Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

“KESEIMBANGAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG (IS-LM)”


Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Moneter
Dosen: Efi Fitriani,SE.,M.Si

Disusun Oleh :

Kelompok 8

- Nining Aningsih (A10180240)


- Anggit Shofiya M (A10180241)
- Alsyarin Nanda T (A10180249)

Prodi : SI-Manajemen
Kelas : A

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITASBANDUNG


Jl.PHH.Mustofa No. 31 Bandung 40124 Telp.(022)7276323 Fax.(022)7204597

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-
natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik
itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas dari mata kuliah Ekonomi Moneter, dengan judul
“Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang (IS-LM)”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini
penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Bandung, 19 April 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................iii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................2
1.3 Tujuan...............................................................................................................................2
1.3.1 Tujuan Umum.....................................................................................................................2
1.3.2 Tujuan Khusus....................................................................................................................2
BAB II.............................................................................................................................................3
KAJIAN PUSTAKA.......................................................................................................................3
2.1     Tinjauan Umum Tentang Pasar Uang................................................................................3
2.1.1 Pengertian Pasar Uang.......................................................................................................3
2.1.2 Motif Memegang atau Menggunakan Uang......................................................................3
2.1.2.1  Motif Transaksi...............................................................................................................3
2.1.2.2  Motif berjaga-jaga...........................................................................................................4
2.1.2.3  Motif spekulasi................................................................................................................4
2.1.3 Fungsi Pasar Uang.............................................................................................................5
2.1.4 Tujuan Pasar Uang.............................................................................................................6
2.1.5 Ciri-Ciri Pasar Uang...........................................................................................................6
2.1.6  Sumber Pasar Uang............................................................................................................6
2.1.7  Bentuk-Bentuk Surat Berharga Pasar Uang.......................................................................7
2.2 Tinjauan Umum Tentang Pasar Barang..............................................................................7
2.2.1     Pengertian Pasar Barang.................................................................................................7
2.2.2     Kemungkinanan Kelebihan Produksi..............................................................................9
2.2.3     Kemungkinan Kekurangan Produksi..............................................................................9
BAB III PEMBAHASAN..............................................................................................................10
3.1  Pengertian Pasar Barang Dan Pasar Uang..........................................................................10
3.2  Keterkaitan Antara Pasar Barang Dengan Pasar Uang.......................................................11

iii
3.3  Investasi, Tingkat Bunga dan Pasar Barang........................................................................11
3.4  Permintaan Uang, Output (Pendapatan) Agregat dan Pasar Uang......................................12
3.5  Equilibrium Pada Pasar Barang dan Pasar Uang...............................................................14
3.5.1        Equilibrium Pasar Barang..........................................................................................14
3.5.2        Equilibrium Dalam Pasar Uang.................................................................................15
3.5.3        Equilibrium Pada Kedua Pasar (Pasar Barang Dan Pasar Uang)...............................16
BAB IV PENUTUP.......................................................................................................................18
4.1 Kesimpulan..........................................................................................................................18
4.2 Saran.....................................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................19

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan zaman yang mengakibatkan berkembangan dan
meningkatnya kebutuhan kita sebagai manusia, kita dituntut untuk lebih cerdas dan kretif dalam
pemenuhan kebutuhan hidup. Sebagai manusia sosial kita tidak akan pernah bisa memenuhi
kebutuhan hidup kita sendiri. Memproduksi semua kebutuhan hidup sendiri. Karena hal
demikainlah banyaknya perusahaan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa untuk
pemenuhan kebutuhan hidup seluruh umat manusia. Hal inilah yang menimbulakan adanya pasar
barang, yaitu tempat dimana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi barang
dan jasa tertetu.
Untuk menunjang pasar barang dalam proses produksi konsumi juga diperlukan pasar
uang. Pasar Uang bagi suatu perusahaan atau lembaga-lembaga lainnya pasar uang sudah
menjadi target untuk kelancaran bisnis dan untuk mengembangkan bisnis. Seperti halnya dengan
kebanyakan pasar lainnya, pasar uang dari segi tinjauan kita terdiri dari permintaan dan
penawaran. Yang dimaksud dengan penawaran uang disini ialah jumlah uang yang beredar
dalam masyarakat, yaitu yang terdiri dari uang kartal dan uang giral. Sedangkan yang dimaksud
dengan permintaan akan uang, dilain pihak, ialah kebutuhan masyarakat akan uang tunai, tetunya
untuk pemenuhan kebutuhan hidup seperti memebeli barang dan jasa di pasar barang.
Alasan kenapa pasar uang dibutuhkan dalam sistem perekonomian adalah banyaknya
perusahaan serta individu yang mengalami arus kas yang tidak sesuai antara inflows dan
outflows. Misalnya, perusahaan melakukan penagihan dari klien pada periode tertentu dan pada
waktu yang lain ia harus mengeluarkan uang untuk menutupi biaya operasionalnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut (perusahaan pada saat kasnya mengalami defisit),
maka perusahaan tersebut sementara dapat memasuki pasar uang sebagai peminjam dengan
mencari lembaga keuangan atau pihak lain yang memiliki surplus (kelebihan) dana. Selanjutnya,
pada saat perusahaan tersebut mengalami surplus dana, maka perusahaan tersebut menjadi
kreditor dalam pasar uang untuk memperoleh pendapatan daripada membiarkan danaya tak
terpakai atau idle.

