Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

AGLOMERASI EKONOMI KABUPATEN MUARO JAMBI

BADAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DAERAH


PROVINSI JAMBI
TAHUN ANGGARAN 2020
I. LATAR BELAKANG

Aglomerasi adalah konsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan karena
penghematan akibat lokasi yang berdekatan (economies of proximity) yang diasosiasikan
dengan kluster spasial dari perusahaan, para pekerja dan konsumen (Montgomery dalam
Kuncoro, 2002:24). Adanya aglomerasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak
yang positif terhadap pertumbuhan di Kabupaten Muaro Jambi.
Nuryadin, dkk. (2007) menjelaskan bahwa adanya aglomerasi menjadikan persebaran
sumber daya yang tidak merata sehingga menimbulkan disparitas dalam laju pertumbuhan
ekonomi antar daerah. Daerah-daerah yang mengalami konsentrasi kegiatan ekonomi akan
memperoleh manfaat yang disebut dengan ekonomi aglomerasi (aglomeration economies).
Adanya ekonomi aglomerasi ini akan memberikan pengaruh yang positif pada laju
pertumbuhan ekonomi. Hal ini kemudian menjadikan daerah-daerah yang termasuk dalam
aglomerasi akan memiliki laju pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang
bukan aglomerasi.

Aglomerasi juga akan menghasilkan perbedaan spasial dalam tingkat pendapatan. Semakin
terglomerasi secara spasial suatu perekonomian, maka akan semakin meningkat
pertumbuhannya. Daerah-daerah yang banyak industri pengolahan akan tumbuh lebih cepat
dibandingkan dengan daerah-daerah yang memiliki sedikit industri pengolahan. Alasannya
adalah daerah yang memiliki industri pengolahan lebih banyak akan memiliki akumulasi
modal. Terjadinya dua kutub konsentrasi ekonomi secara spasial oleh Kuncoro (2002)
dikatakan, bahwa perusahaan manufaktur lebih mencari lokasi di daerah yang
berpendudukan padat untuk memperoleh penghematan lokalisasi dan urbanisasi, seperti
yang ditunjukan dengan signifikansinya variabel skala ekonomi dan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB), dan selanjutnya dikatakan juga bahwa struktur pasar mendorong
terjadinya konsentrasi secara geografis.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa daerah-daerah dengan konsentasi
industri pengolahan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan daerah yang tidak
memiliki konsentrasi industri pengolahan. Tetapi di sisi lain aglomerasi juga menimbulkan
dampak negatif yaitu padatnya penduduk di suatu kota sebagai akibat berpindahnya
penduduk desa ke kota (urbanisasi) yang mencari pekerjaan di sektor industri.

Atas latar belakang di atas, maka dipandang perlu untuk melakukan analisa terkait dengan
aglomerasi perkotaan yang terjadi di Kabupaten Muaro Jambi guna mengetahui penyebab
terjadinya aglomerasi dan mengetahui ketimpangan pembangunan.
II. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pola kecenderungan
aglomerasi perkotaan di Kabupaten Muaro Jambi.

Sedangkan tujuan dari Aglomerasi Ekonomi Kabupaten Muaro Jambi adalah Menganalisa
seberapa besar tingkat ketimpangan spasial yang terjadi di perkotaan Jambi.

III. SASARAN

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan Aglomerasi Ekonomi Kabupaten Muaro Jambi adalah
teridentifikasinya faktor-faktor penyebab aglomerasi di Kabupaten Muaro Jambi.

IV. RUANG LINGKUP

1. Tahap Pengumpulan Data, yaitu tabulasi data baik primer maupun sekunder yang
diperoleh dari survey lapangan dan survey instansional.

2. Tahap Analisis

Aglomerasi dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan indeks Entropi Theil dan
Williamson untuk mengetahui ketimpangan spasial dan indeks Krugman dan indeks
Herfindahl untuk menganalisis aglomerasi. Indeks Entropi Theil dapat digunakan untuk
menghitung ketimpangan kabupaten/kota. Kemudian indeks Krugma digunakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya pemusatan aktivitas ekonomi dalam suatu wilayah, dan
indeks Herfindahl digunakan juga untuk mengetahui ada atau tidaknya konsentrasi
aktivitas ekonomi.

V. TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN

Dalam pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan tenaga ahli bidang keahlian ekonomi wilayah.

VI. KELUARAN

Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah diperolehnya analisa arah pertumbuhan
ekonomi di Kabupaten Muaro Jambi.

VII. MANFAAT

Manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersedianya data yang
dibutuhkan dalam perencanaan pemerataan pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi.

VIII. NAMA ORGANISASI PENGGUNA JASA

1. K/L/D/I : Pemerintah Provinsi Jambi

2. SKPD : BAPPEDA

3. KPA : …………………………………………………….
4. PPK : …………………………………………………….

5. Bendahara Pengeluaran : …………………………………………………….

6. Bendahara Pengeluaran Pembantu : …………………………………………………….

IX. DATA PENUNJANG

Data penunjang yang dapat dijadikan referensi/acuan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu
data dan informasi yang merupakan hasil studi terdahulu yang terkait dengan kegiatan ini
dan dapat dipakai sebagai referensi dalam penyusunan laporan kegiatan.

X. WAKTU PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkiarkan selama 2 (dua) bulan, terhitung sejak
diterbitkannya Surat Perjanjian Mulai Kerja (SPMK).

XI. SUMBER PENDANAAN

Kegiatan ini dilaksanakan secara kontraktual dan untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan
biaya kurang lebih Rp. …… ……. ………. (……… ……….. ……….. ………… ………)
dengan sumber pendanaan dari ……. ……….. …………

XII. PELAPORAN

Pelaporan dan kelengkapan yang harus diserahkan sesuai dengan pentahapannya adalah :

1. Laporan Pendahuluan

Laporan ini memuat mengenai pendekatan dan metodologi konsultan untuk


melaksanaan kegiatan termasuk temuan awal dari konsultan mengenai data dasar dari
informasi-informasi yang relevan dengan pelaksanaan hasil kajian termasuk informasi di
lokasi yang dijadikan wilayah studi. Laporan pendahuluan harus pula memuat rencana
kerja dan jadwal penugasan tenaga ahli termasuk hal-hal yang menjadi permasalahan
dan hal-hal yang menjadi kesepakatan untuk tindak lanjut dalam pelaksanaan dan
penyelesaian kegiatan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat belas)
hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) eksemplar.

2. Laporan Akhir

Laporan ini menjelaskan seluruh hasil dari pelaksanaan kegiatan Aglomerasi ekonomi di
Kabupaten Muaro Jambi, mulai dari tahapan persiapan pelaksanaan kegiatan sampai
hasil akhir dari kegiatan ini, beserta seluruh lampirannya. Laporan harus diserahkan
selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima)
eksemplar. Penyampaian seluruh hasil pelaksanaan kegiatan disertai dengan softcopy
filenya dalam bentuk CD/DVD.
XIII. KEPEMILIKAN DATA DAN HASIL KEGIATAN

Seluruh kepemilikan data dan hasil kegiatan sebagaimana dicantumkan dalam KAK ini
diserahkan kepada organisasi pengguna jasa.,