Anda di halaman 1dari 69

MANAJEMEN

TRIAGE DAN PRA


RUMAH SAKIT DI
ERA PANDEMI
COVID-19

Dr. Bobi Prabowo Sp. Em

PERHIMPUNAN DOKTER AHLI EMERGENSI INDONESIA (PERDAMSI)


PENDAHULUAN

COVID-19
COVID-19 adalah korona virus jenis baru
yang di beri nama SARS-CoV-2. pertama kali
dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei,
Tiongkok pada bulan Desember 2019
setelah beberapa orang mengalami
Pneumonia tanpa sebab yang jelas dan
prosedur perawatan dan vaksin yang
diberikan ternyata tidak efektif.

Wabah ini telah dinyatakan sebagai


kedaruratan kesehatan masyarakat yang
meresahkan dunia oleh WHO pada 30
januari 2020
COVID-19 Indonesia
Basic Reproduction Rate (Rᵒ)
adalah rata-rata jumlah kasus baru yang disebabkan oleh setiap orang terinfeksi
is the average number of new cases caused by each infectious person

Merupakan perhitungan dari seberapa mudah virus dapat ditularkan x durasi/lama kontak
antara sumber (tetesan cairan infeksius, permukaan) dengan populasi/masyarakat yang rentan
It is the product of how easy the virus can be transmitted x contact duration between the source
(droplets, surfaces) and the non-immune population

dapat dikurangidengan Mengurangi durasi/lama meningkatkan imunitas populasi


cara kontak

Jika COVID (Rᵒ) = 1.5%3.5% Imunitas setelah terinfeksi


Mengurangi proporsi COVID
populasi yang rentan Jika 40-70% populasi
terhadap infeksi terinfeksi maka Ro <1 dan Imunitas berbasis vaksinasi
penularan berkurang (saat vaksin sudah tersedia)
COVID-19 di Indonesia Basic Reproduction Rate (Rᵒ)

Setiap kasus menginfeksi setidaknya 2 orang


If = 2 lainnya

Waktu penggandaan 4 hari* Source: Ferguson et al. Impact of non-pharmaceutical interventions (NPIs) to reduce COVID-19 mortality and
healthcare demand. Imperial college, March 16, 2020
COVID DI DUNIA

Update : 28 April 2020


https://www.worldometers.info/coron
avirus/
COVID DI INDONESIA

Update : 28 April 2020


https://www.worldometers.info/coronavirus/c
ountry/indonesia/
PENYEBARAN KASUS
COVID-19 Indonesia

https://covid19.kemenkes.go.id
Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Sistem
COVID-19 di Indonesia Kesehatan

Memperberat fungsi sistem kesehatan


• Banyaknya angka kematian COVID dan
dari kasus lain

Fungsi sistem kesehatan pada kapasitasnya


• Mengurangi angka kematian COVID dan dari kasus lain
COVID-19 Indonesia Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Sistem
Kesehatan
Flattening the Curve

-Lower Mortality
-Reduce transmission
-Sufficient
Health workers and facility
-Prevent chaos
COVID-19 di Indonesia Perkiraan Jumlah Kasus dan Yang Terinfeksi

Fatalitas (# kematian/ # terinfeksi)


0.32%
COVID FATALITY*

Case / kasus
Perawatan kritikal (perawatan ICU)
CRITICALCARE*
0.36%

Infected / terinfeksi
PNEUMONIA*
1.93%

Kasus ringan (tidak memerlukan perawatan RS)


MILD CASE- NO HOSPITAL*
11.4%
Tidak terdeteksi/tidak menunjukkangejala
namun menular
UNDETECTED BUT INFECTIOUS** 86%
* Source: China CDC Weekly, The Epidemiological Characteristics of an Outbreak of 2019 Novel Coronavirus Diseases (COVID-19), Feb 2020
** Source: Li R, et al. Substantial undocumented infection facilitates the rapid dissemination of novel coronavirus (SARS-CoV2), Science, March 16,2020
01.
Layanan
Instalasi Gawat
Darurat
Pelayanan IGD di Era Covid19