1
Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan untuk
mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan
demikian pasar uang merupakan sarana alternatif khususnya bagi lembaga-lembaga keuangan,
perusahaan-perusahaan non keuangan, dan peserta-peserta lainnya, baik dalam memenuhi
kebutuhan dana jangka pendeknya maupun dalam rangka melakukan penempatan dana atas
kelebihan likuiditasnya.
Pasar uang pada saat ini tidak lagi dibatasi dalam wilayah suatu negara saja. Uang
berputar ke seluruh bagian dunia, mencari investasi yang menawarkan expected return yang
paling tinggi untuk suatu tingkat resiko tertentu sejalan dengan pesatnya perkembangan
perdagangan dunia. Pertumbuhan dan perkembangan perdagangan internasional membutuhkan
pembiayaan jangka pendek maupun jangka panjang. Modal jangka panjang dibutuhkan untuk
membiayai pembangunan pabrik baru, sistem transportasi dan sebagainya. Pembiayaaan jangka
pendek untuk membiayai ekspor dan impor barang dan kebutuan modal kerja lain.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan pasar barang dan pasar uang?
2. Apa kaitan antara pasar barang dengan pasar uang?
3. Bagaimana keseimbangan atau equilibrium pasar barang dan pasar uang?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dalam makalah ini adalah untuk mengetahui pasar uang dan pasar barang
secara umum.

1.3.2 Tujuan Khusus


Adapun tujuan khusus dalam makalah ini adalah :
3.1.1  Untuk mengetahui pengertian pasar barang dan pasar uang.
3.1.2  Untuk mengetahui kaitan antara pasar barang dengan pasar uang.
3.1.3  Untuk mengetahui keseimbangan atau equilibrium pasar barang dan pasar uang.

2
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1     Tinjauan Umum Tentang Pasar Uang


2.1.1  Pengertian Pasar Uang
Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang
(MS) ataupun kegiatan bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana berupa pusat-pusat
berharga, yang mempunyai jangka waktu kurang dari satu tahun. Jadi, pasar uang merupakan
mekanisme yang dirancang untuk mempertemukan pihak yang dimiliki surplus dana dengan
pihak yang mengalami deficit MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk
menunjang kegiatan ekonominya. MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan
bank-bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar. Di pasar uang, penawaran
akan uang bertemu dengan permintaan akan uang, dan pertemuan tersebut merupakan penentu
"harga/nilai" dari uang.
Menurut Keynes, harga uang adalah harga yang harus dibayar untuk penggunaan uang,
yang tidak lain adalah tingkat bunga. Penawaran akan uang ditentukan oleh penguasa moneter,
sehingga identik dengan jumlah uang yang beredar. Permintaan akan uang merupakan fokus/inti
dari teori Keynes. Yaitu Keynes mengatakan seseorang memegang uang (atau meminta uang
tunai) karena ia mempunyai tujuan-tujuan atau motif tertentu dalam menggunakan uang tersebut.

2.1.2        Motif Memegang atau Menggunakan Uang


2.1.2.1  Motif Transaksi
Motif transaksi timbul karena dalam perekonomian penggunaan uang untuk alat tukar
menukar. Yaitu terdapat kebutuhan menyelesaikan transaksi-transaksi dengan menggunakan
uang. Pada saat transaksi masih dilakukan dengan barter barang atau jasa maka tidak dibutuhkan
alat likuid berupa uang. Uang tunai yang digunakan masyarakat tergantung pada:
a. Volume transaksi
b. Tingkat harga umum.
Keynes berpendapat sama dengan teori klasik yaitu volume transaksi erat kaitannya dengan
jumlah barang/jasa yang diproduksi, sehingga :
Md = k.P.Q
Dimana : k = konstanta.

3
P = harga.
Q = Volume transaksi

2.1.2.2  Motif berjaga-jaga.


Motif Berjaga-jaga, hal ini Keynes membedakan permintaan akan uang untuk tujuan
melakukan pembayaran-pembayaran yang tidak reguler atau yang diluar rencana dari transaksi
normal atau rutin. Misal untuk pembayaran keadaan darurat seperti kecelakaan, sakit, dan
pembayaran tidak terduga lainnya. Orang akan mendapat manfaat dengan memegang uang untuk
menghadapi keadaan-keadaan yang tidak terduga tersebut. Karena sifat uang yang liquid atau
mudah untuk ditukar dengan barang atau sebagai alat pembayaran lainnya. Permintaan akan
uang untuk motif transaksi dan berjaga-jaga tidak menyimpang dari teori klasik, yaitu
memandang kebutuhan akan uang berdasarkan fungsi sebagai alat tukar.

