Anda di halaman 1dari 13

GARDU PORTAL

Gardu portal adalah gardu listrik tipe terbuka (outdoor) yang memakai
konstruksi tiang/menara kedudukan transformator minimal 3 meter diatas
platform. Umumnya memakai tiang beton ukuran 2x500 daN.

Fungsi dari gardu portal adalah untuk mendistribusikan energy listrik


tegangan rendah ke konsumen.

Komponen komponen Gardu Portal

1. Isolator Piring
Isolator piring dipakai isolator penegang dan isolator gantung. Yang dimaksud
dengan isolator penegang yaitu : isolator yang berfungsi untuk memegang
kawat penghantar pada awal/akhir penarikan kawat penghantar. Jadi isolator
penegang terdapat pada travers tiang awal/akhir, tiang penegang, tiang
pemisah, dan tiang pencabangan.

Gambar Isolator Piring


2. Isolator Tumpu

Isolator tumpu berfungsi sebagai tempat mengikatkan kawat penghantar pada


travers tiang lurus, tiang sudut kecil, dan penghubung pada travers tiang
penegang.

Gambar Isolator Tumpu

3. Lighting Arrester

Penggunaan lighting arrester pada sistem distribusi adalah untuk melindung


peralatan terhadap gangguan akibat sambaran petir. Arrester juga digunakan untuk
melindungi saluran distribusi dari flashover. Arrester dipasang dekat atau pada
peralatan yang dihubungkan dari fasa konduktor ke tanah.

Pada saat sistem bekerja normal, arrester memiliki sifat sebagai isolator.
Apabila terjadi sambaran petir, arrester akan berubah menjadi konduktor dan
membuat jalur ke tanah (bypass) yang mudah dilalui oleh arus petir, sehingga
tidak menimbulkan tegangan lebih yang tinggi pada trafo.
Gambar Arrester

4. Fuse Cut Out (FCO)


Adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih.
Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila
dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya.
Fungsi peralatan pelindung arus lebih pada suatu sistem jaringan adalah
mendeteksi gangguan dalam rangkaian, dan memutus arus lebih pada harga rating
pemutusnya, sertadapat membantu bilamana peralatan pelindung yang lain yang
berdekatan tidak dapat bekerja dengan baik.
Peralatan FCO digunakan sebagai pengaman dan pemisah daerah yang terkena
gangguan, agar daerah pemadaman tidak terlalu luas. Pada sistem jaringan
distribusi, FCO juga dipasang untuk mengamankan instrumen lainnya, seperti :
peralatan transformator, capasitor pengatur tegangan dan jaringan percabangan
satu phasa.

Gambar CO dengan Isolator Keramik

5. Transformator

Transformator adalah peralatan pada tenaga listrik yang berfungsi untuk


memindahkan/menyalurkan tenaga listrik tegangan rendah ketegangan menengah
atau sebaliknya, 
Gambar Trafo Distribusi

Bagian-Bagian Dari Transformator :

 Inti Besi
Inti besi tersebut berfungsi untuk membangkitkan fluksi yang timbul karena arus
listrik dalam belitan atau kumparan trafo, sedang bahan ini terbuat dari
lempengan-lempengan baja tipis, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi panas
yang diakibatkan oleh arus eddy (weddy current).

 Kumparan Primer dan Kumparan Sekunder


Kawat email yang berisolasi terbentuk kumparan serta terisolasi baik antar
kumparan maupun antara kumparan dan inti besi. Terdapat dua kumparan pada
inti tersebut yaitu kumparan primair dan kumparan skunder, bila salah satu
kumparan tersebut diberikan tegangan maka pada kumparan akan membangkitkan
fluksi pada inti serta menginduksi kumparan lainnya sehingga pada kumparan sisi
lain akan timbul tegangan.

 Minyak Trafo
Belitan primer dan sekunder pada inti besi pada trafo terendam minyak trafo, hal
ini dimaksudkan agar panas yang terjadi pada kedua kumparan dan inti trafo oleh
minyak trafo dan selain itu minyak tersebut juga sebagai isolasi pada kumparan
dan inti besi.