1. Pemisahan area dan petugas perawatan pasien COVID-1 resiko tinggi dan resiko rendah
COVID-19 bila memungkinkan.
2. Pembentukan Hotline Telemedicne untuk mengatur pasien yang berisiko rendah di IGD.
3. Cluster pelayanan COVID-19 di tempat yang ditunjuk seperti Puskesmas atau rumah sakit
darurat dengan kapasitas untuk melakukan tes terbatas seperti rontgen dan laboratorium dan
pada kasus yang ringan.
4. Mengatur pelayanan IGD hanya untuk pasien yang menderita sakit akut atau COVID-19 berat
yang membutuhkan resusitasi.
5. Mengirimkan dan menyebarkan sumber daya Pre Hospital Care (PHC) seperti tim COVID-19
yang mobile dan Ambulan untuk perawatan kasus COVID-19.
6. Tim PHC dapat terlibat dalam mengurangi volume IGD melalui penilaian berbasis Home care
khususnya kelompok resiko tinggi.
7. Membatasi pengunjung / pengantar pasien ke IGD.
8. Memodifikasi Triage IGD di Era Pandemi COVID-19 tanpa menghilangkan fungsi sebelumnya.

International Federation Emergency Medicine


CLUSTER PELAYANAN COVID-19 /
FASILITAS DARURAT COVID-19

Puskesmas Kalidawir

Poli COVID-19
Pelayanan Telemedicine Call Center 119
(WhatsApp Chat,Video Call)
ALUR PELAYANAN COVID-19
FLOWCHARD PENGENDALIAN COVID-19 KAB. TULUNGAGUNG
7 Hari
● Transmisi Luar Negeri: OTG, ODP, PDP
Hasil
Hasil
7 Hari Conform(+)
Conform(+)
KARANTINA
Swab/RT
Hasil RUSUNAWA
PCR Hasil Not
BANDARA/ ODP<60 thn + di hari I Conform(-
Noted:
PELABUHAN Sehat, OTG Bila tersedia RT PCR: )
>OTG->RT→PCR hari 1
Tanpa menunggu
dan ke 14 hasil Swab ke I
>ODP/PDP→>hari 1 dan Ulang
Rapid test 2
ODP>60 thn Swab/RT
Dng >OTG Cukup 1 X Negatif
PCR Hari ke
Peny.Kronis, II
OTG,ODP,PDP Hasil Not Hasil
Sakit ringan- Conform(-) Conform(+)
Sakit Hasil -
sedang
berat
Tidak yakin Patuh/ di
Faskes Immunologi + Noted:Selama isolasi/
Yakin rumah ada orang karantina apabila
Khusus
beresiko konsisi kesehatannya
Darurat Isolasi mandiri PULANG/BEBAS
Covid: Beji, dalam Isolasi BLK/Mess memburuk:
BKPP
Dng srt >Ringan sampai
Kalidawir, pengawasan
Bangun jaya
Keterangan sedang: Rujuk Faskes
Rmh. Sakit Hari ke 10, khusus Covid
Rujukan Ulang Rapid Immunologi - >Berat: Rujuk
Sambil dipantau
Covid: RSUD Test RS. Rujukan Covid
sampai 4 hari lagi
Dr. Iskak Hasil + Hasil - RT PCR : Pilihan
Utama
FLOW CHARD PENGENDALIAN COVID-19 KAB. TULUNGAGUNG
7 Hari
● Transmisi Lokal: OTG, ODP, PDP
Hasil
Hasil
7 Hari Conform(+)
Conform(+)
KARANTINA Swab/RT
Hasil RUSUNAWA PCR
Perbatasan,Ter Hasil Not
ODP<60 thn + Conform(-)
minal,Stasiun,
Sehat, OTG Noted:
Rwyt kontak Tanpa menunggu
Bila tersedia RT PCR:
Kasus Konform hasil Swab ke I
>OTG->RT→PCR hari
1 dan ke 14
Ulang
Rapid test Swab/RT
ODP>60 thn >ODP/PDP→>hari 1
Dng dan 2 PCR Hari ke
Peny.Kronis, II
OTG,ODP,PDP Hasil Not Hasil
Sakit Conform(-) Conform(+)
Sakit Hasil -
ringan berat
Faskes Immunologi + Noted:Selama isolasi/
Yakin Tidak yakin karantina apabila
Khusus
Darurat Isolasi mandiri konsisi kesehatannya
Covid: Beji, dalam Isolasi BLK/Mess PULANG/BEBAS memburuk:
Kalidawir, pengawasan BKPP >Ringan sampai
Bangun jaya sedang: Rujuk Faskes
Rmh. Sakit Hari ke 10, khusus Covid
Rujukan Ulang Rapid Immunologi - >Berat: Rujuk
Covid: RSUD Test RS. Rujukan Covid
Dr. Iskak Hasil + Hasil - RT PCR : Pilihan
Utama
02.
MANAGEMENT
TRIAGE
TRIAGE pada daerah transmisi COVID-19

