Anda di halaman 1dari 16

Pertemuan hari II

Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :


1. Mampu menyusun rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
nephropati secara mandiri, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Mampu membuat tujuan/kritereria hasil perencanaan sesuai dengan diagnosis yang telah
dimunculkan.
b. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pengkajian fokus terhadap masalah tersebut
c. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan untuk pasien/keluarga
terhadap masalah tersebut
d. Mampu mengidentifikasi kebutuhan kolaborasi terhadap masalah tersebut
e. Mampu mengidentifikasi kebutuhan aktifitas lain yang menunjang pemecahan masalah
tersebut
2. Mampu berdiskusi kelompok tentang rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus
dengan komplikasi nephropati yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri
3. Mampu menyusun catatan perkembangan pada kasus diabetes dengan komplikasi nephropati
secara mandiri
4. Mampu mendiskusikan tentang catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi nephropati yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai
kesepahaman kelompok
5. Mampu membuat dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
nephropati secara mandiri

Aktifitas 1
Susunlah rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi nephropati secara
mandiri
1. Hipervolemia b.d gangguan mekanisme
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan status
keseimbangan cairan dapat ditingkatkan dengan kriteria hasil :

a. berat badan stabil


b. tidak ada edema
c. Keseimbangan intake dan ouput dalam 24 jam
Intervensi :

Observasi :

- Periksa tanda dan gejala Hipervolemia (mis.ortopnea, adema, JVP/CVP


meningkat, refleks hepatojugularis positif, suara nafas tambahan

- Identifikasi penyebab hypervolemia


- Monitor intake dan output cairan

- Monitor tanda hemokonsenterasi (mis, kadar natrium, BUN, hematocrit, berat


jenis urin

Terapeutik :

- Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama

- Batasi asupan cairan dan garam

- Jaga intake yang akurat dan catat output

- Monitor tanda-tanda vital pasien

Edukasi :

- Anjurkan melapor jika haluaran urin <0,5 mL/kg/jam dalam 6 jam

- Anjurkan melapor jika bb bertambah >1 kg dalam sehari

- Ajarkan cara membatasi cairan

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian diuretic

- Kolaborasi penggantian kehilangan kaliaum akibat diuretic

2. Perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan konsentrasi hemoglobin


Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan perfusi
perifer menjadi efektif dengan kriteria hasil:

a. TTV dalam batas normal


b. Warna kulit normal
c. Suhu kulit hangat
d. Nilai laboratorium dalam batas normal
Intervensi :
Observasi

- Periksa sirkulasi perifer seperti nadi perifer, pengisian kapiler, warna, suhu

- Identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi

- Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada ekstermitas

Terapeutik

- Lakukan pencegahan infeksi

- Lakukan perawatan kaki dan kuku

Edukasi

- Anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur

- Anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat

- Anjurkan program rehabilitasi vaskular

- Ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi misalnya rendah lemak


jenuh, minyak ikan omega 3

- Informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan misalnya rasa sakit
yang tidak hilang saat istirahat, luka tidak sembuh dan hilangnya rasa.
3. Resiko Infeksi
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan resiko
infeksi dapat berkurang. Dengan kriteria hasil sebagai berikut :
1. Mengenali tanda dan gejala yang mengindikasikan risiko dalam penyebaran infeksi
2. Mengetahui cara mengurangi penularan infeksi
3. Mengetahui aktivitas yang dapat meningkatkan infeksi

Intervensi :
Observasi :
- Pemantauan tanda vital
- Kaji tanda-tanda infeksi ; suhu tubuh, nyeri dan perdarahan
- Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
Terapeutik :
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah setiap melakukan kegiatan perawatan pasien.
Edukasi :
- Mengajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi
- Mengajarkan pasien dan keluarga bagaimana menghindari infeksi.

Aktifitas 2
Diskusikan rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi nephropati
yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok
1. Hipervolemia b.d gangguan mekanisme
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan status
keseimbangan cairan dapat ditingkatkan dengan kriteria hasil :

a. berat badan stabil


b. tidak ada edema
c. Keseimbangan intake dan ouput dalam 24 jam
Intervensi :
Observasi :

- Periksa tanda dan gejala Hipervolemia (mis.ortopnea, adema, JVP/CVP


meningkat, refleks hepatojugularis positif, suara nafas tambahan

- Identifikasi penyebab hypervolemia

- Monitor intake dan output cairan

- Monitor tanda hemokonsenterasi (mis, kadar natrium, BUN, hematocrit, berat


jenis urin

Terapeutik :

- Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama

- Batasi asupan cairan dan garam

- Jaga intake yang akurat dan catat output

- Monitor tanda-tanda vital pasien

Edukasi :

- Anjurkan melapor jika haluaran urin <0,5 mL/kg/jam dalam 6 jam

- Anjurkan melapor jika bb bertambah >1 kg dalam sehari

- Ajarkan cara membatasi cairan

Kolaborasi :

