Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PARASITOLOGY

DISUSUN OLEH

1. SYLVA ADRIANA
2. TARISYAH HARIANI
3. TATA MUTIA TANTI
4. TIRA YUSNITA DEWI

PROGRAM STUDI DIII TLM


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ABDURRAB
2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat
dan karunia-Nya, kami dapat menyusun makalah Tentang Kelabang Chilopoda
ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan kita, Nabi
Muhammad SAW, serta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang
senantiasa ta’at hingga akhir zaman.
Makalah ini kami susun guna sebagai tugas Mata kuliah di program analis
kesehatan, . Dalam makalah ini dipaparkan materi tentang pengertian, penyebaran
Taksonomi, Anatomi Tubuh Serta Morfologi daun hidup dan habitat dari Hewan
Kelabang.
Dengan demikian, diharapkan kami mampu mengetahui, memahami, dan
menyimpulkan materi-materi tersebut. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini
masih banyak kekurangan atau kekeliruan, oleh karna itu kami menerima kritik
dan saran yang membangun guna  perbaikan dalam penyusunan makalah di waktu
yang akan datang.

Pekanbaru, 3 Januari 2020

Penuli
s

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 1
1.3 Tujuan ................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kelabang........................................................................... 3
2.2 Penyebaran.......................................................................................... 3
2.3 Taksonomi.......................................................................................... 3
2.4 Atanomi ............................................................................................. 4
2.5 Morfologi Daur Hidup ....................................................................... 5
2.6 Habitat Kelabang ............................................................................... 7
2.7 Patogenitas ......................................................................................... 7
BAB III PENUTUP ................................................................................... 8
3.1 Kesimpulan ........................................................................................ 8
3.2 Saran .................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 9

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kelabang Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak
bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Myriapoda.
Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator), makanannya adalah cacing dan
serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap
segmen mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala
dan dua segmen terakhir. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-
masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. kelabang bila bertemu
mangsanya akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan
kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa
Kelabang memiliki kaki berjumlah banyak dan antena yang panjang di
bagian depan serta belakang tubuhnya. Diperkirakan di dunia ini ada sekitar 8.000
spesies kelabang di dalam tangga klasifikasi ilmiah, semuanya termasuk ke dalam
kelas Chilopoda.
Kepala kelabang bulat atau pipih, bantalan sepasang antena di margin
depan. Kelabang juga memiliki sepasang memanjang rahang , dan dua pasang
maksila. Pasangan pertama anggota badan peregangan maju dari tubuh untuk
menutupi sisa mulut. Anggota badan ini, atau maxillipeds , akhir di cakar tajam
dan termasuk kelenjar racun yang membantu hewan untuk membunuh atau
melumpuhkan mangsanya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari kelabang Chilopoda
2. Bagaimana penyebaran dari kelabang Chilopoda
3. Menyebutkan Taksonomi dari kelabang Chilopoda
4. Bagaimana Anatomi tubuh dari kelabang Chilopoda
5. Apa Marfologi dari kelabang kelabang Chilopoda
6. Bagaimana habitat dari kelabang kelabang Chilopoda
7. Bagaimana Patogenitas dari kelabang Chilopoda
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari kelabang Chilopoda
2. Untuk mengetahui penyebaran dari kelabang Chilopoda
3. Untuk mengetahui taksonomi kelabang Chilopoda
4. Untuk mengetahui anatomi dari kelabang Chilopoda
5. Untuk mengetahui marfologi dari kelabang Chilopoda
6. Untuk mengetahui habitat kelabang Chilopoda
7. Untuk mengetahui patogenitas dari kelabang Chilopoda

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kelabang


Pengertian Kelabang Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak
bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Myriapoda.
Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator), makanannya adalah cacing dan
serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap
segmen mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala
dan dua segmen terakhir. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-
masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. kelabang bila bertemu
mangsanya akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan
kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. (Moch Anshori ,2009).

2.2 Penyebaran (Distribusi)


Organisme yang kelabang cukup umum dan Anda dapat menemukan
mereka di daerah yang diarsir seperti bagian bawah daun-daun mati dan batu, gua,
hutan dan bahkan bagian dalam rumah. Mereka biasanya ditemukan di banyak
daerah iklim dari dunia seperti padang pasir, pegunungan, hutan dan hutan.
Mereka adalah arthropoda soliter (bila disatukan, Anda melawan dengan kematian
salah satu dari dua) dan malam. Pada siang hari mereka pergi untuk mencari
perlindungan di lahan basah dan gelap, tetapi jika cuaca terlalu basah atau terlalu
kering, mereka mencari tempat lain, datang untuk berlindung di dalam rumah.
Spesies yang hidup di zona beriklim dunia biasanya lebih kecil (hingga 10 cm)
dari mereka menghuni daerah khatulistiwa yang lembab, yang dapat melebihi 30
cm. (Djoko Martono,2009)