Transmisi utama dari COVID-19 adalah melalui droplet pernapasan


ketika individu terinfeksi batuk atau bersin. Setiap individu yang
kontak erat dengan seseorang yang memiliki gejala pernapasan,
berisiko tinggi terpapar droplet. Droplet biasanya mendarat di
Permukaan objek dimana virus dapat bertahan beberapa jam sampai
beberapa hari.

Transmisi melalui kontak dari tangan dengan permukaan yang


terkontaminasi juga dapat terjadi melalui mukosa seperti hidung,
mulut dan mata.
Hal yang dapat dilakukan sebelum pasien sampai di fasilitas kesehatan/IGD

1. Menginformasikan tenaga medis bahwa pasien akan


membutuhkan perawatan dengan gejala pernapasan.
2. Menggunakan masker jika tersedia.
3. Beritahu Registry triage tentang gejala pernapasan
sesampainya di fasilitas kesehatan/ IGD.
4. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau dengan handsrub
berbahan dasar alkohol
5. Membawa tissu sebagai penutup mulut dan hidung ketika
batuk atau bersin.
6. Atur jarak di keramaian dengan mempertahankan jarak 1-2
meter dengan yang lain.
Primary Triage

Proaktif Triage menggunakan APD


Secondary triage
HOTLINE

YANG DAPAT DILAKUKAN


1.Berkomunikasi dengan pasien sebelum tiba di
TENAGA KESEHATAN
Triage zone Pasien dapat menelepon dan
UNTUK
mengirim pesan memberitahu fasilitas
MEMINIMALISIR INFEKSI
kesehatan/IGD bahwa mereka membutuhkan
ANTARA PASIEN DAN
perawatan dengan gejala pernapasan,
TENAGA KESEHATAN
konsultasi
via phone dengan pasien, menentukan
kebutuhan
pasien untuk mengunjungi fasilitas kesehatan
berfungsi untuk memberi tahu pasien tentang
tindakan pencegahan yang harus diambil ketika
mereka datang ke fasilitas Kesehatan/ IGD.
HOTLINE

2. Memberikan informasi kepada masyarakat


YANG DAPAT umum melalui media masa lokal seperti
DILAKUKAN TENAGA radio, televisi, surat kabar dan platform
media sosial tentang ketersediaan hotline
KESEHATAN UNTUK
dan gejala covid-19.
MEMINIMALISIR
INFEKSI ANTARA 3. Fasilitas layanan kesehatan, bersama
PASIEN DAN TENAGA dengan pemerintah, harus
KESEHATAN mempertimbangkan penggunaan
telemedicine untuk memberikan
pemeriksaan klinis tanpa kontak langsung
dengan pasien (physical distancing).
ATUR DAN LENGKAPI TRIAGE

