Anda di halaman 1dari 8

Laporan Kasus Besar

Meniere’s Disease

Pembimbing :

dr. Tris Sudyartono, Sp. THT – KL

dr. Santo Pranowo, Sp. THT-KL

dr. Agus Sudarwi, Sp. THT-KL

Disusun oleh :

Lili Susanti

11-2014-250

KEPANITERAN KLINIK
ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK KEPALA LEHER
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
RS MARDI RAHAYU KUDUS
PERIODE 3 AGUSTUS 2015 – 5 SEPTEMBER 2015

1
LAPORAN KASUS

Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher

Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus

________________________________________________________________________

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. SN
Umur : 43 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SD
Alamat : Gedongmulyo Rembang
Status pernikahan : Menikah
Agama : Islam
No RM : 354232
Tanggal pemeriksaan : 18 Agustus 2015

II. PEMERIKSAAN SUBYEKTIF


Dilakukan secara auto anamnesis pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 pukul 13.30 WIB

Keluhan Utama: Pusing berputar.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan pusing berputar disertai dengan telinga berdengung dan
penurunan pendengaran dimana telinga kiri lebih berat daripada kanan. Pusing berputar ini sudah
1 minggu dan berulang sebanyak 3 kali dan serangan pertama dirasakan lebih berat daripada
serangan berikutnya. Pusing berputar disertai mual dan muntah. Tidak ada riwayat benturan
kepala, operasi kepala, ataupun dinyatakan dokter mengidap tumor kepala sebelum ini. Pasien
juga mengeluh rasa penuh di telinga dan merasa tidak nyaman ketika berada di keramaian
terutama di telinga sebelah kiri. Pasien juga sulit mendengar ketika diajak berbicara namun juga
sering merasa dibentak oleh orang yang diajak bicara. Pasien menyangkal adanya riwayat cairan
yang keluar dari telinga ataupun nyeri telinga.

2
Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat sakit telinga disangkal
 Riwayat alergi disangkal
 Riwayat ISPA disangkal
 Riwayat hipertensi disangkal
 Riwayat diabetes mellitus disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


o Riwayat ISPA disangkal
o Riwayat asma disangkal
o Riwayat alergi disangkal
o Riwayat hipertensi disangkal
o Riwayat diabetes mellitus disangkal

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien seorang pedagang ikan, biaya pengobatan ditanggung sendiri.
Kesan ekonomi : Cukup

III. PEMERIKSAAN OBYEKTIF


Status Presens
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Status Gizi : Baik
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Suhu : 36,6 oC
Nadi : 84x/menit
Pernapasan : 20x/menit

Kepala dan Leher

Kepala : Normocephal
Wajah : Simetris
Leher Anterior : Tidak tampak dan tidak teraba pembesaran KGB

3
Leher Posterior : Tidak tampak dan tidak teraba pembesaran KGB
Status Lokalis

1. Telinga
Pemeriksaan rutin umum telinga
Bagian Dextra Sinistra
Auricula Bentuk normal, benjolan (-), Bentuk Normal, benjolan (-),
nyeri tarik (-) nyeri tarik (-)
Preauricula Tragus pain (-), Fistula (-), Tragus pain (-), Fistula (-),
abses (-) abses (-)
Retroauricula Nyeri tekan (-), udem (-) Nyeri tekan (-), udem (-)
Mastoid Nyeri tekan (-), udem (-) Nyeri tekan (-), udem (-)
CAE discharge (-), Serumen (-), discharge (-), Serumen (-),
hiperemis (-) hiperemis (-)
Membran Timpani
o Perforasi Intak Intak
o Cone of light (+) arah jam 5 (+) arah jam 7
o Warna Putih keabu – abuan seperti Putih keabu – abuan seperti
mutiara mutiara

o Bentuk Cekung Cekung

 Pemeriksaan rutin khusus telinga :


1. Test penala
a. Rinne
AD ( + ) : AC > BC
AS ( + ) : AC > BC
Kesan: SNHL ADS
b. Webber : tidak ada lateralisasi
c. Schwabach
AD: memendek (+)
AS: memendek (+)
Kesan: SNHL ADS

2. Hidung dan Sinus Paranasal

4
Pemeriksaan rutin umum hidung
Hidung Dekstra Sinistra
Bentuk Normal Normal
Sekret Mukoserous Mukoserous
Mukosa Merah muda Merah muda
Konka Media Merah muda, pembesaran (-) Merah muda, pembesaran (-)
Konka Inferior Merah muda, pembesaran (-) Merah muda, pembesaran (-)

Meatus Media Merah muda Merah muda


Meatus Inferior Merah muda Merah muda

Septum Deviasi (-) (-)


Massa (-) (-)

Pemeriksaan rutin khusus hidung


Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi.

