Anda di halaman 1dari 11

Analisis Preferensi dan Loyalitas ....................................................................

Salfira Siti Adila

ANALISIS PREFERENSI DAN LOYALITAS KONSUMEN SUSU


KAMBING PERAH PRODUK PETERNAKAN BANGUN KARSO FARM
KECAMATAN CIJERUK KABUPATEN BOGOR

CONSUMER LOYALITY AND PREFERENCE ANALYSIS TO DAIRY


GOAT MILK OF BANGUN KARSO FARM, CIJERUK SUBDISTRICT,
BOGOR DISTRICT

Salfira Siti Adila*, Hasni Arief**, Maman Paturochman**


Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jalan Raya Bandung – Sumedang KM 21 Sumedang 45363
*Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Tahun 2017
**Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
email: salfirasa@gmail.com

Abstrak
Penelitian yang berjudul “Analisis Preferensi dan Loyalitas Konsumen Susu Kambing
Perah Produk Peternakan Bangun Karso Farm Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor” telah
dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016 di Peternakan Bangun Karso Farm, Kampung
Babakan Palasari RT 01 RW 07 Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen, menganalisis
preferensi dan loyalitas konsumen dalam mengkonsumsi susu kambing produk Bangun Karso
Farm. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah sensus terhadap 23 orang
konsumen yang membeli susu kambing di Bangun Karso Farm. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan oleh konsumen berdasarkan urutan
tertinggi masing-masing adalah sebagai berikut: layanan pelengkap, jaminan produk, fungsi
dan kegunaan, kebersihan tempat, cita rasa, aroma, lokasi, harga dan merek kemasan.
Preferensi konsumen menunjukan skala 3 sampai dengan 4, yang artinya bahwa konsumen
susu kambing “suka” dan “sangat suka” terhadap atribut yang melekat dalam susu kambing.
Tingkatan loyalitas konsumen susu kambing perah di Bangun Karso Farm membentuk
piramida loyalitas terbalik, yang artinya loyalitas konsumen terhadap susu kambing berada
pada loyalitas tinggi dengan tingkatan loyalitas satisfied buyer 78.26% dan liking the brand
73.91%.

Kata kunci : atribut, susu kambing perah, konsumen, preferensi, loyalitas.

Abstract
Research entitled "Consumer Loyality and Preference Analysis to Dairy Goat Milk of
Bangun Karso Farm, Cijeruk Subdistrict, Bogor District" was conducted during May-June
2016, at the Bangun Karso Farm, Village of Babakan Palasari RT 01 RW 07 subdistrict
Cijeruk, Bogor District. The purpose of this study was to determine the attributes that is
considered by consumers, the customer preference and loyalty to consume dairy goat milk of
Bangun Karso Farm product. The method used in this research is census, which the number
of consumer who buy goat milk on Bangun Karso Farm were 23 consumers. The results
showed that the attributes considered by consumers based on the highest order of each are as
1
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

follows: a complementary services, product warranty, functionality and usability, cleanliness


of the place, taste, aroma, location, price and brand packaging. Consumer preferences shows
the scale of 3 to 4, it means that the consumers of goat milk "like" and "very like" to the
attributes attached to goat milk. Levels of consumer loyalty goat milk dairy in Karso Farm
form an loyalty inverted pyramid, which means that consumer loyalty to goat's milk is high
level loyalty of satisfied buyer 78.26% and 73.91% liking the brand.
Keywords : attributes, dairy goat milk, consumer, preference, loyality.