 Isolator Bushing
Pada ujung kedua kumparan trafo baik primair ataupun sekunder keluar menjadi
terminal melalui isolator yang juga sebagai penyekat antar kumparan dengan body
badan trafo.

 Tangki dan Konserfator


Bagian-bagian trafo yang terendam minyak trafo berada dalam tangki, sedangkan
untuk pemuaian minyak tangki dilengkapi dengan konserfator yang berfungsi
untuk menampung pemuaian minyak akibat perubahan temperature.
 Katub Pembuangan dan Pengisian
Katup pembuangan pada trafo berfungsi untuk menguras pada penggantian
minyak trafo, hal ini terdapat pada trafo diatas 100 kVA, sedangkan katup
pengisian berfungsi untuk menambahkan atau mengambil sample minyak pada
trafo.

 Oil Level
Fungsi dari oil level tersebut adalah untuk mengetahui minyak pada tangki trafo,
oil level inipun hanya terdapat pada trafo diatas 100 kVA.

 Indikator Suhu Trafo


Untuk mengetahui serta memantau keberadaan temperature pada oil trafo saat
beroperasi, untuk trafo yang berkapasitas besar indikator limit tersebut
dihubungkan dengan rele temperature.

 Pernapasan Trafo
Karena naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar, maka suhu minyaknya
akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi, minyak
akan memuai dan mendesak udara diatas permukaan minyak keluar dari tangki,
sebaliknya bila suhu turun, minyak akan menyusut maka udara luar akan masuk
kedalam tangki.
Kedua proses tersebut diatas disebut pernapasan trafo, akibatnya permukaan
minyak akan bersinggungan dengan udara luar, udara luar tersebut lembab. Oleh
sebab itu pada ujung pernapasan diberikan alat dengan bahan yang mampu
menyerap kelembaban udara luar yang disebut kristal zat Hygrokopis (Clilicagel).

 Pendingin Trafo
Perubahan temperature akibat perubahan beban maka seluruh komponen trafo
akan menjadi panas, guna mengurangi panas pada trafo dilakukan pendingin pada
trafo, guna mengurangi pada trafo dilakukan pendinginan pada trafo. Sedangkan
cara pendinginan trafo terdapat dua macam yaitu : alamiah/natural (Onan) dan
paksa/tekanan (Onaf).
Pada pendinginan alamiah (natural) melalui sirip-sirip radiator yang bersirkulasi
dengan udara luar dan untuk trafo yang besar minyak pada trafo disirkulasikan
dengan pompa. Sedangkan pada pendinginan paksa pada sirip-sirip trafo terdapat
fan yang bekerjanya sesuai setting temperaturnya.

 Tap Canger Trafo (Perubahan Tap)


Tap changer adalah alat perubah pembanding transformasi untuk mendapatkan
tegangan operasi sekunder yang sesuai dengan tegangan sekunder yang
diinginkan dari tegangan primer yang berubah-ubah. Tiap changer hanya dapat
dioperasikan pada keadaan trafo tidak bertegangan atau disebut dengan “Off Load
Tap Changer” serta dilakukan secara manual.

 Impedansi Trafo
Bila kumparan primer suatu transformator dihubungkan dengan sumber tegangan
V1 yang sinusoid, akan mengalirlah arus primer lg yang juga sinusoid dan dengan
menganggap belitan N1 reaktif murni. 

 Arus Penguat
Arus primer lo yang mengalir pada saat kumparan sekunder tidak dibebani disebut
arus penguat. Dalam kenyataannya arus primer lo bukanlah merupakan arus
induktif murni, hingga ia terdiri atas dua komponen.

