Anda di halaman 1dari 17

Pengertian Pegadaian – Jenis, Tugas, Tujuan,

Fungsi, Struktur, Produk, Kegiatan,


Kewajiban, Berakhirnya, Kategori
Oleh bitar Diposting pada 22/10/2019
Pengertian Pegadaian – Jenis, Tugas, Tujuan, Fungsi, Struktur,
Produk, Kegiatan, Kewajiban, Berakhirnya, Kategori : Suatu hak
yang diperoleh oleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu
barang bergerak.
Lihat Daftar Inti Pelajaran : 
Pengertian Pegadaian
Pengertian Gadai menurut Susilo
(1999) adalah : Suatu hak yang
diperoleh oleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang
bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang
berpiutang oleh seorang yang mempunyai hutang atau oleh orang lain
atas nama orang yang mempunyai hutang.

Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang


yang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah
diserahkan untuk melunasi hutang apabila pihak yang berhutang tidak
dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo.  Pegadaian
merupakan sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah
bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum
gadai.
Earn Money

Best ways to make money


Top Skills That Make Money

Open

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian


Kebijakan Moneter Bank Sentral Untuk Mengatasi Inflasi Beserta
Tujuannya

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa gadai adalah suatu hak
yang diperoleh oleh orang yang berpiutang atas suatu barang bergerak
yang diserahkan oleh orang yang berhutang sebagai jaminan
hutangnya dan barang tersebut dapat dijual (dileleng) oleh yang
berpiutang bila yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya
pada saat jatuh tempo.

Sedangkan Perusahaan Umum Pegadaian adalah Badan Usaha Milik


Negara (BUMN) yang berfungsi memberikan pembiayaan dala, bentuk
penyaluran dana kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai.

Jenis-Jenis Pegadaian
Berikut Ini Merupakan Jenis-Jenis Pegadaian.

1. Pegadaian konvensional
Jenis pegadaian ini merupakan suatu lembaga pemerintah yang
memberikan uang pinjaman terhadap  nasabah atas dasar hukum
gadai. Pegadaian konvensional ini sudah tersebar ke semua  pedesaan.
Namun jenis pegadaian ini masih menggunakan sebuah sistem
pencatatan manual, dengan menggunakan sistem bunga dan tarif jasa
simpannya yang cukup besar.

2. Pegadaian Syariah
Jenis pegadaian ini adalah sebuah  lembaga keuangan / devisi dari
bentuk pegadaian dengan memberikan uang pinjaman sesuai dengan
sebuah prinsip-prinsip syariat Islam. Banyak sekali keuntungan pada
pegadaian syariah ini, yaitu antara lain :

menggunakan sebuah sistem bagi hasil yang sesuai syariat dan prinsip-
prinsip islam, tarif jasa simpan uang tidak terlalu besar, dan pada biaya
administrasinya sangat kecil. Tapi, pegadaian syariah ini
dalam pencatatan  yang masih manual.

Tugas, Tujuan Dan Fungsi Pegadaian


Sebagai lembaga keuangan non bank milik pemerintahan yang berhak
memberikan pinjaman kredit kepada masyarakat atas dasar hukum
gadai yang bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan oleh lembaga
keuangan non formal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana
mendesak dari masyarakat, maka pada dasarnya lembaga pegadaian
(Perum Pegadaian) tersebut mempunyai tugas, tujuan serta fungsi-
fungsi pokok sebagai berikut (Usman, 1995:359) :
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian dan
Sumber Dana Bank Menurut Para Ahli

Tugas Pokok
Tugas pokok Pegadaian yaitu menyalurkan uang pinjaman atas dasar
hukum gadai dan usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan
pegadaian atas dasar materi.

Fungsi Pegadaian
Sebagai pengelola  penyaluran dana pinjaman yang berdasarkan
atas dasar hukum gadai dengan cara yang mudah, cepat dan aman.
Untuk mengelola semua  bentuk keuangan, kepegawaian,
perlengkapan, pendidikan dan, pelatihan.

b MENU
Untuk menciptakan & mengembangkan suatu usaha-usaha yang
menguntungkan bagi pegadaian itu sendiri dan masyarakat pada
umumnya.
Untuk mengelola sebuah organisasi dan tata cara dalam
pelaksanaan pegadaian.
Untuk pengembangan dan pengawasan dalam sebuah pengelolaan
pegadaian.