1. PENDAHULUAN
Produksi susu di Indonesia berasal dari ternak mamalia seperti sapi, kambing, maupun
kerbau. Susu merupakan minuman bergizi tinggi identik dengan makanan pelengkap pada
konsumsi sehari-hari agar didapatkan gizi seimbang. Seiring berjalannya waktu populasi
penduduk di Indonesia mengalami peningkatan, yang mana berpengaruh terhadap
peningkatan konsumsi pangan terutama konsumsi hasil ternak. Berkaitan dengan peningkatan
status pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat, masyarakat sudah mulai sadar akan gizi
yang baik salah satunya dapat diperoleh dari hasil ternak yaitu susu.
Kambing perah termasuk kambing dwiguna penghasil daging dan susu di Indonesia.
Potensi produksi susu kambing cukup baik dan memiliki protein yang tinggi sehingga dapat
mengobati berbagai macam penyakit sebagai mana studi telaah yang mendalam oleh Haenlein
(2004), tentang manfaat susu kambing bagi kesehatan manusia menunjukkan bahwa susu
kambing dapat membantu penyembuhan penyakit pernafasan contohnya asma, bronchitis,
pneumonia, tuberculosis, dan maag, serta penyakit tulang, bahkan baik juga untuk penderita
diabetes dan epilepsi. Tidak hanya itu, susu kambing perah juga bermanfaat untuk menjaga
stamina sehari-hari.
Salah satu wilayah yang memiliki potensi penghasil susu kambing perah yang cukup
baik adalah Kabupaten Bogor. Hal ini berdasarkan faktor iklim yang baik sehingga
mendukung potensi produktifitas kambing perah yang cukup besar. Ada tujuh pelaku usaha
peternakan kambing perah yang terkonsentrasi pada penjualan susu kambing di Kabupaten
Bogor, salah satunya adalah Bangun Karso Farm. Peternakan ini berlokasi di Kampung
Babakan Palasari RT 01 RW 07 Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang
memiliki potensi produksi susu kambing yang cukup baik dan sistem peternakan yang
modern.
Sebagai produsen, Bangun Karso Farm sangat memperhatikan kualitas produk yang
dijual agar disukai oleh konsumen. Konsumen yang membeli produk susu kambing meliputi

2
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

konsumen perantara dan konsumen akhir atau perorangan yang berasal dari wilayah Jakarta,
Bogor, dan Cianjur. Mayoritas konsumen yang membeli produk tersebut adalah konsumen
perorangan. Konsumen membeli susu kambing untuk kebutuhan obat, kesehatan, toko
perlengkapan haji dan konsumen yang terbiasa mengkonsumsi susu kambing. Perubahan
perilaku konsumen sangat penting diketahui agar dapat memperkirakan kebutuhan konsumen
pada saat sekarang dan masa yang akan datang.
Atribut pada produk susu kambing menjadi indikator penting dalam meraih perhatian
konsumen, yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap preferensi konsumen yaitu pilihan
suka atau tidak suka seseorang terhadap sutu barang atau jasa. Konsumen yang telah
menyukai suatu produk akan terus membeli produk itu secara teratur. Pada situasi ini
loyalitas pelanggan memiliki peran penting bagi perusahaan. Mempertahankan loyalitas
pelanggan dapat meningkatkan produktifitas dan kelangsungan hidup suatu usaha. Pelanggan
yang loyal merupakan aset penting bagi pelaku usaha, ini dapat dilihat dari karakteristik yang
dimilikinya.
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian mengenai analisis preferensi dan loyalitas
konsumen terhadap susu kambing di Bangun Karso Farm perlu dilakukan agar strategi
pemasaran susu kambing dapat tepat sasaran dan sesuai dengan keinginan konsumen guna
menjaga kualitas produk dan bertahan dalam persaingan bisnis secara berlanjut.

2. OBJEK DAN METODE PENELITIAN


Objek Penelitian
Objek penelitian ini berupa kajian yang difokuskan pada preferensi dan loyalitas
terhadap suatu produk, sedangkan subyek penelitian ini adalah konsumen susu kambing perah
Peternakan Bangun Karso Farm Kampung Babakan Palasari RT 01 RW 07 Kecamatan
Cijeruk Kabupaten Bogor.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, dan pemilihan lokasi
penelitian dipilih secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa Peternakan Bangun
Karso Farm merupakan salah satu perusahaan peternakan kambing perah di Kabupaten Bogor
yang memiliki potensi usaha cukup baik dan berkembang juga memiliki sistem peternakan
yang modern.

