LK 1
x b= = =0.05
flow ( LK + HK ) 19+1
24
xd= =0.96
24 +1
25
xf = =0.56
25+ 20
2x 2x
y= = (11.23)
1+ ( 2−1 ) x 1+ x
x 0 0.20 0.40 0.60 0.801.0
y 0 0.33 0.57 0.75 0.89 1.0
Diagram McCabe-Thiele ditunjukkan pada Gambar 11.10.
Sebanyak 12 stages dibutuhkan, dengan feed dari stage ke-7 dari bawah.
11.7.2. SMITH-BRINKLEY METHODS
Smith dan Brinkley mengembangkan metode untuk menghitung
pendistribusian komponen dalam proses pemisahan multi komponen.
Metode ini didasari dari penyelesaian persamaan finite-difference untuk
proses pemisahan bertingkat dan dapat digunakan untuk proses ekstraksi
dan absorpsi, contohnya destilasi. Derivasi dari persamaan yang diberikan
oleh smith dan Brinkley (1960) dan smith (1963), dengan komponen i

b (1−S Nr −N )+ R (1−Sr )
r s

=
f ( 1−S Nr − N ) + R ( 1−Sr ) +G S Nr − N (1−S Ns +1 )
r s r s s

Dimana,
b/f = pemisahan fraksional dari komponen antara umpan dan hasil bawah
Nr = jumlah tahapan keseimbangan diatas umpan
Ns = jumlah tahapan keseimbangan dibawah umpan
Sr = faktor stripping, bagian rectifying = K 'i V / L
Ss = factor stripping, bagian stripping = K 'i V ' / L
V dan L adalah total laju molar uap dan liquid, dan tanda petik satu (‘)
menunjukkan bagian stripping
G bergantung pada kondisi umpan
Persamaan diatas digunakan untuk kolom dengan kondensor total,
jika menggunaka kondensor parsial maka jumlah tahapan di bagian
retifying harus ditambahkan satu

Jika umpan umumnya cair :


K 'i L ( 1−Sr )
Gi=
[ ]
K i Li ( 1−Ss ) i

Dan umpan ditambahkan ke bagian stripping


Jika umpan umumnya uap :

L ( 1−Sr )
Gi=
[ ]
Li ( 1−S s ) i

Berikut merupakan prosedur penggunaan dari metode Smith-Brinkley :


1. Estimasi laju L, V dan L’, V’ dari pemisahaan komponen yang
ditentukan dan rasio refluks
2. Estimasi temperature atas dan bawah dari hasil perhitungan dew dan
bubble points untuk mengasumsi komposisi atas dan bawah
3. Estimasi temperature umpan masuk
4. Estimasi nilai rata-rata komponen K dalam bagian stripping dan
rectifying
5. Hitunglah nilai dari Sr,I untuk bagian rectifying dan Ss,I untuk bagian
stripping
6. Hitunglah pemisahan fraksional dari setiap komponen pada hasil atas
dan hasil bawah
7. Bandingkan hasil kalkulasi dengan hasil asumsi dan periksa
keseluruhan keseimbangan material pada kolom
8. Ulangi perhitungan hingga keseimbangan material yang diinginkan
diperoleh
Contoh penerapan metode Smith-Brinkley diberikan oleh Smith
(1963). Metode ini dasarnya adalah metode penliaian, cocok dalam
menentukan kinerja dari kolom yang sudah ada daripada metode desain,
karena jumlah tahapan yang telah diketahui.
Hal tersebut dapat digunakan untuk mendesain dengan
memperkirakan jumlah tahapan dengan beberpa metode lainnya dan
menggunakan pesamaan pemisahan fraksional (b/f) untuk menentukan
komposisi atas dan bawah. Kemudian, tahap estimasi dapat disesuaikan
dan diperhitungkan ulang hingga tercapainya spesifikasi yang ada. Namun,
metode Geddes-Hengstebeck untuk memperkirakan pemisahan komponen
yang telah dijelaskan di bagian 11.7.4 lebih mudah digunakan dan
memuaskan desain awal.

