Anda di halaman 1dari 191

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN


PUSTAKA DANANJAYA

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | i


TIM PENYUSUN

Steering Comittee
Damar Aji Muhammady Elbertha Deaz Ilyassa
Muhammad Rafi Bakri M. Taufik Hidayat
Al Afif Ramdana
Tim Penyusun
PenanggungJawab
Rizaldi Bahrudin Aryono P.

Wakil Penanggung Jawab


Khoirun Nisa Nurul Aprilia

Sekretaris – Bendahara
Nanda Efri Liani

Bahasa Indonesia Manajemen


Vony Anasthasia Melian Muhammad Rudi Andi
Jesica Octavia Simamora Diana Nurmalisa

Kewarganegaraan Aplikom
Gilang Harioza Arista Rijal Hanif
Masruroh Anita Sari Tiara Rinayu Sunsatyasih

Ekonomi Mikro Hukper


Bagas Fadila Mukti Nelly Panca Ulina Damanik
Umeir Fawwas Anaqi Arbain Hidayat Dhuhri

PPKN 2 Pengakun 2
Marosgawati Dianova S. P. Siti Aslamah Hidayatudiniyah
Rizna Rivensky Charmelita Trimilia Lazurri
M. Yudi Eko Nugroho Lukki Handoko

Budaya Nusantara
Disusun bersama oleh seluruh penyusun

Designer
Lalu Muhammad Aldimasi

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | ii


DAFTAR ISI
Tim Penyusun .......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .............................................................................................................. iii
BAHASA INDONESIA ............................................................................................... 1
MANAJEMEN ......................................................................................................... 18
HUKUM PERDATA ................................................................................................. 35
PENGANTAR PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA II ......................................... 62
PENGANTAR AKUNTANSI II .................................................................................. 93
EKONOMI MIKRO ................................................................................................ 119
KEWARGANEGARAAN ........................................................................................ 137
APLIKASI KOMPUTER PERKANTORANPERTEMUAN 1 ........................................... 143
BUDAYA NUSANTARA ........................................................................................ 161

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | iii


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

BAHASA INDONESIA

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 1


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1

1. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia


Kedudukan Bahasa Indonesia
1. Bahasa Indonesia lahir tahun 1928.
2. Bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai
bahasa negara tahun 1945.
Kondisi Kebahasaan di Indonesia
1. Bahasa Indonesia
2. Bahasa Daerah (lebih dari 700)
3. Bahasa Asing
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
1) Bahasa Nasional
Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928
a. Lambang Jati diri Bangsa
b. Lambang Kebanggaan Bangsa
c. Alat Pemersatu Bangsa
d. Alat Perhubungan Antarbudaya dan Antardaerah
2) Bahasa Negara (UUD 1945)
a. Bahasa resmi Kenegaraan
b. Bahasa Pengantar Resmi di Lembaga Pendidikan
c. Bahasa Resmi dalam Perhubungan Tingkat Nasional
d. Bahasa Resmi dalam Pengembangan Kebudayaan Nasional
e. Bahasa Resmi dalam Pengembangan Iptek
f. Bahasa Media Massa
g. Pendukung Sastra Indonesia
h. Pemerkaya Bahasa dan Sastra Daerah

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 2


2. KAIDAH

1) TATA BUNYI
Secara umum ada tiga hal yang perlu diperhatikan yang terkait dengan
lafal dalam bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut.
1. Singkatan dari bahasa apa pun yang dipakai dalam konteks bahasa
Indonesia dilafalkan seperti nama abjad bahasa Indonesia. Contoh:
WHO, FBI
2. Akronim dari bahasa asing dilafalkan seperti atau mendekati lafal
aslinya. Contoh: jabodetabek – Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-
Bekasi
3. Kata bahasa Indonesia dilafalkan seperti tulisannya. Contoh :
computer dibaca komputer

Pembentukan kata dengan imbuhan yang sering salah adalah pengimbuhan kata
dengan awalan meng-. Sehubungan dengan itu, ada tiga kaidah yang perlu
diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

1. Konsonan s, p, t, dan k pada awal kata dasar luluh apabila kata dasar itu
mendapat awalan meng-.

2. Konsonan rangkap atau gabungan huruf konsonan pada bentuk tidak


luluh apabila bentuk dasar itu mendapat awalan meng-.

3. Awalan meng- menjadi menge- apabila bergabung dengan kata dasar


bersuku satu.

Lebih lengkapnya : https://klc.kemenkeu.go.id/pusku-pembentukan-kata/

2) TATA BENTUK KATA/ISTILAH

3) TATA KALIMAT

4) TATA TULIS

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 3


3. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Benar: sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baik dari segi pembentukan kata,
pengkalimatan, mapun penulisan ejaan. (kebakuan bahasa).
Berbahasa yang benar mengacu pada penggunaan bahasa pada situasi formal
yang menuntut penggunaan bahasa Indonesia yang baku.

Baik: berarti sesuai dengan situasi komunikasi (formal dan nonformal)


Bertujuan agar komunikasi berjalan dengan efisien dan dapat diterima dan
dipahami oleh mitra tutur dengan baik.
Berbahasa yang baik tidak selamanya sesuai dengan kaidah bahasa (kebakuan
bahasa).

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 4


PERTEMUAN 2 dan 3

Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran


bagaimana memisahkan lambing bunyi ujaran bagaimana menggabungkan bunyi
ujaran. EJAAN (SECARA TEKNIS)

SEJARAH EJAAN BAHASA INDONESIA Tata tulis dan pemakaian:

✓ huruf
• EJAAN VAN OPHUYSEN (1901)
✓ angka
• EJAAN SOEWANDI (1947) ✓ kata
✓ tanda baca
• EJAAN MELINDO 1959
(pungtuasi)
(MELAYU-INDONESIA) ✓ unsur serapan
• EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (1972)
• EJAAN BAHASA INDONESIA (2015)

Perubahan Ejaan

van Ophuysen Soewandi EYD EBI

pajah, jang pajah, jang payah, yang Penambahan


diftong
goeroe, itoe guru, itu guru, itu
huruf miring
ma’moer, ta’ makmur, tak makmur, tak
cetak tebal
tjoetji tjutji cuci

djalan djalan jalan

ditjoetji ditjutji dicuci

didjalan di djalan di jalan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 5


a. Pemakaian Huruf

HURUF DALAM BAHASA INDONESIA

26 huruf: 5 vokal dan 21 konsonan


a /a/, b /be/, c /ce/, d /de/, e /e/, f /ef/, g /ge/, h /ha/, i /i/, j /je/, k /ka/, l /el/, m /em/, n
/en/, o /o/, p /pe/, q /qi/, r /er/, s /es/, t /te/, u /u/, v /ve/, w /we/, x /eks/, y /ye/, z /zet/

GABUNGAN HURUF KONSONAN

khusus, akhir, makhluk, ngilu, bangun, tenang, nyawa, hanya, syukur, isyarat

DIFTONG (VOKAL RANGKAP)

pandai, survei, pantai, geiser, aula, boikot, saudara, amboi, harimau

PELAFALAN HURUF

AC (a-ce) TV (te-ve)

b. Penulisan Huruf

Penulisan huruf kapital

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

o Huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau
pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
o Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang
diikuti nama orang.
o Huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan namaTuhan, kata
ganti Tuhan, dan kitab suci.
o huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 6


o Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
o Huruf pertama nama geografi.
o Huruf pertama singkatan nama gelar (seperti Dr. dan M.A.), pangkat
(sepertiProf.), dan sapaan (seperti Sdr., Tn., Ny.).

Huruf Miring

o Dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat
kabar yang ditulis dalam kutipan.
o Dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan sesuatu
(huruf, bagian kata, kata, kelompok kata).
o Dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali
yang sudah disesuaikan ejaannya.

HURUF (CETAK) TEBAL

▪ Untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah dicetak miring


▪ Untuk menegaskan bagian karangan

Contoh:

1.1 Latar Belakang Masalah

1.2 Tujuan Penelitian

1.3 Metode Penelitian

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 7


c. Penulisan Kata

1.Kata Dasar 6.Kata Depan 9.Angka dan


2. Kata Berimbuhan 7.Partikel Bilangan
3.Bentuk Ulang 8.Singkatan dan
10.Kata Ganti–ku, mu
4.Gabungan Kata Akronim
5.Pemenggalan Kata
11.Kata Sandang si dan sang

AKRONIM

Singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, atau
gabungan huruf dan sukukata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.

1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata
ditulis seluruhnya dengan huruf kapital: STAN, LAN, STAIN, STIS
2. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata dari deret
kata ditulis seluruhnya dengan huruf awal kapital: Apindo, Bappenas,
Iwapi, Kowani
3. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata,
atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis seluruhnya
dengan huruf kecil: pemilu, rapim, tilang, puskesmas

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 8


Beberapa contoh penulisan yang salah dan yang benar

Salah/Benar antar penduduk/antarpenduduk

antardesa/antardesa
Beritahu/beri tahu
tuna rung/tunarungu
Diberitahu/diberi tahu
semi final/semifinal
diberi-tahukan/diberitahukan
sub bidang/subbidang
beritahukan/beri tahukan
suka rela/sukarela
kerjasama/kerja sama
apa pun/apapun
terimakasih/terima kasih
sapu tangan/saputangan
tandatangan/tanda tangan
darma bakti/darmabakti
bekerjasama/bekerja sama
non formal/nonformal
bertandatangan/bertanda tangan
dasa warsa/dasawarsa
berterimakasih/berterima kasih
pasca sarjana/pascasarjana
sebarluaskan/sebar luaskan
orangtua/orang tua
menganak tirikan/menganaktirikan
dutabesar/ duta besar
ketidak adilan/ketidakadilan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 9


d. Tanda Baca

tanda titik. tanda koma , tanda titik koma ;

tanda titik dua : tanda hubung – tanda pisah --

tanda elips … tanda tanya ? tanda penyingkat ‘

tanda kurung () tanda kurung siku [] tanda petik “ ”

tanda petik tunggal ‘ ’ tanda garis miring / tanda seru !

1. Tanda titik
➢ Dipakai pd akhir kalimat, contoh: Saya lahir di Jawa Tengah.
➢ Dipakai di belakang angka atau huruf dlm suatu bagan, ikhtisar,
atau daftar.
➢ Dipakai unt memisahkan angka jam, menit, dan detik yg
menunjukkan waktu.
➢ Dipakai di antara nama penulis, judul, tempat terbit dalam daftar
pustaka.
2. Tanda koma
➢ Digunakan di antara unsur-unsur dl perincian
➢ Untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat (jika diawali
dg anak kalimat)
➢ Digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain
kalimat.
➢ Dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat,
(iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau
negeri yang ditulis berurutan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 10


Tanda koma dipakai di belakang ungkapan penghubung antarkalimat.

Oleh karena itu, ….


Jadi, ….
Akan tetapi, ….
Namun, ….
Meskipun demikian, ….
Sehubungan dengan itu, ….

3. Tanda titik koma


➢ Dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis
dan setara
➢ Dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan
kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.
➢ Dipakai untuk memisahkan perincian yang berupa klausa.

4. Tanda titik dua


➢ Dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti
rangkaian atau pemerian.
➢ Tidak dipakai jika rangkaian atau perian itu merupakan
pelengkap yang mengkahiri pernyataan.
➢ Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang
memerlukan pemerian.
➢ Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata
yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
➢ Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman,
(ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan
anak judul suatu karangan, serta (iv) di antara nama kota dan
penerbit buku acuan dalam karangan.
5. Tanda petik
➢ Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang
dipakai dalam kalimat.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 11


➢ Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari
pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain
➢ Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata
yang mempunyai arti khusus
➢ Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengahkiri
petikan langsung
➢ Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di
belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang
dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian
kalimat.

e. Penulisan Unsur Serapan


I. Tulisan Tetap
bus → bus radio → radio
bank → bank plus → plus
unit → unit patriot → patriot
program → program data → data
problem → problem ideal → ideal
tank → tank

II. Tulisan dan Lafal Berubah


management → manajemen credit → kredit
computer → komputer charisma → karisma
competent → kompeten generic → generik
curriculum → kurikulum genius → genius
concret → konkret curriculum →kurikulum
congress → kongres focus → fokus

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 12


PENYERAPAN ISTILAH

1.Penerjemahan

2. Penyerapan

3.Gabungan penerjemahan dan penyerapan

4.Pereka ciptaan Istilah

YANG SUDAH LAZIM


persekot voorschot (Bel.)
bengkel winkel (Bel.)
dongkrak dommekracht (Bel.)
perkedel frikadel (Bel.)
kabar khabar (Ar.)
iklan i’lan (Ar.)
Perlu fardu (Ar.)
Setan syaitan (Ar.)
sedekah sadaqah (Ar.)
garpu garfo (Port.)
gereja igreja (Port.)
jendela janela (Port.)
kemeja camisa (Port.)

azan ( ‫ن‬١‫→ )أذ‬ azan


izin (‫)إذ ن‬ → izin
zikir (‫)ذ ﻛﺮ‬ → zikir
‘uzur (‫)ﻋﺬﺮ‬ → uzur
zat (‫)ذﺍﺖ‬ → zat
salat (‫→ )ﺻﻼﺓ‬ salat
sahabat (‫→ )ﺻﺣﺎﺒﺔ‬ sahabat
sabar (‫)ﺻﺎﺒﺮ‬ → sabar
sahih (‫→ )ﺻﺎﺤﻳﺢ‬ sahih
sah (‫→ )ﺻﺎﺡ‬ sah
sadaqah (‫→ )ﺻﺩﺍﻗﺔ‬ sedekah
saleh (‫→ )ﺻﺎﻟﺢ‬ saleh

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 13


PERTEMUAN 4
A. Pembentukan Kata
dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu
1. Afiksasi atau pengimbuhan - misalnya berdamai,
2. Reduplikasi atau pengulangan - misalnya abu-abu, serta
3. Komposisi atau pemajemukan, misalnya garam dapur, roda gila.

Afiksasi
Afiks atau imbuhan adalah morfem atau bentuk terikat yang digunakan untuk
membentuk neologisme (kata baru). Biasa dikelompokkan menurut posisi
penempatannya terhadap kata dasar, jenis imbuhan yang paling sering
digunakan dalam bahasa Indonesia adalah:
1. prefiks (awalan, misalnya me-, di-, pe-, ter-, ber-, nara-),
2. sufiks (akhiran, misalnya -an, -i, -kan, -wan),
3. infiks (sisipan di tengah, misalnya -em-, -el-), dan
4. konfiks (gabungan dua afiks tunggal, misalnya me- -kan, me- -i, per- -an, se- -
nya, ke- -an, pe- -an).

Reduplikasi
Reduplikasi adalah fenomena linguistik berupa pengulangan suatu kata atau
unsur kata (fonem, morfem) membentuk lema baru yang dapat mengubah
makna dasar. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi sering dilakukan dengan
menambahkan tanda hubung (-).

Komposisi
Banyak sekali lema yang dibentuk melalui proses pemajemukan dalam bahasa
Indonesia, contohnya rumah sakit, terima kasih, dll.
Prinsip ringkas penulisan kata gabungan adalah:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 14


1. Ditulis terpisah antar unsurnya. Contoh darah daging.
2. Boleh diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian dan menghindari
salah pengertian. Contoh orang-tuamuda.
3. Ditulis terpisah jika hanya diberi awalan atau akhiran. Contoh: berterima
kasih.
4. Ditulis serangkai jika sekaligus diberi awalan dan akhiran.
Contoh: menyebarluaskan.
5. Ditulis serangkai untuk beberapa lema yang telah ditentukan.
Contohnya manakala, kilometer. Daftar lengkap bisa dilihat di pedoman
EYD.
B. DIKSI
Fungsi diksi :
• Membuat orang yang membaca ataupun mendengar karya sastra
menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh
pengarang.
• Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
• Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis
ataupun terucap).
• Membentuk ekspresi ataupun gagasan yang tepat sehingga dapat
menyenangkan pendengar ataupun pembacanya.

I. Diksi Berdasarkan Maknanya
1. Makna Denotatif
Yaitu makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh
diksi bermakna denotatif:
Dessy membantu ibunya ‘menggulung tikar’ usai rapat desa.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 15


2. Makna Konotatif
Yaitu kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Berikut ini contoh diksi
dengan makna konotatif:
Donny ‘tenggelam’ dalam lamunannya di halaman rumah.

II. Diksi Berdasarkan Leksikal

1. Sinonim
Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama. Contoh sinonim :
Bahagia = Senang Empiris = Realitas
Diagnosis = Penaksiran Konspirasi = Persekongkolan

2. Antonim
Antonim adalah kata yang memiliki arti saling berlawanan. Contoh antonim :
Kompatibel x Kaku Gelap x Terang
Monogami x Poligami Nisbi x Mutlak

3. Homonim
Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya
berbeda satu sama lain. Contoh homonim:
‘Bulan’ itu terlihat bulat penuh malam ini.
Pada ‘bulan’ tertentu hasil panen melimpah

4. Homofon
Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal
sama. Contoh homofon:
Anton menabung uangnya di Bank secara rutin
Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan

5. Homograf

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 16


Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya
sama. Contoh homograf:
Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng
Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur

6. Polisemi
Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu makna. Contoh polisemi:
Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan
Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik

7. Hipernim dan Hiponim


Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya.
Hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim.
Contoh hipernim dan hiponim:
Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya jerapah, zebra,
buaya, rusa, kuda, dan lainnya.
Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim. Sedangkan kata
hiponim jerapah, zebra, buaya, rusa, kuda, dan lainnya.

“Seorang terpelajar harus sudah


berbuat adil sejak dalam pikiran
apalagi dalam perbuatan.”
- Pramoedya Ananta Toer, Bumi
Manusia

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 17


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

MANAJEMEN

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 18


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1

DASAR-DASAR MANAJEMEN DAN PERAN MANAJEMEN DALAM


ORGANISASI

I. Definsi Manajemen dan Manajer


Secara umum, Manajemen adalah Suatu metode, teknik, atau proses
untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif,
melalui tindakan-tindakan perencanaan (Planning), pengorganisasian
(Organizing), pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controlling)
dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien.
Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen.
Manajer adalah orang-orang dalam suatu organisasi yang
memberitahu orang lain apa yang harus dilakukan dan bagaimana
melakukan suatu pekerjaan. Definisi ini yang membedakan mana yang
merupakan manajer dan yang bukan manajer.
Manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung
untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan
bersama para anggota dari organisasi (Ernie&Kurniawan,2005)

II. Manajer dan Anda di Tempat Kerja


A. Siapa Manajer Dan Dimana Mereka Bekerja?
Manajer adalah anggota organisasi yang berhak memerintah
orang lain untuk melakukan sesuatu dan dengan cara-cara yang
sesuai kehendak mereka. Manajer bekerjampada suatu organisasi
untuk mengoordinasikan dan mengawasi pekerjaan orang lain
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
B. Mengapa Manajer Penting atau Dibutuhkan?

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 19


1. Organisasi memerlukan ketrampilan dan kemampuan
manajerial dalam waktu-waktu yang tak menentu, kompleks, dan
kacau
2. Manajer berperan penting untuk mengkoordinir karyawan
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi sesuai
pembagian tugas masing-masing.
3. Manajer berkontribusi terhadap produktivitas dan loyalitas
karyawan, cara pengelolaan karyawan dapat mempengaruhi kinerja
keuangan dan organisasi, dan kemampuan manajerial penting dalam
menciptakan nilai organisasi

B. Apa yang dikerjakan manajer?


Manajer melakukan manajemen secara efisien dan efektif.
Fungsi manajer :
a) Perencanaan (Planning) Mendefinisikan sasaran-sasaran,
menetapkan strategi, dan mengembangkan rencana kerja, untuk
mengelola aktivitas-aktivitas.
b) Pengorganisasian (Organizing) Menentukan apa yang
harus diselesaikan, bagaimana caranya, dan siapa yang akan
mengerjakannya.
c) Kepemimpinan (Leading)
Memotivasi, memimpin, dan tindakan lainnya yang melibatkan
interaksi dengan orang-orang yang lain.
d) Pengendalian (Controlling) Memantau aktivitas-aktiavitas
demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai rencana.

D. Pentingnya Belajar Manajemen

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 20


1. Universalitas Manajemen Para manajer dibutuhkan di segala bentuk
dan ukuran organisasi, di setiap jenjang dan bidang kerja organisasi,
dan di berbagai tempat di seluruh dunia
2. Realitas dunia kerja Anda akan mengelola dan dikelola
3. Kesadaran adanya berbagai imbalan dan berbagai tantangan
dalam menjadi seorang manajer

E. Sejarah atau Perkembangan Ilmu Manajemen 1. 1. Latar Historis


(3000 SM – 1776)
a) Contoh-contoh manajemen awal : Piramida Mesir, Tembok
Cina, Venesia sebagai kota perdagangan.
b) Adam Smith The Wealth of Nation Spesialisasi kerja.
c) Revolusi Industri Tenaga mesin menggeser tenaga manusia.

2. Pendekatan Klasik (1911-1947)


Studi-studi formal awal tentang manajemen, yang berfokus
pada rasionalitas dan menjadikan organisasi dan pekerja berfungsi
seefisien mungkin
a. Manajemen Ilmiah (Scientific Management) Pendekatan
manajemen yang menerapkan metode- metode ilmiah dalam rangka
menemukan “satu cara terbaik” untuk melakukan sebuah pekerjaan
b. Administasi Umum (General Administrative) Pendekatan
manajemen yang menitikberatkan pada menjabarkan hal-hal yang
dikerjakan seorang manajer dan hal-hal apa yang disebut praktik
manajemen yang baik.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 21


3. Pendekatan Perilaku (1700 - 1950)
Bidang kajian ilmiah yang menelaah tindakan-tindakan
(perilaku) orang yang bekerja di sebuah organisasi. Berperan
membentuk wajah manajemen organisasi masa kini. Memunculkan
teori-teori motivasi, kepemimpinan, perilaku dan pembangunan
kelompok, dan teori-teori perilaku organisasi lainnya.

4. Pendekatan Kuantitatif (1940 – 1950)


Bidang kajian ilmiah yang menggunakan teknik-teknik
kuantitatif seperti: statistika, model-model optimasi, model-model
informasi, simulasi computer, dll, puntuk membantu proses
pengambilan keputusan manajemen.
a. Programasi linier teknik untuk mengambil keputusan yang
terkait dengan alokasi sumber daya.
b. Analisis penjadwalan jalur kritis ( critical - path scheduling
analysis ) : untuk analisis efisiensi penjadwalan kerja.
c. Model kuantitas pemesanan ekonomis ( e c o n o m i c o r d
e r quantity/EOQ ): membantu menentukan jumlah barang
persediaan yang optimal.
d. Manajemen mutu total / Total quality management (TQM):
Falsafah manajemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya
perbaikan berkesinambungan dan kemampuan merespon
kebutuhan/harapan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 22


PERTEMUAN 2

Pengambilan Keputusan
A. Tahapan Pengambilan Keputusan
Membuat Keputusan adalah memilih dari dua pilihan/alternatif.
Ada 8 langkah yang digunakan saat pengambilan keputusan :

Langkah 1 Identifikasi masalah


Masalah adalah kesenjangan antara keadaan nyata dan keadaan yang
dikehendaki.
Karakteristik Masalah
➢ Menjadi masalah apabila manajer menyadariya.
➢ Adanya tekanan untuk menyelesaikan masalah.
➢ Manajer harus memiliki wewenang, informasi, dan sumber
daya lainnya untuk mengatasinya..

Langkah 2: Identifikasi Kriteria Keputusan


Kriteria yang mendefinisikan apa yang relevan dalam keputusan.
➢ Pertimbangan harga
➢ Risiko yang terjadi
➢ Tujuan yang diinginkan

Langkah 3: Pembobotan Kriteria


Tidak semua kriteria sama penting:
Prioritas terhadp kriteria yang lebih penting.

Langkah 4: Menyusun Alternatif


Yakni dengan mengidentifikasi alternatif dan membuat daftar
alternative yang dapat menyelesaikan masalah.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 23


Langkah 5: Analisis Alternatif
Menilai kekuatan dan kelemahan alternatif
Penilaian alternatif berdasarkan kemampuannya dalam
menyelesaikan masalah

Langkah 6: Memilih Alternatif


Memilih alternatf terbaik
Alternatif dengan bobot tertinggi yang dipilih.

Langkah 7 Mengimplementasikan Sebuah Alternatif


Dalam proses ini kita menerapkan keputusan ke dalam tindakan
dengan memberlakukan kepada mereka yang terpengaruh dan
membuat mereka berkomitmen padanya

Langkah 8 Evaluasi Efektivitas Keputusan Keberhasilan dari suatu


keputusan.
➢ Seberapa efektif pemecahan masalah yang dapat diatasi
➢ Apabila masalah tidak terpecahkan?apa yang salah?

B. Pendekatan dalam pengambilan keputusan


Ada beberapa pendekatan dalam pengambilan keputusan
diantaranya :
1. Rasionalitas
Yakni jenis pengambilan keputusan dimana pilihan bersifat logis
dan konsisten serta memaksimalkan nilai.
Asumsi Rasionalitas:
➢ Rasional secara sempurna, sepenuhnya bersikap obyektif
dan logis.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 24


➢ Mendefinisikan masalah dengan seksama dan dan
mengidentifikasi alternatif yang ada.
➢ Memiliki tujuan yang spesifik dan jelas.
➢ Memilih alternatif yang memaksimalkan pencapaian
sasaran organisasi lebih dari tujuan pribadi.

2. Rasional Terbatas
Yakni pengambilan keputusan secara rasional tapi dibatasi
oleh kemampuan untuk memperoleh informasi.
Asumsi yang digunakan:
➢ Tidak akan menganalisisi semua informasi dalam semua
alternatif.
➢ Sekedar memenuhi syarat—penerimaan solusi yang
“cukup baik” bukannya memaksimalkan semua alternatif
yang ada, dan memilih alternatif terbaik.
Pengaruh dalam pengambilan keputusan
➢ Ekskalasi komitmen: peningkatan komitmen terhadap
keputusan sebelumntya walaupun ada bukti bahwa
kemungkinan tersebut keliru.
3. Peran Intuisi
Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi yakni didasari
pengalaman, perasaan bawah sadar dan pertimbangan yang
sudah terkumpul.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 25


C. Tipe keputusan dan kondisi pengambilan keputusan
Jenis masalah dan keputusan
➢ Masalah Terstruktur
• Masalah yang lugas dan Jelas.
• Sudah dikenal.
• Mudah didefinisikan.
➢ Keputusan yang terprogram
Keputusan berulang yang dapat ditangani dengan
pendekatan rutin.
➢ Beberapa hal terkait masalah terstuktur dan keputusan
terprogram
• Kebijakan
Pedoman yang menjadi parameter untuk
pengambilan keputusan.
Contohnya terima retur dari pelanggan.
• Prosedur
Serangkaian langkah berurutan yang saling terkait
yang bias digunakan untuk mengatasi masalah
terstruktur.
Contohnya Ikuti semua Langkah penyelesain retur
dari pelanggan.
• Peraturan
Pernyataan tersurat yang memberi tahu manajer
apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan.
Contohnya Terima semua retur dari pelanggan.
➢ Masalah tidak terstruktur
• Masalah baru atau tidak biasa, serta informasi mengenai
masalah semacam itu tidak jelas atau tidak lengkap.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 26


• Masalah yang membutuhkan solusi khusus.
➢ Keputusan tidak terprogram
• Unik dan tidak berulang.
• Tanggapan yang dirancang secara khusus.

D. Kondisi Pengambilan Keputusan


Kepastian
➢ Situasi yang memungkinkan manajer mampu membuat
keputusan yang tepat karena seluruh hasil keputusan
tersebut sudah diketahui.
Risiko
➢ Situasi yang membuat pengambil keputusan mampu
memperkirakan kemungkinan hasil-hasil tertentu dari
keputusan itu.
Ketidakpastian
➢ Situasi dimana pengambil keputusan tidak memiliki perkiraan
probabilitas yang pasti atau masuk akal.
❖ Maximax: Manajer yang optimis akan
memaksimalkan hasil maksimum yang mungkin
❖ Maximin: Manajer yang pesimis akan memaksimalkan
hasil minimum yang mungkin
❖ Minimax: Manajer yang memilih untuk meminimalkan
“penyesalan” maksimumnya .

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 27


PERTEMUAN 3

MANAJEMEN PERUBAHAN
A. Pengertian
Robbins and Coulter (2005) mengemukakan bahwa “Perubahan akan
selalu ada pada manusia, struktur dan teknologi pada suatu
organisasi. Perubahan organisasi adalah setiap perubahan strategi,
orang, struktur, atau teknologi dalam suatu organisasi.
B. Karakteristik Perubahan
a. Tidak konstan, terdapat variasi dan arah perubahan;
b. Menghasilkan ketidakpastian;
c. Menciptakan adanya peluang dan ancaman

C. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan


FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL

Adanya perlengkapan dan Peraturan dan regulasi


peralatan yang baru pemerintah

Perubahan struktur Perubahan dalam ekonomi


ketenagakerjaa dan politik

Sikap perilaku karyawan Perkembangan teknolog

Perubahan strategi Pangsa pasar (market


organisasi share

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 28


D. Proses Perubahan

a. Metafora Perairan Tenang oleh KURT LEWIN

Perubahan yang berhasil dapat direncanakan. Kurt Lewin mengajukan proses


perubahan yang mencakup tiga tahap:

1) Unfreezing karyawan yang akan terkena perubahan dijelaskan mengenai


pentingnya perubahan tersebut sehingga menjadi sadar akan pentingnya
perubahan

2) Change (Impleme ntasi) dalam tahap ini, sikap dan perilaku yang baru
diajarkan pada karyawan

3) Refreezing bertujuan membuat nilai, sikap, dan perilaku yang baru (yang
diinginkan) menjadi norma yang baru.

b. Metafora Arung Jeram Kurangnya stabilitas dan prediktabilitas lingkungan


mensyaratkan bahwa manajer dan organisasi terus beradaptasi dan
mengelola perubahan secara aktif untuk bertahan hidup.