3
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

Analisis data
Model analisis yang digunakan yaitu Uji Cochran Q Test, analisis Semantic
differential dan analisis Piramida Loyalitas. Model analisis yang pertama untuk pengujian
atribut pada produk digunakan dengan menggunakan uji Q Cochran. Model analisis yang
kedua untuk menguji preferensi konsumen susu kambing perah dengan mengukur atribut pada
susu kambing dengan menggunakan uji Semantic differential. Model analisis yang ketiga
yaitu dengan menggunakan analisis Piramida Loyalitas.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Atribut yang Dipertimbangkan Oleh Konsumen Susu Kambing
Konsumen susu kambing mempunyai berbagai pertimbangan dalam melakukan
pembelian susu kambing yang dipengaruhi oleh beberapa atribut pada produk susu kambing.
Ada 9 atribut susu kambing yang diujikan kepada 23 responden sebagai berikut:
Tabel 1. Atribut Valid Berdasarkan Pengujian dengan Metode Cochran Q Test
No Atribut yang di Uji Responden Jawaban “Ya”
…Orang… …Persentase%…
1 Layanan Pelengkap 23 100,0
2 Jaminan Produk 23 100,0
3 Fungsi dan Kegunaan 22 95,65
4 Kebersihan Tempat 22 96,65
5 Cita Rasa 21 91,30
6 Aroma 21 91,30
7 Lokasi 20 86,95
8 Harga 18 78,26
9 Merek dan Kemasan 7 30,43
Berdasarkan tabel di atas sebagian besar konsumen susu kambing memiliki persepsi
yang sama terhadap atribut yang melekat pada susu kambing. Atribut yang dipertimbangkan
setiap konsumen berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen itu sendiri. Atribut valid
yang melekat pada susu kambing berjumlah 9 atribut yang terdiri dari fungsi dan kegunaan,
harga, rasa, aroma, merek dan kemasan, kebersihan lokasi, layanan pelengkap, jaminan
produk serta lokasi penjualan.
Layanan pelengkap dan jaminan produk berada pada urutan tertinggi dimana sebanyak
23 orang (100%) konsumen paling mempertimbangkan atribut ini sebelum melakukan
pembelian. Hal ini beralasan karena Bangun Karso Farm (yang selanjutnya disingkat
menjadi BKF) memberikan pelayanan dan jaminan produk terbaik bagi konsumennya.

4
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

Konsumen sangat puas dengan layanan yang diberikan dalam melakukan pembelian susu
kambing di BKF karena pihak manajemen pemasaran melayani konsumen dengan sangat
baik, cepat dan ramah serta terdapat fasilitas layanan antar susu kambing kepada konsumen.
Hal ini sesuai dengan pendapat Donald dalam penelitian Hendra Wijoseno (2009) bahwa jika
pelanggan mengharapkan suatu tingkatan tertentu dalam pelayanan dan menerima layanan
tersebut sama tinggi atau lebih tinggi dengan apa yang diterimanya, maka pelanggan tersebut
akan merasa puas. Manajemen pemasaran di BKF berpendapat bahwa kepuasan konsumen
adalah kunci utama dalam penjualan susu kambing sehingga manajemen berusaha
memberikan pelayanan yang terbaik.
Selain layanan pelengkap, atribut jaminan produk juga menjadi atribut tertinggi yang
dipertimbangkan oleh konsumen. Konsumen mempertimbangkan atribut tersebut sebelum
melakukan pembelian susu. Konsumen beranggapan bahwa kualitas merupakan indikator
penting apabila mengkonsumsi suatu produk dimana produk susu kambing yang di konsumsi
bebas dari bahan pengawet, halal, tidak tercemar, dan jaminan ganti rugi apabila terdapat
produk yang rusak. Manajemen BKF memberikan jaminan bahwa susu kambing bebas dari
campuran pengawet dan apabila terdapat susu yang rusak pihak manajemen memberikan
garansi dengan penggantian produk . Manajemen beranggapan bahwa kualitas susu kambing
yang dijual menentukan kepuasan terhadap konsumen, hal tersebut sesuai dengan pendapat
Rachmad (2009), bahwa pentingnya kualitas produk dan kualitas layanan dalam
meningkatkan kepuasan. Apabila konsumen puas dengan jaminan produk susu kambing
maka konsumen akan melakukan pembelian susu secara berulang bahkan membelinya dalam
jumlah yang banyak.
Atribut harga dan merek kemasan menjadi atribut valid namun pertimbangan
konsumen terhadap atribut ini relatif rendah. Persentasi atribut harga sebesar 78,26% atau
sebanyak 18 orang konsumen mempertimbangkan harga sebelum membeli susu kambing,
dimana harga merupakan jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk
mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk baik barang maupun
jasa (Kotler, 2008). Akan tetapi, beberapa konsumen beranggapan bahwa harga tidak menjadi
sebuah masalah dalam melakukan pembelian susu dikarenakan kualitas dan manfaat dari susu
kambing itu sendiri sebagai penambah stamina dan penyembuhan penyakit. Hal ini sesuai
dengan pendapat Stanton (1994), dimana penilaian terhadap harga suatu produk dikatakan
mahal, murah atau biasa saja dari setiap individu tidaklah harus sama, karena tergantung dari

