Anda di halaman 1dari 22

DAMPAK PENGGUNAAN HAND SANITIZER DALAM

UPAYA PENCEGAHAN COVID-19

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:
GERALD TANAJA
NISN : 0017111626

PROGRAM ILMU PENGETAHUN SOSIAL


SMA KATOLIK UNTUNG SUROPATI KRIAN
2020
Dampak Penggunaan Hand Sanitizer dalam Upaya
Pencegahan Covid-19

Karya Tulis Ilmiah sebagai Satu Syarat Kelulusan


Program Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh:
GERALD TANAJA
NISN : 0017111626

PROGRAM ILMU PENGETAHUN SOSIAL


SMA KATOLIK UNTUNG SUROPATI KRIAN
2020
LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama :........................................................................
NIS :........................................................................
Jurusan :........................................................................
Penulis KTI berjudul :........................................................................

Dengan ini menyatakan bahwa:


1. Karya tulis ilmiah ini adalah benar-benar karya tulis saya sendiri dan
bukan hasil plagiat dari orang lain. Karya-karya yang tercantum dalam
daftar pustaka KTI ini semata-mata digunakan sebagai acuan/refrensi
2. Apabila kemudian hari diketahui bahwa isi KTI saya merupakan hasil
plagiat, maka saya bersedia menanggung akibat hukum dari keadaan
tersebut.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala kesadaran

Sidoarjo,..........................
Yang menyatakan

GERALD TANAJA

iii
HALAMAN PENGESAHAN

Dampak Penggunaan Hand Sanitizer dalam Upaya Pencegahan Covid-19

Oleh:

Gerald Tanaja
NISN : 0017111626

Telah disahkan oleh guru pembimbing pada .....................................................


dan dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dan pemenuhan tugas akhir siswa

Disetujui oleh:
Kepala Sekolah Guru Pembimbing
SMAK Untung Suropati Krian

Ellysabeth Elly Susiana, S.Ag Erna Prawati, S.Pd

iv
ABSTRAK

Virus Covid-19 merupakan virus turunan dari SARS yang menyerang sistem
pernapasan manusia dan menjadi virus mematikan di penghujung tahun 2019.
Covid-19 dapat ditularkan melalui droplet penderita secara langsung atau
menempel pada benda-benda yang kemudian tidak sengaja tersentuh oleh tangan
orang lain lalu masuk melalui mulut, hidung dan mata. Penularan tersebut dapat
dicegah dengan menggunakan cairan Hand Sanitizer yang merupakan zat
antiseptik dengan kandungan zat aktif berbahan dasar dan bahan antimikroba lain
yang dapat merusak susunan bakteri serta virus. Masyarakat masih awam dengan
kegunaan cairan ini sehingga sering menyalahartikannya. Berdasarkan hal
tersebut, karya tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan memberikan informasi lebih
dalam kepada masyarakat umum mengenai produk Hand Sanitizer agar dapat
digunakan secara bijak. Data dan informasi dalam karya tulis ilmiah ini diperoleh
menggunakan metode penelitian studi literatur dan dokumentasi yang kemudian
dianalisis secara kualitatif. Data yang diperoleh yakni cairan Hand Sanitizer
berbahan dasar alkohol dapat bekerja efektif untuk merusak susunan virus dengan
kadar etanol >62% selama 60 detik setelah disemprotkan. Semakin tinggi kadar
semakin lama pula permukaan kulit yang disemprot dapat bebas dari virus.
Namun penggunaan Hand Sanitizer merupakan langkah sekunder dalam
mewujudkan self hygine sebab dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, perih
pada kulit yang terluka, dan mudah terbakar karena sifat alkohol yang flammable.
Kata kunci : Hand Sanitizer, covid-19, alkohol

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-

Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan

judul “Dampak Penggunaan Hand Sanitizer dalam Upaya Pencegahan Covid-19”. Karya

tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan kelulusan. Penulis

sampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu

dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini:

1. Ibu Erna Prawati, S.Pd. selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan

pengarahan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini.