11.7.3 Emprical Correlations


 Dua jenis metode empiris yang sering digunakan dalam estimasi stage
yang dibutuhkan untuk distilasi multikomponen adalah metode
Gilliland (1940) dan Erbar/Maddox (1961).
 Metode itu berkorelasi terhadap jumlah stage ideal pada seperasi
tertentu, pada refluks ratio tertentu, untuk total relfkus (minimum) dan
ratio refluks minimum (jumlah stage infinite).
 Pada kedua jenis metode empiris, metode erbar-maddox lebih
dipertimbangkan untuk memberikan prediksi yang lebih dapat
dipercayai/andalkan.
(slidebaru)
 Korelasi mereka ditunjukan pada figure 11.11, yang memberikan ratio
dari jumlah stage yang diperlukan untuk jumlah total relfuks, sebagai
fungsi refluks ratio, dengan minimum refluks ratio sebagai parameter.
 Untuk mengunakan figure 11.11, harus memiliki angka estimasi dari
jumlah stage pada total refluks dan ratio minimum diperlukan

MINIMUM NUMBER OF STAGES (FENSKE EQUATION)


 Persamaan Fenske (1932) dapat digunakan untuk memberikan
estimasi dari stage minimum yang dibutuhkan pada total refluks.
 Penuruan rumus untuk sistem binary didapatkan dari persamaan
Richardson et.al (2002).

Dimana
xi/xr = ratio dari konsentrasi dari segala komponen i untuk konsentrasi
refensi r
d = distilat (hasil atas
b = bottom (hasil bawah)
Nm = jumlah stage minimum untuk total refluks termasuk boiler.
αi = rata-rata relative volatilitas dari komponen i terhadap komponen
referensi.
 Dalam seperasi biasanya di spesifikasi kan dalam komponen penting
dan persamaan 11.57 dapat atur untuk memberikan jumlah stage
menjadi persamaan

Dimana
αLK = rata-rata volatilitas dari LK(light key) dan HK (heavy key)
xLK dan xHK = konsentarasi dari light key dan heavy key.
 Relative volatility diambil dari rata-rata geometris dari value suhu atas
dan bawah kolom
 Untuk menghitung temperature, estimasi awal dari komposisi harus
dibuat, jadi kalkulasi dari jumlah minimum dari stage untuk
persamaan Fenske mengunakan sistem trial dan error (iterasi).
 Jika ada perbedaan besar dari nilai kolom atas dan bawah
 Jika ada perbedaan besar diantara kolom atas dan bawah, pengunaan
dari persamaan Fenske akan mengabaikan (lebih kecil jauh) dari
jumlah stage sebenarnya.
 Dalam kondisi ini, estimasi yang lebih baik dapat dihitung dengan
jumlah stage dalam bagian rectifying dan stripping secara terpisah
 dengan mengambil konsentrasi feed sebagai konsentrasi awal (base)
untuk bagian rectifying dan konsentrasi atas sebagai bagian stripping,
dan estiamsi dari relative volatitas secara terpisah ditiap bagian.
Prosedur ini akan juga memberikan posisi dari awal feed point
 Winn (1958) telah menurukan persamaan untuk mengestimasikan
jumlah stage pada relfuks total, yang mirip dengan persamaan Fenske,
tapi bisa digunakan ketika volatilitas relative tidak dapat digunakan
sebagai constant.
Dimana:
di dan bi adalah flowrate dari komponen i didalam distilat dan
bottoms
dr dan br adalah flowrate dari komponen referensi didalam distilat dan
bottoms
material balance nya di + bi = fi.