Tujuan Pegadaian
Untuk melaksanakan dan menunjang sebuah kebijaksanaan dan
program pemerintah dibidang ekonomi dan dibidang
pembangunan nasional yang melalui penyaluran pinjaman atas
dasar hukum gadai
Untuk mencegah timbulnya praktik ijon, pegadaian gelap, riba, dan
pinjaman tidak wajar lain sebagainya.
Agar menyediakan dana dengan cara yang sederhana pada
masyarakat luas, terutama bagi kalangan menengah bawah, untuk
konsumsi dan produksi.

Pegadaian banyak sekali manfaat bagi masyarakat, terutama bagi


kalangan masyarakat menengah bawah.

Struktur Organisasi Pegadaian


Perum Pegadian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang
bernaung di bawah Departemen Keuangan. Sehingga, yang berhak
mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksinya
kepada Presiden adalah Menteri Keuangan.

Selain mengusulkan pengangkatan dan pemberentian dewan Direksi,


dalam melaksanakan fungsi pengawasannya Menteri Keuangan juga
dapat mengusulkan pengangkatan dan pemberentian anggota-anggota
Dewan Pengawas (Komisaris) Perum Pegadaian.

Menurut ketentuannya Dewan Komisaris minimal dapat dijabat oleh


dua orang dan maksimal lima orang yang terdiri dari ketua dan
anggota. Dewan Komisaris bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan
pengawasan kepada Menteri Keuangan. Masa jabatan Dewan komisaris
selama tiga tahun dan dapat diangkat kembali.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Bank


Menurut Para Ahli

Struktur Organisai di Perum Pegadaian


Produk/Layanan
Berikut Ini Merupakan Produk/Layanan Pegadaian

1. KCA (Kredit Cepat Aman)

Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan


prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Dengan usaha ini,
Pemerintah melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam
perbankan.

Dengan demikian, kalangan tersebut terhindar dari praktek pemberian


uang pinjaman yang tidak wajar. Pemberian kredit jangka pendek
dengan pemberian pinjaman mulai dari Rp. 20.000,- sampai dengan Rp.
200.000.000,-. Jaminannya berupa benda bergerak, baik berupa barang
perhiasan emas dan berlian, elektronik, kendaraan maupun alat rumah
tangga lainnya. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari
dan dapat diperpanjang dengan cara hanya membayar sewa modal dan
biaya administrasinya saja.
2. Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)

Membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM)


serta menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang
diemban Pegadaian sebagai sebuah BUMN.

Pegadaian selalu berusaha membantu perkembangan usaha produktif,


terutama bagi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah melalui
pemberian berbagai fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah.
Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para
pengusaha UMKM adalah kredit KREASI.

KREASI adalah kredit dengan sistem FIDUSIA, yang diberikan kepada


Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan
usahanya.

3. Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA)

KRASIDA merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha


Mikro dan Kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai
dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme
angsuran.

4. Gadai Syariah ( Ar- Rahn)

RAHN adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsi-prinsip


Syariah, dimana nasabah hanya akan dipungut biaya administrasi dan
Ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan).

Pegadaian Syariah menjawab kebutuhan transaksi gadai sesuai


Syariah, untuk solusi pendanaan yang Cepat, Praktis, dan
Menentramkan.
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Pengertian
Asuransi Menurut Para Ahli Terlengkap

5. Jasa Taksiran

Jasa Taksiran adalah suatu layanan kepada masyarakat yang peduli


akan harga atau nilai harta benda miliknya. Dengan biaya yang relatif
ringan, masyarakat dapat mengetahui dengan pasti tentang nilai atau
kualitas suatu barang miliknya setelah lebih dulu diperiksa dan ditaksir
oleh juru taksir berpengalaman.

Kepastian nilai atau kualitas suatu barang. Misalnya kualitas emas atau
batu permata, dapat memberikan rasa aman dan rasa lebih pasti
bahwa barang tersebut benar-benar mempunyai nilai investasi yang
tinggi.

6. Jasa Titipan

Dalam dunia perbankan, layanan ini dikenal sebagai safe deposit box.
Harta dan surat berharga perlu di jaga keamanannya agar tidak sampai
hilang, rusak atau di salahgunakan orang lain. Tetapi ternyata tidak
selamanya barang dan surat berharga itu aman di tangan sendiri.

