Anda di halaman 1dari 45

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN BAYI BARU LAHIR

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga

DOSEN PENGAMPU:

Ani Auli Ilmi, S. Kep., Ns., M. Kep., Sp. Kep. Kom.


Eny Sutria S. Kep., Ns., M. Kes.
Hasnah, S. Kep., Ns., M. Kes.
A. Tenri Ola Rivai, M. Kes.

OLEH: KELOMPOK 1

Nur Ainah Abni Abdullah 70300117007

Fina Ekawati 70300117009

Arianti 70300117011

Sri Windayanti 70300117013

Nely Alfiani 70300117017

Abdul Malik R. HI Tasaka 70300117027

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU

KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah Swt. yang telah memberikan
rahmatNya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah “Asuhan
Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir”. Sholawat serta salam kami curahkan
kepada Nabi Muhammad Saw., kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada kita semua
selaku umatnya.Adapun tujuan penyusunan Makalah ini salah satunya yaitu untuk
memenuhi tugas. Kami berharap semoga ini bermanfaat. Kami Sadar akan keterbatasan
dan kemampuan yang kami miliki, maka kami mohon maaf atas segala kekurangan
yang terdapat dalam penyusunannya. Saran dan kritik kami harapkan untuk
meningkatkan kualitas makalah ini. Kami berharap semoga ini dapat bermanfaat.

Takalar, 29 April 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
A. Konsep Dasar Bayi Baru Lahir 3
B. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir 5
BAB III TINJAUAN KASUS 11
A. Kasus 11
B. Pengkajian 11
C. Diagnosa 31
D. Intervensi 31
BAB IV PENUTUP 40
A. Kesimpulan 40
B. Saran 41
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................42

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Friedman (2010) mengatakan bahwa keluarga mempunyai peranan penting dan
membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat.
Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan dan penyembuhan terhadap
anggota keluarga yang sakit, sehingga setiap anggota keluarga perlu mampu
mengenal masalah kesehatan yang ada di keluarganya, keluarga harus mampu
memutuskan tindakan yang tepat saat anggota keluarga sakit, keluarga mampu
merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga mampu memodifikasi lingkungan,
dan memanfaatkan fasilitas kesehatan (Khayudin, 2019).
Pelayanan kesehatan pada bayi ditujukan pada bayi usia 29 hari sampai dengan
11 bulan dengan memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh
tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi klinis kesehatan (Kemenkes, 2014).
Dari data (Kemenkes, 2014) kelompok usia anak di Indonesia pada tahun 2013
mencakup 37,66 % dari seluruh kelompok usia, dimana kelompok usia bayi
sejumlah 4.665.025.
Pelayanan kesehatan pada bayi menurut (Kemenkes, 2014) terdiri dari
penimbangan berat badan, pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/HB1-3, Polio 1-4,
dan Campak), Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) bayi,
pemberian vitamin A pada bayi, penyuluhan perawatan kesehatan bayi serta
penyuluhan ASI Eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI).
Namun dalam pelaksanaan pelayanannya masalah pelayanan kesehatan pada
bayi yang sering terjadi terjadi di Indonesia adalah pemberian ASI ekslusif dan
pemberian imunisasi dasar. Cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi 0-6 bulan di
Indonesia 2014 sebesar 52,3% (target nasional 80%), sedangkan cakupan imunisasi
dasar lengkap pada bayi di Indonesia tahun 2014 sebesar 86,9% (target nasional
90%) (Kemenkes, 2014).
Untuk mengatasi masalah pelayanan tersebut perlu adanya kerjasama antar
berbagai pihak diantaranya pemerintah, tenaga kesehatan dan keluarga. Keluarga

1
menjadi salah satu bagian penting dalam pemberian pelayanan kesehatan pada bayi
karena keluarga merupakan bagian terdekat dari bayi tersebut.
Namun keluarga pada tahap perkembangan dengan bayi baru lahir terkadang
kesulitan ikut serta menjalankan perannya dalam pemberian pelayanan kesehatan
pada bayi. Hal ini karena periode keluarga dengan bayi baru lahir adalah waktu
transisi fisik dan psikologis bagi ibu dan seluruh keluarga. Orang tua harus
beradaptasi terhadap perubahan struktur karena adanya anggota baru dalam
keluarga, yaitu anak. Dengan kehadiran anak maka sistem dalam keluarga akan
berubah dan pola interaksi dalam keluarga harus dikembangkan. Pada periode
transisi, keluarga membutuhkan adaptasi yang cepat, sehingga kondisi ini
menempatkan keluarga menjadi sangat rentan dan mereka memerlukan bantuan
untuk beradaptasi dengan peran yang baru. Untuk mengetahui peran perawat pada
keluarga dengan bayi baru lahir maka kelompok kami tertarik untuk membahas
asuhan keperawatan pada keluarga dengan bayi baru lahir.
B. Tujuan
1. Untuk Memahami Konsep Dasar Bayi Baru Lahir
2. Untuk Memahami Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru
Lahir
3. Untuk Memahami Pengkajian Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir
4. Untuk Memahami Diagnosa Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir
5. Untuk Memahami Intervensi Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Bayi Baru Lahir
1. Definisi Bayi Baru Lahir (BBL)

Sumber : http://ziezone13.blogspot.com/2013/07/asuham-keperawatan-
keluarga-dengan-bayi_5.html
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama
kelahiran. Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur
kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai
4000 gram (Depkes, 2005).
2. Karakteristik Bayi Baru Lahir Normal
Menurut Pusdiknakes (2003), karakteristik bayi baru lahir normal, adalah
sebagai berikut:
a. Bayi yang memiliki berat badan 2500 - 4000 gram
b. Bayi yang memiliki panjang badan 48 - 52 cm
c. Bayi yang memiliki lingkar dada 30 - 38 cm
d. Bayi yang memiliki lingkar kepala 33 - 35 cm
e. Bayi yang memiliki frekuensi jantung 120 - 160 kali/menit
f. Bayi yang memiliki frekwensi pernafasan ± 40 – 60 kali/menit
g. Bayi kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup
h. Bayi yang memiliki rambut lanugo tidak terlihat, rambut kepala biasanya
telah sempurna
i. Bayi yang memiliki kuku agak panjang dan lemas

3
j. Bayi yang memiliki ciri genetalia: perempuan, labia mayora sudah
menutupi labia minora..Laki-laki, testis sudah turun dan skrotum sudah ada
k. Bayi yang memiliki reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik
l. Bayi yang memiliki reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan
sudah baik
m. Bayi yang memiliki reflek graps  atau menggenggan sudah baik
n. Bayi yang memiliki pola eliminasi baik, mekonium akan keluar dalam 24
jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan.
3. Tugas Perkembangan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir
Menurut Duvall (1985) dalam Harnilawati (2013) tugas perkembangan
keluarga pada tahap tahap II (Keluarga dengan anak pertama < 30 bulan atau
biasa disebut Child Bearing), antara lain:
a. Adaptasi perubahan anggota keluarga (misalnya peran, interaksi, seksual
dan kegiatan)
b. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
c. Membagi peran dan tanggung jawab
d. Bimbingan orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak
e. Konseling KB post partum 6 minggu
f. Menata ruang untuk anak
g. Biaya/dana Child Bearing
h. Memfasilitasi role learning anggota keuarga
i. Mengadakan kebiasaan kegamaan secara rutin
4. Permasalahan pada Keluarga dengan Bayi Baru Lahir
Masa ini merupakan transisi menjadi orang tua yang akan menimbulkan
krisis keluarga. Studi klasik Le Master (1957) dari 46 orang tua dinyatakan
17% tidak bermasalah selebihnya bermasalah dalam hal:
a. Suami merasa diabaikan
b. Peningkatan perselisihan dan argument
c. Interupsi dalam jadwal kontinu
d. Kehidupan seksual dan sosial terganggu dan menurun.
5. Peran Perawat dalam Tahap Perkembangan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir

4
Menurut Mubarak, dkk (2006), peran perawat dalam tahap ini adalah
melakukan perawatan dan konsultasi antara lain:
a. Bagaimana cara menentukan gizi yang baik untuk ibu hamil dan bayi
b. Mengenali gangguan kesehatan bayi secara dini dan mengatasinya
c. Imunisasi yang dibutuhkan anak
d. Tumbuh kembang anak yang baik
e. Interaksi keluarga
f. Keluarga berencana
g. Pemenuhan kebutuhan anak terutama pada ibu yang bekerja
B. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Bayi Baru Lahir
1. Pengkajian
Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seseorang perawat mengambil
informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya
(Murwani, 2008).
a. Data Umum
1) Nama Kepala keluarga (KK)
2) Alamat dan telepon
3) Pekerjaan kepala keluarga
4) Pendidikan kepala keluarga
5) Komposisi keluarga
6) Tipe keluarga
7) Tipe bangsa
8) Agama
9) Status sosial ekonomi keluarga
10) Aktivitas rekreasi keluarga
b. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Yang perlu dikaji pada tahap perkembangan tahap II ini adalah sebagai
berikut:
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
2) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
3) Riwayat keluarga inti

5
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada inti, yang meliputi
riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota
keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (imunisasi), sumber
pelayanan kesehatan yang bisa digunakan serta riwayat perkembangan
dan kejadian-kejadian atau pengalaman penting yang berhubungan
dengan kesehatan.
4) Riwayat kesehatan keluarga
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak
suami dan istri.
c. Data Lingkungan
1) Karakteristik rumah
Karakterisitik rumah diidentifikasikan dengan melihat luas rumah,
tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan,
peletakkan perabotan rumah tangga, jenis septic tank, jarak septic tank
dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta denah
rumah.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas
setempat, yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/kesepakatan
penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
3) Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga  ditentukan dengan kebiasaan keluarga
berpindah tempat.
4) Perkumpulan keluarga  dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan tentang waktu yang digunakan keluarga  untuk
berkumpul serta perkumpulan keluarga  yang ada dan sejauh mana
interaksi keluarga  dengan masyarakat.
5) Sistem pendukung keluarga
Sistem pendukung keluarga meliputi jumlah anggota keluarga  yang
sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga  untuk menunjang
kesehatan. Fasilitas mencakup fasilitas fisik, fasilitas psikologis atau

6
dukungan dari anggota keluarga  dan fasilitas sosial atau dukungan dari
masyarakat setempat.
d. Struktur keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Menjelaskan mengenai bagaimana cara berkomunikasi antar anggota
keluarga.
2) Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi
orang lain untuk merubah perilaku.
3) Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara
formal maupun informal.
4) Nilai/norma keluarga
Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga,
yang berhubungan dengan kesehatan.
e. Fungsi keluarga
1) Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan
memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap
anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada anggota
keluarga, dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling
menghargai.
2) Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam
keluarga, sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma, budaya
dan perilaku.
3) Fungsi perawatan kesehatan
Menjelaskan sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian,
perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit. Sejauh mana
pengetahuan keluarga mengenai sehat sakit. Kesanggupan keluarga di
dalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan

7
keluarga melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, yaitu keluarga
mampu mengenal masalah, mengambil keputusan untuk melakukan
tindakan, melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit,
menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan dan
keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terdapat
dilingkungan setempat.
4) Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah
sebagai berikut:
a) Berapa jumlah anak
b) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anak yang diinginkan
c) Metode apa yang digunakan kelurga dalam upaya mengendalikan
jumlah anggota keluarga
5) Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah
sebagai berikut:
a) Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan snadang,pangan dan
papan
b) Sejauh mana keluarga memanfaatkan suumber yang ada di
masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
f. Stress dan koping keluarga
1) Stresor jangka pendek dan panjang
a) Stresor jangka pendek yaitu stresor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu ± 6 bulan.
b) Stresor jangka panjang yaitu stresor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan
2) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stresor
Hal yang oerlu dikaji adalah sejauh mana keluarga bersepon terhadap
situasi/stresor.
3) Strategi koping yang digunakan

8
Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan.
4) Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional keluarga yang
digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
g. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik harus dilakukan pada semua anggota keluarga yang
tinggal di dalam rumah tersebut.
h. Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap
petugas kesehatan yang ada.
2. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul
a. Ketidakcukupan ASI
b. Ketidakefektifan pemberian ASI
c. Kesiapan meningkatkan pemberian ASI
d. Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua
e. Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan
3. Prioritas Masalah
NO KRITERIA SKOR BOBOT

1. Sifat masalah
3
 Aktual (Tidak/kurang sehat) 2 1
 Ancaman kesehatan 1
 Keadaan sejahtera
2. Kemungkinan masalah dapat diubah
2
 Mudah 1 2
 Sebagian 0
 Tidak dapat
3. Potensi masalah untuk dicegah
3
 Tinggi 2 1
 Sedang 1
 Rendah
4. Menonjolnya masalah
2
 Masalah berat, harus segera

9
ditangani 1 1
 Ada masalah, tetapi tidak perlu
segera ditangani 0
 Masalah tidak dirasakan

Skoring :
Skor
_____________ x  Bobot
Angka tertinggi

10
BAB III
TINJAUAN KASUS

Kasus:

Tn.A 27 tahun dan Ny.A 25 tahun adalah pasangan suami istri. Usia pernikahan mereka
1,7 tahun. Mereka memiliki satu anak perempuan bernama Bayi “B” yang sudah berusia
3 bulan. Persalinan terakhir adalah 3 bulan yang lalu pada tanggal 1 Januari 2020. Ia
melahirkan normal di puskesmas ditolong bidan. Berat lahir bayi 3200 gram. Ny.A
menyatakan persalinan Ny.A lancar dan cepat. Tn.A tinggal satu rumah dengan istri,
anak, ayah dan ibu mertua. Tn.A bertempat tinggal di Gowa. Tn.A pendidikan
terakhirnya adalah SMK dan Ny.A pendidikan terakhirnya adalah SMP. Tn.A bekerja
sebagai security dan Ny.A adalah seorang penjual makanan warung. Pada keluarga
Tn.A terdapat beberapa masalah kesehatan yang terjadi, yaitu menurut Ny.A, Bayi B
baru diberi imunisasi satu kali saat ia lahir. Setelahnya bayi belum dibawa ke puskesmas
untuk imunisasi. Menurut catatan imunisasi bayi “B” baru diberi imunisasi satu kali.
Status gizi bayi kurang. Berat badan bayi saat ini 4700 gram, bayi dalam keadaan sehat,
gerak aktif. Bayi “B” belum diberi tambahan vitamin A. Bayi hanya diberikan susu
SGM, karena ASI Ny.A keluar hanya sedikit. Ny.A tidak rutin membawa bayi nya ke
posyandu karena sibuk menjaga warungnya.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.B DENGAN TAHAP TUMBUH
KEMBANG KELUARGA CHILDBEARING
A. Pengkajian
1. Data Umum
a. Kepala Keluarga (Inisial) : Tn.A
b. Umur : 27 tahun
c. Alamat dan Telepon : Kelurahan Bontoramba (RT 02
RW 01)/081234567890
d. Pekerjaan Kepala Keluarga : Security
e. Pendidikan Kepala Keluarga : SMA
f. Komposisi Keluarga :

11
Status imunisasi Ket
Hubung
Nam an Umu Pendidik B Polio DPT Hepatitis Cam
No Jk
a r an C pak
Dgn KK 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
G

1. Ny.A P Istri 25 P.terakhir           Sehat


SMP

2. Anak P Bayi 3 bln Belum    Sehat


“B” sekolah

3. Tn.D L Ayah 59 SMP            Sehat


Mertua

4. Ny.C P Ibu 57 SMP            Sehat


Mertua

Catatan:  = Dilakukan Imunisasi

Genogram:

Xx

12
Keterangan:
: Laki-laki

: Perempuan

: Tinggal serumah

: Meninggal

g. Tipe Keluarga: Tipe keluarga Tn.A termasuk keluarga besar (ekstended


family), yang merupakan beberapa keluarga yang tinggal bersama, karena
keluarga Tn.A tinggal dengan ayah dan ibu mertua.
h. Suku: Makassar
i. Agama: Islam
j. Status Sosial Ekonomi
1) Penghasilan
a) Pekerjaan dan penghasilan utama
Termasuk keluarga pra sejahtera. Menurut Ny.A, Keluarga Tn.A
memiliki pendapatan tiap bulan sebesar dua juta rupiah, semua itu
berasal dari gaji Tn.A sebagai Security. Pendapatan sebesar itu dirasa
sudah cukup untuk keperluan seharir-hari.
b) Penghasilan tambahan
Pendapatan lainya berasal dari penjualan Ny.A di warungnya.
Ny.A mengaku pendapatan warungnya tidak terlalu banyak,
tergantung banyaknya pembeli.
2) Penggunaan dan Pemanfaatan dana perbulan
Selain untuk biaya kebutuhan pokok dan makan sehari-hari,
penghasilan Tn.A dihabiskan untuk membeli rokok serta susu untuk
bayinya. Tn.A tidak ada pengeluaran untuk pendidikan anak namun
kadang pengeluaran untuk biaya perbaikan rumah. Untuk dana kesehatan
Ny.L mengandalkan kartu Askes dari pemerintah. Dilihat dari
penghasilan masing-masing anggota keluarga, dan harta benda yang

13
dimiliki, keluarga masuk dalam status sosial ekonomi menengah ke
bawah. Keluarga Tn.A jarang menabung.
3) Pengelolaan keuangan: dikelola oleh istri
k. Aktivitas Rekreasi:
Ny.A mengatakan keluarga jarang berekreasi, karena ia sibuk menjaga
warung dan suami juga sibuk kerja, tetapi jika ada waktu luang, ia
menyempatkan untuk jalan-jalan. Adanya waktu senggang tidak tentu,
tetapi jarang. Setiap hari keluarga Tn.A memenuhi kebutuhan rekreasi
dengan menonton TV, berkumpul keluarga, melepas lelah dan bermain-
main bersama bayi B.
2. Riwayat dan Tahap Perkembangan:
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini:
Keluarga Tn.A berada pada tahap II (Keluarga dengan anak pertama <
30 bulan atau biasa disebut Child Bearing), karena memiliki anak pertama
usia 3 bulan.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:
Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu belum
mengimunisasikan bayinya dan tidak memberikan ASI serta berat badan
bayi kurang.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Dalam keluarga, tidak ada riwayat penyakit menular, menahun,
menurun. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga: Tn.A
menyatakan ia tak pernah menderita sakit serius, selama ini ia merasa sehat-
sehat saja, demikian pula dg Ny.A. Tn.D dan juga Ny.C menyatakan Ia tak
memiliki keluhan kesehatan. Ia juga tidak memiliki penyakit serius
meskipun sudah tua. Ny.B juga menyatakan bayinya jarang sakit. Selama ini
sehat-sehat saja. Ny. C menyatakan bayi B pernah sekali pilek.
d. Kebiasaan Memeriksakan Diri
1) Waktu: bila sakit dan ada waktu
2) Tempat : Puskesmas “Z” yang tidak terlalu jauh dari rumahnya
e. Kebiasaan Minum Obat

14
1) Waktu : bila sakit
2) Asal obat yang diminum : dokter puskesmas, warung
f. Kesehatan Ibu dan Anak
1) Riwayat kehamilan yang lalu:
Ny.A menyatakan ia baru hamil sekali. Ia melahirkan pada usia 9
bulan di puskesmas “Z”. Ny.A menyatakan tidak ada keluhan selama
hamil. Ny.A menyatakan lebih sering tidur dan malas ketika hamil. Ny.A
menyatakan tidak pernah periksa selama hamil. Selama hamil ia merasa
biasa-biasa saja. Ny.A menyatakan walaupun selama hamil tidak kontol,
ia tetap sehat. Pola makan dan kegiatan sama saja ketika hamil dan tidak
hamil. Tidak ada makanan pantangan ketika hamil.
2) Persalinan
Persalinan terakhir adalah 3 bulan yang lalu pada tanggal 01 Januari
2020. Ia melahirkan normal di puskesmas ditolong bidan. Berat lahir
bayi 3200 gram. Ny. C menyatakan persalinan Ny.A lancar dan cepat.
3) Masa nifas
Ny.A menyatakan ia nifas normal, tetapi lamanya ia sudah lupa.
Tidak ada keluhan pada masa nifas. Nafsu makan tidak berubah selama
nifas. Ny.A menyatakan ASI hanya keluar sedikit di awal kelahiran
bayi. Ia memberikan ASI hanya 2 hari saja, selanjutnya ASI masih keluar
sedikit-sedikit tetapi bayi tidak mau menyusu, bayi sering rewel sehingga
ia memberikan susu formula SGM pada bayinya dan hingga sekarang,
ASI sudah tidak keluar. Saat pengkajian, ibu memberi susu formula
dengan botol pada bayi. Selama ini bayi “B” diirawat oleh Tn.A dan
Ny.A sendiri, tetapi ketika Tn.A dan Ny.A bekerja, bayi C dirawat oleh
neneknya. Ny.A menyatakan anaknya selama ini sehat dan tidak pernah
sakit.
4) Keluarga Berencana
Pasangan Usia Subur : ada
Umur pasangan usia subur : 27 dan 25 tahun
Pernah mendengar KB : pernah

15
Kalau pernah, mendengarkan dari: bidan, tetangga, TV
Telah ikut KB : belum
Ny.A menyatakan saat ini belum mengikuti KB. Saat ditanya apakah
ingin KB, Ny.B menjawab ingin KB, tetapi ia tak tahu kapan akan mulai
KB dan belum memilih KB yang akan digunakan.
5) Pemeriksaan Bayi
Keluarga Tn.A mempunyai seorang bayi. Bayi “B” diikutkan di
posyandu, akan tetapi Ny.A tidak rutin membawa bayi ke posyandu
karena sibuk menjaga warung. KMS diisi oleh kader posyandu.
Pertumbuhan dan perkembangan bayi saat ini ia dapat bergerak aktif,
dapat mengoceh dan sudah berusaha miring untuk tengkurap. Ny.A
menyatakan bayi baru diberi imunisasi saat ia lahir. Setelahnya, bayi
belum dibawa ke puskesmas untuk imunisasi. Catatan imunisasi bayi A
menunjukkan ia baru diimunisasi saat lahir. Status gizi bayi kurang.
Berat badan bayi saat ini 4,7 kg. Bayi “B” dalam keadaan sehat, gerak
aktif. Bayi belum diberi tambahan vitamin A. Bayi belum diberikan
makanan tambahan. Ia hanya diberikan susu SGM.
g. Riwayat Kesehatan-Mental-Psikososial-Spiritual
1) Memenuhi kebutuhan jiwa:
a) Pemenuhan rasa aman: Tn.A mengatakan keluarganya merasa aman
tinggal di lingkungan rumahnya
b) Perasaan bangga atau senang: keluarga Tn.A merasa senang bila bisa
berkumpul bersama dan tidak ada masalah.
c) Semangat untuk maju : Tn.A mengatakan selama ini ia biasa saja.
Tidak terlalu bersemangat.
2) Pemenuhan status sosial:
a) Perasaan dilayani: Tn.A mengatakan selalu mendapatkan pelayanan
yang baik jika sedang membutuhkan untuk mengurus surat-surat, dll
baik dari lingkungan tempat tinggal seperti: RT, RW, Kelurahan, dan
instansi pemerintahan lainya .

16
b) Perasaan dibenci: Tn.A mengatakan selalu akrab dengan tetangga
sekitar, hubungan dengan keluarga yang lain baik, tidak merasa
dibenci dan tidak ada permasalahan dengan orang lain.
c) Perasaan diasingkan: Tn.A mengatakan walaupun hidupnya pas-
pasan tetangga sekitar menghargai keluarganya dan tidak
mengucilkanya.
3) Riwayat kesehatan mental keluarga
Tn.D dan juga Ny.C tidak ada gangguan jiwa, sehingga tidak penah
dirawat di RS.
4) Gangguan mental pada anggota keluarga:
Tn.B mengatakan tidak ada anggota keluarga yang merasa bersalah,
gagal, kecewa, tertekan dan dalam keluarga tidak sering bertengkar.
5) Penampilan tingkah laku anggota keluarga yang menonjol
Tn.A menyatakan dirinya tegas, Bayi “B” ceria, Ny.A taat
kepadanya. Sedangkan Ny.M terbuka untuk membantu permasalahan
keluarganya.
b. Riwayat Spiritual Anggota Keluarga
Tn.A dan Ny.A menyatakan sholat, tetapi tidak 5 waktu. Ny.C dan
Tn.D solat rutin 5 waktu. Keluarga jarang mengikuti pengajian rutin di
masjid. Tn.A rutin solat jumat. Keluarga rutin solat di hari raya.
3. Data Lingkungan
a. Rumah
1) Denah rumah
Halaman

Warung

R.Tamu K.Tidur

K. Tidur
R.Keluarga
KM

KM

Dapur K.Tidur

17
2) Status kepemilikan : Milik sendiri
3) Dinding rumah : Permanen
4) Lantai : lantai ruang tamu dan ruang keluarga dari tehel,
selebihnya dari semen
5) Langit-langit : tanpa eternit
6) Atap rumah : seng
7) Ventilasi ruangan : kurang dari 10% kali luas lantai
8) Jenis ventilasi : Melalui jendela, pintu, dan celah antara
bangunan dan atap
9) Pemanfaatan jendela : dibuka pada pagi hari agar cahaya matahari bisa
masuk
10) Penenerangan : malam hari dengan listrik, pada siang hari masih
bisa membaca meskipun tidak ada lampu.
11) Ukuran rumah : 55 m2
12) Pembagian ruang:
ada 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang dapur, dan 2
kamar mandi. Rumah tersebut dihuni oleh 5 orang .
13) Kebersihan rumah: disapu 2 kali sehari yaitu pada pasi dan sore hari
b. Sarana Memasak:
1) Bahan bakar untuk memasak menggunakan kompor gas dan belum
membeli yang baru. Ny.A memasak di luar rumah yaitu berada di
samping rumah
2) Tempat menyimpan peralatan dapur berada di rak piring
3) Kebersihan dapur : tidak ada sampah berserakan di dapur
c. Sampah
1) Sarana pembuangan sampah : ada di dapur tepatnya di samping kompor
berupa tempat sampah tertutup.
2) Tempat pembuangan sampah : bak sampah
3) Letak pembuangan sampah : dibelakang rumah berjarak 10 meter

18
4) Jarak tempat sampah dengan sumber air minum : 25 meter, karena
sumber airnya ada di halaman depan samping kanannya rumah.
5) Pengelolaan sampah : dibakar
d. Sumber air
1) Sumber air minum : sumur dan mesin pompa air
2) Jarak sumber air dengan WC : kurang dari 15 meter
3) Pencemaran air : tidak ada
4) Kualitas air :
a) Warna : tidak berwarna
b) Bau : tidak berbau
c) Rasa : tidak berasa
d) Kebersihan sumber air : cukup bersih, area sekitar sumur disemen
e. Pembuangan air limbah
1) Jenis limbah : rumah tangga
2) Bak limbah : tidak ada
3) Saluran limbah : dibuang ke samping rumah
4) Jarak limbah dengan sumur : kurang dari 15 m
5) Letak : samping kiri rumah
6) Vektor : tikus, nyamuk, semut, lalat
7) Bau limbah : tidak tercium bau limbah
8) Kebersihan : cukup
f. Jamban keluarga
1) Pemilikan jamban : punya
2) Jenis jamban : jongkok
3) Letak jamban : luar rumah, di samping sumur
4) Jarak jamban-sumur : kurang dari 3 m
5) Vektor : adanya tikus, nyamuk, semut dan lalat
6) Kebersihan jamban : baik
g. Kandang ternak : ada (bebek dan ayam)
h. Halaman
1) Pemilikan : punya, luas 8 m 2

19
2) Pemanfaatan : dimanfaatkan dengan ditanami pohon jeruk dan
mangga
3) Letak : depan rumah
4) Kebersihan :tidak banyak daun dan sampah berserakan
i. Kamar mandi
1) Pemilikan : ada
2) Letak : dalam rumah
3) Bak mandi : Ada
4) Kebersihan : lantai kamar mandi disikat seminggu sekali, bak
mandi tidak ada jentik.
j. Lingkungan
1) Geografi rumah : desa
2) Jarak dengan tetangga : berdekatan
3) Suasana : ramai
4) Lokasi : dekat rumah
k. Fasilitas perdagangan : warung punya sendiri, toko ± 300 m
l. Fasilitas peribadatan : masjid 250 m
m. Fasilitas kesehatan : Puskesmas “Z” ± 500 m
n. Sarana hiburan : ada, berupa TV, radio
Fasilitas transportasi : ada, 1 buah sepeda motor

o. Karakteristik tetangga dan komunitas RW:


Karakteristik dan komunitas setempat padat, tidak terlalu kumuh,
rumah keluarga Tn.A tidak berdekatan dengan pemukiman padat , interaksi
dengan tetangga terbina dengan baik.
p. Mobilitas geografis keluarga: Mobilitas geografis keluarga hidup menetap
q. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat:
Tidak ada perkumpulan khusus dalam masyarakat, hanya Ny.A
memiliki arisan namun hubungan dengan masyarakat cukup akrab. Jarang
mengikuti kegiatan di masyarakat karena kesibukan pekerjaan sehari-hari.
r. Sistem pendukung keluarga

20
fasilitas khusus yang dapat mendukung apabila mengalami masalah
kesehatan adalah kartu askes. Ny. A..
4. Struktur Keluarga:
a. Pola komunikasi keluarga : Bahasa sehari-hari yang digunakan
sehari-hari di rumah adalah bahasa Makassar maupun di tetangga. Dan jika
di masyarakat, bahasa yang digunakan kadang bahasa Indonesia.
b. Struktur peran kelaraga : Tn.A sebagai kepala keluarga dan
penentu keputusan dalam keluarga. Ny.A sebagai Ibu rumah tangga bertugas
mengurusi anaknya di rumah sekaligus menjaga warung di rumah.
c. Nilai dan norma keluarga : Keluarga terkadang masih
menganut/menggunakan nilai dan norma suku makassar, termasuk dalam
mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesehatan.
d. Struktur kekuatan keluarga : Tn. A merupakan pemegang
keputusan dalam keluarga dapat mempengaruhi orang lain untuk merubah
perilaku. Segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga harus dengan
persetujuannya.
5. Fungsi Keluarga
a. Fungsi ekonomi : Keluarga Tn.A tergolong keluarga pra sejahtera.
b. Fungsi sosial : Keluarga Tn.A membina hubungan sosial
yang baik dengan anggota keluarga dan masyarakat sekitar tempat
tinggalnya. Mereka termasuk keluarga yang harmonis baik internal maupun
denagan tetangganya.
c. Fungsi sosialisasi : Keluarga Tn.A membina hubungan sosial yang
baik dengan anggota keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.
d. Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan : Keluarga Tn. A
belum mampu mengenal masalah yang terjadi oleh bayinya.
e. Fungsi religius : Keluarga Tn.A melakukan rutinitas
sholat 5 waktu setiap hari walaupun masih bolong-bolong.
f. Fungsi rekreasi : Keluarga Tn.A tidak memiliki jadwal rekreasi
yang rutin, mereka jalan-jalan ketika ada waktu. Tapi mereka bisa menonton
Televisi setiap hari di ruang keluarga.

21
g. Fungsi reproduksi : Keluarga Tn. A. mempunyai 1 orang anak dan
belum mengikuti program Keluarga Berencana. Tapi, Tn. A belum
berencana untuk menambah keturunannya.
h. Fungsi afektif : Dalam keluarga Tn.A, antara ayah, ibu
dan mertua saling mendukung dan berinteraksi dengan harmonis.
6. Pengkajian Penjajakan II: Tugas kesehatan keluarga
a. Keluarga mampu mengenal masalah
Keluarga Tn.A mengetahui mengenai berat badan anaknya yang kurang,
karena kader posyandu selalu memberitahukannya. Tn.A menyatakan
khawatir karena berat badan anaknya kurang. Saat pengkajian, Tn.A
beberapa kali menanyakan berapa berat badan anaknya tadi saat di
posyandu. Keluarga Tn.A menyatakan tidak mengetahui takaran susu
formula yang benar.
Keluarga Tn.A menyatakan tidak tahu kalau penyebab berat badan
kurang pada bayi adalah asupan susu yang kurang. Ny.C menyatakan dulu
Ny.A juga tidak mau minum ASI, tetapi ia biarkan saja. Ia menyatakan Ny.A
tetap sehat walau tidak minum ASI.
Tn.A menjawab dengan santai saat ditanya tentang imunisasi anaknya.
Ia menyatakan belum diimunisasikan karena tidak sempat. Ny.A menyatakan
ia tidak tahu kalau anak tidak diimunisasi akan beresiko terkena penyakit.
Tn.A menyatakan ia, istri dan mertua tidak mengetahui jika ada rasa tidak
nyaman di tubuh adalah masalah kesehatan.
b. Keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat
Ny.A menyatakan ia tidak memberikan ASI sejak anaknya usia 2 hari. Ia
menyatakan tidak memberikan ASI karena ASI hanya keluar sedikit, tetapi
pada hari ke-2 anak tidak mau menyusu sehingga ia menghentikan
pemberian ASI. Hingga sekarang ASI tidak keluar lagi. Sejak usia 2 hari itu,
Ny.A memberi bayi susu formula.
Tn.A menyatakan pernah mencampuri susu formula dengan sedikit
bubur susu, tetapi Bayi “B” diam dan tidak menangis. keluarga ingin
menghemat susu, karena susu mahal. Keluarga Tn.A jarang periksa jika

22
sakit, jika ada sedikit keluhan, Tn.A menyatakan dibiarkan saja akan sembuh
sendiri.
Ny.A juga mengetahui jadwal imunisasi puskesmas yaitu hari selasa.
Ny.B menyatakan malas membawa anak imunisasi karena takut dimarahi
bidan dan malas antri di puskesmas. Selain itu, ia tidak tega melihat anaknya
kesakitan kalau disuntik.
c. Keluarga mampu melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang
sakit
Ny.A tidak memberikan ASI bagi bayinya. Ny.A memberi susu formula
dengan botol buat bayinya. Ny.A tidak menyendawakan anak setelah diberi
susu. Ny.A membawa anak ke posyandu untuk ditimbang tetapi tidak rutin.
Ny.A belum membawa anaknya untuk imunisasi. Catatan imunisasi Bayi B
menunjukkan ia baru diimunisasi saat lahir. Nenek dan saudara yang sering
membuatkan Bayi “B” susu menyatakan memberikan susu 1 sendok takar
dalam 100 cc. Ny.C menyatakan dalam memberikan susu, botol kadang
direbus. Ny.C menyatakan jika susu tidak habis, bisa didiamkan lebih dari 2
jam, lalu diberikan lagi.
d. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan
Tn.A kadang dengan santai merokok disamping bayinya. Ny.A maupun
anggota keluarga lainnya tidak melarang hal tersebut karena tidak mengetahi
dampaknya. Selain itu, anggota keluarga Tn.A yang lain membiarkan Ny.A
tidak menyusui bayinya. Adik Ny.A menyatakan keluarga dan tetangga
berulang kali menasehati agar Ny.A KB dan membawa anaknya imunisasi
tetapi Ny.A ngeyel.
e. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia
di lingkungan
Keluarga mengetahui dengan jelas tentang segala fasilitas kesehatan
yang ada di sekitar. Keluarga memahami dan mengerti keuntungan yang
diperoleh jika memanfaatkan fasilitas kesehatan. Keluarga percaya terhadap
fasilitas kesehatan, terbukti Ny.A membawa bayi ke posyandu, meskipun
tidak rutin. Fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga. Keluarga

23
memiliki jaminan kesehatan jamkesmas dan dapat memanfaatkan jamkesmas
tersebut. Keluarga Tn.A jarang periksa ke puskesmas jika sakit. Ny.C dan
Tn.D tidak pernah memeriksakan kesehatan ke posyandu lansia. Ny.A dulu
tidak mengkonsultasikan mengenai ASI untuk bayinya. Ny.A tidak kontrol
selama nifas. Buku KIA Ny.A menunjukkan ia tak pernah kontrol selama
nifas.
7. Stres dan Koping Keluarga
a. Stressor jangka pendek dan panjang: Saat ini keluarga Tn. A tidak
mengalami stressor jangka pendek karena anaknya yan sering menangis di
malam hari, dan berat badannya yang kurang, dan untuk jangka panjang
Tn.A mengkhawatirkan dana tentang sekolah anaknya kelak.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor: Dalam mengatasi
masalah, keluarga Tn.A berusaha menghadapi dengan tenang dan
mengutamakan komunikasi yang baik dalam keluarga.
c. Strategi koping yang digunakan: Keluarga menggunakan strategi koping
berupa pendekatan spiritual, tetapi Tn. A kadang merokok walaupun itu
disamping bayinya.
8. Harapan Keluarga di Bidang Kesehatan
Keluarga berharap pendapatan meningkat sehingga bisa mengalokasikan
sebagian dananya untuk menunjang kesehatan keluarga. Karena selama ini
mereka hanya mengandalkan kartu askes yang diberikan oleh pemerintah tetapi
pelayanannya kadang kurang berkualitas.
9. Pemeriksaan Fisik (seluruh anggota keluarga)

Pemeriksaan Nama Anggota Keluarga (Inisial)


Fisik
Ny.A
Tn.A By.B Tn.D Ny.C

24
KEPALA :
Rambut Hitam, lurus Hitam, lurus Hitam, lurus Hitam, lurus Hitam, lurus

Mata Conjungtifa Conjungtifa Conjungtifa Conjungtifa Conjungtifa


tdak pucat tdak pucat tdak pucat tdak pucat tdak pucat
Hidung Tdk ada Tdk ada Tdk ada Tdk ada Tdk ada
sinusitis sinusitis sinusitis sinusitis sinusitis
Telinga Tidk ada Tidk ada Tidk ada Tidk ada Tidk ada
serumen serumen serumen serumen serumen
Gigi – mulut Bersih, Tidak Bersih, Bersih, gigi Bersih, ada Bersih, ada
ada caries sedikit belum caries, gigi caries gigi,
caries tumbuh kuning gigi kuning

LEHER :
Tonsil Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
tonsilitis tonsilitis tonsilitis tonsilitis tonsilitis
kelenjar Tidak terjdi Tidak terjdi Tidak terjdi Tidak terjdi Tidak terjdi
pembesran pembesran pembesran pembesran pembesran
kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar

DADA :
Bentuk dada Simetris Simetris Simetris Simetris Simetris
Jantung Normal Normal Normal Normal Normal
Paru Bunyi Bunyi Bunyi Bunyi resonan Bunyi
resonan resonan resonan resonan
Gerakan Simetris Simetris Simetris Simetris Simetris

PERUT :
Bising usus (+) (+) (+) (+) (+)
Nyeri tekan (-) (-) (-) (-) (-)

EXTREMITAS

25
Gerakan Bebas utk Bebas Bebas Bebas Bebas
bergerak bergerak bergerak bergerak bergerak
Kelainan (-) (-) (-) (-) (-)

LAIN – LAIN :
Tekanan 125/90 110/80 90/70 130 mmHg 120 mmHg
Darah mmHg mmHg mmHg
Nadi 85 x/mnt 80x/mnt 100 x/mnt 90 x/mnt 90x/mnt
Respirasi 22 x/mnt 20x/mnt 30 x/mnt 24 x/mnt 24x/mnt
Suhu 36,5oC 36,5oC 37oC 36,7oC 36,7oC
Berat badan 65 Kg 55 Kg 4,7 Kg 60 Kg 50 Kg

10. Analisa Data

Data Masalah Etiologi


DS: Ketidakcukupan air
Ny.A menyatakan ASI hanya keluar sedikit di susu ibu pada Ny.A di
awal kelahiran bayi. keluarga Tn.A
DO:
a. Saat pengkajian, ibu memberi susu formula
dengan botol pada bayi.
b. Status gizi bayi kurang

DS: Ketidakmampuan
a. Ny.C menyatakan dulu Ny.A juga tidak Keluarga Tn.A
mau minum ASI, tetapi ia biarkan saja. Ia mengenal
menyatakan Ny.A tetap sehat walau tidak masalah
minum ASI pemberian ASI
b. Keluarga Tn.A menyatakan tidak pada bayi B
mengetahui takaran susu formula yang
benar
c. Keluarga Tn.A menyatakan tidak tahu
kalau penyebab berat badan kurang pada
bayi adalah asupan susu yang kurang.
DO:-
DS: Ketidakmampuan

26
a. Ny.A menyatakan ia tidak memberikan keluarga Tn.A
ASI sejak anaknya usia 2 hari. Ia mengambil
menyatakan tidak memberikan ASI karena keputusan dengan
ASI hanya keluar sedikit, tetapi pada hari tepat untuk
ke-2 anak tidak mau menyusu sehingga ia memberikan ASI
menghentikan pemberian ASI. Hingga bagi bayi B
sekarang ASI tidak keluar lagi. Sejak usia
2 hari itu, Ny.A memberi bayi susu
formula.
b. Tn.A menyatakan pernah mencampuri
susu formula dengan sedikit bubur susu,
tetapi bayi B diam dan tidak menangis.
Tn.A ingin menghemat susu karena susu
mahal
DO:-
DS: Ketidakmampuan
a. Ny.A menyatakan membawa anak ke keluarga Tn.A
posyandu untuk ditimbang tetapi tidak merawat bayi B
rutin.
b. Nenek dan saudara yang sering
membuatkan bayi B susu menyatakan
memberikan susu 1 sendok takar dalam
100 cc.
c. Ny.C menyatakan jika susu tidak habis,
bisa didiamkan lebih dari 2 jam, lalu
diberikan lagi.
DO:
a. Ny.A tidak memberikan ASI bagi bayinya
b. Ny.A tidak menyendawakan anak setelah
diberi susu.
c. Berat badan bayi saat ini 4,7 kg

DS: Ketidakmampuan
Anggota keluarga Tn.A yang lain membiarkan keluarga Tn.A
Ny.A tidak menyusui bayinya. memelihara
DO:- lingkungan yang
mendukung
kesehatan bayi B

DS: Ketidakmampuan

27
a. Ny.A dulu tidak mengkonsultasikan keluarga Tn.A
mengenai ASI untuk bayinya. memanfaatkan
b. Ny.A tidak kontrol selama nifas pelayanan
DO: kesehatan bagi
Buku KIA Ny.A menunjukkan ia tak pernah pemberian nutrisi
kontrol selama nifas bayi B.
Ketidakefektifan
Pemeliharaan
Kesehatan Keluarga

DS: Ketidakmampuan
a. Ny.A menyatakan ia tidak tahu kalau Keluarga Tn.A
anak tidak diimunisasi akan beresiko mengenal
terkena penyakit masalah karena
b. Tn.A menyatakan ia, istri dan mertua tidak membawa
tidak mengetahui jika ada rasa tidak bayi B imunisasi
nyaman di tubuh adalah masalah
kesehatan
DO:-
DS: Ketidakmampuan
Adik Ny.A menyatakan keluarga dan tetangga keluarga Tn.A
berulang kali menasehati agar Ny.A KB dan mengambil
membawa anaknya imunisasi tetapi Ny.A keputusan dengan
ngeyel. tepat untuk
DO: membawa
Catatan imunisasi Bayi C menunjukkan ia baru anaknya
diimunisasi saat lahir. imunisasi.
DS: Ketidakmampuan
Tn.A menjawab dengan santai saat ditanya keluarga Tn.A
tentang imunisasi anaknya. Ia menyatakan merawat
belum diimunisasikan karena tidak sempat. kesehatan bayi B.
DO:-
DS: Ketidakmampuan
a. Tn.A mengatakan bahwa jika sedang keluarga Tn.A
stres dia kadang merokok sambil memelihara
menjaga bayinya. lingkungan yang
b. Ny.A maupun anggota keluarga lainnya mendukung
tidak melarang Tn.A merokok karena kesehatan bayi B.
tidak mengetahi dampaknya.
DO:
Tn.A dengan santainya merokok disamping

28
bayinya.
DS: Ketidakmampuan
Ny.A juga mengetahui jadwal imunisasi keluarga Tn.A
puskesmas yaitu hari selasa. Ny.A menyatakan memanfaatkan
malas membawa anak imunisasi karena takut pelayanan
dimarahi bidan dan malas antri di puskesmas. kesehatan bagi
Selain itu, ia tidak tega melihat anaknya pemberian
kesakitan kalau disuntik. imunisasi bayi B.
DO:
Catatan imunisasi Bayi C menunjukkan ia baru
diimunisasi saat lahir.

11. Skoring
a. Ketidakcukupan ASI

Skal
No Kriteria Bobot Skoring Pembenaran
a

1. a. Sifat Masalah: 2 1 2/3 x 1 = Sifat masalah ini termasuk


Ancaman 2/3 masalah kesehatan aktual,
Kesehatan karena status gizi pada
(Resiko) bayi C yang kurang yaitu
berat badan bayi saat ini
4,7 kg dan ASI Ny.B
hanya keluar sedikit pada
awal kelahiran bayi

b. Kemungkinan 2 2 2/2 x 2 = Sarana yankes terjangkau,


masalah dapat 2 perhatian keluarga
terhadap bayi ada.
di ubah:
Mudah
c. Potensi 3 1 3/3 x 1 = Bayi masih berusia 3
masalah 1 bulan, keluarga sudah
untuk berusaha memberikan
dicegah:
nutrisi bagi bayi tetapi
Tinggi
kurang tepat. Jika keluarga
memberikan susu formula
dengan takaran yang pas
dapat meningkatkan berat

29
badan bayi.

d. Menonjolnya 2 1 2/2 x 1 = Tn.B menyadari kalau


masalah: 1 berat badan anaknya yang
Masalah kurang harus segera
berat, harus
diatasi. Tn.B khawatir
segera
ditangani dengan berat badan
anaknya

Total 4 2/3

b. Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga

Skal
No Kriteria Bobot Skoring Pembenaran
a

1. a. Sifat Masalah: 2 1 2/3 x 1 = Sifat masalah ini termasuk


Ancaman 2/3 masalah kesehatan risiko,
Kesehatan karena jika bayi B tidak
(Resiko) diberikan imunisasi sesuai
jadwal atau semestinya,
maka bayi B akan mudah
terserang berbagai
penyakit.

c. Kemungkinan 1 2 1/2 x 2 = Bayi B memang terlambat


masalah dapat 1 mengikuti imunisasi,
namun umur bayi baru 3
di ubah:
bulan sehingga dia dapat
Sebagian mendapatkan imunisasi
susulan atau dilakukan uji
tuberkulin terlebih dahulu.

e. Potensi 3 1 3/3 x 1 = Bayi masih berusia 3


masalah 1 bulan. Jadi keluarga dapat
untuk segera membawa bayi B
dicegah:
imunisasi
Tinggi

f. Menonjolnya 2 1 2/2 x 1 = Jika tidak segera diatasi,


masalah: 1 bayi B akan mudah
Masalah

30
berat, harus terserang penyakit karena
segera tidak mendapatkan vaksin
ditangani untuk kekebalan tubuhnya.

Total 3 2/3

B. Diagnosa

No. Diagnosa Keperawatan Skor


1. Ketidakcukupan ASI 4 2/3
2. Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga 3 2/3

C. Intervensi

No Data Diagnosa NOC NIC


Kode Diagnosa Kode Kriteria Hasil Kode Intervensi
1. DS: Domain 2: TUK 1: TUK 1:
a.Ny.C Nutrisi Setelah Setelah dilakukan
menyatakan dulu dilakukan intervensi keluarga
Ny.A juga tidak Kelas 1: intervensi mampu mengenal
mau minum ASI, Makan keluarga mampu masalah:
tetapi ia biarkan menangani
saja. Ia Diagnosa: masalah dengan Level 1: Domain V
menyatakan Ny.A 00216 Ketidakcukupan kriteria hasil: keluarga
tetap sehat walau produksi ASI
tidak minum ASI pad Ibu S Level 1: Domain Level 2: Kelas Z
b.Keluarga Tn.A IV Perawatan
menyatakan tidak Pengetahuan membesarkan anak
mengetahui tentang kesehatan
takaran susu dan perilaku Level 3: Outcomes
formula yang 5568 Pendidikan orang tua :
benar Level 2: Kelas S Bayi
c.Keluarga Tn.A Pengetahuan 1.Tentukan
menyatakan tidak tentang kesehatan pengetahuan,kesipaan
tahu kalau dan kemampuan orang
penyebab berat Level 3: tua dalam belajar
badan kurang pada Outcomes mengenai perawatan
bayi adalah 1819 Pengetahuan bayi
asupan susu yang :Perawatan bayi 2.Monitor kebutuhan
kurang. belajar bagi keluarga
DO:- Pengetahuan dan 3.Berikan bimbingan
pemahaman antisipatif mengenai
keluarga perubahan
meningkat dari perkembanganselama

31
skala 2 tahun pertama
(pengetahuan kehidupan
terbatas) ke skala 4.Ajarkan orangtua
4 (pengetahuan cara menyiapkan susu
banyak): formula dan
181902 1. Pertumbuhan pemilihannya.
dan
perkembangan
DS: 181910 yang normal
a.Ny.A 2. teknik
menyatakan ia pemberian makan
tidak memberikan bayi
ASI sejak anaknya TUK 2:
usia 2 hari. Ia TUK 2: Setelah dilakukan
menyatakan tidak Setelah intervensi keluarga
memberikan ASI dilakukan mampu mengambil
karena ASI hanya intervensi keputusan yang tepat:
keluar sedikit, keluarga mampu
tetapi pada hari mengambil Level 1: Domain V
ke-2 anak tidak keputusan yang keluarga
mau menyusu tepatdengan
sehingga ia kriteria hasil: Level 2: Kelas Z
menghentikan Perawatan
pemberian ASI. Level 1: Domain membesarkan anak
Hingga sekarang Kesehatan
ASI tidak keluar Keluarga Level 3: Outcomes
lagi. Sejak usia 2 5640 1.Berikan orang tua
hari itu, Ny.A Level 2: Kelas materi tertulis yang
memberi bayi susu DD sesuai dengan
formula. Pengasuhan kebutuhan pengethauan
b.Tn.A yang (telah)
menyatakan Level 3: didentifikasi
pernah 2904 Outcomes 2.Instruksikan orang
mencampuri susu Kinerja tua atau pengasuh
formula dengan Pengasuhan : untuk memberi makan
sedikit bubur susu, Bayi hanya ASI atau susu
tetapi bayi B diam formla untuk tahun
dan tidak Pengetahuan dan pertama (tidak ada
menangis. Tn.A pemahaman makanan padat
ingin menghemat keluarga sebelum 4 bulan)
susu karena susu meningkat dari 3.instruksikan orang
mahal skala 1(Tidak tua atau pengasuh
DO:- penah untuk menghindari
menunjukkan ke menempatkan sereal
skala 4 (secara dalam botol (hanya
290419 konsisten formula atau ASI)

32
menunjukkan): 4.Instruksikan orangtua
1.Menyediakan atau pengasuh untuk
nutrisi sesuai usia membuang sisa susu
formula

-DS:
1.Ny.A
menyatakan
membawa anak ke
posyandu untuk
ditimbang tetapi
tidak rutin.
2.Nenek dan
saudara yang
sering TUK 3:
membuatkan bayi TUK 3: Setelah dilakukan
B susu Setelah intervensi keluarga
menyatakan dilakukan dapat merawat
memberikan susu intervensi anggota keluarga:
1 sendok takar keluarga dapat Level 1: Domain V
dalam 100 cc. merawat keluarga
3.Ny.C anggota
menyatakan jika keluarga yang Level 2: Kelas Z
susu tidak habis, sakit dengan Perawatan
bisa didiamkan kriteria hasil: membesarkan anak
lebih dari 2 jam,
lalu diberikan lagi. Level 1: Domain 8278 Level 3: Outcomes
DO: VI Peningkatan
1.Ny.A tidak Kesehatan perkembangan : Bayi
memberikan ASI Keluarga 1.Beri instruksi orang
bagi bayinya tua untuk mengenal
2.Ny.A tidak Level 2: Kelas gizi yang seimbang
menyendawakan DD serta manfaatnya
anak setelah diberi Pengasuhan 2.Berikan
susu. 2211 petunjukpenyimpanan,
3.Berat badan bayi Level 3: persiapan,
saat ini 4,7 kg Outcomes danmengatasi upaya
Kinerja untuk menyusui
Pengasuhan eksklusif ataupun
dengan susu formula
Kemampuan 3.Jelaskan Kebutuhan
keluarga dalam mengenai suplemen
merawat anggota fluoride diawal usia 6
keluarganya buln
DS: meningkat dari 4.sediakan informasi

33
Anggota keluarga skal 2 (Jarang yang akurat
Tn.A yang lain menunjukkan) ke mengenaibeberapa
membiarkan Ny.A Skala 5 (secara risiko, manfaat,
tidak menyusui 221122 konsisten kontraindikasi dan efek
bayinya. menunjukkan) samping dari imunisasi
DO:- tentang : yang terjadwal
221130 1.Menyediakan Identifikasi kebutuhan
nutrisi yang imunisasi tambahan
sesuai usia untuk beberapa
2.Menyediakan kelompok anak tertentu
221131 pencegahan
perawatan
kesehatan
3.Menyediakan
episode
perawatan
Kesehatan TUK 4:
Setelah dilakukan
intervensi keluarg
TUK 4: dapat memodifikasi
Setelah lingkungan yang
dilakukan aman:
intervensi Level 1: Domain V
keluarga dapat keluarga
memodifikasi
lingkungan yang Level 2: Kelas Z
aman dengan Perawatan sepanjang
kriteria hasil: hidup

Level 1: Domain 7040 Level 3: Outcomes


VI Dukungan Pengasuhan:
Kesehatan 1.Mengajarkan
Keluarga caregiver mengenai
cara meningkatkan rasa
Level 2: Kelas X aman
kesejahteraan 2.Berikan pengertian
2602 keluarga bagi keluarga/caregiver
tentang masalah yang
Level 3: dialami
Outcomes bayi C
Fungsi keluarga 3.Berikan pengertian
kepada kepada
Kemampuan keluarga tentang
Ds: keluarga dalam pentingnya
1.Ny.A dulu tifak merawat anggota dukungan keluarga
menyusui bayinya memodifikasi bagi Ny.A

34
2.Ny.A tidak lingkungan yang 3. Anjurkan keluarga
kontorl selama aman meningkat membantu
nifas dari skal 2 (Jarang pemberian nutrisi yang
DO: menunjukkan) ke tepat bagi bayi.
Buku KIA Ny.A 260203 Skala 5 (secara
menunjukkan ia konsisten
tak pernah kontol menunjukkan)
Nifas 260211 tentang :
1.Mengatur
perilaku anggota
260223 keluarga
2. menciptakan
lingkunga yang
nyaman
3.Anggota
keluarga bisa
saling membantu
TUK 5:
Setelah dilakukan
TUK 5: intervensi keluarg
Setelah dapat memodifikasi
dilakukan lingkungan yang
intervensi aman:
keluarga dapat Level 1: Domain V
memanfanfaa keluarga
yang aman
dengan kriteria Level 2: Kelas Z
hasil: Perawatan sepanjang
hidup
Level 1: Domain
VI Level 3: Outcomes
Kesehatan
Keluarga

Level 2: Kelas X
kesejahteraan
keluarga

Level 3:
Outcomes

2. Ketidakefektifan TUK 1: TUK 1:


Pemeliharaan Setelah Setelah dilakukan
Kesehatan dilakukan intervensi keluarga
Keluarga intervensi mampu menangani

35
DS: keluarga mampu masalah:
menangani Intervensi
a. Ny.A masalah dengan
menyataka kriteria hasil:
n ia tidak 5602 Pengajaran proses
tahu kalau 1803 Pengetahuan penyakit
anak tidak tentang proses
diimunisas penyakit 5604 Pengajaran kelompok
i akan
beresiko TUK 2:
terkena Setelah TUK 2:
penyakit dilakukan Setelah dilakukan
b. Tn.A intervensi intervensi keluarga
menyataka keluarga mampu mampu mengambil
n ia, istri mengambil keputusan yang tepat
dan mertua keputusan yang
tidak tepatdengan
mengetahu kriteria hasil:
i jika ada
rasa tidak 1606 Berpartisipasi 5250 Dukungan
nyaman di dalam Pengambilan
tubuh memutuskan Keputusan
adalah perawatan
masalah kesehatan
kesehatan
c. Adik Ny.A TUK 3: TUK 3:
menyataka Keluarga Keluarga mampu
n keluarga mampu merawat merawat keluarga
dan keluarga
tetangga
berulang 1705 Orientasi 5390 Peningkatan Kesadaran
kali kesehatan Diri
menasehati
agar Ny.A TUK 4: TUK 4:
KB dan Keluarga Keluarga mampu
membawa mampu memodifikasi
anaknya memodifikasi lingkungan
imunisasi lingkungan
tetapi
Ny.A 1908 Deteksi Risiko 4360 Modifikasi Perilaku
ngeyel.
d. Tn.A TUK 5: TUK 5:
menjawab Keluarga Keluarga memiliki
dengan memiliki kemampuan
santai saat kemampuan memanfaatkan
ditanya memanfaatkan fasilitas kesehatan

36
tentang fasilitas
imunisasi kesehatan
anaknya.
Ia 1603 Perilaku menacri 7910 Konsultasi
menyataka pelayanan 4360 Modifikasi Perilaku
n belum kesehatan
diimunisas
ikan
karena
tidak
sempat.
e. Tn.A
mengataka
n bahwa
jika sedang
stres dia
kadang
merokok
sambil
menjaga
bayinya.
f. Ny.A
maupun
anggota
keluarga
lainnya
tidak
melarang
Tn.A
merokok
karena
tidak
mengetahi
dampakny
a
DO:
a. Catatan
imunisasi
Bayi C
menunjukk
an ia baru
diimunisas
i saat lahir
b. Ny.A juga
mengetahu
i jadwal

37
imunisasi
puskesmas
yaitu hari
selasa.
Ny.A
menyataka
n malas
membawa
anak
imunisasi
karena
takut
dimarahi
bidan dan
malas antri
di
puskesmas
. Selain itu,
ia tidak
tega
melihat
anaknya
kesakitan
kalau
disuntik.
DO:
a. Catatan
imunisasi
Bayi C
menunjukk
an ia baru
diimunisas
i saat lahir
b. Tn.A
dengan
santainya
merokok
di samping
bayinya

38
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran,
tugas perkembangan keluarga pada tahap tahap II (Keluarga dengan anak
pertama < 30 bulan atau biasa disebut Child Bearing. Masa ini merupakan
transisi menjadi orang tua yang akan menimbulkan krisis keluarga. peran
perawat dalam tahap ini adalah melakukan perawatan dan konsultasi seperti cara

39
menentukan gizi yang baik untuk ibu hamil dan bayi, mengenali gangguan
kesehatan bayi secara dini dan mengatasinya, imunisasi yang dibutuhkan anak,
tumbuh kembang anak yang baik, interaksi keluarga, keluarga berencana dan
pemenuhan kebutuhan anak terutama pada ibu yang bekerja.
2. Konsep asuhan keperawatan keluarga adalah data umum, Riwayat dan tahap
perkembangan keluarga, lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga,
pengkajian penjajakan II, stres dan koping keluarga, harapan hidup, Pemeriksaan
fisik seluruh anggota keluarga, analisa data, skoring masalah, Diagnosa,
Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi.
3. Pengkajian keperawatan pada bayi baru lahir adalah Data umum (Inisial KK,
umur, alamat dan telepon, pekerjaan KK, pendidikan KK, komposisi keluarga,
genogram, tipe keluarga, suku, agama, status sosial ekonomi, aktivitas rekreasi),
Riwayat dan tahap perkembangan (Tahap perkembangan keluarga saat ini, tahap
perkembangan keluarga yang belum terpenuhi, riwayat kesehatan keluarga,
kebiasaan memeriksakan diri, kebiasaan minum obat, kesehatan ibu dan anak
seperti riwayat kehamilan yang lalu; persalinan; masa nifas; keluarga berencana;
dan pemeriksaan bayi, riwayat kesehatan mental-psikososial-spiritual), Data
lingkungan (Karakteristik rumah, karakteristik tetangga dan komunitas RW,
Mobilitas geografis keluarga, perkumpulan keluarga dan interaksi dengan
masyarakat, sistem pendukung keluarga), Struktur keluarga (Pola komunikasi
keluarga, struktur peran keluarga, nilai dan norma keluarga, struktur kekuatan
keluarga), Fungsi keluarga (Fungsi ekonomi, sosial, sosialisasi, pemenuhan,
religius, rekreasi, reproduksi, afektif), Pengkajian penjajakan II, Stres dan
koping keluarga, Harapan keluarga, dan Pemeriksaan fisik.
4. Diagnosa Keperawatan keluarga pada kasus ini adalah ketidakcukupan ASI, dan
Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga.
5. Intervensi Keperawatan keluarga berdasarkan TUK 1 sampai 5.
B. Saran
Diharapkan kepada anggota keluarga khususnya ibu bayi dapat lebih
memberikan perhatian dan perawatan pada bayinya.

40
DAFTAR PUSTAKA

Depkes (2005)
Friedman, M. 2010. “Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori dan Praktek.
Edisi 5. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Gloria M. Bluechek, dkk. (2013). “Nursing Intervention Classification (NIC)”. Edisi
Keenam. Yogyakarta: Elsevier Inc
Harnilawati. 2013. “Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga”. Takalar Sulawesi
Selatan: Pustaka As Salam

41
Khayudin, Bayu A. (2019). “Pemberian Edukasi Rumah Sehat pada Keluarga Binaan
dengan Pendekatan Kenyamanan Florence”. 2019, Vol. 4 No. 2
Kemenkes (2014)
Mubarak,dkk. (2006). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Komunitas 2 Teori dan Aplikasi
Dalam Praktik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan Komunitas, Gerontik
dan Keluarga. Yogyakarta : Sagung Seto
Murwani. (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga Konsep dan Aplikasi Kasus.
Yogyakarta : Mitra Cendikia Press
Sue Moorhead, dkk. (2013). “ Nursing Outcomes Classification (NOC)”. Edisi Kelima.
Yogyakarta: Elseiver Inc
T. Keather Herdman, PHD, RN, FNI & Shigemi Kmitsuru, PHD, RN, FNI. (2018-
2020). “NANDA-1 Diagnosa Keperawatan”. Edisi 11. Jakarta: EGC

42