2. Guru dan teman-teman kelas XI IPS SMAK Untung Suropati Krian yang telah

memberikan saran dan bantuan selama proses penyusunan karya tulis ilmiah.

3. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini.

Penulis pun menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini masih banyak

kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik untuk kesempurnaan karya

tulis ilmiah ini. Dengan demikian karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para

pembacanya.

Sidoarjo, 24 April 2020

Penulis

vi
DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................................i
Lembar Pernyataan..............................................................................................ii
Halaman Pengesahan.........................................................................................iii
Abstrak...............................................................................................................iv
Kata Pengantar.....................................................................................................v
Daftar Isi.............................................................................................................vi
Daftar Gambar...................................................................................................vii
Daftar Tabel.....................................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian...............................................................................3
1.4 Manfaat Penelitian.............................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................4
2.1 Virus..................................................................................................4
2.1.1 Struktur Virus..........................................................................4
2.1.2 Virus Covid-19........................................................................4
2.2 Hand Sanitizer...................................................................................5
2.3 Efek Penggunaan...............................................................................6
BAB III METODE PENELITIHAN...................................................................8
3.1 Jenis Penelitihan................................................................................8
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian............................................................8
3.3 Metode Pengumpulan Data................................................................8
3.3.1 Dokumentasi............................................................................8
3.3.2 Study Literatur.........................................................................8
3.4 Metode Analisis Data........................................................................8
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................9
BAB V PENUTUP............................................................................................11
5.1 Kesimpulan......................................................................................11
5.2 Saran................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................12
LAMPIRAN......................................................................................................13

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Produk Hand Sanitizer.....................................................................13


Gambar 2. Penggunaan Produk Hand Sanitizer oleh Masyarakat....................13
Gambar 3. Label Hand Sanitizer.......................................................................13

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Efektivitas Etil Alkohol (etanol) dalam Menangkal


Virus Covid-19..................................................................................10

ix
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pada penghujung tahun 2019 dunia digemparkan dengan merebaknya


virus baru yaitu corona virus (SAR-CoV-2) dan penyakitnya disebut corona
disease 2019 (Covid-19). Diketahui asal mula virus ini berasal dari Wuhan,
Tiongkok. ditemukan pada akhir Desember tahun 2019, sampai saat ini sudah
dipastikan terdapat 65 negara yang telah terjangkit virus satu ini (Data WHO,
1 Maret 2020) (PDPI, 2020). Salah satu negara yang terdampak Covid-19
adalah Indonesia. Negara Indonesia mulai terinfeksi virus ini pada
pertengahan Februari 2020 hingga bulan April 2019 telah menginfeksi
ratusan warga negaranya. Dalam menekan laju penyebaran virus ini,
pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah pencegahan diantaranya
adalah diberlakukannya physical distancing, penyemprotan desinfektan serta
sosialisasi untuk tetap menjaga kesehatan badan.
Kesehatan merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi
kualitas hidup setiap individu. Salah satu cara yang efektif untuk menjaga
kesehatan tubuh adalah menjaga kebersihan, salah satunya adalah kebersihan
tangan (Radji, 2010) karena tangan adalah salah satu anggota tubuh yang
sangat berperan penting dalam beraktivitas sehari-hari. Masyarakat tidak
sadar bahwa pada saat beraktivitas tangan sering kali terkontaminasi dengan
mikroorganisme karena tangan menjadi perantara masuknya mikroba ke
saluran cerna (Permatasari, 2014). Mencuci tangan merupakan langkah awal
untuk menghindari berbagai jenis kuman penyebab penyakit infeksi tetapi
langkah ini sering kali diabaikan ataupun terlewatkan begitu saja.
Sebagai upaya pencegahan terhadap virus dan infeksi saluran
pernafasan akut (ISPA) maka diperlukan suatu cara yang praktis untuk
mencegahnya yaitu menggunakan Hand Sanitizer sebagai pengganti cuci
tangan pakai sabun. Mengikuti perkembangan dunia yang modern serta
tuntutan mobilitas yang tinggi, masyarakat kini lebih menyukai sediaan Hand