6. Unit PHB-TR

PHB - TR adalah suatu perlengkapan listrik yang berfungsi sebagai pengendali,


penghubung dan melindungi, serta membagi tenaga dari sumber tenaga listrik ke
suatu beban atau pemakai.Untuk instrument ukur indicator dan terminasi, PHB -
TR diisyaratkan sebagai berikut:
 Harus dipasang paling sedikit instrument indikator dengan warna yang sesuai.
 Panel PHB-TR utama pada gardu distribusi ( GTT ) harus dipasang instrument
ukur minimal Volt meter dan Ampere meter.
 Instrument indicator harus disambung pada sirkit masuk sebelum saklar
masuk.
 Sambungan sirikit pada PHB harus memakai sepatu kabel yang sesuai dengan
jenis metalnya dan ukuran penghantar serta harus dijepit / dipress pada
penghantar, KHA terminal sepatu kabel harus minimum sama dengan
kemampuan sakelar dari sirikit yang bersangkutan rangkaian. Pemegang kabel
harus dapat memikul gaya berat, gaya tekan dan gaya tarik, sehingga gaya
tersebut tidak akan langsung dipikul oleh gawai listrik lain.

Gambar PHB Trafo 3 Jurusan


Elemen Dasar Sistem

Umumnya konfigurasi Gardu Tiang yang dicatu dari SUTM adalah T


section dengan peralatan pengaman Pengaman Lebur Cut-Out (FCO) sebagai
pengaman hubung singkat transformator dengan elemen pelebur (pengaman lebur
link type expulsion) dan Lightning Arrester (LA) sebagai sarana pencegah naiknya
tegangan pada transformator akibat surja petir.

Kriteria Operasi dan Keandalan Sistem

Prosedur uji layak instalasi gardu sebelum dioperasikan instalasi gardu distribusi
harus dilakukan uji layak yang meliputi:

1). Uji verifikasi rencana

- Meneliti kesesuaian hasil pelaksanaan dengan rancangan bahan referensi adalah


persyaratanpersyaratan teknis pada rancangan surat perintah kerja.

- Meneliti kesesuaian spesifikasi teknis dengan material yang terpasang.

2). Uji fisik hasil pelaksanaan.


- Meneliti apakah hasil pelaksanaan telah memenuhi persyaratan fisik hasil
pekerjaan (kokoh, tidak goyang) tekukan, belokan kabel clan lain-lain.

- Meneliti mekanisme kerja peralatan.

- Meneliti kebenaran pengkabelan, pengawatan instalasi listrik.

- Meneliti kekencangan ikatan-ikatan mur, baut, konektor dan lain-lain.

- Meniliti kabel-kabel instalasi tidak menahan beban mekanik selain beban


sendiri.

- Meneliti pengkabelan (wiring) instalasi kontrol.

3). Uji Ketahanan Isolasi

- Melakukan uji ketahanan isolasi dengan alat megger pada tiap antar fasa clan
fasa tanah (referensi PUIL 1 volt = 1 kilo ohm) pada sisi TM clan TR.

- Uji dilakukan juga pada transformator.

4) Uji ketahanan Impulse

Melakukan uji withstand test 50 k J per 1 menit.

Gambar 4.3 Diagram satu garis pada pelanggan TM

5). Uji Power Frekuensi

Melakukan uji tegangan 24 kV selama 15 menit.


6). Uji alat proteksi

-Uji fisik pengaman lebur dengan multi meter

-Uji Rak proteksi (jika ada)

7). Uji alat-alat kontrol

- Setelah dioperasikan uji unjuk kerja alat-alat kontrol (lampu, voltmeter, ampere
meter): Hasil uji laik didokumenkan untuk izin operasional.

Bentuk Modus dan Efek Kegagalan

Salah satu penyebab dari gangguan – gangguan pada gardu portal


diantaranya gangguan (line – ground) gangguan ini terjadi akibat adanya
konduktor yang menyentuh ground atau menyentuh kabel ground. Gangguan (line
– line ) gangguan ini terjadi akibat adanya konduktor yang menyentuh fasa lain.