MINIMUM RELFUKS RATIO


 Colburn (1941) dan Underwood (1948) telah menurunkan persamaan
untuk mengestimasikan minimum refluks ratio untuk distilasi multi
komponen.
 Dengan persamaan underwood banyak digunakan, presented dalam
seksi ini. Persamaan bisa dituliskan dalam bentuk

Dimana :
αi = relative volatilitas dengan komponen i dengan dibandingkan
reference komponen, biasanya heavy key.
Rm = the minimum refluks ratio
Xi,d = concentration dengan komponen i dengan tops at minimum
refluks.
 Dan θ dengan akar persamaan

Dengan
Xi,f = konsentrasi dengan komponen i dalam feed, dan q bergantung
pada kondisi dari feed dan ditunjukan section 11.5.2
 Nilai θ harus berada di angka relative volatile adalah light dan heavy
keys, dan ditemukan secara trial dan error.
 Dalam persamaan penurunan 11.60 dan 11.61, volatilas relative
diambil sebagai konstant.
 Rata-rata value geometric diestimasi pada suhu atas dan bawah yang
seharusnya digunakan. Ini dibutuhkan komposisi atas dan bawah.
 Komposisi yang seharusnya berada dalam minimum relfuks, jumlah
dicontohkan pada total refluks, dari persamaan Fenske, bisa
digunakan.
 Estimasi yang lebih cocok dapat didapatkan dengan mengunakan pada
jumlah stage pada total refluks persamaan 11.59 dengan estimasi
dengan jumlah number; dengan jumlah Nm/0.6 sering digunakan.
 Metode Erbar-Maddox mengestimasi kebutuhan stage dan refluks,
mengunakan persamaan Fenske dan underwood , di ilustrasi pada
persamaan 11.7

Lokasi Feed-Point

Perhitungan lokasi feed point dapat ditentukan dengan persamaan fenke


untuk menghitung nomor dari stage untuk rectifying dan stripping.
Perhitungan ini membutuhkan temperature dari feedpoint yang dapat
dinyatakan dengan persamaan empiris berikut.
NT B xf , HK xb , LK 2
log
[ ]
Ns
= 0,206 log
[( )(
D xf , LK )( xb , HK )]
Dimana
NT = Jumlah stage diatas feed, mencakup condenser parsial
Ns = Jumlah stage dibawah feed, mencakup reboiler
B = Laju alir molar produk bawah
D = Laju alir molar produk atas
Xf,HK = Konsentrasi dari heavy key feed
Xf,LK = Konsentrasi dari light key feed
XdHK = Konsentrasi dari heavy key di produk atas
XbLK = Konsentrasi dari light key di produk bawah

11.7.4 Distribusi Komponen Nonkey (Metode Grafik)


Prosedur grafis diusulkan oleh Hengstebeck (1946), yang didasarkan pada
persamaan Fenske, adalah metode yang tepat untuk memperkirakan
distribusi komponen antara produk atas dan bawah.
Hengstebeck dan Geddes (1958) telah menunjukkan bahwa persamaan
Fenske dapat dituliskan dalam bentuk :
di
log ( )
bi
=A +C log α i

(11.63)
Spesifikasi penyebaran komponen kunci menentukan konstanta A dan C
dalam persamaan.
Distribusi komponen lain dapat dengan mudah ditentukan dengan memplot
distribusi kunci terhadap volatilitas relatifnya pada grafik log-log dan
menggambar garis lurus melalui dua titik ini. Metode diilustrasikan dalam
contoh 11,6.
Yaws et al. (1979) telah menunjukkan bahwa distribusi komponen yang
dihitung dengan persamaan 11.63 membandingkan dengan hasil yang
diperoleh dengan perhitungan plate by plate . Chang (1980)
menciptakanprogram komputer, berdasarkan persamaan Geddes-
Hengstebeck, untuk estimasi distribusi komponen.

Contoh 11.6
Gunakan metode Geddes-Hengstebeck untuk memeriksa distribusi
komponen untuk pemisahan yang ditentukan dalam contoh 11.5.
Ringkasan soal, laju per 100 kmol umpan
Komponen αi Umpan (fi) Distilat (di) Hasil Bawah (bi)
C3 5 5
iC3 2,6 15
nC4 (LK) 2,0 25 24 1
iC5 (HK) 1,0 20 1 19
nC5 0,85 35