- Kolaborasi pemberian diuretic

- Kolaborasi penggantian kehilangan kaliaum akibat diuretic

2. Perfusi perifer tidak efektif b.d penurunan konsentrasi hemoglobin


Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan perfusi
perifer menjadi efektif dengan kriteria hasil:

a. TTV dalam batas normal


b. Warna kulit normal
c. Suhu kulit hangat
d. Nilai laboratorium dalam batas normal
Intervensi :

Observasi

- Periksa sirkulasi perifer seperti nadi perifer, pengisian kapiler, warna, suhu

- Identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi

- Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada ekstermitas

Terapeutik

- Lakukan pencegahan infeksi

- Lakukan perawatan kaki dan kuku

Edukasi

- Anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur

- Anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat

- Anjurkan program rehabilitasi vaskular

- Ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi misalnya rendah lemak


jenuh, minyak ikan omega 3

- Informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan misalnya rasa sakit
yang tidak hilang saat istirahat, luka tidak sembuh dan hilangnya rasa.

3. Resiko Infeksi
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan resiko
infeksi dapat berkurang. Dengan kriteria hasil sebagai berikut :
1. Mengenali tanda dan gejala yang mengindikasikan risiko dalam penyebaran infeksi
2. Mengetahui cara mengurangi penularan infeksi
3. Mengetahui aktivitas yang dapat meningkatkan infeksi

Intervensi :
Observasi :
- Pemantauan tanda vital
- Kaji tanda-tanda infeksi ; suhu tubuh, nyeri dan perdarahan
- Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
Terapeutik :
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah setiap melakukan kegiatan perawatan pasien.
Edukasi :
- Mengajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi
- Mengajarkan pasien dan keluarga bagaimana menghindari infeksi.

Aktifitas 3
Susunlah catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi nephropati
secara mandiri
1. Dx 1 Hipervolemia
S :
- Ny. P mengatakan sudah tidak mengeluh badan terasa berat karena bengkak
- Klien menceritakan produksi air kencing agak lebih banyak dari sebelumnya
O :

- Tidak Terdapat pitting edema pada kedua tungkai


- Hb = 9,4 mg/dl
- albumin 3,4 mg/dl
- ureum = 100 mg/dl
- kreatinin = 3,5 mg/dl
- CCT = 6,78 mg/d
A : Masalah Hipervolemia belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi
2. Dx 2 Perfusi perifer tidak efektif
S : Ny. P sudah tidak mengeluh Badan terasa berat karena bengkak
O : TidakTerdapat pitting edema pada kedua tungkai
A : Masalah Perfusi perifer tidak efektif belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi
3. Dx 3 Resiko Infeksi
S : Ny. P mengatakan sudah mengerti apa yang telah di sampaikan oleh perawat
O : tidak terdapat pitting edema
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan Interfensi

Aktifitas 4
Diskusikan catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi nephropati
yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok
1. Dx 1 Hipervolemia
S :
- Ny. P mengatakan sudah tidak mengeluh badan terasa berat karena bengkak
- Klien menceritakan produksi air kencing agak lebih banyak dari sebelumnya
O :