2.1.2.3  Motif spekulasi.


Motif ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan seandainya pemegang uang tersebut
dapat meramal apa yang terjadi di masa depan dengan tepat. Permintaan untuk spekulasi adalah
permintaan akan uang tunai untuk tujuan memperoleh keuntungan. Caranya adalah dengan
“berspekulasi” dalam pasar obligasi (surat berharga). Apabila harga obligasi diharapkan untuk
naik di masa mendatang, maka orang akan membeli obligasi dengan uang tunainya hari ini. Ini
berarti uang tunai yang saat ini untuk berspekulasi akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga
obligasi diharapkan turun, maka permintaannya akan uang tunai saat ini akan bertambah
(obligasi dijual).
K = rP, maka P = K/r
Dimana : K = hasil pertahun yang diterima.
P = harga pasar atau nilai sekarang.
r = tingkat bunga.
Hubungan antara harga obligasi dan tingkat bunga yang berlaku adalah berkebalikan. Harga
obligasi naik sama saja artinya dengan tingkat bunga turun. Sebaliknya, harga obligasi turun
berarti tingkat bunga naik. Bila harga obligasi diharapkan naik, ini berarti bahwa harga obligasi
saat ini dianggap terlalu rendah. Bila harga obligasi diharapkan turun, ini berarti bahwa harga
obligasi saat ini dirasa terlalu tinggi. Keynes mengatakan bahwa permintaan akan uang untuk
spekulasi saat ini tinggi apabila tingkat bunga saat ini (dirasa) rendah dan permintaan untuk
spekulasi saat ini rendah apabila tingkat bunga untuk spekulasi mempunyai hubungan yang

4
berkebalikan dengan tingkat bunga (saat ini). Ini adalah inti teori moneter Keynes.
Md = [kQ + Ѳ (r)]P atau Md/P =kQ + Ѳr
Dimana : Md/P = permintaan akan uang secara riil.
kQ = permintaan akan uang untuk berjaga-jaga (dinyatakan suatu proporsi k dari pendapatan
nasional riil atau tingkat output Q).
Ѳr = permintaan akan uang untuk motif spekulasi (dinyatakan sebagai fungsi dari tingkat bunga)
Fungsi permintaan akan uang tersebut disebut Liquidity Preference, yaitu Md=f(Q,r).
Di Pasar Uang, Liquidity Preference bertemu dengan penawaran akan uang dan menentukan
“harga” dari penggunaan uang, yaitu Tingkat Bunga.Tingkat bunga merupakan penghubung
utama antara pasar uang dengan pasar barang, sebab tingkat bunga menentukan berapa
pengeluaran investasi yang direncanakan oleh investor dan selanjutnya pengeluaran investasi ini
menentukantingkatpermintaanagregat.
Penghubung lain antara kedua pasar ini adalah tingkat harga (P) dan output (Q), karena variabel
ini mempengaruhi Liquidity Preference (MD). Jadi hubungan antara kedua pasar tersebut adalah
timbal balik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teori Keynes di pasar uang yaitu:
1)      Teori tersebut lebih sesuai untuk Negara yang mempunyai lembaga pasar uang
yang telah berkembang atau negara maju.
2)      Kekuasaan pemerintah mengendalikan Ms atau uang beredar tidaklah selangsung
atau semudah yang digambarkan dalam teori diatas.

Pemerintah hanya bisa mengendalikan uang kartal, sedangkan uang giral diciptakan oleh sektor
perbankan. Uang giral dipengaruhi oleh pemerintah melalui kebijakan kredit, tingkat bunga,
kebijakan perbankan.

2.1.3     Fungsi Pasar Uang


Pasar uang dalam peranannya memiliki fungsi yang harus ditempuh dan dijalankan pasar
uang. Fungsi pasar uang antara lain sebagai berikut :
a. Sebagai perantara perdagangan surat-surat berharga berjangka pendek 

b. Sumber modal bagi perusahaan yang akan melakukan investasi

5
c. Penghimpun dana surat-surat yang berharga jangka pendek

d. Sebagai perantara bagi investor yang berada di luar negeri dalam menyalurkan kredit jangka
pendek kepada perusahaan-perusahaan di indonesia 

e.Sebagai sarana alternatif lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non keuangan

2.1.4     Tujuan Pasar Uang


Pasar uang dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki tujuan-tujuan yang harus dicapai.
Tujuan pasar uang antara lain sebagai berikut :
Dari pihak yang menanamkan dana :
a. Membantu bagi pihak-pihak yang mengalami dan menjalani kesulitan 
b. Spekulasi
c. Untuk mendapatkan penghasilan dari tingkat suku bunga tertentu
Dari pihak yang membutuhkan dana : 
a. Memenuhi kebutuhan akan modal kerja
b. Memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu yang pendek
c. Memenuhi kebutuhan likuiditas 
d. Sedang mengalami kala keliring 

2.1.5     Ciri-Ciri Pasar Uang


Pasar uang memiliki karekteristik atau ciri-ciri. Ciri-ciri pasar uang antara lain sebagai berikut :
a. Tidak terikat dalam tempat tertentu

b. Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek

c. Dalam mekanisme pasar ditekankan pertemuan antara pihak yang kelebihan dana dan pihak
yang membutuhkan dana 