2.3 Taksonomi
Superdomain Biota
Superkerajaan Eukaryota
Kerajaan Animalia
Upakerajaan Bilateria

3
Infrakerajaan Profostomia
Superfilum Ecdysozoa
Filum Arthropoda
Upafilum Myriapoda
Kelas Chilopoda
Ordo        Scolopendromorpha
Famili Scolopendridae
Genus Scolopendra

2.4 Anatomi Tubuh


Kelabang memiliki kaki berjumlah banyak dan antena yang panjang di
bagian depan serta belakang tubuhnya. Diperkirakan di dunia ini ada sekitar 8.000
spesies kelabang di dalam tangga klasifikasi ilmiah, semuanya termasuk ke dalam
kelas Chilopoda.
Kelabang juga memiliki segmen-segmen yang panjang sehingga
menyerupai kaki seribu. Perbedaan antara kelabang dengan kaki seribu terletak
pada jumlah kaki. Kelabang hanya memiliki satu pasang kaki sedangkan pada
kaki seribu, setiap segmen tubuh  memiliki dua pasang kaki. Kelabang telah
berevolusi selama bertahun-tahun sehingga sekarang kaki depan pada kelabang
mengandung bisa dan yang digunakan sebagai pelindung.
Sistem pernapasan Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-
cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas, berupa satu pasang
trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas.

4
Sistem pencernaan Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya
dari mulut sampai anus dan mempunyai kelenjar ludah.. Alat eksresi berupa dua
buah saluran malphigi. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada
segmen
Sistem reproduksi Secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan
sperma (fertilasi internal). 2.5. Makanan Lipan adalah predator dan akan
membunuh dan mengkonsumsi berbagai invertebrata lainnya seperti laba-laba,
moluska, serangga, slaters dan kelabang lainnya. Bila bertemu mangsanya, lipan
akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun
yang berguna untuk melumpuhkan mangsa. Mangsa biasanya bergerak kemudian
racun disuntikkan melalui taring dan kemudian dirobek-potong oleh rahang dan
bagian-bagian lunak dimakan.

2.5 Morfologi Daur Hidup


Kepala kelabang bulat atau pipih, bantalan sepasang antena di margin
depan. Kelabang juga memiliki sepasang memanjang rahang , dan dua pasang
maksila. Pasangan pertama anggota badan peregangan maju dari tubuh untuk
menutupi sisa mulut. Anggota badan ini, atau maxillipeds , akhir di cakar tajam
dan termasuk kelenjar racun yang membantu hewan untuk membunuh atau
melumpuhkan mangsanya.
Mata kelabang tidak berfungsi dengan baik, hanya bisa membedakan terang
dan gelap. Pada beberapa spesies, pasangan pertama dari kaki pada akhir kepala
kelabang bertindak sebagai indera mirip dengan antena, tapi tidak seperti antena
dari kebanyakan hewan lainnya. Indra biasa ditemukan di beberapa kelompok
adalah organ Tömösváry . Ini terletak di dasar antena, dan terdiri dari struktur

5
seperti cakram dengan pori tengah yang dikelilingi oleh sel-sel sensorik. Mereka
mungkin digunakan untuk getaran penginderaan, dan bahkan dapat memberikan
rasa pendengaran
Keunikan hewan kelabang adalah memiliki Forcipules, Forcipules ini tidak
dimiliki arthropoda lainnya. Sedangkan Forcipules adalah modifikasi dari
pasangan pertama kaki , membentuk menjepit -seperti embel selalu menemukan
tepat di belakang kepala.
Forcipules bukanlah mulut , walaupun Forcipules digunakan untuk
menangkap mangsa, menyuntikan  racun dan untuk memegang mangsa ketika
tertangkap. Dan kelenjar racun dijalankan melalui tabung hampir ke ujung setiap
forcipule.
Pada belakang kepala hewan kelabang adalah tubuhnya, sedangakan tubuh
kelabang terdiri dari 15 atau lebih segmen. Sebagian besar segmen memiliki satu
pasang kaki, dengan maxillipeds memproyeksikan ke depan dari segmen tubuh
yang pertama, dan di akhir dua segmen yang kecil dan juga berkaki.
Setiap sepasang kaki  kelabang sedikit lebih panjang dari pasangan kaki di
depannya, yang mana untuk memastikan bahwa kaki kaki kelabang tidak tumpang
tindih, sehingga mengurangi kemungkinan bahwa kaki kaki kelabang akan saling
bertabrakan saat bergerak cepat. Dalam kasus ekstrim, pasangan terakhir dari kaki
mungkin dua kali panjang dari pasangan pertama. Segmen terakhir beruang telson
dan termasuk bukaan organ reproduksi.
Sebagai hewan predator, kelabang terutama menggunakan antena mereka
untuk mencari mangsa. Saluran pencernaan kelabang membentuk tabung
sederhana, dengan kelenjar pencernaan melekat pada mulut.
Layaknya seperti serangga, kelabang juga bernapas melalui sistem trakea ,
biasanya dengan pembukaan tunggal, atau ventilator pada setiap segmen tubuh. 
Dan kelabang  mengeluarkan limbah melalui satu pasang tubulus Malphigi .
Salah satu jenis kelabang terbesar di dunia adalah Scolopendra gigantea ,
yang juga dikenal sebagai kelabang raksasa Amazon, dan ukuran panjangnya
mencapai lebih dari 30 cm (12 in). Dengan ukuran sebesar itu kelabang raksasa
Amazon bisa memangsa kadal , katak , burung , tikus , bahkan kelelawar dan
laba-laba tarantula.