5
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

persepsi masing-masing individu yang dilatarbelakangi oleh lingkungan kehidupan dan


kondisi individu.
Urutan terendah dari atribut valid diatas adalah merek dan kemasan dimana sebanyak
30,43% konsumen memilih atribut ini, konsumen beranggapan bahwa merek merupakan
suatu gambaran dari kualitas produk yang dijual sedangkan kemasan yang menarik akan
membuat orang tertarik untuk membelinya. Kotler (1997) berpendapat bahwa pengemasan
mencakup semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus untuk suatu
produk. Kemasan susu kambing di BKF masih menggunakan plastik transparan yang dijual
dalam satuan liter, dimana tidak tercantum merek dan pelengkap lain pada kemasan. Akan
tetapi, kebanyakan konsumen tidak mempertimbangkan atribut ini dalam melakukan
pembelian karena keadaan penjualan susu kambing secara umum masih menggunakan
kemasan plastik transparan dan dijual dalam satuan liter. Konsumen beranggapan bahwa
kualitas dari susu kambing lebih penting dibandingkan dengan merek dan kemasan dagang.
Atribut fungsi kegunaan, kebersihan tempat, cita rasa, aroma, lokasi menjadi atribut
yang dipertimbangkan konsumen setelah layanan pelengkap dan jaminan produk namun
masih berada di atas atribut harga dan merek kemasan.

Preferensi Konsumen Susu Kambing


Preferensi terbentuk dari persepsi individu terhadap suatu produk. Menurut Kotler
(2005), preferensi menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada.
Kesukaan atau kepuasan konsumen terbentuk dari persepsi masing-masing individu dan akan
beragam sesuai dengan perbedaan atribut yang melekat.
Layanan pelengkap, jaminan produk, fungsi dan kegunaan, kebersihan tempat, cita
rasa, aroma, lokasi, harga, dan merek kemasan merupakan atribut susu kambing yang menjadi
preferensi konsumen dalam melakukan pembelian susu kambing di Bangun Karso Farm.
Preferensi konsumen dapat diketahui dengan menggunakan metode semantic deferential.

6
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

4.65 4.52 4.52 4.87


4.43 4.26
3.61 3.65

1.82

Ilustrasi 1. Grafik Semantic Differential Konsumen Susu Kambing Bangun Karso


Farm.
Atribut pelayanan dengan skor rata-rata 4,87 menjadi skor tertinggi dalam perhitungan
preferensi. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen memberikan penilaian positif terhadap
pelayanan yang diberikan oleh Bangun Karso Farm. Pada dasarnya konsumen lebih
menyukai produk yang memiliki keunggulan tersendiri dibanding produk sejenisnya. Selain
itu, konsumen juga menyukai atribut fungsi dan kegunaan susu kambing dengan nilai
preferensi rata-rata 4,65. Konsumen sangat setuju bahwa susu kambing mengandung gizi
yang relatif tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan. Secara keseluruhan, konsumen sangat
menyukai produk susu kambing di Bangun Karso Farm.
Menurut Kotler (2005), tingkat kepuasan konsumen terhadap produk akan beragam
sesuai dengan perbedaan atribut, sebagaimana pada atribut merek dan kemasan menunjukkan
skala yang rendah yaitu 1,8 yang berarti konsumen kurang menyukai atribut tersebut.
Kemasan yang masih menggunakan plastik transparan menjadi alasan terhadap penilaian
konsumen. Konsumen tidak begitu mempertimbangkan atribut ini dalam melakukan
pembelian susu kambing karena mayoritas konsumen mengkonsumsi susu kambing untuk
mendapatkan khasiat dari produk tersebut.
Secara keseluruhan persepsi konsumen yaitu pada kategori “suka” dan “sangat suka”
terhadap produk susu kambing di Bangun Karso Farm.