2.1.6  Sumber Pasar Uang


Dana-dana yang diperjualbelikan di pasar uang dapat berasal dari
a. Kelebihan uang kas dari Badan Usaha milik Negara (BUMN) 

b. Kelebihan uang kas dari perusahaan yang belum digunakan 

c. Kelebihan uang kas dari berbagai bank

6
2.1.7     Bentuk-Bentuk Surat Berharga Pasar Uang
Adapun surat-surat berharga yang diperjualbelikan di Indonesia saat ini antara lain sebagai
berikut :
a. SBI (Sertifikat Bank Indonesia) pada prinsipnya merupakan surat berharga yang diterbitkan
Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka pendek dan diperjualbelikan dengan
diskonto

b. SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) adalah surat-surat berharga jangka pendek yang
diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lemba diskonto yang ditunjuk oleh
BI 

c. Sertifikat Deposito merupakan deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat


diperdagangkan 

d. Commercial Paper, adalah promes yang tidak disertai jaminan yang diterbitkan oleh
perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. 

e. Call Money merupakan pinjaman uang selama 24 jam atau satu minggu oleh bank kepada
lembaga-lembaga keuangan 

f. Repurchase Agreemnt merupakan transaksi jual beli surat berharga disertai perjanjian bahwa
penjual akan membeli kembali surat berharga yang dijual pada waktu dan harga tertentu

g. Banker's Acceptance adalah wesel berjangka yang digunakan eksportir atau importir atas bank
untuk membayar barang atau valuta asing.

2.2  Tinjauan Umum Tentang Pasar Barang


2.2.1     Pengertian Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang
dan jasa. Pasar barang sering diistilahkan dengan sektor riil Pasar barang adalah pasar dimana
semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.
Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan
barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang
dan jasa yang diproduksi dalam negeri. Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat
terjadi apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan

7
keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang terjadi
akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) yang seimbang baik di pasar
barang maupun di pasar uang. Namun, dalam ekonomi Islam, system bunga dihapuskan.
Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang
muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan”.
Dengan asumsi perekonomian tertutup, dimana ekspor adalah nol, maka pengeluaran yang
direncanakan sebagai jumlah konsumsi C, investasi yang direncanakan I, dan pembelian
pemerintah G.

E=C+I+G

Dimana : C = C(Y – T)

Persamaan ini menunjukkan bahwa konsumsi tergantung pada pendapatan disposibel (Y – T),
yang merupakan pendapatan total Y dikurangi pajak T. Diasumsikan investasi yang direncanakan
adalah tetap I, dan kebijakan fiskal-tingkat pembelian dan pajak pemerintah- adalah tetap G dan
T. Sehingga dikombinasikan menjadi :

E = C(Y – T) + I + G

Selanjutnya perekonomian berada dalam keseimbangan (equilibrium) ketika pengeluaran


aktual sama dengan pengeluaran yang direncanakan. Asumsi ini didasarkan pada gagasan bahwa
ketika rencana orang-orang telah direalisasikan, mereka tidak mempunyai alasan untuk
mengubah apa yang mereka lakukan. Mengingat Y sebagai GDP aktual tidak hanya pendapatan
total tetapi juga pengeluaran total atas barang dan jasa, sehingga dapat ditulis kondisi
keseimbangan sebagai :

Pengeluaran Aktual = Pengeluaran Yang Direncanakan

Y = E

Dapat disimpulkan, kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat
pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-
perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa
menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.

8
2.2.2     Kemungkinanan Kelebihan Produksi
Keynes menolak hukum Say. Suatu waktu tertentu daya beli masyarakat memang
tersedia dalam jumlah yang cukup untuk membeli barang/jasa yang diproduksikan. Tetapi daya
beli yang dimiliki masyarakat tersebut tidak selalu harus sama dengan daya beli yang betul-betul
dibelanjakan oleh masyarakat di pasar barang. Dengan kata lain, sebagian dari daya beli tersebut
diterjemahkan sebagai permintaan efektif, namun sebagian yang lain dari daya beli tersebut akan
digunakan ditabung oleh masyarakat. Menabung tidak menambah permintaan efektif
dimasyarakat.

2.2.3     Kemungkinan Kekurangan Produksi


Keadaan sebaliknya, yaitu kekurangan produktif secara umum juga mungkin terjadi.
Kalau para produsen ternyata memutuskan untuk melakukan investasi dalam jumlah lebih besar
daripada daya beli yang ditabung oleh masyarakat, maka permintaan efektif di pasar barang
menjadi terlalu besar dibanding nilai output yang tersedia dipasar.
a. Besar kecilnya permintaan efektif (total) sangat tergantung pada keputusan para konsumen
(rumah tangga) mengenai besar pengeluaran konsumsinya dan keputusan para produsen
mengenai besarnya investasi yang mereka ingin laksanakan dalam periode tersebut.
b. Mengenai keputusan pengeluaran konsumsi rumah tangga, Keynes berpendapat bahwa
keputusan tersebut cukup stabil dan biasanya hanya berubah apabila tingkat pendapatan rumah
tangga berubah. Yang sulit diterka justru pada perilaku produsen dalam pengeluaran
investasinya. Padahal pengeluaran investasi sangat menentukan gejolak GDP (dan ada
kesempatan kerja).