1
Sanitizer yang cepat, sederhana, dan efisien untuk tetap menjaga kebersihan
tangan dibandingkan dengan mencuci tangan secara konvensional
(Kurniawan et al., 2012).
Secara kimiawi, alkohol merupakan molekul organik yang terbuat dari
karbon, oksigen, dan hidrogen. Berdasarkan laporan dalam jurnal Clinical
Microbiology Review 2014, alkohol diketahui mampu menghancurkan agen
penyebab penyakit,atau patogen, dengan memecah protein, membelah sel
menjadi beberapa bagian atau mengacaukan metabolisme sel. Alkohol
memiliki aktivitas antimikroba yang ditunjukan dengan kemampuannya
mendenaturasi protein, yang mana protein merupakan zat utama penyusun
virus.
Jenis produk Hand Sanitizer inipun juga semakin beragam, baik
komposisinya, zat pembawanya, serta telah dipasarkan produk-produk baru
yang digunakan secara meluas di masyarakat. Masyarakat seketika
berbondong-bondong melakukan pembelian Hand Sanitizer secara masal
tanpa memedulikan dan melakukan pencarian informasi tentang komposisi,
kualitas Hand Sanitizer dalam melenyapkan virus, serta bahaya dari
penggunaan Hand Sanitizer. Telah dilakukan beberapa studi tentang
efektivitas penggunaan beberapa merk Hand Sanitizer yakni seperti yang
dimuat dalam jurnal ilmu kefarmasian dalam artikel berjudul uji efektivitas
antimikroba pada beberapa merek dagang pembersih tangan antiseptik yang
diteliti oleh Universitas Indonesia, didapati hasil bahwa terdapat perbedaan
tingkat keefektifan alkohol berdasarkan konsentrasi yang dimiliki. Sejalan
dengan hasil studi yang dilakukan oleh salah satu Universitas di Jerman yaitu
University Medicine Greifswald menjelaskan bahwa terdapat rentang waktu
tertentu yang dapat mempengaruhi kefektifan antimikroba khususnya alkohol
dalam melenyapkan suatu virus. Hal seperti itulah yang kurang dipahami oleh
masyarakat Indonesia pada umumnya. Kurangnya edukasi tentang sebuah
rumor atau wabah serta upaya penanganan yang tepat dinilai sangat kurang.
Sehingga sering menimbulkan kesalahan yang lebih fatal.

2
Berdasarkan latar belakang tersebut, agar tidak menimbulkan
kesalahan yang lebih fatal maka disusunlah karya tulis ilmiah dengan judul
“Dampak Penggunaan Hand Sanitizer dalam Upaya Pencegahan Covid-19”.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu Hand Sanitizer?
2. Bagaimana Hand Sanitizer dapat digunakan secara efektif dalam
menurunkan aktivitas virus?
3. Adakah dampak berbahaya dalam penggunaan Hand Sanitizer?

1.3 TUJUAN PENELITIAN


1. Mengetahui definisi Hand Sanitizer
2. Mengetahui penggunaan Hand Sanitizer dalam menurunkan aktivitas
virus secara efektif
3. Mengetahui bahaya penggunaan Hand Sanitizer

1.4 MANFAAT PENELITIAN


1. Memberikan informasi lebih dalam kepada masyarakat umum mengenai
produk Hand Sanitizer
2. Mengetahui manfaat dan prosedur penggunaan Hand Sanitizer secara
efektif
3. Mengenal lebih dalam tentang efek Hand Sanitizer terhadap kulit manusia