E. Tipe Perubahan

a. Perubahan Strategi Ditujukan untuk agar organisasi menjadi lebih sesuai


dengan lingkungan yang dihadapi

b. Perubahan Struktur Bisa dilakukan dengan beberapa cara: perubahan


desain organisasi, desentralisasi, dan modifikasi kerja

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 29


c. Perubahan Teknologi Mencakup perubahan-perubahan seperti
perubahan mesin dan peralatan, metode kerja, metode produksi, dan
lain-lain
d. Perubahan Orang Mencakup perubahan sumber daya manusia
organisasi.

F. Jenis Perubahan Secara umum, terdapat 2 jenis perubahan dalam


organisasi, yakni :
a. Perubahan Terencana Perubahan yang dirancang dan diimplemen-
tasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi
peristiwa/ kejadian di masa depan.
b. Perubahan Reaktif Merupakan suatu respons terhadap peristiwa/
kejadian pada saat muncul.

G. Mengelola Perubahan
1. Teknik OD :
a. Survey Umpan Balik menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan
data, kemudian data tersebut dikembalikan ke atasan dan bawahan
sebagai dasar perubahan. Tahapan dalam survey umpan balik:
1) Manajemen puncak terlibat dalam perencanaak awal
2) Data dikumpulkan dari semua anggota organisasi
3) Data dikembalikan ke tim manajemen/eksekutif yang kemudian
diturunkan secara hirarkis ke tim fungsional. Setiap penyelia
(supervisor) pada pertemuan dengan bawahannya melakuakan
diskusi dimana:
- Bawahan diminta membantu menginterpretasikan data
- Rencana perubahan dibuat, dan
- Rencana penyiapan data ke tingkat bawah yang selanjutnya dibuat.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 30


b. Pengembangan Tim
ditujukan untuk meningkatkan partisipasi kelompok atau unit
kerja. Ada dua jenis kelompok dalam fokus metode ini:
1) Kelompok keluarga: terdiri dari manajer dan bawahan yang
merupakan kelompok yang relatif permanen
2) Kelompok khusus: untuk memecahkan masalah-masalah
khusus
c. Kisi-kisi Manajerial
dikembangkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton, langkah-
langkah dalam metode tersebut adalah:
1) Pelatihan
2) Pengembangan Tim
3) Pengembangan antar Kelompok
4) Penentuan Tujuan Organisasi
5) Pencapaian Tujuan
6) Stabilitas.
2. Evaluasi dan Kondisi yang diperlukan untuk Suksesnya OD
Beberapa kondisi menentukan sukses tidaknya program
pengembangan keorganisasian:

1) Pengakuan oleh manajemen puncak bahwaorganisasi mempunyai masalah

2) Penggunaan konsultan atau ahli perilaku dari luar 3) Dukungan awal dan
keterlibatan dari manajemen puncak

4) Keterlibatan pimpinan kelompok

5) Kesuksesan program pengembangan keorganisasian yang pertama akan


semakin mendorong kepercayaan terhadap program

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 31


6) Pendidikan mengenai pengembangan keroganisasisn kepada anggota
organisasi

7) Mengakui kekuatan menajer yang berhasil

8) Melibatkan departemen sumberdaya manusia

9) Manajemen kegiatan pengembangan keorganisasian

10) Pengukuran hasil kegiatan Pengembangan Keorganisasian.

H. Isu Terkini Mengelola Perubahan

Strategi untuk Mengelola Perubahan Budaya :

a. Atur nada melalui perilaku manajemen; manajer puncak,


khususnya, harus menjadi panutan yang positif.

b. Buat cerita, simbol, dan ritual baru untuk menggantikan yang sedang
digunakan.

c. Pilih, promosikan, dan dukung karyawan yang mengadopsinilai-nilai baru.

d. Mendesain ulang proses sosialisasi agar selaras dengan nilai-nilai baru.

e. Untuk mendorong penerimaan nilai-nilai baru, ubah sistem penghargaan.

f. Ganti norma yang tidak tertulis dengan harapan yang jelas.

g. Goyangkan subkultur saat ini melalui transfer pekerjaan, rotasi pekerjaan,


dan / atau pemutusan hubungan kerja.

h. Berusahalah untuk mendapatkan konsensus melalui partisipasi karyawan


dan menciptakan iklim dengan tingkat kepercayaan yang tinggi

F. Inovasi

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 32


1. Pengertian Inovasi Stephen Robbins mengemukakan bahwa “Inovasi”
sebagai “ Suatu gagasan baru yang diterap-kan untuk memprakarsai atau
memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. Everett M. Rogers
menyatakan bahwa “Inovasi merupakan suatu ide, gagasan, praktik atau
objek yang diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau
kelompok yang diadopsi.

2. Perbedaan Inovasi dan Kreativitas Inovasi Kreativitas Hasil (outcome) dari


proses kreativitas pada produk, jasa atau metode kerja. Kemampuan untuk
mengkombinasikan ide atau gagasan dengan jalan yang tidak lazim (unik) dari
biasanya dilakukan.

3. Lingkungan yang Merangsang Inovasi

a. Variabel Struktur
1) Struktur organik
2) Sumber daya yang melimpah
3) Komunikasi antar unit tinggi
4) Tekanan waktu minimal
5) Dukungan bekerja dan tidak bekerja
b. Variabel Budaya
1) Diterimanya ambiguitas 5) Toleransi terhadap konflik
2) Toleransi terhadap hal-hal 6) Fokus pada hasil
yang tidak praktis 7) Fokus pada sistem terbuka
3) Kontrol eksternal rendah 8) Umpan balik positif
4) Toleransi terhadap risiko
c. Variabel Sumber Daya Manusia
1) Komitmen tinggi terhadap pelatihan dan pengembangan,
2) Keamanan pekerjaan yang tinggi,
3) Orang-orang yang kreatif.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 33


4. Inovasi yang Mengganggu (Disruptive Innovation)

a. Pengertian Inovasi yang mengganggu adalah inovasidalam produk,


layanan, atau proses yang secara radikal mengubah aturan permainan suatu
industry. Inovasi yang berkelanjutan adalah perubahan kecil dan bertahap
dalam produk yang sudah ada daripada terobosandramatis
b. Siapa yang rentan? Organisasi besar, mapan, dan keuntungannya besar,
paling rentan terhadap inovasi yang mengganggu, karena mereka memiliki
paling banyak kehilangan dan paling penting di pasar dan teknologi saat ini.
c. Pentingnya distruptive innovation Inovasi yang mengganggu adalah
ancaman bagi banyak bisnis mapan, dan merespons dengan inovasi yang
berkelanjutan tidak cukup.
d. Implikasi
1) Untuk pengusaha
2) Untuk manajer perusahaan
3) Skunk works – Sebuah kelompok kecil di dalam sebuah organisasi
besar, diberi otonomi tingkat tinggi dan tidak terhalang oleh birokrasi
perusahaan, yang misinya adalah mengembangkan sebuah proyek
terutama demi inovasi radikal.

“Terkadang, kesulitan harus kamu


rasakan terlebih dulu sebelum
kebahagiaan yang sempurna datang
kepadamu.”
- R.A Kartini

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 34


HUKUM PERDATA

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 35


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN I
• PENGERTIAN HUKUM PERDATA
Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara
orang / badan hukum yang satu dengan orang / badan hukum yang lain
dalam masyarakat, yang menitik beratkan pada kepentingan perorangan /
pribadi.
• UNSUR-UNSUR HUKUM PERDATA
- Kaidah Tertulis, yaitu kaidah yang disampaikan dalam bentuk peraturan
tertulis, seperti Perundang-undangan, yurisprudensi, perjanjian, traktat, dll
- Kaidah Tidak Tertulis (Role of Law), yaitu kaidah yang tidak disampaikan
dalam bentuk peraturan tertulis, melainkan lahir, tumbuh, dan diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari setalah disepakati bersama dalam sebuah
kelompok masyarakat.
- Adanya unsur orang (Persoon).
- Adanya hubungan hukum antara subjek hukum yang satu dengan subjek
hukum yang lain (Legal Relation).
• HUKUM PERDATA MENURUT PARA AHLI
1. Prof. R Sardjono : Hukum perdata adalah norma/ kaedah-kaedah
yang menguasai manusia dalam masyarakat dalam hubungannya
dengan orang lain (menguasa kepentingan perorangan).
2. Prof. R Soebekti : membedakan > hukum perdata dalam arti luas
meliputi semua hukum privat materiel yang mengatur kepentingan
perorangan.
3. Prof. Dr. Soedewi : Hukum Perdata ialah hukum yang mengatur
kepentingan antar warga negara perseorangan yang satu dengan
warga negara yang lain.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 36


4. Prof. Wirjono Prodjodikoro : Hukum Perdata ialah suatu rangkaian
hukum antara orang-orang atau badan hukum satu dengan yang lain
; mengatur hak dan kewajiban dalam pergaulan kemasyarakatan.
Kesimpulan :Hukum perdata mengatur hubungan hukum antara
individu/warga negara atau badan hukum yang lain dalam pergaulan
Masyarakat ;Hukum perdata melindungi kepentingan perseorangan
;Hukum perdata materiel keseluruhan hukum pokok yang mengatur
kepentingan perseorangan. Beda dengan hukum politik : yang
mengatur kepentingan umum.
• HUKUM PERDATA DALAM ARTI SEMPIT
Hanya yang diatur dalam KUHPerdata ( BW ).
Contoh : hukum tentang orang, hukum tentang orang, hukum benda,
hukum perikatan, hukum pembuktian dan kadaluwarsa
• HUKUM PERDATA DALAM ARTI LUAS
Meliputi seluruh peraturan-peraturan yang terdapat dalam KUHPerdata,
KUHD, dan peraturan undang-undang lainnya
Contoh : hukum agraria, hukum perkawinan, hukum perusahaan, hukum
kepailitan, hukum agama, hukum adat, hukum waris, hukum perikatan, dll
• HUKUM PERDATA MATARIAL (Hukum Perdata)
Peraturan-peraturan hukum yang mengatur hak dan kewajiban hukum
perdata. Contohnya: Hukum Dagang, Hukum Perkawinan, Hukum Waris,
Hukum Perjanjian, Hukum Adat, dll.
• HUKUM PERDATA FORMIL(Materi Hukum Acara Perdata)
Peraturan hukum yang mengatur tentang bagaimana cara
mempertahankan Hukum Perdata Materiil. Peraturan yang mengatur
bagaimana mengajukan sesuatu perkara ke muka Pengadilan dan
bagaimana Hakim memberi putusan.
Contoh : hukum acara perdata

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 37


• SUMBER-SUMBER HUKUM PERDATA
Definisi Sumber Hukum :Segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan
yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan
yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata.
1. Menurut vollmar sumber hukum perdata dibedakan menjadi 2.
Sumber hukum perdata tertulis ( KUHPer, traktat, yurisprudensi )
dan sumber hukum perdata tidak tertulis ( kebiasaan )
2. A) Sumber Hukum Materiil: Sumber Hukum yang menentukan isi
hukum/ tempat dari mana materi hukum itu diambil (hubungan
sosial,ekonomi, politik, keagamaan, Kesusilaan).
B) Sumber Hukum Formil: Tempat dari mana hukum itu memperoleh
kekuatan hukum. Ini berkaitan dengan bentuk/cara yang
menyebabkan peraturan hukum formal itu berlaku (UU, traktat,
yurisprudensi dan kebiasaan.)
3. Secara khusus Sumber Hukum Perdata Indonesia:
1) Algemene Bepalingen Van Wetgeving (AB) :Ketentuan-ketentuan
umum pemerintah Hindia Belanda yang diberlakukan di Indonesia
dengan Stb.
1847 3 tanggal 30 April 1847 terdiri dari 36 pasal.
2) KUHPer/BW yaitu ketentuan hukum produk Hindia Belanda,
diundangkan 1848
3) KUHD/WvK Stb. 1847 No.23
4) UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA).
5) UU No. 1 Tahun 1974 (UU Perkaw/dDt<inan)
6) UU No.4 Tahun 1996 (UU Hak Tanggungan atas
Tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan
tanah)
7) UU no. 42 Tahun 1999 (UU Jaminan Fiducia)

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 38


8) Instruksi Presiden no. 1 Tahun 1991 ( Kompilasi Hukum Islam/KHI)
• SEJARAH HUKUM PERDATA
Hukum perdata semula berasal dari bangsa Romawi pada masa
pemerintahan Julius
Caesar berkuasa di Eropa Barat. Pada waktu itu hukum Romawi
diberlakukan di
Perancis dan bercampur dengan hukum asli yang sudah ada. Keadaan ini
terus
berlangsung sampai pada masa pemerintahan Louis XV, yaitu dengan
diawalinya usaha kearah adanya kesatuan hukum yang kemudian
menghasilkan suatu kodifikasi yang diberi nama “Code Civil Des Francois”
pada 21 Maret 1804 yang kemudian pada 1807 diundangkan kembali menjadi
“Code Napoleon”. Ketika Perancis menguasai Belanda, Raja Lodewijk
Napoleon menerapkan Wetboek Napoleon Ingeriht Voor het Koninkrijk
Hollad yang berisi hampir sama dengan Code Napoleon untuk diberlakukan
sebagai sumber hukum perdata di Belanda. Sesudah penjajahan berakhir,
Code Napoleon tetap diterapkan di Belanda. Tahun 1814, Belanda mulai
membuat Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Sipil) dengan dasar
kodifikasi oleh Mr J.M. Kemper yang disebut Ontwerp Kemper tetapi
sebelum menyelesaikan tugasnya, di tahun 1824 Kemper meninggal dunia
dan kemudian diteruskan oleh Nicolai yang menjabat sebagai Ketua
Pengadilan Tinggi Belanda. Pada 6 Juli 1830, kodifikasi BW (Burgerlijik
Wetboek) atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda dan WvK
(Wetboek van Koophandle) atau Kitab Undang-Undang Hukum Dagang
selesai dibuat, dan berlaku efektif pada 1Oktober 1838.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 39


PERTEMUAN 2
• SISTEM HUKUM PERDATA
A. TERBENTUKNYA HUKUM PERDATA
Romawi kuno – Corpus Iuris Civillis →Di Perancis – Code Civil des Francais
menjajah Belanda -> Asas konkordansi -> berlaku di Belanda →Code Civil de
Francais jadi BW, Code du Commrce jadi Wvk →Belanda merdeka ->
Menjajah Indonesia -> Asas Konkordansi -> Berlaku di Indonesia →Bw jadi
KUHper, Wvk jadi KUHD, berlaku sejak 1 Mei 848 →Indonesia dijajah Jepang
-> UU No.1 tahun 1942 -> UU dari Belanda tetap berlaku →Indonesia
merdeka -> Ps. II Aturan peralihan UUD 1945 -> KUHper tetap berlaku
→Indonesia -> RIS -> Ps. 192 Ketentuan Peralihan Konstitusi RIS -> KUHpper
tetap berlaku →Beralih ke UUDS -> Ps. N0142 Ketentuan Peralihan ->
KUHper tetap berlaku dan setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 -> Ps.II Aturan
Peralihan KUHper masih berlaku
B. BERLAKUNYA KUHPERDATA di INDONESIA
1. Pada waktu Belanda menguasai Indonesia, Pemerintah Hindia
Belanda memberlakukan Burgerlijk Wetboek (BW) dan Wetboek van
Koophandel (WvK) di Indonesia;
2. BW dan WvK inilah yang ditiru oleh pemerintah Hindia Belanda
berdasarkan asas konkordansi di dalam menyusun kodifikasi KUHPer
dan KUHD;
3. Kodifikasi ini diumumkan pada tanggal 30 April 1847 berdasarkan Stb.
1847 No. 23 dan mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 1848 di Hindia
Belanda;
4. Dengan demikian, berlakunya suatu sistem hokum di Indonesia yang
sama dengan sistem hukum yang berlaku di negeri Belanda ini
berdasarkan asas konkordansi yang tercantum dalam Pasal 75
Regerings Reglement (RR) jo Pasal 131 Indische Staatsregeling (IS).

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 40


5. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Pemerintah Militer
Jepang di Indonesia mengeluarkan UU No. 1 Tahun 1942 yang dalam
Psl 2 menetapkan bahwa semua UU termasuk KUHPer tetap berlaku
sah buat sementara waktu;
6. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan Pasal II Aturan Peralihan
UUD 1945 KUHPer masih tetap berlaku;
7. Pada waktu berlaku RIS, sesuai Pasal 192 UUDS, KUHPer juga masih
berlaku secara sah;
8. Pada masa berlakunya UUDS 1950, berdasarkan Pasal 142, KUHPer
tetap masih berlaku secara sah;
9. Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, berdasarkan Pasal II Aturan
Peralihan, KUHPer tetap berlaku secara sah.
❖ ASAS KONKORDANSI
Asas Konkordansi adalah suatu asas yang melandasi
diberlakukannya hukum Eropa atau hukum di negeri Belanda
pada masa itu untuk diberlakukan juga kepada Golongan Eropa
yang ada di Hindia Belanda (Indonesia pada masa itu). Dengan
kata lain, terhadap orang Eropa yang berada di Indonesia
diberlakukan hukum perdata asalnya yaitu hukum perdata yang
berlaku di negeri Belanda.
❖ KERAGAMAN HUKUM PERDATA
a. Factor ethnis disebabkan keaneka ragaman hukum adat bangsa
Indonesia karena Negara kita Indonesia ini terdiri dari beberapa
suku bangsa.
b. Factor hostia yuridis yang dapat kita lihat, yang pada pasal
163.I.S. yang membagi penduduk Indonesia dalam tiga golongan,
yaitu Golongan Eropa, Golongan Bumi Putera , Golongan Timur
Asing.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 41


❖ PENUNDUKAN DIRI PADA HUKUM PERDATA
Pengertian Penundukan Diri adalah penundukan diri
terhadap hukum perdata barat. Dasar hukum dari pemberlakuan
penundukan diri yaitu Indische Staatsregeling Pasal 131 Junto Staatsblad
1917 Nomor 12. Indische Staatsregeling adalah peraturan dasar di zaman
pemerintahan kolonial Hindia Belanda sebagai pengganti Reglement
Regering.
JENIS PENUNDUKAN DIRI MENURUT INDISCHE STAATSREGELING:
1. Penundukan diri sepenuhnya pada hukum perdata barat (Pasal 1 –
17)
2. Penundukan diri sebagian pada hukum perdata barat (Pasal 18 – 25)
3. Penundukan diri untuk perbuatan tertentu pada hukum perdata
barat (Pasal 29)
4. Penundukan diri secara diam-diam pada hukum perdata barat.Orang
dianggap menundukan diri secara diam-diam atau sukarela apabila
melakukan tindakan hukum yang diatur dalam hukum perdata,
dimana hal ini tidak ada diatur dalam hukum mereka.
Contoh: Masyarakat atau Orang yang memegang hukum adat
menandatangani cek, dalam hukum adat tidak ada aturan
mengenai cek.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 42


• PEMBAGIAN GOLONGAN PENDUDUK
➢ Penduduk Hindia Belanda dibagi dalam golongan-golongan
penduduk dan bagi mereka berlaku sistem hukum yang berbeda-
beda (pasal 131 jo. 163 I.S.)
➢ Penggolongan penduduk dan sistem hukum yang berlaku adalah
sbb:
1. Golongan Eropa : diberlakukan Hukum yang berlaku di Belanda
2. Golongan Timur Asing Tionghoa : KUHPerdata dan KUHD diberlakukan bagi
mereka dan sejak tahun 1925, bagi mereka berlaku semua hukum privat yang
berlaku bagi Golongan Eropa, kecuali peraturan yang mengenai Catatan
Sipil. Dimana bagi mereka berlaku Lembaga tersendiri dan peraturan
tersendiri
3. Golongan Timur Asing lainnya (Arab, India, dll), diberlakukan KUHPerdata
dan KUHD, kecuali hukum kekeluargaan dan Hukum Waris tetap berlaku
hukum mereka sendiri. Dalam bidang Hukum Waris, bagian mengenai
pembuatan wasiat berlaku juga bagi mereka
4. Golongan Indonesia Asli : diberlakukan Hukum Adat
➢ Masih berlakukah Ps 163 IS ?
Pembagian pendududk ke dalam 3 golongan ini, sebenarnya sudah
tidak sesuai dengan keadaan sekarang ini. Bahkan dengan
dikeluarkannya Instruksi Presidium Kabinet No. 31/U/12/1966, telah
diinstruksikan kepada Menteri Kehakiman serta Kantor Catatan Sipil
seluruh Indonesia untuk tidak menggunakan penggolongan
penduduk Indonesia berdasarkan Pasal 131 dan 163 IS pada Kantor
Catatan Sipil di seluruh Indonesia.
• KEDUDUKAN KUHPERDATA SEKARANG
1)Secara yuridis formal kedudukan BW tetap sebagai UU, sebab BW tidak
pernah dicabut dari kedudukannya sebagai UU;

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 43


2)Pada saat sekarang BW bukan lagi sebagai Kitab Undang-undang Hukum
Perdata yang bulat dan utuh seperti keadaan semula saat diundangkan;
3)Beberapa bagian dari padanya sudah tidak berlaku lagi, baik karena ada
suatu peraturan perundang-undangan yang baru dalam lapangan perdata
yang menggantikannya, maupun karena disingkirkan dan mati oleh putusan-
putusan hakim yang merupakan yurisprudensi karena dipandang sudah
tidak sesuai lagi dengan perkembangan Masyarakat yang sudah sangat jauh
berubah disbanding keadaan Masyarakat pada saat BW dikodifikasikan.
• Banyak Pasal2 dlm KUHPer yg dicabut, a.l. krn terbitnya
1. UU NO 5 1960 : Mencabut Bk II yg mengatur ttg bumi, air dan
kekayaan alam di dlmnya, ke-cuali Hipotik
2. UU NO 1 1974 : Mencabut Bk I yg mengarur ttg Perkawinan dan
Turunannya -Perwalian dan Pendewasaan
3. UU NO 1996 : Mencabut ketentuan ttg hipotik tanah dan credit-
verband
4. UU NO 23 2006 : Mencabut ketentuan ttg nama, p’rubahn nama &
nama depan (terkait Catatan Sipil)
5. SEMA 3 1963 : Mencabut ketentuan ttg cakap hukumnya dari
seorang isteri (Pasal 110); Mencabut ketentuan ttg barang yg
menjadi tanggungan pembeli (Pasal 1460)
• SISTEMATIKA HUKUM PERDATA
A. KUHPeerdata
Buku I ttg Orang : Memuat Hk Perorangan dan Hk Keluarga
Buku II ttg Benda : Memuat Hukum Bemda dan Hukum Waris
Buku III ttg Perikatan : Memuat Harta Kekayaan
Buku IV ttg Pembuktian & DW : Memuat ketentuan alat bukti dan akibat
daluwarsa
B. ILMU PENGETAHUAN

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 44


1. Personenrecht: Memuat perat ttg orang sbg Subyek Hukum
2. Familirecht :Mengatur hub hukum dlm
hub kekeluargaan
3. Vermongensrecht: Mengatur hub hk yg dpt
dinilai dgn uang
4. Erfrecht (Hukum Waris): Mengatur tata cara
beralihnya harta kekayaan
• ASAS-ASAS DALAM HUKUM PERDATA
1. ASAS KEBEASAN BERKONTRAK : Perjanjian yang dibuat secara sah
berlaku sebagai UU bagi pembuatnya ( ps 1338 ayat 1 BW )
2. ASAS KONSENKUENSISME : Syarat sahnya perjanjian adanya kata
sepakat antara ke-2 pihak ( ps 1320 ayat 1 BW )
3. ASAS PACTA SUNT SERVANDA : perjanjian merupakan hukum bagi
pembuatnya = asas kepastian hukum( ps 1338 BW )
4. ASAS KEKUATAN MENGIKAT : Perj hanya berlaku bagi para pihak yg
membuatnya (Ps 1340 BW)
5. ASAS ITIKAD BAIK : Perjanjian hrs dilaksanakan dgn itikad baik Ps 1338
(3) BW
6. ASAS MONOGAMI: Seorang pria/wanita hanya dapat mempunyai
seorang istri/suami Ps 3 (1)UU 1/74
7. ACTIO PAULIANA: Hak Kreditur me-nuntut tindakn Deb yg tdk diwajibkn
Ps 1341 W
8. ASAS TOTALITET: Hak Kebendaan selalu terletak atas seluruh obyeknya
Ps 588 sd 660 BW

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 45


• SISTEM TERBUKA : Hukum perjanjian memberikan kebebasan yang seluas-
luasnya kepada Masyarakat untuk mengadakan perjanjian yang berisi apa
saja, asal tidak bertentangan dengan UU, ketertiban umum, dan kesusilaan;
-Pasal-pasal dari hokum perjanjian merupakan apa yang dinamakan hokum
pelengkap (optional law), yang berarti bahwa pasal-pasal itu boleh
dikesampingkan manakalan dikehendaki oleh para pihak yang membuat
perjanjian. Mereka boleh membuat ketentuan-ketentuan sendiri yang
menyimpang dari pasal-pasal hukum perjanjian;
• SISTEM TERTUTUP : Hukum perjanjian memberikan kebebasan yang seluas-
luasnya kepada Masyarakat untuk mengadakan perjanjian yang berisi apa
saja, asal tidak bertentangan dengan UU, ketertiban umum, dan kesusilaan;
-Pasal-pasal dari hokum perjanjian merupakan apa yang dinamakan hokum
pelengkap (optional law), yang berarti bahwa pasal-pasal itu boleh
dikesampingkan manakalan dikehendaki oleh para pihak yang membuat
perjanjian. Mereka boleh membuat ketentuan-ketentuan sendiri yang
menyimpang dari pasal-pasal hukum perjanjian;

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 46


PERTEMUAN 3
• ISTILAH HUKUM PERORANGAN
Oleh para pakar Sarjana Hukum, Hukum Perorangan (Personen recht)
diartikan dalam berbagai istilah, antara lain:
1. Prof. Dr. L.J. van Apeldoorn, memakai istilah “Hukum Purusa” untuk
istilah “personenrecht”
2. Prof. Soediman Kartohadiprodjo, SH, memakai istilah “hokum
pribadi” untuk istilah “personenrecht”
3. Prof. Subekti, SH, memakai istilah “hokum tentang diri seseorang”
untuk istilah “personenrecht”
• PENGERTIAN HUKUM PERORANGAN
Pengertian Hukum Perorangan menurut para ahli:
1. Prof. Subekti, SH :Hukum tentang diri seseorang ialah peraturan-
peraturan tentang manusia sebagai subyek dalam hukum, peraturan-
peraturan perihal kecakapan untuk memiliki hak-hak dan kecakapan
untuk bertindak sendiri melaksanakan hak-haknya itu serta hal-hal yang
mempengaruhi kecakapan-kecakapan itu
2. Prof. Mr. Dr. L.J.van Apeldoorn :Hukum purusa adalah seluruh peraturan
tentang purusa atau subyek-subyek hukum. Hukum purusa memuat
peraturan kewenangan hokum (rechtsbevoegheid) dan kewenangan
bertindak (handelingsbevoegheid)
3. Prof. Soediman Kartohadiprodjo, SH :Hukum pribadi ialah semua kaidah
hukum yang mengatur siapa-siapa yang dapat membawa hak, yang
menjadi pembawa hak (rechtsubjecten) dan kedudukannya dalam
hukum.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 47


• PENGERTIAN SUBJEK HUKUM
1. Subyek hukum adalah sesuatu yang menurut hukum berhak/berwenang
untuk
melakukan perbuatan hukum atau siapa yang mempunyai hak dan cakap
untuk
bertindak dalam hukum;
2. Subyek hukum adalah sesuatu pendukung hak yang menurut hukum
berwenang/berkuasa bertindak menjadi pendukung hak
(Rechtsbevoegheid);
3. Subyek hukum adalah segala sesuatu yang mempunyai hak dan
kewajiban (PNH
Simanjuntak).
• JENIS-JENIS SUBJEK HUKUM
1. Natuurlijk Person adalah person atau orang atau manusia pribadi;
2. Rechtsperson yang berbentuk badan hukum, yang dapat dibagi dalam:
Publiek rechts-person, yang sifatnya ada unsur kepentingan umum
seperti negara, daerah, desa, dll; Privat rechtsperson/badan hukum
privat yang mempunyai sifat/adanya unsur kepentingan individu.
• MACAM SUBJEK HUKUM
1. BERDASARKAN HAKEKATNYA
A. Manusia sbg pribadi →Sejak lahir s.d wafat →Termasuk anak dalam
kandungan
B. Badan hukum →Punya harta kekayaan sendiri →Terpisah dari harta
kekayaan pengurus
C. Pejabat → Tidak dilihat sbg pribadi →Contoh dalam perkara diPTUN

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 48


2. BERDASARKAN SIFATNYA
A. Subyek hukum mandiri→Cakap hukum →Cakap melaksanakan hak
&kewajiban secara penuh
B. Subyek hukum terlindungi →Tidak cakap hukum →Tidak mampu
Melaksanakan hak &kewajiban secara penuh
C. Subyek hukum perantara →Mewakili subyek hukum mandiri
→Contoh advokat atau pengacara
• STATUS SEBAGAI SUBYEK HUKUM
1. Pada saat ini bisa dikatakan bahwa setiap manusia itu adalah pembawa hak
(subyek hukum); Berlakunya seseorang sebagai pembawa hak (subyek
hukum),
2. dimulai pada saat ia dilahirkan dan berakhir pada saat ia meninggal dunia;
3. Terhadap hal itu, terdapat suatu pengecualian, di mana anak yang ada dalam
kandungan seseorang perempuan dianggap sebagai telah dilahirkan,
apabila kepentingan si anak menghendaki (Pasal 2 ayat 1 BW);
4. Ketentuan yang termuat dalam Pasal 2 BW tersebut sering disebut
“rechtsfictie”. Ketentuan ini sangat penting dalam hal warisan misalnya.
• KEWENANGAN BERHAK
1. Telah dinyatakan bahwa berakhirnya seseorang sebagai pendukung hak
dan kewajiban dalam hokum perdata adalah apabila ia meninggal dunia,
artinya selama seseorang masih hidup selama itu pula ia mempunyai
kewenangan berhak;
2. Padal 3 BW menyatakan: “Tiada suatu hukumanpun mengakibatkan
kematian perdata atau kehilangan segala hak perdata”
3. Tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi kewenangan berhak
seseorang yang sifatnya membatasi kewenangan tersebut, yaitu:
a. Kewarganegaraan, misalnya dalam Pasal 21 ayat (1) UUPA
disebutkan bahwa hanya WNI yang dapat mempunyai hak milik;

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 49


b. Tempat tinggal, misalnya dalam Pasal 3 PP No. 24 Tahun 1960 dan
Pasal I PP No. 41 Tahun 1964 (Tambahan Pasal 3a s.d 3e) jo Pasal 10
ayat (2) UUPA disebutkan larangan pemilikan tanah pertanian oleh
orang yang bertempat tinggal di luar kecamatan tempat letak
tanahnya.
c. Kedudukan atau jabatan, misalnya hakim dan pejabat hukum lainnya
tidak boleh memperoleh barang-barang yang masih dalam perkara;
d. Tingkah laku atau perbuatan, misalnya dalam Pasal 49 dan 53 UU No.
1 Tahun 1974 disebutkan bahwa kekuasaan orang tua dan wali dapat
dicabut dengan keputusan pengadilan dalam hal ia sangat
melalaikan kewajibannya sebagai orang tua/wali atau berkelakua
buruk sekali.