9
BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Pengertian Pasar Barang Dan Pasar Uang


Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu
Negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi
dari semua permintaan akan barang dan jasa didalam negeri, sementara yang menjadi
penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
Pasar barang/komoditi atau dikenal dengan Bursa komoditi adalah pasar yang
kegiatannya mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk memperjualbelikan barang-
barang komoditi misalnya kopi, kedelai, kakao, gula, jagung, tembakau, karet, CPO (crude palm
oil), emas, perak, tembaga, dan lainnya. Kegiatan ekonomi yang tergolong pasar barang :
a.       Pasar barang nyata/riil : Pasar yang hanya menjual barang dalam bentuk dan fisik yang jelas
contoh pasar Kebayoran lama dan pasar Senin
b.      Pasar barang abstrak pasar yang menjual produk tidak terlihat secara fisik, contoh : pasar
komuditas atau komudity yang menjual barang semu seperti Pasar Karet dan Pasar Tembakau.
Pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat
berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat
disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit
jangka pendek.
Pasar Uang merupakan pertemuan demand dan supply dana jangka pendek. Dalam
pasar uang, valuta asing diperlukan untuk membayar kegiatan ekspor impor, hutang luar negeri.
Pasar Uang tradingnya dilakukan melalui Bursa atau Stock Exchange, Pasar Uang
sifatnya abstrak, tidak ada tempat khusus seperti halnya dengan Pasar Modal, transaksi pada
Pasar Uang dilakukan secara OTC (Over The Counter Market), dilakukan oleh setiap peserta
(partisipan) melalui Desk atau Dealing Room masing-masing peserta. Contoh kegiatan Pasar
Uang adalah : SBI, SPBU, Sertifikat Deposito.

10
a. SBI (Sertifikat Bank Indonesia) Sertifikat Bank Indonesia merupakan jenis surat berharga 
yang dikeluarkan oleh bank indonesia selaku bank sentral, yang dimaksudkan untuk dibeli oleh
bank umum dengan nilai nominal yang sangat besar. Tujuan bank Indonesia mengelurkan
sertifikat tersebut adalah mengurangi peredaran uang didalam masyarakat.
b. SPBU (Surat Berharga Pasar Uang) adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum
dan hanya dibeli oleh bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup besar. Tujuan adanya
SBPU ini adalah menigkatkan likuiditas bank umum dan untuk menekan laju inflasi.
c. Sertifikat deposito merupakan semacam surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank dalamnilai
nominal tertentu sebagai suart atas unjuk.
3.2  Keterkaitan Antara Pasar Barang Dengan Pasar Uang
Ada dua keterkaitan antara pasar barang dan pasar uang:
a. Pendapatan dan Permintaan Uang
Permintaan uang tergantung pada pendapatan. Pada saat output (pendapatan) agregat (Y)
meningkat, jumlah transaksi yang memerlukan penggunaan uang meningkat pula. Pendapatan
yang ditentukan di pasar barang, memiliki pengaruh besar atas permintaan uang di pasar uang”
b. Belanja Investasi yang direncanakan dan Tingkat Bunga
Belanja Investasi yang direncanakan (I) bergantung pada tingkat bunga (r). semakin tinggi
tingkat bunga, semakin rendah tingkat belanja investasi yang direncanakan.
3.3  Investasi, Tingkat Bunga dan Pasar Barang
Ketika tingkat bunga turun, Investasi yang direncanakan naik. Ketika tingkat bunga naik,
Investasi yang direncanakan turun. Alasan dari efek ini, ingatlah bahwa Investasi adalah
pembelian modal baru oleh perusahaan. Keputusan perusahaan untuk berinvestasi pada suatu
proyek bergantung pada apakah laba yang diharapkan dari proyek tersebut seuai dengan biaya.
Biasanya, biaya proyek investasi yang besar adalah biaya bunga.
Uang yang dipertimbangkan untuk menjalankan proyek umumnya dipinjam dan dilunasi
kembali pada periode yang lebih lama. Biaya rill proyek investasi bergantung sebagian pada
tingkat bunga—biaya meminjam. Ketika tingkat bunga naik, uang menjadi lebih mahal dan
sedikit proyek yang mungkin dijalankan. Kenaikkan tingkat bunga, ceteris peribus, cenderung
mengurangi tingkat belanja investasi yang direncanaka. Ketika tingkat bunga turun, akan lebuh
murah meminjam uang dan lebih banyak proyek invetasi yang mungkin dijalankan, penurunan
tingkat bunga citeris paribus, cenderung menaikkan tingkat belanja investasi yang direncanakan.

11
Hubungan antara tingkat bunga dan investasi yang direncanaka diilustrasikan oleh kurva
permintaan yang melandai turun:“Semakin tinggi tingkat bunga, semakin rendah pula tingkat
Investasi yang direncanakan.” Investasi yang direncanakan bergantung pada tingkat bunga untuk
mempertimbangkan pengaruh hubungan ini terhadap pengeluaran agregat yang direncanakan
(AE).
AE ≡ C + I + G
Banyak tingkat I yang mungkin terjadi, masing – masing berhubungan dengan tingkat bunga
yang berbeda. Ketika tingkat bunga berubah, investasi yang direncanakan berubah pula. Oleh
sebab itu, perubahan tingkat bunga (r) juga menyebabkan perubahan belanja total yang
direncanakan (C + I + G).  Efek perubahan tingkat bunga meliputi :
a. Tingkat bunga yang lebih tinggi (r) menghambat investasi yang direncanakan (I)
b. Investasi yang direncanakan adalah bagian dari pengeluaran agregat yang direncanakan (AE)
c. Oleh sebab itu, ketika tingkat bunga naik, pengeluaran agregat yang direncanakan (AE) pada
segala tingkat pendapatan turun.
d. Akhirnya, penurunan pengeluaran agregat yang direncanakan menurunkan output
(pendapatan) ekuilibrium (Y) sebesar pengganda penurunan awal investasi yang direncanakan.

3.4  Permintaan Uang, Output (Pendapatan) Agregat dan Pasar Uang


Tingkat bunga mempengaruhi tingkat belanja investasi yang direncanakan sehingga juga
mempengaruhi pasar barang. Sekarang kita lihat cara pasar barang mempengaruhi pasar uang.
Peningkatan tingkat bunga meningkatkan biaya peluang memegang uang yang tak berbunga (jika
dibandingkan dengan obligasi berbunga), yang mendorong orang untuk menyimpan lebih banyak
dana dalam obligasi dan lebih sedikit dalam saldo rekening cek.
Permintaan uang bergantung tingkat pendapatan dalam perekonomian. Lebih banyak
pendapatan berarti lebih banyak transaksi, dan peningkatan volume transaksi menyiratkan
permintaan uang yang lebih besar. Seiring semakin banyaknya orang menghasilkan pendapatan
yang lebih tinggi dan membeli lebih banyak, lebih banyak uang yang akan diminta untuk
memenuhi volume transaksi yang meningkat. Akibatnya peningkatan pendapatan menggeser
kurva permintaan uang ke kanan.
Alasan utama dalam memegang uang dalam ekonomi Islam adalah karena motif transaksi
dan motif berjaga-jaga adalah. Spekulasi tidak akan pernah ada. Dengan demikian permintaan

12
uang untuk tujuan spekulasi (sebagai fungsi tingkat bunga) menjadi nol dalam ekonomi Islam.
Oleh karena itu, permintaan uang dalam ekonomi islam berhubungan dengan tingkat pendapatan.
Besarnya persediaan uang tunai akan berhubungan dengan pendapatan dan frekuensi
pengeluaran.
Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar uang
dinyatakan dengan Kurva LM. Teori preferensi likuiditas menyatakan bahwa tingkat bunga
menyesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk aset perekonomian
yang paling likuid, yaitu uang. Jika M menyatakan penawaran uang dan P menyatakan tingkat
harga, maka M/P adalah penawaran dari keseimbangan uang riil. Teori preferensi likuisditas
mengasumsikan adanya penawaran uang riil tetap. Penawaran uang M adalah variabel kebijakan
eksogen yang dipilih oleh bank sentral. Tingkat harga P juga merupakan variabel eksogen dalam
model ini (dianggap tingkat harga adalah tertentu (given) karena model IS-LM menjelaskan
jangka pendek ketika tingkat harga adalah tetap). Asumsi ini menunjukkan bahwa penawaran
uang riil adalah tetap dan biasanya tidak tergantung pada tingkat bunga.
Teori preferensi likuiditas menegaskan bahwa tingkat bunga adalah sebuah determinan dari
berapa banyak uang yang ingin dipegang orang. Alasannya adalah bahwa tingkat bunga adalah
biaya peluang (opportunity cost) dari memegang uang: biaya yang harus ditanggung akrena
memegang aset dalam bentuk uang, yang tidak mendapat bunga baik dalam bentuk deposito
atau obligasi. Ketika tingkat bunga naik, orang-orang hanya ingin memegang lebih sedikit uang.
Jadi rumus permintaan terhadap uang riil adalah :
(M/P)d = L (r)
Dimana fungsi L(r) menunjukkan bahwa jumlah uang yang diminta tergantung pada tingkat
bunga. Tingkat bunga adalah biaya dari memegang uang, sehingga semakin tinggi tingkat bunga
semakin rendah jumlah keseimbangan uang riil yang diminta. Untuk menjelaskan berapa tingkat
bunga yang berlkau dalam perekonomian, maka dikombinasikan penawaran dan permintaan
terhadap uang riil. Menurut teori preferensi likuiditas, tingkat bunga menyesuaikan untuk
menyeimbangkan pasar uang. Pada tingkat bunga keseimbangan, jumlah uang riil yang diminta
sama dengan jumlah penawarannya.
Bagaimana tingkat bunga mencapai keseimbangan penawaran dan permintaan uang?
Penyesuaian terjadi karena kapan pun pasar uang tidak berada dalam keseimbangan, orang-orang
berusaha menyesuaikan portofolio aset mereka dan dalam prosesnya, mengubah tingkat bunga.