Jabawan :
Volatilitas rata-rata akan diambil sebagai volatilitas yang diperkirakan
dalam contoh 11.5. Biasanya, volatilitas diperkirakan pada bubble point
umpan, yang memberikan indikasi kasar dari suhu kolom rata-rata. Dew
point pada puncak dan bubble point dari bawah dapat dihitung setelah
distribusi komponen telah dihitung, dan perhitungan diulang dengan
perkiraan baru rata-rata relatif volatilitas, yang diperlukan.
d i 21
Untuk kunci ringan, = =21
bi 1
di 1
Untuk kunci berat, = =0,053
bi 19
Nilai-nilai ini diplotkan pada Gambar 11.12.
Distribusi nonkeys dibaca dari gambar 11,12 pada volatilitas relatif sesuai
dan komponen alir dihitung dari persamaan berikut:
Neraca bahan kolom keseluruhan
f i=d ❑i +bi

Gambar 11.12 Distribusi Komponen (Contoh 11.6)


fi
d i=
bi
( + 1)
di
fi
b i=
di
( +1)
bi

Komponen αi (fi) di/bi di bi


C3 5 5 40.000 5 0
iC3 2,6 15 150 14,9 0,1
nC4 (LK) 2,0 25 21 24 1
iC5 (HK) 1,0 20 0,053 1 19
nC5 0,85 35 0,011 0,4 34,6

Karena nilai ini dekat dengan yang diasumsikan untuk perhitungan dew
points dan bubble points di contoh 11,5, tidak perlu mengulangi dengan
perkiraan baru dari volatilitas relatif.
Contoh 11.8
Untuk pemisahan yang ditentukan dalam contoh 11,5, evaluasi efek
perubahan dalam rasio refluks pada jumlah stage yang diperlukan. Ini
adalah contoh dari penerapan metode Erbar-Maddox.
Volatilitas relatif yang diperkirakan dalam contoh 11,5 dan distribusi
komponen yang dihitung dalam contoh 11,6 akan digunakan untuk contoh
ini.
Rangkuman data
Komponen αi Umpan (fi) Distilat (di) Hasil Bawah (bi)
C3 5 5 5 0
iC3 2,6 15 14,9 0,1
nC4 (LK) 2,0 25 24 1
iC5 (HK) 1,0 20 1 19
nC5 0,85 35 0,4 34,6

Jumlah stage minimum; persamaan Fenske; persaman 11.58:

Nm=
log ⁡[ ( 241 )( 191 )] =8,8
log 2
Rasio refluks minimum; persamaan Underwood 11.60 dan 11.61
Perhitungan ini merupakan tabulasi terbaik.
Umpan pada titik didihnya, q = 1
α i xi
∑ =0
α i −0

Percobaan
xi,f αi αi,xi,f θ = 1,5
θ = 1,3 θ = 1,35
0,05 5 0,25 0,071 0,068 0,068
0,15 2,6 0,39 0,355 0,300 0,312
0,25 2,0 0,50 1,000 0,714 0,769
0,20 1 0,20 -0,400 -0,667 -0,571
0,35 0,85 0,30 -0,462 -0,667 -0,600
∑=0,564 -0,252 0,022
Mendekati

Persamaan 11.60
xi,d αi αi,xi,d αi,xi,d/(αi- θ)
0,11 5 0,55 0,15
0,33 2,6 0,86 0,69
0,53 2,0 1,08 1,66
0,02 1 0,02 -0,06
0,01 0,85 0,01 -0,02
∑=2,42

Rm +1=2,42
Rm =1,42
Rm 1,42
= =0,59
(Rm +1) 2,42
Perhitungan Spesimen, untuk R=2,0
R 2
= =0,66
(R+1) 3
Dari gambar 11.11
Nm
=0,56
N
8,8
N= =15,7
0,56
Untuk rasio refluks lainnya
R 2 3 4 5 8
N 15,7 11,9 10,7 10,4 10,1

Catatan : asio refluks di atas 4, maka perbedaan jumlah stage yang


dibutuhkan hanya berbeda sedikit, dan nilai rasio refluks optimumnya
berada pada kisaran nilai ini.