• KECAKAPAN BERBUAT
A. Orang yang tidak cakap berbuat atau bertindak dalam hukum
1. Meskipun menurut hokum, setiap orang tanpa kecuali dapat memiliki
hak-haknya, akan tetapi di dalam hokum tidak semua orang dapat
diperbolehkan bertindak sendiri di dalam hokum melaksanakan hak-
haknya itu;
2. Ada beberapa golongan orang yang oleh hokum telah dinyatakan tidak
cakap
atau kurang cakap untuk bertindak sendiri dalam melakukan perbuatan-
perbuatan hokum, sehingga mereka itu harus diwakili atau dibantu oleh
orang lain;
3. Menurut Pasal 1330 BW, mereka yang oleh hokum telah dinyatakan tidak
cakap untuk melakukan sendiri perbuatan hokum ialah:
a. Orang yang belum dewasa;
b. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan (curatele)

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 50


c. Orang perempuan dalam pernikahan (wanita kawin)
B. ORANG-ORANG YANG BELUM DEWASA
1. Orang yang belum dewasa hanya dapat menjalankan hak dan
kewajibannya denganorang lain, atau sama sekali dilarang;
2. Kecakapan untuk bertindak dalam hokum bagi orang-orang yang
belum dewasa diatur dalam:
A. Pasal 1330 BW
B. Untuk melangsungkan perkawinan:
1).Menurut Pasal 29 BW, bagi seorang laki-laki harus berumur 18
tahun dan wanita harus berumur 15 tahun;
2). Menurut Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1971, bagi orang laki-
laki harus berumur 19 tahun dan wanita 16 tahun.
C. Dalam hokum waris, seorang yang belum mencapai umur 18
tahun tidak dapat membuat wasiat (Pasal 897 BW)
D. Menurut Pasal 19 UU No. 10 Tahun 2008, untuk dapat memilih
dalam pemilu harus sudah berumur 17 tahun.

C. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan


1. Menurut Pasal 433 BW, orang yang ditaruh di bawah pengampuan
adalah orang yang dungu, sakit ingatan atau mata gelap, dan orang
boros;
2. Mengenai hal itu diatur dalam pasal-pasal:
A. Pasal 88 ayat (1) BW: seseorang yang karena
ketaksempurnaan akalnya ditaruh di bawah pengampuan,
telah mengikatakan dirinya dalam suatu perkawinan, dapat
diminta pembatalan perkawinan
B. Pasal 895 BW: untuk dapat membuat atau mencabut suatu
surat wasiat, seseorang harus mempunyai akal budinya;

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 51


3. Pasal 1330 BW: Mereka yang ditaruh dalam pengampuan dianggap
tak cakap untuk membuat suatu perjanjian.
D. Kedudukan wanita dalam hukum
Orang perempuan yang dinyatakan tidak cakap dalam perbuatan hokum
dalam hal:
1. Membuat perjanjian, memerlukan bantuan atau ijin dari suami (Pasal 108
BW);
2. Menghadap di muka hakim harus dengan bantuan suami (Pasal 110 BW)
“Untuk saat sekarang, Pasal 108 BW telah dicabut dengan SEMA 3/1963
tanggal 4-8-1963 dan ditegaskan lagi dalam Pasal 31 UU No. 1 Tahun 1974 dan
Pasal 36 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 yang mengatur mengenai kedudukan
yang sama dalampengelolaan harta bendanya.”
• AKIBAT HUKUM TERHADAP
A. Ketidakwenangan Berhak
Faktor yang membatasi kewenangan berhak a.l.:
1. Kewarganegaraan (psl 21 ayat 1 UUPA)-Hak milik-
2. Tempat tinggal (psl 3 PP No.24/1960)
3. Kedudukan atau jabtan;
4. Tingkahlaku atau perbuatan (psl 49 & 53 UU No.1/1974 ttg
Perkawinan)

B. Ketidakcakapan berbuat
Ada beberapa golongan orang yang oleh hokum telah dinyatakan
tidak cakap atau kurang cakap untuk bertindak sendiri dalam
melakukan perbuatan-perbuatan hokum, sehingga mereka itu
harus diwakili atau dibantu oleh orang lain; Menurut Pasal 1330
BW, mereka yang oleh hokum telah dinyatakan tidak cakap untuk
melakukan sendiri perbuatan hokum ialah:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 52


1. Orang yang belum dewasa;
2. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan (curatele)
3. Orang perempuan dalam pernikahan (wanita kawin)
• ARTI NAMA DAN KEWARGANEGARAAN
1. ARTI NAMA
A. Bagi golongan Eropa dan mereka yang dipersamakan, soal
nama mereka ini diatur dalam Buku I Titel II Bagian ke 2 (Pasal
5 s.d 12) yang menentukan tentang nama-nama, perubahan
nama-nama, dan perubahan nama depan;
B. Akan tetapi dengan adanya UU No. 4 Tahun 1961 yang
mengatur tentang penggantian nama, maka pasal-pasal BW
yang mengatur nama yang telah diatur dalam UU ini tidak
berlaku lagi;
C. Masalah nama bagi orang-orang golongan Eropa dan yang
dipersamakan merupakan
D. hal yang cukup penting, karena nama itu merupakan
identifikasi seseorang sebagai subyek hokum;
E. Bahkan dari nama itu sudah dapat diketahui keturunan siapa
seseorang yang bersangkutan. Hal mana sangat penting
dalam urusan pembagian warisan serta soal-soal lain yang
berhubungan dengan kekeluargaan.
F. Nama seorang golongan Eropa pada umumnya terdiri dari dua
bagian, yaitu “nama kecil” yang biasa diberikan sendiri oleh
orang tuanya dan “nama keluarga” yang dipakai oleh bapak
dan ibunya.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 53


2. ARTI KEWARGANEGARAAN
1. Pengertian kewarganegaraan secara umum adalah sesuatu hal yang
berhubungan dengan warga negara dengan negara. Dalam bahasa
Inggris, kewarganegaraan dikenal dengan kata citizenship, artinya
keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara
negara dengan warga negara.
2. Sedangkan pengertian warga negara adalah penduduk sebuah
negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran,
dan sebagainya mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai
seorang warga negara dari negara itu (Kamus Besar Bahasa
Indonesia).
3. Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia pasal 1 angka (1) pengertian
warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
4. Istilah kewarganegaraan dapat dibedakan dalam pengertian secara
yuridis dan
sosiologis.
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan
hukum antara orang-orang dengan negara. Adanya ikatan hukum itu
menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu, yaitu orang tersebut
berada di bawah kekuasaan negara yang bersangkutan. Tanda dari
adanya ikatan hukum tersebut antara lain akta kelahiran, surat
pernyataan, dan bukti kewarganegaraan.
b. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan
hukum, akan tetapi ditandai dengan ikatan emosional, seperti ikatan
perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 54


tanah air. Dengan kata lain, ikatan ini lahir dari penghayatan warga
negara yang bersangkutan.
• DOMISILI ( TEMPAT TINGGAL )
1. Arti Domisili
a. Selain dari nama, untuk lebih jelas lagi siapa yang mempunyai
sesuatu hak dan/atau kewajiban serta dengan siapa seseorang
mengadakan hubungan hokum, maka dalam hukum perdata
ditentukan pula tentang tempat tinggal (domisili);
b. Pentingnya tempat tinggal bagi seseorang antara lain adalah untuk
menyampaikan beradan gugatan perdata terhadap seseorang;
c. Setiap orang dianggap mempunyai tempat tinggal (domisii) dimana
ia berkediaman pokok, tetapi bagi orang yang tidak mempunyai
tempat kediaman tertentu, maka tempat tinggal dianggap dimana
ia sungguh-sungguh.
2. MACAM-MACAM TEMPAT TINGGAL
A. Tempat tinggal (domisili) dapat dibedakan atas 2 macam:
1. Tempat tinggal yang sesungguhnya
Di tempat tinggal yang sesungguhnya inilah biasanya
seseorang melakukan hak-haknya dan memenuhi
kewajiban-kewajiban perdata pada umumnya.
Tempat tinggal yang sesungguhnya dibedakan atas 2
macam:
a. Tempat tinggal yang bebas atau berdiri sendiri, tidak
terikat/bergantung kepada hubungannya dengan pihak
lain;
b. Tempat tinggal yang tidak bebas, yakni tempat tinggal
yang terikat/bergantung kepada hubungannya dengan
pihak lain, misal tempat tinggal anak yang belum dewasa

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 55


di rumah orang tuanya/walinya, buruh di rumah
majikannya, dsb.
2. Tempat tinggal yang dipilih
Dalam suatu sengketa di muka pengadilan, kedua belah
pihak yang berperkara atau salah satu dari mereka dapat
memilih tempat tinggal lain daripada tempat tinggal mereka
yang sebenarnya.
a. Rumah kematian:
1. yang sering terpakai dalam UU tidak lain seperti
domisili penghabisan dari orang yang meninggal.
Pengertian ini penting untuk menentukan beberapa
hal seperti: pengadilan mana yang berwenang untuk
mengadili tentang warisan yang dipersengketakan,
tuntutan siberpiutang, dsb.
2. Sedangkan bagi badan hokum biasanya digunakan
istilah “tempat kedudukan”, yaitu tempat dimana
pengurusnya menetap.
• PENDEWASAAN (HANDLIGHTING)
Pengertian : Memberikan kedudukan hukum (penuh atau terbatas) sebagai
orang dewasa kepada orang-orang yang belum dewasa. Pendewasaan
penuh hanya diberikan kepada orang-orang yang telah mencapai umur 18
tahun, yang diberikan dengan Keputusan Pengadilan Negeri.
A. Jenis Pendewasaan
1. Pendewasaan terbatas:
Dinyatakan dewasa untuk melakukan tindakan hokum tertentu,
dengan syarat harus sudah berumur 18 tahun dan diajukan ke PN (Psl.
426 BW)
Pendewasaan penuh:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 56


2. Dengan pendewasaan penuh seorang anak yang belum dewasa,
dinyatakan
dewasa untuk melakukan segala tindakan hokum;Syarat ia harus
telah berusia 20 tahun;Permohonan diajukan ke Presiden dhi kepada
menteri kehakiman (Psl. 420-421BW)
3. Pencabutan hak pendewasaan
Pendewasaan tersebut dapat ditarik/dicabut oleh PN apabila yang
bersangkutanmenyalahgunakan kewenangan yang diberikan atau
dengan alasan tertentu (Psl.431 BW)Menurut Pasal 432 BW, segala
bentuk pendewasaan atau pencabutannya harus diumumkan di
Berita Negara agar semua orang mengetahuinya.
“Untuk masa sekarang, lembaga pendewasaan sudah tidak ada
artinya lagi dengan adanya UU No. 1 Tahun 1974, dimana dewasa
adalah telah berusia 18 tahun.”
• PENGAMPUAN
A. PENGERTIAN
1. Pengampuan (curatele) adalah suatu upaya hokum untuk
menempatkan orang yang telah dewasa menjadi sama
dengan orang yang belum dewasa;
2. Orang yang diteruh di bawah pengampuan disebut curandus,
pengampunya disebut curator, dan pengampuannya disebut
curatele;
3. Menurut Pasal 433 BW, setiap orang dewasa yang menderita
sakit ingatan, boros, dungu, dan mata gelap harus ditaruh di
bawah pengampuan;
4. Setiap anak yang belum dewasa yang berada dalam keadaan
dungu, sakit ingatan atau mata gelap, tidak boleh ditaruh di

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 57


bawah pengampuan, melainkan tetaplah ia di bawah
pengawasan bapak dan ibunya atau walinya (Psl. 462 BW)
B. Pengajuan permohonan pengampuan
Pengampuan terjadi dengan keputusan hakim karena ada yang
mengajukan;
1. Keluarga sedarah terhadap keluarga sedarah lainnya dalam hal
keadaan dungu,sakit ingatan, atau mata gelap (Psl. 434 ayat (1)
BW);
2. Keluarga sedarah dalam garis lurus dan oleh keluarga semenda
dalam garis
menyimpang sampai derajat keempat, dalam hal keborosannya (Psl.
434 ayat (2);BW);
3. Suami atau istri boleh meminta pengampuan atas istri atau
suaminya (Psl. 434ayat (3) BW);
4. Diri sendiri, dalam hal ia tidak cakap mengurus kepentingannya
sendiri (Psl. 434 ayat (4) BW);
5. Kejaksaan, dalam hal mata gelap, keasaan dungu atau sakit
ingatan (Psl. 435
BW);
Akibat hokum pengampuan;
1. Ia sama dengan orang yang belum dewasa (Psl. 452 ayat (1) BW);
2. Segala perbuatan hokum yang dilakukan batal demi hokum (Psl.
446 ayat (2)BW);
Terdapat pengecualian;
1. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan karena boros, masih
boleh membuat surat wasiat (Psl. 446 ayat (3) BW);
2. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan karena boros, masih
boleh

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 58


melangsungkan perkawinan dan membuat perjanjian kawin yang
dibantu oleh
pengampunya (Psl. 452 ayat (2) BW);
Berakhirnya pengampuan;
Pengampuan berakhir karena sebab-sebab yang mengakibatkannya
berakhir (Psl. 460 BW), dan curandus meninggal dunia
• PERWALIAN ( VOODIJ )
A. Pengertian:
1. “Perwalian atau voogdij adalah pengawasan terhadap anak
yang di bawah umur, yang tidak berada di bawah kekuasaan
orang tua serta pengurusan benda atau kekayaan anak
tersebut diatur oleh UU” (Prof. Subekti, SH);
2. Dengan demikian anak yang berada di bawah perwalian
adalah:
a. Anak sah yang kedua orang tuanya telah dicabut
kekuasaannya sebagai orang tua;
b. Anak sah yang kedua orang tuanya telah bercerai;
c. Anak yang lahir di luar perkawinan (natuurlijk kind)
3. Perwalian menurut UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Dalam
Pasal 50 ayat (1) dinyatakan: “Anak yang belum mencapai umur 18
tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan, yang tidak
berada dibawah kekuasaan orang tua, dibawah kekuasaan wali”
B. Jenis Perwalian
A. Perwalian menurut Undang-undang (wettelijke voogdij):
Jika salah satu orang tua meninggal, menurut UU orang tua yang
lainnya dengan sendirinya menjadi wali dari anak-anaknya
B. Perwalian atas permintaan salah satu pihak yang berkepentingan
atau karena jabatannya (datieve voogdij):

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 59


Seorang anak yang lahir di luar perkawinan berada di bawah
perwalian orang tua yang mengakuinya. Apabila seorang anak yang
tidak berada di bawah kekuasaan orang tua ternyata tidak
mempunyai wali, hakim akan mengangkat seorang wali atas
permintaan salah satu pihak yang berkepentingan atau karena
jabatannya (datieve voogdij)
C. Perwalian menurut wasiat (testamentaire voogdij):
Adapula kemungkinan, seorang ayah atau ibu dalam surat wasiatnya
(testamen) mengangkat seorag wali untuk anaknya. Pengangkatan
yang dimaksud akan berlaku, jika orang tua yang lainnya karena
suatu sebab tidak menjadi wali.
“Pada umumnya dalam tiap perwalian, hanya ada seorang wali saja.
Kecuali apabila seorang wali-ibu (moedervoogdes) kawin lagi, dalam
hal mana suaminya menjadi medevoogd”
C. Pembebasan dari pengangkatan sebagai wali:
Seorang yang oleh hakim diangkat menjadi wali, harus menerima
pengangkatan itu,
kecuali jika ia seorang isteri yang kawin atau jika ia mempunyai alasan-
alasan
menurut UU untuk minta dibebaskan dari pengangkatan itu.
Alasan-alasan itu antara lain:

1. Jika ia, untuk kepentingan negara harus berada di luar negeri;


2. Jika ia seorang anggota tentara dalam dinas aktif;
3. Jika ia sudah berusia 60 tahun;
4. Jika ia sudah menjadi wali untuk seorang anak lain atau jika ia sendiri
sudah mempunyai lima orang anak sah atau lebih
D. Golongan yang tidak dapat diangkat menjadi wali:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 60


1. Orang yang sakit ingatan;
2. Orang yang belum dewasa;
3. Orang yang di bawah curatele;
4. Orang yang telah dicabut kekuasaannya sebagai orang tua, jika
pengangkatan sebagai wali itu untuk anak yang menyebabkan
pencabutan tersebut;
5. Kepala dan anggota-anggota Balai Harta Peninggalan
(BHP/Weeskamer)
juga,tidak dapat diangkat menjadi wali, kecuali dari anak-anaknya
sendiri.

“Berbahagialah dia yang makan


dari keringatnya sendiri bersuka
karena usahanya sendiri dan maju
karena pengalamannya sendiri.”
- Pramoedya Ananta Toer, Bumi
Manusia

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 61


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PENGANTAR PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA II


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

Pertemuan 1

BAB I

PENGURUSAN PIUTANG NEGARA

A. PENGERTIAN PIUTANG
Piutang Negara : “Uang yang wajib dibayar kepada Negara atau Badan-badan yang baik
secara langsung atau tidak langsung dikuasai oleh Negara berdasarkan suatu
Peraturan, perjanjian atau sebab apapun”. (UU N0.49 Prp/1960 ttg PUPN)
Piutang : uang yang menjadi hak pemerintah atau kewajiban pihak lain kepada
pemerintah sebagai akibat penyerahan uang, barang dan atau jasa oleh pemerintah
atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau
akibat lainnya yang sah”. (UU No. 1/2004 ttg Perbendaharaan Negara)
Tujuan Pengelolaan Piutang Negara
1. Supaya piutang negara tertagih secara tepat waktu sesuai koridor hukum
2. Akuntabilitas penyelenggaraan tugas pemerintah
3. Disajikan pada laporan keuangan Pemerintah secara akuntabel dan mendekati net
realizable value.

B. KLASIFIKASI PIUTANG NEGARA


Piutang Negara : Piutang Perpajakan (Pajak & Bea Cukai), Piutang yang dikelola K/L,
Piutang yang dikelola BUN

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 63


Piutang Perpajakan : Piutang yang dikelola K/L :
1. PPh Migas; 1. Piutang PNBP SDA Non Migas;
2. PPh Non Migas; 2. Piutang PNBP Lainnya:
3. Piutang Pajak PPN; 3. Piutang Tagihan Penjualan Angsuran;
4. Piutang Pajak PPnBM; 4. Piutang Tagihan TP/TGR;
5. Piutang Pajak PBB; 5. Piutang dari kegiatan Operasional BLU;
6. Piutang Pajak Cukai dan Bea 6. Belanja Dibayar di Muka/Uang Muka
Meterai; Belanja;
7. Piutang Pajak Perdagangan 7. Piutang Pelaksanaan Putusan Pengadilan
Internasional; dan yang Berkekuatan Hukum Tetap;
8. Piutang Pajak Lainnya. 8. Piutang Berdasarkan Peraturan Per-UU-
an; dan
9. Piutang Lainnya yang Dikelola oleh K/L

Piutang yang Dikelola BUN :


1. Piutang PNBP pada BUN , meliputi:
A) Sumber Daya Alam Migas; dan
B) Bagian Laba Badan Usaha Milik Negara;
2. Piutang PT Perusahaan Pengelola Aset;
3. Piutang transfer ke Daerah;
4. Piutang Kredit Investasi Pemerintah;
5. Piutang Penerusan Pinjaman;
6. Piutang dari Kas Umum Negara;
7. Piutang Kelebihan Pembayaran Subsidi;
8. Piutang Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang Berkekuatan Hukum Tetap;
9. Piutang Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan;
10. Piutang eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional;
11. Piutang eks Bank Dalam Likuidasi; dan
12. Piutang lainnya yang Dikelola oleh BUN.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 64


SIKLUS PENGELOLAAN PIUTANG
Pembentukan Piutang, Penatausahaan Piutang oleh K/L, Penagihan oleh K/L Tanpa
Surat Paksa, Manajemen dan Akuntansi Penyisihan piutang Tak tertagih, Penyerahan
pengurusan PN kepada PUPN dan Penagihan dengan Surat Paksa, Penghapusan
Piutang

C. PEMBENTUKAN PIUTANG NEGARA


Penyebab terjadinya :
1. Peraturan Per UU an:
a. Ketentuan yang berlaku di bidang PNBP
b. Perpajakan kepabeanan dan cukai
c. Retribusi dan Pajak Daerah
d. Tuntutan ganti kerugian negara TGR dan Tuntutan Perbendaharaan TP.
2. Perjanjian atau Perikatan:
Perjanjian kredit, Penerusan pinjaman, channeling, risk sharing.
3. Putusan Peradilan Yang memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Piutang Negara diakui saat:


1. Pada saat terbit/ ditandatanganinya dokumen sumber.
A. Surat Ketetapan Pajak, SKTJM, Keputusan Pembebanan, Surat Penagihan,
B. Pada saat perjanjian/perikatan
2. Ditandatangani
3. Terjadi koreksi: Penambahan pengurangan jumlah piutang sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
Unit Penatausahaan Piutang PNBP: ditetapkan berdasarkan SK Kepala Satker:
1. Unit Operasional
2. Unit Operasi:
3. Unit Pembukuan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 65


D. TAHAPAN PENGURUSAN PIUTANG NEGARA DI PUPN :
1. Surat Penyerahan
2. Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N)
3. Panggilan
4. Pernyataan Bersama (PB) / Penetapan Jumlah Piutang Negara (PJPN)
5. Penerbitan Surat Paksa
6. Penyampaian Surat Paksa
7. Penerbitan Surat Perintah Penyitaan
8. Penyitaan Barang Jaminan
9. Surat Perintah Penjualan Barang Sitaan (SPPBS)
10. Lelang Barang Jaminan
11. Pelunasan
12. Piutang Sementara Tidak Dapat Ditagih (PSBDT)

E. KUALITAS PIUTANG NEGARA


➢ Hampiran atas ketertagihan piutang yang diukur berdasarkan kepatuhan membayar
kewajiban oleh debitor
BEDA PIUTANG, BEDA KARAKTERISTIK
Penggolongan Kualitas Piutang di Kementerian Negara/Lembaga:
1. Kualitas lancar: belum dilakukan pelunasan sampai dengan tanggal jatuh tempo
2. Kualitas kurang lancar: dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal
Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan
3. Kualitas diragukan: dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan
4. Kualitas macet: dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan; atau Piutang telah diserahkan kepada
Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN.
Penggolongan Kualitas Piutang di BUN:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 66


1. Kualitas Lancar: Belum jatuh tempo
2. Kualitas kurang lancar: Piutang tidak dilunasi pada saat jatuh jempo s.d. 1 tahun sejak
jatuh tempo
3. Kualitas diragukan: Piutang tidak dilunasi >1 tahun sejak jatuh tempo s.d. 3 tahun
sejak jatuh tempo
4. Kualitas macet: Apabila piutang tidak dilunasi lebih dari tiga tahun sejak tajuh tempo.

Persentase Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada K/L dan BUN

▪ 5‰ (lima permil) dari Piutang yang memiliki kualitas lancar

▪ 10% (sepuluh perseratus) dari Piutang dengan kualitas kurang lancar setelah dikurangi
dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan;

▪ 50% (lima puluh perseratus) dari Piutang dengan kualitas diragukan setelah dikurangi
dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan; dan

▪ 100% (seratus perseratus) dari Piutang dengan kualitas macet setelah dikurangi
dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan

F. Penghapusan Piutang
1. Penghapusan Piutang oleh K/L dilakukan terhadap seluruh sisa Piutang per Debitur
yang memiliki kualitas macet, dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan
perundangan
a. Piutang Perpajakan yang dikelola DJP (KMK No. 539/KMK.03/2002 tentang Tata Cara
Penghapusan Piutang Pajak dan Penetapan Besarnya Penghapusan)
b. Piutang selainnya menggunakan PP No. 14 Tahun 2005.
2. PMK No.201/PMK.06/2010 tidak mengatur tata cara penghapusan piutang; yang
diatur adalah pencatatan setelah adanya penghapusan yaitu dengan cara:
a. Mengurangi akun Piutang

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 67


b. Mengurangi akun Penyisihan Piutang Tidak Tertagih sebesar jumlah piutang yang
dihapuskan dalam KMK

G. Jenis Penghapusan Piutang


1. Piutang Negara/Daerah dapat dihapuskan secara bersyarat atau mutlak dari
pembukuan Pemerintah usat/Daerah, kecuali mengenai Piutang Negara/Daerah
yang cara penyelesaiannya diatur sendiri dlm UU
2. -Penghapusan Secara Bersyarat menghapuskan Piutang N/D dari pembukuan PP/D
tanpa menghapuskan hak tagih.
-Penghapusan secara mutlak dilakukan setelah penghapusan bersyarat dengan
menghapuskan hak tagih Negara/ Daerah.

1. Penghapusan Secara Bersyarat dan Penghapusan Secara Mutlak, hanya dapat


dilakukan setelah Piutang Negara/Daerah diurus secara optimal oleh PUPN sesuai
dengan ketentuan peraturan di bidang pengurusan Piutang Negara.
2. Pengurusan Piutang Negara/Daerah dinyatakan telah optimal, dalam hal telah
dinyatakan sebagai (Piutang Negara Sementara Belum Dapat Ditagih) PSBDT oleh
PUPN.
3. PSBDT, ditetapkan dalam hal masih terdapat sisa utang, namun :
a. Penanggung Utang tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikannya; dan
b. Barang jaminan tidak ada, telah dicairkan, tidak lagi mempunyai nilai ekonomis*),
atau bermasalah yang sulit diselesaikan.
Nilai ekonomis ditentukan berdasarkan Laporan Penilaian bahwa barang jaminan
mempunyai nilai jual yang rendah atau sama sekali tidak mempunyai nilai jual.

Persyaratan Penghapusan Piutang

Ketentuan Penghapusan Bersyarat : Ketentuan Penghapusan Mutlak :

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 68


a. dalam hal piutang adalah berupa a. diajukan setelah lewat waktu 2 (dua)
Tuntutan Ganti Rugi, setelah piutang tahun sejak tanggal penetapan
ditetapkan sebagai PSBDT dan Penghapusan Secara Bersyarat
terbitnya rekomendasi piutang dimaksud; dan
penghapusan secara bersyarat dari
b. Penanggung Utang tetap tidak
Badan Pemeriksa Keuangan; atau
mempunyai kemampuan untuk
b. dalam hal piutang adalah selain menyelesaikan sisa kewajibannya,
piutang Tuntutan Ganti Rugi, setelah yang dibuktikan dengan keterangan
piutang ditetapkan sebagai PSBDT. dari Aparat/Pejabat yang
berwenang.

Prosedur Penghapusan Piutang Negara Secara Bersyarat:


1. Usul Penghapusan Piutang Negara dari Menteri/ Pimpinan Lembaga,
2. Daftar nominatif Penanggung Hutang, Surat PSBDT dari PUPN Cabang, Surat
Rekomendasi penghapusan piutang dari BPK dalam hal piutang tuntutan ganti rugi,
3. Menkeu melalui Dirjen KN / Presiden R.I. melalui Menkeu,
4. Penelitian oleh DJKN,
5. Penetapan Penghapusan Secara Bersyarat,
6. Menteri/Pimpinan Lembaga yang mengajukan usul.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 69


Prosedur Penghapusan Piutang Negara Secara Mutlak:
1. Usul Penghapusan Piutang Negara dari Menteri/Pimpinan Lembaga,
2. Daftar nominatif, SK Penghapusan Secara Bersyarat, Surat keterangan dari
Aparat/Pejabat berwenang atas ketidakmampuan debitor,
3. Menkeu melalui Dirjen KN / Presiden R.I. melalui Menkeu,
4. Penelitian oleh DJKN,
5. Penetapan Penghapusan Secara Mutlak,
6. Menteri/Pimpina n Lembaga yang mengajukan usuL.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 70


Pertemuan 2

BAB II

Pengelolaan Barang Milik Negara

A. Definisi Barang Milik Negara


Barang milik Negara/Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas
beban APBN/D atau berasal dari perolehan lainnya yang sah
Perolehan yang sah meliputi :
a. barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis;
b. barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak;
c. barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undang-undang; atau
d. barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh
kekuatan hukum tetap.

B. Jenis-jenis Barang Milik Negara


1. Persediaan: Persediaan ATK, Obat-obatan, Bahan baku
2. Aset Tetap: Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan, Irigasi dan
Jaringan, Aset Tetap Lainnya (misalnya: buku koleksi perpustakaan, hewan
peliharaan,barang bercorak seni), Konstruksi dalam Pengerjaan
3. Aset Lainnya: Aset Kemitraan (KSP, BGS/BSG), Aset Tak Berwujud (software,
Copyright), Aset Tetap yang dihentikan penggunaannya.

C. Asas Pengelolaan BMN


a. Azas fungsional: Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah
dibidang pengelolaan BMN dilaksanakan oleh pengelola dan/atau pengguna
BMN sesuai fungsi, wewenang, dan tangung jawab masing-masing.
b. Azas kepastian hukum: Pengelolaan BMN harus dilaksanakan berdasarkan
hukum dan peraturan perundang-undangan, serta azas kepatutan dan keadilan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 71


c. Azas transparansi (keterbukaan): Penyelenggaraan pengelolaan BMN harus
transparan.
d. Azas Efisiensi: Penggunaan BMN diarahkan sesuai batasan-batasan standar
kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan Tupoksi
pemerintahan secara optimal.
e. Azas Akuntanbilitas publik: Setiap kegiatan pengelolaan BMN harus dapat
dipertaggungjawabkan kepada rakyat sebagai kedaulatan tertinggi negara.
f. Azas Kepastian nilai: Pendayagunaan BMN harus didukung adanya akurasi jumlah
dan nominal BMN. Kepastian nilai merupakan salah satu dasar dalam
Penyusunan Neraca Pemerintah dan pemindahtanganan BMN.

D. Pengelola BMKN
1. Pemerintah Pusat
a. Menteri Keuangan selaku BUN adalah pengelola barang;
b. Menteri/pimpinan lembaga adalah pengguna barang.
c. Kepala kantor adalah kuasa pengguna barang.
2. Pemerintah Daerah
a. Gubernur/bupati/walikota adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang
milik daerah;
b. Sekretaris daerah adalah pengelola barang milik daerah;
c. Kepala kantor satuan kerja perangkat daerah adalah pengguna barang milik
daerah.
*Pengelola Barang + Pengguna Barang

E. Lingkup Pengelolaan BMKN


Pengaturan Pengelolaan BMN/D meliputi keseluruhan siklus pengelolaan barang
(Logistic Cycle) yg meliputi:
1. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran;

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 72


2. Pengadaan;
3. Penggunaan;
4. Pemanfaatan; (Sewa, Pinjam Pakai, Kerjasama Pemanfaatan, BGS/BSG)
5. Pengamanan dan Pemeliharaan;
6. Penilaian;
7. Pemindahtanganan; (Penjualan,Tukar Menukar, Hibah, PMP)
8. Pemusnahan;
9. Penghapusan;
10. Penatausahaan; (Pembukuan, Inventarisasi, Pelaporan)
11. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian.

F. Siklus Pengelolaan BMN/D


1. Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran
i. Perencanaan kebutuhan BMN/D disusun dengan memperhatikan kebutuhan
pelaksanaan tugas dan fungsi K/L/SKPD serta ketersediaan barang milik
negara yang ada.
ii. Perencanaan kebutuhan BMN/D meliputi:
a. Perencanaan pengadaan;
b. Perencanaan pemeliharaan barang;
c. Perencanaan pemanfaatan;
d. Perencanaaan pemindah tanganan
e. Perencanaan penghapusan.
iii. Perencanaan Kebutuhan merupakan salah satu dasar bagi
Kementerian/Lembaga/satuan kerja perangkat daerah dalam pengusulan
penyediaan anggaran untuk kebutuhan baru (new initiative) dan angka dasar
(baseline) serta penyusunan rencana kerja dan anggaran.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 73


iv. Perencanaan kebutuhan disusun dengan berpedoman pada:
a. Standar barang;
b. Standar kebutuhan; dan
c. Standar harga.
5. Standar barang dan standar ditetapkan oleh:
a. Pengelola Barang, untuk BMN setelah berkoordinasi dengan instansi terkait;
atau
b. Gubernur/Bupati/Walikota, untuk BMD setelah berkoordinasi dengan dinas teknis
terkait.
DATA BMN/BMD(Standar Barang, Kebutuhan, Harga) > RK BMN/D & DKPB >
RKAKL/RKPD > DIPA/DASK
BMN = Barang Milik Negara,
BMD = Barang Milik Daerah
RK = Rencana Kebutuhan,
RKAKL = Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga
RKPD = Rencana Kerja Perangkat Daerah,
DKPB =Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang
DIPA = Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran,
DASK = Daftar Anggaran Satuan Kerja.

2.Pengadaan BMN

1. Pengadaan BMN/D dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip efisien, efektif,


transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.
2. Pengaturan mengenai pengadaan tanah tersendiri dengan berpedoman pada:
a. UU Nomor 2 Tahun 2012 ttg Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum
b. Perpres 16/2018 ttg PBJ Pemerintah

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 74


c. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan
Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum sebagaimana telah
diubah terakhir dgn Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2015.
3.Penggunaan BMN
1. Status penggunaan barang ditetapkan oleh:
Pengelola Barang untuk BMN dgn cara sbb:
a. Pengguna Barang melaporkan BMN yang diterimanya kepada Pengelola Barang
disertai dengan usul penggunaan
b. Pengelola Barang meneliti laporan tsb dan menetapkan status penggunaan
BMN dimaksud.
Gubernur/Bupati/Wali Kota untuk BMD, dgn cara sbb:
a. Pengguna Barang melaporkan BMD yang diterimanya kepada Pengelola Barang
disertai dengan usul penggunaan;
b. Pengelola Barang meneliti laporan tersebut dan mengajukan usul penggunaan
dimaksud kepada gubernur/bupati/walikota untuk ditetapkan status
penggunaannya.
2. BMN/D dapat ditetapkan status penggunaannya:
a. untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi departemen/lembaga yang
bersangkutan (pasal 4 UU 1/2004 dan pasal 6 ayat 2e PP 27/2014)
b. untuk dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka menjalankan pelayanan umum
sesuai tugas pokok dan fungsi kementerian negara/lembaga/satuan kerja
perangkat daerah yang bersangkutan.
3. Penetapan status penggunaan tanah dan/atau bangunan dilakukan dengan
ketentuan bahwa tanah dan/atau bangunan tersebut diperlukan untuk
kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (tusi) PB dan/atau KPB
yang bersangkutan.
4. PB dan/atau KPB wajib menyerahkan tanah dan/atau bangunan yang tidak
digunakan kepada:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 75


a. pengelola barang untuk BMN; atau
b. (gubernur/bupati/walikota melalui pengelola barang untuk BMD)
5. Pengelola barang menetapkan BMN berupa tanah dan/atau bangunan yang harus
diserahkan PB karena sudah tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas
pokok dan fungsi instansi bersangkutan.
6. Gubernur/bupati/walikota menetapkan BMD berupa tanah dan/atau bangunan
yang harus diserahkan oleh pengguna barang karena sudah tidak digunakan untuk
menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi instansi
7. Dalam menetapkan penyerahan BMN/D tersebut, pengelola barang
memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan dan
menunjang tugas pokok dan fungsi instansi bersangkutan;
b. hasil audit atas penggunaan tanah dan/atau bangunan.
c. laporan, data, dan informasi yang diperoleh dari sumber lain.
8. Tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan oleh PB untuk penyelenggaraan
tupoksi wajib diserahkan ( pasal 49 UU 1/2004) kepada Pengelola Barang, untuk:
a. Dialihkan/ditetapkan status penggunaan kpd PB lainnya dlm rangka tusi PB yang
baru.
b. Dimanfaatkan dlm rangka optimalisasi BMN/D
c. Dipindahtangankan.
9. Pengguna barang milik negara yang tidak menyerahkan tanah dan/atau bangunan
yang tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi instansi
bersangkutan kepada pengelola barang dikenakan sanksi berupa pembekuan
dana pemeliharaan tanah dan/atau bangunan dimaksud.
10. Pengguna barang milik daerah yang tidak menyerahkan tanah dan/atau bangunan
yang tidak digunakan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi instansi
yang bersangkutan kepada gubernur/ bupati/walikota dikenakan sanksi berupa
pembekuan dana pemeliharaan tanah dan/atau bangunan dimaksud.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 76


11. Tanah dan/atau bangunan yang tidak digunakan, dicabut penetapan status
penggunaannya.

4.Pemanfaatan BMN
Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik negara/daerah yang tidak
dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kementerian/lembaga/satuan
kerja perangkat daerah dan/atau optimalisasi BMN/D, dalam bentuk:
1. sewa;
2. pinjam pakai;
3. kerjasama pemanfaatan (KSP);
4. bangun serah guna/bangun guna serah;
5. Kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI) dengan tidak mengubah status
kepemilikan.
Pemanfaatan BMN/D dilaksanakan oleh:
1. Pengelola Barang, untuk BMN yang berada dalam penguasaannya;
2. Pengelola Barang dengan persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota, untuk BMD yang
berada dalam penguasaan Pengelola Barang;
3. Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang, untuk BMN yang berada
dalam penguasaan Pengguna Barang; atau
4. Pengguna Barang dengan persetujuan Pengelola Barang, untuk BMD berupa
sebagian tanah dan/atau bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna Barang,
dan selain tanah dan/atau bangunan.
Pemanfaatan BMN/D dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis dengan
memperhatikan kepentingan negara/daerah dan kepentingan umum.

Jenis Pemanfaatan BMN/D


Sewa: Pemanfaatan BMN/D oleh pihak lain dalam jangka waku tertentu dan menerima
imbalan uang tunai

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 77


Pinjam Pakai: Penyerahan penggunaan BMN/D antara Pemerintah Pusat dan Pemda
atau antar Pemda dlm jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jk
jgka waktu berakhir diserahkan kembali kpd Pengelola Brg.
Kerjasama Pemanfaatan: Pendayagunaan BMN/D oleh pihak lain dlm jangka waktu
tertentu dlm rangka peningkatan PNBP dan sumber pembiayaan lainnya
Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna: Pemanfaatan tanah milik pemerintah oleh
pihak lain dgn mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yg telah
disepakati, selanjutnya diserahkan kembali.
Kerjasama Penyediaan Infrastruktur: kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha
untuk kegiatan penyediaan infrastruktur sesuai dengan ketentuan Peraturan UU-an.

5.Pengamanan dan Pemeliharaan


1. Pengelola barang, pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib
melakukan pengamanan BMN/D yang berada dalam penguasaannya.
2. PB dan/atau KPB bertanggung jawab atas pemeliharaan BMN/D yang ada di
bawah penguasaannya.
3. Pemeliharaan berpedoman pada Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang (DKPB).
4. Biaya pemeliharaan BMN/D dibebankan pada APBN/D, kecuali BMN/D yg menjadi
objek pemanfaatan dgn pihak lain
Tiga Jenis Pengaman:
1. Administrasi: Pembukuan, Inventarisasi, Pelaporan.
2. Fisik: Mencegah penurunan fungsi,Mencegah penurunan jumlah, Mencegah
kehilangan. Untuk Tanah & Bangunan dgn: Pemagaran, Pemasangan tanda batas.
Untuk Non Tanah & Bangunan dgn: Penyimpanan, Pemeliharaan
3. Hukum: Melengkapi bukti status kepemilikan, Menyimpan dokumen bukti
kepemilikan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 78


6.Penilaian
1. Dilakukan dlm rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah, pemanfaatan
(kecuali pinjam pakai), dan pemindahtanganan BMN/D (kecuali hibah).
2. Penetapan nilai BMN dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat
dilakukan dengan berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
3. Tanah dan/atau bangunan :
a. Penilaian dilakukan oleh Tim (ditetapkan oleh pengelola)
b. Dapat melibatkan penilai independen
c. Tujuan mendapatkan nilai wajar, dgn estimasi terendah NJOP).
d. Hasil penilaian ditetapkan oleh Pengelola.
4. Selain tanah dan/atau bangunan.
a. Penilaian dilakukan oleh Tim (ditetapkan oleh pengguna)
b. Dapat melibatkan penilai independen.
c. Tujuan untuk mendapatkan nilai wajar
d. Hasil penilaian ditetapkan oleh Pengguna.

7.Pemindahtanganan BMN
1. BMN/D yang tidak diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan
negara/daerah dapat dipindah tangankan.
2. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan BMN/D melalui:
a. Penjualan
b. Tukar Menukar (Ruistlaag)
c. Hibah
d. Penyertaan Modal Pemerintah / Daerah
3. BMN/D yang diperlukan dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan negara tidak
dapat dipindah tangankan.
Kewenangan Pemindahtanganan:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 79


1. Pemindahtanganan BMN untuk (a) tanah dan/atau bangunan; dan (b) selain tanah
dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp100 M dilakukan setelah mendapat
persetujuan DPR.
2. Pemindahtanganan BMD untuk (a) tanah dan/atau bangunan; dan (b) selain tanah
dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp5 M dilakukan setelah
mendapat persetujuan DPRD.
3. Pemindahtanganan BMN/D berupa (1) tanah dan atau bangunan, dan (2) selain
tanah dan atau bangunan di atas nilai 100 atau 5 milyar, dapat dilakukan tanpa
persetujuan DPR/D, bila:
a. Tidak sesuai dengan tata ruang wilayah/penataan kota;
b. Anggaran untuk bangunan pengganti sudah tersedia dalam dokumen
anggaran;
c. Untuk kepentingan pegawai negeri;
d. Untuk kepentingan umum;
e. Dikuasai negara berdasarkan putusan pengadilan/ketentuan undang-undang,
yang jika kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis;
4. Tanah dan atau bangunan, yang tidak memerlukan persetujuan DPR
a. BMN pd Pengelola Barang, nilai >10 M dilakukan pengelola barang stlh acc
Presiden
b. BMN pada PB, nilai >10 M dilakukan PB stlh acc presiden
c. BMN pd Pengelola Barang dgn nilai s.d. 10 M dilakukan Pengelola Barang.
d. BMN pada PB dgn nilai s.d. 10 M dilakukan PB stlh acc Pengelola Barang
5. Selain tanah dan/atau bangunan
a. BMN pd Pengelola Barang, nilai > 100 M dilakukan Pengelola Barang stlh acc
DPR.
b. BMN pd PB, nilai > 100 M, dilakukan PB stlh acc DPR.
c. BMN pd Pengelola Barang, nilai 10 M < X < 100 M, dilakukan Pengelola Barang
stlh acc Presiden.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 80


d. BMN pd Pengelola Brg, nilai s.d. 10 M dilakukan Pengelola Barang
e. BMN pd PB, nilai s.d. 10 M, dilakukan PB stlh acc Pengelola Barang

8.Pemusnahan
1. Pemusnahan adalah tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan BMN/D.
2. Dilakukan dalam hal
a. Kondisi BMN
i. tidak dapat digunakan,
ii. tidak dapat dimanfaatkan, dan/atau
iii. tidak dapat dipindahtangankan
b. Terdapat alasan lain sesuai dengan ketentuan.
3. Cara: dibakar, dihancurkan, ditimbun, ditenggelamkan, cara lain sesuai UU.
4. Pemusnahan dilaksanakan oleh:
a. Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang, untuk
BMN; atau
b. Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota,
untuk BMD.
5. Pelaksanaan Pemusnahan dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan
kepada:
a. Pengelola Barang, untuk BMN;
b. Gubernur/Bupati/Walikota, untuk BMD.

9.Penghapusan
1. Penghapusan adalah tindakan menghapus catatan BMN/D dari:
a. Daftar Barang Pengguna oleh pengguna barang &/ KPB
b. Daftar Barang Milik Negara/Daerah oleh pengelola barang dengan menerbitkan
surat keputusan dari pejabat yang berwenang.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 81


2. Tujuan penghapusan yaitumembebaskan kuasa pengguna dan/atau pengguna
dan/atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang
yang berada dalam penguasaannya.
3. Penghapusan BMN/D dari Daftar Barang Pengguna dilakukan dalam hal BMN/D
sudah tidak berada dalam penguasaan Pengguna Barang dan/atau Kuasa
Pengguna Barang.
4. Penghapusan BMN/D dari Daftar BMN/D dilakukan dalam hal: sudah beralih
kepemilikannya, pemusnahan, sebab-sebab lain (hilang, kecurian, terbakar, susut,
mencair)
5. Penghapusan BMN/D dengan tindak lanjut pemusnahan, dilakukan dengan
ketentuan: tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, tidak dapat
dipindahtangankan alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 82


10.Penatausahaan
Penatausahaan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi,
dan pelaporan BMN/D sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Pembukuan:
Kegiatan pendaftaran dan pencatatan BMN/D ke dalam Daftar Barang
menurut penggolongan dan kodefikasi barang, meliputi:
a. Pengguna Barang : Daftar Barang Pengguna (DBP)
b. Kuasa Pengguna Barang : Daftar
Barang Kuasa Pengguna (DBKP)
a. Pengelola Barang : Daftar Barang Milik Negara (DBMN)
b. Pengguna/Kuasa Pengguna Barang harus menyimpan dokumen
kepemilikan BMN/D selain tanah dan/atau bangunan yang berada dalam
penguasaannya.
Pengelola Barang harus menyimpan dokumen kepemilikan tanah dan/atau bangunan
yang berada dalam pengelolaannya
Inventarisasi:
Kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan
BMN/D.
a. Pengguna barang
a. sekurang-kurangnya sekali dalam 5 tahun,
b. khusus persediaan dan KDP dilakukan setiap tahun
b. Pengguna barang
a. menyampaikan laporan hasil inventarisasi tersebut kepada pengelola barang
selambat- lambatnya 3 bulan setelah selesainya inventarisasi
b. khusus berupa tanah dan bangunan yang berada dalam penguasaannya
sekurang-kurangnya sekali dalam 5 tahun

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 83


Pelaporan:
1. Kuasa Pengguna Barang: Menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada
Pengguna Barang
2. Pengguna Barang: Menyusun LBKPS dan LBKPT untuk disampaikan kepada
Pengelola Barang
3. Pengelola Barang:
a. Menyusun LBMN/D berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan
b. Menghimpun LBKPS, LBKPT dan LBMN/D berupa tanah dan/atau bangunan
semesteran dan tahunan
c. Menyusun LBMN/D sebagai bahan untuk menyusun neraca pemerintah
pusat/daerah.

11.Pembinaan, Pengendalian & Pengawasan

1. Menteri Keuangan melakukan pembinaan pengelolaan BMN dan menetapkan


kebijakan umum pengelolaan barang milik Negara/daerah yang terdiri: kebijakan
umum, Kebijakan teknis
2. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan BMD dan menetapkan
kebijakan teknis sesuai dengan kebijakan umum pengelolaan BMN/D
3. Pengguna/Kuasa Pengguna Barang
a. Melakukan pemantauan dan penertiban terhadap BMN yang dikuasainya
b. Dapat meminta aparat pengawas funsional untuk melakukan audit tindak lanjut
hasil pemantauan dan penertiban.
c. Menindaklanjuti hasil audit sesuai ketentuan.
4. Pengelola Barang
a. Berwenang melakukan pemantauan dan investigasi atas pelaksanaan
pengelolaan dalam rangka penertiban sesuai dengan ketentuan.
b. Dapat meminta aparat pengawas fungsional untuk melakukan audit.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 84


c. Hasil audit dimaksud disampaikan kepada pengelola untuk ditindaklanjuti
sesuai ketentuan.

G. Ganti Rugi dan Sanksi


1. Setiap kerugian negara/daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran
hukum atas pengelolaan barang milik negara/daerah diselesaikan melalui tuntutan
ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan.
2. Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian negara/daerah dapat dikenakan sanksi
administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 85


PERTEMUAN 3

HUBUNGAN KEUANGAN PUSAT DAN DAERAH

A. DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH

Money follows function dan Money follows program


Desentralisasi Kewenangan (otonomi) disertai dengan Desentralisasi Fiskal,
Pemerintah Daerah diberikan kewenangan untuk mengelola sumber pendanaan
(revenue) dan pengelolaan belanjanya (expenditure).
• Revenue dapat berasal dari APBN (Transfer Ke Daerah dan Dana Desa)
dan Pendapatan Asli Daerah (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dsb).
• Expenditure: diserahkan ke daerah.
Pelaksanaan amanat UU No. 22 dan 25 Tahun 1999, dikenal dengan istilah big
bang, menandai era baru tata pemerintahan di Indonesia yakni dengan
memperkuat pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi.
Desentralisasi memberikan konsekuensi pada pola: (Pasal 18A)
• Hubungan kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan
memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah.
• Hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah diatur dan
dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan Undang-Undang.
Pasal 18, Bab VI UUD 1945:
Negara Kesatuan RI dibagi atas daerah provinsi & daerah provinsi dibagi atas
kab & kota, masing-masing mempunyai pemda. Pemerintah provinsi, kabupaten
& kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas
otonomi dan tugas pembantuan.
Perbedaan Asas Penyelengaraan Pemerintah

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 86


Klasifikasi Urusan Pemerintah
Absolute : sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. (Anggaran :
APBN)
Konkuren : dibagi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. (APBD)
Umum : kewenangan ditengah Presiden sebagai Kepala Pemerintahan. (APBN)

B. HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH

• HKPD DALAM UU 17/2003 : Pemerintah Pusat/Pemda lainnya dapat memberi


pinjaman dan/atau hibah kepada Pemda dengan persetujuan DPR, begitu
pula sebaliknya.
• HKPD DALAM UU 23/2014 : Keuangan dalam penyelengaraan Urusan
Pemerintah yang diberikan kepada Pemda meliputi :
1. Revenue : pajak daerah dan retribusi daerah
2. Pemberian dana perimbangan keuangan antara Pempus dan Pemda
3. (khusus) pemberian dana penyelenggaraan otonomi daerah.
4. Pemberian pinjaman dan/atau hibah, dana darurat & insentif (fiskal)
• HKPD DALAM UU 33/2004 : Dana Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan
Urusan Pemerintah Pusat bertujuan untuk :
1. Pendapatan Asli : mendanai pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai
dengan potensi Daerah sebagai perwujudan Desentralisasi
2. Dana Perimbangan : mengurangi kesenjangan antar Pemda

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 87


3. Pinjaman Daerah : sumber pembiayaan dalam urusan Pemerintah
Daerah
4. Pendapatan Lain-lain : memberi peluang kepada Daerah
memperoleh pendapatan lain.

C. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA (TKDD)

Dana Perimbangan
Bersumber dari APBN yang dimaksudkan untuk pelaksanaan Desentralisasi,
yaitu :
a) Dana Transfer Umum (DTU) yang terdiri dari:
Dana bagi hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
b) Dana Transfer Khusus (DTK) yang terdiri dari;
DAK Fisik dan DAK Nonfisik.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 88


Dana Bagi Hasil (DBH), bersumber dari
BBH Sumber Daya Alam
• Dari Migas, Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Iuran tetap royalty),
Kehutanan, Perikanan, dan Panas Bumi.
BDH Pajak
• Pajak orang pribadi, PBB dan Cukai hasil tembakau
(PPh ps. 21 dan 25/29)
DBH Pajak dan SDA dibagikan berdasarkan prinsip :
(1) By origin: Daerah penghasil Pajak mendapatkan bagian DBH yang lebih
besar, sedangkan daerah nonpenghasil dibagi berdasarkan pemerataan.
(2) Based on actual revenue: penyaluran berdasarkan realisasi penerimaan
negara yang dibagihasilkan dari pajak & cukai hasil tembakau tahun
anggaran berjalan.

Dana Alokasi Umum (DAU)


1. DAU Formula (min 29% dari Pendapatan, APBN)

Ket. Celah fiscal = Kebutuhan fiscal – Kapasitas Fiskal

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 89


2. DAU Tambahan
• DAU berdasarkan formula disalurkan setiap bulan masing-masing sebesar
1/12 (seperduabelas) dari alokasi DAU berdasarkan formula.
• DAU tambahan diberikan untuk
1. DAU Bantuan Pendanaan Kelurahan
2. DAU Bantuan Pendanaan Penyetaraan Siltap Kades dan
Perangkat Desa
3. DAU Bantuan Pendanaan Penggajian PPPK
Dana Alokasi Khusus (DAK)
• Dana ini sudah ditetapkan dalam APBN sebelumnya.
• Ditetapkan berdasarkan kriteria DAK yang meliputi :
1. Kriteria umum : kemampuan Keuangan Daerah (APBD)
2. Kriteria Khusus : memperhatikan peraturan perundang-
undangan dan karakteristik daerah
3. Kriteria Teknis : ditetapkan oleh kementerian negara
1. DAK Fisik : mendanai infrastruktur, sarana/prasarana pelayanan
public dengan tujuan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan
public yang berkualitas dan terjangkau.
2. DAK Nonfisik : belanja operasional Pendidikan dan Kesehatan,
tunjangan guru PNSD, peningkatan kapasitas koperasi, usaha kecil
dan menengah, bantuan pelayanan administrasi kependudukan,
dana pelayanan kepariwisataan dan bantuan biaya layanan
pengolahan sampah.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 90


Dana Instif Daerah (DID), ditentukan dengan memperhatikan :

Dana Otonomi Khusus (Otsus)


Hanya 3 daerah khusus yang menerima dana ini dari APBN selama 20th,
yaitu :
• Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat : Bidang Pendidikan dan
Kesehatan, Infrastruktur (UU No. 35/2008) (2002-2021)
• Provinsi Aceh : Infrastruktur, Pemberdaya ekonomi Rakyat,
Pengentasan kemiskinan, Pendidikan, Sosial dan Kesehatan
(UU No. 11/2006) (2008-2027)
Dana Keistimewaan D.I.Yogyakarta (UU No. 13/2012)
Alokasi dana ini digunakan untuk 4 kewenangan : Kelembagaan
Pemerintah Daerah DIY, Kebudayaan, Pertahanan dan tata ruang.
Dana Desa
• Alokasi Dana Desa setiap daerah kabupaten/kota dilakukan
secara merata dan berkeadilan berdasarkan : Alokasi Dasar,
alokasi Afirmasi, Alokasi Kinerja dan Alokasi Formula.
• Dikeluarkan oleh DJPK dengan Menyusun indikasi kebutuhan
Dana Desa yang memperhatikan :
1. Persentasi Dana Desa yang ditetapkan perundang-undangan
2. Kinerja pelaksanaan Dana Desa
3. Kemampuan Keuangan Negara

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 91


“Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku
mau!’ Dua patah kata yang ringkas
itu sudah beberapa kali mendukung
dan membawa aku melintasi
gunung keberatan dan kesusahan.
Kata ‘Aku tiada dapat!’
melenyapkan rasa berani. Kalimat
‘Aku mau!’ membuat kita mudah
mendaki puncak gunung.”

– R.A Kartini

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 92


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PENGANTAR AKUNTANSI II

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 93


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1 & 2
ASET TETAP (FIXED ASSETS/PLANT ASSETS)

Adalah asset yang digunakan dalam operasi perusahaan yang umur ekonomisnya
lebih dari 1 tahun dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, yang
meliputi tanah, pengembangan tanah, bangunan dan peralatan (mesin, perabot,
peralatan).

Karakteristik utama Asset tetap meliputi:

- Digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak untuk dijual kembali


- Memiliki bentuk fisik
- Bersifat jangka panjang dan biasanya didepresiasikan

PENENTUAN HARGA PEROLEHAN ASET TETAP


- Pencatatan nilai pertama kali atas PPE
- Terapkan Arm’s Length Transaction Principle ( semua biaya yang
dikeluarkan dalam perolehan asset tetap, hingga asset tetap siap untuk
digunakan/difungsikan harus dikapitalisasi sebagai harga perolehan)
- Perolehan asset tetap dengan cara membeli atau membangun sendiri
- Contoh asset tetap : Machine, Land, Equipment, Building, land
Improvement, vehicle

Meliputi seluruh biaya untuk mendapatkan tanah dan sampai tanah


tersebut siap untuk digunakan. Biaya tersebut khususnya meliputi:
Tanah
Tanah
(1) Harga beli;
(2) Biaya penutupan,seperti fee pengacara

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 94


(3) Komisi broker real estate
(4) Biaya meratakan tanah, pengisian, pengeringan dan
pembersihan
(5) Assumsi hak gadai, hipotek, atau sitaan atas property

Semua pengeluaran yang diperlukan untuk membuat


pengembangan dan siap untuk pengunaan yang dimaksudkan:
Pengembangan
Jalan masuk, tempat parkir, pagar, lansekap, dan penyiram bawah
Tanah
tanah. Umur ekonomis terbatas. Beban (depresiasi) biaya
pengembangan tanah selama masa manfaat.

Seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan pembelian atau


konstruksi

- Biaya pembelian:
Harga pembelian, biaya penutupan dan komisi broker real
Gedung
estate. Renovasi dan penggantian atau perbaikan atap,
lantai, kabel listrik, dan pipa.
- Biaya konstruksi:
Harga kontrak ditambah pembayaran untuk fee arsitek, izin
bangunan dan biaya penggalian.

Seluruh biaya yang terjadi untuk memperoleh peralatan dan


Peralatan
membuatnya siap untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Biaya biasanya meliputi:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 95


- Peralatan Harga pembelian,
- Asuransi peralatan selama transit,
- Pajak penjualan,
- Biaya perakitan dan instalasi,
- Biaya pengiriman dan penanganan,
- Biaya pelaksanaan uji coba.

Ilustrasi: Ilustrasi:

Asumsi Hayes Manufacturing Company Asumsi Merten Company membeli mesin


mengakuisisi real estate secara tunai sebesar pabrik secara tunai sebesar $50,000.
$100,000. Property ini terdiri dari gudang tua Pengeluaran yang berhubungan dengan
yang diratakan dengan biaya bersih sebesar perolehan mesin sbb: pajak penjualan
$6,000 (biaya sebesar $7,500 dikurangi $3,000, asuransi selama pengiriman $500,
$1,500 hasil sisa material). Pengeluaran dan instalasi dan pengujian $1,000.
tambahan yaitu fee pengacara $1,000, dan Tentukan jumlah yang dilaporkan sebagai
komisi broker real estate sebesar $8,000. harga perolehan mesin:
Harga perolehan tanah sebesar $115,000,
dihitung sebagai berikut:
Mesin
Diminta: Tentukan jumlah yang dilaporkan Harga Beli 50,000
sebagai harga perolehan tanah Pajak Penjualan 3,000
Jawab :
Asuransi Selama Pengiriman 500
Jumlah yang dilaporkan sebagai harga
Instalasi dan Pengujian 1,000
perolehan tanah
Harga Perolehan Mesin $54,500
Tanah
Harga tunai property 100,000
Biaya pemindahan gudang 6,000

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 96


Fee pengacara 1,000
Komisi broker Real estate 8,000
Harga perolehan 115,000
Ayat Jurnal
Tanah $ 115,000
Kas $115,000
PENGELUARAN PENDAPATAN (REVENUE EXPENDITURES) VS PENGELUARAN
MODAL (CAPITAL EXPENDITURES)

- Revenue Expenditures : Biaya yang dikeluarkan terkait fungsi/kegunaan asset


tetap, dengan manfaat kurang dari 1 tahun/1 periode dan tidak menambah
umur manfaat.
- Capital Expenditures : Biaya dikeluarkan terkait fungsi/kegunaan asset tetap
dengan manfaat lebih dari 1 tahun/1 periode dan bisa menambah umur
manfaat maupun tidak.
- Biaya / pengeluaran terkait asset tetap :
o Maintenance Expense (Biaya Pemeliharaan) => Revenue Expenditures
Jurnal :
Maintenance Expense xxx
Cash xxx
o Asset Improvement (Penambahan fungsi asset tetap) => Capital
Expenditures, tidak menambah umur manfaat
Jurnal :
Vehicle (Fixed Asset bersangkutan) xxx
Cash xxx
o Extraordinary Repairs (Overhaul/Perbaikan Besar) => Capital
Expenditures, menambah umur manfaat

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 97


Jurnal :
Accumulated Depreciation xxx
Cash xxx

DEPRESIASI (DEPRECIATION)

Depresiasi adalah proses pengalokasian harga perolehan aset berwujud menjadi


beban dalam cara yang sistematik dan rasional pada periode yang telah
diperkirakan dari manfaat sampai dengan penggunaan asset.

- Proses pengalokasian biaya, bukan penilaian aset.


- Diaplikasikan untuk pengembangan tanah, bangunan dan peralatan,
tidak tanah.
- Dapat didepresiasikan, karena kemampuan menghasilkan pendapatan
dari aset akan menurun selama masa ekonomis asset

Semua asset tetap disusutkan karena manfaat asset tetap akan terus berkurang
seiring perjalanan waktu diperiode pemanfaatan (Aus/Usang), Kecuali Land
semua asset tetap harus didepresiasi/disusutkan.

Jurnal Depresiasi
Depreciation Expense xxx => Matching cost againstrevenue
Accumulated Depreciation xxx => Kontra akun atas asset tetap
(Tidak melibatkan cash)

Faktor Dalam Perhitungan Depresiasi

- Cost => Harga Perolehan awal asset tetap


- Usefull Life => Perkiraan masa pemanfaatan/penggunaan asset tetap.
- Residual Value => Perkiraan nilai asset tetap ketika di akhir masa manfaat
(telah didepresiasi penuh)

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 98


- Depreciable Cost => Biaya Yang didepresiasikan
- Depreciable Cost = Cost – Residual Value

Metode Depresiasi
1. Straight Line (Garis Lurus)
o Beban Jumlahnya sama setiap Tahun
o Tarif depresiasi adalah 100% dibagi dengan jumlah usefull life
o Depreciation Expense = Depreciable Cost x Tarif

Annual Depreciation = Cost – Residual Value


Useful Life

Misal : Harga Perolehan (Cost) $13,000, Nilai Residu (Residual Value) $


1,000 dan Umur Manfaat (Useful Life) 5 Tahun.

Tarif = 100% : 5 tahun = 20%


Depreciable Cost = $ 13,000 - $ 1,000 = $12,000
Depreciation Expense = $ 12,000 x 20% = $2,400

Tabel Penyusutan
Beban
Biaya Yang
Derpesiaasi Akumulasi Nilai
Tahun Dapat Tarif
Setiap Depresiasi Buku
Didepresiasikan
Tahun
2011 12,000 20% 2,400 2,400 10,600
2012 12,000 20% 2,400 4,800 8,200
2013 12,000 20% 2,400 7,200 5,800
2014 12,000 20% 2,400 9,600 3,400
2015 12,000 20% 2,400 12,000 1,000

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 99


2011 journal entry
Depreciation expense $ 2,400
Accumulated Depreciation $ 2,400

Unit of Production
o Depreciable cost dijadikan dasar untuk menghitung depresiasi
o Menggunakan satuan ukuran produksi, missal : berat, kuantitas,
volume, waktu, dll
o Menggunakan Depreciation Unit sebagai tarif depresiasi

Step 1:
Depreciation per unit = Cost – Residual Value (Depreciable Cost)
Total Unit of Production
Step 2 :
Depreciation Exp = Depreciation per unit X Total Unit of Productions
Used

Misal :
Depreciable Cost = Depreciation Cost Per Unit ----> $ 12,000 = $ 0.12
Total Units of Activity 100,000 Miles

Depreciable Cot Per Unit x Units of Activity During The Year = Annual
Depreciation Expense
$ 0.12 x 15,000 Miles = $ 1,800

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 100


Tabel Penyusutan
Tahun Unit dari Biaya / Beban Akumulasi Nilai
Aktvitas Unit Depresiasi Depresiasi Buku
2011 15,000 $ 0,12 $ 1,800 $ 1,800 $ 11,200
2012 30,000 $ 0,12 $ 3,600 $ 5,400 $ 7,600
2013 20,000 $ 0,12 $ 2,400 $ 7,800 $ 5,200
2014 25,000 $ 0,12 $ 3,000 $ 10,800 $ 2,200
2015 10,000 $ 0,12 $ 1,200 $ 12,000 $ 1,000
Jurnal
2011 Depreciation Expense $ 1,800
Accumulated Depreciation $ 1,800
2. Double Declining Balance
o Depreciable Cost tidak dijadikan dasar untuk menghitung
depresiasi, tetapi cost nya saja
o Tarif dihitung dengan 2 kali tarif Straight Line Method (100% :
Umur manfaat x 2)
o Book Value digunakan untuk menghitung besaran depresiasi
o Depreciation Expense = Book Value x Tarif
o Book Value = Cost – Accumulated Depreciation

Misal : Nilai Buku awal tahun 2011 sebesar $ 13,000 ; Useful Life adalah 5
tahun ; Residual Value sebesar $ 1,000

Jawaban : tariff = 100% : 5 tahun = 20% x 2 = 40%

Notes : untuk perhitungan tahun terakhir penyusutan, nilai buku awal –


residual value. (tidak dikalikan dengan tarif) yaitu $ 1,685 – $ 1,000 = $ 685.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 101


Tabel Penyusutan

Tahun Nilai Tarif Saldo Beban Akumulasi Nilai


Buku Menurun Depresiasi Depresiasi Buku
awal
2011 13,000 40% 5,200 5,200 7,800
2012 7,800 40% 3,120 8,320 4,680
2013 4,680 40% 1,872 10,192 2,808
2014 2,808 40% 1,123 11,315 1,685
2015 1,685 - 685 12,000 1,000

Jurnal : Untuk penyusutan tahun 2011


Depreciation Expense $ 5,200
Accumulated Depreciation $ 5,200

3. Sum of Years Digit


o Depreciable Cost dijadikan dasar untuk menghitung depresiasi
o Jumlah angka tahun dijadikan dasar untuk penyebut dan tahun
dijadikan dasar untuk pembilang tarif depresiasi

Annual Depr. = Sisa usia pada tahun Penggunaan x Jumlah yg harus


disusutkan
Jumlah Angka Tahun
Ilustrasi :
Sebuah truk dibeli pada bulan January dengan Cost $ 24,000 dengan
Useful Life 5 tahun dan residual value $ 2,000. Hitunglah penyusutan dan
jurnalnya
Jawaban :

Depreciable Cost = 24,000 – 2,000 = 22,000

Sum of year of useful life = 5 tahun ( 1+2+3+4+5) = 15

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 102


Tahun 1 sisa usia pada tahun penggunaan adalah 5 tahun maka:
5/15 x 22,000 = 7,333.33 seterusnya dapat dilihat pada table berikut :

Year Cost Less Rate Depreciation Acc. Depr. Book Value


Residual for Year At End of at End of
value Year Year
1 $ 22,000 5/15 $ 7,333.33 $ 7,333.33 $ 16,666.67
2 $ 22,000 4/15 $ 5,866.67 $ 13,200 $ 10,800
3 $ 22,000 3/15 $ 4,400.00 $ 17,600 $ 6,400
4 $ 22,000 2/15 $ 2,933.33 $ 20,533.33 $ 3,466.67
5 $ 22,000 1/15 $ 1,466.67 $ 22,000 $ 2,000
Apabila asset tetap tersebut diperoleh pada bulan October 2011 maka
perhitungannya :

First-year Partial Depreciation = $ 22,000 x 5/15 x 3/12 = $ 1,833.33


(penyusutan tahun 2011)

Second-Year Depreciation = (3/12 x 5/15 x $ 22,000) + (3/12 x 4/15 x $ 22,000)

= $ 5,500 + $ 1,466.67 = $ 6,966.67 (tahun 2012)


dan seterusnya.

PELEPASAN ASET TETAP


Perusahaan melepas aset tetap dengan tiga cara: Penghentian (Discarding),
penjualan (Selling) dan pertukaran (Exchanging)
1. Discarding Plant Asset (Mengakhiri Penggunaan)
o Dilakukan ketika Fixed Asset telah distop penggunaannya tidak
dipakai lagi
o Kemungkinan dalam mengakhiri penggunaan:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 103


▪ Telah habis masa manfaat
• Telah didepresiasi penuh
• Book value = residual value
• Tidak ada Gain/Loss
Jurnal : For example Equipment

Accumulated Depreciation – Equipment xxx


Equipment xxx
▪ Belum habis masa manfaat
• Belum didepresiasi penuh
• Book value tidak sama dengan residual value
• Terdapat Gain / Loss
• Tidak ada Cash yang diterima/dikeluarkan
Jurnal :
Depreciation expense – Equipment xxx
Accumulated Depreciation – equipment xxx
If Loss:
Accumulated Depreciation – Equipment xxx
Loss on Disposal Of Equipment xxx
Equipment xxx
If Gain :
Accumulated Depreciation – Equipment xxx
Gain on Disposal of Equipment xxx
Equipment xxx

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 104


2. Selling Fixed Asset (Menjual Aset tetap)
Bandingkan nilai buku aset dengan dana yang diterima dari penjualan.
o Jika dana melebihi nilai buku, maka diperoleh keuntungan (gain)
atas pelepasan yang terjadi
o Jika dana kurang dari nilai buku, maka terjadi kerugian (loss) atas
pelepasan yang terjadi
o Bisa dijual saat ditengah-tengah atau diakhir masa manfaat
o Melibatkan cash (ada cash yang diterima)
o Mungkin terdapat Gain / Loss
Ilustrasi : dijual Equipment pada tanggal 12 october 2018 dengan cost $
10,000 tarif 10%, akumulasi depresiasinya hingga 31 Desember 2017 adalah
$ 7,000.
Jurnal :
Oct 12 Depreciation Expense – Equipment $ 750
Accumulated Depr. –Equipment $ 750
($10,000 x 105 x 9/12 = $ 750)
Jika Menjual senilai Book Value maka tidak ada Gain/Loss (missal book
value 2,250)
Oct 12 Cash $ 2,250
Accumulated Depr. – equipment $ 7,750
Equipment $ 10,000
Apabila terdapat loss $ 1,250 dan diterima cash $ 1,000
Oct 12 Cash $1,000
Accumulated Depr. – Equipment $7,750
Loss on Sale of Equipment $1,250
Equipment $ 10,000

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 105


Apabila terdapat gain $ 650 cash $ 2,800
Oct 12 Cash $ 2,800
Accumulated Depr. – Equipment $ 7,750
Gain on Sale of Equipment $ 650
Equipment $ 10,000

3. Exchanging Plant Assets (Pertukaran Asset Tetap)


o Pertukaran dilakukan atas asset tetap yang serupa (fungsinya
sama)
o Dilihat apakah ada Commercial Substance atau tidak
▪ Commercial Substance adalah perubahan arus kas dimasa
depan (volume cash in flow berubah)
o Jika ada Commercial Substance maka ada pengakuan Gain/Loss
jika tidak ada Commercial Substance maka tidak ada Gain / Loss
o Gain / Loss didapat dari membandingkan Book Value (asset tetap
lama) dengan Trade in Allowance (asset lama tersebut dihargai
berapa oleh pihak lawan)

Apabila Ada Commercial Substance


Ilustrasi : If Gain on an exchange of similar assets.
Similar equipment acquired (new):
Price (fair market value) of new equipment . . . . . . . . . . . . . . . . . . . $5,000
Trade-in allowance on old equipment . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . $1,100
Cash paid at June 19, date of exchange . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. ..$3,900

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 106


Equipment traded in (old):
Cost of old equipment . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . $4,000
Accumulated depreciation at date of exchange . . . . . . . . . . . . .. . . $3,200
Book value at June 19, date of exchange . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . $ 800

The entry to record this exchange and payment of cash is as follows:


June 19
Accumulated Depreciation—Equipment $3,200
Equipment (new equipment) $ 5,000
Equipment (old equipment) $4,000
Cash $3,900
Gain on Exchange of Equipment $300
(Gain didapat dari perbandingan Book Value $ 800 dan Trade in allowance
$ 1,100. Karena book value lebih kecil dari Trade in allowance maka gain
sebesar 1,100 – 800 = 300)

Illustrate : If Loss on an exchange of similar assets


Assume that instead of a trade-in allowance of $1,100,a trade-in allowance
of only $675 was allowed in the preceding example. In this case, the cash
paid on the exchange is $4,325 as shown below.
Price (fair market value) of new equipment . . . . . . . . . . . . . . . . . . . $5,000
Trade-in allowance of old equipment . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .$675
Cash paid at June 19, date of exchange . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . $4,325

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 107


The entry to record this exchange and payment of cash is as follows:
June 19
Accumulated Depreciation—Equipment $3,200
Equipment (new equipment) $5,000
Loss on Exchange of Equipment $125
Equipment (old equipment) $4,000
Cash $4,325
(Loss Karena Book Value $800 sedangkan trade in Allowance $675 maka
$675-$800=(125) loss)
Apabila tidak ada Commercial Substance
Ilustrasi :
Perusahaan Pembeli (old equipment) Perusahaan Penjual (New equip.)
Cost Old Equipment = $ 4,000 Fair Market Value = $5,000
Accum. Depr = $ 3,200 Est. MV Old Equipment = $ 675
Book value = $ 800 Pembeli Harus Bayar = $ 4,325

Fair Market Value New Equipment =$5,000 } Neto Asset


Est. Market Value Old Equipment =($ 675) } Yang masuk
Book Value = $ 800
Fair Market Value New Equip (Adj) = $5,125
Notes : cara menyesuaikan (adjusting) Fair Market Value New Equipment
adalah dengan cara neto asset yang masuk (FMV New Equip. – Est. MV
Old Equip.) + dengan book value).
Journal :
Equipment (New) $ 5,125
Accumulated Depreciation – Equipment (Old) $ 3,200
Equipment (Old) $ 4,000
Cash $ 4,325

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 108


NATURAL RESOURCES (SUMBER DAYA ALAM)

IFRS mendefinisikan industri ekstraktif seperti bisnis-bisnis yang terlibat dalam


menemukan dan mengambil sumber daya alam yang terletak di atau dekat kerak
bumi.

Harga perolehan (Cost) – mencakup seluruh biaya untuk penambangan sumber


daya hingga hasil tambang siap diolah.

Deplesi - alokasi harga perolehan menjadi beban dalam cara yang rasional dan
sistematis selama masa manfaatnya sumber daya itu.

- Deplesi di sumber daya alam sama dengan depresiasi di aset tetap


Perusahaan umumnya menggunakan
- metode unit aktivitas
Step 1:
Depletion Rate = Cost of Resources
Estimated Total Units of Resources
Step 2:
Depletion Exp. = Depletion Rate x Quantity
Extracted
- Deplesi umumnya merupakan fungsi unit yang diekstrak

Ilustrasi: Asumsi Lane Coal Company menginvestasi sebesar $5 juta pada sebuah
tambang yang diestimasi memiliki 10 juta batubara dan tidak memiliki nilai sisa.
Pada tahun pertama, Lane menambang dan menjual 800,000 ton batubara. Lane
menghitung beban deplesi sbb:

$5,000,000 ÷ 10,000,000 = $.50 biaya deplesi per ton

$.50 x 800,000 = $400,000 beban deplesi tahun pertama

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 109


Jurnal
Depletion Expense $ 400,000

Accumulated Depletion $ 400,000

INTANGIBLE ASSETS (ASSET TIDAK BERWUJUD)

- Aset tidak berwujud adalah hak, hak istimewa, dan keuntungan


kompetitif yang tidak memiliki substansi fisik.
- Aset tidak berwujud dikategorikan memiliki umur terbatas dan umur
tidak terbatas
- Cost untuk Intangible Assets mencakup seluruh biaya untuk
mendapatkan Intangible Asset tersebut
- Cost atas Intangible Assets harus didepresiasi juga yang disebut dengan
Amortization
- Jenis-jenis umum aset tidak berwujud:
Paten , Copyright (hak Cipta), Franchise (Licenses), Trademarks and Trade
Names (Merk Dagang), Goodwill

IFRS mengizinkan revaluasi aset tidak berwujud ke nilai wajar kecuali goodwill

1. Patents
o Hak eksklusif untuk memproduksi, menjual, atau mengontrol
sebuah penemuan untuk sejumlah tahun tertentu dari tanggal
hibah
o Masa legalitas di banyak negara adalah 20 tahun.
o Mengkapitalisasi biaya pembelian paten dan mengamortisasi
masa legalitasnya atau masa manfaatnya, mana yang lebih
pendek.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 110


o Fee hukum yang dikeluarkan untuk keberhasilan
mempertahankan paten dikapitalisasi ke akun Paten

Ilustrasi: Asumsi National Labs membeli paten dengan harga perolehan


sebesar $ 60,000. National mengestimasi masa manfaat paten delapan
tahun. National mencatat amortisasi setiap tahun sbb:

Jurnal : Beban amortisasi $7,500

Paten $7,500 ( 60,000 : 8 tahun)

2. Copyrights
o Memberikan ke pemilik hak ekslusif untuk memproduksi kembali
dan menjual karya seni atau publikasi
▪ drama, karya sastra, karya musik, gambar, foto, dan video
dan materi audiovisual.
o Menganugerahkan selama hidup pencipta ditambah sejumlah
khusus tahun. Dimana dapat bervariasi antar negara tetapi
umumnya 70 tahun.
o Mengkapitalisasi biaya perolehan dan mempertahankannya.
o Mengamortisasi beban selama masa manfaat
o Amortization Expense langsung ditandingkan dengan Copyrigths
tersebut

3. Trademarks and Trade Names (Merek Dagang)


o Trademarks merupaka nama, logo, atau symbol, tagline yang
digunakan untuk penanda bisnis atau suatu produk
o Kata, frase, jingle, atau simbol yang mengidentifikasi sebuah
perusahaan atau produk tertentu.
▪ Wheaties, Game Boy, Frappucino, tisu, Windows, Coca
Cola, dan Jetta.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 111


o Registrasi menyediakan sejumlah tertentu tahun perlindungan,
yang dapat berbeda di setiap negara, tetapi umumnya 20 tahun.
o Jika Trademarks diperoleh dari persuhaan lain, maka tidak
diamortisasi, tetapi ada impairment.
o Jika Trademarks didaftarkan dan memiliki masa guna Trademark,
maka harus diamortisasi.

4. Goodwill
o Termasuk manajemen yang luar biasa, lokasi yang diinginkan,
hubungan pelanggan yang baik, karyawan yang terampil, produk
berkualitas tinggi, dll.
o Goodwill diperoleh ketika terjadi pembelian suatu perusahaan /
unit bisnis (akuisisi) oleh perusahaan lain
o Goodwill tidak diperoleh dengan pendaftaran atau diupayakan
dengan karya tertentu
o Goodwill dicatat sebagai kelebihan dari ...
harga pembelian atas atas nilai wajar aset bersih yang
diakuisisi yang dapat diidentifikasi.
o Goodwill yang dibuat secara internal tidah harus dikapitalisasi
o Goodwill terjadi ketika Net Assets (Assets - Liabilities) lebih tinggi
dari fair value atas masing-masing asset, sehingga diperlukan
Goodwill sebagai penyeimbang.
o Goodwill tidak diamortisasi

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 112


PENYAJIAN ASET TETAP DAN ASSET TAK BERWUJUD

- Disajikan di Neraca dengan disertai klasifikasi yang sesuai


- Aset tidak berwujud disajikan terpisah dari asset tetap
- Asset tetap akan disajikan pada book value (cost less accumulated
depreciation)
- Keterangan tambahan mengenai asset tetap disajikan dalam Notes Of
Financial Statement, seperti metode depresiasi dan rincian asset tetap

Mornin’ Joe
Balance Sheet
December 31, 2010

Property, plant, and equipment:


Land $1,850,000
Buildings $2,650,000
Less accumulated depreciation 420,000 2,230,000
Office equipment $ 350,000
Less accumulated depreciation 102,000 248,000
Total Property, Plant, and Equipment 4,328,000
Intangible Assets
Patents 140,000

ANALISIS KEUANGAN

Fixed Asset Turnover Ratio


Mengukur revenue yang dihasilkan dari setiap uang yang diinvestasikan untuk
asset tetap.

Fixed Assets Turnover Ratio = Revenues


Avarage Book Value of Fixed Assets

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 113


PERTEMUAN 3
Kewajiban lancar (Current Liabilities) adalah kewajiban dengan 2 karakteristik
sebagai berikut:

1. Perusahaan memperkirakan untuk membayar hutang dari aset lancar


yang dimiliki atau dari timbulnya kewajiban lancar lainnya.
2. Perusahaan akan membayar hutang dalam periode satu tahun atau siklus
operasional, mana yg lebih lama.

Kewajiban lancar meliputi wesel bayar, hutang usaha, pendapatan yang


diterima dimuka, hutang jangka panjang yang jatuh tempo, dan kewajiban
akrual lain seperti hutang pajak, hutang gaji, dan hutang bunga.

JENIS DAN PENCATATAN TRANSAKSI CURRENT LIABILITIES

1. Wesel bayar (Notes Payable) 2. Pendapatan yang diterima dimuka


(Unearned Revenue)
o Janji membayar tertulis.
o Mensyaratkan peminjam untuk Pendapatan yang diterima sebelum
membayar bunga. perusahaan mengirimkan barang atau
o Diterbitkan dalam berbagai periode menyediakan jasa
• Perusahaan mendebit Kas, dan
Ilustrasi: mengkredit akun kewajiban
pada 1 Maret 2011, Cole Williams meminjam lancar (Pendapatan diterima
$100,000 dari First National Bank untuk dimuka).
wesel 4 bulan, 12%. • Saat perusahaan memperoleh
Instruksi pendapatan, perusahaan
a) Siapkan ayat jurnal untuk 1 Maret mendebit akun pendapatan
diterima dimuka dan
mengkredit akun pendapatan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 114


b) Siapkan ayat jurnal penyesuaian untuk 30
Juni, asumsikan jurnat penyesuaian bulanan Ilustrasi:
belum dibuat. Asumsi Superior University menjual 10,000
c) Siapkan ayat jurnal untuk jatuh tempo (1 tiket football seharga $50 per tiket untuk 5
Juli). jadwal pertandingan. University membuat

Jawab : jurnal berikut ini untukmencatat penjualan


tiket:
Pada 1 Maret, 2011, Cole Williams meminjam
sebesar $100,000 dari First National Bank
Jurnalnya adalah Sebagai Berikut :
untuk wesel 4 bulan, 12%.
Aug 6 Cash $ 500,000
a. Jurnal pada 1 Maret.
Unearned revenue $ 500,000
cash $ 100,000
notes payable $ 100,000 Pada saat sekolah menyelesaikan kelima
pertandingan, University akan mencatat
b. Jurnal penyesuaian pada 30 Juni.
pendapatan yang diperoleh.
Interest Expense $ 4,000
Sept 7 Unearned Revenue $ 100,000
Interest Payable $ 4,000
Revenue ticket $ 100,000
($100,000 x 12% x 4/12 = $4,000)

c. Jurnal saat jatuh tempo (July 1).

Interest Payable $ 4,000


Notes Payable $ 100,000
Cash $ 104,000

3. Hutang Jangka panjang yang jatuh 4. Hutang pajak penjualan (Income Tax
tempo (Current Portions of Long-term Payable)

Debt)

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 115


- Bagian dari hutang jangka panjang a. Pajak penjualan dinyatakan sebagai
yang telah jatuh tempo pada tahun persentase yang ditetapkan dari
berjalan. harga jual.
b. Dapat dinyatakan terpisah atau
- Tidak ada ayat jurnal penyesuaian termasuk dalam faktur total.
yang diperlukan. c. Retailer mengumpulkan pajak dari
pelanggan.
d. Retailer menyerahkan
pengumpulan kepada pemerintah
sebagai pendapatan.

Ilustrasi:
Pada 25 Maret, pembacaan register kas
Cooley Grocery menunjukkan penjualan
sebesar $10,000 dan pajak penjualan
sebesar $ 600 (tarif pajak penjualan: 6%),

ayat jurnalnya adalah:

Cash $ 10,600

Sales $ 10,000

Hutang pajak penjualan $ 600

5. Hutang Dagang/Usaha (Account Payable)

Adalah kewajiban yang harus segera dilunasi/dibayarkan (lancar) dalam jangka waktu
singkat yang muncul karena transaksi pembelian kredit. Dan berhubungan dengan
kegiatan operasional perusahaan.
Ilustrasi

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 116


CV Sejahtera membeli 5 lemari @ $3,000 secara kredit kepada CV Indah
Jurnalnya :

Merchandise Inventory $ 15,000


Account payable $ 15,000
Jurnal saat melunasi hutang dagang tersebut :
Account Payable $ 15,000
Cash $ 15,000

Current Liabilities disajikan dalam laporan keuangan neraca. Sebagai berikut:

YYY Company
Statement of Financial Position
(Partial, in thousands)

Currrent Liabilities
Accounts Payable xxx
Notes Payable xxx
Current Portions of Long-term Debt xxx
Accrued Expenses xxx
Accrued Wages, Salaries & Employee Benefits xxx
Dividend Payable xxx
Income Tax Payable xxx
Interest Payable xxx
Unearned Revenue xxx
Total Current liabilities xxx

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 117


“An education isn’t how much you
have committed to memory, or even
how much you know. It’s being able
to differentiate between what you
know and what you don’t.”

– Anatole France

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 118


EKONOMI MIKRO

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 119


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1
PRINSIP DAN MODEL MIKROEKONOMI

• Mikroekonomi → cabang ilmu ekonomi berkaitan dengan perilaku unit


ekonomi individu ─ konsumen, perusahaan, pekerja, dan investor ─serta
pasar yang membentuk unit-unit tersebut.

• Makroekonomi → cabang ilmu ekonomi berkaitan dengan variabel


ekonomi agregat, seperti tingkat output dan pertumbuhan output
nasional, pengangguran, dan inflasi.

• Trade-Offs → muncul karena adanya kelangkaan, di sisi lain ada


kebutuhan/keinginan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber
dayanya terbatas (masalah pokok ekonomi)

- Konsumen : pendapatan terbatas, digunakan untuk konsumsi atau


saving

- Pekerja : memutuskan untuk kerja atau menganggur, memilih jenis


pekerjaan, dan waktu/durasi bekerja

- Perusahaan : keterbatasan jenis produk yang dihasilkan dan sumber


daya untuk memproduksi sehingga melakukan trade-off

• Harga dan pasar → ekonomi mikro menggambarkan bagaimana harga


ditentukan. Dalam ekonomi yang terencana secara terpusat, harga
ditentukan oleh pemerintah. Dalam ekonomi pasar, harga ditentukan oleh
interaksi konsumen, pekerja, perusahaan ─ penjual dan pembeli yang ada di
pasar juga menentukan harga

• Teori dan model

- Teori → asumsi yang digunakan untuk mengobservasi fenomena dan


memperkirakan pernyataan ideal (sudah dibuktikan secara ilmiah)
- Model → bentuk dari dunia nyata yang kompleks dengan tujuan fokus
pada masalah yang penting.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 120


• Analisis positif vs analisis normatif

- Analisis positif, menjelaskan fenomena dengan hub sebab akibat

- Analisis normatif, tindakan yang seharusnya diambil oleh adanya


suatu fenomena.
Sehingga, saat terjadi fenomena akan dibentuk sebuah model dari
fenomena tersebut untuk ditarik teori dalam memecahkan masalah
yang ada.

DEFINISI PASAR

↳ Tempat berinteraksinya penjual dan pemebeli untuk menentukan harga

Arbitrase, praktek membeli barang saat harga murah dan menjual saat
harga mahal.

Pasar persaingan sempurna, pasar dengan banyak pembeli dan penjual,


tidak ada pembeli atau penjual tunggal yang berdampak signifikan terhadap
harga.

Harga pasar, harga yang tercipta dan berlaku di pasar kompetitif

Luas pasar (extent of a market), batas pasar baik geografis atau dalam arti
keragaman produk yang diproduksi dan dijual di dalam pasar.

Definisi pasar penting karena, suatu perusahaan harus memahami siapa


pesaing sebenarnya dan potensi produk yang dijual atau prediksi di masa
depan serta untuk memutuskan kebijakan publik.

HARGA RIIL DAN HARGA NOMINAL

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 121


- Harga Nominal → harga absolut dari suatu barang yang tidak
disesuaikan dengan inflasi disebut juga harga saat ini. Contoh
harga nominal, harga 1kg mentega

Tahun 2010 2012 2014


Harga 85.000 92.000 96.000

Harga yang dijual di pasar pada tahun tersebut disebut harga


nominal.

- Harga Riil → harga suatu barang relatif terhadap ukuran agregat harga
(harga disesuaikan dengan inflasi).

CPI (consumer price index), ukuran agregat yang sering dipakai,


dihitung dan diterbitkan oleh lembaga yang punya wewenang.

Contoh harga riil, harga 1 kg mentega

Tahun 2010 2012 2014

Harga 85.000 92.000 96.000

CPI 38,8 44,7 49,3

Harga riil tahun 2014 dengan tahun dasar 2010

KEBIJAKAN PUBLIK EFISIENSI BAHAN BAKAR


Desain program seperti Clean Air Act melibatkan banyak aspek ekonomi

1. Pemerintah harus mengevaluasi dampak moneter terhadap konsumen

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 122


2. Pemerintah harus menentukan bagaimana standar baru tersebut
memengaruhi harga mobil
3. Pemerintah harus mempertanyakan mengapa masalah yang berkaitan
dengan polusi udara tidak dipecahkan oleh ekonomi yang berorientasi
pasar.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 123


PERTEMUAN 2
PERMINTAAN DAN PENAWARAN

a. Kurva Permintaan dan Penawaran

• Kurva Permintaan

✓ Kurva yang menampilkan hubungan antara jumlah barang


yang konsumen ingin beli dengan harga barang

✓ Persamaan hubungan antara kuantitas yang diminta


dengan harga dapat ditulis:

✓ Bentuk kurva permintaan :

Kurva permintaan ditunjukkan pada garis kurva D, kurva


ini menggambarkan bagaimana hubungan kuantitas
barang yang diminta konsumen bergantung pada tingkat
harganya. Konsumen akan membeli banyak saat tingkat
harga rendah.
PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 124
• Pergeseran kurva permintaan

Kurva permintaan mengalami pergerseran (Shifting) saat


masyarakat mengalami kenaikan tingkat pendapatan dan
menyebabkan kenaikan kuantitas, hal ini akan menggeser
kurva ke kanan dari seluruh permintaan. Pergeseran kurva
permintaan disebabkan oleh faktor :

➢ Pendapatan ➢ Jumlah pembeli


➢ Selera ➢ Ekspektasi

➢ Harga barang

• Kurva Penawaran

✓ Kurva yang menampilkan hubungan antara jumlah barang


yang diproduksi atau ditawarkan dengan tingkat harga barang.

✓ Persamaan hubungan antara kuantitas yang


ditawarkan dengan harga dapat ditulis:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 125


✓ Bentuk kurva penawaran :

Kurva penawaran ditunjukkan pada garis kurva S, kurva ini


menggambarkan bagaimana hubungan kuantitas barang
yang ditawarkan produsen bergantung pada tingkat
harganya. Jika Harga barang naik, maka jumlah barang yang
ditawarkan juga naik.

• Pergeseran kurva penawaran

Pergeseran kurva penawaran terjadi jika yang berubah adalah


faktor ceteris paribus. Sebagai contoh teknologi, bila teknologi
meningkat (ditemukan teknologi baru yang semakin canggih
yang memungkinkan produksi lebih banyak dan efisien), kurva
penawaran bergeser sejajar ke kanan. Jika teknologi menurun,
kurva penawaran bergeser sejajar ke kiri.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 126


a. Mekanisme Pasar

• Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas


yang mengakibatkan perubahan harga sampai pasar menjadi
seimbang (jumlah permintaan sama dengan jumlah
penawaran).

• Harga keseimbangan yaitu harga pada saat jumlah penawaran


dan permintaan dalam keadaan seimbang.

• Pasar seimbang pada tingkat harga dan kuantitas . Surplus terjadi


ketika tingkat harga lebih tinggi pada dan mengakibatkan harga
jatuh. Defisit (shortage) terjadi ketika tingkat harga lebih rendah
pada sehingga mengakibatkan kekurangan kuantitas dan harga naik.

b. Elastisitas Permintaan dan Penawaran

• Elastisitas adalah tingkat perubahan (dalam persen) suatu


variabel yang dipengaruhi oleh perubahan di variabel lain.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 127


Rumus elastisitas

• Kurva dan jenis suatu elastisitas

c. Efek Intervensi Pemerintah pada Harga

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 128


Tanpa kontrol harga yang dilakukan pemerintah, pasar akan bebas pada
tingkat ekuilibrium dan . Jika harga diatur tidak lebih tinggi dari Pmaks,
jumlah yang disediakan turun menjadi kuantitas yang diminta
meningkat menjadi dan kekurangan berkembang.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 129


PERTEMUAN 3
Teori Perilaku Konsumen

Menggambarkan bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatan


diantara berbagai barang dan jasa yang tersedia untuk memaksimumkan
kesejahteraan konsumen.

1. Preferensi
merupakan alas an orang memilih satu produk daripada produk lain.
A. Keranjang Belanja
adalah daftar kuantitas tertentu dari satu barang/lebih. misalnya
kombinasi antara pakaian dan makanan; Keranjang A
(20makanan+30Pakaian) dan Keranjang B (10makanan+50Pakaian),
dst.

B. Asumsi Preferensi
1. Kelengkapan
diasumsikan lengkap & dapat membandingkan serta
memeringkat semua kemungkinan keranjang belanja yang
tersedia.

2. Transtivitas
biasanya dianggap perlu bagi konsistensi konsumen.
keranjang A lebih disukai daripada B ; keranjang B lebih
disukai daripada C maka keranjang A lebih disukai daripada C

3. Banyak lebih baik daripada sedikit


Maksud daripada diinginkan -> yang bermanfaat. Konsumen
lebih menyukai banyak barang dan tidak pernah puas.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 130


C. Kurva Indiferensi

menggambarkan seluruh kombinasi keranjang belanja yang


memberikan konsumen tingkat
utilitas yang sama. Gambaran
Preferensi Individu

- Keranjang A lebih disukai


daripada keranjang G

- Keranjang E lebih disukai


daripada keranjang A

- Keranjang A tidak dapat


dibanding dengan keranjang
B,D,H.

Yang melintasi titik B,A,D artinya konsumen tidak peduli dengan ke-3
keranjang tersebut karena tidak dirugikan/diuntungkan.

Keranjangg yang diatas Ui dan dikanannya lebih disukai daripada lainnya.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 131


D. Peta Indiferensi

adalah grafik yang berisi sejumlah kurva indiferensi yang menunjukkan


berbagai keranjang belanja yang membuat konsumen sama puasnya /
menggambarkan selera konsumen.

U1 berpotongan dengan
Keranjang A lebih disukai daripada U2 Keranjang B lebih
keranjang lain dibawahnya disukai dari keranjang D

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 132


E. Tingkat Substitusi Marginal (MRS)

adalah jumlah max suatu barang yang bersedia diserahkan konsumen


untuk memperoleh tambahan satu unit
barang lain. Jumlah barang pada sumbu
vertical yang bersedia diserahkan untuk
dapat 1 unit tambahan pada sumbu
horizontal.

MRS = Jika MRS sepanjang kurva menurun ->


cembung. Kemiringan kurva indiferen
bertambah saat bergerak menuruni kurva
tersebut.

F. Substitusi Sempurna G. Komplementer Sempurna

dua barang dengan tingkat substitusi dua barang dengan MRS=0 / tak
marjinal salahsatu barang lain bernilai hingga; berbentuk siku ke kanan
konstan. MRS = 1

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 133


H. Utilitas

adalah angka yang mewakili tingkat utlitas yang diperoleh konsumen


dari suatu keranjang untuk menyederhanakan peringkat keranjang.

Fungsi Utilitas = rumus yang


menentukan tingkat utilitas setiap
keranjang.

Fungsi Utilitas Ordinal menghasilkan


peringkat berbagai keranjang;
mengurutkan dari keranjang yang paling
disukai ke tidak disukai.

Fungsi Utilitas Kardinal berhubungan dengan numeric keranjang yang tidak


sembarang dilipatgandakan.
2. Kendala Anggaran

Kendala yang dihadapi konsumen akibat terbatasnya pendapatan.


A. Garis Anggaran

adalah kombinasi barang dengan jumlah total uang yang dihabiskan sama
dengan pendapatan yang diterima.

B. Dampak Perubahan Pendapatan yaitu mengubah perpotongan vertical


anggaran garis anggaran tapi tidak mengubah kemiringan karena harga
barang tetap.

C. Dampak Perubahan Harga menyebabkan garis berputar pada titik


potong garis.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 134


3. Pilihan Konsumen

merupakan pilihan untuk memaksimalkan kepuasan dengan anggaran yang


terbatas. Dua syaratnya yaitu :

A. Harus ada digaris anggaran

Pilihan rasional yang sesuai adalah keranjang pada garis anggaran.

B. Harus memberikan kombinasi barang


& jasa yang paling disukai konsumen

Konsumen memaksimalkan kepuasan


dengan memilih keranjang A. Keranjang
B tidak dipilih karena MRSnya lebih
besar dari rasio harga, sehingga
kepuasan konsumen tidak maksimal.

Jadi, kepuasan mencapai maksimum ketika Manfaat Marginal = Biaya


Marginal

- Solusi Sudut

merupakan situasi dimana MRS untuk


satu barang dalam keranjang pasar yang
dipilih tidak sama dengan kemiringan
garis angggaran.

Konsumen memaksimalkan kepuasan


dengan hanya mengonsumsi salah satu
dari dua barang, pada garis AB, tingkat
kepuasan tertinggi ada di B dan U1.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 135


4. PREFERENSI NYATA

Rasio biaya sekarang dari sejumlah keranjang belanja konsumen tipikal


dibandingkan dengan biaya pada tahun dasar.

A. Indeks Biaya Hidup Ideal

merupakan biaya dalam mencapai tingkat utilitas pada harga sekarang


relative terhadap biaya dalam mencapai utilitas yang sama pada harga
tahun dasar.

B. Indeks Laspeyser

jumlah uang pada harga tahun dasar untuk membeli sejumlah barang
&jasa pada tahun dasar dibagi dengan biaya pembelian barang&jasa yang
sama pada tahun dasar.

Dibanding indeks biaya hidup ideal, Laspeyser memberikan kompensasi


yang lebih besar atas peningkatan biaya hidup sehinggga Indeks
Laspeyser lebih besar dari pada Indeks biaya Hidup Ideal.

C. Indeks Paasche

Jumlah uang pada harga tahun sekarang untuk membeli sejumlah barang
&jasa pada tahun sekarrang dibagi dengan biaya pembelian sejumlah
barang&jasa yang sama pada tahun dasar.

“Kepuasan itu terletak pada usaha,


bukan pada pencapaian hasil.
Berusaha keras adalah kemenangan
besar.”

-Mahatma Gandhi

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 136


KEWARGANEGARAAN

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 137


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1

1. Landasan Pendidikan Kewarganegaraan


• UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 37 Ayat (1) huruf b yang
menyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib
memuat pendidikan kewargenagaraan. Demikian pula pada Ayat (2)
huruf b dinyatakan kurikulum pendidikan kewarganegaraan.
• UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi lebih eksplisit dan
tegas dengan menyatakan nama mata kuliah kewarganegaraan
sebagai mata kuliah wajib.
• Pembukaan UUD 1945 alinea kedua
• UUD 1945 Pasal 27 ayat (3), Pasal 30 Ayat (1).

2. Hakikat, Visi, dan Misi Pendidikan Pancasila


Hakikat
Hakikat Pendidikan kewarganegaraan adalah suatu metode Pendidikan,
yang diperoleh dari nilai Pancasila sebagai kepribadian nasional, untuk
membekali dan memantapkan mahasiswa dengan pengetahuan sebagai warga
negara.
Visi
Sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan
program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya
sebagai manusia Indonesia seutuhnya dan memelihara budi pekerti
kemanusiaan yang luhur.
Misi
Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara
konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar Pancasila, rasa kebangsaan
dan cinta tanah air sepanjang hayatnya.

3. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan


Seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari seorang
warga negara dalam hubungan dengan negara dan memecahkan berbagai
masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan
konsepsi Filsafat Pancasila, menerapkan Konstitusi Negara dalam kehidupan
sehari-hari serta Geopolitik Indonesia dan Geostrategis Indonesia.

4. Tujuan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi


Menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku
yang cinta tanah air, bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara dan
ketahanan nasional kepada mahasiswa yang menguasai ilmu pengetahuan dan
seni yang dijiwai dan berdasarkan Pancasila.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 138


PERTEMUAN 2
1. Bangsa Dan Negara.
A. Bangsa
• Aspek Anthropologis= pengelompokan manusia dengan identitas
budaya tertentu, yang keterkaitannya terjadi karena ada
kesamaan

fisik, Bahasa, gaya hidup, serta tekad untuk mempertahankan.

• Aspek Politik= suatu pengelompokan manusiayang menunjuk pada


identitas bersama dalam suatu negara dan kesamaan kewarganegaraan
B. Negara
• suatu organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang bersama-
sama mendiami suatu mengurus tata tertib serta keselamatan
kelompok manusia tersebut.

• John Locke dan Rousseau =suatu badan hasil dari perjanjian


masyarakat.
• Mc. Iver= unsur pokoknya; pemerintah, komunitas rakyat, wilayah
tertentu
Teori terbentuknya negara

1. kenyataan, terpenuhinya unsur negara yaitu daerah, rakyat, dan


pemerintah berdaulat
2. ketuhanan, adanta kehendak tuhan
3. hukum alam , ciptaan alam
4. perjanjian, diadakan diantara manusia agar ada penguasa yang
bertugas mejamin kepentingan bersama, disebut dengan
perjanjian masyarakat
proses terbentuk negara

1. occupatie, pendudukan wilayah yang tidak bertuan


2. separate, wilayah yang memisahkan diri dari suatu negara
3. fusi , beberapa negara melebur menjadi satu
4. cessie, penyerahan suatu daerah kepada negara lain
5. accessie, bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras
6. anexatie, penaklukan suatu negara yang lebih dari 30 tahun tanpa
reaksi dari warga setempat
7. proklamasi, merdeka dari penjajahan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 139


bentuk negara
1. kesatuan, diatur pemerintah pusat yang memegang seluruh
kewenangan
2. serikat, terdiri atas beberapa negara bagian

B. Sifat-Sifat Negara

1. memaksa, memaksakan kehendak dan kekuasaannya


2. monopoli, menguasai hal tententu demi tujuan negara tanpa ada
saingan
3. totalitas, kewenangan negara untuk memaksimalkan kehidupan
masyarakatnya

C. Unsur Negara
1. konstitutif, wilayah meliputi udara,darat dan perairan, rakyat dan
pemerintah yang berdaulat
2. deklaratif, tujuan negara, UUD, de jure & de facto, masuk kedalam
perhimpunan bangsa-bangsa

D. Hak dan Kewajiban Warga Negara


• UUD 1945, hak WN yang diperoleh dari negara, seperti hak untuk hidup
secara layak dan aman dan lain-lain diatur dalam pasal 27 dan pasal 28
Kewajiban seperti membela negara menaati UU, dsb diatur dalam pasal
27, 28, dan 29 UUD 1945

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 140


PERTEMUAN 3

1. Pancasila sebagai Ideologi Negara dan Dasar Negara


• Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Hal ini sebagai kedudukan yuridis
formal karena tertuang dalam ketentuan hokum negara.
• Penegasan Pancasila sebagai dasar negara diperkuat dengan
Ketetapan MPR RI No. XVIII/MPR/1998 tentang Penegasan Pancasila
sebagai Dasar Negara
• Makna Pancasila sebagai dasar negara adalah nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila sebagai dasar atau pedoman normatif
dalam penyelenggaraan bernegara.

2. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka


• Ideologi Tertutup dan Ideologi Terbuka
Ciri-ciri ideologi tertutup:
a. Merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk megubah dan
memperbaharui masyarakat.
b. Atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan2 yang dibebankan
kepada masyarakat.
c. Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu, tetapi
tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang
diajukan dengan mutlak.

Ciri-ciri ideologi terbuka:

a. Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar,


melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu
sendiri.
b. Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang
melainkan hasil musyawarah dan consensus masyarakat tersebut
c. Niilao-nilainya bersifat dasar, secara garis sehingga tidak langsung
operasional.

• Nilai-nilai yang terkandung dalan Pancasila sebagai ideologi terbuka:


- Nilai dasar, yaitu hakikat nilai sila-sila Pancasila yang terdapat
pada Pembukaan UUD 1945.
- Nilai Instrumental, nilai-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan ke
dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan peraturan lainnya.
- Nilai Praktis, yang dilaksanakan sehari dalam kehidupan.
• Dimensi Pancasila sebagai ideologi terbuka:

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 141


- Dimensi realitas, dimana nilai-nilai dasar yang terkandung dalam
ideologi secara riil berakar dan hidup dalam masyarakat.
- Dimensi idealisme, memberikan harapan masa depan yang lebih
baik.
- Dimensi fleksibelitas, memiliki keluwesan dan memungkinkan
pengembangan pemikiran.

3. Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat


Pengamalan Pancasila dalam kehidupan dapat dilakukan dengan cara:
a. Pengamalan secara obyektif artinya warga negara dan penyelenggara
negara harus melaksanakan dan menaati peraturan perundang-undangan
sebagai norma hokum negara yang berlandaskan Pancasila.
b. Pengamalan subyektif artinya sebagai warga negara wajub mengamalkan
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

4. Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan dalam Menjalankan Tugas


berdasarkan Agama, Moral, dan Etika
• Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika.
• Nilai-nilai universal antara lain:
Kedamaian (peace), Penghargaan (respect), Tanggung jawab
(responsibility), Kebahagiaan (Happines), Kebebasan (freedom),
Toleransi (Tolerance), Kerjasama (cooperation), Cinta Kasih (love),
Kesederhanaan (simplicity), Persatuan(unity), Kejujuran (honesty),
Kerendahan hati (huminity).
• Agama,moral, etika berkaitan dengan nilai-nilai universal yang
menjadi pedoman manusia berperilaku dalam kehidupan dengan
sesamanya. Oleh karena itu, jika dalam menjalankan tugas mengacu
pada nilai-nilai universal di atas, maka kualitas nila kemanusiaan akan
terpenuhi.

“Ilmu tanpa akal ibarat seperti


memiliki sepatu tanpa kaki. Dan
akal tanpa ilmu ibarat seperti
memiliki kaki tanpa sepatu”

- Ali bin Abi Thalib

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 142


APLIKASI KOMPUTER PERKANTORAN
PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 143
PERTEMUAN 1
Perkembangan Teknologi dan Pemanfaatan Komputer

A. Teknologi Informasi dan Komunikasi


Teknologi Informasi: segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan
sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi Komunikasi: segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu
untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

B. Sejarah Singkat Teknologi


1. Generasi Pertama (1949 – 1955)
a. Tahun 1946
Prof. Eckert dan Mauchly dari University of Pennsylvania (AS)
mengembangkan komputer yang disebut ENIAC (Electronic Numerical
Integrator and Calculator) menggunakan high speed vacuum tube.
Komputer ini mempunyai kecepatan 200 micro detik untuk menjumlahkan
dua digit dan 2.800 micro detik untuk melakukan perkalian. Prof. John Von
Gambar 1.1. Vacuum Tubes Neumann memberikan konsep program
penyimpanan (store program), yaitu menyimpan instruksi dalam suatu
memori. Komputer dengan konsep ini didesain di Cambridge University di
Inggris di bawah pimpinan Maurice Wilkes.
b. Tahun 1949
EDSAC (Electronic Delay Storage Automatic Calculator) diselesaikan tahun
1949 dengan menggunakan mercury delay line untuk penyimpanannya.
c. Tahun 1950 - 1955 Lahir UNIVAC I yang dibuat oleh Univac Division of
Remington Rand yang menggunakan vacuum tubes dengan flaments
sebagai sumber elektron. Mesin ini memiliki waktu pengoperasian yang
terbatas karena tidak tahan panas. Masing-masing tube membutuhkan ½
watt dan komputer memerlukan 10.000 tubes. Waktu beroperasi ± 1 jam
karena jarak waktu untuk failure itu pendek. Pada tahun ini, konsep dalam
menggunakan operating system untuk komputer belum ada.
2. Generasi Kedua (1956 – 1965)
a. Pada komputer generasi kedua ini telah digunakan transistor untuk
menyusun komputer. Transistor mempunyai ciri-ciri, antara lain, sepuluh
kali lebih cepat, sepuluh kali lebih hemat dalam penggunaan listrik, sepuluh
kali lebih murah, sepuluh kali lebih kecil dibandingkan dengan tube.
Komputer jenis ini ditemukan oleh John Barden, Walter Brattain dan
William Shockley dari Bell Laboratories pada tahun 1948.
b. Media penyimpanan yang digunakan adalah magnetic core berbentuk
seperti ring (cincin) berdiameter 0.02” yang dibuat dari ferrite sehingga
dapat menghantarkan magnet.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 144


c. Magnetik core digunakan untuk menyusun RAM sehingga harganya mahal.
Pada periode ini sedang dikembangkan Magnetic Disk Storage.
d. Kapasitas memori 100 Kbytes.
e. Digunakannya high level language seperti FORTRAN (FORmula
TRANslator), COBOL (Common Business Oriented Language) dan
Algolsebagai bahasa pemrograman.
f. Komersial aplikasi terus dikembangkan pada periode ini dan mendominasi
pasar pada awal tahun 60-an. g. Lebih dari 80% komputer digunakan untuk
bisnis dan industri.
g. Semua sistem masih memakai sistem batch (batch oriented), akan tetapi
sistem penggajian, inventory control, penjualan, perencanaan produksi,
dan general ledger sedang dikembangkan.
h. Linear programming, Critical Path Methode (CPM) dan simulasi menjadi
populer. j. Mulai muncul profesi baru seperti system analyst, programmer,
dan sebagainya.
3. Generasi Ketiga (1966 – 1975)
a. Dimulainya pergantian Germanium transistor oleh silicon transistor.
b. IC (Integrated Circuit) berisi transistor, resistor, dan capasitor.
c. SSI (Small Scale Integrated) Circuit berisikan sepuluh transistor per chip.
d. MSI (Medium Scale Integrated) Circuit berisikan seratus Transistor per
chip.
e. Switching speed dari transistor sepuluh kali lebih cepat, lebih handal
(reliability), penggunaan power sepuluh kali lebih hemat dan ukurannya
sepuluh kali lebih kecil.
f. CPU dapat melaksanakan jutaan instruksi per detik.
g. Main memori berukuran sampai dengan 4 Megabytes, Hardisk berukuran
hingga 100 Megabytes h. Telah dikenal konsep Time sharing operation
system, on-line system.
h. High level language seperti FORTRAN IV, COBOL, dan PL/1 dikembangkan
dan digunakan sebagai bahasa pemrograman untuk bisnis.
4. Generasi Keempat
a. Dekade pertama (1976 – 1985)
1) Menggunakan Large Scale Integration (LSI) dan Very Large Scale
Integration (VLSI) yang berisi 50.000 transistor per chip.
2) Magnetic core diganti dengan semiconductor memories dengan ukuran
16 Mbytes dengan waktu perputaran mencapai 200 nano second
3) Hardisk telah digunakan di rumah-rumah dan kantor dengan kapasitas
hingga 1 gigabytes.
4) Dibangunnya system network.
5) Software terus berkembang seperti FORTRAN 77, PASCAL, ADA,
COBOL-74.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 145


6) Lahirnya Unix Operating system dan time sharing interactive system.
7) Systemnya user friendly dan highly reliable.
8) Harganya perangkat komputer sudah semakin murah.

b. Dekade kedua ( 1986 – 1995 )


1) Perkembangan kecepatan main processor, besarnya main memory dan
harddisk berkisar hingga empat kali lebih besar dalam setiap tiga tahun.
2) Muncul mainframe baru dan pada pertengahan tahun 90-an mainframe
yang diproduksi tahun 80-an tidak dipergunakan lagi
3) Alpha microprocessor chip yang dibuat oleh DEC pada tahun 1994
berisi 9,3 juta transistor per chip dan dapat mengerjakan milyaran
operasi per detik.
4) Untuk perhitungan telah mencapat 64-bit foating point arithmatic unit,
menggunakan 64-bit data dan 64-bit address buses.
5) Besarnya cache memory telah mencapat 64 Kbytes dan 32
registermenyimpan temporary operand.
6) Tiga perusahaan raksasa komputer yaitu Apple Computer, Motorolla
dan IBM, mulai bersaing secara ketat.
7) IBM mulai menciptakan Pentium pada tahun 1993.
8) Workstation pada tahun 1994 mulai bisa menggunakan harddisk
sebesar 1 Gbytes.
9) Optical disk mulai dibuat tetapi hanya bisa untuk membaca fle saja.
10) Optical disk dengan kapasitas sampai 600 Mbytes dapat dipasang pada
5 ¼“ disk drive sebagai Multimedia Application.
11) Jaringan komputer telah menggunakan Fiber Optic dengan transmisi
100 Mbits/sec- 1Gbits/sec.
12) Software dengan Bahasa C mulai berkembang, misalnya Object
Oriented Design, C++, Prolog, dan sebagainya.
5. Generasi Kelima (1995 – sekarang)
a. Berbagai macam media penyimpanan dikembangkan, termasuk media
penyimpanan portable dengan kapasitas besar
b. Microprocessor berkembang pesat dengan lebih dari 1 inti dalam 1 keping
processor (multicore)
c. Kecerdasan Buatan (Artifcial Intelligence) menjadi dasar pengembangan
komputer pada generasi ini.
d. Kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang berkaitan dengan
membuat komputer berperilaku seperti manusia. Istilah ini diciptakan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 146


pada tahun 1956 oleh John McCarthy dari Institut Teknologi
Massachusetts.
e. Kecerdasan buatan yang terus dikembangkan meliputi:
1) permainan game, pemrograman komputer yang dapat memainkan
game, seperti catur, Role Playing Game (RPG), dan sebagainya
2) expert system (sistem pakar), pemrograman komputer untuk
membuat keputusan dalam situasi kehidupan nyata (misalnya,
beberapa sistem pakar membantu dokter mendiagnosa penyakit
berdasarkan gejala)

3) natural language, pemrograman komputer untuk memahami bahasa


alamiah manusia
4) neural networks, sistem yang mensimulasikan kecerdasan dengan
mencoba untuk mereproduksi jenis koneksi fsik yang terjadi
dalamotak hewan
5) robotica, pemrograman komputer yang digunakan untuk melihat,
mendengar dan merasakan melalui rangsangan sensorik
6) Contoh lainnya: Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Robotic
Process Automation, Blockchain, Virtual Reality and Augmented
Reality, Cyber Security, Internet of Things.
C. Komputer dan Pemanfaatannya
Pengertian: peralatan elektronik terdiri dari beberapa komponen yang saling
bekerja sama untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data.
Pemanfaatan:
a. Sarana Komunikasi
b. Memudahkan Pekerjaan
c. Penunjang Pendidikan
d. Berbisnis
e. Media Hiburan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 147


PERTEMUAN 2

Membuat Kerangka Karya Tulis di MS Office Word dan Membuat Daftar Isi
Otomatis

1. Langkah awal kita mulai dengan mengaktifkan Panel Navigasi.


Panel Navigasi akan memudahkan kalian untuk menemukan atau mengedit
kerangka karya tulis. Cara mengaktifkannya, silakan kalian klik bilah View, lalu
centang pada bagian Navigation Panel. Lalu panel navigasi akan muncul secara
otomatis.

2. Atur format penulisan sesuai yang diinginkan.


3. Kelompok Font pada tab Home, dapat kalian gunakan untuk kostumisasi text
seperti, jenis font, style, warna, ukuran text seperti yang kalian inginkan.

4. Lalu disebelah kanannya ada kelompok paragraf, yang berguna untuk memberi
penomoran (numbering), mengatur jarak baris kalimat.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 148


5. Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka awal karya tulis seperti, judul, kata
pengantar, daftar isi, bab 1, dll.

6. Kerangka yang sudah dibuat tadi, selanjutnya diberi kategori Heading 1/ Heading
2, agar memudahkan kalian untuk membuat daftar isi nantinya. Jika sudah
sesuaikan lagi format penulisannya. Dan kalian juga sudah bisa menambahkan
Numbering.
7. Pengaturan Heading dapat kalian temukan disebelah kanan kelompok paragraf.

Catatan : Heading 1 untuk kerangka induk, Heading 2 untuk kerangka anak


8. Buat Page Break disetiap Kerangka dengan Heading 1. Hal ini berguna agar
kerangka kalian tidak hancur ketika kalian mengedit di salah satu bagian. Cara

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 149


untuk membuat Page Break, klik bagian awal kiri salah satu kerangka, lalu klik
insert lalu klik Page Break.

9. Insert Page Break disetiap Kerangka Induk. Seperti gambar dibawah

10. Lalu kalian bisa mulai menulis pembahasan karya tulis kalian, sambil
menyesuaikan semua tulisan agar sesuai format.
11. Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini,

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 150


12. Lalu yang terakhir, adalah membuat daftar isi secara otomatis. Caranya seperti ini,
kalian klik bagian References, lalu klik bagian Table of Contens, lalu kalian pilih
automatic table 1 atau 2 yang menurut kalian sesuai dengan karya tulis. Jika
kalian telah mengikuti langkah-langkah diatas, maka daftar isi otomatis akan
muncul seperti gambar dibawah

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 151


PERTEMUAN 3

A. Mengatur Penomoran Halaman Bab dan Non Bab


Mengatur penomoran bab seperti i,ii,iii,…. dan 1,2,3,… dalam satu dokumen, kita
menggunakan Section Break (Next Page). Langkah-langkah :
1. Buatlah 4 halaman yang nantinya halaman 1 dan 2 akan diberi nomor i dan ii,
sedangkan halaman 3 dan 4 akan diberi nomor 1 dan 2
2. Gunakan Section Break (Next Page) disetiap halamannya. Seperti gambar
berikut :

3. Pada halaman 1, klik tab Insert → Page Number → Bottom of Page →Plain
Number 2 ini membuat nomor muncul di bagian bawah setiap halaman secara
berurutan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 152


4. Ubah menjadi tipe i,ii,iii… dengan cara “Format Page Number”
Pada ms word 2007 pilih tab Design -> Header & Footer -> Page Number ->
Format Page Number.
Setelah itu akan muncul window Page Number Format. Lalu pada kolom
Number Format, pilih i, ii, iii,..., setelah itu klik OK.
Maka semua halaman akan bernomor i, ii, iii, iv, dst secara berurutan.
Seperti gambar seperti berikut :

5. Mengubah halaman 3 dan 4 menjadi 1,2,3,… Double-Click bagian Footer di


halaman 3.
6. Klik tombol Link to Previous yang terdapat pada tab Design supaya format
halaman 3 dan 4 tidak mengikuti halaman sebelumnya (Halaman 1 dan 2).

7. Pada Footer halaman 3, lakukan Format Page Number (langkah nomor 4). Ubah
kolom Number Format menjadi 1, 2, 3,... Pada bagian Page Numbering pilih
Start at, lalu ketik “1” supaya halaman 3 memiliki penomoran 1 pada
halamannya.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 153


8. Sehingga hasil akhirnya adalah halaman 1 bernomor i, halaman 2 bernomor ii,
halaman 3 bernomor 1, dan halaman 4 bernomor 2.

B. Setting Margin, Huruf, Spasi, dan Alignment paragraf


1. Mengatur Margin
Pada Ms. Word 2007 klik tab Page Layout -> Margins -> pilih Custom Margins.
Lalu isi kolom Top, Left, Bottom, Right sesuai keinginan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 154


2. Mengatur Huruf
Klik tab Home, pada Group Font pilih jenis font, ukuran font, dan type font yang
diinginkan.

3. Mengatur Spasi
Pada Ms. Word 2007, Klik tab Home, pada Group Paragraph, pilih tanda panah
yang terletak di pojok kanan bawah. Lalu akan muncul window Paragraph.
Pada bagian Spacing, silahkan atur spasi seuai dengan keinginan.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 155


4. Mengatur Alignment Paragraf

Alignment pada paragraf ada 4 yaitu:


a. Align Left: membuat paragraf menjadi rata kiri (Ctrl+L)
b. Center : membuat paragraf menjadi rata tengah (Ctrl+E)
c. Align Right : membuat paragraf menjadi rata kanan (Ctrl+R)
d. Justify : membuat paragraf menjadi rata kiri dan kanan (Ctrl+J)

C. Menyisipkan tabel dan gambar


a) Menyisipkan tabel
1. Pada Ms. Word 2007, pilih tab Insert -> klik Table pada menu Tables

2. Lalu pilih berapa kolom dan baris tabel yang ingin dibuat.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 156


3. Jika pilihan baris dan kolom tidak ada yang disediakan secara langsung, maka
dapat memasukan jumlah baris dan kolom sesuai keinginan dengan cara
pilih Insert Table, lalu masukan baris dan kolom sesuai keinginan.

b) Menyisipkan gambar
1. Pada Ms. Word 2007, pilih tab Insert -> pilih Picture di menu Illustrations

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 157


2. Pilih gambar yang akan disisipkan dalam Ms. Word, Lalu atur ukuran
gambar sesuai keinginan. Setelah itu akan muncul gambar seperti ini :

D. Mengecek Spelling dan Grammar


Dalam Ms. Word 2007, Sebelum cek spelling dan grammar, maka terlebih dahulu
kita pastikan bahwa bahasa yang akan kita gunakan telah terinstall dalam komputer
kita yaitu dengan cara klik tombol bahasa di sudut bawah jendela Ms. Word 2007.

Setelah tombo tersebut dipilih akan muncul jendela Language. Jika bahasa telah
terinstal dikomputer anda maka akan ada simbol  pada sebelah kiri bahasa yang
akan anda gunakan untuk mengecek kebenaran kata dalam Ms. Word. Pilih bahasa
yang akan digunakan. Lalu pilih OK.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 158


Contoh bahasa yang akan saya gunakan adalah bahasa inggris. Setelah itu ketik
kalimat yang menggunakan bahasa inggris. Jika dalam penulisan terdapat
kesalahan, maka akan ada garis merah dibawah kata yang salah.

E. Mengekspor file docx ke pdf


1. Silakan kalian klik tombol “file” pada pojok kiri atas layar kalian.

2. Lalu akan muncul menu seperti gambar dibawah ini. Klik pada bagian “export”, lalu
klik “create pdf/xps”. Lalu akan muncul jendela baru.

3. Saat muncul jendela baru seperti gambar ini, silakan masukkan nama file sesuai
yang diinginkan, lalu klik “publish”

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 159


Catatan super penting!!: jika kalian menggunakan ms office yang lawas
(mohon jgn tersinggung) mungkin kalian tdk menemukan tombol export
seperti gambar. ada solusi yang bisa penulis sarankan yaitu, update ms office
kalian atau jika tdk ingin repot2, silakan gunakan situs convert docx kepdf.

“Agama tanpa ilmu adalah buta.


Ilmu tanpa agama adalah lumpuh”. -
Albert Enstein

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 160


BUDAYA NUSANTARA

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 161


HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
PUSTAKA DANANJAYA

PERTEMUAN 1

Kepulauan Sebelah Barat Sumatera

1. NIAS
a. Di sebelah Barat Sumatera ada suatu deret kelompok kepulauan yang
merupakan bagian dari deret-deret pulau-pulau di pinggir deret pokok
dari kepulauan Indonesia. Nias merupakan pulau terbesar dari seluruh
deret.
b. Bahasa Nias juga termasuk rumpun bahasa Melayu-Polinesia, tetapi agak
berbeda dengan bahasa Nusantara lainnya sifatnya vokalis, yaitu tidak
mengenal konsonan di tengah maupun akhir kata. Bahasa Nias
mempunyai dua logat, yaitu logat Nias Utara (dipergunakan di Nias
bagian Utara, Timur dan Barat) dan Nias Selatan atau Tello (dipergunakan
di Nias bagian Tengah, Selatan dan Kepulauan Batu).
c. Sebagian besar masyarakat Nias beragama Kristen Protestan, selain itu
ada juga yang beragama Islam, Katolik, Budha dan Pelebegu. Penganut
Islam sebagian besar adalah Nias keturunan Minagkabau, Aceh dan
Bugis, sedangkan umat Budha adalah orang Nias Keturunan Cina.
Pelebegu adalah nama agama asli diberikan oleh pendatang yang berarti
“penyembuh roh
d. Sistem Pengetahuan yang dimiliki suku Nias sudah cukup berkembang.
Diantaranya mereka mengetahui akan kesadaran waktu di dalam
kehidupan. Suku Nias juga memiliki ahli astrologi yang dikenal sebagai
orang Boronadu atau Sibihasa
e. Kesenian antara lain Fahombo atau Lompat Batu, Tarian Perang Fataele,
Tarian Maena yang Penuh Sukacita, Pakaian adat Suku
Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si’öli untuk
pakaian perempuan.
f. Alat musiknya, Doli-Doli Gahe, Gondra, Nduri Mbewe, Aramba, Faritia,
Druri Dana, Raba (Tello).
g. Mata pencaharian hidup : Bercocok tanam dilakukan di ladang (sabe’e)
dan sawah (laza), Berburu binatang sokha (babi hutan), laosi (kancil),
boho (rusa), nago atau laoyo (kijang), sigolo (tenggiling), bogi (kalong)
dan lain-lain, Menangkap ikan antara lain ikan mugu (teri air tawar),

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 162


Beternak Binatang yang diternakkan yang utama adalah babi, dan
pertukangan.
h. Saat ini Pemerintah Nias sedang berupaya untuk membangun daerahnya,
salah satunya adalah melalui sektor pariwisata. Pembangunan ini
dilakukan sejalan dengan kearifan lokal penduduk Nias. Selain itu
sektor-sektor lain pun diharapkan dapat dibangun secara menyeluruh
termasuk dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia.

2. MENTAWAI
a. Kabupaten Kepulauan Mentawai terletak di Pulau Siberut, Pulau Sipora,
Pulau utara dan Pulau Selatan di Provinsi Sumatera Barat.
b. Bahasa Mentawai yang mereka pergunakan adalah bahasa Mentawai
yang merupakan bahasa dari rumpun Austronesia.
c. Sebagian besar masyarakat Mentawai beragama Kristen Protestan,
selain itu ada juga yang beragama Katolik dan Islam.
d. Kesatuan sosial yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat Mentawai adalah keluarga batih.
e. Sistem pengetahuan yang dimiliki oleh orang Mentawai sangat penting
dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang dimiliki orang Mentawai
yang tinggal dipesisir pantai berbeda dengan pengetahuan yang dimiliki
oleh orang Mentawai yang tinggal di hulu sungai. Pengetahuan masing-
masing akan dipraktekkan sesuai dengan kondisi alam masing-masing
juga.
f. Seni dan Budaya mentawai : tato mentawai, gigi runcing perempuan
Mentawai, tarian Turuk laggai, alat musik kateuba.
g. Mata pencaharian : Berkebun Tanaman pokoknya adalah keladi dan ubi
jalar, selain itu juga padi, pisang, pepaya, tebu, sayur-mayur, bumbu-
bumbuan dan ramu-ramuan. Menangkap ikan Selain menggunakan
pancing, tombak jala, atau perangkap-perangkap, mereka juga
menagkap ikan dengan cara meracuni air. Berburu Alat yang digunakan
adalah panah, dengan dibantu oleh anjing-anjing.
h. Saat ini, Mentawai termasuk dalam 122 kabupaten tertinggal. Fokus
utama pemerintah saat ini adalah melakukan pembangunan infrastruktur
yang bisa mengoneksikan daerah-daerah terisolir. Dengan terbukanya
akses transportasi, diharapkan akan menggerakkan kegiatan ekonomi
dan memajukan taraf hidup masyarakat Mentawai. Pembangunan yang

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 163


dilakukan tersebut harus mempertimbangkan keberadaan suku asli
Mentawai yang masih hidup harmonis di dalam
perdalaman.Pembangunan besar-besaran tidak seharusnya mengusik
tatatan kearifan lokal yang sudah terbangun selama ratusan tahun.
3. BATAK
• FAKTA DEMOGRAFIS
Batak adalah nama sebuah suku bangsa di Indonesia, suku ini kebanyakan
bermukim di Sumatera Utara, namun ada sebagian yang
Tinggal di perbatsan propinsi Aceh dan Sumatera Barat. Orang Batak
mendiami sebagian besar daerah pegunungan Sumatera Utara mulai dari
perbatasan Daerah Istimewa Aceh di sebelah utara sampai keperbatasan
Riau dengan Sumatera Barat di sebelah selatan, juga mendiami tanah datar
yang berada diantara daerah pegunungan dengan
Pantai timur Sumatera Utara dan pantai barat Sumatera Utara Dengan
demikian, orang Batak berada di Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli
Hulu, Serdang Hulu, Simalungun, Dairi, Toba, Humbang, Silindung, Angkola,
dan Mandailing serta Kabupaten Tapanuli Tengah.
Secara geografis orang Batak banyak mendiami sebagian besar daerah
pegunungan Sumatera Utara, juga beberapa daerah seperti:
- Perbatasan daerah Aceh
- Perbatasan Riau dengan Sumatera Barat bagian Selatan
- Tanah datar diantara daerah pegunungan
- Pantai Timur Sumut
- Pantai barart Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Deli Hulu, Serdang Hulu,
Simalungun, Dairi, Toba, Humbang, Silindung, Angkola, MandailinSe, dan
Kabupaten Tapanuli Tengah
Secara geografis prang batak data dibagi menjadi 5 sub etnis.
- Batak simalungun - Batak Pak Pak
- Batak Toba - Batak Mandailing
- Batak Karo
-
• UNSUR UNSUR KEBUDAYAN UNIVERSAL SYSTEM RELIGI DAN UPACARA
KEAGAMAAN
Terdapat agama Islam dan Kristen Protestan yang diperkirakan masuknya
pada masa yang sama yaitu pada tahun 1810-an. Agama Islam disiarkan oleh

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 164


orang-orang Minangkabau, yang sebagian besar dianut oleh orang Batak
Selatan seperti Mandailing dan Angkola.
- Agama Kristen disiarkan ke daerah Toba, Simalungun oleh organisasi
penyiar agama dari Jerman (Rheinische Missions Gesselschaft) dan tahun
1863 ke daerah Karo oleh penyiar agama dari Belanda
(Zendelingsgenootschaap).
- Kini agama Kristen Protestan dianut sebagian Orang Batak di bagian
utara
Mayoritas orang Batak beragama Kristen dan Islam, tetapi ada pula yang
masih menganut kepercayaan animisme (disebut Parmalim)

• SYSTEM DAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN


Kepemimpinan
Kepemimpinan dalam masyarakat Batak Karo terpisah menurut tiga bidang
yaitu bidang adat , bidang pemerintahan, dan di bidang keagamaan.
Masyarakat Batak Tua percaya bahwa DALIHAN NA TOLU adalah penerapan
kuasa Mulajadi Na Bolon. Mulajadi Na Bolon merupakan sebuah konsep
mistis dan religius sebagai sumber kebenaran dan kekuasaan. Mulajadi Na
Bolon berkembang dalam masyarakat Batak dan mempunyai wujud
pancaran kekuasan Debata Na Tolu yaitu:
a. Batara guru sebagai fungsi kebijakan
b. Debatasori Sohaliapan sebagai kesucian
c. Debata Balabulan sebagai fungsi kekuatan

Perkawinan
Perkawinan yang ideal Perkawinan pada suku Batak merupakan suatu
pranata yang mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita tetapi
mengikat suatu hubungan tertentu, sehingga seorang laki-laki suku bangsa
Batak tidak bebas dalam memilih jodoh. Perkawinan yang ideal: Perkawinan
yang dianggap ideal adalah perkawinan antara wanita rimpal (marpariban
bhs Batak Toba) yaitu perkawinan antara laki-laki Batak dengan anak
perempuan saudara laki-laki ibunya.

Perkawinan lari
Perkawinan yang diluar prosedur adalah perkawinan lari (mangalua). Hal ini
terjadi karena tidak terdapat persesuaian antara salah satu pihak atau dua

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 165


belah pihak kaum kerabat.
Pada kawin lari ini dalam waktu kurang dari satu hari kaum kerabat pihak laki-
laki harus mengirimkan delegasi ke rumah orang tua si gadis untuk
memberitahukan bahwa anak gadis mereka telah dibawa dengan maksud
dikawini (diparaja, bahasa Toba)

Marga
Marga adalah sekelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah
(patrilinial). Sistem patrilinial memutuskan garis keturunan selalu
dihubungkan dengan laki-laki. Seorang Batak merasa hidupnya lengkap bila
ia telah memiliki anak laki-laki yang akan meneruskan marganya. Semua satu
marga dilarang saling mengawini (tidak berlaku bagi orang Batak Mandailing
dan Batak Angkola) dan sesamua marga disebut dalam Dalihan Natolu
disebut Dongan Tubu.

Kekerabatan
penting Dalam ritual Batak, misalnya pesta perkawinan, posisi duduk dalam
acara adat Batak sangat penting yang kemudian dimaknakan dalam
kehidupan sehari hari. Dalam kehidupan sehari hari, kekerabatan adalah
kunci pelaksanaan dari falsafah hidupnya (Barospati gorga). Kekerabatan ini
untuk mempersatukan hubungan darah sehingga dapat menentukan sikap
kita untuk memperlakukan orang lain dengan baik.

Sistem Organisasi Sosial


Pola Perkampungan. Sebagian besar masyarakat Batak masih hidup di dalam
pedesaan. Pedesaan itu disebut Huta, Kuta, Lumban, Sosor, Bius, Pertanian,
Urung dan Pertumpukan. Huta adalah persekutuan hukum dan adat terkecil.
Huta merupakan tempat tinggal mereka
yang berasal dari satu ompu, satu moyang, dengan atau tanpa boru. Jadi
berdasarkan
keturunan dan perkawinan. Pada orang Karo, Simalungun dan Mandailing
tiap desa mempunyai balai desa yang dipakai untuk sidang pengadilan dan
sidang lainnya. Pada orang Toba balai desa ini digantikan dengan apa yang
disebut partunghoan (baca: partukkoan)

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 166


• SYSTEM PENGETAHUAN
- Di Bidang Keamanan. Setiap huta atau kuta dahulu dikelilingi oleh suatu parit,
juga suatu dinding tanah yang tinggi dan rumpun bambu yang tumbuh rapat.
- Di Bidang Kemasyarakatan. Dibagian dalam suatu huta terdapat dua atau
lebih deretan rumah dan halaman diantaranya dipakai untuk mengadakan
pesta perkawinan, upacara kematian, juga didirikan lumbung lumbung untuk
menyimpan hasil panen.
- Di Bidang Seni ,Rumah-rumah adat selalu dihiasi dengan hiasan yang
bermakna, dilengkapi dengan warna hitam merah dan kuning
- Di bidang perkawinan. Masyarakat Batak memberi jalan keluar bila calon
pengantin tidak disetujui oleh kedua belah pihak orang tua mereka dengan
mengadakan kawin lari meskipun harus dipenuhi persyaratan yang ada.
- Di Bidang Kekerabatan.Masyarakat Batak memiliki falsafah hidup yang tetap
menghormati dan menjaga kerukunan kekerabatannya yaitu falsafah Dalihan
Natolu
- Di Bidang Pengobatan. Masyarakat Batak memiliki falsafah hidup yang tetap
menghormati dan menjaga kerukunan kekerabatannya yaitu falsafah Dalihan
Natolu. Dari sejak dulu suku Batak telah menggunakan pengobatan secara
tradisional, baik dengan menggunakan bahan tumbuhan maupun dengan
upacara ritual.

• BAHASA
Bahasa batak dibagi menjadi beberapa diantaranya:
Bahasa Batak Toba adalah salah satu bahasa daerah yang terutama
dipertuturkan di daerah sekitar Danau Toba dan sekitarnya,
meliputi Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Toba
Samosir, Sumatra Utara, Indonesia. Bahasa Batak Toba termasuk
dalam rumpun bahasa Austronesia, dan merupakan bagian dari kelompok
bahasa-bahasa Batak.
Bahasa Pakpak atau biasa disebut Kata Pakpak adalah sebuah bahasa yang
terdapat di provinsi Sumatera Utara. Bahasa Pakpak merupakan bahasa asli
dari Suku Pakpak.
Bahasa Batak Angkola adalah salah satu bahasa daerah yang terutama
dipertuturkan di daerah Tapanuli bagian Selatan, meliputi Tapanuli

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 167


Selatan, Padangsidimpuan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan
sebagian kecil Mandailing natal, Sumatera Utara, Indonesia. Bahasa Batak
Angkola termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, dan merupakan
bagian dari kelompok bahasa-bahasa Batak.

• KESENIAN
A. Pakaian Adat
Pakaian adat dikenal dengan ulos. Ulos adalah kain tenun khas Batak yang
berbentuk selendang. Secara harafiah ulos berarti selimut, pemberi
kehangatan
badaniah dari terpaan udara dingin. Dalam perkembangannya ulos juga
diberikan kepada orang “bukan Batak”, sebagai penghormatan dan kasih
sayang.
Ada beberapa macam ulos, antara lain:
1) Ulos Ragidup 4) Ulos Nametmet
2) Ulos Ragihotang 5) Ulos Nabalga
3) Ulos Sibolang

B. Tarian Tradisional
Tor-tor, dilihat dari gerakan badan, tarian tor-tor dapat dibagi menjadi:
1) Pangurdot, yang bergerak hanya tumit, kaki hingga bahu
2) Pengeal, yang bergerak hanya pinggang, punggung hingga bahu
3) Pandenggal, yang bergerak hanya lengan, telapak tangan hingga jari
tangan
4) Siangkupna, yang bergerak hanya leher
5) Hapunana, yang bergerak hanya wajah.

C. Lagu Tradisional

D. 1) Ketabo 4) Dago Inang Sarge


2) Sinanggar Tullo 5) Ungut – Ungut
3) Sigulempong 6) Sitogol

E. Musik
Jenis musik tradisional Batak Toba :
1) Gondang

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 168


2) Sarune bolon yaitu jenis alat tiup
3) Ogung yaitu sejenis gong yang jumlahnya ada 4 yang mempunyai fungsi
masing – masing pada saat dimainkan.

F. Alat Musik
• Gedang Batak
• Hasapi
• Garuntung

• SYSTEM MATA PENCAHARIAN


Mata pencaharian hidup suku Batak dapat dikategorikan :
Bercocok tanam disawah atau diladang
Alat – alat utama dalam bercocok tanam :
1. Cangkul
2. Bajak (tenggala), juda sapi atau kerbau untuk menarik
bajak
3. Tongkat tugal
4. Sabit untuk memotong padi
Peternakan
Kerbau, sapi, babi, kambing, ayam dan bebek
Menangkap ikan
Pekerjaan dilakukan secara eksklusif oleh orang laki – laki dalam perahu
dengan jala, pancing, dan perangkap ikan

• PERALATAN DAN TEKNOLOGI


Sistem Pertanian
Ansuan berfungsi sebagai cangkul terbuat dari batang pohon enau Ordang
berfungsi sebagai alat pelobang tanah Panasapi berfungsi untuk
membersihkan pematang sawa. Pangali berfungsi sebagai penggali tanah
Sorha-soreng ha berfungsi sebagai pembajak sawah

Alat tenun tradhisional


Busur Hapas berfungsi sebagai membusur kapas, dibuat dari bambu Sorha
tangan berfungsi untuk memintal benang, roda digerakkan dengan tangan
Sorha pat berfungsi untuk memintal benang, roda digerakan dengan kaki
Erdeng erdeng (panghulhulan) berfungsi untuk menggulung benang

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 169


Alat Berburu
1. Ultop berfungsi untuk menembak
2. Sumbia, berfungsi memanah Pulur (peluru anak panah)
4. Pana, busur panah dengan anak panah

Alat menangkap ikan


1. Solu lunjup, jenis sampan khusus di air deras
2. Solu Jambang, Sampan dipakai di air yang tak mengalir
3. Hole berfungsi sebagai dayung
4. Goli goli berfungsi sebagai tempat duduk dalam sampan
5. Tahu tahu berfungsi untuk membuang air yang masuk dalam sampan

• MASALAH PEMBANGUNAN DAN DEMODERNISASI


Aspek pembangunan dari suku Batak yaitu masuknya sistem sekolah dan
timbulnya kesempatan untuk memperoleh prestise social. Terjadinya jaringan
hubungan kekerabatan yang berdasarkan adat dapat berjalan dengan
baik. Adat itu sendiri bagi orang Batak adalah suci. Melupakan adat
dianggap sangat berbahaya.
Setelah masuknya modernisasi ke suku batak, orang batak mengolah
tanahnya pun sudah menggunakan mesin untuk mengolah tanah,
pemanenan dengan menggunakan sabit dan mesin pembersih padi dari
jeraminya. Sudah jarang yang menggunakan pupuk kandang atau kompos
untuk ladang atau sawahnya dan lebih memilih menggunakan pupuk kimia
dan pestisida.
Dalam perkembangannya yang sekarang , orang Batak Toba memandang
bahwa jalan menuju tercapainya ketiga nilai hamoraon , hagabeon dan
hasangapon. Oleh karena itu orang batak toba sangat menganggap penting
nilai pendidikan bagi anak. Hal ini tentulah tidak dapat dilepaskan dari sejarah
masuknya pendidikan yang dibawa oleh Zending dari Jerman ke tanah toba
pada masa dahulu. Oleh karena itu , tidaklah mengherankan bahwa kemajuan
orang Batak Toba dalam ( dan berkat ) pendidikan adalah sangat pesat.
Meskipun dalam hal ini masih terdapat anggapan lama ( tentunya tidak dapat
di generalisasi ) bahwa keutamaan dalam pendidikan masih ditunjukan pada
anak laki laki.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 170


BUDAYA NUSANTARA
PERTEMUAN KE-2
“BUDAYA ACEH DAN MINANGKABAU”

A. KEBUDAYAAN ACEH
1. Geografis
-Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511–1959),
kemudian Daerah Istimewa Aceh(1959–2001), Nanggroe Aceh
Darussalam (2001–2009), dan terakhir Aceh (2009–sekarang).
Sebelumnya, nama Aceh biasa ditulis Acheh, Atjeh, dan Achin.
- Provinsi Aceh terletak antara 01o58’37,2”–06004’33,6” Lintang Utara
dan 94057’57,6”–98017’13,2” Bujur Timur dengan ketinggian rata-rata
125 meter di atas permukaan laut.
- Batas-batas wilayah Provinsi Aceh, sebelah Utara dan Timur
berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah Selatan dengan Provinsi
Sumatera Utara dan sebelah Barat dengan Samudera Indonesia.

2. Data Statistik (2018)


Luas Provinsi Aceh : 57.956 km2
Provinsi Aceh terdiri atas:
-18 kabupaten;
-5 kota;
-289 kecamatan; &
-6.514 gampong atau desa.
JumlahPenduduk : 5.281.314 jiwa
(laki-laki 2.638.423 jiwa dan perempuan 2.642.891 jiwa)
Laju Pertumbuhan Penduduk PerTahun (2017-2018):1,77%
Suhu/Temperatur rata-rata : 27,460 –28,780
Kelembapan rata-rata : 74,57% –89,49%

3. Sistem Religi
-Aceh yang dikenal dengan sebutan “Serambi Mekah, memiliki unsur-
unsur kebudayaan yang sangat dipengaruhi oleh k ebudayaan Islam.
-Pesantren merupakan lembaga agama yang berperan sangat
strategis dalam membentuk pribadi masyarakat. Selain berfungsi
sebagai pembinaan umat, pesantrenpun menjadi media dalam
membawa pembaharuan dan pemikiran Islam sekaligus mencetak
cendikiawan muslim atau ulama.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 171


-Adat atau hokum adat tidak boleh bertentangan dengan agama.
Sesuatu yang diputuskan oleh para pemimpin harus sesuai dengan
syariat agama dan jika bertentangan dengan syariat agama maka
hukum adat tersebut harus dihapuskan.
-Adat adalah kebiasaan dan tata cara yang dijalankan oleh
Poteumeureuhom (sultan atau penguasa). Poteumeureuhem
bukanlah Sultan Aceh saja, tetapi juga para uleebalang, kepala mukim
atau imeummukim dan keusyik (kepala gampong).

4. Sistem Budaya
-Adat juga tidak terlepas dengan kebiasaan yang disebut dengan
reusam. Reusam identic dengan tatanan seremonial kegiatan ahli-ahli
adat seperti upacara penyambutan lintobaro (pengantin baru),
upacara penyambutan tamu agung, upacara pergi ke laut atau
nelayan, bertani, berdagang atau berladang.
-Qonun adalah perundang-undangan dan adat dari badan legislatif .
Qonun mengatur tata cara kehidupan sehari-hari seperti pesta
perkawinan, busana serta kegiatan wanita lainnya.
-Kedudukan wanita Aceh setara dengan kaum prianya. Terdapat
banyak wanita yang mempunyai kedudukan penting, bahkan karena
jasanya terhadap Negara diberi gelar pahlawan, misalnya Cut Nya
‟Dien, Cut Mutiah, Laksamana Malahayati yang menjadi nama kapal
perang Republik Indonesia. Sesudah menikah, suami ikut bertempat
tinggal di rumah isteri, yang disebut matrilokal, sampai mereka
mempunyai rumah sendiri.