Pemeriksaan Sinus Paranasal


Tidak dilakukan karena tidak ada indikasi.

3. Tenggorok
Pemeriksaan rutin umum tenggorok
- Oral : Dapat membuka mulut dengan baik
- Mukosa buccal : Warna merah muda
- Ginggiva : Warna merah muda
- Gigi geligi : Dalam batas normal, lengkap, caries (-), gangren (-)
- Palatum durum dan mole : Warna merah muda
- Lidah 2/3 anterior : Dalam batas normal, merah muda
- Arkus faring : Simetris kanan dan kiri, hiperemis (-)
- Dinding posterior orofaring : Granulasi (-), hiperemis (-)

Tonsil

5
Dextra Sinistra
Ukuran T1 T1
Kripta tonsil Tidak Melebar Tidak Melebar
Permukaan Rata Rata
Warna Merah muda Merah muda
Detritus (-) (-)
Fixative (+) (+)
Peritonsil Abses ( - ) Abses ( - )
Pilar anterior Merah muda Merah muda

Orofaring
 Arkus faring : simetris, warna merah muda
 Mukosa : warna merah muda
 Dinding posterior orofaring : warna merah muda, granulasi (-)

Pemeriksaan rutin khusus tenggorok : tidak dilakukan pemeriksaan

4. Pemeriksaan Rutin Khusus Keseimbangan


 Tes provokasi nistagmus : Nistagmus (+)
 Uji Romberg : Menunjukkan instabilitas
 Dix-Hallpike Maneuver : Otolith (-)

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG


- Pemeriksaan audiometri (bila perlu)
- Pemeriksaan elektronistagmografi (bila perlu)
- Pemeriksaan elektrokokleografi (bila perlu)
- Pemeriksaan CT Scan/MRI (bila perlu)

V. RESUME
1. PEMERIKSAAN SUBYEKTIF
o Keluhan utama : Vertigo
o Riwayat Penyakit Sekarang :
 Vertigo 1 minggu berulang 3 kali, serangan pertama lebih berat daripada serangan
berikutnya, disertai tinnitus dan hearing loss.
 Nausea(+), vomitus (+)

6
 Head injury (-), tumor kepala (-)
 Otorrhea(-), otalgia(-)
o Riwayat Penyakit Dahulu :
o ISPA (-), alergi (-), asma (-), penyakit serupa (-), hipertensi(-), diabetes mellitus(-)
o Riwayat Penyakit Keluarga :
o ISPA (-), alergi (-), asma (-), penyakit serupa (-), hipertensi(-), diabetes mellitus(-)
o Riwayat Sosial Ekonomi : kesan ekonomi cukup.

2. PEMERIKSAAN OBYEKTIF

Status Lokalis

1. Pemeriksaan Rutin Umum Kepala dan leher : dalam batas normal


2. Pemeriksaan Rutin Umum Telinga : dalam batas normal
3. Pemeriksaan Rutin Khusus Telinga : uji penala - SNHL ADS
4. Pemeriksaan Rutin Umum Hidung : dalam batas normal
5. Pemeriksaan Rutin Umum Tenggorok : dalam batas normal
6. Pemeriksaan Rutin Khusus Keseimbangan :
- Tes Provokasi Nistagmus : Nistagmus (+)
- Uji Romberg : Instabilitas (+)
- Dix-Hallpike Maneuver : Otolith (-)

VI. DIAGNOSIS BANDING


 Meniere’s Disease
 Benign Paroxysmal Position Vertigo: - BPPV Posterior
- BPPV Anterior
 Neuronitis Vestibuler
 Acoustic Neuroma

VII. DIAGNOSIS SEMENTARA


 Meniere’s Disease

7
VIII. DIAGNOSIS PASTI
Belum dapat ditentukan

IX. PROGNOSIS
Dubia ad bonam

X. PENATALAKSANAAN
1. Medikamentosa:
a. Antivertigo
b. Sedatif
c. Vasodilator perifer
d. Diuretik
e. Neurotonik
2. Suportif:
- Diet rendah garam
- Pola hidup sehat
- Olahraga teratur
- Rehabilitasi
3. Terapi operatif: Dekompresi sakus endolimfatikus

4. KOMPLIKASI
 Neuronitis Vestibularis
 Labirinitis
 Total Hearing Loss
 Vertigoservical