Loyalitas Konsumen Susu Kambing


Loyalitas konsumen diukur dengan analisis loyalitas agar diketahui tingkatan loyalitas
pada konsumen susu kambing di Bangun Karso Farm. Berdasarkan hasil penelitian
didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut:
7
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

Tabel 2. Loyalitas Konsumen Susu Kambing di Bangun Karso Farm


No. Tingkatan Loyalitas Persentase (%)
1. Switcher 44,48%
2. Habitual Buyer 43,47%
3. Satisfied Buyer 78,26%
4. Likes the Brand 73,91%
5. Committed Buyer 65,22%

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa konsumen pada tingkatan satisfied
buyer, liking the brand dan committed buyer memiliki persentase perhitungan yang tinggi
dimana konsumen merasa puas dan menyukai produk susu kambing yang terkait dengan
atribut yang melekat pada produk BKF. Konsumen yang mendapat kepuasan setelah
membeli dan mengkonsumsi susu kambing akan melakukan pembelian berulang dan secara
tidak langsung akan menjadi loyal terhadap produk susu kambing di BKF.
Tingkatan satisfied buyer memiliki presentase paling tinggi yaitu sebesar 78,26%
dimana mayoritas konsumen puas dalam mengkonsumsi susu kambing dengan atribut yang
ada. Sebanyak 18 orang konsumen mengaku puas dan sangat puas terhadap produk susu
kambing karena atribut-atribut produk susu kambing meliputi: layanan pelengkap, jaminan
produk, fungsi dan kegunaan, kebersihan tempat penjualan, cita rasa, aroma, lokasi, harga dan
merek kemasan. Apabila ditinjau dari segi harga, konsumen merasa puas dengan harga yang
ditawarkan karena termasuk dalam kategori murah dimana susu kambing yang dijual berkisar
antara Rp 27.500 – Rp 30.000 per liter. Harga menjadi atribut valid namun namun bukan
menjadi atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen, karena apabila harga susu
kambing mengalami kenaikan konsumen akan tetap membeli produk tersebut terkait dengan
atribut – atribut produk lainnya. Selain murah, kualitas susu di BKF tergolong sangat baik
karena rasa dan aroma prengus pada susu tercium samar. Pelayanan dan jaminan yang
diberikan juga sangat baik sehingga konsumen puas dalam melakukan pembelian susu
kambing, dimana terdapat layanan antar susu dan pemberian jaminan penggantian produk
apabila terdapat susu yang rusak.
Konsumen pada tingkatan Liking The Brand sebesar 73,91% yang berarti konsumen
tersebut sungguh-sungguh menyukai produk susu kambing. Selain itu, pengalaman dalam
melakukan pembelian sebelumnya juga menjadi salah satu faktor konsumen menyukai produk
susu di BKF. Konsumen yang menyukai susu kambing di BKF sering melakukan pembelian
dan menyukai produk susu kambing BKF karena berbeda dari susu kambing produsen
lainnya. Menurut Mowen dan Minor (1998), loyalitas sebagai kondisi dimana konsumen

8
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

mempunyai sikap positif terhadap sebuah merek, mempunyai komitmen pada merek
tersebut,dan meneruskan pembeliannya di masa yang akan datang.
Setelah konsumen merasa puas dan menyukai susu kambing yang terkait dengan
atribut pada produk, maka konsumen yang merasa puas akan melakukan pembelian susu
kambing secara berulang yang artinya konsumen tersebut akan berada pada tingkatan
konsumen yang loyal. Konsumen yang berada pada tingkatan committed buyer sebesar
65,22% atau sebanyak 15 konsumen, faktor pengalaman menjadi salah satu pertimbangan
konsumen untuk merekomendasikan susu kambing secara langsung. Konsumen yang
merasakan khasiat dari susu kambing tidak segan berbagi cerita dan pengalaman kepada
konsumen lainnya, sehingga pada situasi ini secara tidak langsung konsumen menjadi loyal
terhadap suatu produk. Hal ini sesuai dengan pendapat Griffin (2005), yaitu melakukan
pembelian secara teratur, pembelian antar lini produk atau jasa, mereferensikan ke konsumen
lain, dan menunjukkan kekebalan dari tarikan persaingan.
Peranan konsumen sangat penting dalam mempromosikan produk susu kambing.
Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mempromosikan susu kambing salah satunya
melalui informasi dari mulut ke mulut yang sangat besar pengaruhnya dibandingkan dengan
aktivitas komunikasi lainnya.
Konsumen merasa senang selama mengkonsumsi susu kambing di BKF terkait dengan
atribut yang melekat pada susu kambing. Implikasi dari rasa senang mengkonsumsi susu
kambing produk BKF ditunjukkan melalui sikap seringnya konsumen merekomendasikan
susu kambing pada pihak lain seperti keluarga, tetangga, dan rekan kerja yang ingin
mengkonsumsi susu kambing. Hal ini dapat menjadi stimulus bagi pihak manajemen BKF
untuk lebih memperbaiki manajemen produk dan lebih mengembangkan pemasaran susu
kambing.

4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terhadap konsumen susu kambing di
Bangun Karso Farm, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut
1. Atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengkonsumsi susu kambing di
Bangun Karso Farm berdasarkan urutan tertinggi masing-masing adalah sebagai
berikut: layanan pelengkap, jaminan produk, fungsi dan kegunaan produk, kebersihan

9
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

tempat, cita rasa, aroma, lokasi, harga dan merek kemasan.


2. Preferensi konsumen terhadap pembelian susu kambing perah di Bangun Karso Farm
berdasarkan grafik semantic differential menunjukkan bahwa sebagian besar atribut
berada di skala 3 sampai dengan 4, yang artinya bahwa konsumen susu kambing
“suka” dan “sangat suka” terhadap atribut yang melekat dalam susu kambing Bangun
Karso Farm.
3. Loyalitas konsumen susu kambing perah di Bangun Karso Farm membentuk piramida
loyalitas terbalik, yang artinya loyalitas konsumen terhadap susu kambing berada pada
loyalitas tinggi dengan tingkatan loyalitas satisfied buyer 78.26% dan liking the brand
73.91%.

5. SARAN
Saran peneliti terhadap manajemen pemasaran susu kambing di Bangun Karso Farm,
yaitu:
1. Sebaiknya pihak manajemen melakukan inovasi terhadap merek dan kemasan dan
mencantumkan komposisi dan khasiat susu kambing agar kemasan semakin menarik
sehingga konsumen semakin tertarik untuk melakukan pembelian dan menambah
pengetahuan konsumen itu sendiri.
2. Sebaiknya pihak manajemen melakukan kegiatan promosi berupa kartu member dan
pemberian bonus susu apabila konsumen membeli susu kambing dalam jumlah besar,
sehingga konsumen yang loyal akan semakin bertambah.

UCAPAN TERIMAKASIH
Terimakasih penulis sampaikan kepada Dr. Hasni Arief, S.Pt, MP., selaku
pembimbing utama dan Prof. Dr. Ir. H. Maman Paturochman, MS., selaku pembimbing
anggota yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga dalam membimbing serta
memberikan saran-saran yang diperlukan penulis. Bapak Bangun Dioro selaku pemilik
peternakan Bangun Karso Farm, seluruh staf dan pekerja Bangun Karso Farm, yang telah
memberikan izin dan membantu melakukan penelitian di Bangun Karso Farm, Cijeruk,
Kabupaten Bogor serta semua pihak terkait yang telah meluangkan waktu dan membantu
dalam proses penelitian ini berlangsung, dan tidak lupa terimakasih kepada keluarga tercinta

10
Analisis Preferensi dan Loyalitas .................................................................... Salfira Siti Adila

atas semua kasih sayang dan do’a yang diberikan kepada penulis serta dukungan baik moril
maupun materil terutama dalam upaya untuk meraih cita-cita selama ini.

DAFTAR PUSTAKA

Griffin, Jill. 2005. “Customer Loyalty: Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan


Pelanggan”. Jakarta: Erlangga.

Haenlein, G.F.W. 2004. “Goat Milk in Human Nutrition”. Small Ruminant Research.

Jensen, B. 1994. “Goat Milk Magic”. Bernard Jensen Publisher 24360 Old Wagon Road
Escondido, CA92027, USA.

Hidayat, Rachmad. 2009. “Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk dan Nilai Nasabah
Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Nasabah Bank Mandiri”. Jurnal Kewirausahaan
Manajemen. Universitas Trunojoyo. Madura.

Kotler, P. 1997. “The Marketing of Nations, A Strategic Approach to Building National


Wealth”. New York : The Free Press.

_______. 2005. Manajemen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT Indeks Kelompok


Gramedia.

_______. 2008. Manajemen Pemasaran Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian.


Jakarta: Prehallindo.

Mowen, John C., Michael Minor. 1998. Consumer Behavior. 5th Edition. Prentice-Hall.
New Jersey: Upper Saddle River.

Stanton,William J & Y.Lamarto. 1994. Prinsip – prinsip Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Wijoseno, Hendra. 2009. Pengaruh Kualitas Layanan dan Kepuasan Konsumen Terhadap
Pembelian Ulang di Starbucks Coffe Tunjungan Plaza 4. Surabaya. UK PETRA.

11