13
Tingkat pendapatan mempengaruhi permintaan terhadap uang. Ketika pendapatan tinggi,
pengeluaran juga tinggi, sehingga masyarakat terlibat dalam lebih banyak transaksi yang
mensyaratkan penggunaan uang. Jadi, uang yang lebih banyak menunjukkan permintaan uang
yang lebih besar. Dapat dituliskan dalam fungsi permintaan uang sebagai berikut :
(M/P)d = L(r,y)
Kurva LM menggambarkan hubungan di antara tingkat pendapatan dan tingkat bunga.
Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang riil,
dan semakin tinggi tingkat bunga keseimbangan. Karena itu, kurva LM miring ke atas.
Penurunan dalam penawaran dari keseimbangan riil menaikkan tingkat bunga yang
menyeimbangkan pasar uang. Maka penurunan dalam keseimbangan riil menggeser kurva LM
ke atas. Jadi kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang
konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan uang riil. Kurva LM digambar
untuk penawaran dari keseimbangan uang riil tertentu. Penurunan dalam penawaran dari
keseimbangan uang riil menggeser kurva LM ke atas. Kenaikan dalam penawaran dari
keseimbangan uang riil menggeser kurva LM ke bawah.
Tingkat bunga ekuilibrium adalah titik dimana kuantitas uang yang diminta sama dengan
kuantitas uang yang ditawarkan. Tingkat ekuilibrium tingkat bunga tidak ditentukan secara
eksklusif di pasar uang. Perubahan output (pendapatan) agregat (Y), yang terjadi di pasar barang,
menggeser kurva permintaan uang dan menyebabkan perubahan dalam tingkat bunga. Tingkat Y
yang lebih rendah akan menyebabkan tingkat ekuilibrium r lebih tinggi pula.
3.5  Equilibrium Pada Pasar Barang dan Pasar Uang
3.5.1        Equilibrium Pasar Barang
Equilibrium atau Keseimbangan pasar barang tercapai bila penawaran barang dan jasa telah
sama dengan permintaannya. Pada kondisi ini, total produksi sama dengan total pengeluaran.
Y=AE
C+S=C+I
S=I
f(Y) = f(r)
Kurva IS didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai tingkat
bunga dengan pendapatan nasional yang menjamin (memungkinkan) pasar barang dalam
keadaan seimbang.

14
Kita mengetahui bahwa dalam pasar barang ada tingkat ekuilibrium output (pendapatn)
agregat (Y) untuk tiap nilai tingkat bunga (r). untuk nilai r tertentu, kita bisa menentukan nilai
ekuilibrium Y. Nilai ekuilibrium Y turun ketika r naik dan naik ketika r turun. Oleh sebab itu,
ada hubungan negative antara ekuilibrium Y dengan r. Alasan hubungan negative ini adalah
hubungan negative antara investasi yang direncanakan dengan tingkat bunga. Ketika tingkat
bunga naik, investasi yang direncanakan (I) turun, dan penurunan dalam I ini menyebabkan
penurunan nilai ekuilibrium Y.
Kurva IS ialah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan nasional dan
tingkat bunga di pasar barang. Untuk model perekonomian sederhana (dua sektor),persamaan
kurva IS dapat dbentuk dengan menyamakan investasi (I, investment) terhadap persamaan
tabungan ( S, saving )
Kurva IS berslope negatif, sebab pada tingkat bunga (i) tinggi maka investasi (I) rendah
sehingga permintaan agregat (Z) rendah maka P dan Q juga rendah. Atau sebaliknya.
Kita juga mengetahui dari analisis sebelumnya dalam pasar barang, bahwa ketika pembelian
pemerintah (G) meningkat dengan tingkat bunga konstan, nilai ekuilibrium Y naik. Ini berarti
kurva IS bergeser ke kanan ketika G meningkat. Dengan r sama dan nilai G lebih tinggi, nilai
ekuilibrium Y lebih besar. Ketika G turun, kurva IS bergeser ke kiri.
Tercapainya keseimbangan di atas adalah keseimbangan dari satu sisi pasar yaitu sisi
permintaan.Keseimbangan pasar barang akan tercapai apabila permintaan agregat sama dengan
penawaran agregat (bertemu dalam satu titik/berpotongan).
3.5.2        Equilibrium Dalam Pasar Uang
Keseimbangan pasar uang tercapai bila permintaan uang (L) telah sama dengan penawaran
uang (M). Jadi, L = M
Kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten
dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan uan griil.
Kurva LM menggambarkan hubungan diantara tingkat pendapatan dan tingkat bunga.
Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang riil,
dan semakin tinggi tingkat bunga  keseimbangan. Karena itu, kurva LM  miring keatas.
Kurva LM  ialah kurva yang menunjukkan   keseimbangan antara pendapatan nasional dan
tingkat bunga di pasar uang. Persamaan kurva LM dapat dibentuk dengan menyamakan