Sambaran petir di bagi menjadi 2 ada sambaran petir langsung yaitu


sambaran petir yang langsung dari awan yang langsung menyambar jarinyan
sehingga menyebabkan tegangan naik dengan cepat . daerah yang biasanya
tersambar adalah tower, kawat petir dan kawat penghantar, besarnya tegangan dan
arus pada smbaran ini tergantung pada besar arus kilat. Sedangkan sambaran tidak
langsung adalah samabaran yang di sebabkan sambaran petir ke bumi atau dari
awan ke awan yang dekat dengan jaringan yang menyebabkan timbulnya muatan
induksi pada jaringan.

Kegagalan isolasi minyak trafo di sebabkan beberapa hal antara lain karena
minyak trafo tersebut sudah lama digunakan, berkurangnya kualitas dielektrik dan
karena minyak trafo tersebut terkena tegangan lebih.
Parameter Fisik dan Kinerja Sistem yang Di Tangani

Minyak trafo

Untuk mencegah gangguan trafo karena minyaknya, maka diperlukan secara


periodic pemeriksaan minyak di laboratorium untuk mengetahui :

 Nilai tegangan tembus


 Kadar asam dan air
 Nilai viskositas
 Keadaan visual (warna, endapan, kejernihan )

Setelah diolah
Sifat – sifat minyak Minyak trafo
No Minyak trafo tua dengan reactor
trafo baru
minyak
1 Kadar asam (mg koh/ g >= 1.00 0.03 0.03
minyak)
2 Tegangan tembus < 80 >=120 >= 120
(kv/cm)
3 Kadar air >0.05 0.00 0.00
4 Kadar kotoran >1.10 0.00 0.00
5 Visositas (milli poises) >30 19.24 18.45
6 Warna Coklat kemerahan Kuning Kuning muda
Tak berwarna
7 Bau Sangat merangsang Tak berbau Tak berbau

Perbandingan transformator
Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa trafo akan bekerja dengan
tegangan keluaran yang seimbang bila tegangan masuk seimbang. Trafo dengan
kondisi kurang baik keseimbangan tegangan dapat terjadi disebabkan oleh :

 Jumlah belitan primer dan atau sekunder tidak sama dengan pembuatannya
 Ukuran penampang belitam sisi primer dan atau sekunde tidak sama
dengan pembuatannya
 Adanya hubung singkat pada sisi primer dan atau sekunder

Cara pengujiannya yaitu

 Lepaskan kabel penghubung trafo


 Pada sisi tegangan tinggi di beri tegangan 230/400 volt
 Atur sadapan trafo
 Ukur tegangan pada terminal – terminalnya
 Pengukuran besar tahanan pentanahan. Ada 2 macam pentanahan PHB –
TR yaitu pentanahan kerangka yang nilai maksimalnya 1,7 ohm dan
pentanahan netral nilainya 5 ohm.
 Perameter besaran listrik dengan menggunakan PQA ( power quality
analizy ). Pada power quality meter ini terdapat beberapa besaran listrik
yang dapat di ukur diantaranya tegangan,arus, frekuensi, flicker, unbalance
voltage, harmonisa dan factor daya.

NO Parameter Pengukuran Standar IEC

1 Volt/Amp/Hertz +5% / - 10%

2 Harmonisa THD 5%

3 Voltage Unbalance 2%

4 Dips & Swells Dip < 207 V 20/week

Swell > 253 V

5 Flicker 0.65 plt


6 Variasi Frekuensi +/- 1%

 Kontruksi fisik gardu portal seperti kekuatan tiang penyangga


 Pengukuran kapasitas trafo dengan mengukur daya yang terpakai pada
trafo saat beban puncak
 Pendekatan yang diperlukan / dipilih. Pendekatan maintenance yang di
pilih adalah productive maintenance, pemeliharaan perangkat difokuskan
pada ketercapaian hasil produk pada tingkat kuantitas dan kualitas yang di
butuhkan. Strategi implementasi dari pendekatan maintenance ini adalah
fungsi pemeliharaan harus mampu memastikan ketersidaan peralatan
untuk menghasilkan produk pada tingkat kuantitas dan kualitas yang di
butuhkan.Dan kegiatan maintenance terbagi menjadi dua yaitu planned
maintenance dan unplanned maintenance.