Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PENDAHULUAN

POLARIMETER

NAMA : SUSI SUSANTI

NIM : 60400117042

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2020
JAWABAN

1. Optika adalah cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan
interaksi cahay dengan materi tampilan. Bidang optika biasanya menggambarkan
sifat cahaya tampak, inframerah dan ultrafiolet, tetapi karena cahaya adalah
gelombang elektromagnetik, gejala yang sama juga terjadi di sinar-X, gelombang
mikro, gelombang radio, dan bentuk lain dari radiasi elektromagnetik dan juga
gejala serupa seperti pada sorotan partikel muatan (charged beam).
Yang dimaksud dengan sifat optik aktif adalah memutar bidang polar dari
gelombang elektromagnetik yang melewatinya.

2. - Polarisasi linier, terjadi pada saat medan listrik suporposisi mempunyai arah
baru dan ujungnya bergerak pada garis lurus.
- Polarisasi elips terjadi karena hasil dari superposisi sirkular memberikan
vektor medan listrik yang ujungnya berputar pada sebuah dan mempunyai
amplitudo yang tidak sama.
- Dalam polarisasi melingkar , bidang berputar secara konstan dalam pesawat
saat gelombang bergerak

3. - adalah panjang gelombang, jadi lempengan berarti lempengan/stub yang


dibutuhkan panjangnya adalah setengah lamda/setenan dari panjang
gelombang.
- lempengan berarti lempengan/stub yang dibutuhkan panjangnya adalah
atau dari panjang gelombang.

4. Dapat, karena berkas cahaya monokromatis setelah melewati polarimeter


sebagian memasuki lempeng dan sisanya di teruskan langsung ketabung yang
berisi larutan gula atau zat optic lainnya. Karena lempeng yang digunakan adalah
lempeng , maka bidang polarimeter sinar (2) akan terputus. Jika pada mulanya
bidang polarisasi terletak disebelah kiri sumbu dengan sudut a, maka setelah
keluar dari lempeng , bidang terpolarisasi ini akan terletak disebelah kanan
sumbu optic dengan sudut yang sama.
5. Dapat, karena cahaya putih merupakan cahaya polikromatik yang terdiri dari
berbagai panjang gelombang yang dapat bervibrasi kesegala arah. Cahaya putih
dapat diubah menjadi cahaya monokromatik (hanya terdiri dari satu panjang
gelombang) dengan menggunakan suatu filter atau sumber cahaya yang khusus.

6. Jika suatu berkas terpolarisasi linier suatu larutan zat yang bersifat optik aktif
(misalnya larutan gula), maka bidang polarimeter berkas cahaya tersebut akan
berputar sebesar sudut tertentu. Besar sudut ini bergantung pada konsentrasi
larutan, panjang gelombang sinar. Jadi yang menyebabkan sifat optic aktif pada
larutan seperti gula karena adanya berkas terpolarisasi linier terjadi pada saat
medan listrik suporposisi mempunyai arah baru dan ujungnya bergerak pada
garis lurus.

7. Polarisasi merupakan dasar dari sebuah optik dan terjadi akibat adanya
superposisi 2 gelombang yang tegak lurus dan bersifat getaran harmonic
sederhana.
Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan
cermin II saling tegak lurus, maka tidak aka nada cahaya yang dipantulkan oleh
cermin II. Peristiwa ini menunjukkan terjadinya peristiwa polarisasi. Cermin I
disebut polarisator, sedangkan cermin II disebut analisator.
Analisator berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya yang terpolarisasi.