15
persamaan permintaan akan uang ( L, liquidity preference ) terhadap persamaan penewaran uang
( M, money supply ).
Kurva LM berslope positif, melalui mekanisme “pasar uang” diketahui adanya hubungan
searah antara output produksi (Q) dengan tingkat bunga (i).
Pada pasar uang, ada nilai ekuilibrium tingkat bunga (r) untuk tiap nilai output (pendapatan)
agregat (Y). nilai ekuilibrium r ditentukan pada tingkat di mana kuantitas uang yang diminta
sama dengan kuantitas uang yang ditawarkan. Untuk nilai Y tertentu, kita bisa menentukan nilai
ekuilibrium r di pasar uang.nilai ekuilibrium r naik ketika Y naik dan turun ketika Y turun—
hubungan positif anata nilai ekuilibrium r dan Y. Alasan hubungn positif ini adalah hubungan
positif anatara permintaan uang dan Y. Ketika Y naik, permintaan uang naik karena lebih banyak
uang yang diminta untuk volume transaksi yang meningkat dalam perekonomian. Peningkatan
permintaan uang meningkatkan nilai r—sehingga tercapai hubungan positif antara nilai
ekuilibrium r dan Y. Hubungan positif tersebut dapat dilihat dari kurva LM:
Ketika penawaran uang (Ms) meningkat dengan dengan tingkat konstan Y, nilai ekuilibrium r
turun, maka kurva bergeser ke kanan ketika Ms naik. Dengan Y yang sama dan nilai Ms yang
lebih tinggi, nilai ekuilibrium r lebih rendah. Ketika Ms turun, kurva LM bergeser ke kiri. 
3.5.3        Equilibrium Pada Kedua Pasar (Pasar Barang Dan Pasar Uang)
Diagram IS-ML adalah kurva IS dan ML bersama sama dalam satu grafik. Titik dimana
kedua kurva berpotongan adalah titik di mana ekuilibrium terjadi pada kedua pasar, pasar barang
maupun pasar uang.
Merupakan titik pertemuan IS dan LM yang menggambarkan keseimbangan pasar barang
dan pasar uang secara bersama-sama (simultan)
Peningkatan pembelian pemerintah (G)
Nilai ekuilibrium Y dan r dipengaruhi oleh perubaha G—kebijakan fiscal. Peningkatan G
menyebabkan nilai ekuilibrium Y dan r yang lebih tinggi. Diilustrasikan dalam grafik :
Penurunan G menyebabkan nilai ekuilibrium Y dan r lebih rendah karena tingkat G yang
lebih rendah menyebabkan kurva IS bergeser ke kiri.
Peningkatan penawaran uang (Ms)
Nilai ekuilibrium Y dan r terpengaruh oleh perubahan Ms—kebijakan Moneter. Peningkatan
Ms menggeser kuva LM ke kanan, oleh sebab itu peningkatan Ms menyebabkan nilai ekuilibrium

16
yang lebih tinggi dari Y dan nilai kesetimbangan r yang lebih rendah. Diilustrasikan dalam
grafik.
Penurunan Ms menyebabkan nilai ekuilibrium Y yang lebih rendah dan nilai ekuilibrium r
yang lebih tinggi karena penawaran uang yang menurun menyebabkan kurva LM bergeser ke
kiri.
Diagram IS-LM adalah cara yang bermanfaat untuk melihat efek perubahan kebijakan fiscal
dan moneter pada output (pendapatan) agregat dan tingkat bunga melalui pergeseran ke dua
kurva.
Keseimbangan umum terjadi apabila pasar barang dan pasar uang berada dalam
keseimbangan secara bersama-sama. Dari keseimbangan tersebut diperoleh keseimbangan
pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga. Seperti penjelasan yang terdahulu,
keseimbangan pasar barang dicerminkan oleh Kurva IS dan keseimbangan pasar uang
dicerminkan oleh Kurva LM Keseimbangan Umum IS-LM Kurva IS adalah kurva yang
mewakili peristiwa yang terjadi di sektor riil atau pasar barang. Slope (kemiringan) dari kurva
ini adalah negatif. Sementara itu kurva LM adalah kurva yang mewakili peristiwa yang
terjadi di sector keuangan atau pasar uang. Slope kurva LM adalah positip. Kedua kurva akan
berpotongan pada satu titik.

17
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pasar barang dan pasar uang tidak beoperasi secara indipenden. Kejadian di pasar uang
memiliki pengaruh besar atas pasar barang, dan kejadian di pasar barang memiliki pengaruh
besar ata pasar uang.
Dua kaitan penting antara pasar barang dengan pasar uang. Tingkat output (pendapatan)
agregat (Y), yang ditentukan di pasar barang, menentukan volume transaksi tiap priode sehingga
mempengaruhi permintaan uang di pasar uang, dan tingkat bunga (r), yang ditentukan di pasar
uang, mempengaruhi tingkat belanja investasi yang direncanakan di pasar barang.
Pengertian Pasar Uang, pasar uang adalah pasar tempat atau kegiatan bertemunya
permintaan dan penawaran dana-dana berupa pusat-pusat berharga, yang mempunyai jangka
waktu kurang dari satu tahun. Jadi, pasar uang merupakan mekanisme yang dirancang untuk
mempertemukan pihak yang dimiliki surplus dana dengan pihak yang mengalami defisit. 
Pasar barang adalah pasar yang mempertemukan penawaran dan permintaan barang dan jasa.
Pasar barang sering diistilahkan dengan sektor riil Pasar barang adalah pasar dimana semua
barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.
4.2 Saran
Dalam pembuatan makalah mengenai pasar barang dan pasar uang mungkin masih
banyak kekurangan, baik di segi penulisan ataupun dari penyusunan kalimat dan kata-katanya,
oleh sebab itu kami selaku penulis minta maaf sebesar-besarnya kepada dosen dan mahasiswa
semua, sebagai penyempurna kami mengharap kritik dan saran yang positif dari teman-teman
semua.

18
DAFTAR PUSTAKA

Du Mairy, Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi, Yogyakarta : BPFE, 2004.

http://hpweblog.wordpress.com/2012/10/19/pasar-barang-dan-pasar-uang-model-islam/

http://anisamoetzh.blogspot.com/2013/12/keseimbangan-pasar-uang-dan-pasar-
barang.html

19