Contoh 11.8
Perkirakan posisi titik umpan untuk pemisahan yang dipertimbangkan
dalam Contoh 11.7 untuk rasio refluks 3.
Jawaban
Gunakan persamaan Kirkbride (persamaan 11.62). Distribusi produk
diambil dari Contoh 11.6,
1
X b , LK= =0.018
54.7
1
X d , HK = =0.022
45.3
Nr 54.7 0.20 0.018 2

( )
log ⁡
Ns
=0.206 log
[ ( )( ) ]
45.3 0.25 0.022

Nr
( )
log ⁡
Ns
=0.206 log ( 0.65 )

Nr
=0.91
Ns
untuk R = 3, N=12
nomor stage, tidak termasuk reboiler = 11
N r + N s=11
N s =11−N r=11−0.9 N s
11
Ns= =5.76 , bisa dibilang 6
1.91
Hal ini memeriksa dengan metode yang digunakan dalam Contoh 11.5,
dimana rasio refluks adalah 2.5.
Contoh 11.9
Contoh ini menggambarkan kompleksitas dan sifat uji coba tahap demi
tahap perhitungan.
Spesifikasi masalah yang sama telah digunakan dalam contoh sebelumnya
untuk menggambarkan singkat metode desain.
Memecah butana-pentana akan beroperasi pada 8,3 bar dengan komposisi
umpan berikut:

Xf f mol/100 Mol umpan


Propane C3 0.05 5
Isobutane iC4 0.15 15
Normal Butane nC4 0.25 25
Isopentane iC5 0.2 20
Normal pentane nC5 0.35 35
Light key nC4
Heavy key iC5

Untuk spesifikasi tidak lebih dari 1 mol senyawa ringan diproduk bawah
dan tidak lebih dari 1 mol senyawa berat diproduk atas, dan rasio refluks
2.5, buatlah perhitungan tahap demi tahap untuk menentukan komposisi
produk dan jumlah tahapan yang diperlukan.
Jawaban
Hanya perhitungan percobaan yang memadai yang akan dibuat untuk
menggambarkan metode yang digunakan. Basis umpan 100 mol.
Estimasi titik didih dan embun :
Titik Embun ∑ y i=¿ ∑ K i . x i=1.0 ¿ (11.5a)
yi
Titik Didih ∑ x i=¿ ∑ =1.0 ¿ (11.5b)
Ki
Nilai K, diambil dari grafik De Priester (Bab 8), diplot pada Gambar 11.13
untuk memudahkan interpolasi
Untuk memperkirakan titik didih dan embun, asumsikan bahwa tidak ada
yang lebih berat daripada senyawa berat yang muncul dalam distilasi dan
tidak ada yang lebih ringan dari senyawa ringan di bagian bawah :

Perhitungan titik embun, pada bagian bawah :

Perhitungan titik didih, distilasi :


Perhitungan titik embun, umpan (umpan cair) :

Perhitungan tiap stages


Perhitungan atas-bawah; asumsikan total kondensasi tanpa pendinginan :
y i=x d =x 0
Diperlukan untuk memperkirakan komposisi 'senyawa yang tidak
diketahui' sehingga mereka dapat dimasukkan dalam perhitungan tahap.
Sebagai percobaan pertama, nilai-nilai berikut akan dianggap :

Dalam setiap perhitungan tahap, perlu untuk memperkirakan suhu stage


untuk menentukan nilai K dan entalpi cair dan uap. Kisaran suhu dari atas
sampai ke bawah kolom akan menjadi sekitar 120 - 60 = 60oC.
Perhitungan perkiraan (Contoh 11.7) telah menunjukkan bahwa sekitar 14
stage ideal yang akan dibutuhkan, sehingga perubahan suhu dari tiap stage
dapat diperkirakan sekitar 4 hingga 5oC.
Stage 1

L0=R x D=2.5 x 45.1=112.8


V 1=( R+1) D=3.5 x 45.1=157.9

Perkiraan suhu panggung dan komposisi cairan outlet ( x i )

Ringkasan persamaan stage :