6
2.6 Habitat Kelabang
Lipan mudah ditemukan di daerah yang diarsir seperti bagian bawah daun-
daun mati, batu, gua, hutan, dan bahkan bagian dalam rumah. Mereka biasanya
ditemukan di daerah iklim seperti padang pasir, pegunungan, dan hutan. Mereka
adalah arthropoda soliter (bila disatukan, Anda melawan dengan kematian salah
satu dari dua) dan malam. Pada siang hari mereka pergi untuk mencari
perlindungan di lahan basah dan gelap. Jika cuaca terlalu basah atau terlalu
kering, mereka mencari tempat lain untuk datang berlindung di dalam rumah.
Spesies yang hidup di zona beriklim panas biasanya lebih kecil (hingga 10 cm)
dari mereka menghuni daerah khatulistiwa yang lembap, yang dapat melebihi 30
cm (Endang sri Lestari, 2009)

2.7 Patogenitas
Kelabang biasanya bertelur pada musim panas tiba. Telur kelabang
disimpan kedalam tanah, Kebanyakan spesies dari kelabang harus berpasangan
untuk bereproduksi. Peroses perkawinan kelabang terjadi beberpa jam yang
dimuali dari kelabang jantan menyimpan sperma dalam jaring kantong di dalam
tanah, kemudian kelabang jantan membujuk kelabang betina  untuk masuk ke
jaring tersebut, dengan menekan kaki belakang saya dengan antenanya. Setelah
beberapa jam kemudian, akhirnya bagian belakang tubuh si betina akan berada
dalam jaring. Kemudian si betina akan mengambil sperma untuk dipindahkan ke
organ reproduksi. yang kemudian akan menjadi telur. Kelabang akan menjagai
telur tersebut sampai menetas, dan kelabang kecil mulai memisah dari induknya
ketika exoskeleton mereka tumbuh.

BAB III
PENUTUP

7
3.1 Kesimpulan
Chilopoda adalah Ordo dari anggota hewan tak bertulang belakang yang
termasuk dalam filum Arthropoda, kelas Myriapoda. Hewan ini tergolong
hewan pemangsa (predator), makanannya adalah cacing dan serangga. Lipan atau
kelabang bila bertemu mangsanya akan menyerang mangsanya dengan cara
menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa.
Subkelas Chilopoda yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Chilopoda memangsa hewan kecil dengan cara melumpuhkannya dengan
gigi yang beracun. Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-
ruas (15-173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di
belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala
terdapat satu pasang taring bisa membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat
sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal
dan mulut.
Patogenitas Kelabang biasanya bertelur pada musim panas tiba. Telur
kelabang disimpan kedalam tanah, Kebanyakan spesies dari kelabang harus
berpasangan untuk bereproduksi. Peroses perkawinan kelabang terjadi beberpa
jam yang dimuali dari kelabang jantan menyimpan sperma dalam jaring kantong
di dalam tanah, kemudian kelabang jantan membujuk kelabang betina  untuk
masuk ke jaring tersebut, dengan menekan kaki belakang saya dengan antenanya.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya bagian belakang tubuh si betina akan
berada dalam jaring.

3.2 Saran
Saran pada saat pembuatan makalah Penulis menyadari bahwa banyak
sekali kesalahan dan jauh dari kesempurnaan.  dengan sebuah pedoman yang bisa
dipertanggungjawabkan dari banyaknya sumber Penulis akan memperbaiki
makalah tersebut . Oleh sebab itu penulis harapkan kritik serta sarannya mengenai
pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.
DAFTRA PUSTAKA

8
Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono (2009). Biologi 1 : Untuk
Sekolah

Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta: Pusat


Perbukuan

Departemen Pendidikan Nasional. ISBN : 978-979-068-129-3 ( no.jil.lengkap) /


ISBN  : 978-979-068-130-9.

Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari (2009). Biologi 1 :
Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-
129-3 (no. jilid lengkap) / ISBN 978-979-068 131-6.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kelabang


pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan".