Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN ASAM LEMAH SECARA


KONDUKTOMETRI

OLEH

NI PUTU ASTINI 1713031004

I GUSTI AYU AGUNG MAS ROSMITA 1713031013

APLIANA PRISKILA MONE 1713031017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2019
PERCOBAAN VI
PENENTUAN TETAPAN KESETIMBANGAN ASAM LEMAH SECARA
KONDUKTOMETRI

I. TUJUAN
1. Menentukan konstanta kesetimbangan dari CH3COOH dengan cara mengukur
hantarannya
2. Menentukan konstanta termodinamik sebenarnya dari CH3COOH

II. DASAR TEORI


Gerakan ion dalam larutan dapat dipelajari dengan mengukur konduktivitas listrik dari
larutan elektrolit. Migrasi kation menuju elektroda bermuatan negatif dan anion menuju
elektroda bermuatan positif, membawa muatan melalui larutan. Pengukuran dasar yang
digunakan untuk mempelajari gerakan ion adalah pengukuran tahanan listrik larutan. Tahanan
merupakan kebalikan dari hantaran. Pada suhu tetap, hantaran suatu larutan bergantung pada
konsentrasi ion-ion dan mobilitas ion-ion tersebut dalam larutan. Sifat hantaran listrik dari
suatu elektrolit biasanya mengikuti hukum ohm yang dituliskan dengan rumus V = I x R,
dimana V adalah tegangan (Volt), I adalah arus listrik (ampere), dan R adalah tahanan (ohm).
Hantaran (L) suatu larutan didefinisikan sebagai kebalikan dari larutan.
𝐼
𝐿=
𝑅
Hantaran jenis (K) adalah hantaran suatu larutan yang terletak di dalam suatu kubus
dengan rusuk 1,0 cm antara dua permukaan yang sejajar. Bila untuk dua permukaan yang
sejajar dengan luas A m2 dan berjarak l m satu dengan yang lain, maka berlaku hubungan
sebagai berikut.

𝐾 ×𝐴
𝐿=
𝑙
Dalam pengukuran hantaran, diperlukan pula suatu tetapan sel (k) yang merupakan suatu
bilangan, bila dikalikan dengan hantaran suatu larutan dalam sel bersangkutan akan
memberikan hantaran jenis dari larutan tersebut sehingga:
𝑘
𝐾 =𝑘×𝐿 =
𝑅
Dari persamaan-persamaan berikut didapat hubungan bahwa:
𝑙
𝑘=
𝐴
dimana k adalah tetapan suatu sel. Larutan yang umum digunakan untuk menentukan
konstanta sel adalah larutan KCl. Nilai hantaran jenis larutan KCl pada berbagai temperatur
disajikan dalam tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Hantaran Jenis Larutan KCl pada Berbagai Temperatur
K (mho m-1)
No. Konsentrasi (mol L-1)
0oC 18oC 25oC
1 1,00 0,5430 9,8200 11,1730
2 0,10 0,7154 1,1192 1,2886
3 0,01 0,0775 0,1223 0,1411
Sumber : Suardana & Retug, hal 37. Kimia Fisika III
Hantaran molar (Ʌ) dari suatu larutan didefinisikan sebagai hantaran larutan antara dua
permukaan sejajar yang berjarak 1,0 cm satu dengan yang lain dan mempunyai luas
sedemikian rupa sehingga di antara kedua permukaan tersebut terdapat elektrolit sebanyak 1
mol.
𝐾
Ʌ=
𝐶
dimana C adalah konsentrasi larutan dalam satuan mol/m3.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Kohlrausch, hubungan antara hantaran
molar dan hantaran jenis terhadap konsentrasi adalah sebagai berikut.
1. Untuk elektrolit kuat, hantaran jenis elektrolit akan naik secara cepat dengan naiknya
konsentrasi, sedangkan untuk elektrolit lemah hantaran jenis elektrolit akan naik secara
perlahan-lahan dengan naiknya konsentrasi. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan
daya ionisasi kedua elektrolit, dimana elektrolit kuat terionisasi sempurna sedangkan
elektrolit lemah terionisasi sebagian.
2. Untuk elektrolit kuat dan lemah, hantaran molarnya akan naik dengan naiknya
pengenceran dan akan bernilai maksimal pada pengenceran tak terhingga.
Hubungan antara hantaran molar pada konsentrasi tertentu (Ʌ) dan hantaran molar pada
pengenceran tak terhingga (Ʌo) terhadap konsentrasi (C) untuk elektrolit kuat adalah sebagai
berikut.
Ʌ = Ʌ𝑜 − 𝑏√𝐶
Grafik hantaran molar dengan akar kuadrat konsentrasi untuk beberapa elektrolit
dapat digambarkan sebagai berikut.
Sumber : Wiratini & Retug, 2014. Hal 33 Penuntun Praktikum Kimia Fisika
Gambar 1. Hubungan Hantaran Molar Terhadap Akar Kuadrat Konsentrasi Elektrolit
Menurut hukum tersebut, hantaran molar dari setiap elektrolit pada pengenceran tak
terhingga (λo) adalah jumlah hantaran molar dari ion-ion pada pengenceran tak terhingga. Hal
ini disebabkan karena pada pengenceran tak terhingga, masing-masing ion dalam larutan
dapat bergerak bebas tanpa dipengaruhi oleh ion-ion lawan. Apabila jumlah ion positif dan
ion negatif dinyatakan sebagai v+ dan v-, serta hantaran molar pada pengenceran tak terhingga
ion-ion positif dan negatif dinyatakan sebagai λo+ dan λo-, maka dapat dirumuskan sebagai
berikut.
Ʌ𝑜 = 𝑣+ 𝜆𝑜+ + 𝑣− 𝜆𝑜−
Penerapan utama dari hukum Kohlrausch adalah untuk menentukan harga limit hantaran
molar dari elektrolit lemah. Misalnya suatu elektrolit AD, hantaran molar pada pengenceran
tak terhingga (limit hantaran molarnya) ditentukan dari penentuan hantaran molar larutan
elektrolit kuat AB, CD, CB dengan menggunakan persamaan berikut.
Ʌ𝑜 (𝐴𝐷) = Ʌ𝑜 (𝐴𝐵) + Ʌ𝑜 (𝐶𝐷) − Ʌ𝑜 (𝐶𝐵)
Ʌ𝑜 (𝐴𝐷) = 𝜆𝐴𝑜+ + 𝜆𝑜𝐵− + 𝜆𝑜𝐶 + + 𝜆𝑜𝐷− − 𝜆𝑜𝐶 + − 𝜆𝑜𝐵− = 𝜆𝐴𝑜+ + 𝜆𝑜𝐷−
Pada pengenceran tak berhingga pada hantaran molar berlaku pula keaditifan hantaran
ion-ionnya sesuai dengan hukum Kohlrausch. Suatu larutan elektrolit lemah tidak terionisasi
secara sempurna dalam air tetapi terdapat antara ion-ionnya. Hubungan antara derajat ionisasi
(α) dengan hantaran molar (Ʌ) dinyatakan sebagai berikut.
Ʌ𝐶
𝛼=
Ʌ𝑜
dimana ɅC merupakan hantaran molar pada konsentrasi C dan Ʌo merupakan hantaran molar
pada konsentrasi tak hingga
Untuk elektrolit dengan reaksi dissosiasi AB A+ + B-, konstanta kesetimbangan
dissosiasi reaksi di atas dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut. Misalkan molaritas
elektrolit AB = C mol L-1 dan derajat disosiasinya α, maka:

AB A+ + B-
Mula-mula : C - -
Reaksi : Cα Cα Cα
Saat setimbang : C(1- α) Cα Cα
Konstanta kesetimbangan dissosiasi, Ka = =
sehingga pada elektrolit lemah, harga tetapan kesetimbangannya dinyatakan dengan
persamaan berikut.

Dari persamaan di atas harga derajat disosiasi suatu larutan elektrolit dapat diketahui,
sehingga harga tetapan kesetimbangan (Ka) dapat dihitung. Harga tetapan kesetimbangan
termodinamik (K) merupakan fungsi dari Ka dan koefisien keaktifan adalah 1, sehingga harga
tetapan kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan sebagai berikut.

Keterangan: Ka = tetapan kesetimbangan


K = tetapan kesetimbangan termodinamik
Ʌ = hantaran molar
Α = derajat disosiasi
C = konsentrasi larutan

III. ALAT DAN BAHAN


Tabel 1. Daftar Alat Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah secara
Konduktometri
No. Nama Alat Ukuran Jumlah

1. Konduktometer - 1 buah

2. Gelas kimia 100 mL 5 buah

3. Pipet tetes - 2 buah

4. Labu ukur 50 mL 2 buah

5. Labu ukur 100 mL 2 buah

6. Corong - 1 buah

7. Cawan petri - 1 buah

8. Spatula - 1 buah

9. Batang pengaduk - 1 buah

10. Gelas ukur 25 mL 1 buah

11. Gelas ukur 50 mL 1 buah

12. Gelas ukur 100 mL 1 buah


Tabel 2. Daftar Bahan Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah secara
Konduktometri
No. Nama Bahan Konsetrasi Jumlah

1. Larutan KCl 0,1 N 25 mL

2. 0,1 N 50 mL

3. 0,05 N 50 mL

4. 0,025 N 50 mL

5. Larutan CH3COONa 0,0125 N 50 mL

6. 0,00625 N 50 mL

7. 0,00312 N 50 mL

8. 0,00156 N 50 mL

9. 0,1 N 50 mL

10. 0,05 N 50 mL

11. 0,025 N 50 mL

12. Larutan NaCl 0,0125 N 50 mL

13. 0,00625 N 50 mL

14. 0,00312 N 50 mL

15. 0,00156 N 50 mL

16. 0,1 N 50 mL

17. 0,05 N 50 mL

18. 0,025 N 50 mL

19. Larutan HCl 0,0125 N 50 mL

20. 0,00625 N 50 mL

21. 0,00312 N 50 mL

22. 0,00156 N 50 mL
23. 0,1 N 50 mL

24. 0,05 N 50 mL

25. 0,025 N 50 mL

26. Larutan CH3COOH 0,0125 N 50 mL

27. 0,00625 N 50 mL

28. 0,00312 N 50 mL

29. 0,00156 N 50 mL

.30. Akuades 2.5 L

IV. PROSEDUR PRAKTIKUM


Sel dicuci dengan air dan ditentukan hantarannya dalam air. Sel
dicuci kembali dan ditentukan hantarannya sampai menunjukkan
hasil yang tetap.

Sel dibilas dengan larutan KCl 0,1 N dan ditentukan hantarannya


dalam larutan KCl tersebut. Kemudian ditentukan pula temperatur
larutan KCl.

Dibuat HCl dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125


N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan 0,00156 N; kemudian dicatat
konsentrasi tersebut dengan teliti, dan hantaran dari masing-
masing konsentrasi larutan tersebut ditentukan secara teliti
menggunakan konduktometer
Dilakukan hal yang sama untuk larutan CH3COONa, CH3COOH,
HCl, dan NaCl dengan konsentrasi di atas kemudian ditentukan
hantarannya dengan menggunakan alat konduktometer

Berdasarkan hasil data pada langkah 1-4, dibuat kurva dari


masing-masing zat tersebut antara hantaran molar (Λ) terhadap
√C

Harga Λo dari larutan NaCl, CH3COOH ditentukan dengan


menggunakan hukum Kohlrusch

V. HASIL PENGAMATAN

Zat Hantaran (S)


Air 15,8 × 10-3
Larutan CH3COOH 0,1 N 1044 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,05 N 745 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,025 N 533 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,0125 N 388 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,00625 N 275 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,00312 N 197 × 10-6
Larutan CH3COOH 0,00156 N 149,1 × 10-6

Zat Hantaran (S)


Larutan CH3COONa 0,1 N 6,86 × 10-3
Larutan CH3COONa 0,05 N 3,68 × 10-3
Larutan CH3COONa 0,025 N 1895 × 10-6
Larutan CH3COONa 0,0125 N 976 × 10-6
Larutan CH3COONa 0,00625 N 503 × 10-6
Larutan CH3COONa 0,00312 N 260 × 10-6
Larutan CH3COONa 0,00156 N 139 × 10-6
Zat Hantaran (S)
Larutan HCl 0,1 N -
Larutan HCl 0,05 N 19,81 × 10-3
Larutan HCl 0,025 N 10,03 × 10-3
Larutan HCl 0,0125 N 5,06 × 10-3
Larutan HCl 0,00625 N 2,57 × 10-3
Larutan HCl 0,00312 N 1258 × 10-6
Larutan HCl 0,00156 N 622 × 10-3

Zat Hantaran (S)


Larutan NaCl 0,1 N -
Larutan NaCl 0,05 N 12,20 × 10-3
Larutan NaCl 0,025 N 6,09 × 10-3
Larutan NaCl 0,0125 N 3,05 × 10-3
Larutan NaCl 0,00625 N 1527 × 10-6
Larutan NaCl 0,00312 N 810 × 10-6
Larutan NaCl 0,00156 N 488 × 10-6

VI. ANALISIS DATA


Tetapan sel hantaran:
K=k×L
𝐾
k= 𝐿
1,387 𝑆 𝑚−1
k= 0,01153
k = 120,294 m-1
1. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan HCl:
 0,05 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 19,81 × 10-3 S
= 2,383 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
2,383 𝑆 𝑚−1
= 0,05 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,047 S m2 mol-1
 0,025 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 10,03 × 10-3 S
= 1,206 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
1,206 𝑆 𝑚−1
= 0,025 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,048 S m2 mol-1
 0,0125 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 5,06 × 10-3 S
= 0,608 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,608 𝑆 𝑚−1
= 0,025 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,048 S m2 mol-1
 0,00625 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 2,57 × 10-3 S
= 0,309 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,309 𝑆 𝑚−1
= 0,00625 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,049 S m2 mol-1
 0,00312 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 1258 × 10-6 S
= 0,151 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,151 𝑆 𝑚−1
= 0,00312 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,048 S m2 mol-1
 0,00156 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 622 × 10-6 S
= 0,074 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,074 𝑆 𝑚−1
= 0,00156 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,047 S m2 mol-1
2. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan CH3COONa:
 0,1 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 6,86 × 10-3 S
= 0,825 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,825 𝑆 𝑚−1
= × 10-3
0,1 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1
= 8,25 × 10-3 S m2 mol-1
 0,05 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 3,68 × 10-3 S
= 0,442 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,442 𝑆 𝑚−1
= 0,05 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 8,84 × 10-3 S m2 mol-1
 0,025 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 1895 × 10-6 S
= 0,227 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,227 𝑆 𝑚−1
= 0,025 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 9,11× 10-3 S m2 mol-1
 0,0125 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 976 × 10-6 S
= 0,117 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,117 𝑆 𝑚−1
= × 10-3
0,0125 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1
= 9,39× 10-3 S m2 mol-1
 0,00625 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 503 × 10-6 S
= 0,06 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,06 𝑆 𝑚−1
= 0,00625 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 9,68 × 10-3 S m2 mol-1
 0,00312 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 260 × 10-6 S
= 0,031 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,031 𝑆 𝑚−1
= 0,00312 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 10,02× 10-3 S m2 mol-1
 0,00156 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 139 × 10-6 S
= 0,016 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,016 𝑆 𝑚−1
= 0,00156 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 10,71× 10-3 S m2 mol-1
3. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan CH3COOH:
 0,1 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 1044 × 10-6 S
= 0,125 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,125 𝑆 𝑚−1
= × 10-3
0,1 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1
= 1,25 × 10-3 S m2 mol-1
 0,05 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 745 × 10-6 S
= 0,089 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,089 𝑆 𝑚−1
= 0,05 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 1,79 × 10-3 S m2 mol-1
 0,025 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 533 × 10-6 S
= 0,064 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,064 𝑆 𝑚−1
= 0,025 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 2,56× 10-3 S m2 mol-1
 0,0125 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 388 × 10-6 S
= 0,046 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,046 𝑆 𝑚−1
= 0,0125 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 3,73 × 10-3 S m2 mol-1
 0,00625 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 275 × 10-6 S
= 0,033 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,033 𝑆 𝑚−1
= 0,00625 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 5,29 × 10-3 S m2 mol-1
 0,00312 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 197,4 × 10-6 S
= 0,023 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,023 𝑆 𝑚−1
= 0,00312 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 7,61× 10-3 S m2 mol-1
 0,00156 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 149,1 × 10-6 S
= 0,017 S m-1
𝐾
Ʌ = × 10-3
𝐶
0,017 𝑆 𝑚−1
= 0,00156 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 11,4× 10-3 S m2 mol-1
4. Hantaran molar (Ʌ) pada larutan NaCl:
 0,05 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 12,20 × 10-3 S
= 1,467 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
1,467 𝑆 𝑚−1
= 0,05 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,029 S m2 mol-1
 0,025 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 6,09 × 10-3 S
= 0,732 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,732 𝑆 𝑚−1
= 0,025 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,029 S m2 mol-1
 0,0125 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 3,05 × 10-3 S
= 0,366 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,366 𝑆 𝑚−1
= 0,0125 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,029 S m2 mol-1
 0,00625 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 1527 × 10-6 S
= 0,183 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,183 𝑆 𝑚−1
= 0,00625 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,029 S m2 mol-1
 0,00312 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 810 × 10-6 S
= 0,097 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,097 𝑆 𝑚−1
= 0,00312 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,031 S m2 mol-1
5. 0,00156 N
K =k×L
= 120,294 m-1 × 488 × 10-6 S
= 0,058 S m-1
𝐾
Ʌ = 𝐶 × 10-3
0,058 𝑆 𝑚−1
= 0,00156 𝑚𝑜𝑙 𝑙−1 × 10-3
= 0,037 S m2 mol-1
1. Buatlah Kurva Larutan CH3COONa antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan
Tentukan harga melalui ekstrapolasi

Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√C) Hantaran Molar


(S m2 mol-1)
0,1 0,316 8,25 × 10-3

0,05 0,223 8,84 × 10-3

0,025 0,158 9,11 × 10-3

0,0125 0,111 9,39 × 10-3

0,00625 0,079 9,68 × 10-3

0,00312 0,055 10,02 × 10-3

0,00156 0,039 10,71 × 10-3

Kurva CH3COONa Hubungan Ʌ terhadap √C

0.012

0.01
Ʌ (Sm2mol-1)

0.008
y = -0,007x + 0,0105
0.006

0.004

0.002

0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35
√C (mol L-1)

Berdasarkan kurva di atas maka didapat nilai hantaran molar larutan CH3COONa pada
pengenceran tak terhingga (Ʌo) = 0,0105 S m2 mol-1
2. Buatlah Kurva Larutan HCl antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan Tentukan
harga melalui ekstrapolasi

Hantaran Molar
Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√N)
(S m2 mol-1)

0,1 0,316 -

0,05 0,223 0,047

0,025 0,158 0,048

0,0125 0,111 0,048

0,00625 0,079 0,049

0,00312 0,055 0,048

0,00156 0,039 0,047

Kurva HCl Hubungan Ʌ terhadap √C


0.0495

0.049
Ʌ (Sm2mol-1)

0.0485

0.048

0.0475
y = -0,003x + 0,0482
0.047

0.0465
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
√C (mol L-1)

Berdasarkan kurva di atas maka didapat nilai hantaran molar larutan HCl pada
pengenceran tak terhingga (Ʌo) = 0,0482 S m2 mol-1
3. Buatlah Kurva Larutan NaCl antara Hantaran Molar (Ʌ) terhadap √C dan
Tentukan harga melalui ekstrapolasi

Hantaran Molar
Konsentrasi (N) Akar Konsentrasi (√N)
(S m2 mol-1)

0,1 0,316 -

0,05 0,223 0,029

0,025 0,158 0,029

0,0125 0,111 0,029

0,00625 0,079 0,029

0,00312 0,055 0,031

0,00156 0,039 0,037

Kurva NaCl Hubungan Ʌ terhadap √C


0.04
0.035
0.03
Ʌ (Sm2mol-1)

0.025 y = -0,028x + 0,0338

0.02
0.015
0.01
0.005
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25
√C (mol L-1)

Berdasarkan kurva di atas maka didapat nilai hantaran molar larutan NaCl pada
pengenceran tak terhingga (Ʌo) = 0,0338 S m2 mol-1

4. Hantaran Molar Larutan CH3COOH pada Pengenceran Tidak Terhingga (Ʌo)

Ʌo(CH3COOH) = Ʌo(CH3COONa) + Ʌo(HCl) - Ʌo(NaCl)

Ʌo(CH3COOH) = 0,0105 + 0,0482 – 0,0338


Ʌo(CH3COOH) = 0,0249 S m2 mol-1

5. Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH

 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,1 N


Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
1,25 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,0502 S m2 mol-1
α2𝐶 0,0502 2 0,1
Ka = = = 2,65 x 10-4
1− α 1− 0,0502
 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,05 N
Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
1,79 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,071 S m2 mol-1
α2𝐶 0,071 2 0,05
Ka = = = 2,71 x 10-4
1− α 1− 0,071
 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,025 N
Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
2,56 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,102 S m2 mol-1
α2𝐶 0,1022 0,025
Ka = = = 5,79 x 10-4
1− α 1− 0,102
 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,0125 N
Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
3,73 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,149 S m2 mol-1
α2𝐶 0,1492 0,0125
Ka = = = 3,26 x 10-4
1− α 1− 0,149

 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,00625 N


Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
5,29 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,212 S m2 mol-1
α2𝐶 0,2122 0,00625
Ka = = = 3,56 x 10-4
1− α 1− 0,212
 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,00312 N
Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
7,61 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,305 S m2 mol-1
α2𝐶 0,3052 0,00312
Ka = = = 4,17 x 10-4
1− α 1− 0,305
 Derajat Disosiasi dan Tetapan Kesetimbangan Larutan CH3COOH 0,00156 N
Ʌ𝐶
α=
Ʌ𝑂
11,4 𝑥 10−3 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α=
0,0249 𝑆 𝑚2 𝑚𝑜𝑙 −1
α = 0,457 S m2 mol-1
α2𝐶 0,4572 0,00156
Ka = = = 6,00 x 10-4
1− α 1− 0,457
6. Harga Tetapan Kesetimbangan Sebenarnya (K) Larutan CH3COOH
a. Kurva Larutan CH3COOH antara log Ka dan √αC
Konsentrasi Derajat
αC √αC log Ka
(C) Disosiasi (α)

0,1 N 0,0502 5,02 x 10-3 0,070 -3,576

0,05 N 0,071 3,55 x 10-3 0,059 -3,567

0,025 N 0,102 2,55 x 10-3 0,050 -3,237

0,0125 N 0,149 1,86 x 10-3 0,043 -3,486

0,00625 N 0,212 1,32 x 10-3 0,036 -3,448

0,00312 N 0,305 9,51 x 10-4 0,030 -3,379

0,00156 N 0,457 7,12 x 10-4 0,026 -3,221


Kurva Hubunga log Ka dan √αC
-3.2
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08
-3.25
-3.3
-3.35
-3.4
log Ka

-3.45
-3.5
-3.55
y = -5,967x - 3,1486
-3.6
-3.65
√αC

Berdasarkan kurva di atas didapat persamaan garis y= -5,967x – 3,1486


Harga Tetapan Kesetimbangan Sebenarnya (K) Larutan CH3COOH

y = -3,1486 – 5,967x
sehingga, log K = -3,1486
K = 7,102 x 10-4
Maka tetapan kesetimbangan larutan CH3COOH yaitu 7,102 x 10-4

VII. Pembahasan

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan tetapan kesetimbangan asam lemah


berdasarkan data hantaran yang diperoleh, yang mana pada percobaan ini digunakan asam
asetat. Asam asetat merupakan salah satu elektrolit lemah, dimana larutan ini merupakan
pengahantar listrik yang kurang baik. Pada percobaan ini asam aseat dibuat dalam
berbagai konsentrasi hal ini bertujuan untuk melihat dan mempelajari daya hantar listrik
elektrolit dan juga melihat pengaruh konsentrasi terhadap jumlah ion, yang mana pada
konsentrasi yang lebih tinggi maka jumlah ion akan semakin banyak dibandingkan pada larutan
yang kosentrasinya rendah.
Pada percobaan ini alat yang digunakan untuk menentukan hantaran larutan adalah
konduktometer. Cara kerja konduktometer untuk mengetahui hantaran pada larutan adalah
dengan mencelupkan bagian konduktor kedalam larutan dan konduktometer akan menerima
rangsang dari ion-ion yang menyentuh permukaan konduktometer. Semakin besar konsentrasi
larutan, maka semakin besar nilai hantarannya karena semakin banyak ion-ion dari larutan yang
menyentuh konduktor.
Sebelum mengukur hantaran larutan, konduktometer yang akan digunakan dibilas
terlebih dahulu dalam air. Kemudian diukur hantaran pada air tersebut hingga diperoleh hasil
yang konstan, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa konduktometer yang akan digunakan
dalam keadaan baik. Kemudian dilakukan pengukuran hantaran pada larutan KCl 0,1 N, hal ini
bertujuan untuk menentukan hantaran molar yang nantinya akan digunakan untuk menentukan
tetapan sel (k) masing-masing larutan. Tetapan sel diperoleh dari hasil bagi hantaran jenis(K)
𝐾
dengan hantaran (L), dengan persamaan k = 𝐿 .
Berdasarkan hasil pengukuran hantaran KCl menunjukkan harga sebesar 11,53 x 10-3 S
dan suhu KCl 29,1oC. Berdasarkan tabel hantaran jenis larutan KCl pada berbagai temperatur,
didapat hantaran jenis KCl pada suhu 29oC yaitu 1,387 S m-1. Dengan data tersebut selanjutnya
𝐾
dihitung konstanta sel dengan perhitungan sebagai berikut 𝑘 = dan diperolah nilai tetapan sel
𝐿
sebesar 120,294 m-1. Harga tetapan sel ini digunakan untuk menentukan harga hantaran jenis dari
setiap larutan pada berbagai konsentrasi dan kemudian dapat ditentukan harga hantaran
molarnya. Setiap akan melakukan pengukuran konduktometer terlebih dahulu harus dibersihkan
menggunakan aquades kemudian di lap hingga kering, hal ini bertujuan untuk membersihkan
bagian konduktor agar tidak terkontaminasi oleh larutan dengan konsentrasi yang berbeda.
Pada percobaan ini larutan yang akan diukur hantarannya adalah HCl, NaCl,
CH3COONa, dan CH3COOH masing-masing dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125
N; 0,00625 N; 0,00312N; 0,00156N. Pembuatan larutan dengan berbagai konsentrasi bertujuan
untuk mendapatkan hantaran molar tak hingga (Ʌo) dari masing-masing larutan (HCl, NaCl, dan
CH3COONa) yang diperoleh dari ekstrapolasi kurva antara hantaran molar dan akar konsentrasi
pada masing-masing larutan. Berdasarkan ekstrapolasi kurva antara hantaran molar dan akar
konsentrasi didapat nilai ɅoCH3COONa 0,0105 S m2 mol-1, Ʌo HCl 0,0482 S m2 mol-1, ɅoNaCl
0,0338 S m2 mol-1. Hantaran molar pada konsentrasi tak terhingga untuk larutan CH3COOH
tidak dapat ditemukan dari ekstrapolasi data pada kurva. Hal ini disebabkan CH3COOH
merupakan elektrolit lemah sehingga ekstrapolasi datanya tidak memotong sumbu x. Oleh karena
itu, untuk menentukan Ʌo dari CH3COOH maka harus menggunakan Hukum Kohlraush.
Penerapan utama dari hukum Kohlraush pada percobaan ini adalah untuk menentukan harga
limit hantaran molar tak terhingga dari larutan CH3COOH. Setelah diperoleh nilai Ʌo dari
masing-masing larutan maka dapat dihitung nilai Ʌo larutan CH3COOH dengan persamaan:
Ʌo(CH3COOH) = Ʌo(CH3COONa) + Ʌo(HCl) - Ʌo(NaCl)
Sehingga didapat nilai Ʌo(CH3COOH) 0,0249 S m2 mol-1.
Setelah diperoleh nilai Ʌo CH3COOH, maka dapat ditentukan derajat disosiasi dan
tetapan kesetimbangan larutan CH3COOH pada masing-masing konsentrasinya. Hasil dari
perhitungan derajat disosiasi dan tetapan kesetimbangan digunakan untuk membuat kurva antara
log Ka dan √αC pada masing-masing konsentrasi larutan CH3COOH. Kurva ini dibuat dengan
tujuan untuk mengetahui persamaan garis ekstrapolasi pada kurva tersebut. Persamaan garis
tersebut digunakan untuk menentukan harga tetapan kesetimbangan termodinamik (K) dari
larutan CH3COOH. Harga tetapan kesetimbangan termodinamik (K) merupakan fungsi dari Ka
dan koefisien keaktifan dari ion-ionnya. Untuk larutan pada pengenceran tak hingga, koefisien
keaktifan adalah 1, sehingga harga tetapan kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan dengan
rumus.
log K a = log K + 2Λ αC
Berdasarkan kurva di atas, diperoleh persamaan garis y = -5,967x – 3,1486. Dari persamaan garis
ini akan diperoleh harga tetapan kesetimbangan termodinamika dari CH3COOH, yang mana
harga tetapan kesetimbangan sebenarnya (K) diperoleh dari nilai intersep (b) atau (log K) yaitu
sebesar -3,1486. Sehingga harga K larutan CH3COOH yang diperoleh yaitu 7,102 × 10-4. Nilai K
yang diperoleh dari hasil eksperimen ini berbeda dari harga Ka CH3COOH secara teoritis yaitu
1,76 x 10-5 . Perbedaan nilai yang cukup signifikan ini disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya yaitu, kesalahan pada saat pembuatan maupun pengenceran larutan sehingga
konsentrasi larutan yang digunakan tidak tepat dengan yang seharusnya. Selain daripada itu alat
yang diguanakan untuk mengukur hantaran pada setiap larutan berbeda-beda, dikarenakan
terjadinya kerusakan pada konduktometer, sehingga ketelitian alat ukur yang berbeda-beda
tersebut menyebabkan hasil pengukuran hantaran memiliki ketelitian yang berbeda.

VIII. Kesimpulan
1. Berdasarkan pengukuran hantaran yang telah dilakukan, harga tetapan sel yang
digunakan adalah 120,294 m-1.
2. Berdasarkan pengukuran hantaran yang telah digunakan, tetapan kesetimbangan
CH3COOH pada masing-masing konsentrasinya yaitu:
- Ka CH3COOH 0,1 N adalah 2,65 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,05 N adalah 2,71 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,025 N adalah 5,79 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,0125 N adalah 3,26 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,00625 N adalah 3,56 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,00312 N adalah 4,17 × 10-4
- Ka CH3COOH 0,00156 N adalah 6,00 × 10-4
3. Berdasarkan hasil praktikum dan analisis data diperoleh tetapan kesetimbangan
termodinamik (K) CH3COOH adalah 7,102 × 10-4
IX. Daftar Pustaka
Suardana, I Nyoman dan Nyoman Retug. 2003. Kimia Fisika III. Singaraja: IKIP Negeri
Singaraja.
Retug, Nyoman., dan Ni Made Wiratini. 2014. BukuPenuntun Praktikum Kimia Fisika.
Singaraja: Jurusan Pendidikan Kimia, FakultasMIPA, Undiksha Singaraja.
Lampiran Gambar

Gambar pengukuran hantaran pada larutan dengan berbagai konsentrasi