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Virus
Virus berasal dari bahasa yunani “Venom” yang berarti racun. Virus
adalah parasit mikroskopik yang menginfeksiselorganisme biologis. Secara
umum virus merupakan partikel tersusun atas elemen genetik (genom) yang
mengandung salah satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA)
atau asam ribonukleat (RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang
berbeda, yaitu secara intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar
tubuh inang. Virus memiliki sifat hidup dan mati. Sifat hidup (seluler) yaitu
memiliki asam nukleat namun tidak keduanya (hanya DNA atau RNA), dapat
bereproduksi dengan replikasi dan hanya dapat dilakukan didalam sel inang
(parasit obligat intraseluler). Sifat mati (aseluler) yaitu dapat di kristalkan dan
dicairkan. Struktur berbeda dengan sel dan tidak melakukan metabolisme sel.
Partikel virus secara keseluruhan ketika berada di luar inang yang terdiri dari
asam nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan nama virion.
Virion tidak melakukan aktivitas biosinteis dan reproduksi. Pada saat virion
memasuki sel inang, baru kemudian akan terjadi proses reproduksi. Virus
ketika memasuki sel inang akan mengambil alih aktivitas inang untuk
menghasilkan komponen-komponen pembentuk virus.
2.1.1 Struktur Virus
Bentuk virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk dan komposisi
kimiawinya. Bentuk virus ada yang berbentuk bulat, oval, memanjang,
silindariis, dan ada juga yang berbentuk T. Ukuran Virus sangat kecil,
hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, ukuran
virus lebih kecil daripada bakteri. Ukurannya berkisar dari 0,02
mikrometer sampai 0,3 mikrometer (1 μm = 1/1000 mm). Unit
pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1 nm
adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta milimeter. Virus cacar
merupakan salah satu virus yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter
200 nm, dan virus polio merupakan virus terkecil yang hanya berukuran

4
28 nm. Berikut ini adalah penjelas dari beberapa susunan tubuh virus,
yakni:
a. Kabsid
Kapsid adalah lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun atas
protein. Kapsid terdiri dari sejumlah kapsomer yang terikar satu
sama lain
b. Isi
Terdapat di sebelah dalam kapsid berupa materi genetik/ molekul
pembawa sifat keturunan yaitu DNA atau RNA.
c. Kepala
Kepala virus berisi DNA, RNA dan diselubungi oleh kapsid.
Kapsid tersusun oleh satu unit protein yang disebut kapsomer.
d. Ekor
Serabut ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk
menempelkan tubuh virus pada sel inang.
2.1.2 Virus Covid-19
Coronavirus adalah virus RNA dengan ukuran partikel 120-160
nm. Virus ini utamanya menginfeksi hewan, termasuk di antaranya
adalah kelelawar dan unta. Coronavirus yang menjadi etiologi Covid-19
termasuk dalam genus betacoronavirus. Hasil analisis filogenetik
menunjukkan bahwa virus ini masuk dalam subgenus yang sama
dengan coronavirus yang menyebabkan wabah Severe Acute
Respiratory Illness (SARS) pada 2002-2004 silam, yaitu Sarbecovirus.
Hasil pemodelan melalui komputer menunjukkan bahwa Covid-19
memiliki struktur tiga dimensi pada protein spike domain receptor-
binding yang hampir identik dengan SARS-CoV.

2.2 Hand Sanitizer


Hand sanitizer merupakan pembersih tangan yang memiliki
kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga melemahkan bakteri
(Retnosari dan Isdiartuti, 2006). Menurut Diana (2012) terdapat dua Hand
Sanitizer yaitu Hand Sanitizer gel dan Hand Sanitizer spray. Hand Sanitizer

5
gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk
membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, mengandung bahan
aktif alkohol 60%. Hand Sanitizer spray merupakan pembersih tangan
berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada
tangan yang mengandung bahan aktif irgasan DP 300 : 0,1% dan alkohol
60%. Penelitian Diana (2012) menyatakan, Hand Sanitizer yang berbentuk
cair atau spray lebih efektif dibandingkan Hand Sanitizer gel dalam
menurunkan angka kuman pada tangan.
Banyak Hand Sanitizer yang berasal dari bahan alkohol atau etanol
yang dicampurkan bersama dengan bahan pengental, misal karbomer,
gliserin, dan menjadikannya serupa jelly, gel atau busa untuk mempermudah
dalam penggunaannya. Gel ini mulai populer digunakan karena
penggunaanya mudah dan praktis tanpa membutuhkan air dan sabun. Gel
sanitasi ini menjadi alternatif yang nyaman bagi masyarakat. (Hapsari, 2015)
Adapun kelebihan Hand Sanitizer dapat melemahkan kuman dalam
waktu relatif cepat, karena mengandung senyawa alkohol (etanol, propanol,
isopropanol) dengan konsentrasi ± 60% sampai 80% dan golongan fenol
(klorheksidin, triklosan). Senyawa yang terkandung dalam hand sanitizer
memiliki mekanisme kerja dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi
protein sel kuman.
Alkohol sebagai disinfektan hanya mempunyai aktivitas bakterisidal
saja, tetapi tidak terhadap virus dan jamur. Selain sebagai disinfektan, alkohol
dalam Hand Sanitizer dapat membantu melarutkan triklosan. Menurut hasil
penelitian penelitian Rini (2018) bahwa antiseptik pada beberapa merk
dengan kadar alkohol 60-70% tanpa tambahan zat antibakteri lainnya
memiliki sifat yang lebih polar, sehingga diameter daya hambat yang
dihasilkan lebih besar pada bakteri Staphylococcus aureus.

2.3 Efek Penggunaan Hand Sanitizer


Cairan Hand Sanitizer memiliki kegunaan dan efek samping tersendiri.
Penggunaan Hand Sanitizer dapat membersihkan tangan dari debu dan
kuman secara praktis dengan sensasi segar di tangan. Hand Sanitizer dapat

6
tepat digunakan jika dalam keadaan jauh dari sumber air namun tangan tidak
terlihat kotor seperti jika terkena tanah atau pasir. Sehingga proses
pembebasan permukaan tangan dari virus atau bakteri dapat dilakukan dengan
lebih cepat dan praktis. Namun efektivitasnya tentu saja tidak sebersih
mencuci tangan dengan air dan sabun.
Kegunaan dan efek samping Hand Sanitizer sifatnya berbeda. Jika
kegunaannya langsung bekerja cepat dalam jangka pendek, maka efek
samping Hand Sanitizer baru terasa dalam waktu penggunaan yang lama alias
jangka panjang, secara terus menerus, seperti :
a. Iritasi dan alergi kulit
b. Perih jika terkena kulit kering dan luka
c. Membuat tangan rentan terinfeksi
d. Kulit mudah terbakar sinar matahari
e. Memicu reaksi hormon

7
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur dengan mencari
referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan.
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dan penulisan karya ilmiah ini dilakukan di Desa Watutulis Utara,
Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Penulisan karya ilmiah dimulai pada bulan
April 2020.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan penulis dalam karya tulis ilmiah ini adalah data
primer dengan melakukan obervasi dan data sekunder yaitu data yang
diperoleh dari jurnal, buku dokumentasi, dan internet.
3.3.1 Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode untuk mencari dokumen atau data-
data yang dianggap penting melalui artikel koran/majalah, foto, brosur,
buku dokumentasi serta melalui media elektronik yaitu internet, yang
ada kaitannya dengan diterapkannya penelitian ini.
3.3.2 Studi Literatur
Studi literatur adalah cara yang dipakai untuk menghimpun data-data
atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat
dalam suatu penelitian. Studi literatur bisa didapat dari berbagai
sumber, jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka
3.4 Metode Analisis Data
Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis
deskriptif. Metode analisis deskriptif dilakukan dengan cara mendeskripsikan
fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis, tidak semata-mata
menguraikan, melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan
secukupnya

8
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari penelitian disusun berdasarkan data yang diperoleh dari studi
literatur yang telah dilaksanakan pada bulan April 2020, dimana pada saat itu
masih belum ada obat yang bisa mengobati ataupun vaksin yang efektif mencegah
infeksi virus Covid-19 ini. Walaupun demikian, kita bisa mencegah
penyebarannya melalui social distancing dan tentunya menerapkan self hygiene
yang baik. Masyarakat saat ini sangat disarankan untuk menerapkan self hygiene
yang baik seperti mencuci tangan dengan sabun dan air atau Hand Sanitizer
berbasis alkohol, tidak menyentuh mulut, hidung dan mata, serta menutup mulut
dan hidung menggunakan masker atau tisu saat bersin dan batuk.
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Dr. Retno Sari, M.Sc.,Apt
menjelaskan bahwa Hand Sanitizer merupakan cairan yang mengandung bahan
disinfektan untuk kulit atau antiseptik yang dapat mengurangi mikroorganisme
pada tangan. Penggunaan Hand Sanitizer dinilai lebih praktis dan cepat oleh
sebagian besar masyarakat. Sehingga banyak dari konsumen melakukan panic
buying pada produk tersebut. Terdapat banyak sekali merek dan komposisi
sediaan Hand Sanitizer yang terdapat dipasaran. WHO pun menerbitkan edaran
untuk dapat membuat Hand Sanitizer secara mandiri dengan bahan dasar etil
alkohol atau etanol dan dilengkapi dengan hidrogen peroksida sebagai agen
antimikroba, gliserin sebagai pelembab dan minyak aroma terapi. Berdasarkan
hasil yang dimuat dalam jurnal hospital infection, menurut Kampf (2020) bahwa
kadar alkohol yang efektif untuk melemahkan Coronavirus adalah 62%-71% atau
lebih dapat melemahkan banyak mikroorganisme seperti bakteri dan beberapa
jenis virus. Alkohol bekerja dengan cara mendenaturasi protein virus sehingga
virus rusak dan mati. Walaupun begitu, alkohol lebih efektif mengatasi enveloped
virus seperti coronavirus. Pada suhu ruang semakin tinggi konsentrasi alkohol
yang terkandung dalam sediaan Hand Sanitizer maka semakin efektif fungsinya
dalam melemahkan virus. Berikut keefektifan dari sediaan Hand Sanitizer dengan
berbagai konsentrasi disajikan dalam Tabel 4.1

9
Tabel 4.1 Efektivitas Etil Alkohol (etanol) dalam Menangkal Virus Covid-19
Kadar (%) Waktu (detik)
96 600
80 300
70 60

Peneliti kimia Lembaga Ilmu Penelitihan Indonesia (LIPI) Joddy Arya


Laksmono menyatakan bahwa Hand Sanitizer dan sabun memiliki efektifitasnya
masing-masing dalam melemahkan virus corona. Hand Sanitizer dan sabun sama-
sama memiliki komposisi kimia yang dapat melemahkan bukan membunuh virus
Covid-19. Jika masih banyak air di sekeliling, mencuci tangan dengan sabun akan
lebih baik dilakukan. Namun, jika dalam kondisi tertentu dimana susah
mendapatkan air bersih dan mengalir maka penggunaan Hand Sanitizer tetap
dilakukan. Penggunaan Hand Sanitizer memiliki banyak manfaat namun juga
menyimpan banyak kelemahan. Manfaat yang dapat didapatkan dari penggunaan
Hand Sanitizer dibandingkan dengan mencuci tangan yaitu: lebih praktis karena
tidak harus dibilas dengan air, dapat mematikan virus dan kuman lebih cepat,
menciptakan sensasi yang dingin dan lembab di tangan, serta kandungan minyak
atsiri sebagai aroma dapat menenangkan penggunanya. Namun kelemahan yang
ditimbulkan dari penggunaan Hand Sanitizer menurut United States Food and
Drug Administration yakni : dapat menimbulkan iritasi jika digunakan terlalu
sering, perih jika terkena kulit kering dan luka, kandungan alkohol yang bersifat
flammable dapat membuat kulit mudah terbakar, residu virus tetap melekat di
tangan serta memicu reaksi hormon.
Dengan demikian, penggunaan Hand Sanitizer merupakan tindakan sekunder
dalam menjaga kebersihan jika kegiatan mencuci tangan dengan sabun tidak
memungkinkan untuk dilakukan. Pengguna pun harus melihat kandungan yang
dimiliki Hand Sanitizer saat membelinya di pasaran dengan memerhatikan kadar
etil alkohol (etanol) yang dikandung untuk dapat melemahkan virus secara efektif
dan efisien.

10
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dalam karya tulis ilmiah ini dijabarkan
sebagai berikut:
1. Cairan Hand Sanitizer adalah pembersih tangan tanpa bilas yang
memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga
melemahkan virus
2. Cairan Hand Sanitizer berbasis etil alkohol (etanol) efektif untuk
melemahkan virus covid-19 dengan kadar minimal 62% dalam kurun
waktu selama 60 detik.
3. Keunggulan membersihkan tangan menggunakan cairan Hand Sanitizer
yaitu lebih praaktis, cepat dan segar. Namun memiliki efek samping
dapat menimbulkan iritasi, perih, dan mudah terbakar

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan oleh penulis untuk dapat menggunakan cairan
Hand Sanitizer secara bijak dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Tidak menggunakan terlalu sering
2. Pilih kandungan etil alkohol (etanol) di atas 62%
3. Melakukan pengulangan penggunaan setelah lebih dari 60 detik

11
DAFTAR PUSTAKA

Bosch, F. X., Orlich, M., Klenk, H. D., & Rott, R. (1979). Struktur
Hemagglutinin, Penentu Patogenisitas Virus Corona. Virologi, 95 (1).
Desiyanto, F. A., & Djannah, S. N. (2013). Efektivitas Mencuci Tangan
Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik (Hand Sanitizer)
Terhadap Jumlah Angka Kuman. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal Of
Public Health), 7(2).
Larson, E. L., Cohen, B., & Baxter, K. A. (2012). Analisis Sistem Pengiriman
Pembersih Tangan Berbasis Alkohol: Kemanjuran Busa, Gel, Dan Tisu
Terhadap Virus Influenza A (H1N1) Di Tangan. Jurnal Amerika Tentang
Pengendalian Infeksi, 40 (9).
Mona, N. (2020). Konsep Isolasi Dalam Jaringan Sosial Untuk Meminimalisasi
Efek Contagious (Kasus Penyebaran Virus Corona Di Indonesia). Jurnal
Sosial Humaniora Terapan, 2(2).
Panca, E., & Oktaviani, L. W. (2016). Efektivitas Hand Soap Dan Hand Sanitizer
Terhadap Angka Kuman Pada Telapak Tangan Pengunjung Siswa/I Di
Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015.
Radonić, A., Thulke, S., Bae, H. G., Müller, M. A., Siegert, W., & Nitsche, A.
(2005). Pemilihan Gen Referensi Untuk Analisis Pcr Kuantitatif Waktu-
Nyata Dalam Sel Yang Terinfeksi Virus: Virus Korona Sars, Virus Demam
Kuning, Human Herpesvirus-6, Virus Camelpox, Dan Infeksi
Cytomegalovirus. Jurnal Virologi, 2 (1), 7.
Susilo, A., Rumende, C. M., Pitoyo, C. W., Santoso, W. D., Yulianti, M.,
Herikurniawan, H., ... & Chen, L. K. (2020). Coronavirus Disease 2019:
Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1), 45-67.
Tamimi, A. H., Carlino, S., Edmonds, S., & Gerba, C. P. (2014). Dampak
Intervensi Pembersih Tangan Berbasis Alkohol Pada Penyebaran Virus Di
Rumah. Virologi Pangan Dan Lingkungan, 6 (2)
Wijaya, J. I. (2013). Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan Bahan Aktif
Triklosan 1, 5% Dan 2%. Calyptra, 2(1), 1-14.

12
LAMPIRAN

Gambar 1. Produk Hand Sanitizer Gambar 2. Penggunaan Produk Hand


Sanitizer oleh Masyarakat

Gambar 3. Label Hand Sanitizer

13