Anda di halaman 1dari 2

Resume Sesi I :

Materi Pedoman Teknis Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor Farmasi di
Fasilitas Pelayanan Kefarmasian (Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018 oleh Kepala Loka POM Kab. Bogor
(Bpk. M. Rusydi Ridha, M.Farm, Apt)

Ruang lingkup pengawasan meliputi fasyanfar mandiri (apotek, toko obat) maupun yang dilakukan
bersama profesi lain (RS, Puskesmas, klinik).

Dalam penyelenggaraan pekerjaan kefarmasian, apoteker harus berpegang pada SOP yang dibuat secara
tertulis dan selalu di update secara terus menerus.

Standar pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik.
Ketentuannya tercantum dalam PMK Tahun 2016 No. 72 (RS), No. 73 (Apotek), dan No. 74 (Puskesmas);
PMK No. 9 Tahun 2017 tentang apotek dan Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018.

Kewenangan BPOM : pengawasan standar yanfar khusus terkait dengan pengelolaan sediaan farmasi.

Ruang lingkup Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018 meliputi pengaturan terhadap seluruh aspek simpul
pengelolaan obat mulai dari Pengadaan, Penerimaan, Penyimpanan, Penyerahan, Pengembalian,
Pemusnahan dan Pelaporan. Pengelolaan obat diutamakan berbasis elektronik (pemesanan, pencatatan,
penyimpanan & mutasi obat). Peraturan ini sebagai rujukan bagi pemda (Dinas Kesehatan) dalam
melakukan pembinaan fasilitas pelayanan kefarmasian dalam mengelola obat, narkotika, psikotropika
dan prekursor. Selain itu juga sebagai pedoman bagi petugas Badan POM untuk melaksanakan
pengawasan obat, narkotika, psikotropika dan prekursor di fasilitas pelayanan kefarmasian.

Sesi 2 : Angina Pectoris oleh dr. Zul Efendi Sp. JP(K), FIHA

Nyeri dada dapat disebabkan dari kardiovaskuler dan non-kardiovaskuler. Nyeri dada juga dapat
dibedakan menjadi nyeri dada tajam dan tumpul.

Definisi Angina Pectoris : Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang berasal dari kardiak yang
disebabkan temporary imbalance antara suplai & kebutuhan oksigen miokard. Angina : nyeri tumpul, di
dada sebelah kiri dan pasien tidak dapat menunjukkan lokasi titik spesifik dari nyeri.

Klasifikasi angina : tipikal, atipikal dan nyeri dada non-kardiak.

Plak terbentuk bukan dilumen pembuluh darah namun diantara lapisan endotel dan tunika media.
Keluhan dapat muncul jika plak telah menutup hingga 70% dari aliran darah. Terjadi serangan jantung
apabila plak rupture dan terbentuk thrombus yang menutupi seluruh aliran darah.

Pemicu angina : aktifitas berlebihan terutama di pagi hari, makan berlebihan, stress emosional, dan
cuaca dingin.

Penatalaksanaan angina stabil : Identifikasi & terapi penyakit terkait yang mencetuskan atau
memperparah angina, mengendalikan faktor resiko koroner, modifikasi gaya hidup, dan terapi
farmakologi.
Sesi 3 : Sosialisasi SIAP (Sistem Informasi Apoteker) oleh Bapak Agus Sulaiman, M.Si, Apt dari PD IAI
Jabar

SIAP adalah aplikasi online yang berisi informasi mengenai kegiatan Pengurus Pusat (PP), Pengurus
Daerah (PD), atau Pengurus Cabang (PC) IAI, komunikasi antara komponen pengurus dan anggota, serta
pelayanan bagi anggota baik itu pelayanan keanggotaan, pelaporan SKP kegiatan kefarmasian,
resertifikasi, rekomendasi, dan pelayanan lainnya. Alamat SIAP : apoteker.or.id

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan apoteker dalam melaporkan kegiatan praktik kefarmasian
secara rutin. Beberapa fitur layanan pada SIAP : pendaftaran anggota baru, heregistrasi, permohonan
mutasi, rekomendasi, herekomendasi, bebas praktik, pelaporan SKP dan resertifikasi apoteker. Degan
SIAP, pelayanan bagi anggota menjadi lebih mudah, cepat dan efisien.

Sesi 4 : Rakercab PC IAI Kabupaten Bogor

Rangkaian kegiatan Rakercab meliputi pemaparan program kerja dari beberapa bidang dalam PC IAI Kab.
Bogor yakni Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Bidang Ilmiah dan Pendidikan Berkelanjutan serta
Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan. Kegiatan diselingi diskusi untuk penyampaian
usulan-usulan dari anggota mengenai proker masing-masing bidang.

Proker Bidang Organisasi dan Keanggotaan antara lain : Pelayanan keanggotaan (mutasi, rekomendasi,
heregistrasi, pembekalan), Konfercab, Rakerda, Rakernas, Rakercab. Salah satu usulan dari anggota
adalah untuk menambah jumlah hari pelayanan keanggotaan.

Proker Bidang Ilmiah dan Pendidikan Berkelanjutan antara lain : pelaksanaan seminar untuk anggota,
dengan usulan untuk memperluas cakupan materi sehingga dapat meningkatkan kompetensi apoteker
baik yang bekerja di bidang industri maupun pelayanan.

Proker Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan antara lain : kegiatan World Pharmacist Day
(Sosialisasi Dagusibu, Apoteker Cilik (Apocil)). Usulan kegiatan : apoteker tanggap bencana, pembuatan
produk dari anggota PC IAI untuk dipasarkan.