- Tidak Terdapat pitting edema pada kedua tungkai


- Hb = 9,4 mg/dl
- albumin 3,4 mg/dl
- ureum = 100 mg/dl
- kreatinin = 3,5 mg/dl
- CCT = 6,78 mg/d
A : Masalah Hipervolemia belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi
2. Dx 2 Perfusi perifer tidak efektif
S : Ny. P sudah tidak mengeluh Badan terasa berat karena bengkak
O : TidakTerdapat pitting edema pada kedua tungkai
A : Masalah Perfusi perifer tidak efektif belum teratasi
P : Lanjutkan Intervensi
3. Dx 3 Resiko Infeksi
S : Ny. P mengatakan sudah mengerti apa yang telah di sampaikan oleh perawat
O : tidak terdapat pitting edema
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan Interfensi
Aktifitas 5
Buatlah dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi nephropati secara mandiri
Tanggal No Diagnosa Keperawatan Intervensi Implementasi
24-03-2020 1 Hipervolemia b.d gangguan Tujuan : Setelah dilakukan S :
mekanisme - Ny. P mengatakan sudah tidak mengeluh
tindakan keperawatan selama 2 x
Badan terasa berat karena bengkak
24 jam diharapkan status - Klien menceritakan produksi air kencing agak
lebih banyak dari sebelumnya
keseimbangan cairan dapat
O :
ditingkatkan dengan kriteria hasil : - Tidak terdapat pitting edema pada kedua
tungkai
d. berat badan stabil
- Hb = 9,4 mg/dl
e. tidak ada edema - albumin 3,4 mg/dl
- ureum = 100 mg/dl
f. Keseimbangan intake dan
- kreatinin = 3,5 mg/dl
ouput dalam 24 jam - CCT = 6,78 mg/d
A : Masalah Hipervolemia belum teratasi
Intervensi :
P : Lanjutkan Intervensi
Observasi :
- Periksa tanda dan gejala
Hipervolemia (mis.ortopnea,
adema, JVP/CVP meningkat,
refleks hepatojugularis positif,
suara nafas tambahan
- Identifikasi penyebab
hypervolemia
- Monitor intake dan output
cairan
- Monitor tanda
hemokonsenterasi (mis, kadar
natrium, BUN, hematocrit, berat
jenis urin
Terapeutik :
- Timbang berat badan setiap
hari pada waktu yang sama
- Batasi asupan cairan dan
garam
- Jaga intake yang akurat dan
catat output
- Monitor tanda-tanda vital
pasien
Edukasi :
- Anjurkan melapor jika
haluaran urin <0,5 mL/kg/jam
dalam 6 jam
- Anjurkan melapor jika bb
bertambah >1 kg dalam sehari
- Ajarkan cara membatasi
cairan
Kolaborasi :
- Kolaborasi pemberian
diuretic
- Kolaborasi penggantian
kehilangan kaliaum akibat diuretic.
2 Perfusi perifer tidak efektif b.d Tujuan : Setelah dilakukan tindakan S : Ny. P sudah tidak mengeluh Badan terasa berat
penurunan konsentrasi hemoglobin
keperawatan selama 1 x 24 jam karena bengkak
diharapkan perfusi perifer menjadi O : Tidak Terdapat pitting edema pada kedua
efektif dengan kriteria hasil: tungkai
e. TTV dalam batas normal A : Masalah Perfusi perifer tidak efektif belum
f. Warna kulit normal teratasi
g. Suhu kulit hangat P : Lanjutkan Intervensi
h. Nilai laboratorium dalam
batas normal
Intervensi :
Observasi
- Periksa sirkulasi perifer
seperti nadi perifer, pengisian
kapiler, warna, suhu
- Identifikasi faktor risiko
gangguan sirkulasi
- Monitor panas, kemerahan,
nyeri, atau bengkak pada
ekstermitas
Terapeutik
- Lakukan pencegahan infeksi
- Lakukan perawatan kaki
dan kuku
Edukasi
- Anjurkan minum obat
pengontrol tekanan darah secara
teratur
- Anjurkan melakukan
perawatan kulit yang tepat
- Anjurkan program
rehabilitasi vascular
- Ajarkan program diet untuk
memperbaiki sirkulasi misalnya
rendah lemak jenuh, minyak ikan
omega 3
- Informasikan tanda dan
gejala darurat yang harus
dilaporkan misalnya rasa sakit yang
tidak hilang saat istirahat, luka
tidak sembuh dan hilangnya rasa
3 Resiko Infeksi Tujuan : Setelah dilakukan asuhan S : Ny. P mengatakan sudah mengerti apa yang telah di
sampaikan oleh perawat
keperawatan selama 3 x 24 jam
diharapkan resiko infeksi dapat O : tidak terdapat pitting edema
A : Masalah teratasi
berkurang. Dengan kriteria hasil
P : Pertahankan Intervensi
sebagai berikut :
1. Mengenali tanda dan gejala yang
mengindikasikan risiko dalam
penyebaran infeksi
2. Mengetahui cara mengurangi
penularan infeksi
3. Mengetahui aktivitas yang dapat
meningkatkan infeksi
Intervensi :
Observasi :
- Pemantauan tanda vital
- Kaji tanda-tanda infeksi ; suhu
tubuh, nyeri dan perdarahan
- Monitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
Terapeutik :
- Mencuci tangan sebelum dan
sesudah setiap melakukan kegiatan
perawatan pasien.
Edukasi :
- Mengajarkan pasien dan keluarga
tentang tanda dan gejala infeksi
- Mengajarkan pasien dan keluarga
bagaimana menghindari infeksi.
Informasi pada bagian ini :
Pernyataan Tanda chek Pernyataan Tanda chek
(√) (√)
Sangat sedikit Tidak relevan dengan
praktik klinik
Sesuai Membosankan
Terlalu banyak Kurang menarik
Terlalu sederhana Sangat menarik
Kurang komplek Terlalu teoritis
Terlalu komplek Teori tepat untuk saya
Relevan dengan praktik Teori tidak cukup
klinik

Pengetahuan yang saya peroleh meningkatkan kemampuan saya untuk memberikan asuhan
keperawatan pada penderita DM (berikan tanda √ pada kotak yang disediakan) :
√ Ya, pasti

 Mungkin
 Tidak

Apa saran saudara untuk meningkatkan isi dari bab ini ?


Saran saya materinya sudah bagus.

Nama mahasiswa : MUH. NUR SYAMSU

NIM : PO714201161056

Nama akun : Muh Nur Syamsu


classroom
Alamat email muhnursyamsu188@gmail.com

Tanda tangan :