5. Sistem dan Organisasi Kemasyarakatan


-Sistem kekerabatan masyarakat Aceh merupakan kombinasi antara
budaya Minangkabau dan Aceh, di mana bentuk kekerabatan yang
terpenting adalah keluarga inti dengan prinsip keturunan bilateral.
-Adat menetap sesudah menikah pada umumnya bersifat matrilokal.
Selama masih tinggal dalam rumah mertua, suami belum mempunyai
tanggungjawab terhadap rumah tangga dan yang
bertanggungjawab adalah ayah pihak wanita.
• Sistem kemasyarakat di Aceh terdiri dari:
1) Keurajeun (Kesultanan), dipimpin oleh Sultan
2) Sagoë (setingkat propinsi), dipimpin oleh Panglima Sagoë, dan
3) Nanggroë (setingkat Kabupaten), dipimpin oleh Ulee Balang

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 172


4) Mukim (setingkat kecamatan), dipimpin oleh Imeum Mukim
5) Gampông (setingkat desa), dipimpin oleh Keuchiek
• Penggolongan masyarakat adalah sebagai berikut:
a. Golongan rakyat biasa, yang dalam istilah Aceh disebut Ureung Le
(orang kebanyakan).
b. Golongan hartawan, golongan ini cukup berperan dalam soal
kemasyarakatan sebagai penyumbang dana.
c. Golongan ulama/cendikiawan, mereka memiliki ilmu pengetahuan
sehingga mereka disebut orang alim dengan gelar Teungku. Mereka
berperan dalam masalah agama dan kemasyarakatan.
d. Golongan kaum bangsawan, termasuk di dalamnya keturunan
Sultan Aceh yang bergelar "Tuanku" keturunan "Uleebalang" yang
bergelar "Teuku" (bagi laki-laki) dan "Cut" (bagiperempuan).
-Meskipun ada penggolongan masyarakat yang demikian, tetapi
tidak seperti sistem kasta. Setiap anggota masyarakat tidak
dibedakan kedudukannya dalam hukum dan agama.

-Lembaga adat adalah suatu organisasi kemasyarakatan yang


dibentuk oleh masyarakat, mempunyai wilayah tertentu dan
mempunyai harta kekayaan tersendiri, serta berhak dan berwenang
mengatur dan mengurus serta menyelesaikan hal-hal yang berkaitan
dengan adat.
-Lembaga adat bersifat otonom dan independen sebagai mitra
Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota sesuai dengan
tingkatannya. Saat ini, kedudukan lembaga adat sudah formal dan
dasar hukumnya pun sudah diatur dalam Qanun (Peraturan Daerah)

6. Sistem Pengetahuan
-Salah satu sistem pengetahuan yang masih digunakan adalah tradisi
menangkap ikan di laut (meupayang) yang terdapat di kabupaten
Aceh Besar.
-Keunikan tradisi ini adalah cara menangkap ikan yang menggunakan
Pukat Aceh, yaitu sejenis pukat pantai (beach seine), berbentuk jaring
panjang, bersayap, dan memiliki sebuah kantong pada bagian
ujungnya.
-Alat ini khusus digunakan untuk menangkap ikan pada lokasi yang
berpantai landai dan berpasir.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 173


7. Bahasa
-PROVINSI Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki bahasa
terbanyak di Pulau Sumatra. Tercatat ada sepuluh bahasa yang masih
digunakan oleh masing-masing etnis pemiliknya, yaitu:
1. bahasa Aceh, 6. bahasa Kluet,
2. bahasa Tamiang, 7. bahasa Jamee,
3. bahasa Gayo, 8. bahasa Sigulai,
4. bahasa Alas, 9. bahasa Devayan,
5. bahasa Singkil, 10. bahasa Haloban.
Dari sepuluh bahasa tersebut, ada bahasa yang dituturkan oleh
mayoritas,
yaitu bahasa Aceh dan ada pula bahasa yang dituturkan oleh
minoritas, yaitu bahasa Haloban dan bahasa Kluet

8. Kesenian
-Perkembangan kesenian Aceh dipengaruhi oleh unsur seni Islam
yang lebih menonjol, baik dalam syair-syairnya maupun pakaian yang
dikenakan oleh para penari. Sebagai contoh Hikayat Perang Sabil dan
Hikayat Malem Diwa.
-Kesenian Aceh secara umum terbagi dalam seni tari, seni sastra dan
cerita rakyat. Adapun ciri-ciri tari tradisional Aceh adalah sbb:
• bernafaskan Islam,
• ditarikan oleh banyak orang (massal),
• pengulangan gerak serupa yang relatif banyak memakan waktu
penyajian yang relatif panjang,
• kombinasi tari,
• musik dan sastra,
• pola lantai yang terbatas,
• disajikan dalam kegiatan khusus,
• gerak tubuh terbatas .

9. Sistem Mata Pencaharian


• Bercocok tanam di sawah • Peternakan Sapi &
Kerbau
• Bercocok tanam di lading • Berdagang
-Aceh memiliki potensi alam yang sangat cocok untuk pertanian,
maka mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai petani
padi atau sebagai petani kedelai, yang merupakan primadona

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 174


komoditas pertanian, terutama di daerah Aceh Utara dan Aceh
Timur.
-Mata pencaharian kedua setelah pertanian adalah bekerja pada
sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit maupun
kakao. Selanjutnya masyarakatnya berdagang dan usaha informal
lain.

10. Peralatan dan Teknologi


-Sistem teknologi sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kebudayaan
Islam,
-Seni kerajinan perhiasan; motif, ornament dan desain perhiasan
tradisional Aceh merupakan terjemahan dari peradaban Islam.
• Senjata tradisional (Rencong/reuncong) bentuknya
menyerupai huruf L, merupakan kaligrafi tulisan Bismillah,
termasuk dalam kategori dagger/belati.
-Tingkatan Rencong;
◦ untuk Raja atau Sultan; biasanya terbuat dari
gading(sarungnya) dan emas murni(bagian belatinya).
◦ Untuk rencong lainnya; terbuat dari tanduk kerbau atau
pun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi
putih sebagai belatinya.

Rumoh Aceh (Rumah Adat Aceh)/ (Krong


Badee), memiliki pengaruh agama Islam
dan alam sekitar, tampak menyatu
mewarnai bentuk dan ornament ragam
hiasnya. Bertiang selalu genap, beratap
rumbia danberdinding kayu atau papan.

B. KEBUDAYAAN MINANGKABAU
1. Wilayah Persebaran
Berdasarkan historis, budaya Minangkabau berasal dari Luhak Nan
Tigo, yang kemudian menyebar ke wilayah rantau di sisi barat, timur,
utara dan selatan dari Luhak Nan Tigo. Saat ini wilayah budaya
Minangkabau meliputi Sumatra Barat, bagian barat Riau (Kampar,
Kuantan Singingi, Rokan Hulu), pesisir barat Sumatra Utara (Natal,

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 175


Sorkam, Sibolga, dan Barus), bagian barat Jambi (Kerinci, Bungo),
bagian utara Bengkulu (Mukomuko), bagian barat daya Aceh (Aceh
Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Kabupaten
Aceh Tenggara).

2. Asal Usul Minangkabau


Nama dari Minangkabau merupakan nama yang berasal dari kata
manang, berarti menang serta kabau berarti kerbau. Nama tersebut
diketahui berasal dari sejarah ditulis dalam Tambo. Kisah tersebut
berawal ketika kerajaan Pagaruyung yang saat itu dipimpin oleh raja
bernama Adityawarman, yang akan ditaklukan oleh pasukan dari
Majapahit

3. Bahasa
➢Baso Minang (Austronesia)
➢Bahasan Melayu, kesamaan bentuk ujaran dan kosa kata
➢Sumatra Barat, Riau, Negeri Sembilan
➢ masing-masing wilayah mempunyai dialek yang berbeda

4. Rumah Adat: RUMAH GADANG (PANGGUNG)


➢Rumah Gadang adalah rumah adat suku Minangkabau yang juga
memiliki sebutan lain seperti rumah Godang, rumah Bagonjong, dan
rumah Baanjuang.
➢Rumah adat ini merupakan rumah model panggung yang
berukuran besar dengan bentuk persegi panjang.
➢Rumah gadang dibuat dari material yang berasal dari alam. Tiang
penyangga, dinding, dan lantai terbuat dari papan kayu dan bambu,
sementara atapnya yang berbentuk seperti tanduk kerbau terbuat
dari ijuk.
➢Meski terbuat dari hampir 100% bahan alam, arsitektur rumah
gadang
tetaplah memiliki desain yang kuat.

5. Sistem Mata Pencaharian


-Bercocok tanam: bersawah, menanam sayur mayur untuk
perdagangan
-Menangkap ikan di laut

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 176


-Berdagang dan merantau. Kehidupan perdagangan di Minangkabau
kebanyakan dikuasai oleh penduduk Minangkabau sendiri
-Kerajinan tangan: kerajinan perak bakar dari Koto Gadang, sebuah
desa dekat Bukittinggi dan kain songket dari Silukang, sebuah desa
dekat Sawah Lunto
6. Suku-Suku di Minangkabau
o Tanjuang, o Sikumbang, o Kutianyir,
o Guci, o Payobada, o Jambak,
o Salo, o Banuhampu, o Damo,
o Tobo, o Galumpang, o Dalimo,
o Pisang, o Pagacancang, o Patapang,
o Melayu, o Bendang, o Kampai,
o Panai, o Sikujo, o Mandahiliang,
o Bijo, o Sungai napa, o Singkuang,
o Supayang, o Lubuk Batang, o Panyalai,
o Mandaliko, o Sumagek, dll.

7. Sistem Kemasyarakatan
Stratifikasi sosial masyarakat Minangkabau pada daerah tertentu
(terutama Padang Pariaman) masih mengenal 3 tingkatan, yaitu :
1. Golongan bangsawan
Memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat dan sering
mendapat kemudahan dalam segala urusan, misalnya : memperolah
uang jemputan yang tinggi jika menikah, boleh tidak memberi belanja
kepada isterinya dan anaknya, memperoleh gelar kebangsawanan
juga. Ia boleh kawin dengan/dari kelas mana saja. Sebaliknya seorang
wanita bangsawan dilarang kawin dengan seorang laki-laki biasa,
apalagi kelas terendah. Yang termasuk golongan bangsawan ialah
orang-orang yang mula-mula datang dan mendirikan desa-desa di
daerah Minangkabau. Karena itu mereka disebut sebagai urang asa
(orang asal).

2. Golongan orang biasa


Adalah orang-orang yang datang kemudian dan tidak terikat dengan
orang asal, tetapi mereka bisa memiliki tanah dan rumah sendiri
dengan cara membeli.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 177


3. Golongan terendah
Adalah orang-orang yang datang kemudian dan menumpang
pada keluarga-keluarga yang lebih dulu datang dengan jalan
menghambakan diri. Oleh karena itu golongan ini menduduku kelas
yang terbawah.
Menurut konsepsi orang Minangkabau, perbedaan lapisan sosial
ini dinyatakan dengan sitilah-istilah sebagai berikut :
▪Kamanakan tali pariuk, yaitu keturunan langsung dari keluarga urang
asa.
▪Kamanakan tali budi, yaitu para pendatang tetapi kedudukan
ekonomi dan sosialnya sudah baik, sehingga dianggap sederajad
dengan urang asa.
▪Kamanakan tali ameh, yaitu para pendatang baru yang mencari
hubungan keluarga dengan urang asa, tetapi telah dapat hidup
mandiri.
▪Kamanakan bawah lutuik yaitu orang yang menghamba pada orang
asa
8. Alat Musik Khas Minangkabau
o Talempong o Bansi
o Saluang o Gandang Tambua
o Rebab o Pupuik Batang Padi

9. Kesenian Tradisional
o Randai→teater yang meliputi pencak, music, tarian, drama
o Saluang Jo Dendang→serunai bambu dan nyanyian
o Talempong→musik bunyi gong
o Tari Piring→gerakan menyerupai gerakan para petani saat
bercocok tanam
o Tari Payung→menceritakan kehidupan muda-mudi Minang yang
selalu riang gembira

10. Pakaian Adat


• Pakaian Bundo Kanduang atau Limpapeh Rumah Nan Gadang
Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang atau sering pula disebut
pakaian Bundo Kanduang. Pakaian ini merupakan lambing
kebesaran bagi para wanita yang telah menikah. Pakaian
tersebut merupakan symbol dari pentingnya peran seorang ibu

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 178


dalam sebuah keluarga. Limapeh sendiri artinya adalah tiang
tengah dari bangunan rumah adat Sumatera Barat.

• Baju Tradisional Pria (Penghulu)


untuk para pria bernama pakaian penghulu. Sesuai namanya,
pakaian ini hanya digunakan oleh tetua adat atau orang tertentu,
dimana dalam cara pemakaiannya pun di atur sedemikian rupa
oleh hukum adat. Pakaian ini terdiri atas beberapa kelengkapan
yang diantaranya Deta, baju hitam, sarawa, sesamping, cawek,
sandang, keris, dan tungkek.

11. Makanan Khas Minangkabau


o Rendang
o Lamang Tapai
Lamang tapai merupakan makanan yang biasa disajikan ketika ada
acara khusus. Misalnya saat berbuka puasa, hari raya, atau saat pesta
pernikahanMinang
o Dadiah
dibuat dari susu kerbau. Difermentasi di dalam bambu. Dadiah,
biasanya dihidangkan dengan mencampurnya bersama emping beras
ketan dan disiram santan serta gula merah.
o Sala Lauak
Sala lauak ini merupakan makanan sejenis gorengan. Terbuat dari
tepung beras, ikan asin, dan bumbu seperti bawang, kunyit, cabe,
dan garam.
o Pensi
Sejenis kerang yang ukurannya kecil dan hanya hidup di Danau
Maninjau. Pensi biasanya diolah oleh masyarakat Minang menjadi
makanan ringan yang lezat. Pensi akan dimasak bersama dengan
jahe, lengkuas, daun bawang, seledri, dan garam.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 179


PERTEMUAN 3

A. Kebudayaan suku sunda


Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di Nusantara.
Kebudayaan Sunda yang ideal kemudian sering kali dikaitkan sebagai kebudayaan masa
Kerajaan Sunda. Ada beberapa ajaran dalam budaya Sunda tentang jalan menuju
keutamaan hidup. Etos dan watak Sunda itu adalah cageur, bageur, singer dan pinter,
yang dapat diartikan sehat, baik, mawas, dan cerdas. Kebudayaan Sunda juga merupakan
salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam
perkembangannya perlu dilestarikan. Sistem kepercayaan spiritual tradisional Sunda
adalah Sunda Wiwitan yang mengajarkan keselarasan hidup dengan alam. Kini, hampir
sebagian besar masyarakat Sunda beragama Islam, namun ada beberapa yang tidak
beragama Islam, walaupun berbeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan ditujukan
untuk kebaikan di alam semesta.

Nilai-nilai budaya
Kebudayaan Sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari
kebudayaan–kebudayaan lain. Secara umum masyarakat Jawa Barat atau Tatar Sunda,
dikenal sebagai masyarakat yang lembut, religius, dan sangat spiritual. Kecenderungan
ini tampak sebagaimana dalam pameo silih asih, silih asah dan silih asuh; saling mengasihi
(mengutamakan sifat welas asih), saling menyempurnakan atau memperbaiki diri
(melalui pendidikan dan berbagi ilmu), dan saling melindungi (saling menjaga
keselamatan). Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah nilai-nilai lain seperti kesopanan,
rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada
yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sunda keseimbangan magis dipertahankan dengan
cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat
Sunda melakukan gotong-royong untuk mempertahankannya.

MATA PENCAHARIAN
Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atau
hidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutama
adalah hal meningkatkan taraf hidup.

KESENIAN
Kebudayaan suku bangsa Sunda merupakan kebudayaan yang kaya akan keseniannya.
Kesenian Sunda memilki keunikan tersendiri. Diantara kesenian-kesenian berikut adalah
bidang seni yang unik dari suku Sunda.

Sistem Kepercayaan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 180


Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara
keseimbangan alam semesta. Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-
upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling
memberi (gotong royong). Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon
pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah
yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian kecil diri-Nya ke dalam dunia
untuk memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebutDew ata). Ini mungkin bisa
menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.

Seni Bangunan
Rumah adat di Sunda bermodel Keraton Kasepuhan Cirebon yang memiliki
empat ruang, yaitu sebagai berikut.

• Pendopo: tempat untuk penjaga keselamatan sultan.


• Pringgondani: tempat sultan memberi perintah kepada adipati.
• Prabayasa: tempat sultan menerima tamu.
• Panembahan: ruang kerja dan tempat istirahat sultan.

Nama-nama tempat di Sunda banyak menggunakan kata Ci yang artinya air. Misal: Ciamis,
Cipanas, Cibatu, dan Cicalengka.

Seni Tari
Pertunjukan yang paling terkenal di Sunda adalah wayang golek. Wayang golek
adalah boneka kayu dengan penampilan yang sangat menarik dan atraktif.

Tari yang populer di Sunda adalah tari jaipong, yaitu paduan tari ketuk tilu dan
tari gendong pencok. Seni tari merupakan salah satu daya tarik di tanah parahiyangan.
Tari yang lain, yaitu tari kuncoran, tari kupukupu, dan tari rimlong.

Seni Musik
Sunda kaya akan seni sastra, misalnya Prabu Siliwangi yang diungkapkan dalam
bentuk pantun, dan Si Kabayan dan Sangkuriang yang diungkapkan dalam bentuk prosa.

Alat musik tradisional Sunda adalah angklung, calung, kecapi, dan degung. Alat
musik digunakan untuk mengiringi tembang dan kawih. Tembang adalah puisi yang
diiringi kecapi dan suling. Kawih adalah lagu bebas yang diiringi dengan angklung dan
calung.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 181


B. KEBUDAYAAN JAWA

SISTEM KEMASYARAKATAN
Dahulu, pada suku Jawa terdapat stratifikasi sosial yang dikenal dengan golongan
bendoro, priyayi, dan wong cilik.

Stratifikasi sosial berdasarkan kepemilikan tanah, yaitu wong baku, kuli gondok
(lindung), dan sinoman.

Dalam bidang pemerintah, pamong desa memilih seorang kepala desa (lurah) dengan
semua pembantunya, seperti carik, juga tirta (ulu-ulu), dan juga baya. Tugas utama
mereka adalah untuk meningkatkan kesejahteraan desa

SISTEM RELIGI DAN UPACARA KEAGAMAAN


Budaya Jawa juga menghasilkan agama sendiri yaitu Kejawen. Kejawen berisikan
tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Mayoritas
orang Jawa sekarang menganut agama Islam dan sebagian kecil orang Jawa menganut
agama Kristen atau Katolik.

Pemeluk Agama Islam dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:

• Golongan Islam Santri, yaitu golongan yang menjalankan ibadah sesuai dengan
ajaran Islam dengan syariat-syariatnya.
• Golongan Islam Kejawen, yaitu golongan yang percaya pada ajaran Islam, tetapi
tidak patuh menjalankan syariat Islam dan masih percaya kepada kekuatan lain.

Masyarakat di Jawa masih percaya pada makhluk-makhluk halus seperti


memedi, genderuwo, tuyul, setan, dan lain-lain, pada hari baik atau naas, pada hari
kelahiran atau weton, pada benda-benda pusaka, jimat, dan sejenisnya.

Sehubungan dengan berbagai kepercayaan, maka dilaksanakan upacara-upacara


selametan yang berhubungan dengan:

• Lingkaran hidup manusia, seperti mitoni, kematian, dan lainnya.


• Kehidupan desa, seperti bersih desa, penggarapan pertanian, dan lainnya.
• Pernikahan, seperti selamatan sepasaran setelah pernikahan.
• Peringatan hari-hari atau bulan-bulan besar Islam, seperti sekatenan atau grebeg
maulud, sura, dan sebagainya.
• Kejadian-kejadian tertentu, seperti melakukan perjalanan jauh, mulai membuat
rumah, dan sebagainya.
• Orang meninggal dunia, seperti selametan surtanah atau (geblak), nelung dina,
dan lainnya.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 182


BAHASA
membagi tingkat bahasa Jawa menjadi beberapa tingkat yaitu Ngoko, Madya, dan Krama

Ngoko merupakan salah satu tingkatan bahasa di dalam Bahasa Jawa yang
paling banyak digunakan di kalangan orang Jawa. Penggunaannya dihindari jika berbicara
dengan orang yang lebih tua atau orang yang dihormati. Ragam ngoko memiliki 2 bentuk
varian yaitu ngoko lugu & ngoko alus

Ngoko lugu digunakan untuk menyatakan orang pertama. Ngoko alus digunakan
oleh orang pertama dengan lawan bicaranya yang sebaya atau yang sudah akrab, bahasa
ini santai namun sopan.

Madya juga merupakan salah satu tingkatan bahasa Jawa yang paling banyak
dipakai di kalangan orang Jawa. Madya merupakan bahasa campuran antara ngoko dan
krama, bahkan Bahasa madya kadang juga dipengaruhi oleh bahasa Indonesia. Bahasa
madya ini mudah dipahami dan dimengerti.

Krama digunakan untuk menunjukkan adanya penghormatan kepada orang


yang mempunyai kedudukan atau kekuasaan yang lebih tinggi daripada penutur. Bahasa
Jawa krama ini digunakan orang sebagai tanda menghormati orang yang diajak bicara.
Misalnya, anak muda dengan orang tua atau pegawai dengan atasannya. Ragam krama
memiliki 3 bentuk varian yaitu krama lugu dan krama inggil.

SISTEM PENGETAHUAN
Salah satu bentuk sistem pengetahuan yang ada, berkembang, dan masih ada
hingga saat ini, adalah kalender Jawa.

RUMAH ADAT
Masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Jawa memiliki ciri sendiri dalam
bangunan mereka, khususnya rumah tinggal. Ada beberapa jenis rumah yang dikenal
oleh masyarakat suku Jawa, diantaranya adalah rumah limasan, rumah joglo, dan rumah
serotong. Rumah limasan, adalah rumah yang paling umum ditemui di daerah Jawa,
karena rumah ini merupakan rumah yang dihunu oleh golongan rakyat jelata. Sedangkan
rumah Joglo, umumnya dimiliki sebagai tempat tinggal para kaum bangsawan, misalnya
saja para kerabat keraton.

Umumnya rumah di daerah Jawa menggunakan bahan batang bambu, glugu


(batang pohon nyiur), dan kayu jati sebagai kerangka atau pondasi rumah. Sedangkan
untuk dindingnya, umum digunakan gedek atau anyaman dari bilik bambu, walaupun
sekarang, seiring dengan perkembangan zaman, banyak juga yang telah menggunakan
dinding dari tembok. Atap pada umumnya terbuat dari anyaman kelapa kering (blarak)
dan banyak juga yang menggunakan genting.
PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 183
JAWA BARAT

Rumah Adat

1. Imah Badak Heuay 5. Imah Parahu Kumureb

2. Rumah Togog Anjing 6. Imah Capit Gunting

3. Imah Julang Ngapak 7. Rumah Adat Kasepuhan

4. Imah Jolopong

ALAT MUSIK: Angklung

TARI: Tari Jaipong dan Tari Topeng

KESENIAN LAINNYA

Cianjuran Cianjuran

Kuda renggong

Kecapi Suling
Permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan
Kacapi(kecapi), pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang
penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.

Rengkong
Bentuk kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika
menanam padi.
Wayang Golek

Kuda lumping

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 184


JAWA TENGAH

Rumah adat Jawa Tengah

1. Rumah Adat Joglo 4. Rumah Adat Kampung

2. Rumah Adat Panggang Pe 5. Rumah Adat Limasan

3. Rumah Adat Tajug

Rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah disebut dengan Joglo. Joglo terbuat
dari kayu, mempunyai nilai seni yg cukup tinggi, berdenah bujur sangkar dan mempunyai
empat pokok tiang di tengah (saka). Joglo hanya dimiliki orang dari kalangan atas atau
yang mampu. Rumah joglo guru, blandar bersusun yang dikenal dengan tumpangsari.
Blandar tumpangsari bersusun ke atas semakin ke atas bentuknya semakin melebar.

PAKAIAN ADAT

Pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa Tengah untuk wanita adalah kebaya
yang dilengkapi dengan kemben dan kain tapih pinjung lengkap dengan stagen. Untuk
kalangan pria pakaian adat yang dipakai oleh kerabat keratin adalah beskap kembang
atau motif, kepala memakai blankon (destar), kain samping jarik, stagen untuk mengikat
kain samping serta keris dan cemila (alas kaki). Pakaian tersebut disebut dengan Jawi
Jangkep (pakaian adat Jawa lengkap dengan keris).

TARI

Tari Serimpi

ALAT MUSIK

Gamelan Jawa

KESENIAN LAINNYA

Wayang Kulit

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 185


JAWA TIMUR

RUMAH ADAT

Bentuk bangunan Jawa Timur bagian barat (seperti di Ngawi, Madiun, Magetan,
dan Ponorogo) umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengahan (Surakarta).
Bangunan khas Jawa Timur umumnya memiliki bentuk joglo, bentuk limasan (dara
gepak), bentuk srontongan (empyak setangkep).

SENI TARI

Tari Remong

ALAT MUSIK

Bonang

Ketipung

Angklung Reog

Saronen

PAKAIAN ADAT

Pakaian adat jawa timur disebut mantenan. pakaian ini sering digunakan saat
perkawinan d masyarakat magetan jawa timur

KESENIAN LAINNYA

Upacara Kasodo

Ritual yang dilakukan setahun sekali untuk menghormati Gunung Brahma


(Bromo).

Reog Ponorogo

SISTEM MATA PENCAHARIAN


1. Pertanian

Yang dimaksud pertanian disini terdiri atas pesawahan dan perladangan


(tegalan), tanaman utama adalah padi. Tanaman lainnya jagung, ubi jalar, kacang tanah,
kacang hijau dan sayur mayor, yang umumnya ditanam di tegalan. Sawah juga ditanami
tanaman perdagangan, seperti tembakau, tebu dan rosella.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 186


2. Perikanan

Adapun usaha yang dilakukan cukup banyak baik perikanan darat dan perikanan
laut. Perikanan laut diusahakan di pantai utara laut jawa. Peralatannya berupa kail,
perahu, jala dan jaring

3. Peternakan

Binatang ternak berupa kerbau, sapi, kambing, ayam dan itik dan lain-lain.

4. Kerajinan

Kerajinan sangat maju terutama menghasilkan batik, ukir-ukiran, peralatan


rumah tangga, dan peralatan pertanian.

PERALATAN DAN TEKNOLOGI


Alat-alat pertanian adalah bajak yang disebut luku, garu untuk melunakkan
tanah, cangkul, dan gosrok yaitu alat untuk menyiangi atau membersihkan tumbuhan liar
yang ikut tumbuh bersama padi. Peralatan kesenian antara lain, gamelan yang
merupakan seperangkat alat musik yang terdiri dari gendang, gambang, gong, suling dan
sebagainya. Sedangkan alat angkutnya yang terkenal adalah andong, selain itu untuk
mengangkut barang digunakan gerobak yang ditarik oleh hewan.

Keris

Berbeda dengan senjata tradisional jenis lain, keris memiliki bentuk, pola, serta
ukiran. Berbahan dasar potongan kayu, emas, hingga gading langka, keris seringkali
dianggap memiliki kekuatan magis. Kini, kita dapat menemukan keberadaan keris di
berbagai upacara adat Jawa, misalnya saja pada pakaian mempelai pria di pesta
pernikahan.

Clurit

Clurit atau celurit dikenal luas oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Jawa
Timur, terutama Madura. Berbentuk bulan sabit dan memiliki gagang cukup panjang,
celurit digunakan oleh masyarakat setempat sebagai alat bertani dan bercocok tanam.

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 187


MASALAH PEMBANGUNAN DAN MODERNISASI
Kepadatan jumlah penduduk di pulau Jawa sangat tak terkendali 237.641.326
penduduk Indonesia menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistika) pada tahun 2010
lebih dari setengahnya berada di pulau jawa yang hanya memiliki luas 6,78 % dari
keseluruhan luas wilayah daratan Indonesia. Begitu tidak meratanya persebaran
penduduk di Indonesia, dan menjadikan pulau jawa semakin sempit dan sesak untuk
ditinggali.

Perpindahan penduduk dari desa ke kota atau yang biasa dikenal dengan istilah
urbanisasi menjadi salah satu faktor semakin padatnya jumlah penduduk di pulau Jawa.
Diakibatkan karena pembangunan yang tidak merata. Hampir semua pusat fasilitas-
fasilitas baik itu pendidikan, perekonomian maupun pemerintahan berada di pulau Jawa,
tak heran jika sebagian besar penduduk Indonesia terfokus hanya pada pulau Jawa
karena bagi mereka pulau Jawa adalah ladang untuk memperbaiki kehidupan mereka
meskipun mereka tau bahwa populasi penduduk dipulau Jawa sudah padat.

r.Perbandingan pembangunan di pulau Jawa dengan di pulau lain yang sangat


jauh menjadikan pulau jawa semakin padat akan penduduk sedangkan pulau lain seperti
Kalimantan dan pulau-pulau besar yang lain menjadi semakin tertinggal.

“Tetap sabar, semangat, dan


tersenyum. Karena kamu sedang
menimba ilmu di Universitas
Kehidupan. Allah menaruhmu di
tempatmu yang sekarang bukan
karena kebetulan.”

- Dahlan Iskan

PUSTAKA DANANJAYA 2019 | 188