Jika anda mendapatkan kesulitan “mengamankan”nya di rumah


sendiri, karena akan dinas ke luar kota/luar negeri, menunaikan ibadah
haji, berlibur, sekolah di luar negeri , dll. Percayakan saja
penyimpanannya kepada kami. Jangka waktu penitipan dua minggu
sampai dengan satu tahun dan dapat di perpanjang. Kami akan
menjaga dan melindunginya dengan penuh perhatian.
7. KRISTA

Membantu mengembangkan Usaha Rumah Tangga, serta


menyejahterakan masyarakat merupakan suatu misi yang diemban
Pegadaian sebagai sebuah BUMN. Pegadaian selalu berusaha
membantu perkembangan usaha produktif, Usaha Rumah Tangga
melalui pemberian berbagai fasilitas kredit yang cepat, mudah dan
murah.

Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para Usaha
Rumah Tangga adalah kredit KRISTA.  KRISTA adalah kredit Usaha
Rumah Tangga, yang diberikan kepada Usaha Rumah Tangga untuk
pengembangan usahanya.

8. ARRUM (ar-rahn untuk usaha mikro kecil)

Bagi Anda para pengusaha mikro kecil, kini telah hadir Pembiayaan
ARRUM untuk pengembangan usaha Anda dengan berprinsip syariah.

9. Mulia

Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh


kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga
merupakan jenis investasi yang nilainya stabil, likuid, dan aman secara
riil.

Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) adalah


penjualan logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara
tunai, dan agunan dengan jangka waktu Fleksibel.

Akad Murabahah Logam Mulai untuk Investasi Abadi Abadi adalah


persetujuan atau kesepakatan yang dibuat bersama antara Pegadaian
dan Nasabah atas sejumlah pembelian Logam Mulia disertai
keuntungan dan biaya-biaya yang disepakati.

10. Kucica (Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman)

Adalah suatu produk pengiriman uang dalam dan luar negeri yang
bekerjasama dengan Western Union.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Makalah Teori


Indikator Asam Basa : Indikator, Ciri, Contoh Dan Fungsinya

Kegiatan Usaha Pegadaian


Kegiatan usaha Perum Pegadaian pada umumnya meliputi dua hal,
yaitu Penghimpunan Dana dan Pengunaan Dana (Susilo, 1999:1818).
Penghimpunan Danayang diperlukan di Perum Pegadaian untuk
melakukan kegiatan usahanya berasal dari :

1. Pinjaman jangka pendek dari perbankan.

Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk pinjaman


jangka pendek dari perbankan (sekitas 80% dari total dana jangka
pendek yang dihimpun).

2. Pinjaman jangka pendek dari pihak lain.

Pinjaman dana jangka pendek dari pihak lain biasanya diperoleh


dari hutang kepada rekanan, hutang kepada nasabah, hutang
pajak, dan lain-lain.

3. Penerbitan obligasi.
Untulk memperoleh atau menghimpun dana Perum Pegadaian
pernah menerbitkan obligasi sebanyak dua kali, yaitu tahun 1993
dan pada tahun 1994 yang jangka waktunya masing-masing lima
tahun.

4. Modal sendiri.

Modal sendiri yang dimilki oleh Perum Pegadaian terdiri dari :

1. Modal awal, yaitu kekayaan negeri di luar APBN.


2. Penyertaan modal pemerintah.
3. Laba ditahan, laba ditahan ini merupakan akumulasi laba
sejak perusahaan Perum Pegadaian berdiri.
4. Penggunaan Dana.

Dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk mendanai


kegiatan usaha Perum Pegadaian. Dana tersebut antara lain
digunakan untuk hal-hal berikut :

1. Uang kas dan dana likuid lain.


2. Pendanaan kegiatan operasional
3. Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva
tetap dan inventaris.
4. Penyaluran dana.
5. Investasi lain

Hak dan Kewajiban Para Pihak


Para pihak (pemberi dan penerima gadai) maisng-masing mempunyai
hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Sedangkan hak dan kewajiban
adalah sebagai berukut (Dahlan, 2000:383) :
Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Larutan Elektrolit :
Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap

Hak dan Kewajiban Pemegang Gadai


1. Pemegang gadai berhak untuk menjual barang yang digadaikan,
yaitu apabila penberi gadai pada saat jatuh tempo atau pada waktu
yang ditentukan tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai
orang yang berhutang. Sedang hasil penjualan barang jaminan
tersebut diambil sebagai untuk melunasi hutang pemberi gadai dan
sisanya dikembalikan kepadanya.

2. Pemegang gadai berhak mendapatkan penggantian biaya yang


telah dikeluarkan untuk menjaga keselamatan barang jaminan.
3. Selama hutangnya belum dilunasi, maka pemegang gadai berhak
untuk manahan barang jaminan yang diserahkan oleh pemberi
gadai (hak retentie).

