Anda di halaman 1dari 4

Ringkasan Kasus Lola’s Market

Lola’s Market berawal dari sebuah mimpi dari anak laki-laki usia 15 tahun yang
bernama David Ortega. David bermimpi untuk memiliki bisnis yang mampu
menyediakan roti Meksiko dengan citra rasa otentik kepada konsumen berbangsa
latin. Mimpi tersebut dapat terealisasi pada tanggal 8 Februari 1992 di Dutton Avenue
Santa Rosa, California bersama kedua orangtuanya. David berhasil membuka Lola's
Market dan mempunyai 2 orang yang berperan penting yaitu Mario Lozano sebagai
General Manager dan Carlos Salvatierra sebagai Controlling.
Saat ini Lola's Market telah berkembang menjadi Supermarket yang mempunyai
5 gerai, dan akan mempunyai 6 gerai. Lola’s Market tetap memiliki pabrik roti dan
restoran di dalamnya. David beranggapan bahwa tradisi bisnis yang baik perlu
diwariskan ke generasi yang baru yaitu generasi milenial, tetapi ini memiliki risiko
dan bisa membuat Lola’s Market kehilangan basic konsumen lamanya. David
berpendapat bahwa jangan pernah anda berkata tidak bisa, anda harus selalu positif.
Pada tahun 2017 terjadi akuisisi Wholefood oleh Amazon. Hal ini menyebabkan
persaingan di Lini Bisnis Lola’s Market menjadi meningkat dan membuat bisnis
keluarga, seperti Lola’s Market menjadi lebih sulit untuk berkembang. Pesaing Lola’s
Market yang lain seperti Oliver melakukan rebranding dengan menawarkan berbagai
teknologi untuk memanjakan generasi milenial. Adanya penambahan wifi di toko
untuk menangkap pasar dari generasi milenial. David memiliki komitmen yang tinggi
terhadap kesegaran dan tradisi. David seorang pelaku bisnis yang kreatif dan
mempunyai ide cemerlang.

Permasalahan
Analisis kelayakan strategi diversifikasi dan pemasaran yang memungkinkan agar
Lola’s Market dapat menarik konsumen milenial sambil terus melayani pelanggan
tradisional di toko.

Analisis SWOT
Strength
● Memiliki produk roti Meksiko dengan cita rasa otentik
● Bisnis unik yaitu pabrik roti khas dengan restoran di dalamnya yang tergabung
menjadi satu dengan swalayan
Weakness
● Biaya operasional cukup besar karena menggabungkan pabrik roti, restoran
dan swalayan
● Area pemasaran terbatas pada California
● Kurang memiliki kemampuan dalam pemasaran digital
Opportunity
● Memiliki pasar tersendiri yang dijadikan tujuan khusus yaitu warga Latin
● Pasar lain yang tersedia masih cukup luas yaitu target pasar baru para kaum
milenial dengan gaya hidup sehat
● Adanya teknologi sosial media atau layanan daring yang dapat dipergunakan
sebagai sarana promosi
Threat
● Daya saing untuk swalayan kurang bagus karena kurang berkembang dan
hampir tergeser oleh wholesaler
● Persaingan cukup ketat dalam pasar bisnis swalayan dengan adanya pesaing
yang telah menjalankan bisnis online

Model Bisnis
David menggunakan model bisnis yang menggabungkan pabrik roti, restoran, dan
swalayan menjadi satu tempat. Sisi positif dari model ini adalah revenue bisa
didapatkan dari berbagai jenis bisnis tersebut dan satu dengan lain saling mendukung.
Sisi negatif yang muncul adalah karena gabungan bisnis tersebut sehingga biaya
operasional cenderung lebih tinggi dan jika salah dalam melakukan manajemen maka
ketiga bisnis tersebut akan langsung mati satu persatu.

Analisis Strategi
Sebuah perusahaan dapat menggunakan salah satu dari beberapa pendekatan dasar
untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, semua strategi memiliki tujuan yang sama
yaitu untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan daripada pesaing atau
memberikan nilai lebih efisien daripada pesaing (atau keduanya). Nilai lebih bagi
pelanggan dapat berarti produk yang bagus dengan harga lebih rendah, produk
superior yang harganya lebih tinggi, atau penawaran bernilai terbaik yang mewakili
kombinasi menarik antara harga, fitur, layanan, dan atribut menarik lainnya. Efisiensi
yang lebih besar berarti memberikan tingkat nilai tertentu kepada pelanggan dengan
biaya lebih rendah. Hal itu dapat dicapai apabila perusahaan mau melakukan aktivitas
rantai nilai yang berbeda dari para pesaing dan membangun sumber daya dan
kemampuan bernilai kompetitif yang tidak dapat ditandingi atau dikalahkan oleh
pesaing.
Strategi kompetitif perusahaan memberikan gambaran usaha yang spesifik untuk
memposisikan dirinya di pasar, memuaskan pelanggan, menghadapi ancaman
kompetitif, dan mencapai jenis keunggulan kompetitif tertentu. Setiap perusahaan
memiliki strategi kompetitif yang berbeda. Terdapat setidaknya dua faktor substansi
yang membedakan satu strategi kompetitif dari yang lain yaitu (1) apakah target pasar
perusahaan luas atau sempit dan (2) apakah perusahaan mengejar keunggulan
kompetitif terkait dengan biaya atau diferensiasi yang lebih rendah. Kedua faktor ini
memunculkan empat opsi strategi kompetitif yang berbeda, ditambah satu opsi
hibrida, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Pada kasus Lola’s Market, David menggunakan a best-cost provider strategy hal ini
dapat dilihat dari upaya David untuk menggabungkan atribut produk kelas dengan
biaya lebih rendah daripada pesaing. Lola memiliki keunggulan produk dengan
kualitas tinggi yaitu roti dan makanan Mexico yang otentik dengan komitmen untuk
selalu menawarkan produk yang fresh dan variasi produk tradisional Hispanik di
swalayan. Walaupun menawarkan produk berkelas, namun lola’s market juga
melakukan pengendalian atas biaya, pada tahun 2016 Lola dapat melakukan
penurunan harga pokok penjualan dari tahun sebelumnya. Penurunan tersebut
menunjukkan bahwa Lola memiliki potensi untuk meningkatkan profitabilitasnya di
tahun-tahun mendatang jika terus tren penurunan rasio harga pokok penjualan, serta
penurunan rasio ini mengidentifikasi adanya peningkatan kontrol biaya.

Jika perusahaan telah menentukan strategi kompetitif generik mana yang akan
digunakan, kemudian perusahaan dapat menentukan tindakan strategis apa yang bisa
diambil melengkapi pendekatan kompetitifnya dan memaksimalkan kekuatan strategi
keseluruhannya. Pertama, harus diputuskan apakah perusahaan akan melakukan
ofensif atau gerakan kompetitif defensif, dan kapan waktu yang tepat untuk
melakukanya. Kemudian menentukan kegiatan perusahaan atau ruang lingkup
operasinya di seluruh rantai nilai.

Dengan melihat adanya peningkatan persaingan lini bisnis sebagai segmen barunya,
maka David memutuskan untuk rebranding atau perombakan pada Lola’s Market, hal
ini merupakan strategi ofensif yang diambil oleh Lola’s Market, yaitu dengan:

1. David merombak salah satu gerainya, Dutton Ave yang berlokasi Santa Rosa.
Perombakan ini dimaksudkan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen
karena akan menawarkan gaya prasmanan dan pengaturan swalayan mirip
dengan apa yang terlihat di pesaing besar seperti Whole Foods.
2. Menyediakan restoran dengan konsep self-service kepada pelanggan dan
menentukan harga sesuai dengan apa yang mereka ambil.
3. Menawarkan variasi menu makanan yang diinginkan generasi milenial, yaitu
makanan cepat saji yang sehat dan menu makanan khas Mexico untuk
vegetarian.
4. Mempekerjakan mahasiswa magang untuk memasarkan Lola’s Market di
media sosial untuk mengurangi biaya operasional dalam mempekerjakan
spesialis pemasaran digital. Dengan mempekerjakan mahasiswa Lola’s Market
dapat menjangkau lebih banyak generasi milenial.
5. Memberikan HootSuite kepada masing-masing manajer toko Lola’s Market.
Sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk manajemen konten
semua platform media sosial dengan konten Lola’s Market pada kualitas,
layanan pelanggan dan makanan mexico yang autentik.

Rekomendasi
Menurut kelompok kami, beberapa alternatif yang akan diambil oleh David kurang
dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Lola’s Market. salah satunya adalah
merombak layout swalayan market menjadi gaya swalayan (Belajar dari kegagalan
seven eleven dengan layout swalayan padahal restoran), karena produk utama Lola’s
Market adalah Roti khas Meksiko, sehingga lebih tepat jika layout disesuaikan dengan
restoran gaya fastfood dengan tambahan swalayan di dalamnya sehingga fokus akan
muncul pada restoran tersebut yang merupakan kekuatan Lola’s Market. Customer
dapat menikmati hidangan khas sambil berbelanja pada swalayan tersebut. Sedangkan
untuk ide yang lain kami sangat setuju karena hal tersebut dapat meningkatkan nilai
jual Lola’s Market. Generasi milenial cenderung mencari “tempat” dan “makanan
khas” yang jika hal ini diterapkan pada perombakan Lola’s Market yang tepat adalah
desain layout restoran yang khas dengan makanan khas pula seperti layout
pemukiman Meksiko dengan Roti khas Meksiko sebagai menunya. Layout seperti ini
akan lebih menarik generasi milenial karena ada ciri khas disana yang tidak akan
dapat dijumpai di seluruh California dan merupakan tempat untuk bernostalgia bagi
pelanggan utama yaitu warga Latin.
Selain itu jika bisnis Lola’s telah dipromosikan melalui media sosial, Lola’s harus
siap untuk menerima resiko adanya kritik dan saran dari umpan balik konsumen.
Untuk itu Lola harus membuat rencana complaint handling system apabila terjadi
komplain dari pelanggan agar tidak merusak citra Lola yang saat ini.