Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TUTORIAL KE-2

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

Nama Mata Kuliah : STATISTIKA EKONOMI


Kode Mata Kuliah : ESPA4213
Jumlah sks : 3 (Tiga) SKS
Nama Pengembang : Rahmat Al Hidayat, SE, M.Ec.Dev
Nama Penelaah : Hendrin Hariati. S
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2019.1
Edisi Ke- : 1

No Aspek/Konsep yang Dinilai Skor Maksimal


1 Hitunglah deviasi standarnya menggunakan mean 40

Nilai F X F.X X-Ẍ (X - Ẍ)2 F(X - Ẍ)2


0 – 1,9 2 1 2 1 – 5,47 = -4,47 19,98 39,96
2 – 3,9 7 3 21 3 – 5,47 = -2,47 6,10 42,7
4 – 5,9 20 5 100 5 – 5,47 = -0,47 0,22 4,4
6 – 7,9 10 7 70 7 – 5,47 = 1,53 2,34 23,4
8 – 9,9 6 9 54 9 – 5,47 = 3,53 12 74,76
46
∑ 45 246 185,22

2 Jelaskan tentang peristiwa dalam probabilitas 30

a. Peristiwa yang saling meniadakan atau saling asing


(mutually exclusive)
b. Peristiwa yang tidak saling meniadakan
c. Peristiwa yang komplimen
d. Peristiwa yang independent
e. Peristiwa yang dependen

3 Carilah besarnya probabilitas terjadinya x bila: 40

a. ( 0 ≤ x ≤ 1,24)

b. (-0, 37 < x < 0)

c. (-1,73 ≤ x ≤ 2,02)
d. (0,66 ≤ x ≤ 1,25)

* coret yang tidak sesuai

Jawaban :

1 N
2
¿¿Xi - X)2
N −1 ∑
1. S =
i=1

1 (185,22)
S2 =
5−1

S2 = 46,305
S = √ 46,305
S = 6,8047

2.

- Peristiwa Saling Meniadakan


Dua peristiwa dikatakan Mutually Exclusive apabila suatu peristiwa terjadi akan meniadakan
peristiwa yang lain untuk terjadi (saling meniadakan)
Contoh :
a. Permukaan sebuah koin
b. Permukaan dadu
c. Kelahiran anak laki atau perempuan pada seorang ibu dengan kehamilan tunggal.

- Peristiwa Tidak Saling Meniadakan

Non Mutually Exclusive dua peristiwa atau lebih dapat terjadi bersama-sama (tetapi tidak
selalu bersama)
Contoh :
Pada penarikan satu kartu dari satu set kartu bridge, peluang akan terambil kartu as atau kartu
berlian adalah :

P (as) = 4/52
P (berlian) = 13/52
Ada sebuah kartu as dan berlian : P (as ∩ berlian) = 1/52
P(AUB) = P (A) + P (B) – P ( A U B )
P (as U berlian) = P (as) + P (berlian) – P (as ∩ berlian)
= 4/52 + 13/52 – 1/52 = 16/52

- Peristiwa Independent (Bebas)

Dua peristiwa dikatakan independen (bebas) jika terjadinya atau tidak terjadinya
peristiwa satu tidak mempengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh peristiwa yang
lain. Jika X dan Y merupakan dua peristiwa yang independen, maka probabilitas
untuk terjadinya kedua peristiwa tersebut adalah : P(X ∩ Y) = P(X) x P(Y).
Contoh :

Dari 100 barang yang diperiksa terdapat 20 barang yang rusak. Berapa probabilitas
untuk mendapatkan barang yang bagus (baik) jika dilakukan tiga kali pengambilan
barang tersebut (barang yang telah diambil dikembalikan lagi).
Jawab :
P (barang baik) = 80/100 = 0,80
P (barang rusak) = 20/100 = 0,20
X = pengambilan pertama barang baik
Y = pengambilan kedua barang baik
Z = pengambilan ketiga barang baik
P(X ∩ Y ∩ Z) = P(X) x P(Y) x P(Z) = 0,8 x 0,8 x 0,8 = 0,512.

- Peristiwa Dependent (Bersyarat)

Dua peristiwa dikatakan dependen (bersyarat) adalah jika terjadinya peristiwa yang
satu akan mempengaruhi atau merupakan syarat terjadinya peristiwa yang lain. Jika
peristiwa X dan Y merupakan peristiwa dependen (probabilitas bahwa Y akan terjadi
jika diketahui bahwa X telah terjadi) maka dapat dirumuskan : P(X ∩ Y) = P(X) x
P(Y/X).
Contoh :
Seorang peneliti ingin mengetahui Mata Kuliah yang disukai mahasiswa. Untuk
penelitian tersebut dibutuhkan 100 mahasiswa dan setelah diberikan pertanyaan
diketahui bahwa :
40 mahasiswa menyatakan menyukai Mata Kuliah Matematika
30 mahasiswa menyatakan menyukai Mata Kuliah Statistika
30 mahasiswa menyatakan tidak menyukai kedua Mata Kuliah di atas
Jika dipilih 2 orang mahasiswa secara acak (setelah dipilih tidak dikembalikan lagi),
berapa kemungkinan terpilih seorang mahasiswa yang menyukai Mata Kuliah
Matematika dan seorang mahasiswa yang menyukai Mata Kuliah Statistika.
Jawab :
A : terpilih seorang mahasiswa yang menyukai MK Matematika
B : terpilih seorang mahasiswa yang menyukai MK Statistika
Catatan : Dalam pemilihan secara berturut-turut terdapat dua kemungkinan pemilihan,
yaitu terpilih yang menyukai Matematika - Statistika atau Statistika – Matematika,
dengan demikian probabilitasnya adalah :
P(A ∩ B) = (40/100) x (30/99) = 0,1212
P(B ∩ A) = (30/100) x (40/99) = 0,1212
Jadi probabilitas terpilih seorang mahasiswa yang menyukai mata kuliah Matematika
dan seorang mahasiswa yang menyukai mata kuliah Statistika adalah 0,2424.

3. a. (0 ≤ x ≤ 1,24)
Pr (0 ≤ x ≤ 1,24) adalah sama dengan luas kurva normal baku antara z = 0 dan z =
1,24 Dari tabel Pr (0 ≤ x ≤ 1,24) = 0,3925
b. (-0, 37 < x < 0)
Pr (-0, 37 < x < 0) dalam grafik
Dari tabel pr (-0, 37 < x < 0) = 0,1443
c. (-1,73 ≤ x ≤ 2,02)
Pr (-1,73 ≤ x ≤ 2,02) dalam grafik
Pr (-1,73 ≤ x ≤ 2,02) = Pr (-1,73 ≤ x ≤ 0) + pr (0 ≤ x ≤ 2,02)
= 0,4582 +0,4783= 0.9365
d. (0,66 ≤ x ≤ 1,25)
Pr (0,66 ≤ x ≤ 1,25) = Pr (0 ≤ x ≤ 1,25) – Pr (0 ≤ x ≤0,66 )
= 0,3944 – 0,2454
= 0.1492