Kewajiban Pemegang Gadai


1. Pemegang gadai berkewajiban bertanggung jawab atas hilangnya
atau merosotnya harga barang yang digadaikan jika itu semua atas
kelalaiannya.
2. Pemegang gadai tidak diperbolehkan menggunakan barang-barang
yang digadaikan untuk kepentingan sendiri.
3. Pemegang gadai berkewajiban untuk memberi tahu kepada
pemberi dagai sebelum diadakan pelelangan barang gadai.

Hak dan Kewajiban Pemberi Gadai


1. Pemberi gadai mempunyai hak untuk mendapatkan kembali
barang miliknya setelah pemberi gadai melunasi hutannya.
2. Pemberi gadai berhak menuntut ganti rugi dari kerusakan dan
hilangnya barang gadai bila hal itu disebabkan oleh kelalaian
pemegang gadai.

3. Pembari gadai berhak untuk mandapatkan sisa dari penjualan


barangnya setelah dikurangi biaya pelunasan hutang, bunya dan
biaya lainya.
4. Pemberi gadai berhak meminta kembali barangnya bila pemegang
gadai telah jelas menyalahgunakan barangnya.

Kewajiban Pemberi Gadai


1. Pemberi gadai berkewajiban untuk melunasi hutang yang telah
diterimanya dari pemegang gadai dalam tenggang waktu yang
telah ditentukan termasuk bunga dan biaya lain yang telah
ditentukan pemegang gadai.
2. Pemberi gadai berkewajiban merelakan penjualan atau barang
gadai miliknya, apabila dalam jangka yang telah ditentukan
pemberi gadai tidak dapat melunasi hutangnya kepada pemegang
gadai.

Berakhirnya Hak Gadai


Suatu perjanjian hutang piutang pada dasarnya tidak ada yang bersifat
langgeng, artinya perjanjian tersebut sewaktu-waktu akan dapat
berakhir atau batal, demikian pula dengan perjanjian gadai. Namun
batalnya hak gadai akan sangat berbeda dengan hak-hak lain.
Sedangkan menurut Dahlan (2000), bahwa hak gadai dikatakan batal
apabila :

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Campuran :


Pengertian, Ciri, Dan Macam Serta Contohnya Dalam Ilmu Kimia
1. Hutang piutang yang telah terjadi telah dibayar dan dilunasi.
2. Barang gadai keluar dari kekuasaan pemberi gadai, yaitu bukan
lagi menjadi hak milik pemberi gadai.
3. Para pihak tidak melaksanakan yang menjadi hak dan kewajiban
masing-masing.
4. Barang gadai tetap dibiarkan dalam kekuasaan pemberi gadai
ataupun yang kembalinya atas kemauan yang berpiutang.

Kategori Barang Gadai


Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di
Perum Pegadaian. Namun ada juga barang-barang bergerak tertentu
yang tidak dapat digadaiakan. Jenis barang-barang bergerak yang dapat
diterima sebagai barang jaminan di perum pegadaian yaitu antara lain
(Marzuki, 1995:360) :

1. Barang-barang perhiasan : emas, perak, intan, mutiara, dan lain-


lain.
2. Barang-barang elektronik : tv, kulkas, radio, video, tape, recorder,
dan lain-lain.
3. Kendaraan : sepeda, motor, mobil.
4. Barang-barang rumah tangga : barang-barang pecah belah.
5. Mesin : mesin jahit, mesin ketik, dan lain-lain.
6. Tekstil : kain batik, permadani.
7. Barang-barang lain yang dianggap bernilai.

Adapun barang-barang yang tidak dapat dijadikan jaminan karena


keterbatasan tempat penyimpanan, sumber daya menusia di Perum
Pegadaian adalah sebagai berikut :
1. Binatang ternak : kerbau, sapi, kambing, dan lain-lain.
2. Hasil bumi : padi, jagung, ketela pohon, dan lain-lain.
3. Barang dagangan dalam jumlah besar.
4. Barang-barang yang cepat rusak, busuk atau susut.
5. Barang-barang yang amat kotor.
6. Kendaraan yang sangat besar.

7. Barang-baragn seni yang sulit ditaksir.


8. Barang-barang yang mudah terbakar.
9. Barang-barang jenis senjata, amunisi, dan mesiu.
10. Barang-barang yang disewa belikan.
11. Barang-barang milik pemerintah.
12. Barang-barang illegal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Pengertian


Koperasi Menurut UU Besrta Prinsip, Tujuan Dan Fungsinya
Lengkap

a d s v J v N R V 0 " * Total: 0
0 0 0 0

Posting terkait: