Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

SENAM ERGONOMIS PADA PENDERITA ASAM URAT (ARTHRITIS


GOUT)

Sub Pokok Bahasan : Senam Ergonomik

Sub Judul :1. Pengertian Senam Ergonomik

                                      2. Gerakan Senam Ergonomik

                                      3. Teknik Senam Ergonomik                     

4. Manfaat Senam Ergonomik

Waktu : 1 x 20 menit

Hari/ Tanggal : Rabu, 24 Desember 2019

Tempat : Rumah Ny. S

Sasaran : Ny.S

Pemateri : Icha Octaviani Widya Pinasti

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Tujuan Penyuluhan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 1x 20 menit peserta mengetahui


tentangsenam ergonomik.

2. Tujuan Penyuluhan Khusus

a. Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta mampu:


b. Menjelaskan mengenai pengertian senam ergonomik.
c. Menyebutkan gerakan senam ergonomik.
d. Menjelaskan teknik senam ergonomik.
e. Menjelaskan manfaat senam ergonomik.
B. MATERI

1. Pengertian senam ergonomik.


2. Gerakan senam ergonomik.
3. Teknik senam ergonomik.
4. Manfaat senam ergonomik.

C. METODE

1. Senam
2. Tanya Jawab

D. MEDIA DAN ALAT

1. Leaflet
2. Lembar balik

E. SASARAN
Ny. A

F.     KEGIATAN

Tahap/ Kegiatan Penyuluhan


Waktu Penyuluh/Pemateri Peserta
Pembukaan 1. Memberikan salam pembuka dan 1. Menjawab salam
3 menit memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
2. Menginformasikan materi yang memperhatikan
akan disampaikan 3. Menjawab
3. Menjelaskan tujuan yang ingin pertanyaan
dicapai pada akhir penyuluhan ini
4. Menjelaskanmanfaat dan relevansi
pokok bahasan ini
5. Melakukan apersepsi
mengenai senam ergonomik.
PenyampaianMater 1. Menerangkan tentang 1. Mendengarkan dan
i pengertian senam ergonomik memperhatikan
12 menit 2. Menerangkan tentang gerakan 2. Menjawab
senam ergonomik. pertanyaan
3. Menjelaskantentang teknik senam 3. Menerima
ergonomik. reinforcement
4. Menjelaskan tentang manfaat
senam ergonomik.
5. Memberi kesempatan pada peserta
untuk bertanya tentang materi yang
telah disampaikan
6. Memberi kesempatan pada peserta
lain untuk menjawab pertanyaan
7. Menjawab dan menjelaskan
kembali tentang pertanyaan peserta
Penutup 1. Mengajukan beberapa pertanyaan 1. Menjawab
5 menit mengenai materi yang telah pertanyaan
diberikan untuk mengevaluasi 2. Mendengarkan dan
peserta memperhatikan
2. Menyimpulkan materi yang telah 3. Menjawab salam.
disampaikan
3. Mengucapkan salam penutup.

G.     EVALUASI

1. Evaluasi Struktur
a. Klien ikut dalam kegiatan penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan di lakukan dirumah
2. Evaluasi proses
a. Klien antusias terhadap materi penyuluhan
b. Klien terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi)
3. Evaluas Hasil:
a. Klien mengerti tentan senam ergonomic dan mampu mempraktikkan
gerakan senam
Pertanyaan
1. Apa yang dimaksud dengan senam ergonomik?
2. Sebutkan gerakan-gerakan senam ergonomik?
3. Sebutkan teknik-teknik senam ergonomik?
4. Apa manfaat senam ergonomik?

H.    REFERENSI

1. Wiratsongko, Madyo. 2016. Pedoman Sehat Tanpa Obat. Jakarta: Elex Media


Komputindo.
2. Wratsongko, Madyo dan Trianggoro. 2016. 205 Resep Pencegahan dan
Penyembuhan Penyakit Dengan Gerakan Sholat. Jakarta: Qultum Media.
MATERI PENYULUHAN

SENAM ERGONOMIK

1. Pengertian Senam Ergonomik.

Senam ergonomik merupakan senam yang gerakan dasarnya terdiri atas lima
gerak yang masing-masing memiliki kandungan manfaat berbeda, tetapi saling terkait
satu dan lainnya. Senam ergonomik adalah suatu teknik senam untuk mengembalikan
atau membetulkan posisi dan kelenturan sistem saraf dan aliran darah,
memaksimalkan suplai oksigen ke otak, membuka sistem kecerdasan, sistem
keringat, sistem pemanas tubuh, sistem pembakaran asam urat, kolesterol, gula darah,
asal laktat, sistem kesegaran tubuh, dan sistem kekebalan tubuh.Senam ergonomik
dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa batasan umur. Dengan melakukan senam
ergonomik, para orang tua dapat merasakan kesehatan yang optimal; para remaja
dapat meningkatkan daya tahan sehingga produktivitasnya meningkat; meningkatkan
kecerdasan anak-anak; mengurangi rasa sakit saat melahirkan pada wanita hamil, dan
mengurangi rasa sakit bagi wanita yang biasanya kesakitan saat haid.

2. Gerakan senam ergonomik.

Gerakan dalam senam ergonomik terdiri dari lima gerakan dasar dan satu
gerakan penutup. Gerakan dasar senam ergonomik terdiri dari gerakan lapang dada,
tunduk syukur, duduk perkasa, duduk pembakaran, dan berbaring pasrah. Gerakan
penutup senam ergonomik yaitu gerakan mikro energi atau sering disebut gerakan
putaran energi inti. Masing-masing gerakan mengandung manfaat yang luar biasa
dalam pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan.

3. Teknik senam ergonomik.

Awali setiap gerakan senam dengan menarik napas, gunakan teknik napas dada,
yaitu saat menarik napas perut dikecilkan dan dada dibusungkan. Tujuan gerakan ini
ialah agar rongga dada dapat berkembang optimal dan paru-paru dapat lebih banyak
menghimpun udara. Melakukan senam ergonomik secara rutin, minimal selama dua
minggu, akan melatih tubuh untuk melakukan gerakan fisik. Berikut ini penjelasan
mengenai teknik senam ergonomic adalah:

a. Teknik ke satu
Berdiri tegak dengan dua lengan diputar ke belakang semaksimal mungkin
kemudian rasakan keluar dan masuknya udara dengan rileks. Saat dua lengan
di atas kepala, jari kaki jinjit.

Gambar 1

b. Teknik ke dua
Dari posisi berdiri tegak dengan menarik napas dalam secara rileks, tahan
napas sambil membungkukkan badan ke depan (napas dada) semampunya.
Tangan berpegangan pada pergelangan kaki sampai punggung terasa
tertarik/teregang. Wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat
melepaskan napas, lakukan hal itu dengan rileks dan perlahan.

c. Teknik ke tiga
Menarik napas dalam (napas dada) lalu tahan sambil membungkukkan badan
ke depan dan dua tangan bertumpu pada paha. Wajah menengadah sampai
terasa tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging.
Gambar 2 dan 3

d. Teknik ke empat
Posisi Duduk Perkasa dengan dua tangan menggenggam pergelangan kaki,
menarik napas dalam (napas dada), badan membungkuk ke depan sampai
punggung terasa tertarik/teregang, wajah menengadah sampai terasa
tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging. Saat
melepaskan napas, lakukan hal itu secara rileks dan perlahan.

Gambar 4

e. Teknik ke lima
Posisi kaki duduk pembakaran dilanjutkan berbaring pasrah. Punggung
menyentuh lantai/alas, dua lengan lurus di atas kepala, napas rileks dan
dirasakan (napas dada), perut mengecil. Apabila tidak mampu menekuk
kaki, maka kaki bisa diposisikan pada keadaan lurus.
Gambar 5

f. Teknik ke enam
Gerakan putaran energi inti diawali dengan duduk simpuh dengan punggung
kaki sebagai alas. Dua lengan lurus ke depan, lalu pergelangan tangan
diputar mulai dari depan dada sampai atas kepala, wajah menengadah
melihat putaran tangan, kemudian putar pergelangan tangan ke arah luar
sebanyak 60 putaran. Saat putaran berakhir, menghirup napas dan ditahan.
Dua lengan digerakan ke belakang melewati dua pinggang hingga dua
lengan lurus dengan telapak tangan menghadap ke atas. Badan membungkuk
ke depan, kemudian wajah ditengadahkan sampai terasa darah (gerakan
energi) berjalan dari punggung ke wajah (wajah tampak kemerahan). Jika
sudah maksimal, maka napas dihembuskan perlahan (rileks) tidak
menghentak.

Gambar 6
4. Manfaat senam ergonomik.

a. Mengoptimalkan metabolisme
b. Mencegah sakit pinggang dan menjaga syaraf memori (daya ingat).
c. Melancarkan BAK dan BAB dan melancarkan pencernaan.
d. Meningkatkan, mempertahankan suplai darah, dan oksigenasi otak secara
optimal.
e. Mengoptimalkan suplai darah dan oksigenasi otak, serta optimalisasi fungsi
organ paru, jantung, ginjal, lambung, usus, dan liver.