Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ratna Puspita Haryati

NIM : D24140030
Kelas : P14/D2.2

Metabolisme Lemak Ruminansia

Lemak merupakan zat makanan yang umumnya memiliki jumlah yang


kecil pada makanan ternak. Pada pakan ternak ruminansia, lemak terdapat
dalam hijauan maupun konsentrat. Kandungan lemak dalam hijauan pakan
berkisar 3-10 % yang terdiri dari glukolipid. Lemak yang terdapat dalam rumen
ternak ruminansia terdiri atas lemak pakan, lemak ptotozoa dan lemak bakteri
. Metabolisme lemak dalam rumen memiliki dampak yang besar terhadap profil
asam lemak yang tersedia untuk diserap dan digunakan oleh jaringan
tubuh. Pencernaan lemak pada ternak ruminansia dimulai di dalam rumen

Proses yang pertama adalah hidrolisis (lipolisis). Pada proses ini lemak
akan diputuskan ikatan ester trigliserida, fosfolipid, dan glikolipid yang dilakukan
oleh bateri rumen. Pada proses ini dihasilkan asam lemak, gliserol, dan galaktosa.
Hasil tersebut siap dimetabolisme secara lanjut. Asam lemak tak jenuh akan
dijumpai juga pada proses ini. Asam lemak tak jenuh (linoleat dan linolenat) akan
dipisahkan dari asam lemak, gliserol, dan galaktosa. Setelah dipisahkan asam
lemak jenuh tersebut akan diubah menjadi VFA. Bakteri Anaerovibio lipolytical
digunakan untuk hidrolisis trigliserida. Bakteri Butyrivibrio fibrisolven digunakan
untuk menghidrolisis phospolipid dan glikolipid. Beberapa faktor dapat
mempengaruhi proses hirolisis pada rumen diantaranya level lemak, pH , dan
ionophon bakteri rendah.

Proses kedua adalah hidrogenasi atau biohidrogenasi. Proses ini terjadi


pada asam lemak tak jenuh hasil proses hidrolisis dalam rumen. Terjadi
isomerisasi dari ikatan cis menjadi trans. Isomerisasi menyebabkan pengurangan
asam lemak tak jenuh. Biohidrogenasi menyebabkan lemak esensial rusak namun
ternak tidak mengalami defisiensi. Lemak esensial dapat memenuhi kebutuhan
lemak pada ruminansia.
http://2.bp.blogspot.com/-Nxg428SSrVc/T6Jl1cDl5uI/AAAAAAAAAPI/uHm-_7gOW8M/s1600/rumen.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_4IwHTsRufBg/TPZDpCptpHI/AAAAAAAAF04/CqBsaCDUCRM/s1600/lemak+reg
ulation.png

Kebanyakan lipid pada ruminan masuk ke duodenum sebagai asam lemak


bebas dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi. Lemak akan diserap oleh
duodenum. Asam lemak rantai pendek hasil hidrolisis akan diserap oleh dinding
rumen. Asam lemak rantai panjang akan masuk ke dalam epithelium dan usus
halus. Pada usus halus lemak akan disintesis menjadi gliserida dan asam lemak
oleh enzim lipase. Asam lemak C14 membentuk trasil gliserol dalam epithel usus.
Triasil gleserol, fosfolipid dan kolesterol membentuk kilomikron dan masuk ke
peredaran darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Daftar Pustaka
Arora S.P. 1989. Pencernaan Mikroba Pada Ruminan. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta.
Dilaga S.H. 1992. Nutrisi Mineral Makanan Ternak (Kajian Khusus Selenium).
Pressindo, Jakarta.