1. Memiliki alur yang jelas di pintu masuk fasilitas


YANG DAPAT kesehatan yang mengarahkan pasien dengan
DILAKUKAN TENAGA gejala pernapasan untuk segera melapor ke
KESEHATAN UNTUK pendaftaran di IGD
● Pertimbangkan memiliki meja pendaftaran
MEMINIMALISIR
terpisah antara pasien yang memiliki gejala
INFEKSI ANTARA pendaftaran dan tidak
PASIEN DAN TENAGA 2. Pastikan ketersediaan masker dan tissu di meja
KESEHATAN pendaftaran, serta tempat mencuci tangan
terdekat. Tempat sampah dengan penutup harus
tersedia.
3. Pasang penghalang fisik/ barrier antara pegawai
di meja pendaftaran dengan pasien
Loket / Admission
ATUR DAN LENGKAPI TRIAGE

4. Buat peringatan visual di pintu masuk dan area


strategis tentang kebersihan dan etika batuk serta
YANG DAPAT
menjaga jarak (physical distancing)
DILAKUKAN TENAGA
KESEHATAN UNTUK 5. Tetapkan petugas khusus untuk evaluasi fisik pasien
yang memiliki gejala pernapasan pada Tahap Triase.
MEMINIMALISIR Petugas ini harus dilatih tentang prosedur triase,
INFEKSI ANTARA defenisi kasus covid-19, penggunaan APD yang tepat
PASIEN DAN TENAGA
6. Latih personel administrasi yang bekerja dalam
KESEHATAN penerimaan pasien tentang cara melakukan cuci
tangan, menjaga jarak yang sesuai dan tentang
bagaimana memberi nasihat kepada pasien COVID-19.
Alur Pelayanan COVID-19 di IGD
Red zone
Yellow zone
Triage covid-19 zone / COVID-19 room

RSUD Dr. Iskak Tulungagung


MENGATUR “ZONA TUNGGU RESPIRATORI” UNTUK PASIEN
TERDUGA COVID-19

1. Fasilitas kesehatang tanpa ruang isolasi yang cukup


YANG DAPAT atau berlokasi di wilayah yang transmisi
DILAKUKAN TENAGA komunitasnya tinggi harus mendesign area yang
KESEHATAN UNTUK terpisah dan berventilasi baik, dimana pasien yang
berisiko tinggi COVID-19 dapat menunggu. Area ini
MEMINIMALISIR harus memiliki bangku yang dipisah dengan jarak
INFEKSI ANTARA minimal 1 meter. Zona tunggu respiratori harus
memiliki toilet dan tempat mencuci tangan
PASIEN DAN TENAGA
KESEHATAN 2. Buatkan tanda yang jelas, tentang lokasi area tunggu
respiratori tersebut.

3. Sediakan tissu, handsrub berbasis alkohol dan tempat


sampah dengan tutup.
MENGATUR “ZONA TUNGGU RESPIRATORI” UNTUK PASIEN
TERDUGA COVID-19

4. Membuat Protokol untuk mengurangi jumlah waktu


YANG DAPAT pasien di area tunggu
DILAKUKAN TENAGA
KESEHATAN UNTUK 5. Alokasi petugas tambahan untuk triase pasien
berisiko tinggi untuk COVID-19.
MEMINIMALISIR
INFEKSI ANTARA 6. Menyiapkan sistem pemberitahuan yang
memungkinkan pasien menunggu dii kendaraan
PASIEN DAN TENAGA
pribadi atau di luar fasilitas kesehatan, di tempat
KESEHATAN yang jarak-fisiknya dapat dipertahankan.
PROSES TRIAGE

1. Masker harus diberikan ke pasien dengan gejala


pernapasan segera sesampainya mereka ke fasilitas
YANG DAPAT
kesehatan. Semua pasien di “ruang tunggu
DILAKUKAN TENAGA respiratori” harus memakai masker.
KESEHATAN UNTUK
2. Jika masker tidak tersedia, sediakan tisu atau minta
MEMINIMALISIR pasien untuk menutup hidung dan mulut mereka
INFEKSI ANTARA dengan scarf, bandana atau kaos selama proses
PASIEN DAN TENAGA triase, termasuk di ruang tunggu respiratori. Masker
kain buatan tangan juga dapat digunakan.
KESEHATAN
3. Mengikuti protokol triase dan dengan segera
mengisolasi/ memisahkan pasien yang berisiko tinggi
covid-19 di ruang-sendiri dengan pintu tertutup.
Triage covid-19 zone
PROSES TRIAGE

YANG DAPAT 4. Membatasi penunggu pasien di ruang tunggu


DILAKUKAN TENAGA pasien terduga covid-19. harus menggunakan
KESEHATAN UNTUK masker

MEMINIMALISIR 5. Triase zone, termasuk ruang tunggu respiratori


INFEKSI ANTARA harus dibersihkan minimal 2 kali sehari dengan
PASIEN DAN TENAGA fokus ke area yang permukaannya sering
KESEHATAN disentuh.
HAL YANG DAPAT DILAKUKAN TENAGA KESEHATAN UNTUK
MELINDUNGI DIRI
1. Mematuhi Standard Precautions, termasuk mencuci tangan, Pemilahan APD berdasarkan
penilaian risiko, disinfeksi dan praktek keselamatan injeksi
2. Semua tenaga kesehatan harus dilatih dan terbiasa dengan Isolation Precautions Infection
(IPC) Precaution :

• Mengikuti langkah pemakaian dan pelepasan APD yang sesuai.

• Melakukan hand-hygiene sesering mungkin.

3. Tenaga kesehatan yang melakukan kontak dengan pasien covid-19 yang diduga atau
dikonfirmasi harus memakai APD yang sesuai.

4. Tenaga kesehatan yang mengalami gejala pernapasan harus tinggal di rumah dan tidak
melakukan triage atau tugas lain di fasilitas kesehatan.

5. Pastikan bahwa prosedur pembersihan dan desinfeksi lingkungan diikuti secara konsisten dan
benar.
Langkah pemakaian dan pelepasan APD
PERTIMBANGAN TAMBAHAN TRIAGE
1. Memperkuat alternatif yang ada untuk triage tatap muka dan
kunjungan diganti dengan Telemedicine.

2. Perpanjang jam operasional, jika memungkinkan, untuk


mengurangi dampak overcrowded IGD di triage selama jam sibuk
khususnya di rumah sakit tipe A / B.

3. Batalkan kunjungan rawat jalan yang tidak mendesak.

4. Pertimbangkan untuk menunda / membatalkan operasi elektif.


MANAJEMENT
TRIAGE
SCREENING COVID19 di IGD

● LEMBAR SCREENING
03.
PELAYANAN PRA RUMAH SAKIT
CALL CENTER PSC 119
1. Tanda dan Gejala
• Demam lebih dari 38C ? Prosedur standar
TIDAK
• Memiliki gejala penyakit pernapasan bawah (batuk atau sulit pengiriman
bernapas)? ambulans emergensi

YA

2. Riwayat perjalanan dan riwayat paparan langsung


• Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, Adakah riwayat berpergian ke Prosedur standar
daerah dengan negara terjangkit atau daerah transmisi lokal ? TIDAK pengiriman
• Dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala , Adakah riwayat kontak dengan ambulans emergensi
ODP, PDP atau kasus terkonfirmasi COVID-19

YA
DISPACHER

3. Berikan informasi tentang pasien segera kepada petugas ambulans


• Waspada akan potensi pasien dengan kemungkinan COVID-19
• Pasien yang memenuhi kriteria harus dievaluasi dan ditransport
dengan tindakan pencegahan pernapan yang tepat
• Laporkan informasi kasus kepada dinas kesehatan setempat
● Menerapkan 5 momen kebersihan tangan
● Mengenakan masker medis dan sarung tangan
medis ketika membawa pasien
● Penggunaan masker N95 apabila melakukan
transfer dengan pasien yang diperlukan
tindakan medis yang menyebabkan aerosol
menyebar.
AMBULANS : ● Menggunakan baju cover anti air (jika tidak
anti air,gunakan apron di dalamnya)
PETUGAS ● Menggunakan google / face shield
● Jika merujuk pasien dalam pengawasan
dan/atau kasus konfirmasi/probable COVID-19
maka petugas menerapkan kewaspadaan
kontak, droplet dan airborne
● APD harus diganti setiap menangani pasien
yang berbeda dan dibuang di RS tujuan
● Pengemudi ambulans dalam kabin terpisah
(minimal jarak 1 meter). Tidak perlu APD jika
jarak bisa dipertahankan.

● Jika pengemudi membantu memindahkan


pasien ke ambulans, maka harus menggunakan
APD lengkap.

AMBULANS : ● Jika pengemudi ambulans bukan dalam kabin


PENGEMUDI terpisah, tapi tidak ikut memindahkan pasien
(tidak ada kontak) maka cukup menggunakan
masker bedah.
○ Ambulans harus dibersihkan dan didisinfeksikan dengan
SURFACEF atau bahan hipoklorin / bayclin yang berlabel
“EPA-APPROVED” pada seluruh permukaan yang kontak
dengan pasien. Cara pembuatan dengan melarutkan 100
cc bayclin ke dalam 900cc air.

○ Jika ambulans melakukan transfer dengan pasien yang


diperlukan tindakan medis yang menyebabkan aerosol
AMBULANS : menyebar (nebulisasi, bagging, intubasi, ventilator
DESINFEKSI mekanis), maka dilakukan disinfeksi dengan Dry Mist
dengan bahan H202 atau SURFACEF

○ Untuk linen seperti sprei, selimut yang tidak sekali pakai,


dilakukan pencucian dengan detergen ditambah air
dengan suhu 600 C – 900 C dan di jemur kering.

○ Petugas yang membersihkan menggunakan APD (masker


bedah, baju cover, sarung tangan, google dan sepatu
boot).
1. Pada saat ambulans sampai di rumah / fasilitas
kesehatan

a. Lakukan hand hygiene

b. Sudah menggunakan masker bedah,


AMBULANS : handscoen / sarung tangan, baju
pelindung / apron dan google.
PROSES
c. Jika ada tindakan yang menyebabkan
TRANSFER penyebaran aerosol (nebulisasi,
bagging, penggunaan ventilator)
gunakan masker N95 / FFP2
2. Menginformasikan ke rumah sakit yang dituju
tentang pengiriman pasien dengan curiga
infeksi COVID- 19
3. Sebelum meninggalkan rumah / fasilitas
kesehatan

a. Minta pasien menggunakan masker bedah


dan ajarkan etika batuk

AMBULANS : b. Isolasi pasien, keluarga / pengantar tidak


boleh ikut bersama dengan pasien.
PROSES 4. Di dalam Ambulans
TRANSFER a. Cuci tangan apabila handscoen dilepaskan

b. Gunakan alat medis sekali pakai, dan


buang ke dalam sampah limbah medis
setelah digunakan

c. Jika memungkinkan, gunakan linen sekali


5. Pada saat sampai di Rumah Sakit tujuan.

a. Sebelum pasien keluar ambulans,


pastikan seluruh persiapan sudah
selesai untuk menerima pasien
COVID-19
AMBULANS : b. Serah terima pasien ke petugas
rumah sakit
PROSES
c. Setelah selesai transfer pasien,
TRANSFER lepaskan pakaian pelindung di RS
tujuan dan buang di tempat
sampah limbah medis.

d. Petugas ambulans membersihkan


diri dan memakai baju ganti yang
bersih.
6. Sebelum ambulans digunakan kembali

a. Bersihkan dan disinfeksi seluruh ambulans.

b. Buang seluruh laundry / linen sekali pakai,


ganti dengan linen baru
AMBULANS :
c. Bersihkan alat-alat medis yang reusable
PROSES sesuai dengan instruksi pabrik, keluarkan
TRANSFER dan bersihkan seluruh limbah medis yang
berada di tempat sampah.

d. Lakukan manajemen benda tajam sesuai


dengan SOP yang ada

e. Lakukan manajemen tumpahan darah dan


cairan tubuh sesuai dengan SOP yang ada
● Masker bedah
● Baju dinas / scrub
● Google / face shield
● Handscoen
● Catatan Tambahan

AMBULANS : ○ Pakaikan masker bedah pada pasien


jika dapat di tolerir
APD minimal ○ Hindari prosedur yang menimbulkan
Rumah – Rumah aerosol seperti ; nebulizer, suction,
BVM dan intubasi.
sakit ○ Setelah petugas selesai melakukan
evakuasi, petugas harus
membersihkan diri dan mengganti
baju dinas / scurb untuk di sterilisasi

○ Disinfeksi ambulans setelah evakuasi


● Masker bedah
● Baju dinas / scrub / apron plastik
● Google / face shield
● Handscoen
● Catatan tambahan

○ Pakaikan masker bedah pada pasien jika dapat


AMBULANS : APD minimal
ditolerir
Antar RS ODP / PDP /
terkonfirmasi ○ Hindari prosedur yang menimbulkan aerosol
tanpa dan gejala ringan seperti ; nebulizer, suction, BVM dan intubasi.

○ Setelah petugas selesai melakukan evakuasi,


petugas harus membersihkan diri dan mengganti
baju dinas / scurb untuk di sterilisasi dan
membuang apron plastic ke sampah infeksius

○ Disinfeksi ambulans setelah evakuasi


● Masker N95
● Google +/- Face shield
AMBULANS : APD ● Coverall suit
● Sepatu boots / cover shoe
Minimal ● Handscoen
antar rs ● Catatan tambahan :
PDP / konfirmasi ○ Setelah petugas selesai
terintubasi melakukan evakuasi, petugas
harus membersihkan diri dan
melakukan tindakan mengganti baju dinas untuk di
menimbulkan sterilisasi dan membuang
semua APD sekali pakai ke
aerosol sampah infeksius.

○ Disinfeksi ambulans ditambah


dengan dry mist + H202
setelah evakuasi
● Kabin Ambulans :

○ Kabin pasien kedap udara


dengan satu pintu masuk dan
AMBULANS : keluar

syarat ○ Pintu dapat dibuka ke atas atau


tambahan ke samping

○ Jendela yang kedap udara dan


dilapisi film yang berwarna gelap
● Intercom

○ Ada komunitas intercom antara


kabin depan dan belakang
● Sistem sirkulasi udara

○ Sistem sirkulasi udara dan


ventilasi khusus heating
ventilation and air conditioning
(HVAC) dan dilengkapi dengan

AMBULANS : peralatan filtrasi udara untuk


material berbahaya ( hazardous
Syarat material air filtration) berupa
High-efficiency Particulate Air
tambahan (HEPA) filter 3 layer plus
germicidal Ultra Violet yang
dapat menciptakan tekanan
negative maupun positif yang
terinstalasi dengan
mempertimbangkan fungsi dan
estetika ruang kabin
Interior ambulance
1. Modifikasi lantai bahan PVC sheet dilapis
7
dengan karpet vynil antibakteri
2. Tempat duduk pengiring / paramedis model
box untuk penyimpanan peralatan 4
6 5
3. Jok Dokter / Paramedis
4. Modifikasi plafon dari bahan fiber
5. Gantungan infus model geser kapasitas 2
kolf
9
6. 2 (dua) buah lampu periksa 3
7. Lampu sorot belakang model spot light
8. Tabung pemadam kebakaran kap. 1kg
9. Lemari peralatan medis dari bahan fiber 2 11
10.Landasan / Base Stretcher dilengkapi
10 8
dengan tempat scoop stretcher
1
11.Automatic Ambulance Stretcher Roll In
Chair Cot
10
12.Pelindung bumper belakang dari benturan
Stretcher
Interior ambulance

1. Gantungan infus model geser kapasitas 2 kolf


1 2. 2 (dua) buah lampu periksa
2 3. Jok Dokter / Paramedis
4. Lemari peralatan medis dari bahan fiber
5. Sumber listrik DC 3 Outlet dan AC Output
5 4 6. Fixed Central Oxygen
# 2 buah Tabung Oxygen kap. 1 m3
# 2 buah Regulator Oxygen High Pressure
6 # 1 set Selang Oxygen tekanan tinggi
3 8 # 1 set Pengatur keluaran Oxygen secara otomatis
lengkap dengan indikator
# 2 buah keluaran dinding dengan tulisan "OXYGEN"
7 # 1 set Flowmeter dan Humidifier
# 1 set Nasal Canula dan Masker Oksigen
7. Landasan / Base Stretcher
8. Automatic Ambulance Stretcher Roll In Chair Cot
04.
TELEMEDICINE
TELEMEDICINE
Untuk menyukseskan program
physical distancing dan
menghindarkan pasien-pasien
dengan komorbid dengan datang ke
rumah sakit yang beresiko bagi
kondisinya diperlukan Telemedicine
melalui
Call Center PSC 119 / 0355- 320119
Whats App Chat dan Video Call.
IT APLIKASI MOBILE COVID-19
IT manajemen krisis IT akuisisi data
Dashboard Eksekutif MANUSIA, ALKES, DATA DAN
One Paper Report OBAT
Multilevel Approval Surveillance
Kuratif / faskes khusus
IT promkes dan komunikasi pelaporan masyarakat
Optimalisasi Perangkat Desa
Pelaporan Multisektor
IT integritas IT kuratif
KEMENKES
PROVINSI
DATA PERFASKES
KHUSUS DARURAT
COVID19

PENYEBARAN
BERBASIS LOKASI
FASKES
KESIMPULAN
1. Perencanaan Tim Gawat Darurat menghadapi wabah COVID-19 harus
mempertimbangkan segala aspek mulai dari pra rumah sakit, transport, admisi, zona
triase, keamanan dan pengontrolan overcrowdit, suplai logistik dan kebutuhan medis,
APD, bahkan rencana untuk menutupi kekurangan tenaga medis jika terjadi.
2. Manajemen triage yang baik dapat menyaring pasien kemungkinan covid-19
sehingga melimitasi paparan pasien covid-19 dengan lingkungan sekitarnya
3. Telemedicine sangat membantu dalam mempersiapkan pasien sebelum dilakukan
Triage di rumah sakit dan membantu masyarakat untuk mendapatkan konsultasi
tanpa harus mengunjungi rumah sakit.
4. Tim Gawat Darurat harus bekerjasama dengan sektor lainnya dalam menghadapi
wabah COVID-19 untuk dapat saling membantu dalam meregulasi lonjakan atau
bahkan krisis infrastruktur lainnya.
5. Regulasi dan pemanfaatan Pelayanan Pra rumah sakit yang baik dapat memudahkan
limitasi lonjakan pasien di IGD.
6. Penggunaan Aplikasi Mobile sangat membantu dalam pelaporan gawat darurat dan
pendataan penyebaran COVID-19.
TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT

Phone / WA : +628123569223
IG : bobiprabowo
Email : bprabowo@gmail.com
Fb : Bobi Prabowo