L0 +V 2=L1 +V 1 (i)
L0 x 0 +V 2 y 2=L1 x 1 +V 1 y 1 (ii)
h0 L0 + H 2 V 2 =h1 L1 + H 1 V 1 (iii)
h=f ( x ,T ) (iv)
H=f ( x , T ) (v)
Hubungan entalpi diplot pada Gambar 11.14a dan b.
y i=K i x i
Sebelum keseimbangan panas dapat dibuat perkirakan L1 dan V2,
diperlukan estimasi y2 dan T2. y2 tergantung pada aliran cairan dan uap,
sehingga sebagai percobaan pertama, asumsikan bahwa ini konstan dan
sama dengan L0 dan V1; kemudian, dari persamaan (i) dan (ii),

L0
( )(
y 2= x −x ) + y 1
V1 i 0

L0 112.8
( ) =
V 1 157.9
=0.71

Enthalpy data dari Gambar 11.14a dan b J / mol


Neraca energi (persamaan iii)
23,950 x 112.8+ 43,691 V 2=25,562 L1 + 41,623 x 157.9
43,691 V 2=255,62 6 L1+ 3,870,712
Neraca material (persamaan i):
112,8+V 2=L1+ 157.9
Substitusi
43.691(L¿¿ 1+ 45.1)=25.562 L1 +3,870,712¿
L1=104.8
V 2=104.8+ 45.1=149.9
L1
=0.70
V2
Kita dapat merevisi nilai yang dihitung untuk y 2, tetapi L1 /V 2, itu cukup
dekat dengan nilai yang diasumsikan nilai 0.71, sehingga tidak akan ada
perbedaan yang signifikan dari estimasi pertama.
Stage 2
Estimasi suhu stage dan komposisi cairan keluar ( x 2 ):

L
y 3= ( x −x ) + y 2
V 2 1
Sebagai percobaan pertama, gunakan L/V sama L1/V1 = 0.7

Enthalpy data dari Gambar 11.14a dan b :


Neraca energy
25,562 x 104.8+44,600 V 3 =4369 x 149.9+26,896 L2

Neraca bahan
104.8+V 3=149.9+ L2
L2=105.0
V 3=150.1
L2
=0.70 memeriksa dengan nilai yang diasumsikan.
V3
Stage 3
Karena aliran cairan dan uap yang dihitung tidak banyak berubah dari
tahap ke tahap, perhitungan akan dilanjutkan dengan nilai L/V yang
diambil sebagai konstan pada 0.7.

Stage 4
Stage 5

Stage 6

Catatan : Rasio LK terhadap HK dalam bentuk cair dari stage ini =

0.386
=2.37
0.163
Stage 7
LK 0.251
ratio = =1.17
HK 0.214
25
Ini tepat dibawah rasio dalam umpan = =1.25
20
Jadi, umpan akan diperkenalkan pada tahap ini.
Tetapi komposisi komponen semyawa tidak diketahui pada tempat tidak
sesuai dengan komposisi umpan :

Jadi, perlu untuk menyesuaikan komposisi atas yang diasumsikan dan


ulangi perhitungan.
Perhitungan Bottom-Up
Untuk mengilustrasikan prosedur, perhitungan akan ditampilkan untuk
reboiler dan stage bawah, dengan asumsi molar melimpah konstan.
Dengan umpan pada titik didih dan kelebihan molar konstan, aliran
dasar dapat dihitung sebagai berikut :
V ' =V 0 =157.9

L' =L0 +Umpan=112.8 +100=212.8

V ' 157.9
= =0.74
L' 212.8
Diperlukan untuk memperkirakan konsentrasi komponen tak
diketahui dalam hasil bawah produk. Sebagai uji coba pertama, ambil

Reboiler
Periksa perkiraan titik embun 120oC.

Neraca Massa
x B 1 L' = y B V ' + x B B

V' B
x B 1= ' y B + ' x B
L L
157.9 55
x B 1= y B+ x
212.8 212.8 B
¿ 0.74 y B +0.26 x B
Perhitungan dilanjutkan tiap stage kolom atas ke titik umpan (stage 7 dari
atas). Jika komposisi uap pada titik umpan tidak sesuai dengan
perhitungan top-down, konsentrasi yang diasumsikan dari senyawa tidak
diketahui dalam produk bawah disesuaikan dan perhitungan diulang.